Anda di halaman 1dari 6

BUKU JAWABAN UJIAN (BJU)

UAS TAKE HOME EXAM (THE)


SEMESTER 2020/21.2 (2021.1)

Nama Mahasiswa : MUHAMMAD FARID ANDRIYANTO

Nomor Induk Mahasiswa/NIM : 042624211

Tanggal Lahir : 25/03/1987

Kode/Nama Mata Kuliah : ISIP4130 / PENGANTAR ILMU HUKUM / PTHI

Kode/Nama Program Studi : 50 / ILMU ADMINISTRASI NEGARA

Kode/Nama UPBJJ : 74 / MALANG

Hari/Tanggal UAS THE : SABTU, 10/07/2021

TANDA TANGAN PESERTA UJIAN

Petunjuk

1. Anda wajib mengisi secara lengkap dan benar identitas pada cover BJU pada halaman ini.
2. Anda wajib mengisi dan menandatangani surat pernyataan kejujuran akademik.
3. Jawaban bisa dikerjakan dengan diketik atau tulis tangan.
4. Jawaban diunggah disertai dengan cover BJU dan surat pernyataan kejujuran akademik.

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI


UNIVERSITAS TERBUKA
BUKU JAWABAN UJIAN UNIVERSITAS TERBUKA

Surat Pernyataan
Mahasiswa Kejujuran
Akademik

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama Mahasiswa : MUHAMMAD FARID ANDRIYANTO


NIM : 042624211
Kode/Nama Mata Kuliah : ISIP4130 / PENGANTAR ILMU HUKUM / PTHI
Fakultas : FHISIP
Program Studi : 50 / ILMU ADMINISTRASI NEGARA
UPBJJ-UT : 74 / MALANG

1. Saya tidak menerima naskah UAS THE dari siapapun selain mengunduh dari aplikasi THE pada laman
https://the.ut.ac.id.
2. Saya tidak memberikan naskah UAS THE kepada siapapun.
3. Saya tidak menerima dan atau memberikan bantuan dalam bentuk apapun dalam pengerjaan soal ujian
UAS THE.
4. Saya tidak melakukan plagiasi atas pekerjaan orang lain (menyalin dan mengakuinya sebagai pekerjaan
saya).
5. Saya memahami bahwa segala tindakan kecurangan akan mendapatkan hukuman sesuai dengan aturan
akademik yang berlaku di Universitas Terbuka.
6. Saya bersedia menjunjung tinggi ketertiban, kedisiplinan, dan integritas akademik dengan tidak
melakukan kecurangan, joki, menyebarluaskan soal dan jawaban UAS THE melalui media apapun, serta
tindakan tidak terpuji lainnya yang bertentangan dengan peraturan akademik Universitas Terbuka.

Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya. Apabila di kemudian hari terdapat pelanggaran
atas pernyataan di atas, saya bersedia bertanggung jawab dan menanggung sanksi akademik yang ditetapkan oleh
Universitas Terbuka.

Malang, 10 Juli 2021


Yang membuat pernyataan

MUHAMMAD FARID ANDRIYANTO


BUKU JAWABAN UJIAN UNIVERSITAS TERBUKA

1. Sebagaimana diketahui bahwa terdapat sejumlah potensi masalah dalam UU Cipta Kerja yang jadi sorotan
buruh antara lain, tidak ada pemberian cuti panjang selama dua bulan bagi buruh yang bekerja enam tahun.
Padahal dalam UU Ketenagakerjaan pasal 79 ayat (2), pemberian hak cuti diatur dengan jelas, tidak ada
pembatasan dalam jenis pekerjaan yang bisa dikerjakan pekerja alih daya (outsourcing). Padahal pasal 65 UU
Ketenagakerjaan, outsourcing hanya dibatasi di lima jenis pekerjaan, dan dalam UU Cipta Kerja ini tidak
mengatur batasan durasi pekerja kontrak, padahal dalam UU Ketenagakerjaan, lama bekerja PKWT dibatasi
paling lama tiga tahun.
Pertanyaan:
Analisis saudara terhadap UU Cipta Kerja ini bila dikaitkan dengan Tujuan Hukum menurut Jeremy Bentham?

JAWABAN :

Tujuan hukum menurut jeremy bentham adalah untuk mewujudkan apa yang berfaedah atau yang sesuai
dengan daya guna (efektif).dari teori ini lahir adagium “The greatest happiness for the greatest number” yang
artinya kebahagiaan yang terbesar untuk jumlah uang terbanyak teori ini di sebut sebagai utilitarisme atau teori
utilitas.
Teori utilitas mengajarkan bahwa hanya dalam ketertibanlah setiap orang akan mendapatkan kesempatan
untuk mewujudkan kebahagiaan terbanyak. Teori ini mengagungkan kepastian hukum dan memerlukan
adanya peraturan yang berlaku umum.
Dalam masalah yang

Meski terjadi polemik dalam UU Cipta Kerja, pemerintah tetat bersikeras menganggap bahwa UU Cipta Kerja
memiliki tujuan untuk menyederhakan regulasin yang tumpang tindih pada sektor ekonomi dan investasi, serta
di buat untuk memudahkan masyarakat yaitu terciptanya banyak lapangan pekerjaan karena banyak investor
yang akan berdatangan akan tetapi faktanya faktor penghambat utama adalah permasalahan korupsi dan
inefisiensi birokrasi.UU Cipta Kerja mengabaikan kesejahteraan pekerja dimana revisi yang di lakukan lebih
memihak kepada pemilik modal. Beberapa kebijakan yang tidak memihak kaum buruh adalah seperti tidak ada
pemberian cuti panjang selama dua bulan bagi buruh yang bekerja enam tahun, tidak ada pembatasan dalam
jenis pekerjaan yang bisa dikerjakan pekerja alih daya (outsourcing), tidak mengatur batasan durasi pekerja
kontrak , sehingga tujuan hukum menurut jeremy bentham tidak tercapai, didalam mewujudkan apa yang
berfaedah atau yang sesuai dengan daya guna (efektif).

2. Pada umumnya, manusia memiliki hak dan kewajiban atas sesuatu dalam menjalani kehidupannya serta
melakukan interaksi sosial dengan manusia lain. Di Indonesia hak dan kewajiban setiap warga negara
Indonesia diatur dalam dalam UUD 1945.
Pertanyaan:
a. Bagaimana kedudukan Hak dan Kewajiban setiap Warga Negara Indonesia di dalam UUD 1945?
b. Bagaimana analisis saudara tentang Pasal 28I dengan Pasal 28J UUD 1945 yang mengatur tentang Hak
Asasi Manusia yang harus dilindungi oleh Negara?

JAWABAN :

a. setiap warga negara Indonesia mempunyai tugas dan kewajiban yang diatur melalui   UUD 1945
Berikut hak dan kewajiban warga negara Indonesia.
Hak Warga Negara Indonesia
1. Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak. “Tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan
penghidupan yang layak bagi kemanusiaan” (pasal 27 ayat 2).

2. Hak untuk hidup dan mempertahankan kehidupan. “setiap orang berhak untuk hidup serta berhak
mempertahankan hidup dan kehidupannya”(pasal 28A).

3. Hak untuk membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang sah (pasal
28B ayat 1).

4. Hak atas kelangsungan hidup. “Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan
Berkembang”

5. Hak untuk mengembangkan diri dan melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya dan
berhakmendapat pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya demi
meningkatkan kualitas hidupnya demi kesejahteraan hidup manusia. (pasal 28C ayat 1).

6. Hak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya secara kolektif untuk membangun
masyarakat, bangsa, dan negaranya. (pasal 28C ayat 2).

7. Hak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang
sama di depan hukum.(pasal 28D ayat 1).

8. Hak untuk mempunyai hak milik pribadi Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak
kemerdekaan pikiran dan hati nurani,hak beragama, hak untuk tidak diperbudak. Hak untuk diakui
sebagai pribadi di hadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku
surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apa pun. (pasal 28I
ayat 1).

Kewajiban Warga Negara Indonesia


1) Wajib menaati hukum dan pemerintahan. Tertulis dalam Pasal 27 ayat (1) UUD 1945 berbunyi
"Segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib
menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya".

2) Wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara. Pasal 27 ayat (3) UUD 1945 yang berbunyi,
"Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara”.

3) Wajib menghormati hak asasi manusia orang lain. Di mana tertuang dalam Pasal 28J ayat 1 yang
berbunyi," Setiap orang wajib menghormati hak asai manusia orang lain".

4) Wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang. Tertuang dalam Pasal
28J ayat 2 yang berbunyi menyatakan, “Dalam menjalankan hak dan kebebasannya, setiap orang
wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang dengan maksud untuk
menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak kebebasan orang lain dan untuk memenuhi
tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral, nilai-nilai agama, keamanan, dan ketertiban
umum dalam suatu masyarakat demokratis".

5) Wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara. Tertuang dalam Pasal 30 ayat (1)
UUD 1945 yang menyatakan, “tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha
pertahanan dan keamanan negara”

b. Dalam pasal 28I semua orang mempunyai hak azasi manusia, akan tetapi semua Hak Azazi Manusia di batasi
oleh pasal 28J. Maksudnya pelaksanaan HAM dalam UUD tidak boleh terpisah dengan ketentuan pembatasan
HAM yang terdapat dalam Pasal 28J.
Pasal – Pasal mengenai HAM dalam UUD telah di kunci oleh Pasal 28J tersebut ( ketentuan soal HAM dari
pasal 28A sampai 28I telah di batasi oleh Pasal 28J )

3. Aliran Hukum Positif atau Positivisme Hukum merupakan salah satu aliran dalam filsafat hukum. Aliran ini
memandang perlu memisahkan secara tegas antara hukum dan moral (antara hukum yang berlaku dan hukum
yang seharusnya, antara das sein dan das sollen).
Pertanyaan:
Bagaimana analisis saudara tentang penerapan aliran Positivisme Hukum di Indonesia?

JAWABAN :

Penerapan aliran hukum positivisme di Indonesia tidak bisa berjalan secara penuh, dikarena setiap keputusan
hukum yang ada di masyarakat masih ada yang di pengaruhi oleh moral yang ada dalam masyrakat. Sehingga
penerapan aliran positivisme di Indonesia tidak sepenuhnya.

4. Istilah “Hukum Administrasi Negara” dikenal dalam berbagai literatur bestuur dengan sebutan Hukum Tata
Usaha Negara, Hukum Tata Pemerintahan, Adminstratief Recht, Bestuursrecht (Belanda), Administrative Law
(Inggris) dan Droit Administratief (Prancis). Semua istilah tersebut memberikan makna sebagai “seperangkat
aturan hukum yang menyangkut hubungan hukum antara pemerintah dengan rakyat (individual/badan hukum
perdata) berkenaan dengan penyelenggaraan urusan pemerintahan.

Pertanyaan:
Coba saudara analisis kapankah dapat dikatakan bahwa Pemerintah melakukan tindakan dalam Hukum
Administrasi dan kapan Pemerintah dapat dikatakan melakukan tindakan dalam Hukum Keperdataan.

JAWABAN :

Pengertian tindakan pemerintah dibedakan menjadi dua :pertama pemerintahan dalam arti luas, yaitu
pemerintahan yang terdiri dari tiga kekuasaan yang masing-masing terpisah satu sama lain yaitu legislatif,
eksekutif dan yudikatif.
Pemerintahan dalam arti sempit yaitu badan pelaksana kegiatan eksekutif.
Dalam melakukan aktifitasnya pemerintah melakukan dua macam tindakan , yaitu tindakan biasa
( feitelijkehandelingen ) dan tindakan hukum rechtshandeli-ngen ).
Tindakan hukum pemerintahan adalah tindakan yang dilakukan oleh badan atau pejabat tata usaha negara
dalam rangka melaksanakan urusan pemerintahan.
Tindakan pemerintah memliki beberapa unsur sebagai berikut :
1. Perbuatan di lakukaknoleh pemerintah dalam kedudukanya sebagai penguasa
2. Perbuatan tersebut di laksanakan dalam rangka menjalankan fungsi pemerintahan
3. Perbuatan tersebut dimaksudkan sebagai sarana untuk mmenimbulkan akibat hukum di b idang hukum
administrasi
4. Perbuatan tersebut di lakukan dalam rangka pemeliharaan kepentingan negara dan rakyat.

Tindakan pemerintahan dapat dibagi menjadi dua bentuk yakni tindakan faktual dan tindakan hukum. Berikut
adalah pembagiannya:
a. Tindakan Material , Atau Tindakan Faktual / Perbuatan Konkret, Pasal 1 Angka 8 Jo. Pasal 87 UU
Administrasi Pemerintahan). Tindakan Faktual akan selalu bersegi satu Karena Bersifat sepihak saja.
Tindakan Faktual merupakan tindakan nyata atau fisik yang dilakukan oleh Pemerintahan. Tindakan ini tidak
hanya terbatas pada tindakan aktif saja namun juga perbuatan pasif. Yang dimaksud perbuatan pasif dalam
hal ini adalah pendiaman akan sesuatu hal. Contoh dari perbuatan aktif dari Tindakan Faktual adalah
pembangunan gedung Ppemerintahan. Sedangkan contoh pendiaman / perbuatan pasif adalah membiarkan
jalan rusak. Untuk Tindakan Faktual yang bersifat aktif ia biasanya selalu didahului oleh penetapan tertulis,
sedangkan untuk perbuatan pasif tidak. Tindakan faktual akan selalu bersegi satu karena bersifat sepihak saja.
Oleh karenanya segala jenis Tindakan Faktual masuk ke dalam ranah hukum publik.

b. Tindakan Hukum (Rechtshandelingen) Inilah yang secara teori memiliki implikasi hukum secara administrasi.
tindakan hukum ini ada yang bersegi satu (Eenzijdige) Karena Bersifat sepihak saja. Indroharto menyatakan
bahwa atau Tindakan Administrasi Pemerintahan haruslah selalu bersifat sepihak dan bersegi satu
oleh karena yang masuk ke dalam Ranah Hukum Administrasi (TUN) hanya tindakan hukum sepihak dan
bersegi satu. Sedangkan tindakan hukum yang bersegi dua maka masuk ke dalam perbuatan Hukum Perdata
(Atau Campuran Publik-Perdata).

Anda mungkin juga menyukai