Anda di halaman 1dari 5

EVALUASI AKADEMIK

LATSAR CPNS TAHUN 2021


ANGKATAN LXXXV/85 KELOMPOK 3

No Soal Jawaban
1 Mendeskripsikan Rumusan kasus dan/atau masalah pokok :
rumusan kasus dan/ Masalah pokok : Pelayanan kesehatan yang kurang optimal dan
atau masalah kurang berkualitas.
pokok, aktor yang Rumusan kasus yang terjadi :
terlibat dan persan  Masih rendahnya kualitas kesehatan masyarakat yang terlihat
setiap aktornya pada Renstra Kemenkes, dengan
berdasarkan masih tingginya Angka Kematian Bayi (AKB): 32/1000
konteks deskripsi kelahiran hidup (2005), Angka
kasus. Kematian Ibu melahirkan (AKI): 262/100.000 kelahiran
(2005), dan Usia Harapan Hidup
(UHH): 69 tahun
 Kualitas kesehatan masyarakat pada wilayah Kawasan Timur
Indonesia (KTI) nampak sekali ketimpangannya, ditambah
masih rendahnya strata ekonomi dan
pendidikan
 SDM Kesehatan kurang efisien, efektif, dan
profesionaliesme dalam menanggulangi permasalahan
kesehatan
 Masih lemahnya kemampuan SDM Kesehatan dalam
membuat perencanaan pelayanan kesehatan serta sikap
perilaku mereka dalam mengantisipasi permasalahan
kesehatan yang terjadi yang tidak
sesuai dengan harapan masyarakat, misalnya masih tingginya
tingkat penyalahgunaan wewenang, masih adanya praktik
KKN, serta masih lemahnya tingkat
pengawasan terhadap kinerja aparatur pelayanan publik
dalam pelayanan kesehatan
 Adanya Tenaga Kesehatan yang tidak
mengerjakan tugas yang seharusnya mereka kerjakan, serta
mengerjakan sesuatu yang seharusnya bukan
wewenangnya/kompetensinya.

Aktor yang terlibat :


 Tenaga kesehatan, perannya yaitu masih adanya tenaga
kesehatan Indonesia yang kurang efisien, efektif, dan
profesinal dalam menjalankan tugasnya baik di Rumah Sakit,
Puskesmas, dan Jaringannya
 Beberapa tokoh dan pakar terkait pelayanan tenaga kesehatan
yang berperan agar tenaga kesehatan lebih baik dan
professional, seperti Daniel Goleman yang memaparkan
tentang Emotional Intelligence serta Arief Rachman tentang
Nilai-Nilai moral dan Etika bagi Profesional Kesehatan
 Majelis Kode Etik Profesi, berperan sebagai badan untuk
menangani pelanggaran yang dilakukan oleh
para pelaku pelayanan agar tidak terlalu merugikan pengguna
pelayanan
2 Melakukan analisis A. Bentuk penerapan dan pelanggaran
terhadap : A.  SDM Kesehatan kurang efisien, efektif, dan
Bentuk penerapan profesionaliesme dalam menanggulangi permasalahan
dan pelanggaran kesehatan
terhadap nilai-nilai  Masih lemahnya kemampuan SDM Kesehatan dalam
dasar PNS, dan membuat perencanaan pelayanan kesehatan serta sikap
Pengetahuan perilaku mereka dalam mengantisipasi permasalahan
tentang kedudukan kesehatan yang terjadi yang tidak
dan peran PNS dan sesuai dengan harapan masyarakat, misalnya masih tingginya
NKRI oleh setiap tingkat penyalahgunaan wewenang, masih adanya praktik
aktor yang terlibat KKN, serta masih lemahnya tingkat
berdasarkan pengawasan terhadap kinerja aparatur pelayanan publik
konteks deskripsi dalam pelayanan kesehatan
kasus. B. Dampak  Adanya Tenaga Kesehatan yang tidak
tidak diterapkannya mengerjakan tugas yang seharusnya mereka kerjakan, serta
nilai-nilai dasar mengerjakan sesuatu yang seharusnya bukan
PNS dan wewenangnya/kompetensinya.
pengetahuan Tenaga kesehatan yang diasumsikan sebagai PNS ini, tidak
tentang kedudukan memberikan nilai dasar sebagai PNS yang baik, dimana mereka tidak
dan peran PNS memberikan pelayanan publik yang baik, seperti halnya tidak
dalam NKRI mengerjakan tugas yang seharusnya mereka kerjakan, serta
berdasarkan mengerjakan sesuatu yang seharusnya bukan
konteks deskripsi wewenangnya/kompetensinya hal ini dapat merugikan kepada
kasus klien/pasien. Selain itu, mereka juga tidak melakukan manajemen
ASN yang baik, seperti halnya tidak melakukan kewajiban yang
seharusnya dikerjakan sebagai tenaga kesehatan. Dan juga karena
masih lemahnya tingkat pengawasan terhadap kinerja aparatur
pelayanan publik dalam pelayanan kesehatan, hal ini membuktikan
bahwa whole of government tidak optimal.

B. Dampak
 Penurunan potensi kinerja dari tenaga kesehatan, sehingga
berdampak pada penurunan kualitas kesehatan secara
keseluruhan
 Pelanggaran kode etik dan kode perilaku ASN, serta
pelanggaran kode edtik profesi
 Kurangnya kepercayaan dari masyarakat untuk mendapatkan
pelayanan kesehatan
 Hilangnya integritas dan profesionalisme dalam bekerja demi
mementingkan kepentingan pribadi
 Pencapaian Renstra kemenkes yang tidak optimal
3 Mendeskripsikan  Peningkatan nilai profesionalitas tenaga kesehatan saat
gagasan-gagasan pendidikan formal maupun nonformal. Contohnya profesi
alternatif dokter, yaitu pada saat pendidikan preklinik, maupun klinik.
pemecahan Tidak hanya menitikberatkan pada bidang akademik, tetapi
masalah attitude juga perlu masuk dalam penilaian agar dapat
berdasarkan meningkatkan profesionalitas yang beretika. Seperti halnya
konteks deskripsi penambahan bobot SKS-nya atau pokok bahasannya pada
kasus beberapa mata ajar tertentu, antara lain; Ilmu Etika, dengan
tambahan Pokok Bahasan Etika Terapan (Applkied Etichs)
yang berkaitan dengan Moral, Sikap, dan Perilaku; serta perlu
penambahan muatan lokal tentang Kebudayaan, Adat istiadat
setempat karena tenaga kesehatan terjun langsung ke
lapangan bertemu masyarakat.
 Tenaga Kesehatan lebih menerapkan, mengaplikasikan,
menghayati, memahami, kode etik profesinya. Karena, etika
profesi lebih bersifat moral, dibutuhkan sikap dan perilaku
yang handal dan profesional bagi seluruh SDM-nya.
 Pemberian contoh yang teladan dari tingkat pimpinan yang
tertinggi, sampai pada lapisan terbawah, atau petugas
lapangan.
 Pendidikan formal bagi para pelaku pelayanan kesehatan
yang terdapat pada Badan Pengembangan dan Pemberdayaan
SDM Kesehatan Depkes RI melalui Pusat Diknakes yang
diselenggarakan oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah,
TNI/Polri, dan Swasta, sebaiknya kurikulum yang ada pada
saat ini perlu ditambahkan tentang etika dan profesionalitas
 Adanya sanksi yang tegas bagi tenaga kesehatan yang
melanggar, berupa teguran, sanksi disiplin, pencabutan STR,
bahkan pemberhentian kerja untuk menimbulkan efek jera
4 Mendeskripsikan Konsekuensi penerapan dari alternatif gagasan yaitu :
konsekuensi  Pendidikan tenaga kesehatan yang lebih lama atau bobot
penerapan dari pembelajaran yang lebih banyak sehingga lebih padat
setiap alternatif  Pimpinan yang selalu bekerja secara baik dan optimal
gagasan  Pihak pemberi sanksi harus bersikap jujur, adil, dan tegas
pemecahan
masalah
berdasarkan
konteks deskripsi
kasus.

Anda mungkin juga menyukai