Anda di halaman 1dari 11

PETUNJUK TEKNIS

PEMANTAPAN
MODEL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
DALAM PENANGGULANGAN KEBAKARAN
DENGAN SISTEM BALAKAR

OLEH :

TIM PELAKSANA

Proyek : Pengembangan Teknologi

Permukiman dan Perkotaan

Kode : 08/KPTS/Lm.09.01/2004

BALAI SAINS BANGUNAN

PUSAT LITBANG PERMUKIMAN


PETUNJUK TEKNIS MODEL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
DALAM PENANGGULANGAN KEBAKARAN
DENGAN SISTEM BALAKAR

1. Pendahuluan

Di negara berkembang seperti Indonesia, program pemberdayaan masyarakat


tampaknya sudah menjadi sebuah kewajiban, mengingat peran serta masyarakat
dalam setiap proyek kegiatan dapat memberikan banyak manfaat. Proyek
kegiatan dengan peran masyarakat dapat meningkatkan atau memperbaiki nilai
efisiensi dan efektifitas proyek kegiatan, bila proyek kegiatan tersebut dirancang
secara tepat.

Penyusunan Petunjuk Teknis ini dimaksudkan untuk dapat dijadikan petunjuk


dalam menyusun, menyiapkan, dan merencanakan proyek kegiatan yang
menyertakan masyarakat dalam menanggulangi dan memperkecil kejadian
kebakaran.

2. Ruang Lingkup

Konsep Petunjuk Teknis Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pencegahan dan


Penanggulangan Kebakaran dengan system Balakar, mencakup :

2.1. Peran Serta Masyarakat :


 Persiapan Sosialisasi “ Peran Serta Masyarakat Dalam Pencegahan
dan Penanggulangan Kebakaran dengan Sistem Balakar”.
 Pelaksanaan Sosialisasi “ Peran Serta Masyarakat Dalam
Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran dengan Sistem
Balakar”.

1
2.2. Pembentukan Organisasi BALAKAR di Masyarakat
 Persiapan Pembentukan Organisasi BALAKAR Masyarakat
 Pelaksanaan Pembentukan Organisasi BALAKAR Mayarakat melalui
Simulasi Organisasi BALAKAR Masyarakat.

2.3. Acuan Normatif

Konsep Petunjuk Teknis Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pencegahan


dan Penanggulangan Kebakaran dengan Sistem Balakar disusun
dengan merujuk atau mengacu kepada :

 UU No. 4 tahun 1992 tentang Perumahan dan Permukiman


 UU No. 24 tahun 1992 tentang Penataan Ruang
 UU No. 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah
 UU No. 28 tahun 2002 tentang Undang-undang Bangunan Gedung
 PP No. 25 tahun 1999 tentang Pelaksanaan Otonomi Daerah
 Kepres No.49 tahun 2001 tentang Lembaga Ketahanan Masyarakat
Desa (LKMD) atau sejenisnya
 Kepmen PU No. 11/KPTS/2000 tentang Ketentuan Teknis
Management Penanggulangan Kebakaran di Perkotaan
 Kepmen Dalam Negeri dan Otonomi Daerah No.18 tahun2001 tentang
Pedoman Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat
 Kepmen Dalam Negeri dan Otonomi Daerah Republik Indonesia No.
53 tahun 2000 tentang Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan
Keluarga.

2
3. ISTILAH DAN DEFINISI
3.1. Balakar merupakan wadah partisipasi & rasa tanggung jawab masyarakat
dalam rangka mengatasi ancaman bahaya kebakaran.

3.2. Peran Serta Masyarakat (PSM) Balakar adala pelibatan masyarakat untuk
membantu upaya pengamanan terhadap kebakaran agar timbul rasa memiliki
terhadap lingkungan dimana mereka hidup melalui komitmen terhadap
rencana pengamanan yang telah dibuat oleh Pemerintah dan Masyarakat.

3.3. Pembentukan Organisasi (PO) Balakar adalah tata cara pembentukan


dan susunan organisasi LKMD atau sebutan lain yang ditentukan sesuai
dengan kebutuhan masyarakat Desa & kelurahan berdasarkan musyawarah

3.4. Organisasi Balakar adalah merupakan sebuah organisasi Barisan


Relawan Kebakaran atau disingkat dengan kata BALAKAR, Organisasi ini
terbentuk didasarkan pada SK gubernur no. 166 tahun 1981. Dalam
prakteknya, organisasi ini mulai dikenalkan kepada masyarakat melalui
kegiatan penyuluhan dan pelatihan pada tahun 2001. Tujuan dibentuknya
Organisasi ini adalah untuk membantu tugas memadamkan kejadian
kebakaran sebelum Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dating di tempat
kejadian kebakaran. Saat ini organisasi BALAKAR telah ada di tingkat
Kecamatan, Kelurahan dan juga Rukun Warga. Balakar merupakan wadah
partisipasi & rasa tanggung jawab masyarakat dalam rangka mengatasi
ancaman bahaya kebakaran.

3
4. OPERASIONAL PETUNJUK TEKNIS
Penerapan Petunjuk Teknis Pemberdayaan masyarakat dalam Pencegahan dan
Penanggulangan Kebakaran dengan system Balakar meliputi Prinsip dasar,
tahapan Pembentukan Peran Serta Masyarakat Balakar dan tahapan
Pembentukan Organisasi Balakar.

4.1. Prinsi Dasar


Petunjuk Teknis Pemberdayaan Masyarakat dalam Pencegahan dan
Penanggulangan Kebakaran dimaksudkan memberikan panduan secara
teknis untuk meningkatkan Peran Serta Masyarakat di dalam Pembentukan
Organisasi Balakar untuk Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran di
Lingkungan permukiman padat penghuni.
Prinsip Pemberdayaan Masyarakat dalam Pencegahan dan Penanggulangan
Kebakaran menganut prinsip- prinsip penyelenggaraan program :
meningkatkan pengetahuan, membentuk sikap dan perilaku serta
mengembangkan keterampilan masyarakat agar masyarakat tahu, mampu
dalam membangun diri dan lingkungannya secara mandiri.

4.2. Peran Serta Masyarakat (PSM) Balakar


4.2.1. Persiapan Sosialisasi adalah sebagai berikut :
 Menyiapkan undangan
 Undangan, ditujukan kepada : antara lain kepada : aparat
kelurahan, tokoh masyarakat, seluruh warga masyarakat
setempat, organisasi yang ada di masyarakat setempat, dan
Dinas Pemadam Kebakaran.
 Isi undangan : diundang untuk menghadiri acara sosialisasi
Peran Serta Masyarakat dalam Balakar.

4
 Susunan acara meliputi :
- Pembukaan
- Sambutan – sambutan dari lurah, camat, tokoh masyarakat,
dll
- Penyampaian materi sosialisasi
- Tanya jawab
- Evalusi
- Penutup
 Isi materi Sosialisasi mencakup :
- Mengapa permukiman padat rentan terhadap kebakaran
- Kondisi Kejadian Kebakaran dan Jenis Kerugiannya
- Kendala Penanggulangan Kebakaran
- Mengapa perlu Peran Serta Masyarakat
- Peningkatan Peran Serta Masyarakat
- Arti Balakar Masyarakat
- Tupoksi Balakar Masyarakat
- Formulir isian data peserta, meliputi :
 Identitas diri :
- Nama
- Alamat
- Jenis kelamin
- Usia
- Pendidikan
- Pekerjaan (bidang keahlian)
- Status perkawinan

5
 Ketersediaan untuk menjadi relawan Balakar
masyarakat
- Apakah berminat menjadi anggota relawan
kebakaran
- Jelaskan alasannya
- Bila menjadi anggota relawan, apa yang
diharapkan
- Bentuk partisipasi Balakar
Catatan : isian formulir hanya dibagikan
setelah proses sosialisasi selesai

 Metode penyampaian dapat dipilih antara lain :


- Metode ceramah,
- Visualisasi / film,
- Diskusi dan lain-lain
 Persiapan tempat, waktu, acara, dan fasilitatornya
- Tentukan tempatnya
- Tentukan jadwal waktu dan acara penyelenggaraannya
- Tentukan siapa saja yang akan menjadi fasilitatornya
 Rencanakan/kebutuhan biaya yang harus dikeluarkan untuk
sosialisasi, mencakup :
- Biaya untuk undangan
- Biaya konsumsi peserta undangan
- Biaya sewa tempat
- Biaya untuk instruktur/fasilitator
- Biaya photocopy materi

6
4.2.2. Pelaksanaan Peran Serta Masyarakat Balakar
Maksud diadakan kegiatan sosialisasi Peran Serta Masyarakat dalam
BALAKAR adalah :
 Sarana untuk penyampaian informasi upaya-upaya
penanggulangan ancaman kebakaran.
 Sarana pembinaan peningkatan pengetahuan dan keterampilan
masyarakat di bidang penanggulangan ancaman bahaya
kebakaran
 Pembinaan partisipasi masyarakat secara aktif di setiap
lingkungan dalam melakukan penanggulangan ancaman
bahaya kebakaran.

Tujuan diadakan sosialisasi Peran Serta Masyarakat dalam


pembentukan BALAKAR :

 Meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai kebakaran


 Meningkatkan dukungan /peran serta masyarakat dalam
pencegahan dan penanggulangan kebakaran.

4.3. Pembentukan Organisasi (PO) Balakar


Tugas BALAKAR :
- Melaksanakan operasional pemadam kebakaran sebelum petugas
Dinas Pemadam Kebakaran tiba di tempat kejadian kebakaran
- Membantu usaha-usaha penyelamatan jiwa dan harta kekayaan
dari ancaman bahaya kebakaran
- Membantu melaksanakan pertolongan pertama pada kecelakaan
sebagai akibat kebakaran
- Menjaga kemungkinan timbulnya api di tempat bekas kebakaran
yang telah ditinggalkan oleh petugas Dinas Pemadam Kebakaran
- Membantu tugas-tugas lain yang merupakan tugas Dinas
Pemadam Kebakaran
7

Fungsi BALAKAR :

- Melaksanakan penyuluhan
- Membantu Dinas Pemadam Kebakaran dalam melaksanakan
fungsi penanggulangan Kebakaran
- Membantu kegiatan operasional penanggulangan kebakaran dan
bencana-bencana lainnya
- Membantu mengawasi hal- hal yang dapat menimbulkan bahaya
kebakaran atau ancaman bahaya kebakaran di bangunan tempat
bekerja, sekolah, bangunan fasilitas umum, bangunan-bangunan
yang menyangkut kepentingan masyarakat banyak.
- Membantu tugas-tugas lain yang ditentukan oleh Dinas Pemadam
Kebakaran yang menyangkut masalah kebakaran

4.3.1. Persiapan Dalam Pembentukan Organisasi


1. Mengidentifikasi tingkat kebutuhan masyarakat akan pengamanan
kebakaran yang didasarkan pada :
- Kepadatan penduduk
- Kepadatan bangunan
- Kondisi permukiman (bahan bangunan, jaringan jalan
lingkungan, sumber air,dll)
- Frekuensi kebakaran
2. Mengetahui kondisi social ekonomi masyarakat
- Identifikasi potensi aktifitas organisasi masyarakat
(Pramuka, PMR, DKM, dll)
- Identifikasi potensi tokoh masyarakat (Pemuka agama,
Ketua adat, dll)
- Identifikasi potensi kemampuan ekonomi masyarakat (strata
penghasilan)
8
3. Tingkat ketersediaan relawan terkait dengan masing-masing fungsi
dalam Balakar berdasarkan :
- Data usia relawan, jenis kelamin, pendidikan, kondisi fisik.
- Jumlah relawan.
- Motifasi relawan
4. Menetukan lokasi sasaran :
- Menetapkan lokasi-lokasi yang dinilai membutuhkan
pembentukan BALAKAR.
- Menetapkan lokasi yang tepau untuk pembentukan
BALAKAR, sehingga tujuan pembentukan BALAKAR dapat
dicapai.
5. Sosialisasi fungsi-fungsi :
- Pencegahan kebakaran
- Penanggulangan kebakaran
- Regu (Evakuasi, Keamanan, P3K, Logistik, Pemadaman)
6. Mengenal kondisi masyarakat, sehingga dapat memperlancar
mendapatkan penghubung yang dapat berperan untuk
menjembatani antara pemerintah pelaksanaan sosialisasi.
9