Anda di halaman 1dari 5

RANCANGAN AKTUALISASI

Nama : ERWIN HARAHAP, S. Pd. I


Angkatan : XXXVII
Kelompok : IV (Empat)
Jabatan : Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Unit Kerja : SDN 0304 Siundol Kecamatan Sosopan Kabupaten Padang Lawas

A. Identifikasi Isu
1. Identifikasi Isu
Pada hakikatnya, pendidikan apa pun itu, baik pendidikan nasional maupun
pendidikan Islam, memiliki tujuan yang senada yaitu untuk memanusiakan manusia agar
benar-benar mampu menjadi khalifah di muka bumi. Hal ini mengindikasikan kepada
kita bahwa pendidikan Islam di Indonesia masih dibalut sejumlah problematika. Adanya
suatu problem tentunya berakar dari penyebab eksternal dan penyebab internal. Begitu
pun dengan pendidikan Islam, Problem internal dan ekternal juga hadir di tengah-tengah
pendidikan Islam. Mulai dari permasalahan internal seperti yang berkaitan dengan
managemen hingga persoalan ekternal seperti politik dan ekonomi. Semuanya telah
menambah sederet daftar problem yang seharusnya kita tindak lanjuti.
SDN 0304 Siundol Kecamatan Sosopan Kabupaten Padang Lawas merupakan
salah satu lembaga pendidikan yang tidak terlepas dari berbagai macam isu atau
permasalahan. Rancangan aktualisasi ini disusun berdasarkan identifikasi beberapa isu
atau problematika yang ditemukan dalam melaksanakan tugas sebagai tenaga pendidik di
instansi tempat bekerja, yaitu SDN 0304 Siundol Kecamatan Sosopan Kabupaten Padang
Lawas. Sumber isu yang diangkat dapat berasal dari individu, unit kerja, maupun
organisasi. Isu-isu yang menjadi dasar rangcangan aktualisasi ini bersumber tiga dari
aspek, yaitu: a. Whole of Goverment (WoG), b. Pelayanan Publik, dan c. Manajemen
ASN.
Adapun beberapa isu atau permasalahan yang dimaksud berupa:
a. Kurangnya ketersediaan media dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan
Budi Pekerti di SDN 0304 Siundol Kecamatan Sosopan Kabupaten Padang Lawas.
b. Siswa/i sangat merasa sulit dalam membaca dan menulis al-Qur’an.
c. Kurangnya kesadaran siswa-siswi akan hidup bersih.
d. Adanya beberapa siswa/siwi yang berperilaku tidak hormat pada guru.
e. Kurangnya Dukungan Orangtua dalam Mengajarkan Baca Tulis Alqur’an Anak di
Rumah

1
Berdasarkan prinsip-prinsip kedudukan dan peran Pegawai Negeri Sipil dalam
Negara Kesatuan Republik Indonesia, dapat diidentifikasi isu-isu sebagai berikut :

TABEL 1. IDENTIFIKASI ISU

No Identifikasi Isu Kondisi yang diharapkan Nilai


ANEKA
1. Kurangnya ketersediaan media Ketersediaan media dalam Akuntabilitas
dalam pembelajaran Pendidikan pembelajaran Pendidikan
Agama Islam dan Budi Pekerti di Agama Islam dan Budi Pekerti
SDN 0304 Siundol Kecamatan sehingga memudahkan guru
Sosopan Kabupaten Padang Lawas. dalam menyampaikan
pembelajaran
2. Siswa/i sangat merasa sulit dalam Siswa-siswi memiliki Komitmen
membaca dan menulis al-Qur’an. kemampuan awal dalam mutu
membaca dan menulis al-
Quran
3. Kurangnya kesadaran siswa-siswi Siswa/siswi mengetahui dan Nasionalisme
akan hidup bersih. menerapkan perilaku hidup
bersih
4. Adanya beberapa siswa/siwi yang Siswa-siswi berperilaku hormat Etika publik
berperilaku tidak hormat pada guru. pada guru
5. Kurangnya Dukungan Orangtua Orangtua memberikan Komitmen
dalam Mengajarkan Baca Tulis dukungan pada anak seperti mutu
Alqur’an Anak di Rumah membantu anak belajar
mengaji di rumah

2. Menetapkan Core Issu


Berdasarkan pemetaan dan identifikasi isu yang telah dipaparkan, perlu dilakukan
proses analisis isu untuk menentukan isu yang menjadi prioritas yang dapat dicarikan
solusi oleh penulis. APKL dan USG merupakan metode-metode yang bisa
direkomendasikan. APKL singkatan dari aktual, problematik, kekhalayakan, dan layak. 
a. Aktual artinya isu tersebut benar-benar terjadi dan sedang hangat dibicarakan.
b. Problematik artinya isu tersebut mengandung masalah sehingga perlu dicarikan
solusi.
c. Kekhalayakan artinya menyangkut orang banyak.
d. Layak artinya isu tersebut masuk akal dan realistis serta relevan dengan tugas pokok
dan fungsi ASN. 
Dari permasalahan yang telah diidentifikasi, dilakukan validasi isu dengan
metode APKL. Hasil analisis APKL disajikan pada tabel 2 berikut:

2
TABEL 2. ANALISIS ISU DENGAN TEKNIK APKL

No ISU Kriteria Ket


A P K L
1 Kurangnya ketersediaan media dalam pembelajaran ✓ ✓ ✓ ✓ Memenuhi syarat
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SDN
0304 Siundol Kecamatan Sosopan Kabupaten
Padang Lawas.
2 Siswa/i sangat merasa sulit dalam membaca dan ✓ ✓ ✓ ✓ Memenuhi syarat
menulis al-Qur’an.
3 Kurangnya kesadaran siswa-siswi akan hidup ✓ ✓ ✓ ✓ Memenuhi syarat
bersih.
4 Adanya beberapa siswa/siwi yang berperilaku tidak ✓ ✓ ✓ ✓ Memenuhi syarat
hormat pada guru.
5 Kurangnya Dukungan Orangtua dalam x ✓ ✓ ✓ Tidak memenuhi
Mengajarkan Baca Tulis Alqur’an Anak di Rumah syarat

Berdasarkan hasil analisis APKL seperti yang tampak pada tabel 2, kelima isu
tersebut dinyatakan 4 memenuhi syarat dan 1 tidak. Dari kelima isu-isu tersebut
kemudian akan dilakukan dengan metode USG dengan menggunakan skala likert untuk
menentukan core issue yang akan ditentukan solusinya.
Analisis USG mempertimbangkan tingkat kepentingan, keseriusan, dan
perkembangan setiap variabel dengan rentang skor 1-5.
a. Urgency (urgensi), yaitu dilihat dari tersedianya waktu, mendesak atau tidak masalah
tersebut diselesaikan.
b. Seriousness (keseriusan), yaitu melihat dampak masalah tersebut terhadap
produktivitas kerja, pengaruh terhadap keberhasilan, membahayakan sistem atau tidak,
dan sebagainya.
c. Growth (berkembangnya masalah), yaitu apakah masalah tersebut berkembang
sedemikian rupa sehingga sulit dicegah.
Penentuan core issue disajikan dalam tabel 3 berikut.

TABEL 3. ANALISIS ISU DENGAN TEKNIK USG

No Isu Nilai Total Ranking


U S G
1 Kurangnya ketersediaan media dalam 4 2 2 8 IV
pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan
Budi Pekerti di SDN 0304 Siundol Kecamatan
Sosopan Kabupaten Padang Lawas.
2 Siswa/i sangat merasa sulit dalam membaca 5 4 4 13 I
dan menulis al-Qur’an.
3 Kurangnya kesadaran siswa-siswi akan hidup 4 5 2 11 II
bersih.
3
4 Adanya beberapa siswa/siwi yang berperilaku 4 3 2 9 III
tidak hormat pada guru.
5 Kurangnya Dukungan Orangtua dalam 2 4 3 2 IV
Mengajarkan Baca Tulis Alqur’an Anak di
Rumah
Ket: Skor:
a. Urgency (urgensi), 5 = Sangat mendesak
b. Seriousness (keseriusan), 4 = Mendesak
c. Growth (berkembangnya masalah) 3 = Cukup mendesak
2 = Kurang mendesak
1 = Tidak mendesak
Berdasarkan matriks USG pada tabel 3, tampak bahwa yang menjadi core issue
yaitu Siswa/i sangat merasa sulit dalam membaca dan menulis al-Qur’an.

B. Gagasan Pemecahan Isu


Adapun menurut penulis mengenai gagasan pemecahan isu yang tepat pada isu
Siswa/i sangat merasa sulit dalam membaca dan menulis al-Qur’an, adalah “Menciptakan
Anak yang Mahir Baca Tulis al-Qur’an”.

C. Rancangan Aktualisasi Kegiatan (RAK)


Jika tahapan mengidentifikasi isu-isu, penetapan core issu, dan menentukan gagasan
pemecah isu sudah selesai dilaksanakan, maka sekarang hanya perlu menyusun rancangan
saja. Format rancangan aktualisasi kegiatan (RA) sebagai berikut:

HALAMAN JUDUL
LEMBAR PERSETUJUAN
LEMBAR PENGESAHAN 
KATA PENGANTAR.
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Tujuan
1.3 Unit Kerja
1.4 Visi dan Misi Unit Kerja
1.5 Tugas Pokok
1.6 Penetapan Core Issue

BAB II LANDASAN TEORI ANEKA

BAB III RANCANGAN KEGIATAN AKTUALISASI


4
3.1 Rancangan Kegiatan Aktualisasi
3.2 Jadwal Kegiatan

BAB IV PENUTUP
DAFTAR PUSTAKA