Anda di halaman 1dari 23

ASUHAN KEPERAWATAN

SECTIO CAESARIA

DISUSUN OLEH :
FARHATUL AULIA LUTFA
191101025

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PONTIANAK


JURUSAN KEPERAWATAN SINGKAWANG
PRODI D-III KEPERAWATAN
2020/2021
FORMAT PENGKAJIAN ASUHAN
KEPERAWATAN POSTNATAL

A. DATA UMUM KLIEN


1. Initial klien : Ny. S Initial suami : Tn. R
2. Usia :28 Tahun Usia : 32 Tahun
3. Status perkawinan : menikah
4. Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Tani
5. Pendidikan : SD Pendidikan terakhir : SD
6. Alamat : Jl. Gunung Merapi Singkawang
B. RIWAYAT KESEHATAN
1. Riwayat kehamilan dan persalinan yang lalu
N Tahun Jenis Penolon Jenis Keadaan Masalah
o persalina g kelami bayi kehamila
n n waktu n
lahir
1 4 tahun SC Dokter Laki- meningg Kegugura
yang lalu, laki al n
(2017)
2
3
4
5
2. Keluhan utama : Nyeri
Saat dilakukan pengkajian pada tanggal 15 Agustus 2021 pukul 08.30,
P : klien mengeluh nyeri pada luka post SC
Q : klien mengatakan nyeri seperti di iris iris
R : nyeri yang dirasakan menyebar kearah abdomen dengan
S : skala nyeri 7 (0-10), nyeri bertambah saat klien bergerak dan nyeri
berkurang saat di beri obat
T : klien mengatakan nyeri yang dirasa lebih kurang 3 menit dengan waktu
yang tidak menentu.
3. Riwayat keperawatan sekarang :
P : klien mengeluh nyeri pada luka post SC
Q : klien mengatakan nyeri seperti di iris iris
R : nyeri yang dirasakan menyebar kearah abdomen dengan
S : skala nyeri 7 (0-10), nyeri bertambah saat klien bergerak dan nyeri
berkurang saat di beri obat
T : klien mengatakan nyeri yang dirasa lebih kurang 3 menit dengan waktu
yang tidak menentu.
Klien mengatakan nyeri saat bergerak, klien tampak adanya keterbatasan
rentan gerak, klien tampak meringis, klien tampak lemah, terdapat luka
post op SC hari pertama, Klien mengatakan tidak tahu cara perawatan luka
jahitan post op sc, Klien mengatakan tidak mampu melakukan
Perawatan seperi mandi, klien mengatakan kurang nyaman didaerah
abdomen, Klien mengatakan belum ganti balutan, Lochea rubra (berwarna
merah) terdapat luka post op sc hari pertama bagian abdomen kuadran
bawah
4. Riwayat kehamilan sekarang :
1) Berapa kali periksa kehamilan : 8 kali
2) Masalah kehamilan: Posisi bayi sunsang
C. DATA UMUM KESAHATAN SAAT INI
1. Status Obstetri :P2 A0
2. Keadaan umum : kesadaran : composmentis
3. Tanda vital : TD : 100/80 mmHg Nadi: 84 x/menit
Suhu : 37,0 oC Pernafasan: 20 x/menit
4. Kepala :
a. Leher : Tidak terdapat pembasaran kelenjar tyroid , tidak ada

peningatan vena jugularis.

b. Kepala : Tidak ada pigemntasi,tidak terdapat oedema.


c. Mata : Posisi mata simetris kanan kiri,kelopak mata dapat membuka

dan menutup, konjungtiva anemis, sclera anikterik, kornea normal,

pergerakan bola mata dapat melihat objek ke kanan dan kiri.

d. Hidung : bentuk simetris, tidak terdapat benjolan


e. Mulut : Keadaan mulut cukup bersih,tidak terdapat caries gigi,tidak
ada stomatitis.
f. Telinga : daun telinga simetris, klien dapat mendengar dengan baik
5. Dada :
a. Jantung :
- inspeksi : bentuk dada simetris, tidak ada pembengkakan
- palpasi : tidak terdapat pembengkakan, tidak ada nyeri tekan
- perkusi : bunyi ketukan kencang dan bergaung
- auskultasi : bunyi jantung S1/S2 (Normal)
b. Paru :
- Inspeksi : bentuk dada simetris, tidak terdapat pembengkakan, dengan
RR : 20 x/menit
- Palpasi : denyut apeks jantung normal
- Perkusi : berbunyi suara sonor
- Auskultasi : tidak terdapat suara tambahan
c. Payudara : kebersihan payudara cukup bersih
kesimetrisan : bentuk payudara simetris kanan/ kiri
putting susu : warna mamae kecoklatan,tidak ada nyeri tekan, papilla
mamae menonjol, aerola dan puting susu cukup bersih .
pengeluaran ASI : colostrums sudah keluar
kemampuan menyusi : klien mengatakan belum menyusui bayi nya.
Abdomen :
a. Involusio Uterus :
b. Kandung kemih : Terpasang kateter dari jam 16.30 wib kurang lebih
1250 ml.
c. Diastatis rektus abdominalis :
d. Fungsi pencernaan : Klien mengatakan belum BAB setelah dioperasi
e. Bila dilakukan FC : Kondisi luka : Terdapat luka post SC di bagian
bawah abdomen kuadran bawah, bentuk horizontal, luka tertutup
perban, panjang luka lebih kurang 15 cm
5. Perineum dan Genetalia : kebersihan…………….
a. Vagina : integritas kulit Labia mayora dan minora cukup bersih,
keadaan vulva kotor
b. Edema : tidak terdapat oedema, lochea rubra dengan warna merah,

berbau amis, terpasang dower kateter.

c. Hematoma : tidak terjadi hematoma


d. Perineum : utuh
e. Tanda REEDA : tanda REEDA seperti tidak ada kemerahan, tidak ada

kebiruan, tidak ada pembengkakan, tidak ada cairan sekresi yang

keluar, terdapat jahitan luka post SC.

f. Hemerroid : derajat……….lokasi….berapa
Lama………..nyeri…….
6. Ekstremitas :
a. Ekstremitas atas : Klien mengatakan belum bisa miring kanan, miring
kiri. terpasang IVFD RL 20 tpm pada ektermitas kiri atas, tidak
terdapat edema
b. Ekstremitas bawah : reflek patella (+),Human sign (-), tidak terdapat
edema dan varises
D. POLA FUNGSIONAL
1. Eliminasi
a) BAB :
- Sebelum masuk RS Klien mengatakan BAB 1 x/sehari dengan
warna kuning, konsistensi lembek
- Saat masuk RS Klien mengatakan belum BAB setelah dioperasi
b) BAK :
- sebelum masuk RS
Klien mengatakan BAK 4-5x sehari dengan waktu tidak menentu,
warna kuning, bau khas, tidak ada keluhan selama BAK.
- Saat ini
Terpasang kateter dari jam 16.30 wib kurang lebih 1250 ml.
2. Nutrisi dan cairan
Asupan nutrisi :

- sebelum masuk RS klien mengatakan mkan 3 kali sehari dengan

porsi nasi, sayur, dan lauk. Klien mengatakan nafsu makan baik,

tidak ada makanan yang tidak disukai, kebiasaan klien sebelum

makan mencuci tangan dan berdoa.


- Saat masuk RS Klien mengatakan selama dirumah sakit makan 3 kali
sehari dengan porsi nasi, sayur, lauk dan buah. Klien mengatakan
menghabiskan porsi yang disediakan dari rumah sakit. Tidak ada makanan
yang tidak disukai, kebiasaan klien sebelum makan mencuci tangan dan
berdoa
Asupan cairan :
- Sebelum masuk RS
klien mengatakan minum +- 1900 cc/hari air putih
- Saat masuk RS
klien mengatakan minum +- 1900 cc/hari air putih, terpasangan infus Rl
20 tpm pada tangan kiri
3. Istirahat dan kenyamanan
a. Pola tidur :
- Sebelum masuk RS
Klien mengatakan tidur 8 jam sehari, 7 jam pada malam hari 1 jam pasa
siang hari.kebiasaan sebelum tidur berdoa dan klien mengatakan tidak ada
keluhan saat tidur.
- Saat ini
Klien mengatakan selama di rumah sakit sulit tidur karena nyeri luka post
operasi SC, klien mengatakan sering terbangun, klien mengatakan tidur
malam 5 jam, tidur siang 1 jam, kebiasaan klien sebelum tidur adalah
membaca doa.
b. Keluhan ketidaknyamanan :
Nyeri pasca OP Post partum SC lokasi abdomen
4. Mobilisasi dan latihan
Tingkat mobilisasi:
- Sebelum masuk RS
Klien mengatakan bekerja sebagai ibu rumah tangga,yang menggunakan
waktu luangnya untuk menonton tv da berkumpul bersama keluarga, klien
tidak pernah olahraga.
- Saat masuk RS
Klien mengatakan belum bisa miring kanan, miring kiri
Latihan senam: Klien mengatakan tidak melakukan senam nifas
Keadaan mental : Klien mengatakan sudah siap menjadi seorang ibu.
Adaptasi psikologis : Klien mengatakan senang dengan kelahiran bayinya.
Penerimaan terhadap bayi : Klien mengatakan senang dengan kelahiran bayinya.
Pengalaman menyusui : ya berapa lama : 2tahun
Kesanggupan dan pengetahuan tentang perawatan postpartum dan bayi : Klien
mengatakan akan merawat bayinya bersama suaminya.
E. Obat-obatan :
N Nama Obat Dosis Rute Waktu
o
1 IVFD Rl 20 tpm IV -
2 Keterolac 25mg(1 IV 12 jam
amp)
3 Ondansentro 8mg(1table Oral 8 jam
n t)

F. Hasil pemeriksaan penunjang :


No Parameter Result unit Ref range
1 WBC 14.27x10*3ul 4,00-10,00
2 Neu %L 89.6% 50,0-70,0
3 Lym % 7.9% 20,0-40,0
4 Mon % 2.2% 3,0-12,0
5 Eos% 0.2% 0,5-5,10
6 Bas14.27 0.1% 0,0-0,1
7 Rbc 4.23x10*6ul 3,50-5,00
8 Hgb 13.39/dl 11,0-15,0
9 Plt 141x10*3/ul 100-300

G. Analisa data
NO Data Etiologi Diagnosa
1 DS: Nyeri pasca op SC Nyeri akut b.d
P : klien mengeluh nyeri pada agen pencedera
luka post SC fisik (D.0077)
Q : klien mengatakan nyeri
seperti di iris iris
R : nyeri yang dirasakan
menyebar kearah abdomen
dengan
S : skala nyeri 7 (0-10), nyeri
bertambah saat klien
bergerak dan nyeri
berkurang saat di beri obat
T : klien mengatakan nyeri yang
dirasa lebih kurang 3 menit
dengan waktu yang tidak
menentu.
DO :
- Klien tampak meringis
- Klien tampak lemah
- Terdapat luka post op SC
hari pertama
- TTV
TD : 100/80 mmHg
Nadi: 84 x/menit
Suhu : 37,0 oC
Pernafasan: 20 x/menit

2 DS : nyeri Gangguan
- Klien mengatakan nyeri mobilitas fisik b.d
saat bergerak nyeri (D.0054)
- Klien mengatakan tidak
mampu melakukan
perawatan seperti mandi
DO :
- Klien tampak adanya
keterbatasan rentan gerak
- Klien tampak lemah
- Ekstremitas :
Ekstremitas atas : Klien
mengatakan belum bisa
miring kanan, miring kiri.
terpasang IVFD RL 20
tpm pada ektermitas kiri
atas, tidak terdapat edema
Ekstremitas bawah :
reflek patella (+),Human
sign (-), tidak terdapat
edema dan varises
- TTV
TD : 100/80 mmHg
Nadi: 84 x/menit
Suhu : 37,0 oC
Pernafasan: 20 x/menit
3 DS : efek prosedur Resiko infeksi b.d
- Klie mengatakan tidak invasif efek prosedur
tahu cara perawatan luka invasif (D.0142)
jahitan post op sc
- Klien mengatakan tidak
mampu melakukan
perawatan seperti mandi
- Klien mengatakan kurang
nyaman di daerah
abdomen
- Klien mengatakan belum
ganti pembalut
DO :
- Lochea rubra (berwarna
merah terdapat luka post
op sc hari pertama bagian
abdomen kuadran bawah
- TTV
TD : 100/80 mmHg
Nadi: 84 x/menit
Suhu : 37,0 oC
Pernafasan: 20 x/menit

H. Diagnosa Keperawatan
1. Nyeri akut b.d agen pencedera fisik (D.0077)
2. Gangguan mobilitas fisik b.d nyeri (D.0054)
3. Resiko infeksi b.d efek prosedur invasif (D.0142)

I. Intervensi Keperawatan

NO SDKI SLKI SIKI RASIONAL


1 Nyeri akut Tingkat nyeri Manajemen nyeri
1. Untuk
b.d agen (L.08066) (I.08238)
mengetahui
pencedera Setelah dilakukan 1. Identifikasi lokasi,
lokasi,
fisik asuhan karakteristik,
karakteristik,
(D.0077) keperawatan 3x24 durasi, frekuensi,
durasi, frekuensi,
jam, tingkat nyeri kualitas, intensitas
kualitas,
menurun dengan nyeri.
intensitas nyeri.
kriteria hasil : 2. Identifikasi skala
2. Untuk memantau
a. Kemampuan nyeri
skala nyeri klien
menuntaskan 3. Identifikasi
3. Untuk
aktivitas respons nyeri non
mengetahui
meningkat verbal
respon nyeri non
b. Keluhan nyeri 4. Identifikasi faktor
verbal klien
menurun yang memperberat
4. Untuk
c. Meringis dan memperingan
mengetahui
menurun nyeri
faktor yang
d. Frekuensi nadi 5. Berikan teknik
memperberat dan
membaik nonfarmakologisu
memperingan
ntuk mengurangi
nyeri
rasa nyeri
5. Untuk
6. Kolaborasi
memberikan
pemberian
teknik relaksasi
analgetik
nyeri pada klien
6. Pemberian obat
analgetik
2 Gangguan Mobilitas fisik Dukungan mobilisasi 1. Untuk
mobilitas (L.05042) (I.05173) mengetahui
fisik b.d Setelah dilakukan 1. Identifikasi adanya penyebab
nyeri asuhan nyeri atau keluhan mobilitas fisik
(D.0054) keperawatan 3x24 fisik lainnya 2. Untuk melihat
jam, mobilitas fisik 2. Monitor kondisi kemampuan
klien meningkat umum selama mobilisasi
dengan kriteria melakukan klien /hari
hasil : mobilisasi 3. Bertujuan untuk
a. Pergerakan 3. Libatkan keluarga keharmonisan
ekstremitas untuk membantu keluarga klien
meningkat klien dalam 4. Agar tidak terjadi
b. Rentang gerak meningkatkan penurunan massa
(ROM) pergerakan otot
c. Nyeri menurun 4. Anjurkan
melakukan
mobilisasi dini
3 Resiko Tingkat infeksi Pencegahan Infeksi 1. Untuk memantau
infeksi b.d (L.14137) (I.14539) tanda dan gejala
efek Setelah dilakukan 1. Monitor tanda dan infeksi lokal dan
prosedur asuhan gejala infeksi lokal sistemik klien
invasif keperawatan 3x24 dan sistemik 2. Untuk
(D.0142) jam, tingkat infeksi 2. Berikan perawatan mengurangi
menurun dengan kulit pada area resiko infeksi
kriteria hasil : edema pada klien
a. Kebersihan 3. Ajarkan cara 3. Agar
badan memeriksa kondisi berkurangnya
meningkat luka atau luka terjadi resiko
b. Nyeri menurun operasi infeksi pada luka
c. Bengkak 4. Anjurkan klien
menurun meningkatkan 4. Untuk
asupan nutrisi mempercepat
proses
penyembuhan

J. Implementasi dan Evaluasi Keperawatan

NO TGL/ TINDAKAN PRF EVALUASI (SOAP) PRF


HARI
1 15-08- 1. Identifikasi lokasi, S:
21 karakteristik, durasi, P : klien mengeluh nyeri pada
frekuensi, kualitas, luka post SC
intensitas nyeri. Q : klien mengatakan nyeri
2. Identifikasi skala nyeri seperti di iris iris
3. Identifikasi respons nyeri R : nyeri yang dirasakan
non verbal menyebar kearah
4. Identifikasi faktor yang abdomen
memperberat dan S : skala nyeri 7 (0-10), nyeri
memperingan nyeri bertambah saat klien
5. Berikan teknik bergerak dan nyeri
nonfarmakologisuntuk berkurang saat di beri
mengurangi rasa nyeri obat
6. Kolaborasi pemberian T : klien mengatakan nyeri
analgetik yang dirasa lebih kurang
3 menit dengan waktu
yang tidak menentu.
O:
- Klien tampak
meringis
- Klien tampak lemah
- Terdapat luka post op
SC hari pertama
- TTV
TD : 100/80 mmHg
Nadi: 84 x/menit
Suhu : 37,0 oC
Pernafasan: 20
x/menit
- Memberikan obat
katerolac 25mg(1
amp) lewat IV infus
2x1/hari

A : masalah belum teratasi

P: Intervensi dilanjutkan
2 1. Identifikasi adanya nyeri S:
atau keluhan fisik lainnya - Klien mengatakan
2. Monitor kondisi umum nyeri saat bergerak
selama melakukan - Klien mengatakan
mobilisasi tidak mampu
3. Libatkan keluarga untuk melakukan perawatan
membantu klien dalam seperti mandi
meningkatkan pergerakan O:
4. Anjurkan melakukan - Klien tampak adanya
mobilisasi dini keterbatasan rentan
gerak
- Klien tampak lemah
- Ekstremitas :
Ekstremitas atas :
Klien mengatakan
belum bisa miring
kanan, miring kiri.
terpasang IVFD RL
20 tpm pada
ektermitas kiri atas,
tidak terdapat edema
Ekstremitas bawah :
reflek patella
(+),Human sign (-),
tidak terdapat edema
dan varises
- TTV
TD : 100/80 mmHg
Nadi: 84 x/menit
Suhu : 37,0 oC
Pernafasan: 20
x/menit
- Klien dibantu oleh
keluarga dalam
memenuhi
kebutuhannya
A : masalah belum teratasi
P: intervensi dilanjutkan
3 1. Monitor tanda dan gejala S:
infeksi lokal dan sistemik - Klien mengatakan
2. Berikan perawatan kulit tidak tahu cara
pada area edema perawatan luka jahitan
3. Ajarkan cara memeriksa post op sc
kondisi luka atau luka - Klien mengatakan
operasi tidak mampu
4. Anjurkan meningkatkan melakukan perawatan
asupan nutrisi seperti mandi
- Klien mengatakan
kurang nyaman di
daerah abdomen
- Klien mengatakan
belum ganti pembalut
O:
- Lochea rubra
(berwarna merah
terdapat luka post op
sc hari pertama bagian
abdomen kuadran
bawah
- TTV
TD : 100/80 mmHg
Nadi: 84 x/menit
Suhu : 37,0 oC
Pernafasan: 20
x/menit
- Membersihkan luka
klien agar tidak terjadi
infeksi
- Memberikan edukasi
tentang kondisi luka
dan nutrisi
A : masalah teratasi sebagian
P : Intervensi dilanjutkan
1 16-08- 1. Identifikasi lokasi, S:
21 karakteristik, durasi, P : klien mengeluh nyeri pada
frekuensi, kualitas, luka post SC sedikit
intensitas nyeri. berkurang
2. Identifikasi skala nyeri Q : klien mengatakan nyeri
3. Identifikasi respons nyeri seperti di iris iris
non verbal R : nyeri yang dirasakan
4. Identifikasi faktor yang menyebar kearah
memperberat dan abdomen
memperingan nyeri S : skala nyeri 6 (0-10), nyeri
5. Berikan teknik bertambah saat klien
nonfarmakologisuntuk bergerak dan nyeri
mengurangi rasa nyeri berkurang saat di beri
6. Kolaborasi pemberian obat
analgetik T : klien mengatakan nyeri
yang dirasa lebih kurang
3 menit dengan waktu
yang tidak menentu.
O:
- Klien tampak
meringis
- Klien tampak lemah
- Terdapat luka post op
SC hari pertama
- TTV
TD : 110/80 mmHg
Nadi: 90 x/menit
Suhu : 36,4 oC
Pernafasan: 20
x/menit
- Memberikan obat
katerolac 25mg(1
amp) lewat IV infus
2x1/hari

A : masalah teratasi sebagian

P: Intervensi dilanjutkan
2 1. Identifikasi adanya nyeri S:
atau keluhan fisik lainnya - Klien mengatakan
2. Monitor kondisi umum dapat bergerak miring
selama melakukan kekanan-kekiri
mobilisasi - Klien mengatakan
3. Libatkan keluarga untuk mandi dibantu oleh
membantu klien dalam keluarga dengan cara
meningkatkan pergerakan di lap
4. Anjurkan melakukan O:
mobilisasi dini - Klien tampak adanya
keterbatasan rentan
gerak
- Klien tampak lemah
- Ekstremitas :
Ekstremitas atas :
Klien mengatakan
bisa miring kanan,
miring kiri. terpasang
IVFD RL 20 tpm pada
ektermitas kiri atas,
tidak terdapat edema
Ekstremitas bawah :
reflek patella
(+),Human sign (-),
tidak terdapat edema
dan varises
- TTV
TD : 110/80 mmHg
Nadi: 90 x/menit
Suhu : 36,4 oC
Pernafasan: 20
x/menit
- Klien dibantu oleh
keluarga dalam
memenuhi
kebutuhannya
A : masalah teratasi sebagian
P: intervensi dilanjutkan
3 1. Monitor tanda dan gejala S:
infeksi lokal dan sistemik - Klien mengatakan
2. Berikan perawatan kulit sudah mengetahui
pada area edema cara perawatan luka
3. Ajarkan cara memeriksa jahitan post op sc
kondisi luka atau luka - Klien mengatakan
operasi mandi dibantu oleh
4. Anjurkan meningkatkan keluarga
asupan nutrisi - Klien mengatakan
kurang nyaman di
daerah abdomen
- Klien mengatakan
sudah ganti pembalut
dibantu perawat
O:
- Lochea rubra
(berwarna merah
terdapat luka post op
sc hari pertama bagian
abdomen kuadran
bawah
- TTV
TD : 110/80 mmHg
Nadi: 90 x/menit
Suhu : 36,4 oC
Pernafasan: 20
x/menit
- Membersihkan luka
klien agar tidak terjadi
infeksi
- Memberikan edukasi
tentang kondisi luka
dan nutrisi
A : masalah teratasi sebagian
P : Intervensi dilanjutkan
1 17-08- 1. Identifikasi lokasi, S:
21 karakteristik, durasi, P : klien mengeluh nyeri pada
frekuensi, kualitas, luka post SC berkurang
intensitas nyeri. Q : klien mengatakan nyeri
2. Identifikasi skala nyeri seperti di iris iris
3. Identifikasi respons nyeri R : nyeri yang dirasakan
non verbal menyebar kearah
4. Identifikasi faktor yang abdomen
memperberat dan S : skala nyeri 5 (0-10), nyeri
memperingan nyeri bertambah saat klien
5. Berikan teknik bergerak dan nyeri
nonfarmakologisuntuk berkurang saat di beri
mengurangi rasa nyeri obat
6. Kolaborasi pemberian T : klien mengatakan nyeri
analgetik yang dirasa lebih kurang
3 menit dengan waktu
yang tidak menentu.
O:
- Klien tampak lebih
segar
- Klien tampak lebih
tenang
- Terdapat luka post op
SC sudah kering
- TTV
TD : 110/80 mmHg
Nadi: 75 x/menit
Suhu : 36,5 oC
Pernafasan: 20
x/menit
- Memberikan obat
katerolac 25mg(1
amp) lewat IV infus
2x1/hari

A : masalah teratasi sebagian

P: Intervensi dilanjutkan
2 1. Identifikasi adanya nyeri S:
atau keluhan fisik lainnya - Klien mengatakan
2. Monitor kondisi umum dapat bergerak miring
selama melakukan kekanan-kekiri dan
mobilisasi sudah dapat duduk
3. Libatkan keluarga untuk - Klien mengatakan
membantu klien dalam mandi dibantu oleh
meningkatkan pergerakan keluarga dengan cara
4. Anjurkan melakukan di lap
mobilisasi dini O:
- Klien tampak adanya
keterbatasan rentan
gerak
- Klien tampak lebih
segar
- Ekstremitas :
Ekstremitas atas :
Klien mengatakan
bisa miring kanan,
miring kiri. terpasang
IVFD RL 20 tpm pada
ektermitas kiri atas,
tidak terdapat edema
Ekstremitas bawah :
reflek patella
(+),Human sign (-),
tidak terdapat edema
dan varises
- TTV
TD : 110/80 mmHg
Nadi:75 x/menit
Suhu : 36,5 oC
Pernafasan: 20
x/menit
- Klien dibantu oleh
keluarga dalam
memenuhi
kebutuhannya
A : masalah teratasi sebagian
P: intervensi dilanjutkan
3 1. Monitor tanda dan gejala S:
infeksi lokal dan sistemik - Klien mengatakan
2. Berikan perawatan kulit sudah mengetahui
pada area edema cara perawatan luka
3. Ajarkan cara memeriksa jahitan post op sc
kondisi luka atau luka - Klien mengatakan
operasi mandi dibantu oleh
4. Anjurkan meningkatkan keluarga
asupan nutrisi - Klien mengatakan
kurang nyaman di
daerah abdomen
- Klien mengatakan
sudah ganti pembalut
dibantu perawat
O:
- Lochea rubra
(berwarna merah
terdapat luka post op
sc hari pertama bagian
abdomen kuadran
bawah
- TTV
TD : 110/80 mmHg
Nadi: 75 x/menit
Suhu : 36,5 oC
Pernafasan: 20
x/menit
Luka sudah terlihat
kering
- Membersihkan luka
klien agar tidak terjadi
infeksi
- Memberikan edukasi
tentang kondisi luka
dan nutrisi
A : masalah teratasi sebagian
P : Intervensi dilanjutkan

Anda mungkin juga menyukai