Anda di halaman 1dari 3

JAWABAN EVALUASI AKADEMIK LATSAR 2021

SOAL

1. Mendeskripsikan rumusan kasus dan/ atau masalah pokok, aktor yang terlibat dan peran
setiap aktornya berdasarkan konteks deskripsi kasus.

2. Melakukan analisis terhadap : A. Bentuk penerapan dan pelanggaran terhadap nilai-nilai


dasar PNS, dan Pengetahuan tentang kedudukan dan peran PNS dan NKRI oleh setiap
aktor yang terlibat berdasarkan konteks deskripsi kasus. B. Dampak tidak diterapkannya
nilai-nilai dasar PNS dan pengetahuan tentang kedudukan dan peran PNS dalam NKRI
berdasarkan konteks deskripsi kasus.

3. Mendeskripsikan gagasan-gagasan alternatif pemecahan masalah berdasarkan konteks


deskripsi kasus.

KASUS : KPK Tangkap 7 Kepala Daerah Sepanjang Januari-Oktober 2019

1. Rumusan Isu: “Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi
(KPK) terhadap tujuh kepala daerah di Indonesia atas tindakan korupsi sepanjang 2019
ini.”
Aktor yang terlibat:
1. KPK sebagai Lembaga Negara yang melakukan penyelidikan, penyidikan, dan
penuntutan terhadap tindak pidana korupsi dalam upaya pemberantasan korupsi
2. Pengadilan Negeri sebagai Lembaga yang memeriksa dan memutuskan perkara di
tingkat pertama
3. 7 kepala daerah yang melakukan korupsi yaitu : Khamami (Bupati Mesuji periode 2017-
2022), Sri Wahyuni Maria Manalip (Bupati Talaud periode 2014-2019), Nurdin Basirun
(Gubernur Kepulauan Riau periode 2016-2021), Tamzil (Bupati Kudus periode 2003-
2008), Ahmad Yani (Bupati Kabupaten Muara Enim), Suryaman Gidot (Bupati
Kabupaten Bengkayang), dan Agung Ilmu Mangkunegara (Bupati Lampung Utara)
4. Basaria Panjaitan (Wakil Ketua KPK) yang telah mengendus perilaku koruptif Bupati
Lampung Utara
5. Syahbuddin (Kepala Dinas PUPR Lampung Utara) yang diberi syarat oleh Bupati
Lampung Utara agar menyiapkan dana suap dari proyek yang dikerjakan oleh Dinas
PUPR untuk memperoleh jabatan
6. Febri Diansyah (Juru Bicara KPK) bersama tim yang memproses hukum 119 orang
kepala daerah

2. Bentuk penerapan terhadap nilai-nilai dasar PNS, dan Pengetahuan tentang


kedudukan dan peran PNS dan NKRI, KPK dan Pengadilan Negeri
Transparansi yang ditandai dengan adanya jumpa pers agar khalayak mengetahui
informasi yang sebenarnya (Akuntabilitas)
Keadilan dalam penjatuhan vonis hukuman sesuai jenis pelanggaran (Nasionalisme)
Mempertanggungjawabkan tindakan dan kinerja kepada publik (Etika Publik)
Kepastian hukum selama penanganan kasus (Komitmen mutu)
Jujur dan Tanggung jawab KPK dalam mengemban tugas penyidikan (Anti Korupsi)
Melaksanakan kebijakan dan pelayanan publik yang profesional dan melaksanakan tugas
dengan jujur, bertanggungjawab dan berintegritas tinggi (Manajemen ASN)
Tanggungjawab petugas pelayanan (Pelayanan Publik)
Melakukan kolaborasi, koordinasi, dan bersinergitas (Whole of Government)

Bentuk pelanggaran terhadap nilai-nilai PNS, dan Pengetahuan tentang kedudukan dan
peran PNS dan NKRI
Pelaku tindak korupsi dan yang melakukan suap
- Kurangnya teladan dalam kepemimpinan, tidak bertanggungjawab atas tugas dan jabatan
yang dipercayakan (Akuntabilitas)
- Kurangnya kebijaksanaan dalam pelaksanaan tugas dan jabatan (Nasionalisme)
- Tidak menjalankan tugas dengan profesional (Etika Publik)
- Budaya kerja yang tidak berorientasi pada mutu melainkan pada keuntungan pribadi
(Komitmen Mutu)
- Tidak jujur dalam menjalankan tugas dan jabatan, tidak sederhana dalam mengelola
rezeki yang diterima bahkan selalu merasa kurang dan ingin mendapat lebih (Anti
Korupsi)
Dampak tidak diterapkannya nilai-nilai dasar PNS dan pengetahuan tentang kedudukan
dan peran PNS dalam NKRI:
- Mengakibatkan kerugian negara
- Kurangnya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah
- Berkurangnya pengamalan terhadap ideologi bangsa
- Adanya contoh kepemimpinan yang buruk dan berpengaruh kepada stafnya
Terjadinya korupsi yang menjadi budaya untuk memperkaya diri

3. Gagasan-gagasan alternatif pemecahan masalah yang dapat dilakukan:


- Memulai budaya anti korupsi dari dalam diri sendiri, dengan selalu mengamalkan nilai-
nilai Pancasila
- Mengajak orang lain untuk tidak membiasakan diri korupsi dari hal yang paling kecil,
seperti korupsi waktu
- Memperkuat badan pengawasan terhadap upaya-upaya korupsi di tingkat terendah dalam
birokrasi pemerintahan
- Memperkuat sistem dan pengawasan terhadap laporan kekayaan tiap individu
- Membuat sistem pengawasan yang terintegrasi agar lebih transparan dan masyarakat dapat
ikut membantu pengawasan pejabat-pejabat publik.

Anda mungkin juga menyukai