Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH STATISTIKA

MEDIAN dan MODUS

Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah STATISTIKA


Dosen Pengampu: Dr. Harun, M.Pd dan Dr. Herwin, S.Pd., M.Pd.

Disusun Oleh:

1. Winarni Jhon NIM. 19712251004


2. Nabhan Hani NIM. 19712251021
3. Ririn Indrayati NIM. 19712251012
4. Fatun Fatimah Azahra NIM. 19712251069

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DASAR


PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2020
A. MEDIAN
Median adalah satu nilai yang tepat pada pertengahan data yang telah diurutkan
menurut tingkat nilai - nilainya (Lungan, 2006:71) . Median akan membagi data
menjadi dua bagian yang sama banyaknya, yaitu separuh diatas median dan
separuh lagi dibawah median (Nurgiyantoro.B.dkk, 2012:68) . Tujuan median
adalah untuk menentukan titik tengah dari distribusi. (Gravetter, F.J dan
Wallnau,L.B., 2014 : 84)

1. MEDIAN DATA TUNGGAL


a. Data Ganjil
Untuk data ganjil mediannya merupakan data tengah dari kumpulan data
tersebut.

Me  x n 1
2
Contoh :
Tentukan median data berikut: 4, 5 , 7, 8, 2, 5, 6,
Penyelesaian:
1) Urutkan dari yang nilainya terkecil sampai yang terbesar
2, 4, 5, 6, 7, 8 ,9 => n = 7

2) Hitung menggunakan rumus median diatas.


Me = Xn+1
2

Me = X7+1
2
Me = X4
Me = 6

2 4 5 6 7 8 9

X1 X2 X3 X4 X5 X6 X7

3 datum Median 3 datum


Jadi median terletak pada data yang ke 4 yaitu 6
b. Data Genap
Untuk data genap maka, mediannya merupakan nilai rata - rata dari 2
datum yang di tengah

x x n n
1
Me  2 2
2
(PPs UNY, 2011: 24)
Contoh :
Tentukan median dari data berikut 6, 9, 10, 4, 6, 7, 8, 11
Penyelesaian:
1) Urutkan data dari yang mempunyai nilai terendah sampai tertinggi
4, 6, 6, 7, 8, 9, 10, 11 => 8
2) Hitung menggunakan rumus diatas

x x n n
1
Me  2 2
2
x 8  x 8 1
Me  2 2
2

Me  x4  x41
2

Me  x 4  x5
2
78
Me 
2
Me = 7,5

4, 6, 6, 7, 8, 9, 10, 11

X1 X2 X3 X4 X5 X6 X7 X8

3 datum 3 datum

Median = 7,5

Contoh soal data tunggal dengan frekuensi:


Tentukan median dari data dibawah ini.
Nilai Banyak Siswa
0 4
1 3
2 6
3 5
4 9
5 13

Penyelesaian:
a. n = 40 (genap)
b. Hitung menggunakan rumus

x xn n
1
Me  2 2
2
x 40  x 40 1
Me  2 2
2

Me  x20  x201
2

Me  x20  x21
2
44
Me 
2
Me = 4

Jadi mediannya adalah 4

2. MEDIAN DATA BERKELOMPOK


Rumus 1:
n
F
Median  B med  p ( 2 )
f med

Keterangan:
Bmed = batas bawah kelas median (kelas yang memuat median)
p = panjang kelas median
n = jumlah semua frekuensi
F = jumlah semua frekuensi kelas dengan tanda kelas lebih kecil dari tanda
kelas median
fmed = frekuensi kelas median

(PPs UNY, 2011: 24)

Rumus 2:
n
F '
Median  TAK md  i ( 2)
f md

Keterangan:
TAKmd = batas atas kelas median
i = interval kelas
n = banyaknya data /jumlah semua frekuensi
F = frekuensi kumulatif sampaidengan kelas median
Fmed = frekuensi kelas median

(Rahmawati, dkk. 2018:31)

Contoh Soal mencari median data berkelompok menggunakan Rumus 1:


Tentukan median dari skor toefl mahasiswa berikut
Skor Frekuensi
300 - 349 4
350 - 399 10
400 - 449 15
450 - 499 6
500 - 549 8
550 - 599 2
Penyelesaian:
a. Menghitung jumlah frekuensi atau banyak data (n) => 4+10+15+6
+8+2 = 45
b. Menentukan letak kelas median
n 45
Letak kelas median = 2 = 2 = 22,5(Median terletak di urutan ke 22,5)
Skor Frekuensi
300 - 349 4 4

350 - 399 10 14
Kelas Median 400 - 449 15 29
450 - 499 6
500 - 549 8
550 - 599 2
c. Menghitung Batas bawah kelas median (Bmed) => 400 - 0,5 = 399, 5
d. Menghitung panjang kelas median (i)
i = batas atas - batas bawah = (449 +0,5) - (400-0,5)
= 449,5 - 399,5
= 50
e. Menentukan jumlah frekuensi sebelum kelas median (F’) = 4 + 10= 14
f. Menentukan frekuensi kelas median (fmed) = 15
g. Menghitung menggunakan rumus
n-F
Median = Bmed + p ( 2 )
fmed
= 399,5 + 50 (452 -14)
15
= 399,5 + 50 (22,5 - 14)
15
= 399,5 + 50(8,5)
15
= 399,5 + 425
15
= 399,5 + 28,33
= 427,83
(Rahmawati, dkk. 2018:32)

Contoh soal mencari median data berkelompok menggunakan rumus 2:


Tentukan median dari skor toefl mahasiswa berikut
Skor Frekuensi
300 - 349 4
350 - 399 10
400 - 449 15
450 - 499 6
500 - 549 8
550 - 599 2
Penyelesaian:
a. Menghitung jumlah frekuensi atau banyak data (n) => 4+10+15+6
+8+2 = 45
b. Menentukan letak kelas median
n 45
Letak kelas median = 2 = 2 = 22,5 (Median terletak di urutan ke 22,5)
Skor Frekuensi
4
300 - 349 4
14
350 - 399 10
Kelas Median
400 - 449 15 29

450 - 499 6
500 - 549 8
550 - 599 2
c. Menghitung Batas atas kelas median (Takmd) => 449 + 0,5 = 449, 5
d. Menghitung panjang kelas median/ interval (i)
i = batas atas - batas bawah = (449 +0,5) - (400-0,5)
= 449,5 - 399,5
= 50
e. Menentukan jumlah frekuensi sampai kelas median (F’)= 4 + 10 +15 = 29
f. Menentukan frekuensi kelas median (fmed) = 15
g. Menghitung menggunakan rumus
F’ - n
2
Median = Tak md - p ( )
fmed
45
= 449,5 - 50 (29- 2 )
15
= 449,5 - 50 (29 - 22,5)
15
= 449,5 - 50(6,5)
15
= 449,5 - 325
15
= 449,5 - 21,67
= 427,83
(Rahmawati, dkk. 2018:33)

B. MODUS
Modus (mode, Mo) adalah skor yang mempunyai frekuensi paling banyak
diantara skor - skor yang lain dari hasil sebuah pengukuran (Nurgiyantoro,B.dkk.
2012:71). Modus juga dapat diartikan angka yang sering muncul (Rahmawati, A.
dkk.2018: 33). Ditekankan oleh Gravetter, F.J dalam bukunya bahwa modus
merupakan skor atau kategori, bukan frekuensi, walaupun secara teknik modus
merupakan skor dengan frekuensi tertinggi. Hal tersebut akan diilustrasikan
sebagai berikut:
Tabel Nama Restoran Favorit
Restauran f
College Grill 5
George & Harry’s 16
Luigi’s 42
Oasis Diner 18
Roxbury Inn 7
Sutter’s Mill 12

Tabel diatas menjelaskan nama restoran favorit berdasarkkan sampel 100


siswa, yang harus diperhatikan modus merupakan skor atau kategori, bukan
frekuensi. Dalam contoh ini modusnya adalah Luigi’s bukan f=42. (Gravetter,
F.J dan Wallnau,L.B., 2014 : 89)
Modus dapat digunakan untuk mengetahui tingkat seringnya terjadi suatu
peristiwa (Siagian.D dan Sugiarto, 2006:44). Modus juga dapat menyatakan ciri
pengamatan baik yang bersifat kuantitatif maupun yang bersifat kualitatif. Contoh
yang pertama, berdasarkan data hasil penelitian paling banyak mahasiswa lulus
statistika dengan nilai B. Dalam hal ini B merupakan modus (pengamatan
kuantitatif) . Contoh yang ke dua, bahan makanan pokok orang Indonesia yaitu
beras, dalam hal ini beras merupakan modus (pengamatan kualitatif) (Lungan,
2006:81).
Distribusi yang mempunyai satu modus disebut dengan istilah unimodus
(unimodal) (Spiegel.M.R, dan Stephens.Larry.J.2004:51). Namun dalam
distribusi dimungkinkan untuk mempunyai lebih dari satu modus. Artinya dalam
sebuah distribusi dimungkinkan untuk mempunyai dua atau lebih skor yang
memiliki frekuensi dengan tinggi yang sama. Distribusi dengan dua modus
disebut bimodal, dan distribusi dengan lebih dari dua modus disebut multimodus.
Terkadang distribusi dengan beberapa titik yang tingginya sama dikatakan tidak
mempunyai modus. (Gravetter, F.J dan Wallnau,L.B., 2014 : 88) . Contoh
unimodal sebagai berikut : himpunan bilangan - bilangan 2, 2, 5, 7, 9, 9, 9, 10, 10,
11, 12, 18 modusnya adalah 9. contoh bimodal adalah himpunan bilangan -
bilangan 2, 3, 4, 4, 4, 5, 5, 7, 7, 7, 9 memiliki 2 modus yaitu 4 dan 7 .
(Spiegel.M.R, dan Stephens.Larry.J.2004:51)

1. Modus Data Tunggal


Jika data tidak berkelompok, maka modus dari data ditentukan hanya dengan
memperhatikan nilai mana dari data data yang mempunyi frekuensi tertinggi atau
paling banyak muncul (Lungan, 2006:81) .
Contoh:
Sebuah pengukuran terhadap berat badan siswa SDN Jaya Suka:
21, 22, 24, 25, 27, 27, 29, 30, 31, 31, 31, 33, 33, 34, 35, 36.
Modus adalah 31 karena sering muncul / mempunyai frekuensi tertinggi yaitu 3.
(Nurgiyantoro,B.dkk. dkk. 2018: 71)

2. Modus data berkelompok


a. Rumus Modus 1:
f 0  f 1
B i
Mo = ( f 0  f 1 )  ( f 0  f1 )

Keterangan:
Mo = Modus yang dicari
B = Batas kelas bawah dari kelas modus
f0 = frekuensi kelas modus
f1 = frekuensi kelas satu tingkat dibawah kelas modus
f-1 = frekuensi kelas satu tingkat diatas kelas modus
i = interval
(Nurgiyantoro,B.dkk. 2012:71)

Contoh soal :
Skor toefl mahasiswa PGSD UNY yaitu:
Skor Frekuensi
300 - 349 4
350 - 399 10
400 - 449 15
450 - 499 6
500 - 549 8
550 - 599 2
Hitunglah modus toefl mahasiswa PGSD UNY
Penyelesaian :
a. Menentukan letak kelas modus
Letak kelas modus yaitu pada kelas yang memiliki frekuensi paling banyak .
dalam soal ini letak kelas modus yaitu pada kelas ke 3.
b. Menghitung niali modus
B = 400 - 0,5 = 399,5
f0 = 15
f1 = 6
f-1 = 10
i = 449,5 - 399,5 = 50

f 0  f 1
B i
Mo = ( f 0  f 1 )  ( f 0  f1 )

15  10
399,5   50
= (15  10)  (15  6)

5
 50
= 399,5 + 5  9
= 399,5 + 17,86
= 417, 36

b.Rumus Modus 2

i f 1  f 1 )
Mo  xmo  (
2 2 fmo  f  f
1 1

Keterangan :

x mo = titik tengah kelas modus


i = interval
fmo = frekuensi kelas modus

f 1 = frekuensi dari kelas sesudah kelas modus

f 1 = frekuensi dari kelas sebelum kelas modus


(Rahmawati, dkk. 2018:35)

Contoh soal:
Skor toefl mahasiswa PGSD UNY yaitu:

Skor Frekuensi
300 - 349 4
350 - 399 10
400 - 449 15
450 - 499 6
500 - 549 8
550 - 599 2

Hitunglah modus toefl mahasiswa PGSD UNY


Penyelesaian :
c. Menentukan letak kelas modus
Letak kelas modus yaitu pada kelas yang memiliki frekuensi paling banyak .
dalam soal ini letak kelas modus yaitu pada kelas ke 3.
d. Menghitung niali modus
400  449
 424,5
x mo = 2
i = 449,5 - 399,5 = 50
fmo = 15

f 1 =6

f 1 = 10

i f 1  f 1 )
Mo  xmo  (
2 2 fmo  f  f
1 1

50 6  10
Mo  424,5  ( )
2 2.15  6  10
4
Mo  424,5  25( )
30  6  10
4
Mo  424,5  25( )
14
Mo  424,5  25(0,2857142857)
Mo  424,5  7,1428571429 ,125

Mo  417,36

DAFTAR PUSTAKA

Gravetter, Frederick J dan Wallnau Larry B.2014.Pengantar Statistika


Sosial.Jakarta:Salemba Humanika

Lungan, Richard. 2006. Aplikasi statistika&hitung peluang .Yogyakarta: Graha


Ilmu

PPs UNY (2011). Matrikulasi statistika S2. Yogyakarta: PPs UNY. Yogyakarta.

Nurgiyantoro,Burhan.dkk.2012.Statistik terapan untuk ilmu -ilmu sosial .


Yogyakarta: Gadjah Mada University Press

Rahmawati, Alni, dkk. 2018.Statistika Dasar. Yogyakarta:Fakultas Ekonomi


Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Siagian , Dergibson dan sugiarto. 2006. motode statistika untuk bisnis dan
ekonomi . Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama

Spiegel.M.R, dan Stephens.Larry.J.2004. Statistik. Jakarta: Erlangga