Anda di halaman 1dari 6

Soal

1. Pt. Anindra Sisters adalah perusahaan yang berkedudukan di Purwokerto. Pada tahun 2019 laba
bersih dari dalam negeri nya adalah Rp. 11.000.000.000. Omzet pada tahun 2019 adalah 48
Milyar. Selain dari Indonesia, PT. Anindra Sisters mendapatkan penghasilan dari Malaysia sebesar
Rp 5.000.000.000 (tariff pajak 30%) dan Singapura sebesar Rp. 4.000.000.000 (tariff Pajak 40%)
Pada Tahun 2017 PT. Anindra Sisters mendapatkan pembagian dividen dari Philipina setelah
dikurangi Pajak dengan jumlah $ 6.400. pajak dividen di Philipina adalah 20%.(1$=Rp14.000)
Berapa PPh pasal 24 yang bisa dikreditkan?

2. 2. PT. Tiga Putri memiliki omzet Rp. 75.000.000.000 pada tahun 2019.
Berikut adalah daftar penghasilan pada 2019:
Laba bersih usaha dalam negeri Rp. 2.500.000.000
Penghasilan di Arab Saudi (pajak 20%) Rp. 1.000.000.000
Penghasilan di Qatar (Pajak 35%) Rp .1.500.000.000
Rugi di Kuwait Rp. 650.000.000
Keuntungan selisih kurs Rp. 25.000.000
Bunga deposito Rp. 132.000.000
Dividen dari 30% penyertaan saham di PT Sedayu Rp. 1.200.000.000
Dividen dari 13% penyertaan saham di PT. Satria Rp 650.000.000
Dividen dari 10% penyertaan saham di Malaysian berhad $20.000 (tariff pajak 20%)

Diketahui bahwa pada tahun 2018 PT. Tiga Putri mengalami kerugian. Jumlah rugi yang masih
bisa dikompensasikan sebesar Rp.2.000.000.000.hitung PPh pasal 24 yang bisa dikreditkan
(1$=Rp15.000)

3. SUngkono (K/3) memiliki usaha percetakan mencatat peredaran bruto usaha tahun 2019 sebesar
Rp. 3.580.000.000. biaya yang dapat dibebankan secara fiscal Rp. 1.080.000.000. Pada tahun
yang sama SUngkono S.E, M.Si. Ak, CPA menerima deviden dari penyertaan saham di Amerika
Serikat sebesar $8.500 (Kurs KMK Rp. 14.000/1 USD) setelah dipotong pajak deviden di Amerika
15%.
Hitung PPh pasal 24 yang dapat di kreditkan di tahun 2019!

4. PT Anindra Sisters memiliki saham Monster Inc. yang berkedudukan di Amerika Serikat. Selama
tahun 2020, Monster Inc. memperoleh laba sebelum pajak sebesar $ 540.000,00, dimana
separuhnya diakumulasikan sebagai laba ditahan. Tarif pajak yang berlaku di Amerika Serikat
adalah 15% untuk PPh badan (corporate income tax) dan 10% untuk pajak dividen. Berapakah
nilai kredit pajak yang diperoleh PT Anindra Sisters?
(Kurs KMK 1 USD= Rp. 13.500)

5. PT Delta Mobilindo memperoleh penghasilan dalam tahun 2020 sebagai berikut:


Di Jepang memperoleh penghasilan Rp 2.400.000.000,00 dengan tarif pajak 20%.
Di Korea Selatan memperoleh penghasilan Rp 3.500.000.000,00 dengan tariff pajak 15%.
Di China merugi sebesar Rp 350.000.000,00
Penghasilan usaha di Indonesia Rp1.350.000.000,00
Hitung PPh pasal 24 yang dapat dikreditkan. Asumsi omzet >50M
6. Selama tahun 2020 PT. Urip Mulyo mencatat laba bersih dalam negeri sebesar Rp.
38.000.000.000, yang telah dikoreksi fiscal menjadi Rp. 52.000.000.000. PT. Urip Mulyo juga
menerima penghasilan dari Belanda Rp. 12.000.000.000 (Tarif pajak 25%) dan dari inggris
sebesar Rp. 22.000.000.000 (Tarif Pajak 30%) PT Urip Mulyo juga membukukan kerugian atas
usahanya di Malaysia sebesar Rp. 2.650.000.000.
Berapa nilai batas maksimum kredit pajak dan PPh pasal 24 yang dapat di kreditkan?

Note untuk tarif umum pajak penghasilan Badan pada 2020 dan 2021 terdapat
perubahan
pada 2020 dan 2021 dari 25% menjadi 22%

OMZET TARIF SEBELUMNYA TARIF 2020 DAN 2021


s.d 4,8M 50% x 25% x PKP 50% x 22% x PKP
4,8M s.d 50M (50% x 25% x (50% x 22% x
(4,8M/omzet x PKP) + (4,8M/omzet x PKP) +
(25% x (PKP-(4,8M/omzet (22% x (PKP-(4,8M/omzet
x PKP) x PKP)
>50M 25% x PKP 22% x PKP

Jawaban:

1. Diketahui omzet tahun 2019 48 Milyar. Dalam ozet tersebut terdiri dari:

Penghasilan Jumlah
Laba bersih 11.000.000.000
Penghasilan malaysia 5.000.000.000
Penghasilan Singapura 4.000.000.000
Dividen philipina 100/80 x $6.400 x Rp14.000 112.000.000
Total Penghasilan Fiskal => PKP 20.112.000.000

Pajak terutang = (50% x 25% x Penghasilan kena fasilitas) + ( 25% x


Penghasilan tidak kena fasilitas)
Penghasilan kena fasilitas = 4,8M/omzet x PKP
= 4,8M /48M x 20.112.000.000
= 2.011.200.000
Penghasilan tidak kena fasilitas = PKP- Penghasilan kena fasilitas
= 20.112.000.000 – 2.011.200.000
= 18.100.800.000
PPh terutang = (50% x 25% x 2.011.200.000 ) + (25% x
18.100.800.000)
= 251.400.000 + 4.525.200.000
= 4.776.600.000

Perbandingan penghasilan LN: DN


Malaysia = 5.000.000.000/20.112.000.000 x 4.776.600.000
= 1.187.500.000
SIngapura = 4.000.000.000/20.112.000.000 x 4.776.600.000
=950.000.000
Philipina = 112.000.000 / 20.112.000.000 x 4.776.600.000
= 26.600.000

Pajak dipotong di luar negeri


Malaysia = 30%x 5.000.000.000
= 1.500.000.000
Singapura = 40%x 4.000.000.000
= 1.600.000.000
Philipina = 20% x 112.000.000
= 22.400.000

PPh pasal 24
Perbandingan Pajak di potong di PPh 24
Penghasilan LN
Malaysia 1.187.500.000 1.500.000.000 1.187.500.000
Singapura 950.000.000 1.600.000.000 950.000.000
Philipina 26.600.000 22.400.000 22.400.000
Total Kredit PPh pasal 24 2.159.900.000

No. 2

Diketahui omzet PT. Tiga Putri tahun 2019 Rp. 75.000.000.000


Penghasilan Fiskal JUmlah
Laba usaha dalam Negeri 2.500.000.000
Penghasilan Arab Saudi 1.000.000.000
Penghasilan Qatar 1.500.000.000
Keuntungan selisih kurs 25.000.000
DIviden PT Satria 650.000.000
Dividen Makaysian Berhad ($20.000.x Rp15.000) 300.000.000
Total .5.925.000.000
.
Penghasilan Kena pajak = Penghasilan Fiskal - Biaya Fiskal – Kompensasi Rugi Fiskal
= 5.925.000.000 – 0 – 2.000.000.000
= 3.925.000.000

Pajak terutang = 25% X PKP


= 25% x 3.925.000.000
= 981.250.000

Perbandingan Penghasilan
Arab Saudi = 1.000.000.000/3.925.000.000 x 981.250.000
= 250.000.000
Qatar = 1.500.000.000/3.925.000.000 x 981.250.000
= 375.000.000
Malaysia = 300.000.000/3.925.000.000 x 981.250.000
= 75.000.000

Pajak di potong di LN
Arab Saudi = 20% x 1.000.000.000
= Rp200.000.000
Qatar = 35% x Rp1.500.000.000
= 525.000.000
Malaysia = 20% x Rp300.000.000
= Rp60.000.000

PPH pasal 24
Perbandingan Penghasilan Pajak di potong di LN PPh pasal 24
Arab Saudi 250.000.000 200.000.000 200.000.000
Qatar 375.000.000 525.000.000 375.000.000
Malaysia 75.000.000 60.000.000 60.000.000
Total Kredit Pajak PPh pasal 24 635.000.000

No. 3

Diketahui omzet usaha 2019 Tn Sungkono Rp3.580.000.000  Tarif PPh Final


Dividen dari Amerika (100/85 x $8.500 x Rp14.000) = Rp140.000.000

Pajak terutang Tn Sungkono


Penghasilan Neto Luar Negeri Rp140.000.000
PTKP (K/3) (Rp 72.000.000)
Penghasilan kena Pajak Rp68.000.000

Pajak Terutang
5% x 50.000.000 = 2.500.000
15% x 18.000.000 = 2.700.000
5.200.000
Perbandingan Penghasilan = 140.000.000/68.000.000 x 5.200.000
= 10.705.000

Pajak dipotong di LN = 15% x 140.000.000


= 21.000.000

Maka PPh pasal 24 yang bisa dikreditkan yaitu sebesar pajak terutang Rp 5.200.000

No. 4

Laba sebelum pajak 540.000


Beban pajak (15% x 540.000) (81.000)
Laba setelah pajak 459.000

Dividen anindra sister (50% x 459.000 x Rp13.500) 3.098.250.000


Pajak dividen 10% x 3.098.250.000 309.825.000

No. 5

Penghasilan Fiskal Jumlah


Penghasilan usaha Dalam Negeri 1.350.000.000
Penghasilan Jepang 2.400.000.000
Penghasilan Korsel 3.500.000.000
Total Penghasilan Fiskal  PKP 7.250.000.000

Pajak Terutang = 22% X 7.250.000.000


= 1.595.000.000

Perbandingan Penghasilan

Jepang = 2.400.000.000/ 7.250.000.000 x 1.595.000.000


= 528.000.000
Korea Selatan = 3.500.000.000/7.250.000.000 x Rp1.595.000.000
= 770.000.000

Pajak dipotong di LN
Jepang = 20% x Rp2.400.000.000
= 480.000.000
Korea selatan = 15% x 3.500.000.000
= Rp525.000.000

PPh pasal 24
Perbandingan PPh dipotong di LN PPh pasal 24
Penghasilan
Jepang 528.000.000 480.000.000 480.000.000
Korea Selatan 770.000.000 525.000.000 525.000.000
Total Kredit PPh pasal 24 1.005.000.000

No. 6.
Penghasilan Fiskal Jumlah
Laba Dalam Negeri 52.000.000.000
Penghasilan Belanda 12.000.000.000
Penghasilan Inggris 22.000.000.000
Penghasilan Fiskal  PKP 86.000.000.000

Pajak Terutang = 22% x Rp86.000.000.000


= 18.920.000.000
Perbandingan Penghasilan
Belanda = 12.000.000.000/86.000.000.000 x Rp18.920.000.000
= 2.640.000.000
Inggris = 22.000.000.000/86.000.000.000 x Rp18.920.000.000
= 4.840.000.000

Pajak dipotong di LN
Belanda = 25% x 12.000.000.000 = Rp3.000.000.000
Inggris = 30% x 22.000.000.000 = Rp6.600.000.000

PPh pasal 24 yang dikreditkan


Perbandingan Pajak dipotong di LN Kredit PPh pasal 24
Penghasilan
Belanda 2.640.000.000 3.000.000.000 2.640.000.000
Inggris 4.840.000.000 6.600.000.000 4.840.000.000
Total Kredit PPh pasal 24 7.480.000.000