Anda di halaman 1dari 6

Tugas Kelompok 3

(Minggu 8 / Sesi 12)

Memisahkan pengaturan kehidupan publik (misalnya kehidupan bernegara) dari pengaruh


aturan-aturan atau hukum keagamaan (yang dipandang sebagai hukum ilahi) merupakan salah
satu ciri khas dominan sekularisme. Pendirian ini merupakan konsekuensi logis dari pilihan
sikap kaum secularist yang mengedepankan penggunaan pikiran kritis, logis dan rasional dalam
banyak hal, terutama dalam hal-hal mendasar yang menyangkut kepentingan bersama dalam
menjalankan kehidupan di dunia ini. Umumnya kaum secular tidak memusuhi agama, karena di
antara mereka-mereka itu ada yang beragama (beriman akan Tuhan), tapi ada juga yang tidak
yakin bahwa Tuhan ada atau tidak ada, serta ada juga yang memang sungguh-sungguh tidak
percaya akan adanya Tuhan (dan dapat disebut ateis). Jadi sekularisme itu tidak sama atau
identik dengan ateisme. Di negara atau masyarakat yang disebut religius seperti Indonesia,
umumnya belum bisa diterima keberadaan orang-orang yang tidak mengakui adanya Tuhan
(tidak beriman dan beragama), walau dalam kenyataannya yang samar orang-orang tersebut ada
di tengah-tengah atau hidup bersama mereka. Mereka-mereka ini tidak berani terbuka tentang
identitas mereka, banyak dari mereka terpaksa menggunakan dua identitas. Dalam keluarga dan
dengan teman-teman beragama mereka dengan terpaksa mereka menampilkan identitas diri yang
semu dan terkesan religius, namun pada saat yang sama mereka menampilkan identitas yang
sesungguhnya untuk teman-teman sepergaulan mereka di mana mereka bisa terbuka bebas apa
adanya.

Silahkan kelompok membuat kajian kritis atas kasus di atas (dengan studi kasus Indonesia),
dengan memperhatikan baik realitas hidup keagamaan di Indonesia (dengan keunggulan dan
kelemahannya yang dirasakan) maupun tentang sekularisme (dengan keunggulan dan kelemahan
yang dia bawa serta). Kemudian, sebagai orang-orang yang terdidik baik, apa solusi kalian
berkaitan dengan perjumpaan yang tidak bisa dihindari antara agama, yang dalam kenyataannya
merupakan hal sangat penting bagi manusia (yang mengedepankan keyakinan), di satu pihak,
dan di pihak lain sekularisme, yang mengedapankan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan
teknologi, yang telah membawa kemajuan pesat bagi perkembangan peradaban manusia.

Jawaban dituliskan dalam 3 halaman (A4/Spasi 1,5/Times New Roman/Font 12).

CHAR6021 – Character Building: Agama


Sekularisme asasinya suatu paham yang tertutup dan tidak mau terbuka terhadap agama.
Sekularisme merupakan suatu ideologi keduniawian yang tertutup dan mau melepaskan diri dari
agama atau menolak adanya kehidupan lain di luar kehidupan dunia ini (Madjid: 1998: hal. 218,
257). Dalam perkembangan sejarahnya, sekuler mengarah kepada dua bentuk, yaitu moderat dan
ekstrim. Sekular Moderat, yaitu suatu proses sekular yang tidak didasarkan pada penolakan atas
nilai-nilai agama dalam masyarakat, tetapi sekularisasi di sini berkeinginan untuk membedakan
antara institusi-institusi yang dibangun berdasarkan akal pikiran dan kepentingan pragmatis
dengan institusi-institusi yang dibangun berdasarkan agama. Sedangkan Sekular Ekstrim, yaitu
terjadinya suatu proses sosial-politik menuju sekularisme dengan implikasinya yang kuat; yakni
adanya ide pemisahan secara total antara negara dan agama. Bahkan agama tidak hanya menjadi
urusan pribadi, akan tetapi justru negara memusuhi agama. Seperti yang terjadi di Rusia,
pemerintah mengambil alih agama untuk mengurangi secara drastis pengaruh agama bahkan
menghapusnya. Dalam proses ini "agama" dianggap sebagai penghalang bagi kemajuan
kehidupan masyarakat, sehingga segala sesuatu yang berhubungan dengan agama harus dirubah.
Sekularisme dalam masyarakat Islam akan memiliki dampak terburuk pada umat Islam
dalam kehidupan mereka dan di dunia mereka. Ketika pemahaman atau ideologi ini memasuki
ranah pemikiran di dunia Islam, akan ada pemisahan otoritas Khaliq dan Makhluq, yang akan
mengarah pada urusan manusia terestrial yang hanya dipimpin oleh manusia dan tidak lagi
berurusan dengan Berurusan dengan keberadaan atau kehidupan Tuhan setelah dunia. Bahaya
sekularisme di dunia Islam seperti:
1. Menganggap Islam telah menyederhanakan tujuannya, misalnya Diyakini bahwa Islam hanya
mengambil bentuk upacara dan ritual keagamaan
2. Jika ada alasan untuk sekularisme di barat, maka tidak ada alasan bagi timur untuk menolak
sekularisme
3. Sifat memutarbalikkan Islam, Alquran dan Rasulullah
4. Semua sistem dan aliran sekuler Barat tersebar luas dan dipicu oleh dunia Islam
5. Peradap ini bukan Islam dan menyebabkan kemunduran.
Maka dari pada bahaya di atas, masih banyak bahaya sekularisme banyak lainnya juga, antara
lain:
1. Organisasi massa, partai politik dan negara tidak boleh berdasarkan agama
2. Aspek kehidupan, politik, ekonomi, budaya, dll. Tidak harus didasarkan pada agama

CHAR6021 – Character Building: Agama


3. Negara tidak perlu khawatir tentang agama karena agama adalah urusan pribadi
4. Blokir campur tangan Tuhan (agama) dalam urusan duniawi.
Berikut adalah contoh dari sekularisme:
1. Negara mengizinkan perkawinan beda agama
2. Mencampurkan masalah komersial dengan masalah agama
3. Larangan penggunaan kerudung di area kerja pribadi
4. Hukum tidak memihak agama
5. Penggunaan sistem ekonomi kapitalis sebagai mesin perekonomian negara
6. Pergaulan bebas yang sudah lazim dan sudah umum di kalangan remaja
7. Penggunaan sistem ekonomi kapitalis sebagai mesin perekonomian negara.
Negara sekuler adalah salah satu konsep sekularisme di mana negara menjadi netral dalam
masalah agama dan tidak mendukung orang yang beragama atau non-agama. Dengan kata lain,
negara tidak bisa memasuki kehidupan pribadi agama setiap warga negara. Contoh negara yang
menganut paham sekularisme yaitu negara Turki. Turki adalah negara di perbatasan antara
Eropa dan Asia. Negara ini dapat digambarkan sebagai negara mayoritas Islam yang dikenal
dengan sekularismenya. Pada tahun 1928, sekularisme ini diperkenalkan dalam amandemen
konstitusi 1924, yang menjadikan Turki negara sekuler yang sebelumnya mengubah Islam
menjadi agama negara. Hampir 98% dari populasi Turki tetap pada Islam. Meskipun rata-rata
populasi Turki adalah Muslim, mereka sangat menghargai minoritas. Menurut Geotimes.com,
Turki telah melarang penggunaan simbol agama di depan umum dan bahkan di sekolah-sekolah
seperti jilbab. Mereka juga melarang ibadah di sekolah umum.
Namun jika dilihat dari pengalaman yang terjadi, Indonesia masih belum bisa seperti
Turki yang bisa menghargai minoritas. Contoh pengalaman pribadi nya adalah Ketika melamar
pekerjaan. Suatu hari salah satu dari kelompok kami ingin mendaftar pekerjaan di suatu
perbankan di Indonesia, namun saat Interview dilakukan penolakan oleh pihak perbankan
dikarenakan pelamar menggunakan hijab, dan pihak bank tsb memberikan syarat jika ingin
diterima pelamar harus melepas hijab nya. Hal ini sangat tidak etis, karena dari awal rekrutmen
tidak tercantum secara tertulis bahwa pelamar tidak diizinkan memakai hijab, jadi secara general
pihak perbankan tidak membatasi siapa saja yang melamar, namun dalam internalnya sendiri
ternyata terdapat minoritas dimana pihak internal tidak mau menerima karyawan berhijab. Hal
ini menunjukkan masih banyak masyarakat Indonesia yang belum bisa menjadi netral, walaupun
pada dasarnya negara Indonesia adalah negara Bhineka Tunggal Ika yang saling bertoleransi.
Namun pada praktiknya masih tidak sesuai.

CHAR6021 – Character Building: Agama


Kaum minoritas dan orang asing adalah kelompok pertama yang menganut prinsip
tersebut
di negara beragama kita. Dan karena gaya hidup mereka dipromosikan melalui media sosial,
anak muda menjadi sangat mudah untuk menirunya. Berbagai penjelasan teori filsafat dan
psikologis mampu menyinarkan iman masing-masing orang. Maka untuk mempertahankan iman
yang saya miliki, saya berusaha untuk membaca Alkitab setiap hari, setidaknya satu pasal.
Namun tidak sekedar membacanya atau mengulang rutinitas, kita perlu merenungkan apa yang
kita baca, Sifat Allah apa yang kita pelajari dari kisah ini ? Bagaimana prinsip ini dapat kita
terapkan pada diri sendiri ? Perenungan tersebut dapat membuka pikiran kita sehingga kita
menjadi lebih memahami firman Allah.
Dalam Islam, sekularisme tidak dapat diterima karena bertentangan dengan ajaran Islam.
Karena menurut pandangan Islam apabila sebuah urusan dipisahkan dari nilai-nilai keagamaan
maka urusan itu akan bertabrakan dengan nilai-nilai yang terdapat pada urusan yang lain. Misal
kekuasaan yang tidak dilandasi dengan nilai-nilai agama, maka akan terjadi kezaliman yang
seharusnya dilakukan sebagai seorang pemimpin untuk menjunjung sebuah keadilan, hukum
tidak berjalan sesuai dengan kaidah agama, timbul kerusuhan sosial, ekonomi terganggu, dan
seterusnya.
Jadi, dari sudut pandang Islam banyak sekali kerugian yang akan ditimbulkan daripada
keuntungannya. Islam memang menghargai paham yang dianut orang, bangsa, negara, dan
pemeluk agama lain. Namun Islam mewanti-wanti orang agar tidak menyebarkan paham yang
tidak sesuai dengan ajaran Islam.
Untuk tetap teguh beriman di tengah derasnya arus zaman sekularisme yang berpotensi
melemahkan keimanan adalah menyibukkan diri dengan membaca Kitab Suci Al-Qur’an beserta
terjemahannya, membaca hadits disertai maknanya, dan menyibukkan diri dengan menunaikan
berbagai tugas ibadah keagamaan.
Dengan demikian kepercayaan senantiasa bertambah kokoh dan lebih dalam paham
mengenai ilmu ajaran Islam. Kita juga perlu bergaul dengan orang-orang sholeh kemudian
memperhatikan perilaku mereka dan meneladaninya. Mungkin dengan demikian kita tetap dapat
teguh pendirian terhadap apa yang kita anut. Karena jika dilihat dari segi ajaran semua agama
melarang berbuat atau berpaham sekularisme.
Namun dikarenakan personal/individunya tersebut memang memilih paham sekularisme
yang sesuai dengan hidupnya, maka itu tidak dipaksakan. Kita perlu berpikir rasional berbasis
nilai-nilai religius agama untuk menangkal sekularisme. Kita manfaatkan hal-hal baik dari
sekularisme untuk mengembangkan karakter diri dan sikap iman kita yang semakin mendalam

CHAR6021 – Character Building: Agama


kepada Allah dan juga membangun solidaritas dengan sesama manusia dan cinta alam
lingkungan.
Berdasarkan penjelasan-penjelasan di atas makan dapat di simpulkan bahwa sekulerisme adalah
sebuah konsep yang memisahkan antara negara dan agama (state and religion). Yaitu, bahwa
negara merupakan lembaga yang mengurusi tatatanan hidup yang bersifat duniawi dan tidak ada
hubungannya dengan yang berbau akhirat. Sementara sejarah munculnya sekularisme
sebenarnya merupakan bentuk kekecewaan (mosi tidak percaya) masyarakat Eropa kepada
gereja sekitar abad 15, karena dominasi sosio-ekonomi dan cultural dan tindakan refresi terhadap
penggunaan sain dan ilmu pengetahuan di luar gereja. Sedangkan inti ajaran dari sekulerisme
mencakup Penidak-keramatan alam, Desakralisasi Politik dan Dekonsekrasi Nilai.
Di sisi lain bahwa sekularisme masuk dan berkembang di Indonesia melalui penjajahan
Belanda, setelah ratusan tahun Belanda menduduki Indonesia, baik secara langsung ataupun
tidak langsung Belanda telah melakukan berbagai perubahan mendasar dan
memporakporandakan sistim sosial, agama serta pendidikan di Indonesia. Setelah Indonesia
merdeka sistem ini terus diminati dan berkembang hingga saat ini. Salah satu wujud nyata faham
tersebut dapat kita lihat dalam Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) No. 20
tahun 2003, pada Bab VI tentang jalur, jenjang dan jenis pendidikan bagian kesatu (umum) pasal
15 yang berbunyi: Jenis pendidikan mencakup pendidikan umum, kejuruan, akademik, profesi,
advokasi, keagaman, dan khusus.Dari pasal di atas tampak jelas bahwa adanya dikotomi
Pendidikan antara pendidikan agama dan pendidikan umum, dan hal ini pula yang penulis
simpulkan bahwa paham sekularisme ini juga telah masuk ke- ranah pendidikan. Demikianlah
uraian singkat yang dapat kami sajikan, mudah-mudahan akan bermanfaat kepada semua
pembaca dan akan menjadi bahan pertimbangan untuk mewujudkan sebuah Pendidikan yang
lebih baik di masa yang akan datang

CHAR6021 – Character Building: Agama


Referensi
Al-Bahy, Muhammad. 1988. Islam Dan Sekularisme: Antara Cinta Dan Kenyataan. Solo:
Terjemah Hadi Mulyo, Ramadhani.
Harahap, Syahrin. 1994. Al-Qur 'an Dan Sekularisasi. Yogya: PT. Tara Wacana.
Lecture Notes. Character Building: Agama. Week 7. Agama dan Sekularisme.
L. Berger, Peter. 1991. Kabar Angin Dari langit. Jakarta: Terjemah J.B. Sudarmanto, LP3ES.
Website: Ubay. 2020. Sekularisme Adalah. Diakses melaui https://adalah.co.id/sekularisme/
https://binus.ac.id/character-building/2020/05/menimbang-sekularisme-dari-sudut-
pandangagama-sebuah-refleksi/

CHAR6021 – Character Building: Agama