Anda di halaman 1dari 8

Tugas Kelompok ke-3

Week 9, Sesi 13

MATA KULIAH ENTREPRENEURSHIP

Disusun oleh: TEAM 3


DIMAS PUTRANTO NUGROHO - 2440098501

HABIBI - 2440090985

MUHAMAD RAPI ADITIYAN- 2440098691

RISA ANANDITA – 2440100696

STELLA GUNAWAN – 2440093431

KELAS DGEA

PROGRAM STUDI BUSINESS MANAGEMENT UNIVERSITAS BINA NUSANTARA


BINUS ONLINE LEARNING
2021

ENTR6081 - Entrepreneurship
Tugas Kelompok ke-4

Week 9

1. Gunakan ide bisnis yang sudah dikembangkan kelompok Anda sebelumnya. Apabila
kelompok Anda berniat untuk mencari pendanaan dari investor, pendanaan dari sumber mana
yang akan Anda ambil? Jelaskan alasannya dan hubungan dengan ide bisnis yang dibuat oleh
kelompok Anda!

ENTR6081 - Entrepreneurship
JAWABAN

Ide Bisnis 1

Berdasarkan ide bisnis yang sudah kami susun dan kembangkan sebelumnya untuk mencapai
tahap selanjutnya yaitu mencari pendanaan dari investor, maka sumber pendanaan yang akan
kami coba ambil adalah modal ventura (venture capitalist), karena modal ventura adalah
pembiayaan terhadap perusahaan startup tetapi memiliki potensi yang besar untuk berkembang.
Kami berpendapat bahwa awal bisnis yang dirintis ini merupakan sebuah perusahaan startup
yang masih pemula sehingga membutuhkan dukungan dari perusahaan ventura. Modal ventura
sendiri merupakan sebuah kerja sama yang diwujudkan dalam bentuk investasi disertai dengan
pembiayaan modal dalam perusahaan dengan jangka waktu tertentu. Jangka waktu ini biasanya 5
sampai dengan 10 tahun tergantung dengan kesepakatan. Pembiayaan modal ventura biasanya
berupa pemberian pinjaman modal ke perusahaan startup dalam bentuk penanaman saham
sehingga modal bisa langsung digunakan dan dimanfaatkan.

Hubungan dengan ide bisnis yang kami kembangkan adalah bahwa perusahaan modal atau dana
ventura ini tidak hanya berperan sebagai investor saja namun mereka juga akan ikut terlibat
dalam manajemen dalam bisnis kami dan menjadikan perusahaan yang diberikan dana tersebut
sebagai partner. Pendanaan ventura ini juga akan melibatkan manajemen sehingga ketika ada
masalah terjadi mereka akan ikut membantu memecahkannya. Dengan tergabung dalam
pendanaan ventura ini juga menjadi nilai plus bagi ide bisnis yang kami maka dimasa yang akan
datang kami akan mendapatkan kepercayaan dari bank yang juga berperan sebagai pemberian
modal usaha.

Perusahaan yang menjadi partner modal ventura biasanya usaha kecil atau rintisan yang tentunya
membutuhkan modal dan dana yang besar untuk bisa meningkatkan usahanya. Investor dana
ventura akan menjadi rekan yang membantu dalam pengembangan produk, pengembangan ide,
maupun bisnis supaya menjadi lebih besar lagi. Oleh sebab itu, bisa dipastikan bahwa dengan
adanya keterlibatan dari pemberi dana ventura ini kegiatan dan potensi usaha akan jauh lebih
meningkat. Perusahaan modal ventura tidak hanya membantu dana saja namun sekaligus

ENTR6081 - Entrepreneurship
membantu dari sisi manajemen, dengan begitu biaya pemasaran dan juga biaya produksi bisa
diminimalisir dengan baik sehingga kemampuan bagi perusahaan untuk bisa mendapatkan
keuntungan atau rentabilitas bagi perusahaan semakin meningkat.

Manfaat selanjutnya bisa memasarkan produk lebih efisien. Pada perusahaan startup untuk
pemasaran tidak akan maksimal, namun berkat dana ventura kredibilitas perusahaan akan
menjadi meningkat kemudian bagi produksinya akan menjadi lebih besar lagi sehingga dengan
produk/jasa yang ditawarkan akan melimpah pemasarannya akan menjadi lebih maksimal dan
lebih mudah. Perusahaan ventura juga memupuk pertumbuhan perusahaan startup dan mencari
keuntungan dengan pengembalian investasi (ROI) yang substansial. Untuk mengukur seberapa
sehat startup bisa menggunakan indikator ROE atau Return On Equity yang baik, selain itu bisnis
ini harus memiliki margin yang baik sampai dengan valuasi yang bagus.

Ide Bisnis 2

Perancangan Model Bisnis Berbasis Circular Economy Kawasan Peternakan Sapi Perah Bogor
(KSP) telah menerapkan circular economy dimana akan mengambil langkah pendanaan melalui
LPDB-UMKM, Lembaga Keuangan Mikro Syariah , bantuan dari pemerintah yaitu seperti
Perhutani, BBIB (Balai Besar Inseminasi Buatan) dan menggunakan Take Back System dana
dari anggota koperasi yang merupakan ciri utama dari circular economy.

Mengapa ide bisnis ini mengambil Langkah pendanaan melalui LPDB-UMKM, karena
Perancangan Model Bisnis Berbasis Circular Economy Kawasan Peternakan Sapi Perah Bogor
(KSP) menganut sistem koperasi bagi pelangganya dimana LPDB-UMKM Lembaga pengelola
dana bergulir koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah (LPDB-KUKM) merupakan satuan
kerja yang dibentuk oleh Kementerian Koperasi dan UKM yang menerapkan system pengelolan
keuangan Badan Layanan Umum (BLU), yang meyelenggarakan fungsi :

1. Pelaksanaan penghimpunan pengembalian dana bergulir yang berasal dari pinjaman


program dana bergulir dari KUKM, dana anggaran dari anggaran pendapatan belanja
Negara dan sumber dana lainnya yang sah

ENTR6081 - Entrepreneurship
2. Pelaksanaan pemberian pinjaman dan atau pembiayaan kepada Koperasi da Usaha Mikro
Kecil dan Menengah (KUMKM)

3. Pelaksanaan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan pengelolaan dana bergulir KUMKM

4. Pengkajian dan pengembangan pengelolaan dana bergulir KUMKM

5. Pelaknaaan perbendahraan, akuntansi keuangan serta administrasi umum

6. Pelaksanaan pemekrisaan inter LPDB-KUMKM

7. Pelaksanaan tugas lainnya yang diberikan oleh menteri Koperasi dan Usaha Kecil
Menengah. Dalam kegiatan operasionalnya, LPDB KUMKM melayani KUMKM dengan
mengelola dana bergulir untuk pembiayaan KUMKM yang antara lain berupa

Dalam kegiatan operasionalnya, LPDB KUMKM melayani KUMKM dengan mengelola dana
bergulir untuk pembiayaan KUMKM yang antara lain berupa pinjaman dan bentuk pembiayaan
lainnya yang sesuai dengan kebutuhan KUMKM.

Selain pendanaan melalui LPDB-UMKM, Perancangan Model Bisnis Berbasis Circular


Economy Kawasan Peternakan Sapi Perah Bogor (KSP) juga mengambil Langkah pendanaan
melalui Lembaga Keuangan Mikro Syariah, yang mana langkah ini diambil karena Lembaga
Keuangan Mikro Syariah merupakan lembaga keuagan yang kegiatan utamanya menghimpun
dana masyarakat dalam bentuk tabungan (simpanan) maupun deposito dan menyalurkannya
kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembiayaan berdasarkan prinsip syariah melalui
mekanisme yang lazim dalam dunia perbankan Sehingga bisa dijelaskan bahwa secara konsep,
LKMS adalah suatu lembaga yang di dalamnya mencakup dua jenis kegiatan sekaligus yaitu :

1. Kegiatan mengumpulkan dana dari berbagai sumber seperti: zakat, infaq dan shodaqoh
serta lainnya yang dibagikan atau disalurkan kepada yang berhak dalam angka mengatasi
kemiskinan dan

2. Kegiatan produktif dalam rangka nilai tambah baru dan endorong pertumbuhan ekonomi
yang bersumber daya manusia.

ENTR6081 - Entrepreneurship
Untuk Mengembangbiakkan bibit sapi yang berkualitas Model Bisnis Berbasis Circular
Economy Kawasan Peternakan Sapi Perah Bogor (KSP) bekerjasama dengan investor darisektor
pemerintahan yaitu lembaga penelitian seperti, BBIB (Balai Besar Inseminasi Buatan) Jawa
Barat , Kawasan Peternakan Sapi Perah Bogor (KSP) selalu berupaya untuk mendapatkan dan
mengembangbiakkan sapi yang memiliki produktivitas tinggi. Selain itu, Kawasan Peternakan

Sapi Perah Bogor (KSP) juga telah memiliki rencana untuk mendatangkan sapi perah impor dari
Selandia Baru, namun saat ini masih dalam tahap negosiasi harga agar sapi tersebut juga bisa
dijangkau oleh peternak.

Model Bisnis Berbasis Circular Economy Kawasan Peternakan Sapi Perah Bogor (KSP)
Kerjasama dengan perhutani untuk lahan bertanam rumput. Untuk menjawab permasalah dan
kesulitan yang dialami oleh peternak, Kawasan Peternakan Sapi Perah Bogor (KSP) menjalin
kerjasama dengan Perhutani untuk dapat menyewakan lahannya agar dapat ditanami rumput oleh
peternak. Sehingga apabila musim penghujan,peternak dapat menanam rumput sebanyak-
banyaknya dan bisa menjadipersediaan dikala musim kemarau datang. Selain itu, manfaat yang
dirasakanoleh peternak adalah mereka tidak akan akan kesulitan mencari atau memesan rumput
dari daerah yang jauh apabila musim kemarau. Selain itu Model Bisnis Berbasis Circular
Economy Kawasan Peternakan Sapi Perah Bogor (KSP) Kerjasama dengan perhutani untuk
Memberikan fasilitas logistik untuk pakan ternak. Menjalin kerjasama dengan Perhutani untuk
mengatasi masalah kekuragan rumput terkadang belum menutupi kebutuhan rumput saat musim
kemarau. Kawasan Peternakan Sapi Perah Bogor (KSP) tetap menyediakan kendaraan untuk
peternak agar dapat digunakan untuk menjemput rumput pesanan dari daerah lain.

Model Bisnis Berbasis Circular Economy Kawasan Peternakan Sapi Perah Bogor (KSP)
menggunakan pendanaan juga dari anggota koperasi dengan mode Take-back system atau sistem
yang merupakan ciri utama dari circular economy dimana pengambilan kembali merupakan
sistem yang diterapkan dalam circular economy dengan mengambil kembali barang atau produk,
komponennya atau material yang dapat digunakan kembali/didistribusikan 58 kembali,
diproduksi ulang atau didaur ulang, dimana membutuhkan proses mengumpulkan hal tersebut
dari konsumen (Govindan, 2015).

ENTR6081 - Entrepreneurship
Dalam praktiknya, Kawasan Peternakan Sapi Perah Bogor (KSP) menerapkan sistem ini sedikit
berbeda, dengan kondisi dan alasan sebagai berikut:

1. Kawasan Peternakan Sapi Perah Bogor (KSP) merupakan sebuah koperasi yang memiliki
prisip “dari anggota, oleh anggota dan untuk anggota”.

2. Produk yang saat ini diolah sendiri oleh Kawasan Peternakan Sapi Perah Bogor (KSP)
adalah susu, sapi, pakan ternak. Susu tidak menghasilkan limbah dikarenakan dalam
prosesnya, susu langsung diangkut menggunakan truk ke industri pengolahan susu. Selain
itu, sapi menghasilkan limbah berupa limbah padat dan cair. Yang terakhir adalah pakan
ternak, yang mana mereka mengolah pakan ternak hanya dengan mencampur bahan baku
yang kemudian dikemas dengan karung, sehingga hal yang dapat digunakan kembali
adalah karung.

Berdasarkan gambaran kondisi diatas, Kawasan Peternakan Sapi Perah Bogor (KSP)
memiliki kebijakan dengan memberikan kewenangan kepada anggota peternak agar
melakukan pengolahan limbah sapi perah secara mandiri karena limbah ternak dapat
menghasilkan manfaat untuk peternak. Kawasan Peternakan Sapi Perah Bogor (KSP)
juga memberikan pelatihan kepada peternak bagaimana cara memberdayakan limbah
yang dihasilkan oleh sapi perah. Disamping itu, Kawasan Peternakan Sapi Perah Bogor
(KSP) memberikan fasilitas kredit biogas, instalasi dan susbsidi kapada peternak sebesar
Rp. 2.000.000,- yang membangun reaktor biogas. Ilustrasi dari take-back system yang
dilakukan oleh Kawasan Peternakan Sapi Perah Bogor (KSP) adalah sebagai berikut:

ENTR6081 - Entrepreneurship
Referensi :

Lecturer Note
Pengujian Prototype Produk https://pusmeonggroup.wordpress.com/2020/05/18/pengujian-
prototype-produk/

Perancangan Model Bisnis Berbasis Circular Economy . Jurnal Sains Dan Seni ITS Vol. 7, No. 2
(2018). Mucharromatul Aula, Arman Hakim Nasution, dan Dewie Saktia Ardiantono.
Manajemen Bisnis, Fakultas Bisnis dan Manajemen Teknologi, Institut Teknologi Sepuluh
Nopember (ITS) .

Potret Koperasi Sapi Perah Bogor,


http://troboslivestock.com/detailberita/2019/07/01/8/11773/potret-koperasi-sapi-perah-bogo

ENTR6081 - Entrepreneurship

Anda mungkin juga menyukai