Anda di halaman 1dari 21

Modul

P5BK
Tema : Budaya Kerja

Tim Penyusun :
SMKS WAHIDIN KOTA CIREBON
1. Agung Mustofa, S.Kom
2. Astrid Setianing Hartanti, S.Pd
3. Ayu Atika, S.Pd
4. Heri Rubia Latief, S.Pd
5. Novi Pitri Yanti, S.Pd
6. Nurhardiansyah, S.Pd
Kelas
7. Riyani Fitrianingsih, S.Pd

X
8. Siti Tri A., S.Kom
9. Wahyu Pawaka, S.T
10. Yuli, S.Pd
Kata Pengantar

Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT atas selesainya Modul P5BK Profil

Pelajar Pancasila Pada Sekolah Penggerak dengan Tema “Budaya Kerja”. Modul ini disusun

agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang Profil Pelajar Pancasila Pada Sekolah Penggerak

bertema Budaya Kerja.

Profil Pelajar Pancasila sesuai Visi dan Misi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

sebagaimana tertuang dalam dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22

Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2020-

2024:Pelajar Pancasila adalah perwujudan pelajar Indonesia sebagai pelajar sepanjang hayat

yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, dengan

enam ciri utama: beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, berkebinekaan

global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif.

Penyusun mengucapkan terima kasih kepada tim penyusun modul dan semua pihak

yang telah berpartisipasi dalam penyusunan modul ini

Cirebon, September 2021

Tim Penyusun
PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA
KELAS X
BUDAYA KERJA

Nama guru Kelompok P5BK SMK Wahidin Kota Cirebon


Nama sekolah SMK Wahidin Kota Cirebon
Program keahlian Akuntansi dan Keuangan Lembaga
Jumlah peserta didik 34 Orang
Judul Issue Penerapan budaya kerja di perusahaan
Deskripsi (Capaian Peserta didik mampu mendeskripsikan budaya kerja,
pembelajaran) mengidentifikasi jenis budaya kerja di perusahaan,
mengimplementasikan budaya kerja di perusahaan kedalam
budaya kerja di sekolah.
Tujuan 1. Mampu mendeskripsikan budaya kerja
pembelajaran 2. Mengidentifikasi budaya kerja di perusahaan
berdasarkan jenis budaya kerja
3. Mengimplementasikan budaya kerja di perusahaan
kedalam budaya kerja di sekolah
Kelas X AKL 3 dan 4
Alokasi Waktu 480 Menit
Jumlah Pertemuan 1
Fase Capaian E
Profil Pelajar Beriman, bertaqwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia,
Pancasila Mandiri, Bernalar kritis, Kreatif dan Bergotong royong
Model Discovery Learning
Pembelajaran
Kegiatan Individu dan berkelompok
pembelajaran
Moda Pembelajaran Daring/kombinasi
Metode Diskusi, presentasi, ceramah dan simulasi praktik
Pembelajaran
Penilaian Individu dan kelompok
Bentuk Penilaian Asessmen non kognitif dan kognitif
Sumber Buku paket, modul, internet dan lainnya
Pembelajaran
Bahan Modul
Pembelajaran
Alat Praktik Laptop dan LCD
Pembelajaran
Media PPT, video pembelajaran dan internet
Pembelajaran
PERTEMUAN 1 DARING/LURING (180 Menit)

Kegiatan awal (30 menit)


1. Peserta didik dan guru memulai dengan berdoa bersama
2. Peserta didik disapa dan melakukan pemeriksaan kehadiran bersama dengan
guru
3. Peserta didik mengerjakan asesmen non kognitif
4. Peserta didik bersama dengan guru membahas tentang kesepakatan yang akan
diterapkan dalam pembelajaran
5. Peserta didik dan guru berdiskusi melalui pertanyaan pemantik :
a. Pernahkah kamu mendengar kata budaya ?
b. Apa yang kamu ketahui tentang budaya ?
c. Bagaimana dalam dunia kerja, apakah ada budaya kerja ?
d. Bagaimana budaya kerja tersebut ?
6. Guru menyampaikan capaian pembelajaran yang harus dicapai oleh peserta didik
Kegiatan inti (300 menit)
1. Peserta didik diberikan tayangan sebuah video yang memperlihatkan situasi
dalam perusahaan / pekerjaan agar peserta didik dapat menyimak serta
mendapat gambaran umum mengenai materi yang akan dibahas pertemuan kali
ini.
2. Dengan metode Tanya jawab guru memberikan pertanyaan mengenai :
a. Bagaimana prndapatmu apa yang dimaksud dengan budaya kerja ?
b. Coba anda sebutkan jenis budaya kerja yang baik!
c. Bagaimana contoh penerapan budaya kerja yang positif dalam perusahaan ?
d. Dapatkah anda mengimplementasikan budaya tersebut di lingkungan sekolah
?
3. Peserta didik memberikan tanggapan dari pertanyaan guru
4. Peserta didik secara berkelompok mencari informasi mengenai budaya kerja,
jenis budaya kerja dan membuat simulasi dialog mengenai budaya kerja serta
penerapan budaya kerja
5. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok dan menampilkan
simulasi penerapan budaya kerja diperusahaan
6. Peserta didik yang lain memberi tanggapan
7. Peserta didik mendapatkan pemaparan secara umum dari guru sebagai bentuk
konfirmasi mengenai pengetahuan budaya kerja
8. Peserta didik diminta untuk mengerjakan soal latihan
Kegiatan penutup (30 menit)
1. Peserta didik dapat menanyakan hal yang tidak dipahami pada guru
2. Peserta didik mengomunikasikan kendala yang dihadapi selama mengerjakan
3. Peserta didik mendapat tanggapan dari guru atas pertanyaan yang diajukan
beserta kendala yang sedang dihadapi
4. Peserta didik bersama dengan guru menyimpulkan materi pembelajaran
5. Peserta didik menerima apresiasi dan motivasi dari guru
Referensi : https://www.talenta.co/blog/insight-talenta/konsep-budaya-kerja/
LEMBAR REFLEKSI PESERTA DIDIK MENGENAI BUDAYA KERJA

No Pertanyaan Tanggapan Peserta Didik


1. Dapatkah anda menjelaskan pengertian budaya
kerja?
2. Dapatkah anda mengidentifikasi jenis jenis
budaya kerja?
3. Berdasarkan pengamatan anda, bagaimana
budaya kerja yang diterapkan perusahaan?
4. Manfaat apa yang anda rasakan setelah
mempelajari budaya kerja ?

LEMBAR REFLEKSI GURU MENGENAI BUDAYA KERJA

No Pertanyaan Tanggapan Guru


1. Manfaat apa yang dirasakan peserta didik setelah
kegiatan ?
2. Rencana apa yang ingin anda buat untuk
membimbing peserta didik menerapkan budaya
kerja ?
3. Perubahan apa yang dilakukan peserta didik
setelah menerapkan budaya kerja ?
4. Apa kendala yang dihadapi pada saat kegiatan
berlangsung ?
5. Bagaimana solusi untuk menangani Kendala
tersebut ?
LAMPIRAN

BUDAYA KERJA

1. Pengertian Budaya Kerja

Apa yang dimaksud dengan budaya kerja? Menurut Triguno (2003), budaya kerja
merupakan suatu falsafah yang didasari oleh pandangan hidup sebagai nilai-nilai yang
menjadi sifat, kebiasaan dan kekuatan pendorong, membudaya dalam kehidupan suatu
kelompok masyarakat atau organisasi, kemudian tercermin dari sikap menjadi perilaku,
kepercayaan, cita-cita, pendapat dan tindakan yang terwujud sebagai kerja atau
bekerja.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa budaya kerja merupakan suatu konsep yang
didasari oleh kebiasaan atau keseluruhan pola perilaku setiap individu atau kelompok
yang dibudayakan dan dikembangkan dalam suatu organisasi atau perusahaan untuk
mempertahankan efisiensi dalam bekerja.Budaya kerja tentu saja diciptakan dengan
tujuan, dalam hal ini, untuk meningkatkan kinerja karyawan dengan menjadikannya
lebih produktif, sehingga visi dan misi perusahaan dapat terwujud serta mampu
menghadapi semua tantangan di masa mendatang.

2. 4 Tipe Jenis Budaya Kerja Di Perusahaan.


a. Klan (Clan Culture)

Budaya kerja klan menciptakan lingkungan kerja yang cenderung ramah


dan bersahabat. Dalam situasi ini, seluruh karyawan perusahaan dianggap
seperti satu keluarga besar yang sedang melakukan kolaborasi dan aktif terlibat
dalam berbagai kegiatan, termasuk pengambilan keputusan. Jenis budaya dalam
pekerjaan ini menekankan pembentukan team work yang solid serta komunikasi
yang baik. Dalam budaya klan, strategi untuk meningkatkan kualitas perusahaan
dapat dilakukan dengan pemberdayaan, pembentukan tim, pengembangan
produktivitas karyawan, dan keterbukaan komunikasi.
b. Pasar (Market Culture)
Budaya kerja pasar menggunakan persaingan sebagai landasan dalam
menjalankan sebuah perusahaan. Dengan adanya persaingan, para karyawan
akan termotivasi untuk bersikap kompetitif dan fokus dalam mencapai tingkat
produktivitas tertentu sehingga mampu mengungguli rekan kerjanya lainnya.
Pemimpin dalam budaya pasar ini harus bisa menciptakan situasi persaingan
yang sehat dan kondusif bagi seluruh jajaran perusahaan. Dalam budaya pasar,
strategi untuk meningkatkan kualitas perusahaan dapat dilakukan dengan
mempertimbangkan preferensi klien, memajukan produktivitas, bekerja sama
dengan pihak luar, dan meningkatkan atmosfer persaingan.

c. Hierarki (Hierarchy Culture)

Budaya kerja hierarki menekankan konsep lingkungan kerja yang formal


dan terstruktur. Kendali perusahaan sepenuhnya dipegang oleh para pejabat
tinggi perusahaan, sebab mereka dinilai memiliki pengalaman serta kemampuan
yang layak untuk dijadikan panutan. Perusahaan akan berjalan dengan baik dan
sebagaimana mestinya apabila seluruh jajaran perusahaan mematuhi aturan-
aturan hierarki yang bersifat tegas dan tepat guna. Jenis budaya hierarki ini
adalah dianggap sebagai budaya kerja yang paling tepat untuk meningkatkan
produktivitas sebuah perusahaan.

Strategi peningkatan kualitas perusahaan dalam budaya kerja hierarki


adalah dengan mendeteksi kesalahan, melakukan pengukuran, proses
pengendalian, pemecahan masalah yang sistematis, serta perangkat berkualitas.

d. Adhokrasi (Adhocracy Culture)

Lingkungan yang menganut budaya adhokrasi akan bersifat dinamis dan


kreatif. Para pemimpin dipandang sebagai sosok inovator yang berani mengambil
risiko dan memacu motivasi karyawan dalam mewujudkan ide-ide segar. Budaya
kerja ini menekankan konsep kebebasan bagi karyawan untuk menciptakan
sesuatu yang baru sehingga nantinya akan mampu membuat perusahaan
bertahan di tengah ketatnya persaingan. Untuk meningkatkan kualitas
perusahaan dalam budaya adhokrasi ini yang harus dilakukan adalah membuat
kejutan menyenangkan, menciptakan standar baru, mengantisipasi kebutuhan,
pengembangan berkelanjutan, serta mencari solusi yang kreatif.

Keempat tipe budaya kerja di atas masing-masing memiliki kekurangan dan


kelebihan, sehingga penerapannya harus dilakukan sesuai dengan situasi dan kondisi
suatu perusahaan.

3. Penerapan Budaya Kerja Di Perusahaan Yang Positif

Agar perusahaan dapat berjalan tanpa hambatan, dibutuhkan budaya yang tepat
pada suatu perusahaan. Apa saja contoh penerapan budaya kerja yang positif dalam
perusahaan?

a. Suasana yang Menyenangkan

Di dalam lingkungan kerja, dibutuhkan suasana yang menyenangkan


dan friendly. Tidak melulu harus serius ketika mengembangkan suatu gagasan.
Faktanya, atmosfer yang ceria cenderung membangkitkan kreativitas dan semangat
seseorang dalam bekerja. Selain itu, tata ruang yang baik juga sangat disarankan,
seperti memakai konsep terbuka yang akan mempermudah proses komunikasi dan
menghindari terjadinya konflik. Tersedianya berbagai fasilitas seperti video gim,
ruang bersantai, ruang menonton, dan beraneka camilan juga mampu
menyuntikkan energi positif kepada karyawan. Serta melenyapkan rasa jenuh
setelah bekerja keras seharian penuh.
b. Budaya Kerja Di Perusahaan Positif Bisa Membentuk Komunikasi yang
Terbuka dan Transparan

Komunikasi merupakan kunci dari hubungan yang baik dalam suatu


perusahaan. Harus ada keterbukaan dan transparansi antar sesama karyawan
mengenai apa pun yang berkaitan dengan pekerjaan. Tidak bisa dipungkiri, masalah
pasti akan selalu ada, namun dengan pengaplikasian sistem kerja yang transparan.
Dengan begini diharapkan seluruh jajaran perusahaan dapat bersikap terbuka dalam
menghadapi berbagai permasalahan dan tantangan yang ada serta mencari
solusinya bersama-sama. Semakin banyak komunikasi yang terjalin juga dapat
menumbuhkan rasa empati pada masing-masing karyawan.

c. Membentuk Tim yang Solid

Salah satu penerapan budaya kerja yang positif lainnya adalah membentuk
sebuah tim yang solid. Perlu diketahui bahwa sebuah tim merupakan gabungan dari
berbagai pribadi dengan latar belakang berbeda yang melebur menjadi satu demi
menggapai visi dan misi yang sama. Tentu saja menyelaraskan perbedaan tersebut
bukan hal yang mudah, dibutuhkan sikap saling percaya, sikap saling mengerti, dan
sikap saling mendukung antaranggota tim. Seluruh anggota tim juga harus memiliki
kemauan untuk bersama-sama menyelesaikan pekerjaan. Jangan biarkan siapapun
yang ada di dalam tim merasa terbebani akan suatu pekerjaan atau masalah.
Penerapan budaya kerja ini memungkinkan setiap orang bekerja secara individu
namun tetap fokus pada kesuksesan sebagai sebuah tim. Kunci kesuksesan sebuah
tim adalah kerja sama yang baik. Berkaitan dengan poin sebelumnya, komunikasi
juga menjadi kunci penting dalam membentuk tim yang solid.
d. Mengapresiasi Prestasi Karyawan

Mengapresiasi pencapaian yang diraih oleh karyawan merupakan salah satu


hal yang penting dalam meningkatkan produktivitas perusahaan. Tidak melulu soal
materi, bentuk apresiasi pun beragam, misalnya dapat berupa pujian seperti,
“Pekerjaanmu hari ini bagus, keep it up!“. Mungkin kalimat tersebut terdengar
sepele, tetapi bagi karyawan, itu dapat memberikannya kata kata motivasi
bijak untuk terus melakukan yang terbaik. Atasan yang baik tidak hanya akan
menegur jika para karyawan membuat kesalahan, tetapi juga akan memuji jika
mereka melakukan sesuatu yang dirasa memiliki dampak baik dan bermanfaat bagi
perusahaan. Selain membuat karyawan merasa dihargai, pemberian apresiasi ini
juga secara tidak langsung akan mengakrabkan hubungan antara atasan dan
bawahan. Melalui keakraban tersebut akan dihasilkan suatu bentuk kenyamanan
yang membuat para karyawan dan atasan menjadi betah untuk bekerja bersama
dan membentuk tim yang solid. Terkadang, hubungan yang terlalu kaku pun akan
menyebabkan lingkungan kerja menjadi kurang kondusif.

Contoh penerapan budaya kerja seperti ini dianggap berhasil dalam


mendukung perkembangan dan kemajuan perusahaan. Namun, jarang sekali ada
perusahaan yang mendominasi salah satu tipe budaya tertentu atau menyetarakan
penerapan keempat budaya kerja tersebut. Diatas telah diulas apa itu pengertian,
dan apa yang dimaksud dengan budaya kerja adalah apa, dan bagaimana
seharusnya budaya kerja di perusahaan yang baik.
SOAL LATIHAN PENGETAHUAN

Kerjakan soal latihan dibawah ini dengan cermat !

1. Apakah yang dimaksud dengan budaya kerja ?


Jawaban :

2. Dapatkah anda memberikan contoh dari jenis budaya klan (clan culture) ?
Jawaban :

3. Bagaimana contoh penerapan budaya kerja yang menggambarkan suasana kerja


yang menyenangkan ?
Jawaban :

4. Apa yang akan terjadi jika komunikasi dalam perusahaan tidak berjalan lancar ?
Jawaban :

5. Jika anda menjadi seorang pemimpin dalam perusahaan, jenis budaya manakah
yang akan anda gunakan dan bagaimana cara anda menciptakan suasana kerja
yang menyenangkan ?
Jawaban :
LEMBAR AKTIVITAS PRAKTIK

Petunjuk :

1. Buatlah kelompok yang terdiri dari 4 orang


2. Buatlah simulasi bekerja dalam sebuah perusahaan dengan menentukan 1 orang
sebagai pemimpin dan 3 orang lainnya sebagai anggota
3. Silahkan berdiskusi untuk menentukan jenis budaya kerja yang akan diterapkan
diperusahaan anda dengan memperhatikan beberapa pertimbangan
4. Kemudian buatlah dialog yang melibatkan 4 anggota kelompok untuk melakukan
simulasi tersebut
5. Tampilkan didepan kelas dan mintalah pendapat dari kelompok lainnya

Contoh pembuatan dialog/percakapan :

Nama kelompok :

Anggota kelompok :

Kelas :

Tema : menerapkan budaya kerja di perusahaan


RUBRIK PENILAIAN PENGETAHUAN

Dimensi Belum Mulai Berkembang Sangat


berkembang berkembang sesuai harapan berkembang
Beriman, Peserta didik Peserta didik Peserta didik Peserta didik
bertaqwa belum sudah mulai telah sepenuhnya
kepada sepenuhnya terlihat mencerminkan mampu
Tuhan YME, mencerminkan mencerminkan akhlak mulia mencerminkan
berakhlak akhlak mulia akhlak mulia akhlak mulia
mulia
Mandiri Peserta didik Peserta didik Peserta didik Peserta didik
belum sudah mulai telah mampu telah
sepenuhnya terlihat memahami diri sepenuhnya
mampu memahami diri dan situasi mampu
memahami diri dan situasi memahami diri
dan situasi dan situasi
Bernalar Peserta didik Peserta didik Peserta didik Peserta didik
kritis belum sudah mulai telah mampu telah
sepenuhnya terlihat memperoleh dan sepenuhnya
mampu memperoleh dan memproses mampu
memperoleh dan memproses informasi dan memperoleh
memproses informasi dan gagasan dan memproses
informasi dan gagasan informasi dan
gagasan gagasan
Kreatif Peserta didik Peserta didik Peserta didik Peserta didik
belum sudah mulai telah mampu telah
sepenuhnya terlihat menghasilkan sepenuhnya
mampu menghasilkan gagasan yang mampu
menghasilkan gagasan yang orisinal menghasilkan
gagasan yang orisinal gagasan yang
orisinal orisinal
Bergotong Peserta diidk Peserta diidk Peserta diidk Peserta diidk
royong belum sudah mulai telah mampu telah
sepenuhnya terlihat berkolaborasi sepenuhnya
mampu berkolaborasi dengan peserta mampu
berkolaborasi dengan peserta didik lain berkolaborasi
dengan peserta didik lain dengan peserta
didik lain didik lain
RUBRIK ASESMEN PRESENTASI HASIL AKTIVITAS PRAKTIK 1

INSTRUMEN PENILAIAN: PROSES DAN PRODUK

Aspek Belum Cukup Kompeten (8- Sangat


kompeten (0- kompeten (6- 9) kompeten
5) 7) (10)
Proses Peserta didik Peserta didik Peserta didik Peserta didik
penyusunan tidak terlibat terlibat dalam terlibat dalam terlibat dalam
tugas dalam pembuatan pembuatan pembuatan
keterampilan pembuatan tugas kelompok tugas kelompok tugas kelompok
tugas kelompok namun kurang namun dan terbuka
aktif menutup diri untuk diskusi
untuk diskusi
Menampilkan Peserta didik Peserta didik Peserta didik Peserta didik
tugas dialog tidak mampu mampu mampu mampu
menampilkan menampilkan menampilkan menampilkan
hasil tugas hasil tugas hasil tugas hasil tugas
namun dengan dengan sikap dengan sikap
sikap yang yang baik yang baik dan
kurang baik namun tidak mampu
mampu berdiskusi
berdiskusi
Hasil Peserta didik Peserta didik Peserta didik Peserta didik
penyusunan tidak dapat dapat mampu mampu
tugas dialog menyelesaikan menyelesaikan menyelesaikan menyelesaikan
tugas tugas namun tugas dan tugas dan
tugas kurang sudah tersusun sudah tersusun
tersusun dengan baik dengan baik
dengan baik namun kurang dan rapih
dalam
kerapihan
Asesmen Non-Kognitif
Waktu Awal kegiatan pembelajaran Durasi Asesmen 10 menit
Asesmen

Informasi apa saja Pertanyaan kunci yang ingin ditanyakan


yang ingin digali?

Perasaan siswa ketika 1. Selama pembelajaran jarak jauh, bagaimana perasaan anda?
belajar dari rumah 2. Apa saja kesulitan yang anda temui saat pembelajaran jarak
jauh?

Kegiatan yang 1. Selain mengerjakan tugas online anda melakukan kegiatan


dilakukan dirumah apa?

Kondisi keluarga 1. Apakah orang tua anda bekerja? Apa profesinya dan
bagaimana jam kerjanya?
2. Apakah orangtua sering bertanya mengenai perkembangan
anda di sekolah?

Budaya di keluarga 1. Jika anda bangun kesiangan, apa yang dilakukan orangtua
anda?
2. Apakah anda tipe anak yang sering bercerita dengan orang tua
anda?
3. Apakah anda sering membantu orangtua untuk menyelesaikan
pekerjaan rumah?
4. Bagaimana harapan orang tua anda setelah anda lulus
sekolah?

Langkah-langkah apa saja yang akan dilakukan? Alat bantu apa yang
dibutuhkan?

Persiapan : Teks online/offline

1. Menyiapkan pertanyaan yang akan ditanyakan kepada Emoji yang menggambarkan


peserta didik ekspresi peserta didik atas
apa yang ia rasakan
Pelaksanaan :
Komunikasi dengan orang
1. Memberikan pertanyaan tertulis secara online ataupun
offline kepada peserta didik tua
2. Arahkan peserta didik untuk menjawab pertanyaan
tersebut dengan jujur
3. Menganalisis hasil jawaban peserta didik

Tindak lanjut :

1. Melakukan tindak lanjut pada peserta didik yang


mengalami ketidakstabilan emosional dan kurangnya
kesehatan dalam hal psikologinya dengan cara
melakukan pendekatan 4 mata agar bisa membantu
permasalahan yang dihadapi peserta didik
2. Lakukan diskusi dengan dewan guru jika dibutuhkan
3. Komunikasikan dengan orangtua peserta didik jika
diperlukan
B. Asesmen Kognitif

Waktu Akhir kegiatan Durasi Asesmen 10 menit


Asesmen pembelajaran

Identifi Pertanyaan Kemung-kinan Skor Rencana


kasi (Kategori) Tindak Lanjut
materi Jawaban
yang
akan
diujikan

Peserta Apakah yang budaya kerja merupakan Paham utuh Pembelajaran


didik dimaksud suatu konsep yang didasari dapat
mampu dengan budaya oleh kebiasaan atau dilanjutkan ke
mendeskr kerja keseluruhan pola perilaku unit berikutnya
ipsikan setiap individu atau
budaya kelompok yang dibudayakan
kerja dan dikembangkan dalam
suatu organisasi atau
perusahaan untuk
mempertahankan efisiensi
dalam bekerja.

Budaya kerja tentu saja Paham Memberikan


diciptakan dengan tujuan, sebagian pembelajaran
dalam hal ini, untuk remedial
meningkatkan kinerja
karyawan dengan
menjadikannya lebih
produktif, sehingga visi dan
misi perusahaan dapat
terwujud serta mampu
menghadapi semua
tantangan di masa
mendatang.

kebiasaan atau keseluruhan Tidak paham Memberikan


pola perilaku setiap individu pembelajaran
atau kelompok dalam remedial
perusahaan

Peserta 1. Dapatkah 1. Jenis budaya dalam Selain jawaban Pembelajaran


didik anda pekerjaan ini menekankan tersebut maka dapat
mengide memberikan pembentukan team dianggap dilanjutkan ke
ntifikasi contoh dari work yang solid serta belum paham unit berikutnya.
jenis jenis budaya komunikasi yang baik. Selain jawaban
budaya klan (clan Dalam budaya klan, strategi tersebut maka
kerja di culture) untuk meningkatkan kualitas dilakukan
perusaha 2. Jika anda perusahaan dapat dilakukan pembelajaran
an menjadi dengan pemberdayaan, remedial
seorang pembentukan
pemimpin tim, pengembangan
dalam produktivitas karyawan, dan
perusahaan, keterbukaan komunikasi.
jenis budaya
manakah 2. klan, pasar, hierarkhi,
yang akan adhoraksi
anda
gunakan 1.

Peserta 3. Bagaimana 3. tata ruang yang baik juga Selain jawaban Pembelajaran
didik contoh sangat disarankan, tersebut maka dapat
mengimp penerapan seperti memakai konsep dianggap dilanjutkan ke
lementasi budaya kerja terbuka yang akan belum paham unit berikutnya.
kan yang mempermudah proses Selain jawaban
budaya menggambar komunikasi dan tersebut maka
kerja di kan suasana menghindari terjadinya dilakukan
perusaha kerja yang konflik. Tersedianya pembelajaran
an menyenangk berbagai fasilitas seperti remedial
kedalam an video gim, ruang
budaya 4. Apa yang bersantai, ruang
kerja di akan terjadi menonton, dan beraneka
sekolah jika camilan juga mampu
komunikasi menyuntikkan energi
dalam positif kepada karyawan.
perusahaan Serta melenyapkan rasa
tidak jenuh setelah bekerja
berjalan keras seharian penuh.
lancar
5. bagaimana 4. timbul konflik dan
cara anda
menciptakan permasalahan
suasana
kerja yang 5. suasana menyenangkan,
menyenangk komunikasi, membentuk
an tim solid, apresiasi
prestasi

Langkah-langkah apa saja yang akan dilakukan? Alat bantu apa yang
dibutuhkan?

Persiapan dan pelaksanaan : Pada saat pelaksanaan


menyiapkan :
1. menyusun jadwal pelaksanaan
2. mengidentifikasi materi uji yang mewaki keseluruhan 1. modul atau bahan ajar
materi pembelajaran 2. menyiapkan lembar kerja
3. menyusun 5 pertanyaan sederhana sesuai kelasnya peserta didik
4. asesmen diberikan seluruh peserta didik baik daring
mapun luring

Tindak lanjut :

1. melakukan pengolahan hasil asesmen dan hitung


rata rata kelas
2. bagi peserta didik yang memperoleh nilai rata rata
akan mengikuti pembelajaran berikutnya
3. bagi peserta didik yang memperoleh nilai dibawah
rata rata akan memperoleh remedial dibantu guru
4. bagi peserta didik yang memperoleh nilai diatas rata
rata akan memperoleh pengayaan dari guru
5. ulangi proses asesmen diagnosis ini sesuai dengan
kebutuhan
PEMBELAJARAN REMEDIAL PENGETAHUAN

Siswa melakukan :

Kerjakan soal latihan dibawah ini dengan cermat !

1. Apakah yang dimaksud dengan budaya kerja ?


Jawaban :

2. Dapatkah anda memberikan contoh dari jenis budaya klan (clan culture) ?
Jawaban :

3. Bagaimana contoh penerapan budaya kerja yang menggambarkan suasana kerja


yang menyenangkan ?
Jawaban :

4. Apa yang akan terjadi jika komunikasi dalam perusahaan tidak berjalan lancar ?
Jawaban :

5. Jika anda menjadi seorang pemimpin dalam perusahaan, jenis budaya manakah
yang akan anda gunakan dan bagaimana cara anda menciptakan suasana kerja
yang menyenangkan ?
Jawaban :
PEMBELAJARAN REMEDIAL PRAKTIK

Siswa melakukan
1. Perbaikan tugas kelompok mengenai dialog
2. Mempresentasikan kembali hasil tugas kelompok

Anda mungkin juga menyukai