Anda di halaman 1dari 11

PERANAN APLIKASI GOOGLE CLASSROOMSEBAGAI MEDIA

PEMBELAJARAN DARINGSELAMA MASA PANDEMI COVID-19


PADA PELAJARANEKONOMIDI KELAS XI SMAN 1 BUNGA RAYA
Sri Lestari1, Betty Rohayati, S.E2
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau
Email: sri.lestari2215@student.unri.ac.id, bettyrohayati82@gmail.com

Abstrak
SMAN 1 Bunga Raya Siak selama pandemi Covid-19 menerapkan pembelajaran daring sesuai
anjuran dari Kemendikbud. Kelas XI IPS 2 pada mata pelajaran ekonomi juga melakukan kegiatan
pembelajaran secara daring. Siswa melakukan kegiatan pembelajaran ekonomi secara mandiri di
rumah yang dipandu dan dibimbing oleh guru dengan jarak jauh sesuai jadwal pelajaran ekonomi
yang telah ditetapkan. Berdasarkan hal tersebut maka digunakan aplikasi google classroom
sebagai media pembelajaran daring pada pembeljaran ekonomi. Adapun tujuan dalam penelitian
ini yaitu untuk mendeskripsikan dan mengetahui peranan aplikasi google classroom sebagai media
pembelajaran daring selama masa pandemi Covid-19 pada pelajaran ekonomi di kelas XI IPS 2
SMAN 1 Bunga Raya Siak. Penelitian ini merupakan studi deskriptif kualitatif dengan pendekatan
penelitian tindakan kelas (PTK) atau classroom action research. Objek penelitian yaitu siswa
kelas XI IPS 2 SMAN 1 Bunga Raya Siak tahun ajaran 2019/2020 sebanyak 30 orang siswa. Hasil
penelitian yaitu aplikasi google classroom berperan sebagai media pembelajaran daring sehingga
berpengaruh terhadap hasil belajar ekonomi siswa kelas XI IPS 2 SMAN 1 Bunga Raya Siak.
Aplikasi google classroom dapat mempermudah implementasi kegiatan pembelajaran secara
daring selama masa pandemi covid-19 secara efisien dan efektif serta pelaksanaanya dalam
pembelajaran sudah cukup baik

Keywords:Covid-19, daring, google classroom, media, pelajaran ekonomi

Pendahuluan
Belajar bukan hanya sekedar transfer knowledge, namun merupakan suatu proses
yang dialami siswa untuk dapat memahami apa yang dipelajari. Proses inilah yang sangat
penting, di mana ada yang berhasil dan ada pula yang gagal. Keberhasilan suatu
pembelajaran membutuhkan suatu relasi yang harmonis antara pendidik, siswa, media
serta metode-metode yang digunakan dalam pembelajaran.
Indonesia saat ini sedang dilanda oleh wabah penyakit menular Covid-19
(Corona Virus Disease 2019). Penyakit ini telah ditetapkan oleh WHO sebagai pandemi
pada tanggal 11 Maret 2020 karena penularannya yang begitu cepat dan masif. Indonesia
sendiri sudah menetapkan status Kedaruratan Kesehatan Masyarakat seperti tertuang
dalam Undang-Undang No. 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.
Kebijakan yang diambil oleh banyak negara termasuk Indonesia di bidang
pendidikan yaitu dengan meliburkan seluruh aktivitas pendidikan secara tatap muka.
Permasalahan tersebut membuat pemerintah dan lembaga pendidikan terkait harus
menghadirkan alternatif proses pendidikan bagi siswa yang tidak bisa melaksanakan
proses pendidikan pada lembaga pendidikan tatap muka secara langsung.
Proses pembelajaran yang biasanya dilakukan secara tatap muka langsung antara
siswa dan guru di suatu ruangan kelas, kini dengan adanya pandemi maka kegiatan
tersebut tidak lagi memungkinkan. Menteri Nadiem Anwar Makarim menerbitkan Surat
Edaran Nomor 3 Tahun 2020 pada Satuan Pendidikan dan Nomor
36962/MPK.A/HK/2020 tentang Pelaksanaan Pendidikan dalam Masa Darurat
Coronavirus Disease (COVID-19) dimana kegiatan belajar dilakukan secara daring
(online) dalam rangka pencegahan penyebaran coronavirus disease (COVID0-19)
(Menteri Pendidikan, 2020).
Kebijakan yang sedang diterapkan dalam penanganan COVID-19 dan dalam
rangka memutus tali penyebaran virus Covid-19 di Indonesia yaitu kebijakan Pembatasan
Sosial Berskala Besar (PSBB) dimana salah satu aturan PSBB dalam hal pembatasan di
bidang pendidikan yaitupenerapan regulasi pembelajaran daring yang saat ini sudah
ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.
Pembelajaran dalam jaringan atau sering disebut daring menjadi alternatif solusi
agar kegiatan belajar-mengajar tetap dapat terlaksana dan konsep learning from home
atau belajar dari rumah dapat terealisasi dimana pembelajaran daring merupakan jawaban
atas tantangan yang dihadapi dunia pendidikan era pandemi Covid-19 dengan
mengakselerasi pendidikan 4.0 sebagai wujud dari revolusi industri 4.0 dengan
memanfaatkan teknologi informasi.
Pembelajaran daring dapat terlaksana meskipun pendidik dan siswa berada di
tempat yang berbeda. Pembelajaran secara daring menjadi solusi menyelesaikan
permasalahan keterlambatan siswa untuk memperoleh ilmu pengetahuan di masa
Pandemi Covid-19. Hal ini sesuai dengan Depdiknas (2003) bahwa proses pembelajaran
adalah suatu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang memadukan secara sistematis dan
berkesinambungan kegiatan pendidikan baik didalam lingkungan sekolah maupun
kegiatan pendidikan yang dilakukan diluar lingkungan sekolah dalam wujud penyediaan
beragam pengalaman belajar untuk semua siswa.
Pandemi COVID-19 secara tiba-tiba mengharuskan elemen pendidikan untuk
melaksanakan pembelajaran secara daring. Kondisi saat ini mendesak untuk melakukan
inovasi dan adaptasi terkait pemanfaatan teknologi yang tersedia untuk mendukung
proses pembelajaran. Guru dan pendidik sebagai elemen penting dalam pengajaran
diharuskan melakukan migrasi besar-besaran yang belum pernah terjadi sebelumya dari
pendidikan tatap muka tradisional ke pendidikan online atau pendidikan jarak jauh atau
daring. Konsekuensinya, terjadi perubahan media dan cara pembelajaran. Kondisi
tersebut menuntut kemampuan penyesuaian dari tenaga pendidik, tenaga non
kependidikan, siswa, media dan teknologi pendukungnya.
Aktivitas di bidang pendidikan tetap bisa berjalan secara daring menggunakan
media belajar daring seperti google classroom, rumah belajar, zoom, video converence,
telepon atau live chat, Google Meet, Kelas Pintar, Microsoft Office 365 for Education,
Quipper School, Ruangguru, Sekolahmu, Skype, UmeetMe, WebEx, Webinar, Zenius
dan aplikasi belajar lainnya.
Dengan adanya proses pembelajaran daring sesuai instruksi mentri pendidikan,
maka guru harus benar-benar memerhatikan belajar siswa yang dilakukan secara online.
Dalam pembelajaran daring, siswa harus memiliki tanggungjawab personal dalam belajar,
dapat mengontrol sikapnya dalam belajar, menyelesaikan tugas-tugas melalui daring dan
mengoptimalkan gadget yang dimiliki sebagai sumber belajar. Hal inilah yang disebut
sebagai self regulated learning. Self Regulated Learning dapat diartikan sebagai
dorongan bagi siswa untuk mengelola pembelajarannya sendiri, bagaimana ia dapat
memanajemen waktu di rumah, mengatasi hambatan belajar daringnya dan
menyelesaikan tugasnya tepat waktu sehingga dapat meningkatkan aktivitas dan hasil
belajarnya.
Berdasarkan fakta lapangan didapati bahwa salah satu SMA di Siak yaitu SMAN
1 Bunga Raya Siak saat ini selama pandemi Covid-19 menerapkan pembelajaran daring
sesuai anjuran dari Kemendikbud. Kelas XI IPS 2 pada mata pelajaran ekonomi juga
melakukan kegiatan pembelajaran secara daring dimana siswa melakukan kegiatan
pembelajaran ekonomi sesuai jadwal pelajaran yang telah ditetapkan akan tetapi siswa
tidak belajar di sekolah melainkan belajar dari rumah. Siswa melakukan kegiatan
pembelajaran secara mandiri di rumah yang dipandu dan dibimbing oleh guru dengan
jarak jauh.
Berdasarkan fenomena pembelajaran daring tersebut maka dibutuhkan suatu
media yang dapat menghubungkan antara guru dan siswa dalam kegiatan pembelajaran
jarak jauh yang diterapkan. Pada penelitian ini, peneliti memilih aplikasi google
classroom sebagai media pembelajaran daring pada mata pelajaran ekonomi.Pemilihan
aplikasi google classroom dikarenakan aplikasi ini memiliki beberapa keunggulan, antara
lain : proses settingannya cepat, menghemat waktu, dapat meningkatkan kerjasama dan
komunikasi, penyimpanan data terpusat di Google Classroom, dan dapat berbagi sumber
data dengan cepat dan tidak terbatas (Bekti Mulatsih, 2020).
Menurut penjelasan yang disebutkan Puskur (2006), mata pelajaran Ekonomi di
Sekolah Menengah Atas (SMA) merupakan mata pelajaran tentang perilaku dan tindakan
manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang banyak, bervariasi, dan berkembang
dengan sumber daya yang ada melalui pilihan-pilihan kegiatan produksi, konsumsi,
dan/atau distribusi. Mata pelajaran ekonomi diberikan dengan tujuan membekali siswa
sejumlah konsep ekonomi untuk mengetahui dan mengerti peristiwa dan masalah
ekonomi dalam kehidupan sehari-hari terutama yang terjadi di lingkungan setiap
individu/rumah tangga, masyarakat dan negara, membekali siswa sejumlah konsep
ekonomi yang diperlukan untuk mendalami ilmu ekonomi pada jenjang selanjutnya,
membekali siswa nilai-nilai serta etika ekonomi dan memiliki jiwa wirausaha, dan
meningkatkan kemampuan berkompetensi dan bekerjasama dalam masyarakat yang
majemuk, baik dalam skala nasional maupun skala internasional.
Berdasarkan latar belakang dan fakta yang ditemukan maka rumusan masalah
pada penelitian ini yaitu bagaimanakah peranan aplikasi google classroom sebagai media
pembelajaran daring selama masa pandemi Covid-19 pada pelajaran ekonomi di kelas XI
IPS 2 SMAN 1 Bunga Raya Siak?. Adapun tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk
mendeskripsikan dan mengetahui perananaplikasi google classroom sebagai media
pembelajaran daring selama masa pandemi Covid-19 pada pelajaran ekonomi di kelas XI
IPS 2 SMAN 1 Bunga Raya Siak.

Metode
Penelitian ini merupakan studi deskriptif kualitatif dengan pendekatan penelitian
tindakan kelas (PTK) atau classroom action research dengan fokus utama penggunaan
aplikasi google classroom dalam proses pembelajaran ekonomi secara daring. Penelitian
dilaksanakan dari tanggal 22 Juli-26 Agustus 2020.
Rancangan penelitian yaitu membuat kelas di google classroom dengan
mengunggah materi pelajaran serta tugas yang harus dikerjakan siswa secara individual.
Objek penelitian yaitu siswa kelas XI IPS 2 SMAN 1 Bunga Raya Siak tahun ajaran
2019/2020 sebanyak 30 orang siswa yang terdiri dari 17 orang laki-laki dan 13 orang
perempuan. Data dalam penelitian ini yaitu data primer dengan sumber data adalah hasil
belajar siswa kelas XI IPS 2 SMAN 1 Bunga Raya Siak pada mata pelajaran ekonomi.
Parameter penelitian yaitu hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi dengan
menggunakan aplikasi Google Classroom. Peralatan yang digunakan dalam pelaksanaan
penelitian yaitu HP android, laptop serta buku cetak mata pelajaran ekonomi kelas XI
SMA.
Metode pelaksanaan penelitian yaitu secara daring dengan memanfaatkan aplikasi
Google Classroom. Instrument penelitian yang digunakan yaitu berupa soal-soal tes hasil
belajar yang diunggah di google classroom. Teknik pengumpulan data yaitu teknik tes
berupa tugas yang diberikan kepada siswa setelah mempelajari materi yang diberikan di
google classroom sehingga dapat diketahui hasil belajar setelah mendapatkan
pembelajaran melalui google classroom. Teknik analisis data yaitu analisis deskriptif.
Hasil belajar siswa dideskripsikan melalui deskripsi data hasil belajar siswa melalui
pemberian tes hasil belajar.Nilai rata-rata hasil belajar siswa dihitung menggunakan
rumus :
X = Σ𝑥
𝑁
Keterangan:
X = Nilai rata-rata kelas
∑X = Jumlah nilai siswa keseluruhan
N = Jumlah seluruh siswa

Siswa dikatakan berhasil jika hasil belajar telah mencapai nilai ketuntasan belajar yaitu
sebesar 75. Untuk menganalisis data hasil belajar siswa secara keseluruhan maka dihitung
ketuntasan belajar klasikal menggunakan rumus (Trianto, 2011) :
KB = 𝑁𝑆 × 100%
𝑁
Keterangan:
KB = ketuntasan belajar klasikal
NS =jumlah siswa yang memperoleh nilai ≥75
N = jumlah seluruh siswa

Hasil dan Pembahasan


1. Deskripsi Pelaksanaan Penelitian
Lokasi tempat pelaksanaan penelitian atau tempat yang menjadi objek penelitian
yaitu di SMAN 1 Bungaraya yang berlokasi di JL.Sultan Syarif Kasim, Dayang Suri,
Kecamatan Bunga Raya, Kabupaten Siak Provinsi Riau. SMAN 1 Bungaraya merupakan
sekolah yang didirikan pada tahun 2001 dan mulai beroperasi dalam proses pembelajaran
pada tahun 2002.
Sebelum melakukan penelitian, peneliti melakukan observasi serta mengurus
perizinan penelitian atau izin pengambilan data kepada kepala sekolah SMAN 1
Bungaraya yaitu Bapak Iskandar, S.Pd., M.M. dan juga Ibu Betty Rohayati, S.E selaku
guru ekonomi di kelas XI IPS 2.
Pelaksanaan pembelajaran dilakukan secara daring dengan bantuan media
pembelajaran daring yaitu aplikasi google classroom. Peneliti membuat kelas EKONOMI
XI IPS 2 dan seluruh siswa kelas XI IPS 2 sebanyak 30 orang siswa wajib bergabung ke
classroom yang telah dibuat.Melalui aplikasi google classroomini nantinya siswa dan
guru saling berinteraksi dalam kegiatan pembelajaran. Kelas yang dibuat di
classroomdapat dilihat pada gambar 1.
Gambar 1. Kelas EKONOMI XI IPS 2 di classroom

Melalui classroom yang telah dibuat guru menggunggah materi yang akan
diajarkan serta memberikan tugas sesuai tuntutan materi dan siswa bisa mengakses materi
yang diberikan oleh guru serta tugas yang akan dikerjakannya. Selain itu siswa juga
mengisi daftar kehadiran serta mengajukan pertanyaan, mengajukan pendapat dan
interaksi lainnya di classroom tersebut.
Setelah tugas diunggah oleh peneliti yang berperan sebagai guru kemudian tugas
tersebut dikerjakan siswa dengan tulis tangan di kertas double folio dan dikumpulkan
sesuai waktu yang telah ditentukan. Peneliti kemudian memeriksa tugas yang dikerjakan
siswa. Berikut contoh hasil pekerjaan yang telah dibuat siswa dapat dilihat pada gambar
2.

Gambar 2. Tugas yang dikerjakan oleh siswa di kertas dobelfolio


Sebelum melakukan pembelajaran ekonomi secara daring menggunakan
classroom, peneliti juga membuat grup whatsaap kelas EKONOMI XI IPS 2 dimana
melalui grup whatsaap kelas peneliti terlebih dahulu berkenalan kepada seluruh siswa
kelas XI IPS 2 dan memberi petunjuk serta penjelasan proses pembelajaran daring yang
akan dilakukan menggunakan aplikasi google classroom. Siswa diberi kesempatan untuk
memahami terlebih dahulu penggunaan classroom yang akan mereka gunakan sebagai
media pembelajaran daring.
Sebelum pelaksanaan mengajar secara daring, penelititerlebih dahulu membuat
perangkat pembelajaran. Perangkat pembelajaran yang dipersiapkan yaitu berupa rencana
pelaksanaan pembelajaran (RPP). RPP tersebut digunakan sebagai pedoman untuk
mengajar secara daring pada setiap pertemuan. Selain itu peneliti juga menyiapkan materi
yang akan diajarkan serta membuat soal-soal evaluasi. Penyusunan materi pembelajaran
serta soal-soal evaluasi mengacu pada buku paket yang digunakan oleh sekolah yaitu
buku ekonomi untuk siswa SMA/MA Kelas XI karangan Kinanti Geminastiti dan Nelia
Nurlita (2016). Berikut ini merupakan materi yang diajarkan secara daring:

Tabel 1. Materi ekonomi yang diajarkan secara daring


BAB Materi Topik
1 Pendapatan Konsep Pendapatan Nasional
Nasional
Pendapatan perkapita dan distribusi pendapatan nasional

Konsep pertumbuhan ekonomi, indikator pertumbuhan


ekonomi dan teori pertumbuhan ekonomi

2 Pertumbuhan Konsep pembangunan ekonomi, masalah dan kebijakan


ekonomi dan pembangunan ekonomi
pembangunan
ekonomi Konsep ketenagakerjaan, peraturan ketenagakerjaan di
Indonesia dan pangangguran

Upaya meningkatkan kualitas tenaga kerja dan peran tenaga


kerja dalam pembangunan

Jadwal pelaksanaan kegiatan pembelajaran ekonomi secara daring dapat dilihat pada tabel
2.
Tabel 2. Jadwal kegiatan pembelajaran ekonomi secara daring
Kelas Hari Tanggal Pertemuan
XI IPS 2 Rabu 22 Juli 2020 1
Rabu 29 Juli 2020 2
Rabu 05 Agustus 2020 3
Rabu 12 Agustus 2020 4
Rabu 19 Agustus 2020 5
Rabu 26 Agustus 2020 6
2. Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Ekonomi Menggunakan Media
Aplikasi Google Classroom
Hasil belajar pada mata pelajaran ekonomi dilihat dari nilai tugas yang dikerjakan
oleh siswa setelah mendapatkan materi pembelajaran ekonomi yang diunggah di
classroom. Nilai tugas yang diambil terdiri dari 4 tugas yang dijelaskan sebagai berikut:

1. TUGAS 1
Tugas 1 yaitu mencari artikel tentang pendapatan nasional Indonesia dan
membuat kesimpulan dari artikel tersebut. Hasil belajar siswa pada Tugas 1 dapat
dilihat pada tabel 3.
Tabel 3. Hasil belajar siswa (Tugas 1)
Nilai Jumlah Siswa Kriteria Rata-rata Nilai
75 15 Tuntas
80 10 Tuntas 78
85 5 Tuntas

Berdasarkan Tabel 3 diketahui bahwa hasil belajar siswa pada Tugas 1 sudah
mencapai ketuntasan pada seluruh siswa dimana tidak ada satupun yang mendapat
nilai dibawah KKM (75). Rata-rata nilai hasil belajar pada Tugas 1 yaitu sebesar 78
dan tergolong mencapai nilai ketuntasan. Siswa yang mendapatkan nilai 75 yaitu
nilai pada batas KKM memiliki jumlah terbanyak dimana sebanyak 15 orang siswa
mendapatkan nilai 75, kemudian 10 orang siswa mendapatkan nilai 80 serta 5 orang
siswa mendapatkan nilai 85. Berdasarkan hal tersebut maka dapat dikatakan bahwa
hasil belajar siswa dilihat dari rata-rata nilai Tugas 1 dengan menggunakan aplikasi
google classroom sangatefektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata
pelajaran ekonomi.

2. TUGAS 2
Mengerjakan latihan soal evaluasi bab 1 yang terdiri dari soal pihan ganda dan
soal esai. Hasil belajar siswa pada Tugas 2 dapat dilihat pada tabel 4.
Tabel 4. Hasil belajar siswa (Tugas 2)
Nilai Jumlah Siswa Kriteria Rata-rata Nilai
75 2 Tuntas
79 1 Tuntas
80 3 Tuntas
82 1 Tuntas
83 1 Tuntas
86
84 10 Tuntas
85 3 Tuntas
90 2 Tuntas
95 6 Tuntas
97 1 Tuntas

Berdasarkan Tabel 4 diketahui bahwa hasil belajar siswa pada Tugas 2 sudah
mencapai ketuntasan pada seluruh siswa dimana tidak ada satupun yang mendapat
nilai dibawah KKM (75). Rata-rata nilai hasil belajar pada Tugas 2 yaitu sebesar 86
dan tergolong mencapai nilai ketuntasan. Berdasarkan hal tersebut maka dapat
dikatakan bahwa hasil belajar siswa dilihat dari rata-rata nilai Tugas 2 dengan
menggunakan aplikasi google classroom sangatefektif dalam meningkatkan hasil
belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi.
3. TUGAS 3
Mengerjakan latihan soal evaluasi bab 2 yang terdiri dari soal pihan ganda dan
soal esai. Hasil belajar siswa pada Tugas 3 dapat dilihat pada tabel 5.
Tabel 5. Hasil belajar siswa (Tugas 3)
Nilai Jumlah Siswa Kriteria Rata-rata Nilai
75 1 Tuntas
79 2 Tuntas
80 7 Tuntas
82 1 Tuntas
83 2 Tuntas
84 4 Tuntas 84
85 8 Tuntas
86 1 Tuntas
90 2 Tuntas
95 1 Tuntas
100 1 Tuntas

Berdasarkan Tabel 5 diketahui bahwa hasil belajar siswa pada Tugas 3 sudah
mencapai ketuntasan pada seluruh siswa dimana tidak ada satupun yang mendapat
nilai dibawah KKM (75). Rata-rata nilai hasil belajar pada Tugas 3 yaitu sebesar 84
dan tergolong mencapai nilai ketuntasan. Berdasarkan hal tersebut maka dapat
dikatakan bahwa hasil belajar siswa dilihat dari rata-rata nilai Tugas 3 dengan
menggunakan aplikasi google classroom sangatefektif dalam meningkatkan hasil
belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi.

4. TUGAS 4
Membuat ringkasan dari materi konsep ketenaga kerjaan, peraturan
ketenagakerjaan di Indonesia dan pengangguran. Hasil belajar siswa pada Tugas 4
dapat dilihat pada tabel 6.
Tabel 6. Hasil belajar siswa (Tugas 4)
Nilai Jumlah Siswa Kriteria Rata-rata Nilai
75 1 Tuntas
80 24 Tuntas 81
85 5 Tuntas

Berdasarkan Tabel 6 diketahui bahwa hasil belajar siswa pada Tugas 3 sudah
mencapai ketuntasan pada seluruh siswa dimana tidak ada satupun yang mendapat
nilai dibawah KKM (75). Siswa yang mendapatkan nilai 80 memiliki jumlah
terbanyak dimana sebanyak 24 orang siswa mendapatkan nilai 80, 5 orang siswa
mendapatkan nilai 85 dan 1 orang siswa mendapatkan nilai 75. Rata-rata nilai hasil
belajar pada Tugas 4 yaitu sebesar 81 dan tergolong mencapai nilai ketuntasan.
Berdasarkan hal tersebut maka dapat dikatakan bahwa hasil belajar siswa dilihat dari
rata-rata nilai Tugas 4 dengan menggunakan aplikasi google classroom sangatefektif
dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi.
Untuk lebih jelas rata-rata nilai Tugas 1 sampai nilai Tugas 4 dapat dilihat pada
grafik dibawah ini:

Gambar 3. Grafik nilai rata-rata Tugas

Berdasarkan grafik diketahui bahwa rata-rata nilai seluruh tugas siswa mulai dari
Tugas 1 sampai Tugas 4 sudah diatas KKM yang ditetapkan pada mata pelajaran
ekonomi yaitu 75 dimana rata-rata nilai Tugas 1 yaitu 78, rata-rata nilai Tugas 2 yaitu 86,
rata-rata nilai Tugas 3 yaitu 84 serta rata-rata nilai Tugas 4 yaitu 81. Berdasarkan hal
tersebut maka dapat dikatakan bahwa dengan adanya media daring yaitu google
classroom yang digunakan dalam proses pembelajaran ekonomi secara daring berperan
dalam tingginya hasil belajar yang didapatkan oleh siswa dan hal ini menandakan bahwa
aplikasi google classroom efektif digunakan sebagai media pembelajaran daring pada
mata pelajaran ekonomi. Keefektifan pembelajaran ekonomi secara daring menggunakan
aplikasi google classroom dilihat dari tingginya rata-rata nilai hasil belajar yang diperoleh
siswa setelah mendapatkan materi pembelajaran melalui aplikasi google classroom.
Penggunaan aplikasi google classroom dapat memudahkan siswa belajar secara
efektif dan efisien khususnya di masa pandemi covid-19 yang mengharuskan siswa
belajar dari rumah atau learn from homesecara daring sehingga pembelajaran yang
dilakukan yaitu berbasis e-learning. Efektif dan efisien disebabkan pendidik dapat
membuat kelas, memberikan tugas, dan berkomunikasi melalui media google
classroomini serta pengelolaan yang lebih baik dimana siswa dapat melihat tugas di
halaman Tugas, di aliran kelas, atau di kalender kelas. Semua materi tersebut dapat
disimpan dalam folder Google Drive (Sukmawati, 2020).
Aplikasi google classroom menjadi salah satu media daring yang sangat berperan
sebagai penghubung atau penyambung agar kegiatan pembelajaran dengan jarak jauh
dapat terlaksana. Hal ini sejalan dengan pernyataan Yuda Darmawan (2019) yang
mengatakan bahwa penggunaan aplikasi google classroom bertujuan agar mempermudah
siswa untuk belajar secara efektif dan efisien, aktif, menciptakan susasana pembelajaran
yang baru dan memperkenalkan siswa pembelajaran daring.
Tingginya hasil belajar ekonomi siswa dengan penggunaan media aplikasi google
classroom disebabkan karena google classroom mempermudah siswa dalam belajar.
Pembelajaran daring membutuhkan suatu media yang dapat mempermudah siswa dalam
melakukan kegiatan pembelajaran dan melalui google classroom siswa dapat dengan
mudah mengakses materi ekonomi yang diunggah oleh guru dalam bentuk file word, pdf,
ppt bahkan video di classroom. Siswa dapat mengunduh materi yang diberikan oleh guru
di google classroom sebagai referensi siswa dalam belajar dan siswa dapat mengkajinya
secara berulang-ulang sampai siswa mengerti dan paham. Jika siswa ada yang tidak
paham atau kurang paham maka siswa dapat mengajukan pertanyaan di kolom komentar.
Siswa lain yang paham juga dapat menjawab pertanyaan teman yang kurang paham serta
guru pun dapat menjawab serta menjelaskan kembali secara detail. Hal ini dapat
membuka ruang interaksi atau diskusi antar pengajar dan siswa terkait materi yang
sedang dibahas. Dengan penggunaan google classroom cukup efektif melengkapi
implementasi pembelajaran daring bagi siswa yang disesuaikan seperti kegiatan
pembelajaran tatap muka secara langsung seperti biasanya dimana dengan adanya google
classroom memungkinkan terjadinya ruang kelas di dunia maya. Hal ini sejalan dengan
pendapat Bekti Mulatsih (2020) yang mengatakan bahwa google classroom dirancang
untuk mempermudah interaksi guru dan siswa dalam dunia maya.
Penggunaan aplikasi google classroom sebagai media daring pada mata
pelajaran ekonomi dapat mengefektifkan kegiatan pembelajaran dimana siswa dapat
mengunduh berbagai macam materi yang diberikan oleh guru sebagai referensi untuk
belajar sehingga siswa dapat memahami materi dengan baik serta membuat siswa merasa
senang karena adanya kemudahan dalam mengakses materi pelajaran dan hal ini juga
dapat menambah referensi siswa pada materi ekonomi. Mengingat pengaruh positif yang
diberikan dari penggunaan aplikasi tersebut, maka google classroom baik digunakan
dalam pembelajaran daring pada masa wabah covid-19 saat ini.
Melalui aplikasi Google Classroom diasumsikan bahwa tujuan pembelajaran
akan lebih mudah direalisasikan dan sarat kebermaknaan sehingga informasi dapat
sampai secara tepat dan akurat kepada siswa. Dengan adanya pembelajaran daring maka
siswa dituntut untuk dapat belajar secara mandiri dan tidak lepas dari pantauan guru
tentunya karena sesuai perkembangan zaman saat ini kemandirian siswa dalam belajar
sangat dibutuhkan dalam manajemen belajarnya sehingga dapat meningkatkan mutu dan
kualitas pendidikan dengan fokus student center.
Siswa yang tidak bersungguh-sungguh dalam mengikuti pembelajaran secara
daring di masa pandemi Covid-19 akan mengalami ketertinggalan yang berarti bagi
proses belajarnya, sehingga dengan adanya pemanfaatan aplikasi Google Classroom akan
dapat membantu siswa memanajemen kegiatan belajarnya secara mandiri di rumah
dengan mengakses materi yang diberikan guru serta memahami dan mempelajarinya,
kemudian mengerjakan tugas yang diberikan sesuai dengan waktunya sehingga hasil
belajar yang didapatkan pun maksimal.
Siswa dapat terbiasa belajar mandiri secara online dengan memanfaatkan media
daring yaitu aplikasi Google Classroom sehingga secara tidak langsung berperan dalam
peningkatan literasi teknologi siswa yang sangat diperlukan di era revolusi industri 4.0
dengan ciri khas pemanfaatan teknologi di berbagai bidang khususnya di bidang
pendidikan. Pemanfaatan Google Classroom sebagai media pembelajaran daring menjadi
support system dalam kegiatan pembelajaran yang berbasis teknologi di zaman ini dan
dapat mengembangkan kemampuan siswa yang berpengaruh terhadap meningkatnya hasil
belajar yang didapatkan. Hal ini sejalan dengan pendapat Maskar dan Wulantina (2019)
bahwa melalui Google Classroom membuat proses pembelajaran menjadi menarik,
efektif, menumbuhkan motivasi, menumbuhkan sikap belajar mandiri, aktif, dan kreatif.
Selain itu, metode ini juga dapat meningkatkan pemahaman dan hasil belajar siswa.

Kesimpulan dan Saran


Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa aplikasi google classroom
berperan sebagai media pembelajaran daring sehingga berpengaruh terhadap hasil belajar
ekonomi siswa kelas XI IPS 2 SMAN 1 Bunga Raya Siak.Aplikasi google classroom
dapat mempermudah implementasi kegiatan pembelajaran secara daring selama masa
pandemi covid-19 secara efisien dan efektif serta pelaksanaanya dalam pembelajaran
sudah cukup baik.
Saran yang dapat peneliti rekomendasikankepada peneliti selanjutnya yaitu agar
dapat meneliti mengenai respon siswa terhadap pembelajaran daring menggunakan
aplikasi google clasroom pada mata pelajaran ekonomi melalui pemberian kuisioner
penilaian kepada siswa sehingga diketahui efektivitas aplikasi google classroom dalam
pembelajaran daring di masa pandemi Covid-19.

Daftar Pustaka

Arikunto, 2012. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Bumi Aksara, Jakarta

Auliyana, 2015. Penerapan Google Classroomsebagai Media Pembelajaran pada


Pelajaran Kimia SMK Negeri 2 Temanggung. Skripsi. Fakultas Teknologi
InformasiUniversitas Kristen Satya Wacana. Salatiga.

Bekti Mulatsih, 2020. Penerapan Aplikasi Google Classroom, Google Form, dan
Quizizz dalam Pembelajaran Kimia di Masa Pandemi Covid-19. Jurnal
Karya Ilmiah Guru,1(5), 17-26

Depdiknas, 2003. Undang-undang RI No.20 tahun 2003 tentang sistem


pendidikan nasional. Depdiknas, Jakarta

Hardiyana,2015. Implementasi Google Classroom sebagai Alternatif dalam


Meningkatkan Mutu Pembelajaran di Sekolah. Karya Tulis Ilmiah.
Cirebon : SMA Negeri 1 Losari.

Maskar, S., dan Wulantina, 2019. Persepsi Peserta Didik terhadap Metode
Blended Learning dengan Google Classroom. Jurnal Inovasi Matematika,
1(2), 110-121.

Puskur, 2006.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Depdiknas, Jakarta

Sukmawati. 2020,Implementasi Pemanfaatan Google Classroomdalam Proses


Pembelajaran Online di Era Industri 4.0. Jurnal Kreatif Online, 1(8), 39-46

Trianto, 2011. Model Pembelajaran Terpadu. Bumi Aksara, Jakarta

Yuda Darmawan, 2019. Penggunaan Aplikasi Google Classroomdalam Upaya


Meningkatkan Hasil Belajar Matematika pada Siswa Kelas X IPS 3 SMA
Batik 2 Surakarta. Artikel Ilmiah, 1-15