Anda di halaman 1dari 5

ARTIKEL TENTANG CACINGAN

Oleh : Sonya Dhira Audita (Kelas 1C)


1. DEFENISI
Cacingan adalah salah satu jenis penyakit infeksi yang disebabkan oleh
adanya cacing didalam usus manusia (Mufidah,2012). Cacingan adalah gejala
gangguan kesehatan akibat adanya cacing parasit didalam tubuh. Cacingan sendiri
merupakan salah satu jenis penyakit yang banyak menginfeksi anak-anak.Manusia
merupakan hospes defenitif beberapa nematode usus (cacing perut). Cacingan adalah
segala macam cacing yang hidup parasit dalam lambung serta di dalam pencernaan
manusia (Saydam, 2011).

2. PENYEBAB
Penyebab utama penyakit cacingan yaitu pola kebersihan diri, kebersihan
makanan serta kebersihan lingkungan yang buruk. Penyakit cacingan dapat
disebabkan sebagai berikut:
1. Tangan bersentuhan dengan tinja atau tanah yang mengandung telur cacing
kemudian terbawa ke dalam mulut ketika sedang makan
2. Mengkonsumsi makanan dan minuman yang tidak higienis dimana makanan
dan minuman tersebut sudah terkontaminasi dengan telur cacing
3. Mengkonsumsi daging dan ikan yang tidak dimasak secara matang. Hal ini
dapat terjadi karena kemungkinan adanya cacing dalam tubuh ikan maupun
daging sapi atau daging babi sehingga apabila tidak diolah atau dimasak
secara matang maka cacing yang terdapat di tubuh daging atau ikan tersebut
tidak mati dan ketika daging atau ikan tersebut dimakan, maka cacing yang
terdapat di tubuh daging atau ikan akan dapat berkembang dan hidup di
saluran pencernaan manusia.
4. Bermain ditempat yang kotor dengan tidak memakai alas kaki
5. Telur cacing yang masuk ke hidung ketika tangan yang terkontaminasi telur
cacing kemudian tangan tersebut menyentuh hidung atau jari tangan yang
masuk ke hidung
6. Melakukan aktivitas yang sering bersentuhan langsung dengan tanah tanpa
penggunaan pelindung yang cukup.
7. Kebersihan lingkungan dan sanitasi yang buruk

3. KLASIFIKASI
Beberapa jenis cacing penyebab penyakit cacingan yaitu sebagai berikut:
a. Cacing Pita

Gambar: Cacing Pita pada Usus Manusia


Cacing pita juga dikenal dengan nama Cestodes. Salah satu spesies cacing pita
yang dapat menginfeksi manusia adalah Taenia saginata. Cacing pita atau
Cestoda, dapat dikenali dari bentuknya yang tampak seperti pita yaitu pipih
dengan ruas-ruas pada seluruh tubuhnya. Panjang cacing pita dewasa dapat
mencapai 4,5 hingga 9 meter. Cacing pita memasuki tubuh manusia ketika
tangan bersentuhan dengan tinja atau tanah yang mengandung telur cacing
kemudian terbawa ke dalam mulut ketika sedang makan. Selain itu, cacing
pita juga dapat masuk melalui konsumsi makanan atau minuman yang sudah
terkontaminasi telur cacing. Konsumsi daging babi, sapi ataupun ikan yang
mentah atau dimasak kurang matang juga dapat menyebabkan masuknya
cacing pita ke dalam tubuh manusia.
b. Cacing Tambang

Gambar: Cacing Tambang yang Masuk ke Kulit Manusia


Infeksi cacing tambang adalah penyakit yang disebabkan oleh masuknya
cacing tambang ke dalam tubuh. Terdapat dua jenis cacing tambang yang
sering menyebabkan infeksi pada manusia, yaitu Ancylostoma duodenale dan
Necator americanus. Cacing tambang dalam bentuk larva dan dewasa dapat
hidup dalam usus halus manusia. Infeksi cacing tambang terjadi saat larva
cacing masuk ke dalam tubuh setelah mengonsumsi makanan atau minuman
yang terkontaminasi. Infeksi ini juga bisa terjadi jika cacing tambang masuk
ke dalam tubuh melalui kulit saat bersentuhan langsung dengan tanah yang
terkontaminasi cacing tambang. Cacing tambang dewasa dengan panjang
sekitar 5-13 milimeter dapat menembus kulit, misalnya melalui telapak kaki
yang tidak menggunakan alas, kemudian masuk ke sirkulasi darah dan ikut
terbawa ke dalam paru-paru dan tenggorokan. Jika tertelan, maka cacing akan
memasuki usus. Larva cacing tambang akan masuk ke tubuh saat
mengonsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi. Selanjutnya, larva
cacing tambang akan masuk ke sistem percernaan, berubah menjadi cacing
dewasa dan berkembang biak di usus. Hal ini selanjutnya akan menimbulkan
gejala dan keluhan. nfeksi cacing tambang masih umum terjadi di daerah
iklim tropis dan lembap dengan sanitasi lingkungan yang buruk, termasuk
Indonesia. Telur yang dihasilkan cacing tambang saat berada di usus akan
keluar bersama feses. Pada lingkungan dengan sanitasi yang buruk, feses yang
mengandung telur cacing tambang ini akan mengontaminasi tanah dan air
yang ada di sekitarnya. Cacing tambang merupakan golongan soil transmited
helmint yang dapat hidup di tanah yang lembab, hangat, dan terhindar dari
sinar matahari langsung.

c. Cacing Kremi

Gambar: Cacing Kremi pada Anus Manusia


Cacing kremi adalah infeksi parasit yang menyerang usus besar manusia.
Penularan cacing kremi terjadi melalui sentuhan langsung dengan kulit atau
benda yang terkontaminasi cacing kremi. Cacing kremi berwarna putih dan
halus, dengan panjang sekitar 5-13 milimeter. Infeksi cacing kremi paling
banyak dialami oleh anak-anak usia sekolah. Infeksi cacing kremi umumnya
disebabkan oleh menelan telur cacing kremi yang sangat kecil secara tidak
sengaja. Telur cacing ini sangat mudah menyebar. Bisa melalui makanan,
minuman atau jari yang terkontaminasi. Telur cacing kemudian masuk ke usus
dan berkembang menjadi cacing dewasa dalam beberapa minggu. Telur
cacing kremi yang telah masuk ke dalam tubuh manusia akan menetap dan
menetas di saluran pencernaan. Cacing kremi dapat bertahan dalam usus
manusia hingga 13 minggu. Telur cacing yang berhasil menetas pada lipatan
kulit di sekitar anus, akan masuk kembali ke dalam usus dan menyebabkan
infeksi apabila tidak segera ditangani. Jika telur cacing mencapai anus dan
digaruk, maka telur cacing dapat berpindah ke jari, lalu menyentuh
permukaan benda atau orang lain.

d. Cacing Gelang (Ascaris lumbricoides)

Gambar: Cacing Gelang pada Usus Manusia


Ascariasis adalah infeksi yang disebabkan oleh Ascaris lumbricoides atau
biasa disebut dengan cacing gelang. Cacing gelang adalah parasit yang hidup
dan berkembang biak di dalam usus manusia. Cacing ini berukuran cukup
besar, dengan panjang sekitar 10 -35 cm. Cacing gelang dapat masuk ke
dalam tubuh manusia melalui tanah yang telah terkontaminasi telur cacing.
Telur yang masuk ke dalam tubuh akan menetas di usus dan menjadi larva.
Kemudian, larva akan masuk ke paru-paru melalui aliran darah atau aliran
getah bening. Setelah berkembang di paru-paru selama satu minggu, larva
akan menuju ke tenggorokan. Pada tahap ini, penderita akan batuk sehingga
larva tersebut keluar, atau bisa juga larva kembali tertelan dan kembali ke
usus. Larva yang kembali ke usus akan tumbuh menjadi cacing jantan dan
betina, serta berkembang biak

Anda mungkin juga menyukai