Anda di halaman 1dari 3

JAWABAN EVALUASI AKADEMIK LATSAR 2021

SOAL

1. Mendeskripsikan rumusan kasus dan/ atau masalah pokok, aktor yang terlibat dan
peran setiap aktornya berdasarkan konteks deskripsi kasus.

2. Melakukan analisis terhadap : A. Bentuk penerapan dan pelanggaran terhadap nilai-nilai


dasar PNS, dan Pengetahuan tentang kedudukan dan peran PNS dan NKRI oleh setiap
aktor yang terlibat berdasarkan konteks deskripsi kasus. B. Dampak tidak diterapkannya
nilai-nilai dasar PNS dan pengetahuan tentang kedudukan dan peran PNS dalam NKRI
berdasarkan konteks deskripsi kasus

3. Mendeskripsikan gagasan-gagasan alternatif pemecahan masalah berdasarkan konteks


deskripsi kasus

KASUS : Membangun efektifitas pelayanan publik melalui Mall Pelayanan Publik

1. Rumusan Kasus/ Masalah Pokok


- Masih ada beberapa instansi penanggung jawab dan penyedia layanan yang masih
belum mempunyai SOP berupa alur dan prosedur yang jelas dalam menyediakan
pelayanan
- Aspek durasi waktu pemberian layanan masih belum ada sehingga kurang efektif
dan efisien serta dapat merugikan waktu masyarakat yang sedang mengakses
pelayanan
- Seringkali ditemukan ketidakmampuan petugas pemberi layanan disebabkan karena
kompetensi yang rendah
- Masih ada penyedia layanan yang bersikap kurang ramah, kurang sopan atau tidak
jelas dalam berbicara, memberitahukan suatu informasi dengan tidak ramah/santun.
- Masih ada penyedia layanan masih belum menggunakan sarana prasarana yang layak

Aktor yang terlibat dan perannya:


- Kementerian PAN RB, Deputi Bidang Pelayanan Publik (Diah Natalisa) ; terus
mendorong sejumlah pemda untuk menerapkan konsep MPP di daerahnya,
mengkoordinasikan Program Gerakan Indonesia Melayani (GIM), sebagai bagian
dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) yang meliputi 5 Gerakan,
mendorong penuh upaya penyederhanaan perizinan melalui satu sistem aplikasi yang
terintegrasi
2. Bentuk Penerapan Nilai-Nilai Dasar PNS
- Komitmen Mutu ; kemudahan perijinan, kecepatan pelayanan dan kemudahan
berusaha, pola pikir diubah menjadi kerja sama yang berfokus pada komitmen
melayani masyarakat, inkubator tumbuhnya pelayanan pemerintah yang mengadopsi
teknologi, media membangun sistem kerja dan sinergi yang utuh, mempraktikkan
perubahan budaya kerja yang melayani
- Akuntabilitas; menjadi wahana leadership yang melahirkan para ASN teladan
berjiwa hospitality

Bentuk Pelanggaran Nilai-Nilai Dasar PNS


- Akuntabilitas (kejelasan); masih ada beberapa instansi penanggung jawab dan
penyedia layanan yang masih belum mempunyai SOP berupa alur dan prosedur yang
jelas dalam menyediakan pelayanan
- Komitmen Mutu (efektif, efisien); aspek durasi waktu pemberian layanan masih
belum ada sehingga kurang efektif dan efisien serta dapat merugikan waktu
masyarakat yang sedang mengakses pelayanan
- Etika Publik (memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan); seringkali
ditemukan ketidakmampuan petugas pemberi layanan disebabkan karena kompetensi
yang rendah
- Etika Publik (memberikan pelayanan kepada publik dengan santun); masih ada
penyedia layanan yang bersikap kurang ramah, kurang sopan atau tidak jelas dalam
berbicara, memberitahukan suatu informasi dengan tidak ramah/santun.
- Komitmen Mutu (kepentingan umum); masih ada penyedia layanan masih belum
menggunakan sarana prasarana yang layak

Kedudukan dan Peran PNS dalam NKRI


Whole of Government:
- Kolaborasi, Sinergitas; Kemenpan RB menghadirkan MPP yang lebih progresif
memadukan pelayanan dari pemerintah pusat, daerah dan swasta dalam satu tempat
- Koordinasi: Kemenpan RB mengkoordinasikan Program GIM sebagai bagian dari
GNRM
- Respon pemerintah terintegrasi, menghilangkan sekat sektoral; Kemenpan RB
mendorong penuh upaya penyederhanaan perizinan melalui satu sistem aplikasi yang
terintegrasi

Dampak tidak diterapkannya nilai-nilai dasar PNS:

1) Birokrasi yang rumit dan tidak transparan


2) Ketersediaan data dan informasi terbatas
3) Penggunaan teknologi informasi belum optimal dan data belum terintegrasi
4) Pemohon banyak mengeluarkan biaya dan tidak adanya kepastian waktu

3. Gagasan-gagasan alternatif
- Melanjutkan identifikasi bentuk proses bisnis dan tata kelola data lintas instansi yang
mengintegrasikan karakter format dan definisi data yang berbeda
- Mengintegrasi layanan dan interiperabilitas data yang membutuhkan rekayasa
aplikasi ulang
- Membentuk arsitektur spbe untuk menyamakan cara pandang bagi integrasi
pelayanan publik

Anda mungkin juga menyukai