Anda di halaman 1dari 17

PENGAUDITAN INTERNAL

Materi 5
“Perencanaan Audit, Indikator, dan Kendala Manajemen Efektif dan Pelaporan”

Disusun oleh :
Kelompok 4

Made Dewi Sri Wahyuni 11 1802622010142

Ni Kadek Wanda Toshinori 17 1802622010148

Ni Kadek Yowanda Gita Dewi 18 1802622010149

Ni Putu Sapna Wulandari 26 1802622010157

PROGRAM STUDI AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MAHASARASWATI DENPASAR
DENPASAR
2021
PEMBAHASAN MATERI 5

A. Perencanaan Audit, Study Awal, Pendokumentasian, Daftar Pengingat,


Kusuioner dan Wawancara.
Perencanaan Audit
Perencanaan audit adalah total lamanya waktu yang dibutuhkan oleh auditor untuk
melakukan perencanaan audit awal sampai pada pengembangan rencana audit dan
program audit menyeluruh. Variabel ini diukur dengan menggunakan jam perencanaan
audit. Keberhasilan penyelesaian perikatan audit sangat ditentukan oleh kualitas
perencanaan audit yang dibuat oleh auditor.
Menurut Standar pekerjaan lapangan pertama Profesional Akuntan Publik (SPAP)
mensyaratkan adanya perencanaan yang memadai  yaitu: Pekerjaan harus direncanakan
sebaik-baiknya dan  jika digunakan asisten harus disupervisi dengan semestinya. (IAI,
2001).
Menurut Sukrisno Agoes dalam bukunya ‘Auditing´, menerangkan
bahwa: Perencanaan dan supervise berlangsung terus menerus selama audit, auditor
sebagai penanggung jawab akhir atas audit dapat mendelegasikan sebagian fungsi
perencanaan dan supervise auditnya dalam kantor akuntannya (asisten).
Menurut Standar Auditing 316 dalam Standar Profesional Akuntan Publik (Ikatan
Akuntan Indonesia, 2001) mensyaratkan agar audit dirancang untuk memberikan
keyakinan memadai atas pendeteksian salah saji yang material dalam laporan keuangan.
Menurut Standar Auditing Seksi 326 (PSA No. 07), Paragraf Audit No. 20
menyatakan bahwa Auditor pada hakikatnya harus dirumuskan dalam jangka waktu dan
biaya yang wajar.
Perencanaan audit meliputi pengembangan strategi menyeluruh pelaksanaan dan
lingkup audit yang diharapkan. Sifat, lingkup, dan saat perencanaan bervariasi dengan
ukuran dan kompleksitas entitas, pengalaman mengenai entitas, dan pengetahuan
tentang bisnis entitas. Dalam perencanaan audit, auditor harus mempertimbangkan,
antara lain:
1. Masalah yang berkaitan dengan bisnis entitas dan industri yang menjadi tempat
entitas tersebut.
2. Kebijakan dan prosedur akuntansi entitas tersebut.

Materi 5 Pengauditan Internal | 2


3. Metode yang digunakan oleh entitas tersebut dalam mengolah informasi
akuntansi yang signifikan, termasuk penggunaan organisasi jasa dari luar untuk
mengolah informasi akuntansi pokok perusahaan.
4. Tingkat risiko pengendalian yang direncanakan.
5. Pertimbangan awal tentang tingkat materialitas untuk tujuan audit.
6. Pos laporan keuangan yang mungkin memerlukan penyesuaian (adjustment).
7. Kondisi yang mungkin memerlukan perluasan atau pengubahan pengujian audit,
seperti risiko kekeliruan atau kecurangan yang material atau adanya transaksi antar
pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa.
8. Sifat laporan auditor yang diharapkan akan diserahkan (sebagai contoh, laporan
auditor tentang laporan keuangan konsolidasian, laporan keuangan yang diserahkan
ke Bapepam (OJK), laporan khusus untuk menggambarkan kepatuhan klien
terhadap kontrak perjanjian).
Survey Pendahuluan
Survey merupakan suatu proses untuk mendapatkan informasi, tanpa melakukan
verifikasi secara terperinci, tentang kegiatan yang akan di audit. Survey pendahuluan
merupakan proses yang bertujuan untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam
mengenai risiko dari suatu unit yang akan diperiksa. Oleh karena itu survey
pendahuluan di sini meliputi langkah-langkah analisis terhadap risiko mikro yang terkait
dalam suatu unit yang akan diaudit.
Survei pendahuluan dalam audit internal adalah suatu cara yang digunakan
untuk dapat mengetahui kerumitan operasi yang diaudit pada saat audit mulai dilakukan,
sebagaimana yang kemudian mereka ketahui pada saat audit telah selesai. Secara
sederhana survey pendahuluan dapat dipahami sebagai kegiatan yang dilakukan untuk
mendapatkan informasi mengenai objek tertentu tanpa melakukan verifikasi secara
rinci.
Survey pendahuluan dapat dilakukan dengan sejumlah teknik audit. Penggunaan
berbagai teknik audit tersebut dimaksudkan agar tercapai kombinasi optimal dari
berbagai upaya untuk memperoleh dan menganalisis informasi yang relevan dengan
penilaian risiko secara efisien dan efektif. Terdapat dua klasifikasi utama dari teknik-
teknik audit pada tahap survey pendahuluan, yaitu yang berkaitan dengan langkah-

Materi 5 Pengauditan Internal | 3


langkah survey pendahuluan di kantor unit auditor internal (on desk/off site audit), dan
di lokasi unit yang diaudit (on site audit).
Adapun tahap – tahap pelaksanaan survey pendahuluan adalah sebagai berikut:
1. Melaksanakan Studi Awal
Studi awal yang dilakukan auditor mencakup penelaahan atas kertas kerja tahun
sebelumnya, temuan audit, bagan organisasi dan dokumen lain yang akan
membantu untuk lebih memahami subjek audit. Pada banyak kondisi, studi awal
akan dilakukan di kantor pusat, meskipun banyak auditor internal saat ini dapat
mengakses informasi secara elekronik dari yang jauh. Kertas kerja tahun
sebelumnya dapat menunjukkan pendekatan yang dilakukan auditor lain atas
penugasan tersebut, meskipun pendekatan yang sama mungkin tidak lagi layak atau
tidak diinginkan untuk audit tahun ini.
Studi awal juga mencakup penelaahan saksama atas bagan organisasi dan
pernyataan tanggung jawab dan kewenangan. Dokumen tersebut dapat
menunjukkan posisi aktivitas klien dalam hierarki perusahaan, apa yang diharapkan
manajemen senior atas manajemen di bawahnya, dan kewenangan apa yang
diberikan kepada manajer operasi. Penelaahan harus dilakukan secara saksama atas
kata-kata yang tertera. Pernyataan wewenang dan tanggung jawab seringkali dibuat
oleh orang yang melakukan aktivitas tersebut. Dalam beberapa hal, pernyataan
tersebut bisa dilebih-lebihkan dan auditor harus skeptic menyikapinya.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan apabila audit yang dilakukan adalah audit
berulang (repeat audit) adalah mempelajari permanent file yang berisi laporan audit
terdahulu, informasi lainnya yang relevan dengan penugasan berikutnya. Auditor
perlu menelaah literature-literatur yang terkait agar pengetahuan audit dapat selalu
ter-update dengan memakai referensi dari situs dari IIA yaitu www.theiia.org atau
jurnal Internal Auditor yaitu jurnal profesi.
2. Pendokumentasian
Pendokumentasian merupakan beberapa langkah yang akan mengarah pada
pertemuan awal antara auditor dengan manajer kalien. Pembuatan daftar pengingat
dan daftar isi awal untuk kertas kerja merupakan beberapa hal yang dilakukan saat
pendokumentasian. Auditor juga membuat kuesioner yang akan digunakan dalam

Materi 5 Pengauditan Internal | 4


wawancara dan diskusi dengan manajer klien dan lainnya. Dokumentasi berupa
kuesioner penting untuk bahan wawancara/diskusi.
Daftar Pengingat
Dalam setiap permulaan audit, auditor internal kadang kala bingung, “apa yang
akan dikerjakan selanjutnya?” Meskipun setiap penugasan audit tidak sama, namun
terdapat langkah-langkah awal tertentu yang berlaku untuk setiap audit. Langkah-
langkah ini harus dicatat dalam daftar pengingat sehingga memudahkan
pekerjaan.
Daftar pengingat tidak dirancang untuk menghambat inisiatif atau kreativitas.
Daftar tersebut menyederhanakan proses perencanaan dengan membantu auditor
melakukan pekerjaan secara terorganisasi dan dengan langkah awal yang minimum.
Daftar pengingat membantu auditor mengorganisasikan kertas kerja mereka dan
membuat tahap audit selanjutnya lebih sederhana untuk dikerjakan.
Tabel 1
DAFTAR PENGINGAT PENUGASAN AUDIT
Diselesaikan
Perencanaan (Tanggal) (Nama)
- Telaah dokumen-dokumen permanen:
 Lembar analisisi audit dari pengujian sebelumnya.
 Laporan audit tahun sebelumnya dan surat balasan
dari klien.
 Catatan dan komentar
- Siapkan sebuah ringkasan dari kekurangan-
kekurangan dan saran-saran yang diberikan pada
tahun sebelumnya.
- Dapatkan dokumen penugasan.
- Telaah laporan-laporan terkait dari organisasi-
organisasi audit lainnya yang ada dalam perusahaan.
- Telaah penelitian terbaru tentang subjek yang akan
diaudit.
- Analisis bagan organisasi, instruksi procedural, dan
arahan-arahan.
- Lakukan survey pendahuluan.
- Siapkan program audit, sediakan langkah-langkah
untuk:
 Melakukan pengujian terhadap buku besar untuk
akun-akun tertentu.

Materi 5 Pengauditan Internal | 5


 Menelaah laporan manajemen yang ada.
 Menentukan apakah perlu untuk melihat surat-surat
elektronik yang diterima organisasi.
 Menentukan apakah masukan (input) yang
dihasilkan bagian pemrosesan data di organisasi
sudah akurat, otentik, dan tepat waktu.
 Mempertimbangkan faktor-faktor yang
memengaruhi pendapatan dan pajak-pajak lainnya.
 Mengalokasikan hari yang dibutuhkan untuk
segmen-segmen program audit.
 Menggunakan pengambilan sampel secara statistic.
 Merencanakan penerbitan laporan interim.
 Menelaah ketaatan terhadap ketentuan
penyimpanan dokumen dan aturan keamaan.
 Menggunakan bagan alir untuk mengevaluasi
system control.
- Periksa program audit dan daftar pengingat ini
dengan supervisor.
Diselesaikan
Pekerjaan Lapangan
(Tanggal) (Nama)
- Masukkan data waktu penugasan setiap hari dan
laporkan setiap minggu ke supervisor audit.
- Perkirakan waktu penyelesaian pekerjaan lapangan
pada pertengahan penugasan.
- Diskusikan dengan karyawan manajemen klien
waktu yang tepat untuk menelaah temuan-temuan
dan draf laporan untuk mengantisipasi masa liburan
dan hambatan lainnya untuk bertemu.
Diselesaikan
Penyelesaian
(Tanggal) (Nama)
- Lengkapi catatan temuan audit dan kerangka
laporan, telaah bersama supervisor audit.
- Siapkan draf laporan audit dan rujuk ke data data
yang ada di kertas kerja.
- Pindahkan dokumen yang seharusnya masuk ke
dokumen permanen.
- Siapkan lembar analisis audit.
- Jelaskan masalah-masalah yang harus
dipertimbangkan pada penugasan audit lainnya
secara tertulis dan tempatkan catatan mengenai hal
tersebut pada dokumen permanen.
- Jadwalkan penalaahan draf laporan dengan

Materi 5 Pengauditan Internal | 6


karyawan klien.
- Konfirmasikan status temuan yang sudah dan belum
diselesaikan baik melalui pengujian atau melalu
penelaahan dengan karyawan klien.
- Lakukan verifikasi akhir draf laporan, lihat
perubahan yang telah didiskusikan dengan klien,
sebelum diserahkan untuk ketikan akhir.
Daftar Isi
Sebelum auditor mulai melakukan instruksi-instruksi yang terdapat dalam daftar
pengingat, sebaiknya siapkan dahulu daftar isi. Langkah ini dilakukan sebelum
tahap perencanaan audit. Daftar isi akan memaksa audit untuk (1) mendaftar
masalah-masalah tertentu yang harus ditangani seiring dengan kemajuan
penugasan, dan (2) membuat acuan kertas kerja.
Catatan Kesan
Catatan kesan tidak dibuat untuk diberikan kepada manajemen. Fungsinya adalah
sebagai daftar pengingat bagi auditor ketika mereka sedang melakukan
pembicaraan rahasia dengan manajer senior. Catatan kesan dapat membantu
mengidentifikasi gejala-gejala kemunduran yang membutuhkan perhatian khusus
dan membutuhkan perbaikan dalam hubungan dengan karyawan, kondisi kerja,
manajemen, atau pengawasan.
Tabel 2
CATATAN KESAN
Penugasan Audit : …………………………
Judul : …………………………
Organisasi yang diaudit : …………………………
Catatan ini menyimpan semua penilaian auditor terhadap aspek-aspek tertentu
organisasi yang telah diperiksa. Catatan ini harus dilengkapi setiap selesai
melakukan audit. Auditor harus meringkas data untuk menentukan kecenderungan
umum atau masalah-masalah di organisasi yang harus diketahui oleh manajemen.
Jika ada penilaian yang terkait langsung dengan temuan khusus, catatan ini tidak
boleh dibahas dengan karyawan klien. Jika auditor merasa tidak memiliki cukup
informasi untuk menjawab suatu pertanyaan, nyatakan hal tersebut dibawah setiap
pertanyaan.
Pertanyaan Ya / Komentar

Materi 5 Pengauditan Internal | 7


Tidak
Etika dan Moral Karyawan
Apakah karyawan memiliki etika yang baik dengan
sesame rekan kerja, pekerjaan mereka, supervisor dan
organisasi?
Apakah tugas karyawan melaksanakan kewajiban
mereka dan tugas-tugas yang menjadi tanggung jawab
mereka?
Apakah karyawan memahami dan mendukung tujuan
departemen dan organisasi mereka?
Kebiasaan Kerja
Apakah karyawan mempunyai jam kerja yang layak
dan menyelesaikannya untuk kepentingan organisasi?
Apakah jam kerja karyawan diperiksa?
Apakah manajer menampung keluhan karyawan dan
bersedia mengambil tindakan perbaikan?
Organisasi dan Penugasan Staf
Apakah untuk dapat mencapai tujuan organisasi,
organisasi tersebut sudah dikelola dengan baik?
Apakah staf sudah ditugasi dengan baik dan terdapat
pemisahan tugas, wewenang, dan tanggung jawab?
Apakah organisasi organisasi memiliki job description
secara baik?
Apakah karyawan atau staf sudah bekerja sesuai
dengan bidang dan keahlian mereka?
Pengawasan
Apakah supervisor memahami pekerjaannya dan
menghargai karyawan?
Apakah supervisor menerapkan control dan
memberikan aahan kepada karyawan?
Hubungan dengan Organisasi Lain
Apakah organisasi cenderung berkomunikasi secara
efektif dengan organisasi lain?
Apakah terdapat konflik di dalam organisasi atau
dengan organisasi lain?
Apaka terdapat kerja sama yang saling
menguntungkan?
Tata letak (lay Out) Ruang Kerja
Apakah ruang kerja memiliki lay out yang baik?
Apakah lokasi, sirkulasi udara, cahaya, suhu udara dan
kebersihan sudah memadai?

Beri penjelasan untuk kondisi-kondisi yang dijawab

Materi 5 Pengauditan Internal | 8


tidak. Jika terdapat temuan khusus atas kelemahan
yang kelihatannya relevan dengan kondisi tersbut, beri
rujukan.
Kuisioner
Kuisioner diusahakan untuk mudah dipahami bagi responden yang diminta
mengisi kusioner. Kuesioner ini berisi pertanyaan-pertanyaan yang akan digunakan
untuk memenuhi  tujuan audit, bertemu manajer klien pada pertemuan awal. Selain
itu, kuisioner yang baik tidak terlalu tebal atau tidak terlalu panjang.
Berikut contoh pertanyaan-pertanyaan yang layak untuk ditanyakan:
1) Berapa bagian/seksi yang ada pada aktivitas anda?
2) Berapa banyak karyawan yang ditugaskan pada bidang ini?
3) Aktivitas-aktivitas apa yang dilakukan?
4) Apakah terdapat prosedur-prosedur tertulis untuk aktivitas tersebut?
5) Aktivitas apa yang menurut anda paling penting?
6) Aktivitas mana yang paling mengganggu?
7) Bagaimana anda menerapkan control atas organisasi?
8) Laporan control apa yang anda terima dari karyawan?
9) Standar apa yang anda tetapkan untuk karyawan?
10) Standar anda bersumber dari mana?
11) Bagaimana anda melatih karyawan?
12) Bagaimana anda mengevaluasi kinerja mereka?
13) Bagaimana supervisor membantu meningkatkan kinerja karyawan?
14) Bagaimana anda menetapkan prioritas bagi pekerjaan anda?
15) Bagaimana tingkat perputaran karyawan?
16) Seberapa banyak dan bagaimana sifat pesanan anda?
17) Kepada siapa anda melapor?
18) Laporan apa yang anda siapkan untuk manajemen anda sendiri, dan seberapa
sering dihasilkan?
19) Dari mana sumber informasi yang terdapat dalam laporan?
20) Dengan organisasi apa anda menjalin kerja sama?
21) Imbal balik apa yang anda dapat dari mereka?
22) Perubahan-perubahan besar apa yang telah terjadi sejak audit terakhir?

Materi 5 Pengauditan Internal | 9


Kuesioner ini bisa diperluas atau dipersempit sesuai kondisi. Jenis pertanyaan bisa
bervariasi, tergantung pada apakah audit yang diusulkan bersifat organisasional
(untuk satu unit organisasi) atau fungsional (mengikuti fungsi atau program dari
awal hingga akhir dan melintasi batas organisasional). Dalam audit organisasional,
pertanyaan yang berorientasi pada manusia akan lebih mendominasi. Sementara
dalam audit fungsional atau audit program, pertanyaan yang diajukan akan lebih
berkenaan dengan alur kerja, hubungan dengan organisasi lain dan umpan balik.
Kuesioner yang diberikan ke klien sebelum auditor datang mengaudit, terkadang
bisa bermanfaat, khususnya untuk klien yang berada di lokasi yang jauh. Kuesioner
dapat menjadi semacam “persiapan” akan datangnya auditor. Kuesioner juga dapat
menghilangkan sedikit keengganan dan rasa curiga mengenai audit yang akan
dilakukan dan melibatkan supervisor klien sebagai mitra sejak awal. Kuesioner
dapat memberi peluang bagi karyawan manajemen untuk memahami diri mereka
sendiri, karena pertanyaan yang disiapkan dengann baik dapat berfungsi sebagai
lembar evaluasi diri yang efektif.
3. Bertemu Klien
Pertemuan auditor internal dengan manajer klien memberi peluang bagi auditor
untuk menjelaskan tujuan dan pendekatan audit yang akan dilakukan. Dalam
beberapa situasi, auditor justru ingin membahas keseluruhan peran audit internal
dalam organisasi. Dalam pembahasannya dengan manajer dan supervisor, auditor
menjelaskan tujuan, sasaran, standar operasi serta risiko bawaannya. Auditor
internal juga ingin mengenali gaya manajemen yang diterapkan. Waktu dan tempat
pertemuan harus diatur terlebih dahulu. Jika memungkinkan, hindari kunjungan
mendadak, meskipun audit yang tidak diberitahukan terlebih dahulu mungkin perlu
untuk dilakukan dalam audit kas, audit keamanan, atau hal-hal lain yang cukup
rawan.
Auditor internal harus memiliki keahlian dalam berhubungan dengan orang dan
berkomunikasi secara efektif. Auditor internal juga harus memiliki keahlian dalam
berkomunikasi baik lisan dan tulis, sehingga mereka dapat menyampaikan tujuan
audit, evaluasi, kesimpulan dan rekomendasi secara jelas dan efektif.
Mengatur Jadwal Pertemuan

Materi 5 Pengauditan Internal | 10


Waktu dan tempat pertemuan harus diatur terlebih dahulu. Jika memungkinkan
hindari kunjungan mendadak. Pemberitahuan terlebih dahulu lebih sopan dan akan
dihargai serta tidak merugikan audit. Klien yang siap akan memberikan lebih
banyak informasi dan kesalahan informasi yang disengaja oleh klien akan
cenderung dideteksi dalam pelaksanaan audit sesungguhnya.
Pertemuan awal cenderung akan menuntun arah audit, salah satunya kemungkinan
kerja sama. Auditor internal haruslah terbuka dan terus terang mengenai tujuan
audit mereka. Mereka harus mengajukan pertanyaan sebagai seorang yang ingin
menggali informasi, bukan sebagai penyidik. Jangan ada perseteruan, perselisihan
yang bisa merusak pertemuan awal ini. Manajer klien hanya ingin diperlaukan
secara wajar dan dipandang dengan objektif.
Jika jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tesebut memiliki bukti yang sah bahwa
memang ada tindakan perbaikan, maka manajemen patut diberi pujian. Jika
masalah tersebut cukup signifikan, sebaiknya dimuat dalam laporan audit internal-
bukan sebagai temuan audit, tetapi sebagai catatan masalah yang diselesaikan. Jika
keyakinan yang diberikan hanya sebagai upaya untuk menghindari
disangkutpautkan dengan temuan kelemahan, maka hal ini harus dilaporakan
sebagai temuan audit.
4. Memperoleh Informasi
Wawancara
Teknik-teknik wawancara yang baik membuat orang merasa nyaman, membuat
mereka ingin memberi informasi, bekerja sama dalam audit, dan mudah mudahan
membuat penugasan audit berhasil. Auditor internal harus memiliki keahlian dalam
berhubungan dengan orang dan berkomunikasi secara efektif. Juga oenting bagi
auditor internal untuk memiliki keahlian dalam komunikasi lisan dan tulisan
sehingga mereka dapat menyampaikan tujuan audit, evaluasi, kesimpulan dan
rekomendasi secara jelas dan efektif.
Karena penugasan teknik-teknik wawancara yang efektif pada hakikatnya adalah
tanggung jawab professional, maka auditor internal harus memahami bagian-bagian
penting dari wawancara dan berusaha menguasainya. Wawancara bukanlah sebuah
tindakan tunggal, melainkan bagian dari sebuah proses. Wawancara yang sukses
didasarkan pada penerapan saksama enam langkah penting:

Materi 5 Pengauditan Internal | 11


1. Persiapan. Jangan datang tanpa persiapan. Pelajari sebanyak mungkin tentang
klien sebelum Tanya jawab. Tentukan tujuan Tanya jawab dan siapkan
pertanyaan-pertanyaan untuk mencapai tujuan tersebut.
2. Penjadwalan. Rencanakan jadwal dengan saksama. Jangan berkunjung dengan
mendadak-kecuali memang diperlukan.
3. Pembukaan. Beritahu klien dengan jujut tujuan wawancara dan bagaimana
hasilnya akan digunakan.
4. Pelaksanaan. Wawancara merupakan pelaksanaan komunikasi, dan auditor
internal harus memiliki keahlian dalam proses komunikasi.
5. Mengajukan pertanyaan. Cara auditor mengajukan pertanyaan dapat
memengaruhi kesuksesan atau kegagalan suatu wawancara. Pertanyaan-
pertanyaan pembuka harus membuat orang menjadi nyaman.
6. Penutupan. Jangan terlena dengan pembicaran. Perhatikan tanda-tanda
nonverbal bahwa klien ingin pembicaraan diakhiri. Cobalah akhiri dengan nada
positif dengan meringkas kesepakan atau puji tindakan-tindakan yang layak
dipuji.
5. Pengamatan
Pengamatan dalam arti umum terus dilakukan selama survey pendahuluan.
Melalui pengamatan yang gigih dan Tanya jawab yang cerdas, auditor internal
mampu untuk;
a. Menemukan tujuan, sasaran dan standar
b. Menilai control untuk mencapai tujuan-tujuan ini.
c. Mengevaluasi risiko
d. Menetukan control untuk meminimalkan risiko
e. Membuat penentuan risiko secara sistematik
f. Menilai gaya manajemen
6. Penentuan Risiko
7. Pembuatan Bagan Alur
Bagan Alir memotret suatu proses. Meskipun pembuatan bagan alir mencakup
hal-hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan seni, namun umumnya lebih
bersifat seni. Pembuangan bagan alir yang formal seharusnya distandardisasi dalam
departemen audit. Semua auditor harus menggunakan bentuk yang sama dan

Materi 5 Pengauditan Internal | 12


mengikuti instruksi dasar yang sama. Tidak semua bagan alir terperinci, formal atau
ektensif.
8. Pelaporan
Selama penelaahan hasil-hasil survey dengan manajemen, pelaporan temuan
positif dan negative bias jadi kondusif bagi hubungan auditor-klien.Estimasi awal
untuk waktu dan kebutuhan sumber daya harus dilakukan, bersama dengan target
tanggal pekerjaan lapangan dan fase pelaporan audit.

B. Manajemen yang Efektif


Secara bahasa manajemen berasal dari bahasa Inggris, manage yang artinya
mengurus, mengatur, melaksanakan, mengelola (John M. Echols & Hasan Shadily).
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Manajemen berarti penggunaan sumber daya
secara efektif untuk mencapai sasaran. Sedangkan menurut para ahli, manajemen
adalah seni dan ilmu perencanaan, pengorganisasian, penyusunan, pengarahan, dan
pengawasan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan
efesien untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan. Untuk membangun manajemen
kerja yang efektif dibutuhkan unsur-unsur yang harus dipenuhi, diantaranya:
a) Man (Sumber Daya Manusia)
b) Money (Uang)
c) Material (Bahan)
d) Machines (Mesin)
e) Methods (Metode)
f) Market (Pasar)
Dari keenam unsur tersebut, Sumber Daya Manusia menjadi unsur yang paling
penting, sehingga sebuah lembaga atau organisasi harus memiliki sistem rekruitment
yang baik agar orang-orang yang terlibat di lingkaran manajemen memang orang-orang
yang memiliki visi dan misi yang jelas dalam membangun dan memajukan sebuah
sistem kelembagaan. Seorang Top Manajemen harus memiliki keahlian konseptual,
artinya keahlian untuk   membuat dan merumuskan konsep   untuk dilaksanakan oleh
tingkatan   manajer di bawahnya. Sedangkan manajemen di bawahnya (lower
manajemen) bertanggung jawab   menyelesaikan rencana- rencana yang telah ditetapkan
Top Manajemen. Seorang lower manajemen  harus memiliki keahlian teknis artinya  

Materi 5 Pengauditan Internal | 13


keahlian yang mencakup   prosedur, tehnik, pengetahuan   dan keahlian dalam bidang  
khusus. 
Menurut G. R. Terry, manajemen memiliki 4 fungsi
yaitu, Planning (Perencanaan), Organizing (Pengorganisasian), Actuiting  (Pelaksanaan
),Controlling (Pengawasan). Planning adalah suatu kegiatan yang berhubungan dengan
penetapan tujuan, kebijaksanaan, membuat program-program dan prosedur-prosedur,
serta strategi yang dilakukan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Organizing merupakan sebuah kegiatan yang berhubungan dengan pengaturan
struktur melalui penentuan kegiatan-kegiatan untuk mencapai tujuan. Actuiting adalah
tindakan pelaksanaan dari rencana yang telah dibuat. Controlling adalah mengadakan
pemantauan koreksi sehingga bawahan dapat melakukan tugasnya dengan benar sesuai
tujuan semula. Manajemen yang efektif artinya sebuah pengelolaan yang membawa
hasil yang tepat guna dan membawa pengaruh terhadap unsur-unsur yang terlibat di
dalamnya.
Hal ini hanya dapat dilakukan bila segenap sumber daya yang ada memiliki tujuan
yang sama sebagai kesatuan organisasi, memiliki arah langkah yang sama dan
seirama. Faktor kepemimpinan dalam sebuah organisasi memiliki peran yang sangat
penting. Ada sebuah pribahasa yang mengatakan "sekumpulan rusa yang dipimpin oleh
seekor singa akan dapat mengalahkan sekumpulan singa yang dipimpin oleh seekor
rusa". Seorang Top Manajemen harus dapat menginspirasi bawahannya sehingga akan
tercipta sebuah harmony dan lingkungan kerja yang nyaman dan kondusif. Dalam
mengelola sebuah organisasi terkadang hambatan tidak saja datang dari elemen-elemen
internal, terkadang bisa muncul dari elemen eksternal. Misalnya: dalam dunia
pendidikan, sebuah sekolah atau satuan pendidikan swasta meskipun secara manajemen
sudah cukup baik, namun bisa saja masih terdapat kesenjangan terhadap target atau
capaian yang diraih. Masih minimnya capaian prestasi akademik peserta didik karena
memang disebabkan input atau intake peserta didik yang belum optimal. Banyak
sekolah-sekolah swasta yang peserta didiknya merupakan mereka yang memang tidak
tertampung di sekolah-sekolah negeri. Namun hal ini menjadi tantangan manajemen
sekolah tersebut agar lebih efektif dan efisien lagi dalam mengelola roda organisasinya.

C. Proses Pelaporan Pada Survei Pendahuluan

Materi 5 Pengauditan Internal | 14


Survei yang dilakukan dengan baik biasanya menghasilkan sejumlah informasi yang
Data yang dikumpulkan dapat mengidentifikasi hal-hal penting dan masalah-masalah
yang membantu auditor memutuskan apakah pemeriksaan lanjutan diperlukan.
Jika survei memberi keyakinan adanya sistem, kontrol, pengawasan, dan manajemen
yar bisa menjadi dasar keputusan tidak dilakukannya audit. Sumber daya audit biasanya
kebanyakan organisasi audit internal memiliki lebih banyak proyek audit dibandingkan
auditor yang akan melakukannya. Tidak masuk akal untuk menghabiskan waktu audit
yang berharga hanya untuk mengejar pengujian transaksi jika kelihatannya sistem
kontrol itu sendiri akan menunjukan semua transaksi yang memiliki kelemahan
material.
Pada saat yang sama, kebanyakan auditor internal merasa perlu menerbitkan laporan
audit walaupun hanya survei yang dilakukan. Dengan informasi yang dikumpulkan
selama survei, mungkin laporan berharga bisa disiapkan. Namun akan menjadi lebih
bijak untuk secara hati-hati menguraikan lingkup audit yang terbatas, dengan
berkonsentrasi pada kecukupan—bukan pada efektivitas control dan menunjukkan dasar
keputusan untuk terus melakukan audit.
Bahkan dalam situasi program audit akan disiapkan dan pekerjaan lapangan akan
dilakukan mungkin berguna untuk membuat ringkasan basil survei dan melaporkannya
secara informal ke manajemen. Kadang-kadang, informasi yang mencukupi akan
diperoleh selama survei untuk merekomendasikan perbaikan bahkan sebelum pengujian
substantif dilakukan. Dalam kasus ini, pengamatar. internal harus dibahas dengan
manajer klien sebelum program audit disiapkan. Jika m puas dengan analisis auditor dan
bersedia mengambil tindakan perbaikan, hasil survei final, tergantung pada tindak lanjut
normal atas tindakan perbaikan yang dilakukan.
Selama penelaahan hasil-hasil survei dengan manajemen, pelaporan temuan positif
dam jadi kondusif bagi hubungan auditor-klien. Pendekatan ini mengomunikasikan apa
yang internal: kerja sama yang sehat, objektif, tidak bias terhadap penilaian operasi.
Jika hasil-hasil survei kemudian membutuhkan audit, ringkasan audit seharusnya
men langkah audit yang disarankan dan rasional bagi mereka. Auditor juga harus
mengiden tifikasi aktivitas yang tidak akan diaudit dan menjelaskan alasannya. Estimasi
awal untuk waktu dan kebutuhan sumber daya harus dilakukan, bersama dengan target
tanggal pekerjaan lapangan dan audit.

Materi 5 Pengauditan Internal | 15


Membuat Anggaran Survei
Memperkirakan waktu yang dibutuhkan auditor merupakan faktor kunci dalam
survei pendahuluan. Waktu yang akan dialokasikan akan tergantung pada sejumlah
factor. Tujuan survei adalah agar lebih mengenal. Makin kenal auditor dengan aktivitas
yang ada, maka makin sedikit waktu yang dibutuhkan untuk melakukan survei. Juga,
jika audit bersifat rotasional dan kertas kerja sebelumnya memberikan gambaran yang
jelas tentang tujuan, sasaran, standar, dan kontrol operasi, bersama dengan bagan alir,
bagan organisasi, dan dokumen-dokumen lainnya, yang dibutuhkan untuk memperbarui
informasi tersebut.
Perubahan-perubahan signifikan dalam tujuan, prosedur, sistem operasi, otomatisasi,
organisasi, manajemen dan pegawai juga akan memengaruhi waktu yang diperlukan
untuk mengenal dan mengidentifikasi masalah. Orang akan lebih nyaman dengan
rutinitas; perubahan signifikan akan membuat mereka kecewa karena perubahan selalu
menghadirkan risiko.
Semua faktor harus dipertimbangkan dalam membuat anggaran survei. Tetapi
bahkan jika auditor - iami aktivitas, mereka harus selalu waspada akan dua faktor yang
dapat berubah, yaitu orang dan perilaku mereka. Tidak ada jaminan bahwa baik orang
ataupun tingkah laku mereka akan tetap sama dari ke tahun. Jadi pemahaman bisa saja
hanya ilusi.
Tidak ada alasan untuk menggali verifikasi pekerjaan setiap operasi tanpa survei
pendahuluan, bahkan jika hanya menanyakan perubahan apa yang telah terjadi sejak
audit terakhir. Tidak ada standar untuk anggaran survey pendahuluan. Berdasarkan
survei informasi dari praktisi, estimasi yang wajar mungkin 10 persen hingga 20 persen
dari total anggaran untuk proyek audit.

Materi 5 Pengauditan Internal | 16


DAFTAR PUSTAKA

Hakim, Andi Hasdi. 2012. Survei Pendahuluan.


https://wonderwall92.blogspot.com/2012/12/survei-pendahuluan.html. Diakses
pada tanggal 24 Agustus 2021.
Humaniora. 2019. Membangun Manajemen Yang Efektif.
https://www.kompasiana.com/ropiyadi19360/5d767959097f3672580327f2/memb
angun-manajemen-yang-efektif?page=all. Diakses pada tanggal 25 Agustus 2021.
Hanif, Abdurohman. 2014. Resume Mater Survei Pendahuluan.
https://www.academia.edu/8539475/SURVEI_PENDAHULUAN_INTERNAL_
AUDIT_. Diakses pada tanggal 24 Agustus 2021.
Nahriyati, Rizki. 2016. Modul Pengauditan Internal Survei Pendahuluan.
https://www.academia.edu/28900987/MODUL_PENGAUDITAN_INTERNAL_d
ocx. Diakses pada tanggal 17 Agustus 2021.

Materi 5 Pengauditan Internal | 17

Anda mungkin juga menyukai