Anda di halaman 1dari 34

POLA-POLA

CANDLESTICK
Pola Three line strike

Three Line Strike

Pola reversal bullish Three Line Strike terdiri dari three black bar atau 3 batang candlestick merah dalam posisi
downtrend. Setiap bar nya memiliki lower low dan menutup di posisi dekat dengan intrabar low.

Batang keempat membuka di posisi yang lebih rendah tapi kemudian melakukan pembalikan dalam sebuah batang
luar yang lebar dengan level penutupan di atas level high batang yang pertama.

Menurut Bulkowski, pola pembalikan ini dapat memprediksi harga yang lebih tinggi dengan tingkat akurasi 84%.

Tidak terjadi three line strike karena ekor body candle ketiga lebih pendek dari pada penutupan harga

Peringatan : tidak selamanya langsung menutup 3 candle sebelumnya

2. Marubozu

Sinyal: Bullish atau Bearish tergantung posisi harga Open dan Close pada candle.

Akurasi: Tinggi.
Secara harfiah, Marubozu artinya "si kepala botak". Di jenis pola candlestick yang satu ini, kita akan bertemu dengan body
candle yang tidak mempunyai shadow, baik atas ataupun bawah. Sehingga hanya terlihat seperti kepala tanpa rambut.
Marubozu menunjukkan sinyal pergerakan kuat dari salah satu sisi (buyer atau seller) yang kemungkinan akan berlangsung
sampai beberapa periode ke depan.

Marubozu Bullish dan Bearish.

Pada Marubozu Bullish, harga Close selalu lebih tinggi dari Open, dan candle sama sekali tak bersumbu. Sedangkan pada
Marubozu Bearish, harga Close selalu lebih rendah dari Open, tanpa sumbu.

Strike Marubozu (Harga akan naik dengan cepat (pada saat bullish ) atau turun dengan cepat (pada saat bearing)

2. Three White Soldier dan Three Black Crows

Sinyal: Konfirmasi Bullish (Three White Soldier) atau Bearish (Three Black Crows).

Akurasi: Tinggi.

Berbeda dengan pola-pola candlestick sebelumnya yang menunjukkan sinyal reversal, Three White Soldiers dan Three Black
Crows digunakan untuk mengonfirmasi kekuatan arah trend terkini.

Three white soldiers and black crows


Pola Three White Soldiers terbentuk dari tiga candle bullish panjang yang mengikuti downtrend. Tiga prajurit putih ini
digunakan untuk memastikan keadaan bullish, apalagi jika dia muncul setelah downtrend yang berkepanjangan dan periode
singkat konsolidasi harga. Perlu diingat, candlestick kedua (posisi di tengah) harus memiliki ekor yang kecil atau bahkan tidak
ada sama sekali.

Pola candlestick Three Black Crows adalah kebalikan dari Three White Soldiers. Pola Three Black Crows terbentuk ketika tiga
candle bearish mengikuti uptrend yang kuat, dan mengindikasikan bahwa akan segera terjadi reversal.

Pengertian Pola Three White Soldiers dan Three Black Crows

Three White Soldiers dan Three Black Crows termasuk dalam kategori pola candlestick reversal. Artinya, setelah formasi
terbentuk komplit, harga akan berpotensi untuk berubah arah dari trend sebelumnya. Jika sebelumnya harga sedang bullish,
maka akan berbalik turun. Sedangkan jika sebelumnya harga sedang bearish, maka akan bertolak naik.

Dengan begitu, apabila trader bisa menangkap momen terjadinya pembalikan harga, maka peluang untuk mendapat profit
dalam jumlah besar terbuka lebar. Itulah alasan kenapa pola candlestick reversal dicari-cari oleh trader.

Bicara mengenai formasinya, Three White Soldiers dan Three Black Crows mudah sekali dikenali. Pola dasarnya akan terlihat
seperti contoh berikut:

three white soldiers, three black crows

Ciri formasi Three White Soldiers adalah kemunculan tiga candlestick berurutan dengan harga penutupan selalu lebih tinggi;
biasanya berwarna putih atau hijau semua. Maka dari itu, Three White Soldiers mengindikasikan potensi bahwa harga akan
berbalik naik dari periode trend menurun (downtrend) sebelumnya.

Sebaliknya, Three Black Crows adalah tiga candlestick hitam atau merah berurutan dengan harga penutupan selalu lebih
rendah. Candlestick ini mengindikasikan potensi bahwa harga akan berbalik turun setelah periode trend mendaki (uptrend)
sebelumnya.

Strategi Trading Dengan Pola Three White Soldiers Dan Three Black Crows

Pada dasarnya memang kedua pola candlestick ini lumayan sering muncul pada chart, tapi tidak setiap kali muncul kita harus
segera meresponnya. Masalahnya, jika kita terlalu cepat bereaksi tanpa menunggu konfirmasi, resiko merugi karena fake
signal bisa saja terjadi. Contohnya seperti ini:
three black crows pada kondisi pasar ranging

Pada gambar chart EUR/USD (H4) di atas, hanya sinyal dari Three Black Crows #2 yang berhasil mengindikasikan reversal
bearish, sedangkan sinyal #1 dan #3 gagal.

three white soldiers, konfirmasi sinyal

Pada chart berikutnya, harga malah terus mendaki meskipun formasi Three Black Crows telah terbentuk sesuai karakteristik
umumnya.

Karena masalah-masalah tersebut, perlu kondisi khusus agar akurasi sinyal dari Three White Soldiers dan Three Black Crows
bisa diandalkan. Antara lain:

Bagaimana kondisi tren pasar saat ini?


Pola Three Black Crows idealnya muncul saat trend telah mencapai puncak tertingginya setelah harga terus menerus mendaki
(kondisi overbought). Sebaliknya, pola Three White Soldiers sinyalnya paling akurat setelah harga terus menerus menurun
(kondisi oversold). Dengan kata lain, hindari kondisi pasar ranging atau sideways (harga bergerak naik turun saja dalam kisaran
sempit) seperti yang dicontohkan pada chart no. 1.

Bagaimana konfirmasi dari candlestick berikutnya?

Perhatikan pula bagaimana candlestick berikutnya mengkonfirmasi sinyal reversal dari kedua pola ini. Pada chart nomor 2,
sinyal Three Black Crows dianggap tidak valid karena bar berikutnya ternyata malah berbalik naik. Karena itu, sebaiknya
tunggu sampai candlestick berikutnya bergerak sesuai indikasi sinyal.

Pada Timeframe apa formasi candlestick muncul?

Idealnya semakin tinggi Timeframe, maka semakin akurat pula sinyal dari kedua pola ini. Setidaknya, gunakan Timeframe H4
ke atas supaya kualitas sinyal cukup baik. Sedangkan pada Timeframe super rendah seperti M5, sinyal seringkali tidak valid
karena dipatahkan oleh gejolak-gejolak singkat (noise).

Setelah kondisi-kondisi di atas terpenuhi, akurasi sinyal Three White Soldiers dan Three Black Crows akan menjadi lebih baik.
Contoh strategi tradingnya seperti di bawah ini:

strategi trading three white soldiers

Pada chart AUD/USD (timeframe H4) di atas, Trendline Channel (merah) menyoroti kondisi trend masih dalam kondisi
menurun. Setelah pasar dalam kondisi oversold, pola Three White Soldier terbentuk. Sinyal beli pun dikonfirmasi oleh harga
yang bergerak menembus garis Simple MA 20.

Buka posisi beberapa pip di atas harga high bar Three White Soldiers terakhir, lalu Stop Loss di harga opening bar pertamanya.
Sedangkan untuk target profit bisa ditentukan menggunakan panduan Rasio Risk/Reward sesuai selera Anda.
Evening Star

Pola reversal bearish Evening Star dimulai dengan batang hijau tinggi yang membawa sebuah uptrend ke level yang
lebih tinggi. Market bergerak lebih tinggi pada bar berikutnya, tetapi pembeli baru gagal muncul, menghasilkan
candlestick kisaran sempit. Sebuah celah di bar ketiga melengkapi pola.

Pola ini yang memprediksi bahwa penurunan akan terus ke posisi terendah yang lebih rendah, mungkin memicu tren
turun skala yang lebih luas. Menurut Bulkowski, pola ini memprediksi harga yang lebih rendah dengan tingkat
akurasi 72%.

Abandoned Baby

Pola reversal bullish Abandoned Baby muncul pada level low sebuah downtrend, setelah muncul beberapa batang
candlestick warna merah. Market kemudian bergerak lebih rendah di bar berikutnya, namun tidak ada pembeli baru
yang muncul sehingga membentuk doji dengan range sempit dengan level opening dan closing di harga yang sama.

Celah bullish pada batang ketiga melengkapi pola ini, yang memprediksi bahwa pemulihan akan terus berlanjut ke
level yang lebih tinggi dan mungkin memicu uptrend dengan skala yang lebih luas. Menurut Bulkowski, pola ini
memprediksi harga yang lebih tinggi dengan tingkat akurasi 70%.
Pola reversal strike tiga garis bullish mengukir tiga lilin hitam dalam tren turun. Setiap batang memposting lower
low dan menutup di dekat intrabar low. Bar keempat terbuka bahkan lebih rendah tetapi berbalik dalam bar luar
kisaran lebar yang ditutup di atas tinggi candle pertama dalam rangkaian. Cetakan pembukaan juga menandai
rendahnya bar keempat. Menurut Bulkowski, pembalikan ini memprediksi harga yang lebih tinggi dengan tingkat
akurasi 83%
Two Black Gapping

Image by Julie Bang © Investopedia 2020


The bearish two black gapping continuation pattern appears after a notable top in an uptrend, with
a gap down that yields two black bars posting lower lows. This pattern predicts that the decline will
continue to even lower lows, perhaps triggering a broader-scale downtrend. According to
Bulkowski, this pattern predicts lower prices with a 68% accuracy rate. 5
(POLA CANDLESTICK SINGLE)
Yang termasuk dalam jenis pola candlestick single antara lain:

1. Spinning Top

Sinyal: Bullish atau Bearish tergantung posisi harga Open dan Close pada candle.

Akurasi: Rendah-Moderat.

Ciri khas Spinning Top adalah memiliki dua shadow memanjang di bagian atas dan bawah dengan body yang kecil.
Ketidakpastian antara buyer dan seller menjadi fokus utama dalam candle ini. Grafik ini biasanya dianggap netral, karena
dalam periode tersebut terjadi kebuntuan. Namun, perlu diperhatikan kapan waktu dari Spinning Top ini muncul. Jika muncul
saat uptrend, artinya lebih banyak seller di pasar. Sebaliknya, jumlah buyer yang lebih banyak direpresentasikan oleh Spinning
Top yang muncul saat downtrend.

3. Doji

Sinyal: Konsolidasi.

Akurasi: Moderat-Tinggi.

Formasi Doji

Formasi doji termasuk pola candlestick yang hanya terdiri atas satu candle saja. Doji terbentuk ketika pasar sedang konsolidasi
atau ragu-ragu mengenai arah pergerakan harga selanjutnya. Di sini tampak jelas sentimen bullish dan bearish berada dalam
keadaan seimbang. Antara buyer dan seller saling menunggu pergerakan harga selanjutnya. Pasar berkonsolidasi dan belum
menentukan apakah akan meneruskan pergerakan harga sesuai dengan arah trend sebelumnya, atau akan membuat harga
bergerak ke arah yang berlawanan. Oleh karena itu, doji dianggap sebagai sinyal konsolidasi.

Formasi doji biasanya terbentuk paling tidak beberapa bar setelah harga bergerak naik atau turun. Pada saat itu, ada
ketidakpastian di kalangan pelaku pasar mengenai akan dibawa kemana pergerakan harga selanjutnya. Bisa saja harga
bergerak sesuai dengan arah trend sebelumnya, ataupun berbalik arah. Jadi, formasi doji tidak selalu mengisyaratkan
pembalikan arah trend (trend reversal) tetapi bisa juga mengisyaratkan penerusan trend (trend continuation), tergantung dari
konfirmasi bar candlestick berikutnya.
5 Jenis Formasi Doji

Pada umumnya, ada lima (5) jenis formasi doji, yaitu Doji Star, Long-legged Doji (doji berekor panjang, yang dalam hal ini arah
ekor bisa ke atas atau ke bawah), Gravestone Doji, dan Dragonfly Doji (kebalikan dari Gravestone Doji), dan Four Price Doji.
Berikut ini penampilan masing-masing formasi doji:

5 Jenis Candle Doji

Doji Star

Formasi doji ini paling seimbang. Simpangan harga tertinggi dan terendah hampir sama, sehingga menunjukkan keseimbangan
kekuatan buyer dan seller dalam satu periode. Jika Doji Star terbentuk pada area overbought dari pergerakan uptrend, maka
kemungkinan besar pergerakan harga akan berbalik ke arah downtrend. Sebaliknya, jika Doji Star terbentuk pada area
oversold dari pergerakan downtrend, maka kemungkinan besar pergerakan harga akan berbalik ke arah uptrend.

Long-legged Doji (Doji Berekor Panjang)

Jika formasi Long-legged Doji seperti gambar di atas terbentuk pada pergerakan downtrend, maka kemungkinan besar
pergerakan harga akan berbalik ke arah uptrend. Panjangnya ekor menunjukkan sentimen seller sebelumnya lebih kuat, tetapi
telah berbalik mengikuti buyer. Harga yang telah mencapai level terendahnya dengan cepat berbalik arah. Sebaliknya bisa
terjadi untuk pergerakan uptrend.

Gravestone Doji

Jika formasi ini terbentuk pada pergerakan uptrend, maka kemungkinan besar pergerakan harga akan berbalik ke arah
downtrend. Harga open dan harga close yang sama menunjukkan sentimen buyer sebelumnya sangat kuat, tetapi telah
berbalik mengikuti seller. Harga yang telah mencapai level tertingginya dengan cepat berbalik ke level terendah. Formasi ini
adalah bentuk khusus dari pola candlestick Shooting Star yang biasanya cukup valid.

Dragonfly Doji

Sifatnya mirip dengan Gravestone Doji, tetapi terbentuk pada pergerakan downtrend. Dragonfly Doji menunjukkan
kemungkinan besar pergerakan harga akan berbalik ke arah uptrend. Formasi ini adalah bentuk khusus dari pola candlestick
Hammer.

Four Price Doji

Four Price Doji amat langka terjadi, jika dibandingkan dengan keempat jenis formasi doji lainnya. Bentuknya menyerupai garis
horizontal tanpa ekor sama sekali pada sisi atas maupun bawah body, sedangkan body-nya amat tipis. Four Price Doji hanya
akan muncul jika nilai harga open, high, low, dan close (OHLC) sama persis dalam satu periode pembentukan bar candlestik.
Ada ketidakpastian sempurna (complete indecision) yang bertepatan dengan rendahnya volume perdagangan pada momen
tersebut, sehingga tidak dapat dianggap sebagai indikasi menuju arah trend tertentu.

4. Hammer

Sinyal: Bullish.

Akurasi: Moderat.

Dari poin keempat ini sampai dengan poin ke tujuh, kita akan berkenalan dengan pola candlestick yang memiliki bentuk sekilas
sama. Dibutuhkan ketelitian untuk membacanya. Perhatikan gambar di bawah ini:

Pola Candlestick Hammer dan Hanging Man

Sesuai namanya, pola candlestick Hammer memiliki bentuk seperti palu. Dengan lower shadow yang panjang dan body yang
kecil, pola ini mengindikasikan kondisi reversal bullish (pembalikan harga dari menurun menjadi naik) pada saat downtrend.

Yang perlu diingat, banyak indikasi lain yang perlu diperhatikan sebelum kita gegabah mengambil aksi order buy saat melihat
candlestick Hammer. Antara lain:

Perhatikan panjang lower shadow, apakah 2-3x ukuran body candle yang asli?

Perhatikan sepanjang apa upper shadow. Untuk memenuhi syarat pola Hammer, upper shadow harus sangat kecil atau
bahkan tidak ada sama sekali.

5. Hanging Man

Sinyal: Bearish.

Akurasi: Rendah.

Sekilas mirip, tetapi posisinya tidak sama dengan candlestick Hammer; itulah pola candlestick Hanging Man. Berbentuk seperti
orang yang digantung dan terletak di bagian atas sebuah chart, candlestick Hanging Man menunjukkan sebuah pembalikan
harga bullish menjadi bearish, tetapi akurasinya rendah.

Jangan buru-buru mengambil sikap setelah melihat pola candlestick ini; tunggu dulu bagaimana Close pada candle berikutnya.
Jika harga Close pada candle berikutnya memang lebih rendah lagi, maka dapat mengkonfirmasi kecenderungan reversal
bearish.
6. Inverted Hammer

Sinyal: Bullish.

Akurasi: Rendah.

Ada Hammer, ada pula Inverted Hammer alias palu terbalik. Pola candlestick ini lazimnya menunjukkan sinyal Bullish, karena
meski harga telah jatuh, tetapi buyer masih berhasil menutup sesi dekat dengan harga open. Namun, akurasinya rendah
karena agak kontradiktif. Inverted Hammer memiliki upper shadow lebih panjang dari body yang secara intuitif seharusnya
menginformasikan tekanan seller, tetapi di sini malah mensinyalkan harga akan naik

Inverted Hammer dan Shooting Star

(POLA CANDLESTICK DOUBLE)


Setelah mempelajari pola candlestick single, kita beralih ke pembahasan yang lebih kompleks yaitu pola candlestick double. Di
sini yang kita lakukan adalah memperhatikan tidak hanya 1 ruas body candle, tapi juga penampakan candle di sebelahnya.

Ada banyak sekali pola candlestick double. Dua diantaranya yang paling terkenal memiliki kemiripan dan bersifat "engulfing"
(menelan). Perhatikan gambar di bawah ini:

Pola Candlestick Bullish dan Bearish Engulfing

1. Bullish Engulfing

Sinyal: Bullish.

Akurasi: Moderat.
Ide nama pola candlestick ini muncul dari sifat bull yang "menelan" para bear. Perlu diingat kembali bahwa istilah dalam forex,
bull artinya buyer, bear adalah seller. Bullish Engulfing Candles memberikan sinyal akan terjadinya uptrend, ketika ada candle
bearish yang diikuti oleh candle bullish yang lebih besar.Ini dikarenakan bahwa para bull (buyer) lebih kuat daripada bear
(seller).

2. Bearish Engulfing

Sinyal: Bearish.

Akurasi: Moderat.

Dari namanya tentu kita dapat memperoleh pandangan awal bahwa Bearish Engulfing memiliki sifat yang berkebalikan dengan
candlestick yang kita bahas sebelumnya. Bearish Engulfing mengindikasikan terjadinya downtrend. Hal lain yang perlu
diperhatikan adalah: candle bearish yang lebih besar, akan mengikuti candle bullish yang lebih kecil. Penyebabnya, para seller
sanggup menahan laju buyer.

Pola engulfing candle sering dijumpai saat kita ber-trading forex, baik pada time frame daily atau pada time frame yang lebih
rendah. Trader harian sering kali mengambil keuntungan dari pola ini sebagai sinyal untuk entry. Selain mudah diamati,
probabilitas trading dengan pola engulfing candle cukup tinggi terutama pada keadaan pasar yang sedang trending. Ada 2 jenis
pola engulfing candle yaitu pola bullish engulfing dan pola bearish engulfing.

Bentuk Pola Engulfing Candle

Pola engulfing candle terdiri dari 2 bar candlestick dimana bar terakhir ‘menelan’ (engulf) bar sebelumnya dengan body candle
yang lebih panjang. Pola engulfing ini akan makin valid jika memiliki ekor pendek atau tanpa ekor, karena ekor yang panjang
mencerminkan ketidak pastian arah pergerakan harga atau kecenderungan untuk konsolidasi. Biasanya trader menentukan
validitas pola ini dengan panjang ekor bar yang ‘menelan’ tidak lebih dari 20%-25% keseluruhan panjang body candle-nya.

Trading Dengan Pola Engulfing

Pada pasar yang sedang trending, pola ini mengisyaratkan terjadinya pembalikan arah trend (trend reversal), karena
menunjukkan pergeseran momentum yang kuat dari sell ke buy pada keadaan downtrend, atau dari buy ke sell pada kondisi
uptrend. Semakin kuat trend, semakin tinggi probabilitasnya. Selain itu, pola ini akan lebih akurat pada time frame yang lebih
tinggi.
Trading Dengan Pola Engulfing

A: pola bearish engulfing pada uptrend

B: pola bearish engulfing pada downtrend

C: pola bullish engulfing pada downtrend

D: pola bullish engulfing pada uptrend

Pola Bullish Engulfing

Pola ini adalah sinyal untuk membuka posisi buy. Untuk memperoleh hasil yang akurat, hendaknya dipastikan pergerakan
pasar benar-benar dalam keadaan trending, bukan bergerak sideways atau konsolidasi.

Candle pertama harus bearish candle (warna merah pada gambar di atas) atau doji, dan candle berikutnya (engulfing candle)
harus bullish candle (warna hijau) dengan body yang lebih panjang. Jika engulfing candle "menelan" 2 atau 3 candle
sebelumnya maka probabilitasnya akan lebih tinggi.
Pola Bearish Engulfing

Pola ini adalah sinyal untuk membuka posisi sell. Sama dengan bullish engulfing, untuk memperoleh hasil yang akurat
hendaknya dipastikan pasar benar-benar trending. Candle pertama harus bullish candle (warna hijau pada gambar di atas)
atau doji, dan engulfing candle harus bearish candle (warna merah) dengan body yang lebih panjang. Jika engulfing candle
"menelan" 2 atau 3 candle sebelumnya maka probabilitasnya akan lebih tinggi.

Contoh trading dengan pola engulfing:

Trading Dengan Pola Engulfing

Sebaiknya entry dilakukan setelah engulfing bar terbentuk. Pada contoh pola bearish engulfing diatas, level entry bisa pada
sekitar level terendah bar pertama, dengan stop loss beberapa pip di atas bearish engulfing candle. Target ditentukan dengan
level support atau dengan menggunakan fibonacci retracement atau expansion, sesuai dengan risk/reward ratio yang telah
direncanakan.
3. Tweezer Bottoms dan Tweezer Tops

Sinyal: Reversal, bisa Bullish (Tweezer Bottoms) maupun Bearish (Tweezer Tops).

Akurasi: Moderat.

Selain pola candlestick Engulfing, juga ada pola candlestick Tweezer Bottoms dan Tweezer Tops. Mari kita fokus ke kata
bottom (bawah) dan top (atas) karena kunci dalam membaca pola yang berbentuk seperti jepitan ini ada di sana.

Tweezer Top -Bottom

Tweezer Bottom merupakan situasi ketika satu candlestick bearish kurang lebih sejajar dengan satu candlestick bullish;
keduanya sama-sama memiliki lower shadow panjang, tetapi dengan upper shadow kecil atau tidak ada sama sekali. Tweezer
Bottom juga dapat diikuti oleh doji. Perlu diingat bahwa panjang body pada kedua candle tak harus sama, tetapi nilai Low
harus sama rendahnya. Tweezer Bottom juga dapat diikuti oleh Doji.

Sebaliknya, sebuah grafik candlestick bisa disebut sebagai Tweezer Tops apabila candle bullish bertemu dengan bearish
dengan upper shadow memanjang di bagian atasnya, tetapi lower shadow sangat pendek atau tidak ada sama sekali. Panjang
body pada kedua candle tak harus sama, tetapi nilai High harus sama rendahnya. Sebuah pola candle disebut dengan Tweezer
Top menunjukkan bearish reversal saat terjadi uptrend, sedangkan candlestick Tweezer Bottom adalah pola bullish reversal
ketika downtrend.

4. Pola Candlestick Harami

Sinyal: Reversal, bisa Bullish maupun Bearish.

Akurasi: Moderat-Tinggi.
Dalam bahasa Jepang, Harami bermakna "kehamilan". Disebut demikian karena pola candlestick Harami terbentuk dari dua
candle di mana body (badan) bar kedua selalu berukuran lebih kecil dan berada di kandungan (dalam jangkauan) body candle
pertama.

Bar lebih kecil mengindikasikan pergerakan harga telah mencapai titik nadir dan kemungkinan besar sudah tidak mampu lagi
meneruskan trend terkini. Semakin kecil bar kedua, maka semakin kuat pula prediksi bahwa reversal akan terjadi.

Mengenal Pola Candlestick Harami

Beli murah, jual mahal, biar profitnya maksimal! Supaya kita bisa meraih keuntungan besar tersebut, kita harus tahu di mana
"puncak" dan "lembah" dari pergerakan harga terkini pair-pair forex. Nah, mengenal pola candlestick Harami adalah salah satu
metode terbaik untuk mengidentifikasi titik tertinggi dan terendah tadi.

mengenal pola candlestick harami

Pola candlestick Harami populer digunakan sebagai penanda momen reversal akan terjadi. Misalnya, jika kita sudah bisa
mengidentifikasi di mana "lembah" harga saat ini, maka pola tersebut akan memprediksikan pembalikan haluan arah harga.

Jadi, profit raihan akan meroket bila kita membuka posisi buy di titik rendah tadi berdasarkan sinyal dari pola candlestick
Harami. Begitu juga sebaliknya saat kita membuka posisi (sell) di puncak.
Pengertian Dan Dasar Pola Candlestick Harami

Harami adalah sepotong kata dalam bahasa Jepang yang bermakna "kehamilan". Kenapa bisa begitu? Karena pola candlestick
Harami terbentuk dari dua bar (batang) candlestick di mana body (badan) bar kedua selalu berukuran lebih kecil dan berada di
kandungan (dalam jangkauan) body bar pertama.

harami

Bar lebih kecil mengindikasikan pergerakan harga telah mencapai titik nadir dan kemungkinan besar sudah tidak mampu lagi
meneruskan trend terkini. Semakin kecil bar kedua, maka semakin kuat pula prediksi bahwa reversal akan terjadi.

Satu hal lagi, pola candlestick Harami adalah turunan dari pola candlestick inside bar. Perbedaannya adalah posisi body dan
lower shadow. Harami hanya memperhitungkan posisi body, sehingga posisi shadow bar berikutnya mungkin keluar dari
jangkauan bar awal. lain halnya dengan inside bar di mana lower dan upper shadow bar kedua tidak boleh berada di luar
jangkauan bar pertama.

Aplikasi Praktis Pola Candlestick Harami

Ini dia bagian paling greget, paham teorinya, langsung praktekkan. Sabar dulu, perhatikan beberapa faktor berikut supaya
Anda tidak salah posisi.

Seperti biasa, selalu gunakan timeframe daily (D1) untuk memastikan bahwa sinyal dari si Harami ini legitimate alias valid.
Gunakan paling tidak H4 setelah Anda terbiasa membaca pola candlestick. Di bawah timeframe tersebut tidak disarankan,
karena pola terbentuk dalam frekuensi tinggi dan berpotensi menimbulkan fake signal.

Perhatikan pula di mana garis Resistansi dan Supportnya. Pola candlestick Bullish Harami akurasinya lebih tinggi apabila
mendekati atau menyentuh garis support. Sebaliknya, Bearish Harami valid saat bersentuhan atau mendekati garis resistansi.

Jangan lupa untuk meletakkan Stop Loss beberapa pip di atas upper shadow candle pertama pada bearish Harami. Sedangkan
pada bullish Harami Anda juga sebaiknya meletakkan SL beberapa pip di bawah lower shadow candle pertama.

Perhatikan pada gambar di bawah ini. Lingkaran biru no. 1 menunjukkan candle pertama telah menyentuh area Support, lalu
candle kedua membentuk formasi Bullish Harami. Anda bisa menunggu konfirmasi dari bar ketiga untuk masuk pasar dengan
instant order Buy atau menggunakan Pending Order beberapa pip di sekitar Upper shadow bar kedua Bullish Harami.
cara trading pola candlestick harami

Hanya saja, saat Anda menunggu bar ketiga kemungkinan pasar telah jenuh beli, terutama bila pada kondisi pasar sideways.
Tentukan exit (TP) sesuai dengan manajemen resiko Anda atau tarik garis Resistance terdekat (menggunakan garis fibonacci
atau manual).

Perhatikan, harga kembali menguji batas Support pada lingkaran nomor 2. Candle kedua pada lingkaran tersebut ternyata
hanya mampu ditutup jauh lebih rendah daripada pembukaan candle pertama. Artinya, formasi candlestick Bullish Harami
kembali terbentuk. Setelah formasinya komplit, harga kembali menyembul ke atas meninggalkan area Support.

Sebagai tes uji pemahaman. Coba jelaskan apa yang harus Anda lakukan apabila sinyal Bullish Harami muncul! Selamat ber-
trading!

POLA CANDLESTICK TRIPLE


Kompleksnya candlestick triple membuatnya jarang muncul, tetapi justru karena itu pulalah maka akurasinya lebih tinggi. Pola
candlestick triple yang paling populer diantaranya:

1.Evening Star dan Morning Star

Sinyal: Reversal, bisa Bullish (Morning Star) maupun Bearish (Evening Star).

Akurasi: Tinggi.

Kemunculan Doji (candlestick dengan body yang sangat tipis seperti garis) diantara dua candlestick dengan body panjang
adalah ciri khas utama pola Evening Star atau Morning Star.
Morning Star dan Evening Star

Pada pola candlestick Morning Star, susunan yang muncul adalah bearish candle-doji-bullish candle dan terjadi pada posisi
grafik downtrend. Pola candlestick Morning Star ini mengindikasikan waktunya menjalankan aksi beli (reversal bullish).
Sebaliknya, pola candlestick Evening Star terjadi pada posisi grafik uptrend, dan mensinyalkan waktunya melakukan aksi jual
(reversal bearish). Formasinya adalah bullish candle-doji-bearish candle.

Pada Evening Star dan Morning Star, kita mengecek apakah pembalikan harga akan terjadi dengan melihat apakah candle
ketiga menutup di atas titik tengah dari candle pertama. Perhatikan: penting untuk memastikan bahwa ketiga candle sudah
terbentuk sempurna sebelum mengambil keputusan.

#Bagi trader dengan kiblat formasi candlestick, pola Morning Star dan pola Evening Star dapat dianalogikan sebagai lampu
hijau untuk berburu cuan. Muncul di semua timeframe? Cek. Bisa dipakai di Pair apa saja? Cek. Akurasi tinggi? Cek.
Karakteristik-karakteristik itulah yang membuat kedua pola candle ini perlu dipelajari oleh trader pemula.

Apa Itu Pola Evening dan Morning Star?

contoh pola morning star dan evening star


Pola candlestick Morning Star dan Evening Star terdiri dari 3 candle yang mengisyaratkan pembalikan arah pergerakan harga
(reversal). Kedua pola tersebut memiliki ciri khas posisi candle kedua yang melompat (Gap) dari candle pertama, dengan
badan yang kecil atau berbentuk Doji. Berikut adalah uraiannya:

A. Pola Morning Star

Pola Morning Star berpusat pada candle berbadan kecil atau doji (B) dengan posisi melompat dari candle Bearish (A).
Berikutnya, candle B akan diikuti oleh candle Bullish (C).

contoh pola evening star

Validitas pola Morning Star dilihat dari penutupan harga candle ke-3 (C). Panjang badan candlestick tersebut minimal harus
melebihi setengah panjang candle pertama (A). Morning Star yang valid biasa ditemukan pada ujung tren menurun, karena
mengindikasikan bahwa harga berpotensi tinggi untuk berbalik arah mendaki.

B. Pola Evening Star

Kebalikan dari pola Morning star, pola Evening Star diawali oleh candle Bullish (D) selama tren mendaki. Bakal pokok dari
formasi candle ini adalah candle berbadan kecil atau Doji (E) yang tergelincir dari candle sebelumnya. Formasi komplit setelah
candle ketiga (F) ditutup lebih rendah dari penutupan Doji dan berbadan minimal setengah dari candle pertama.
contoh pola evening star

Bersiaplah untuk mengantisipasi kemungkinan harga terjun jika Anda menemukan pola Evening Star dalam tren yang mendaki
berkepanjangan.

Kenapa Pola Evening Star dan Morning Star Terbentuk?

Sebenarnya, daripada menghafal formasi pola Evening Star atau Morning Star, lebih baik memahami latar belakang kenapa
kedua pola tersebut terbentuk pada chart. Karena dalam kondisi khusus, formasi bisa saja terbentuk tidak sempurna, atau
sedikit melenceng, tapi sinyalnya masih patut dipertimbangkan.

Inti dari formasi "perang bintang" ini adalah bergesernya dominasi kekuatan dari salah satu pihak (Buyer atau Seller) ke pihak
lain, yang dapat diamati dari terbentuknya candle berbadan kecil atau Doji; candle tersebut melompat atau tergelincir dari
tren pergerakan harga.

gap pada pola evening star dan morning star

Misalnya pada chart di atas, candle Doji terbentuk di ujung tren pendakian (uptrend). Artinya, kekuatan Buyer untuk
mendorong harga lebih tinggi mulai berkurang, digantikan oleh tekanan Seller yang semakin bertambah, sehingga harga
rentan mengalami pembalikan menurun. Benar saja, setelah Doji atau "si Bintang" tercetak, dua candle berikutnya ditutup
minus jauh dari pembukaannya alias longsor.
Menurut Steve Nison, pakar analis candlestick, berikut adalah syarat umum pembentukan pola Morning Star dan Evening Star:

Terjadi gap antara candle kedua dengan candle awal.

Candle ketiga memiliki panjang badan minimal setengah dari candle pertama.

Syarat pertama dapat dikecualikan pada pasar Forex. Karena likuiditas pada pasar Forex jauh lebih besar daripada pasar modal
atau komoditas, Gap jarang ditemukan pada chart Pair Forex. Selama candle kedua ditutup dekat dari level pembukaannya
(berbadan kecil) dan berada di penghujung tren, kondisi tersebut sudah cukup memenuhi syarat pembentukan "Bintang" pada
pola Morning Star dan Evening Star.

Sedangkan pada syarat kedua, candle ketiga seharusnya memiliki panjang badan minimal setengah dari candle pertama. Jadi,
jika candle pertama memiliki Range penutupan harga sampai sebesar 50 pip, maka candle ketiga paling tidak punya jarak 25
pip dari Opening ke Closing. Namun, bagaimana jika candlestick ketiga panjang badannya melebihi candlestick pertama?

contoh deviasi pada pola morning star atau pola evening star

Dari contoh chart di atas, pola Morning Star tampak mengalami deviasi karena badan candle pertamanya sangat pendek (Doji),
sedangkan candlestick ketiga panjang badannya jauh lebih besar. Namun bila dicermati, tampak celah besar (Gap Down) di
antara candle awal dan kedua.

Berikutnya, candle kedua membentuk inti dari pola Morning Star dengan ciri khas badan kecil dan munculnya celah di
penghujung trend menurun. Candle ketiga mengokohkan sinyal pembalikan arah dengan badan menjulang tinggi,
meninggalkan penutupan candlestick pertama.

Itu baru teorinya, terus, langkah-langkah trading praktis apa saja yang harus dipersiapkan saat pola Morning Star dan Evening
Star terbentuk?

Bagaimana Cara Trading Dengan Kedua Pola Candlestick Reversal Ini?

Apa saja sih langkah-langkah konkret yang harus trader lakukan saat pola Morning Star dan Evening Star muncul pada chart?
Apa mereka hanya sekedar menekan tombol Buy atau Sell? Tentu saja tidak. Untuk mendapatkan keuntungan profit, ada
beberapa langkah sistematis yang wajib dipersiapkan.
1. Identifikasi dan saring validitas sinyal

Jangan terburu-buru membuka posisi setiap kali pola candlestick reversal seperti Morning Star dan Evening Star muncul. Selalu
ada risiko sinyal palsu untuk diwaspadai. Karena itu, Anda perlu menyiasatinya dengan menggunakan bantuan indikator lain
untuk menyaring kualitas dan akurasi sinyal.

strategi trading pola morning star atau pola evening star

Chart di atas menggunakan indikator Bollinger Bands sebagai indikator pendukung. Perhatikan bahwa sempat terbentuk dua
pola Evening Star, tapi hanya satu pola yang akurasinya tinggi. Pola Evening Star pertama akurasinya rendah, karena terbentuk
saat harga masih bergejolak dan belum membentuk tren kuat. Sedangkan pola kedua sinyal reversalnya lebih baik, karena
terbentuk di penghujung tren mendaki yang bertepatan dengan level Resistance Upper Band pada indikator BB.

2. Tentukan level pembukaan posisi

Setelah mengetahui validitas pola Morning Star atau Evening Star, langkah berikutnya adalah menentukan di titik level berapa
Anda akan mulai mengeksekusi Market Order. Sebenarnyam Entry Rules (peraturan buka posisi) dari kedua pola reversal ini
cukup fleksibel dan beragam, bergantung dari sistem trading masing-masing trader.

Cara termudahnya adalah dengan mencermati harga penutupan pada candle terakhir. Jika panjang badan ketiga lebih besar
dari candle pertama, eksekusi Order Buy atau Sell di kisaran penutupan candle terakhir. Bila panjang candle ketiga lebih
pendek dari candle awal, persiapkan order beli/jual di tengah badan candle terakhir.

3. Tentukan target profit dan batas resiko

Posisi trading terbuka tidak boleh dibiarkan mengambang (Floating) tanpa target, karena harga dapat bergerak bebas di luar
ekspektasi. Untuk mengantisipasinya, Anda harus menetapkan target profit (TP) dan batas resiko (SL).

Menentukan jarak TP dan SL dari titik Entry juga dapat ditetapkan dengan beragam metode bergantung dari sistem trading.
Umumnya, trader menggunakan bantuan rasio Risk & Reward sebagai alternatif andalan.
strategi trading pola morning star atau pola evening star

Batas SL ditentukan beberapa pip di sekitar nilai High candle kedua pola Evening Star sebagai batas Resistance terakhir.
Berikutnya, dengan rasio Risk & Reward 1:2, jarak profit target ditentukan sebesar dua kali lipat dari jarak Entry ke SL. Pada
contoh chart di atas, jarak SL adalah 122 pip, sedangkan TP berjarak dua kali lipat dari SL, yaitu 244 pip.

Plus Minus Trading Dengan Pola Morning Star Dan Evening Star

Kabar baik, pola Evening Star dan Morning star cukup sering muncul pada segala macam Pair (baik Mayor maupun Cross) dan
Timeframe apapun. Jadi, peluang trading dari kedua pola reversal ini memang akan sering bertebaran pada chart. Fleksibilitas
tinggi juga membuat pola-pola tersebut mudah dikombinasikan atau dikembangkan dengan dukungan indikator-indikator lain.

Kabar buruknya, pola Morning Star dan Evening Star dapat pula menjebak trader pemula jika mereka tak berhati-hati dalam
langkah identifikasi penyaringan validitas sinyal. Perlu diingat, meskipun kedua pola reversal ini akurasinya relatif tinggi, tapi
tak ada jaminan bahwa setiap kali pola muncul, posisi yang dibuka akan mendapat keuntungan.

3. Three Inside Up dan Three Inside Down

Sinyal: Reversal, bisa Bullish (Three Inside Up) maupun Bearish (Three Inside Down).

Akurasi: Tinggi.

Pola candlestick yang terakhir dari pembahasan kita adalah Three Inside Up dan Three Inside Down. Keduanya juga
menandakan trend reversal. Polanya adalah bearish-bullish-bullish (untuk Three Inside Up), atau bullish-bearish-bearish (untuk
Three Inside Down).

Three Inside Up terjadi setelah downtrend terbaru dan merupakan sinyal untuk reversal uptrend (pembalikan harga dari
menurun menjadi naik). Candle pertama dalam pola adalah bearish candle dengan tubuh panjang. Selanjutnya diikuti oleh
candle bullish yang melewati setidaknya titik setengah dari candle bearish pertama. Lilin ketiga dan terakhir melewati
setidaknya tinggi lilin bearish pertama.
Pola Candlestick Three Inside Up dan Down

Pola candlestick Three Inside Down adalah kebalikan dari Three Inside Up. Dalam hal ini, pola Three Inside Down adalah
indikator untuk reversal downtrend (pembalikan harga dari naik menjadi menurun) dan terjadi mengikuti uptrend terbaru.
Candlestick pertama dalam pola adalah candle bullish dengan body yang panjang, candle kedua adalah candle bearish yang
melewati setidaknya setengah dari titik candle bullish pertama. Sedangkan candle terakhir harus melewati setidaknya
rendahnya candle bullish pertama.

# Pengertian Candlestick Three Inside Up Dan Three Inside Down

Dari namanya, kita sudah bisa mengetahui bahwa sekilas pola candlestick Three Inside Up dan Three inside down didasarkan
dari pola candlestick Inside Bar. Pola-pola tersebut termasuk dalam kategori pola candlestick reversal. Artinya, kemunculan
kedua pola candlestick tersebut kemungkinan besar akan diikuti oleh pembalikan arah trend secara signifikan.

Three Inside Up mengindikasikan potensi pembalikan arah bullish reversal, di mana harga akan berbalik naik setelah menurun
terus. Sebaliknya, Three Inside Down menandakan kemungkinan pembalikan bearish reversal, di mana harga akan berbalik
turun setelah mendaki terus.

Berikut adalah ciri khas dari terbentuknya pola candlestick Three Inside Up dan Three Inside Down:

Three Inside Down: terdiri dari tiga bar candlestick. Bar kedua memiliki range lebih kecil (inside bar) dan ditutup pada harga
lebih rendah daripada closing Bar pertama. Berikutnya, Bar ketiga ditutup lebih rendah dari opening Bar pertama.

Three Inside UP: Bar kedua memiliki range lebih kecil dan ditutup lebih tinggi daripada closing Bar pertama. Bar ketiga ditutup
lebih tinggi daripada opening Bar pertama.

apa itu pola candlestick three inside up dan three inside down

Kedua pola tersebut dapat digunakan pada segala macam pair; mulai dari pair mayor, minor sampai eksotis. Sedangkan untuk
time frame, optimalnya menggunakan pilihan Hourly atau Daily, atau Minutes jika Anda sudah terbiasa dengan gaya trading
Scalping. Namun, jika Anda termasuk trader pemula disarankan untuk belajar membaca sinyal Three Inside Up dan Three
Inside Down pada pasangan mata uang mayor seperti EUR/USD dan time frame menengah seperti H4 dan Daily untuk
menghindari resiko terkena sinyal palsu.
Strategi Trading Menggunakan Three Inside Up dan Three Inside Down

Hal pertama yang perlu diperhatikan dari pola candlestick ini adalah titik level opening dan closing pada tiap Bar. Bar kedua
idealnya memiliki panjang badan sekitar 40% dari Bar pertama. Kemudian diikuti oleh Bar ketiga dengan penutupan harga
harus lebih rendah daripada harga pembukaan Bar pertama pada Three Inside Down, atau harus lebih tinggi pada Three Inside
Up.

Jangan terburu-buru membuka Order Market selama syarat-syarat formasi terbentuknya candlestick belum terpenuhi untuk
menghindari sinyal palsu. Misalnya seperti contoh berikut:

three inside down fake signal

Tunggu sinyal buka posisi (entry) setelah penutupan harga pada Bar ketiga sesuai dengan syarat formasi candlestick.
Contohnya seperti pada pola Three Inside Down di bawah ini:

strategi trading dengan pola candlestick three inside up


Anda dapat membuka posisi Sell setelah Bar ketiga benar-benar tertutup lebih rendah daripada harga pembukaan Bar
pertama. Berikutnya untuk posisi Stop Loss dan Take Profit bisa mengikuti pedoman rasio risk versus reward Anda atau
mengikuti posisi SL seperti pada gambar di atas.

Untuk skenario pada pola Three Inside Up juga prinsipnya sama. Pasang Order Buy ketika Bar ketiga ditutup lebih tinggi dari
pembukaan Bar pertama. SL dapat menyesuaikan rasio risk vs. reward atau dipasang di sekitar harga terendah Bar pertama.

Two Black Gapping

Bearish Continuation patterns Two Black Gapping muncul setelah puncak dari sebuah uptrend, dengan gap atau celah
turun yang menghasilkan dua bar merah yang menunjukkan posisi terendah lebih rendah.

Pola ini memprediksi bahwa penurunan akan berlanjut ke posisi yang lebih rendah, mungkin memicu downtrend
dengan skala yang lebih luas. Menurut Bulkowski, pola ini memprediksi harga yang lebih rendah dengan tingkat
akurasi 68%.