Anda di halaman 1dari 5

page 1-4

Form P-1B

IDENTIFIKASI & PENETAPAN RISIKO


Berikut ini adalah faktor2 risiko yang perlu dipertimbangkan dalam setiap penugasan,
khususnya bagi klien baru. Berikan tanda “ √” pada kotak Ya atau Tdk untuk setiap
pernyataan di bawah ini (Jika anda ragu, konsultasikan dengan supervisor atau partner) :

Catat pada bagian akhir form ini faktor risiko lainnya yang dipandang perlu dipertimbangkan
tetapi tidak tercantum dalam daftar ini.

Ya Tdk
1. Sifat Penugasan

a. Penugasan pertama dalam industri klien  


b. Laporan keuangan yang diaudit mencakup konsolidasi 

c. Hasil audit sebagian mengandalkan pada auditor lain (missal
anak/divisi yang dikonsolidasi diaudit auditor lain)  
d. Terdapat potensi bahwa laporan audit tidak dapat unqualified
karena masalah pembatasan scope, akuntansi, going cocern  

2. Sifat & Lingkungan Bisnis Klien


a. Saham dan/atau surat berharga utang (note, bond) perusahaan
diperdagangkan di bursa.  o
b. Jika pernyataan 1.a. tidak, apakah perusahaan berencana untuk
go public atau menerbitkan surat utang dalam waktu dekat?  o
c. Perusahaan BUMN atau sebagian sahamnya dimiliki negara
 o
d. Perusahaan adalah BUMD 
o
e. Perusahaan beroperasi dalam industri yang regulated. (Bank,
Asuransi, Sekuritas, Dana Pensiun, etc)  o
f. Perusahaan beroperasi dalam industri yang rentan terhadap

perubahan pemerintahan (mis: kontraktor pemerintah)  


g. Perusahaan beroperasi dalam industri yang rentan terhadap

Form P-1B
page 2-4

issue2 sosial, dampak lingkungan, atau konsumen  


h. Operasi perusahaan sangat bergantung pada satu atau
sedikit supplier dan/atau konsumen  

i. Bisnis perusahaan didominasi proyek pemerintah


 
j. Terjadi perubahan dalam bisnis atau operasi perusahaan (misal
karena adanya akuisisi atau disposisi)  

3. Karakteristik Manajemen & Lingkungan Internal


a. Selama survey pedahuluan, manajemen/personel inti tampak
kurang terbuka  
b. Manajemen melakukan tindakan2 atau memberikan komentar2
yang menimbulkan keraguan akan integritasnya  

c. Manajemen mengalami pressure untuk mengejar target sehingga


ada kecenderungan terjadi earnings management  
d. Perusahaan pernah atau sedang mengalami tuntutan hukum
atau perselisihan berkaitan dengan operasinya  
e. Perusahaan sering berpindah/berganti bank, lawyer, auditor
secara kurang wajar  
f. Turnover manajemen dan/atau personel inti (akuntansi, TI, dan
keuangan) cukup tinggi.  
g. Manajemen didominasi satu orang  
h. Manajemen secara agresif melakukan pressure untuk memenuhi
budget/target.  
i. Manajemen kurang serius dalam menerapkan GCG (misalnya
laporan manajemen bulanan tidak disiapkan dengan baik)  
j. Manajemen menerapkan kebijakan akuntansi yang agresif
 
k. Adanya upaya manajemen membatasi scope secara langsung
atau dengan membatasi fee yang sangat rendah atau waktu
yang sangat pendek  
l. Adanya komentar negatif dari media/publik tentang integritas

Form P-1B
page 3-4

dan kemampuan manajemen  

4. Keandalan System Informasi dan Internal Controls

a. Manual system dan kebijakan akuntansi secara tertulis tidak


ada atau ada tetapi sudah tidak diterapkan lagi  

b. Manual system dan kebijakan akuntansi ada dan diterapkan


tetapi sudah tidak memadai dan banyak kekurangannya  
c. Uraian tugas dan tanggungjawab di bagian keuangan, akuntansi
dan EDP tidak ditetapkan secara jelas dan tertulis.  
d. Akuntansi masih diselenggarakan secara manual atau system
yang dibangun belum dijalankan secara efektif  
e. Kondisi catatan akuntansi lemah dan akan sangat menyulitkan
dalam pelaksanaan audit (missal subledger, rekonsiliasi tidak
diselenggarakan dengan baik)  
f. Kekurangan tenaga staff akuntansi dan teknologi informasi atau
kurang kompeten  
g. Kurang koordinasi antara bagian akuntansi dan EDP
 
h. SPI kurang efektif atau lingkup kerjanya masih terbatas
 
i. Laporan audit tahun lalu memuat pernyataan kualifikasi karena
masalah penerapan prinsip akuntansi  
j. Hasil audit tahun lalu mengindikasikan banyak kesalahan
material atau jurnal2 koreksi yang dibuat klien pada akhir tahun.  
k. Hasil audit tahun lalu mengindikasikan banyak pembayaran yang
tidak didukung bukti yang memadai.  
l. Rekomendasi auditor (management letter & AJE) atas hasil audit
tahun lalu tidak/belum dilaksanakan  
m. Laporan tahun sebelumnya telah direstated karena adanya fakta

Form P-1B
page 4-4

baru yang mengharuskan koreksi kesalahan saldo akun  


n. Penerbitan laporan2 interim dan akhir tahun buku sering terlambat
 

5. Kondisi Keuangan & Going Concern


a. Laporan auditor sebelumnya memuat pernyataan disclaimer atau
unqualified dengan paragraph penjelasan tentang masalah
going concern.  
b. Perusahaan mengalami kerugian (operating loss) terus menerus
dalam 3 tahun terakhir  
c. Penurunan yang signifikan dalam current ratio dan/atau negatif
operating cashflows beturut turut selama 3 tahun terakhir  
d. Debt to Equity ratio meningkat signifikan/tinggi

 
e. Adanya penjualan assets dalam jumlah signifikan dan tidak
diganti dengan assets baru  
f. Ada keraguan perusahaan akan memperoleh laba atau positif
cashflows pada tahun depan.  

6. Related Parties
a. Adanya transaksi antar pihak yang memiliki hubungan istimewa  
b. Perusahaan memiliki ketergantungan financing dengan pihak
yang memiliki hubungan istimewa.  

7. Faktor Risiko Lainnya

…………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………

KESIMPULAN RISIKO :  Normal  Diatas Normal  Tinggi

Form P-1B
page 5-4

 Normal : Jika tidak ada jawaban YA dan tidak ada factor lain yang signifikan dan
tidak menyebabkan risiko meningkat
 Diatas Normal : Jika jawaban YA mencapai 20% dan ada factor lain yang signifikan
 Tinggi : Jika jawaban YA mencapai 50% atau lebih

Dibuat Oleh Ketua Tim Tanggal

Direview Oleh Supervisor Tanggal

Disetujui Oleh Partner In-charge Tanggal

Form P-1B