Anda di halaman 1dari 15

Tugas Kelompok ke-3

Week 8, Sesi 12

MATA KULIAH ENTREPRENEURSHIP

Disusun oleh: TEAM 3

DIMAS PUTRANTO NUGROHO - 2440098501

HABIBI - 2440090985

MUHAMAD RAPI ADITIYAN- 2440098691

RISA ANANDITA – 2440100696

STELLA GUNAWAN – 2440093431

KELAS DGEA

PROGRAM STUDI BUSINESS MANAGEMENT UNIVERSITAS BINA NUSANTARA


BINUS ONLINE LEARNING
2021

ENTR6081 - Entrepreneurship
Tugas Kelompok ke-3

Week 8

1. Gunakan ide bisnis yang sudah dikembangkan kelompok Anda sebelumnya. Jelaskan langkah-
langkah dalam menguji prototype yang akan Anda kembangkan. Apa saja yang akan diuji,
bagaimana cara mengujinya, dan langkah apa saja yang akan dilakukan setelah mendapat
feedback?

ENTR6081 - Entrepreneurship
JAWABAN

Sesuai jawaban pada Tugas Kelompok Ke-1 dan Ke - 2. Kelompok kami mengirimkan dua ide bisnis
dari dua sektor yang berbeda, berikut langkah-langkah dalam menguji prototype yang akan
dikembangkan, Apa saja yang akan diuji, bagaimana cara mengujinya, dan langkah apa saja
yang akan dilakukan setelah mendapat feedback.

Ide Bisnis 1
Berdasarkan ide bisnis yang sudah dikembangkan oleh kelompok kami sebelumnya
mengenai Aplikasi Jasa Jahit Online. Berikut tahapan purwarupa (prototype) yang akan diuji,
cara menguji dan langkah yang akan dilakukan setelah mendapat feedback dari prototype ide
bisnis tersebut. Dalam menguji prototype yang akan kami kembangkan dimulai dengan
pengumpulan kebutuhan, melibatkan pengembang dan pengguna sistem untuk menentukan
tujuan, fungsi dan kebutuhan operasional sistem. Adapun langkah-langkahnya dijelaskan
sebagai berikut :

1. Pengumpulan Kebutuhan (Listen To Customer)

Dalam perancangan aplikasi jasa jahit online, ada beberapa permasalahan dan usulan
solusi untuk pemecahan masalah tersebut. Hal ini dijadikan latar belakang dengan adanya
aplikasi ini sehingga dapat menjadi solusi dalam meningkatkan kualitas dan mutu
dalam pengembangan aplikasi. Bisa dilakukan dengan metode wawancara, studi
dokumentasi.
a. Analisis Masalah: Sulitnya pencarian jasa jahit/penjahit yang sesuai dengan
kriteria yang dibutuhkan, keterbatasan penjahit konvensional dalam melakukan
pemasaran penjualan dan meningkatkan pendapatan. Jasa jahit konvensional memiliki
kesulitan dalam waktu penggunaan/pemesanan kebutuhan jasa jahit dan pembayaran
masih dilakukan secara manual.
b. Solusi yang ditawarkan :

ENTR6081 - Entrepreneurship
- GPS Map, aplikasi ini sudah terintegrasi dengan Google Maps guna
memudahkan pencarian lokasi pelanggan dalam penjahit menemui pelanggan
atau mengantar pesanan selesai ke lokasi tujuan pengantaran.
- Booking (pemesanan), pelanggan dapat memesan jasa jahit dan melakukan
pemesanan dari jauh hari sebelum dibutuhkan.
- Layanan pembayaran, dipermudah antara pemilik dan pelanggan dalam
otorisasi proses pembayaran menggunakan kartu kredit, transfer antar bank atau
metode cashless lainnya.
- Up-to-date system, data informasi penjahit yang akurat dan selalu update berkala.

- Mobile based system, aplikasi ini dapat diakses dimana saja dan kapan saja
secara online dari smartphone yang terkoneksi dengan internet.
- User-Friendy Interface, tampilan yang memudahkan pelanggan dalam mengakses
aplikasi dan nyaman saat penggunaannya.

Dalam perancangan aplikasi ini, terdapat beberapa hal yang diperlukan dalam
perancangannya. Adapun kebutuhan tersebut antara lain :

a. Kebutuhan Fungsional yang memiliki keterkaitan langsung dengan sistem.


Kebutuhan fungsional dari aplikasi ini diantaranya: Aplikasi dapat menampilkan
informasi penjahit, aplikasi dapat menampilkan peta lokasi, aplikasi dapat
melakukan pemesanan penjahit, aplikasi dapat melakukan konfirmasi
pembayaran pesanan.
b. Kebutuhan Non Fungsional yaitu tampilan aplikasi yang dapat mempermudah
pengguna dalam pemakaiannya dan mencari informasi, aplikasi dapat
menunjukan rute terpendek menuju lokasi yang dipilih pelanggan, aplikasi
dapat dijalankan diberbagai perangkat mobile yang terkoneksi dengan jaringan
internet.

2. Perancangan, Pengujian dan Revisi Mock-Up

Alur pengembangan sistem aplikasi prototype awal ini tentu masih belum lengkap, akan
tetapi dari prototype awal ini dapat sebanyak mungkin ditemukan kebutuhan pengguna.
Tahapan selanjutnya pada tahap ini menyajikan pemodelan alur dan desain yang dibuat

ENTR6081 - Entrepreneurship
secara singkat. Fokus dari tahap pemodelan menyajikan gambaran alur yang dapat dilihat
seperti contoh tahap pemesanan case diagram terlampir.

Pembentukan prototype awal akan dilakukan secara cepat yang dapat digunakan untuk
memberikan gambaran awal dari sistem aplikasi. Prototype awal pastinya belum
memiliki fungsi yang sempurna dan belum lengkap fitur yang disediakan. Prototype pada
selanjutnya akan semakin baik dan sesuai dengan kebutuhan bisnis.

3. Costumer Test-Drives Mock-up

Dalam aplikasi akan memunculkan contoh mock-up bagian aplikasi : Halaman Utama
Aplikasi, Halaman Utama Pengguna, Halaman Administrator, Halaman Detail Informasi.
Aplikasi ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan pengguna dalam melakukan
pemesanan. Sehingga dengan adanya tahap implementasi aplikasi ini pengguna
dapat memahami alur/jalannya aplikasi “Rancang Aplikasi Jasa Jahit Online Berbasis
Mobile” yaitu dengan detail tujuan :
a. Administrator : Mengelola data pesanan jasa jahit, mengelola data transaksi penjualan,
mengelola data user pengguna aplikasi, mengelola data penjahit. mengelola sistem
pembayaran pesanan, membuat laporan pesanan masuk.

ENTR6081 - Entrepreneurship
b. Pelanggan/Customer : mencari penjahit yang sesuai, melakukan pemesanan jasa jahit,
memeriksa riwayat pemesanan, list pemesanan/transaksi, mengelola data transaksi.

Contoh Mock-Up Halaman Utama Aplikasi

Pada tahap pengujian dan membuat uji coba akan dites ke sepuluh user dengan
pengumpulan data menggunakan kuesioner, dari hasil pengujian tersebut menghasilkan
jawaban sebagai berikut.

ENTR6081 - Entrepreneurship
Pengujian yang dilakukan pada sistem aplikasi ini juga dengan menggunakan Black Box Testing.
Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui apakah fungsi-fungsi, masukan, dan keluaran dari
sistem yang dibangun sudah sesuai dengan spesifikasi sistem yang dibutuhkan.

Dalam pengujian ini akan dilakukan pengujian oleh 4 (empat) tipe pengguna, yaitu: pengujian
sistem oleh pemilik usaha, pengujian sistem oleh karyawan, pengujian sistem oleh pelanggan,
dan pengujian sistem oleh admin. Berikut ini pengujian langkah apa saja yang akan dilakukan
setelah mendapat feedback sistem yang telah dilakukan, diwakilkan dengan menampilkan
pengujian salah satunya pengujian yang dilakukan oleh admin.

Penyerahan prototype akan dilakukan untuk mendapatkan umpan balik dari pemilik bisnis.
Evaluasi pada prototype akan terus dilakukan pada setiap iterasi dan selalu melibatkan pemilik
bisnis. Berdasarkan hasil pengujian dan implementasi yang akan dilakukan, maka pengujian
sistem aplikasi ini setidaknya direncanakan akan dilakukan sebanyak 3 (tiga) kali oleh masing-
masing tipe pengguna sampai akhirnya seluruh fungsi yang diujikan dapat berjalan tanpa ada
gagal sistem. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh fungsi yang tersedia berjalan
dengan baik.

ENTR6081 - Entrepreneurship
Ide Bisnis 2
1. Perancangan Model Bisnis Berbasis Circular Economy Kawasan Peternakan Sapi Perah
Bogor (KSP) telah menerapkan circular economy meskipun belum maksimal. Penenulis
kali ini akan menjelaskan langkah-langkah dalam menguji prototype Circular Business
Model Canvas (CBMC) Kawasan Peternakan Sapi Perah Bogor (KSP)

• Mendefinisikan Maksud dari Pengujian Prototipe


• Memilih Populasi Survei
• Memilih Format Survei
• Mengkomunikasikan Prototipe
• Merefleksikan Hasil dan Proses

2. Apa saja yang akan diuji dalam Perancangan Model Bisnis Berbasis Circular Economy
Kawasan Peternakan Sapi Perah Bogor (KSP) adalah mentransformasikan BMC eksisting
kedalam CBMC dengan cara metode expert judgment yaitu terdiri dari tahap tahap pertama
adalah identifikasi dan menyusun BMC Kawasan Peternakan Sapi Perah Bogor (KSP),
identifikasi Value Proposition Canvas (VPC), merancang CBMC awal, redesain CBMC
yang optimal dengan expert opinion. Pada tahap pertama, dalam mengembangkan CBMC,
peneliti harus melakukan observasi dan pengamatan pada peternakan tersebut. Untuk
mengetahui dan mendapatkan data yang berguna dalam penyusunan CBMC, peneliti
melakukan wawancara mendalam (in-depth interview) dengan menggunakan expert
judgement dengan responden yang memiliki jabatan tinggi dan dianggap mengetahui
segala kondisi dan keadaan di Kawasan Peternakan Sapi Perah Bogor (KSP). Setelah data
terkumpul, maka akan dilakukan penyusunan BMC untuk Kawasan Peternakan Sapi Perah
Bogor (KSP). Pada tahap selanjutnya setelah menyusun BMC, maka dilakukan wawancara
mendalam kepada beberapa perwakilan anggota peternak dengan menggunakn teknik
purposive sampling. Output dari wawancara ini adalah menyusun dan mengidentifkasi
VPC. Setelah itu, dilakukan perancangan CBMC awal. Setelah merancang CBMC, maka
dilakukan indepth interview dengan ahli dibidang peternakan sebagai bahan untuk

ENTR6081 - Entrepreneurship
meredesain CBMC tahap awal. Selanjutnya, setelah diperoleh bahan redesain, maka
dibuatlah redesain dari CBMC dengan menambahkan potensi-potensi yang belum
tereksplor dari koperasi.

Setelah melalui proses tahapan mentransformasikan BMC eksisting ke dalam CBMC


ditemukan beberapa temuan dalam proses pengujian prototype tersbut diantaranya adalah :

1. Value Propositions

Setelah melakukan proses evaluasi melalui Value Proposition Canvas (VPC), maka
diperoleh value propositions baru untuk Kawasan Peternakan Sapi Perah Bogor (KSP),
antara lain; susu segar yang berkualitas; menyediakan bibit sapi unggul; komitmen
menjaga lingkungan; mendukung peternak tradisional

2. Customer Segments

Segmen pelanggan Kawasan Peternakan Sapi Perah Bogor (KSP) tidak ada perubahan,
tetap sama seperti yang ada di BMC saat ini, yaitu anggota peternak sapi yang
terdaftar di Kawasan Peternakan Sapi Perah Bogor (KSP) dan konsumen umum.
Konsumen umum yang dimaksud adalah orang yang mempunyai kebutuhan untuk
membeli barang untuk kebutuhan sehari-hari, orang yang mempunyai kebutuhan untuk
membeli alat dan obat-obatan pertanian dan orang yang mempunyai kebutuhan untuk
membeli material bahan bangunan.

3. Channels

Channels yang digunakan oleh Kawasan Peternakan Sapi Perah Bogor (KSP) juga
tidak mengalami perubahan, tetap sama dengan yang ada di BMC saat ini, yaitu
partnership untuk penjualan susu dan direct selling melalui toko swalayan, toko
material dan bahan bangunan serta toko alat pertanian.

ENTR6081 - Entrepreneurship
4. Customer Relationships

Cara untuk mempererat hubungan baik yang diberikan koperasi terhadap pelanggan
khususnya anggota koperasi antara lain: pelatihan untuk anggota, beasiswa untuk anak
anggota koperasi yang berprestasi, sarana air bersih, kredit biogas, layanan kesehatan
hewan dan inseminasi buatan, dana, kematian anggota, alat pemotong rumput dan
saringan susu serta monitoring ke anggota peternak.

5. Revenue Streams

Pendapatan Kawasan Peternakan Sapi Perah Bogor (KSP) diperoleh dari penjualan
susu, simpan pinjamanggota, menjual pakan ternak, usaha toko swalayan yang menjual
berbagai macam sembako dan barang kebutuhan sehari-hari, toko alat pertanian serta
toko material yang menjual bahan bangunan. Meskipun banyak memiliki usaha lain,
omset yang dihasilkan oleh Kawasan Peternakan Sapi Perah Bogor (KSP) sebagian
besar tetap berasal dari penjualan susu segar.

6. Key Resources

Key resources yang dimiliki oleh Kawasan Peternakan Sapi Perah Bogor (KSP) adalah
physical asset koperasi yang berupa fasilitas koperasi, hewan ternak, gedung, mesin,
reaktor biogas dan kendaraan, intellectual yang berupa data anggota koperasi dan
partnership, human yanitu tenaga kerja terampil yang dimiliki oleh koperasi, serta
berupa sumber daya keuangan (financial).

7. Key Activities

Seperti yang telah dijelaskan dalam BMC eksisting sebelumnya, bahwa Kawasan
Peternakan Sapi Perah Bogor (KSP) memiliki dua jenis aktivitas, yaitu aktivitas di
peternakan dan perdagangan & jasa. Aktivitas peternakan meliputi perawatan ternak,
logistik hasil produksi susu, research and development, uji kualitas susu sapi, uji
laboratorium penyakit hewan ternak, inseminasi buatan, pengadaan dan produksi pakan

ENTR6081 - Entrepreneurship
ternak, perawatan mesin, pengolahan limbah serta pengembangan SDM koperasi.
Sedangkan yang termasuk dalam kategori aktivitas perdagangan dan jasa antara lain,
pelayanan simpan pinjam, menjual pakan ternak, menjual alat pertanian, menjual bahan
material dan bangunan serta menjual sembako dan barang kebutuhan sehari-hari
lainnya yang terdapat dalam toko swalayan milik Kawasan Peternakan Sapi Perah
Bogor (KSP). Aktivitas yang tergolong dalam mendukung kegiatan circular economy
adalah mengolah limbah menjadi biogas dan pupuk.

8. Key Partnerships

Mitra kerja yang dijalin oleh Kawasan Peternakan Sapi Perah Bogor (KSP) yaitu
dengan industri pengolahan susu (PT Indolakto), lembaga penelitian (Sucofindo, BBIB
Singosari dan BPTP Karang Ploso), universitas (Universitas Indonesia dan Institut
Pertanian Bogor, bank (BNI 1946, BNI Syariah dan Bank Bukopin), asuransi (ASYKI,
Jasindo, BPJS), NGO (Hivos), serta dengan komunitas dan supplier yang lain (GKSI,
PT Nurwy Steel, PUSKUD Jabar, Delaval dan PT Prima Agrobisnis). Sheu (2014)
menyatakan bahwa hubungan partnership memainkan peran penting dalam green
supply chain. hal ini dibuktikan oleh Kawasan Peternakan Sapi Perah Bogor (KSP)
yang bermitra dengan organisai Hivos untuk mengelola limbah yang dihasilkan
peternakan agar tidak mencemari lingkungan.

9. Cost structure

Rincian biaya yang dikeluarkan oleh Kawasan Peternakan Sapi Perah Bogor (KSP)
yaitu, biaya tenaga kerja langsung, biaya overhead, biaya operasional termasuk
logistik dan mesin, biaya pemeliharaan dan biaya untuk research and development,
dan biaya subsidi untuk peternak yang membangun reaktor biogas. Biaya subsidi
untuk peternak yang membangun reaktor biogas merupakan biaya insentif untuk
konsumen karena sudah berkontribusi dalam melaksanakan proses circular economy.

ENTR6081 - Entrepreneurship
10. Take-back System

Take-back system atau sistem pengambilan kembali merupakan sistem yang diterapkan
dalam circular economy dengan mengambil kembali barang atau produk, komponennya
atau material yang dapat digunakan kembali/didistribusikan kembali, diproduksi ulang
atau didaur ulang, dimana membutuhkan proses mengumpulkan hal tersebut dari
konsumen . Dalam praktiknya, Kawasan Peternakan Sapi Perah Bogor (KSP)
menerapkan sistem berupa mengambil kembali karung pakan ternak dari pembeli
(anggota peternak) dan menginstruksikan serta memberikan pelatihan & sosialisasi
kepada peternak untuk mengolah limbah peternakan menjadi biogas ataupun pupuk.

11. Adaption Factors

Faktor-faktor yang mempengaruhi Kawasan Peternakan Sapi Perah Bogor (KSP) dalam
melaksanankan circular economy adalah regulasi pemerintah; menciptakan lingkungan
yang bersih; lahan dan tempat yang terbatas; menghemat biaya.

3. Langkah apa saja yang akan dilakukan setelah mendapat feedback adalah meredesain
CBMC yang telah ada dengan opini para ahli (expert opinion). Hal ini dilakukan dengan
tujuan agar Kawasan Peternakan Sapi Perah Bogor (KSP) memiliki bisnis model yang
optimal. Hasil redesain CBMC optimal adalah sebagai berikut :

1. Value Propositions

Nilai yang diberikan oleh koperasi terhadap konsumennya mengalami perubahan.


Perubahan pada CBMC yang optimal antara lain: susu berstandar SNI; menyediakan
bibit sapi unggul berstandar SNI; biogas; pupuk organic; produksi pakan ternak olahan
limbah; mendukung peternak tradisional.

ENTR6081 - Entrepreneurship
2. Customer Segments

Perubahan segmen pelanggan Kawasan Peternakan Sapi Perah Bogor (KSP) dalam
CMBC optimal tidak berbeda jauh dengan CBMC awal. Penambahan segmen
konsumen yaitu wisatawan yang berhubungan dengan rencana pembangunan café
pariwisata, mengingat pamijahan bogor merupakan daerah strategis yang dekat dengan
beberapa wisata alam. Sehingga segmen pelanggan baru pada CBMC optimal antara
lain: anggota koperasi; ibu rumah tangga yang memerlukan sembako dan keperluan
sehari-hari; petani daerah sekitar; masyarakat sekitar yang memerlukan material dan
bahan bangunan; wisatawan.

3. Channels

Channels yang dimiliki oleh Kawasan Peternakan Sapi Perah Bogor (KSP) dirasa
kurang mampu untuk menjaring lebih banyak konsumen. Sehingga perubahan pada
saluran yang dimiliki oleh Kawasan Peternakan Sapi Perah Bogor (KSP) adalah
partnership; direct selling (toko swalayan, toko material & bahan bangunan, toko
perlengkapan pertanian); café pariwisata; online marketplace & media sosial (website,
media sosial).

4. Customer Relationships

Kawasan Peternakan Sapi Perah Bogor (KSP) telah memberikan banyak fasilitas
khusus kepada konsumennya dengan tujuan agar menjaga dan mempertahankan relasi
yang baik. Maka dari itu, dalam CBMC setelah diredesain, blok customer relationship
tidak ada perubahan.

5. Revenue Streams

Perubahan revenue stream pada Kawasan Peternakan Sapi Perah Bogor (KSP) adalah
penjualan susu; impan pinjam anggota; perdagangan dan jasa pakan ternak, toko
swalayan, toko material&bahan bangunan, toko perlengkapan pertanian; penjualan
produk olahan susu: keju, susu RTD, permen susu; café pariwisata.

ENTR6081 - Entrepreneurship
6. Key Resources

Blok key resources sebelum dan sesudah redesain tidak ada perubahan karena sudah
sesuai dengan yang dibutuhkan oleh Kawasan Peternakan Sapi Perah Bogor (KSP).

7. Key Activities

Perubahan aktivitas pada CBMC Kawasan Peternakan Sapi Perah Bogor (KSP) antara
lain: peternakan (perawatan ternak, logistik susu, pengembangan SDM, RnD,
pengolahan limbah, pengadaan bibit dan pakan ternak, maintenance mesin); simpan
pinjam; perdagangan & jasa (jual pakan ternak, jual bahan material, menjual di toko
swalayan, produksi susu RTD, keju, permen susu, mengoperasikan café)

8. Key Partnerships

Mitra kerja Kawasan Peternakan Sapi Perah Bogor (KSP)di CBMC yang baru antara
lain industri Pengolahan Susu; lembaga Penelitian; universitas; bank; asuransi; NGO;
organisasi GKSI; supplier mesin perah; supplier pupuk; supplier tank susu; lembaga
pemerintahan; pengguna produk peternakan.

9. Cost structure

Perubahan biaya yang dikeluarkan oleh Kawasan Peternakan Sapi Perah Bogor
(KSP)semakin beragam, karena bisnis yang dibuka juga semakin beragam pula.
Perubahan biaya dalam CBMC Kawasan Peternakan Sapi Perah Bogor (KSP) yang
optimal antara lain biaya overhead; tenaga kerja langsung; operasional koperasi; RnD
dan Pemeliharan; biaya operasional café; biaya bahan baku; biaya subsidi biogas.

10. Take-back System

Take-back system pada CBMC yang baru adalah servis (kredit biogas, instalasi biogas,
membantu menjualkan produk olahan limbah) dan pelatihan.

ENTR6081 - Entrepreneurship
11. Adaption Factors

Dalam redesain CBMC, blok adaption factors tidak mengalami perubahan, sehingga
tetap dengan empat faktor yaitu, regulasi pemerintah, lahan dan tempat yang terbatas,
melestarikan lingkungan dan menghemat biaya.

Referensi
Lecturer Note
Pengujian Prototype Produk https://pusmeonggroup.wordpress.com/2020/05/18/pengujian-
prototype-produk/
Perancangan Model Bisnis Berbasis Circular Economy . Jurnal Sains Dan Seni ITS Vol. 7,
No. 2 (2018). Mucharromatul Aula, Arman Hakim Nasution, dan Dewie Saktia
Ardiantono. anajemen Bisnis, Fakultas Bisnis dan Manajemen Teknologi, Institut
Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) .
Potret Koperasi Sapi Perah Bogor
http://troboslivestock.com/detailberita/2019/07/01/8/11773/potret-koperasi-sapi-perah-
bogor

ENTR6081 - Entrepreneurship