Anda di halaman 1dari 33

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah : SMKN 1 MALANG


Mata Pelajaran /Teme : Praktikum Akuntansi Lembaga/Instansi Pemerintah
Kelas/Semester : XII/1
Materi Pokok : Transaksi Akuntansi kewajiban satker dan akuntansi
kewajiban desa/kelurahan
Materi Pokok : Akuntansi kewajiban satker dan desa/kelurahan
Alokasi Waktu : 4 x 45 menit ( 2 x Pertemuan)

A. Kompetensi Dasar:

3.11 Menganalisis transaksi akuntansi kewajiban satker dan akuntansi


kewajiban desa/kelurahan)
4.11 Melakukan pencatatan akuntansi kewajiban satker dan akuntansi
kewajiban desa/kelurahan

B. Tujuan Pembelajaran

Setelah membaca dan mendengarkan PPT Audio Visual dan E – Handout , peserta
didik mampu :
1. Menganalisis transaksi akuntansi kewajiban satker, dan akuntansi kewajiban
desa/kelurahan
2. Melakukan pencatatan akuntansi kewajiban satker, dan akuntansi kewajiban
desa/kelurahan. Sesuai buku sumber dengan penuh rasa ingin tahu, mandiri dan
bertanggung jawab

C. Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan Deskripsi
(Pertemuan 4 – Melalui Zoom)
Pendahuluan  Guru hadir di Group Whatsapp mengucapkan salam dan
memimpin doa. (karakter religious)
 Guru memulai pembelajaran tepat waktu (membiasakan
karakter disiplin), Kemudian siswa melakukan presensi di
E-Learning SMKN 1 Malang .
 Guru memberikan apersepsi kepada siswa terkait materi
sebelumnya yaitu Menganalisis dan melakukan
pencatatan transaksi akuntansi asset satker, dan
akuntansi asset desa/kelurahan melalui voice note
whatsaap.
 Guru menyampaikan materi dan tujuan pembelajaran
melalui voice note whatsaap
 Siswa mengecek E-Learning SMKN 1 Malang dan
mengunduh bahan ajar berupa E-Handout dan PPT Audio
Visual yang telah diunggah.

Inti Menggunakan Model Pembelajaran Discovery Learning

Pemberian Stimulus Pada Peserta didik


 Peserta didik dipersilahkan oleh guru untuk membaca buku
sumber tentang akuntansi kewajiban (membudayakan
membaca/literasi)

Mengidentifikasi Masalah
 Peserta didik dipersilahkan oleh guru untuk mencatatat
berbagai permasalahan yang belum dipahami selama
membaca buku sumber berkaitan dengan tentang akuntansi
kewajiban satker .
 Peserta didik dipersilahkan oleh guru untuk menanyakan
berbagai hal yang belum dipahaminya (berpikir kritis/critical
thinking) dan guru mencatat pertanyaan peserta didik di
papan tulis sesuai dengan topik yang dipelajari

Mengumpulkan Data
 Peserta didik dipersilahkan oleh guru untuk membentuk
kelompok belajar, dan mengerjakan tugas untuk mencari
jawaban / mengumpulkan data dari berbagai sumber
berkaitan dengan masalah yang telah teridentifikasi
(Penguatan pendidikan karakter bangsa sebagai bangsa
yang mandiri/pembelajar)
Pembuktian
 Peserta didik dipersilahkan oleh guru untuk mendiskusikan
dalam kelompok jawaban yang dianggap paling benar
berkaitan dengan masalah yang teridentifikasi dan
mengkonfirmasikan jawabannya dalam kelompok
(penguatan pendidikan karakter bangsa gotong royong)
Menarik Kesimpulan
 Peserta didik dipersilahkan oleh guru untuk menyampaikan
jawaban dari permasalahan yang teridentifikasi dan bersama-
sama menyusun kesimpulan tentang tentang akuntansi
kewajiban satker dibimbing oleh guru
Penutup  Peserta didik menyimpulkan hasil pembelajaran yang sudah
didapatkan dengan bimbingan guru.
 Guru membimbing peserta didik merefleksikan pembelajaran
hari ini.

Kegiatan Deskripsi
(Pertemuan 5 )
Pendahuluan  Guru hadir di Group Whatsapp mengucapkan salam dan
memimpin doa. (karakter religious)
 Guru memulai pembelajaran tepat waktu (membiasakan
karakter disiplin),
 Kemudian siswa melakukan presensi di E-Learning SMKN
1 Malang .
 .Guru memberikan apersepsi kepada siswa terakit materi
akuntansi kewajiban satker dan akuntansi kewajiban
desa/kelurahan melalui voice note whatsaap

Inti Pemberian Stimulus Pada Peserta didik


 Peserta didik dipersilahkan oleh guru untuk membaca buku
sumber tentang akuntansi kewajiban desa/kelurahan
(membudayakan membaca/literasi)
Mengidentifikasi Masalah
 Peserta didik dipersilahkan oleh guru untuk mencatatat
berbagai permasalahan yang belum dipahami selama
membaca buku sumber berkaitan dengan tentang akuntansi
kewajiban desa/kelurahan
 Peserta didik dipersilahkan oleh guru untuk menanyakan
berbagai hal yang belum dipahaminya (berpikir kritis/critical
thinking) dan guru mencatat pertanyaan peserta didik di
papan tulis sesuai dengan topik yang dipelajari
Mengumpulkan Data
 Peserta didik dipersilahkan oleh guru untuk membentuk
kelompok belajar, dan mengerjakan tugas untuk mencari
jawaban / mengumpulkan data dari berbagai sumber
berkaitan dengan masalah yang telah teridentifikasi
(Penguatan pendidikan karakter bangsa sebagai bangsa
yang mandiri/pembelajar)
Pembuktian
 Peserta didik dipersilahkan oleh guru untuk mendiskusikan
dalam kelompok jawaban yang dianggap paling benar
berkaitan dengan masalah yang teridentifikasi dan
mengkonfirmasikan jawabannya dalam kelompok
(penguatan pendidikan karakter bangsa gotong royong)
Menarik Kesimpulan
 Peserta didik dipersilahkan oleh guru untuk menyampaikan
jawaban dari permasalahan yang teridentifikasi dan bersama-
sama menyusun kesimpulan tentang tentang akuntansi
kewajiban desa/kelurahan dibimbing oleh guru
Penutup  Peserta didik menyimpulkan hasil pembelajaran yang sudah
didapatkan dengan bimbingan guru.
 Guru membimbing peserta didik merefleksikan
pembelajaran hari ini

D. Penilaian Pembelajaran

Pengetahuan Bentuk danTeknik Instrument Penilaian


25 x 2 Bentuk soal uraian 25 = jawaban tepat (sesuai
Soal tertulis:
50 dengan teknik tes prosedur)
1. Apa saja Informasi yang harus tertulis 15 = jawaban tepat tetapi
disajikan dalam CaLK pada kurang (sesuai prosedur)
akuntansi Lembaga 10 = jawaban tidak tepat dan
Pemerintahan? tidak (sesuai prosedur)
2. Jelaskan yang dimaksud 0 = tidak memberikan
dengan “Pengakuan jawaban
Kewajiban”?
Nilai : x 100 =50
Jawaban:
1. Informasi yang harus disajikan
dalam CaLK:
a. Jumlah saldo kewajiban
jangka pendek dan
jangka panjang
berdasarkan pemberi
pinjaman
b. Jumlah saldo kewajiban
utang pemerintah
berdasarkan jenis
sekuritas dan jatuh
temponya
c. Bunga pinjaman yang
berlaku
d. Konsekuensi
penyelesaian kewajiban
sebelum jatuh tempo
e. Perjanjian
restrukturisasi utang
(pengurangan
pinjaman, modifikasi
persyaratan utang,
pengurangan tingkat
bunga pinjaman,
pengunduran jatuh
tempo pinjaman,
pengurangan nilai jatuh
tempo pinjaman,
pengurangan jumlah
bunga terutang)
f. Jumlah tunggakan pinjaman àdaftar
umur utang berdasarkan kreditur

g. Biaya pinjaman
(perlakuan,jumlah yang
dikapitalisasi,tingkat
kapitalisasi)

2. Pengakuan Kewajiban adalah


Kewajiban diakui pada saat
dana pinjaman diterima oleh
pemerintah atau dikeluarkan
oleh kreditur sesuai dengan
kesepakatan, dan/atau pada
saat kewajiban timbul.

Bentuk
Instrument
Keterampilan danTekni
Penilaian
k
Pada 30 Desember 20X2 SKPD ABC menerima penagihan atas Praktik 1. Pencata
kegiatan pemeliharaan rutin AC 10.000.000. Kegiatan telah tan
diselesaikan Namun tagihan diterima setelah tutup anggaran Pembay
sehingga tidak dapat dikeluarkan kas untuk membayar kegiatan aran
tersebut. Kas baru dibayarkan pada 13 Januari 20X3 Kas
sesuai
Jawaban: prosedur
= 50
Tanggal Finansial Anggaran
13 Jan Utang 10.000.000 Belanja 10.000.00
Pemeliharaan 0
Kas 10.000.000 Estimasi 10.000.00
Perubahan 0
SAL

Sikap Bentuk danTeknik Instrument Penilaian

1. Tepat A = hasil kerja tepat, runut


Bentuk non
2. Runut dan Sesuai prosedur sesuai prosedur, dan
tes melalui
3. Tanggung jawab tanggung jawab
pengamatan
B = hasil kerja tepat, kurang
runut sesuai prosedur,
tetapi kurang tanggung
jawab
C = hasil kerja kurang tepat,
kurang runut sesuai
prosedur, tetapi
tanggung jawab dan
komunikatif

D = hasil kerja tidak tepat,


tidak runut sesuai
prosedur, tidak tanggung
jawab

Malang, Juli 2020

Mengetahui:
Kepala Sekolah Guru Pengajar

Dra. Retno Utami, M.Pd. Dra. Hj. Anita Srie Utami M


NIP. 19610506 198603 2 009 NIP. 19631223 198902 2 003

Mengetahui:
Pengawas SMKN 1 Malang

Drs. Sukardi, M.M


NIP. 19640608 198903 1 009
LAMPIRAN

1. E- Hand Out :
A. AKUNTANSI KEWAJIBAN SATUAN KERJA
1. Pengetahuan Umum
a. Berdasarkan Peraturan Pemerintah RI Nomor 30 Tahun 2011 Tentang
Pinjaman Daerah
1) Peraturan daerah adalah semua transaksi yang mengakibatkan daerah
menerima sejumlah uang atau menerima manfaat yang bernilai uang dari
pihak lain sehingga daerah tersebutdibeban kewajiban untuk membayar
kembali.
2) Perjanjian penerusan pinjaman dalam negeri adalah kesepakatan tertulis dari
pemerintah dan pemerintah daerah mengenai penerusan pinjaman dalam
negeri yang diperoleh pemerintah.
3) Perjanjian penerusan pinjaman luar negeri adalah kesepakatan tertulis antara
pemerintah dan pemerintah daerah mengenai penerusan pinjaman luar negeri
yang diperoleh pemerintah.
4) Anggaran pendapatan dan belanja negara yang selanjutnya disingkat APBN
adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan negara yang disetujui oleh
Dewan Perwakilan Rakyat.
5) Obligasi daerah adalah pinjaman daerah yang ditawarkan kepada publik
melalui penawaran umum di pasar modal.
6) Dana alokasi umum adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN
yang dialokasikan dengan tujuan pemerataan kemampuan keuangan
antardaerah untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan.
7) Dana bagi hasil adalah dan yang bersumber dari pendapatan APBN yang
dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka presentase untuk mendanai
kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi.
b. Berdasarkan UU No.15 Tahun 2017 Tentang APBN
1) Surat Utang Negara (SUN) adalah surat berharga berupa suratpengakuan
utang, baik dalam mata uang rupiah maupun valuta asing, yang dijamin
pembayaran bunga dan pokoknya oleh Negara Republik Indonesia sesuai
dengan masa berlakunya.
2) Pinjaman dalam negeri adalah setiap pinjaman oleh pemerintah yang
diperoleh dari pemberi pinjaman dalam negeri yang harus dibayar kembali
dengan persyaratan tertentu, sesuai dengan masa berlaku.
3) Kewajiban penjaminan adalah kewajiban yang secara potensial menjadi
beban pemerintah akibat pemberian jaminan kepada kementerian
negara/lembaga, pemerintah daerah,Badan Usaha Milik Negara, dan Badan
Usaha Milik Daerah dimaksud tidak dapat memenuhi kewajibannya kepada
kreditur dan/atau perjanjian kerja sama.
4) Pinjaman laur negeri neto adalah semuapembiayaan yang berasal dari
penarikan pinjaman luar negeri yang terdiri atas pinjaman tunai dan pinjaman
kegiatan dikurangi dengan pembayaran cicilan pokok pinjaman luar negeri.
5) Pinjaman tunai adalah pinjaman luar negeri dalam bentuk devisa dan/atau
rupiah yang digunakan untuk pembiayaan defisit APBN dan pengelolaan
portofolio utang.
6) Pinjaman kegiatan adalah pinjaman luar negeri yang digunakan untuk
pembiayaan kegiatan tertentu kementerian negara/lembaga, pinjaman yang
diteruspinjamkan kepada pemerintah daerah dan/atau Badan Usaha Milik
Negara, dan pinjamn yang diterushibahkan kepada pemerintah daerah.

c. Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 71 Tahun 2010 Tentang


Standar Akuntansi Pemerintah
1) Koreksi adalah tindakan pembetulan akuntansi agar pos-pos yang tersaji
dalam laporan keuangan entitas menjadi sesuai dengan yang sebenarnya.
2) Kebijakan akuntansi adalah prinsip-prinsip, dasar-dasar, konvensi-konvensi,
aturan-aturan, dan praktik-praktik spesifik yang dipilih oleh suatu entitas
pelaporan dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan.
3) Kesalah adalah penyajian pos-pos yang secara signifikan tidak sesuai dengan
yang seharusnya yang memengaruhi laporan keuangan periode sebelumnya.
4) Koreksi adalah tindakan pembetulan akuntansi agar pos-pos yang tersaji
dalam laporan keuangan entitas menjadi sesuai dengan yang seharusnya.
5) Peristiwa luar biasa adalah kejadian atau transaksi yang secara jelas berbeda
dari aktivitas normal entitas dan karenanya tidak diharapkan terjadi dan
berada di luar kendali sehingga memiliki dampak yang signifikan terhadap
realisasi anggaran atau posisi aset/kewajiban.

2. Klasifikasi Kewajiban
Menurut Pernyatan Standar Akuntansi Pemerintahan PSAP No. 9 Tentang
Akuntansi, kewajiban adalah utang yang timbul ari peristowa masa lalau yang
penyelesaiannya mengakibatkan aliran keluar sumber daya ekonomi pemerintah.
Lebih lanjut dikatakan bahwa setiap entitas pelaporan mengungkapkan setiap pos
kewajiban yang mencakup jumlah yang diharapkan akan diselesaikan setelah tanggal
pelaporan. Informasi tentang tanggal jatuh tempo kewajiban keuangan bermanfaat
untuk manilai likuiditas dan solvabilitas suatu entitas pelaporan. Informasi tentang
tanggal penyelesaian kewajiban, seperti utang ke pihak ketiga dan utang bunga, juga
bermanfaat untuk mengetahui kewajiban yang diklasifikasikan sebagai kewajiban
jangka pendek atau kewajiban jangka panjang.
Dalam Standar Akuntansi Pemerintahan PSAP No. 9, dijelaskan bahwa dalam
konteks pemerintahan, kewajiban muncul antara lain karena penggunaan sumber
pendanaan pinjaman dan masyarakat, lembaga keuangan, entitas pemerintahan lain,
atau lembaga internasioanl.
Karakteristik utama kewajiban adalah bahwa pemerintah mempunyai
kewajiban sampai saat ini yang dalam penyelesaiaannya mengakibatkan
pengorbanan sumber daya ekonomi di masa yang akan datang. Kewajiban
pemerintah dapat juga terjadi karena perikatan dengan pegawai yang bekerja pada
pemerintah, kewajiban kepada masyarakat luas, seperti kewajiban tunjangan,
kompensasi, ganti rugi, kelebihan setoran pajak dan wajib pajak, alokasi/realokasi
pendapatan ke entitas lainnya, atau kewajiban dengan pemberi jasa lainnya.
Berdasarkan PSAP NO. 9, suatu kewajiban diklasifikasikan sebagai kewajiban
jangka pendek jika dibayar dalam waktu 12 (dua belas) bulan setelah tanggal
pelaporan. Kewajiban pemerintah dapat diklasifikasikan berdasarkan jangka
waktu/saat jatuh temponya dan berdasarkan sumber dana.
a. Kewajiban berdasarkan sumber pinjaman
Berdasarkan sumber pinjaman, kewajiban diklasifikasikan menjadi kewajiban
dari dalam negeri dan luar negeri.
1) Pinjaman dalam negeri adalah setiap pinjaman yang diperoleh dari pemberi
pinjaman dalam negeri yang harus dibayar kembali dengan persyaratan
tertentu sesuai dengan masa berlakunya. Perjanjian pinjaman dalam negeri
adalah kesepakatan tertulis mengenai pinjaman antara pemerintah dan
pemberi pinjaman dalam negeri.
Perlakuan akuntansi utang dalam negeri mencakup 3 (tiga) aspek, yaitu
pengakuan, pengukuran, sertapenyajian dan pengungkapan. Setiap akun dari
pos utang dalam negeri dalam buletin teknis ini akan ditelaah dari tiga aspek
perlakuan tersebut. Pembahasan dimulai dari kewajiban jangka pendek,
diikuti dengan kewajban jangka panjang.
2) Pinjaman luar negeri,merupakan salah satu instrumen yang diambil oleh
pemerintah dalam upaya menanggulangi defisit anggaran. Utang luar negeri
juga dapat digunakan untuk keperluan lain sesuai dengan rencana kerja dan
keuangan pemerintah utang luar negeri dapat berupa kewajiban jangka
pendek dan kewajiban jangka panjang. Perjanjian pinjaman luar negeri
adalah kesepakatan tertulis mengenai pinjaman antara pemerintah dan
pemberi pinjaman luar negeri.

b. Kewajiban berdasarkan jatuh tempo


Kewajiban berdasarkan jatuh temponya diklasifikasikan sebagai
berikut.
1) Kewajiban jangka pendek, yaitu kewajiban yang diharapkan dibayar dalam
waktu 12 bulan setelah tanggal pelaporan. Kewajiban jangka pendek antara
lain utang transfer pemerintah daerah, utang kepada pegawai, utang bunga,
utang jangka pendek kepada pihak ketiga, utang perhitungan pajak ketiga
(PFK) dan bagian lancar utang jangka panjang.
Dalam Paragraf 84 PSAP No. 9 dinyatakan bahwa utang pemerintah
harus diungkapkan secara terperinci dalam bentuk daftar pembayaran utang
untuk memberikan informasi yang lebih baik kepada pemakainya.
2) Kewajiban jangka panjang, yaitu kewajiban yang diharapkan dibayar dalam
waktu lebih dari 12 bulan setelah pelaporan. Selain itu, kewajiban yang akan
dibayar dalam waktu 12 bulan dapat diklasifikasikan sebagai kewajiban
jangka panjang jika :
a) Jangka waktu aslinya adalah untuk periode lebih dari 12 bulan,
b) Entitas bermaksud untuk mendanai kembali (refinance) kewajiban
tersebut atas dasar jangka panjang, dan
c) Maksud tersebut didukung dengan adanya suatu perjanjian pendanaan
kembali (refinancing), atau adanya penjadwalan kembali terhadap
pembayaran, yang diselesaikan sebelum pelaporan keuangan yang
disetujui.

Klasifikasi Kewajiban Jangka Pendek

Utang Perhitungan Pihak Ketiga (PFK)


21101 Utang Taspen
21102 Utang Iuran Jaminan Kesehatan
21103 Utang PPh Pusat
21104 Utang PPN Pusat
21105 Utang Taperum
21106 Utang Iuran Wajib Pegawai
21107 Utang Jaminan
21108 Utang Perhitungan Pihak Ketiga Lainnya
Utang Bunga
21201 Utang Bunga Kepada Pemerintah
21202 Utang Bunga Kepada Pemerintah Daerah Lainnya
21203 Utang Bunga Kepada BUMN/BUMD
21204 Utang Bunga Kepada Bank/Lembaga Keuangan Bukan Bank
21205 Utang Bunga Dalam Negeri Lainnya
21206 Utang Bunga Luar Negeri
Bagian Lancar Utang Jangka Panjang
21301 Bagian Lancar Utang Dalam Negeri Sektor Perbankan
21302 Bagian Lancar Utang Dari Lembaga Keuangan Bukan Bank
21303 Bagian Lancar Utang Pemerintah Pusat
21304 Bagian Lancar Utang Pemerintah Provinsi Lainnya
21305 Bagian Lancar Utang Pemerintah Kabupaten/Kota
Pendapatan Diterima Dimuka
21401 Setoran Kelebihan Pembayaran Dari Pihak Ke-3
21402 Uang Muka Penjualan Produk Pemda Dari Pihak Ke-3
21403 Uang Muka Lelang Penjualan Aset Daerah
21404 Pendapatan Diterima Di Muka Lainnya
Utang Belanja
21501 Utang Belanja Pegawai
21502 Utang Belanja Barang Dan Jasa
21503 Utang Belanja Modal
21504 Utang Belanja Subsidi
21505 Utang Transfer Pemerintah Daerah Lainnya
21506 Utang Belanja Lain-Lain
Utang Jangka Pendek Lainnya
21601 Utang Kelebihan Pembayaran PAD
21602 Utang Kelebihan Pembayaran Transfer
21603 Utang Kelebihan Pembayaran Lain-lain Pendapatan yang sah
21604 Utang Transfer
21605 Utang Jangka Pendek Lainnya

Klasifikasi Kewajiban Jangka Panjang

Utang Dalam Negeri


22101 Utang Dalam Negeri Sektor Perbankan
22102 Utang Dari Lembaga Keuangan Bukan Bank
22103 Utang Dalam Negeri Obligasi
22104 Utang Pemerintah Pusat
22105 Utang Pemerintah Daerah lainnya
22106 Utang Dalam Negeri Lainnya
Utang Jangka Panjang Lainnya
22201 Utang Jangka Panjang Lainnya

c. Pinjaman pemerintah daerah


Perjanjian pinjaman daerah adalah kesepakatan tertulis antara
pemerintah dan pemerintah daerah mengenai pinjaman daerah yang danannya
tidak berasal dari penerusan pinjaman dalam negeri atau penerusan pinjaman
luar negeri.
1) Sumber pinjaman daerah
a) Pemerintah pusat, berasal dari APBD, termasuk dana investasi
pemerintah, penerusan pinjaman dalam negeri, dan/atau penerusan
pinjaman luar negeri.
b) Pemerintah daerah lainnya.
c) Lembaga keuangan bank, yang bebadan hukum Indonesia dan
mempunyai tempat atau kedudukan dalam wilayah Negara Kesatuan
Republik Indonesia.
d) Masyarakat, berupa obligasi daerah yang diterbitkan melalui penawaran
umum kepada masyarakat di pasar modal dalam negeri.

2) Prinsip dasar pinjaman daerah


a) Merupakan inisiatif pemerintah daerah dalam rangka melaksanakan
kewenangannya.
b) Mrupakan salah satu alternatif sumber pendanaan APBD yang
digunakan untuk menutup defisit APBD.
c) Tidak dapat melakukan pinjaman langsung kepada pihak luar negri
d) Tidak boleh melebihi batas defisit APBD dan batas kumulatif pinjaman
daerah yang dananya berasal dari luar negri.

3) Jangka Waktu Pinjaman


a) Pinjaman Jangka Pendek
Merupakan pinjaman daerah dalam jangka waktu paling lama 1
(satu) tahun anggaran dan wajib dibayarkan kembali yang meliputi
pokok pinjaman, bunga, dan/atau kewajiban lainnya dalam tahun
anggaran berkenaan.
b) Pinjaman Jangka Menengah
Merupakan pinjaman daerah dalam waktu lebih dari 1 (satu)
tahun anggaran dan wajib dibayarkan kembali (pokok pinjaman, bunga,
dan biaya lainnya) dalam kurun waktu yang tidak melebihi sisa masa
jabatan kepada daerah yang bersangkutan.
c) Pinjaman Jangka Panjang
Kewajiban pembayaran kembali pinjaman jangka panjang yang
meliputi pokok pinjaman,bunga,dan/atau kewajiban lain seluruhnya
harus dilunasi pada tahun anggaran berikutnya sesuai dengan
persyaratan perjanjian pinjaman yang bersangkutan.

3. Pengakuan dan Pengukuran Kewajiban


a. Pengakuan Kewajiban
Kewajiban diakui pada saat dana pinjaman diterima atau pada saat kewajiba
timbul. Kewajiban dapat timbul dari transaksi-transaksi berikut.
1) Transaksi dengan pertukaran (exchange Transactions)
Suatu transaksi dengan pertukaran timbul ketika masing-masing pihak
dalam transaksi tersebut mengorbankan dan menerima suatu nilai sebagai
gantinya. Terdapat dua arus timbal balik atas sumber daya atau janji untuk
menyediakan sumber daya. Dalam transaksi dengan pertukaran, kewajiban di
akui keyika satu pihak menerima barang atau jasa sebagai ganti jasa untuk
memberikan uang atau sumber daya lain dimasa depan.
2) Transaksi tanpa pertukaran (non-exchange transactins)
Suatu transaksi tanpa pertukaran timbul ketika satu pihak dalam suatu
trasaksi menerima nilia tanpa secara langsung memberikan atau menjanjikan
nilai sebagai gantinya. Dalam hal ini, hanya ada satu arah arus sumber daya
atau janji. Untuk transaksi tanpa pertukaran, suatu kewajiban harus diakui atas
jumlah terustang yang belum dibayar pada tanggal pelaporan.
3) Kejadian yang berkaitan dengan pemerintah (government -related events)
Kejadian yang berkaitan dengan pemerintah adalah kejadian yang tidak
didasari transaksi, tetapi berdasarkan adanya transaksi antara pemerintah dan
lingkungannya. Kejadian tersebut mungkin berada diluar kendali pemerintah.
Secara umum, suatu kewajiban diakui dalam hubungannya dengan kejadian
yang berkaitan dengan pemerintahan, dengan basis yang sama dengan
kejadian yang timbul dari transaksi dengan pertukaran.
4) Kejadian yang diakui pemerintah (government-acknowledged events)
Kejadian yang diakui pemerintah adalah kejadian yang tidak
didasarkan pada transaksi, tetapi kejadian tersebut mempunyai konsekuensi
keuangan bagi pemerintah. Pemerintah bertanggung jawab terhadap suatu
kejadian yang sebelumnya tidak diatur dalam peraturan formal yang ada
konsekuensinya, biaya yang timbul dari berbagai kejadian yang disebabkan
oleh entitas nonpemerintah dan bencana alam, pada akhirnya menjadi
tanggung jawab pemerintah. Biaya – biaya tersebut belum dapat memenuhi
definisi kewajiban sampai pemerintah secara formal mengakuinya sebagai
tanggung jawab keuangan pemerintah.

b. Pengukuran kewajiban
Kewajiban dicatat sebesar nilai nominal. Jika dalam nilai mata uang asing,
kewajiban harus dijabarakan dalam mata uang rupiah. Penjabaran mata uang asing
menggunakan kurs tengah bank sentral dan tanggal neraca.
Berikut penerapan nilai keuangan untuk pos kewajiban pada laporan keuangan
sesuai PSAP No.9
1) Kewajiban pihan ketiga
Yaitu utang pada saat pemerintah menerima hak atas barang, termasuk
barang dalam perjalanan yang telah menjadi haknya. Pemerintah harus
mengakui kewajiban atas jumlah yang belum dibayarkan untuk barang
tersebut. jumlah kewajiban yang disebabkan transaksi antar unit pemerintahan
harus dipisahkan dengan kewajiban kepada unit nonpemerintahan.
2) Kewajiban transer
Yaitu kewajiban suatu entitas pelaporan unuk melakukan pemabayaran
kepada entitas lain sebagai akibat ketentuan perundang-undangan. Utang
transfer diakui dan dinilai sesuai dengan peraturan yang berlaku.
3) Kewajiban beban bunga (accrued interest)
Yaitu utang bunga atas utang pemerintah. Utang ini harus dicatat
sebesar biaya bunga yang telah terjadi dan belum dibayar. Bunga yang
dimaksud dapat berasal utang pemerintah baik dari dalam maupun luar negeri.
Utang bunga atas utang pemerintah yang belum dibayar harus diakui pada
setiap akhir periode pelaporan sebagai bagian dari kewajiban yang berkaitan.

Contoh Studi Kasus 1

Pada tahun 2018, Pemkot Semarang memperoleh pinjaman dari pusat sebesar Rp
7.000.000.000,00 yang akan jatuh tempo dalam lima tahun dengan bunga pinjaman sebesar
12% per tahun. Pembayaran bunga dilakukan setiap tanggal 15 Januari.

Berdasarkan transaksi tersebut, setiap akhir tahun Pemkot Semarang harus melakukan
penyesuaian untuk mengakui dan mencatat adanya utang unga atas pinjaman tersebut.
Pencatatan jurnal penyesuaian untuk mengakui utang bunga adalah sebagai berikut .

Jurnal Finansial

Tanggal Akun/Deskripsi Debit Kedit


2018 Beban Bunga Rp 840.000.000,00
31 Des Utang Bunga Rp 840.000.000,00
(pengakuan beban bunga tahun 2017
12% x Rp 7.000.000.000,00)

Jurnal Pelaksanaan Anggaran

Tanggal Akun/Deskripsi Debit Kedit


2018
Tidak ada Jurnal
31 Des

4) Utang perhitungan pihak ketiga


Pada akhir periode pelaporan, saldo pungutan/potongan berupa
perhitungan pihak ketiga (PPK) yang belum disetorkan kepada pihak lain
harus dicatat pada laporan keuangan sebesar jumlah yang masih harus
disetorkan.
5) Pendapatan diterima dimuka
Pada saat pemerintah menerima uang muka atas suatu transaksi yang
akan direalisasikan di masa mendatang, pemerintah harus mengakui penerimaan
tersebut sebagai kewajiban. Apabila transaksi tersebut sebagai kewajiban.
Apabila transaksi tersebut nantinya terelisasi, uang muka tersebut akan
diberlakukan sebagai pengurang nilai pembayarannya.

Contoh Studi Kasus 2

Pada tanggal 5 Februari 2018, bendahara umum daeah (BUD) Kota Semarang menerim uang
muka lelang atas penjualan aset daerah berupa kendaraan sebesar Rp 21.000.000,00
Pada tanggal 26 Maret 2018, bendahara umum daerah (BUD) Kota Semarang
menerima hasil pelelangan atas penjualan aset daerah berupa kendaraan dengan harga
perolehan sebesar Rp 280.000.000,00 yang telah habis pakai umur ekonomisnya dan laku
senilai Rp 70.000.000,00
Pencatatan jurnal atas transaksi penerimaan uang muka lelang dan pelunasan barang
lelang adalah sebagai berikut :
Jurnal Finansial

Tanggal Akun/Deskripsi Debit Kredit


2018 Kas di Kas Daerah Rp 21.000.000,00
5 Feb Uang Muka Lelang Penjualan- Rp 21.000.000,00
Aset Daerah
(penerimaan uang muka lelang)
2018 Kas di Kas Daerah RP 49.000.000,00
26 Maret Uang muka Lelang Penjualan Rp 21.000.000,00
Aset Daerah Rp 280.000.000,00
Akumulasi Penyusutan Kendaraan
Kendaraan Rp 280.000.000,00
Pendapatan Hasil Lelang- Rp 70.000.000,00
Penjualan Aset LO
(Penjualan Kendaraan Pemerintah)

Jurnal Pelaksanaan Anggaran

Tanggal Akun/Deskripsi Debit Kredit


2018 Perubahan SAL Rp 21.000.000,00
5 Feb Pendapatan Hasil Lelang Rp 21.000.000,00
Penjualan Aset LRA
(penerimaan uang muka lelang)
2018 Perubahan SAL Rp 49.000.000,00
26 Maret Pendapatan Hasil Lelang Rp 49.000.000,00
Penjualan Aset LRA
(penerimaan hasil lelang)

6) Bagian lancar utang jangka panjang


Nilai yang dicantumkan dalam laporan keuangan untuk bagian lancar
utang jangka panjang adalah jumlah yang akan jatuh tempo dalam waktu 12
(dua belas) bulan setelah tanggal pelaporan. Bagian lancar utang jangka
panjang adalah jumlah bagian utang jangka panjang yang akan jatuh tempo
dan harus dibayarkan dalam waktu 12 (dua belas) bulan setelah tanggal
pelaporan.

Contoh Studi Kasus 3

Pada 10 Juni 2017, Pemkot Semarang memperoleh utang jangka panjang sebesar
Rp70.000.000.000,00 untuk jangka waktu 5 tahun dengan syarat pembayaran angsuran
pokoknya dilakukan setiap tanggal 10 Juni.
Pada akhir tahun 2017, perlu dilakukan perhitungan terhadap bagian utang jangka
panjang tersebut yang harus dibayar pada tanggal 10 Juni 2018.
Pencatatan jurnal penyesuaian untuk mengakui utang jangka panjang adalah sebagai
berikut.

Jurnal Finansial

Tanggal Akun/Deskripsi Debit Kredit


2017 Utang Jangka Panjang Rp14.000.000.000,00
31 Des Bagian Lancar Utang Jangka- Rp14.000.000.000,00
Panjang
(bagian lancar utang jangka panjang
Rp70.000.000.000,00 : 5 tahun)
Jurnal Pelaksanaan Anggaran

Tanggal Akun/Deskripsi Debit Kredit


2017
Tidak ada jurnal
31 Des

7) Kewajiban lancar lainnya


Kewajiban lancar lainnya merupakan kewajiban lancar yang tidak
termasuk dalam kategori yang ada. Kewajiban yang termasuk dalam
kewajiban lancar tersebut adalah biaya yang masih harus dibayar pada saat
laporan keuangan disusun. Pengukuran untuk tiap-tiap komponen (item)
disesuaikan dengan karakteristik tiap-tiap pos tersebut, misalnya utang
pembayaran gaji pegawai dinilai berdasarkan jumlah gaji yang masih harus
dibayarkan atas jasa yang telah diserahkan oleh pegawai tersebut.

8) Utang pemerintah yang tidak diperjualbelikan


Nilai nominal atas utang pemerintah yang tidak diperjualbelikan (non-
traded debt) merupakan kewajiban entitas kepada pemberi utang sebesar
pokok utang dan bunga sesuai yang diatur dalam kontrak perjanjian dan belum
diselesaikan pada tanggal pelaporan.

9) Utang belanja
Pada saat pemerintah menerima hak atas barang, termasuk barang
dalam perjalanan yang telah menjadi haknya, pemerintah harus mengakui
kewajiban atas jumlah yang belum dibayarkan untuk barang tersebut.
Apabila kontraktor membangun fasilitas atau peralatan sesuai dengan
spesifikasi yang ada pada kontrak perjanjian dengan pemrintah, jumlah yang
dicatat harus berdasarkan realisasi fisik kemajuan pekerjaan sesuai dengan
berita acara kemajuan pekerjaan. Jumlah kewajiban yang disebabkan transaksi
antarunit pemerintahan harus dipisahkan dengan kewajiban kepada unit
nonpemerintahan.

Contoh Studi Kasus 4


Pada tanggal 20 Oktober 2018, bendahara umum daerah (BUD) Kota Semarang membeli
bahan habis pakai secara kredit kepada CV Broto Joyo sebesar Rp4.800.000,00 Pada tanggal
10 November, utang kepada CV Broto Joyo dibayar lunas.
Pencatatan dalam jurnal atas transaksi pembelian dan pelunasan bahan habis pakai
adalah sebagai berikut.

Jurnal Finansial

Tangal Akun/Deskripsi Debit Kredit


2018 Beban Bahan habis pakai Rp 4.800.000,00
20 Okt Utang Belanja Barang dan Jasa Rp 4.800.000,00
(pembelian kredit bahan habis pakai)
2018 Utang Belanja Barang dan Jasa Rp 4.800.000,00
10 Nov Kas di Kas Daerah Rp 4.800.000,00
(pembayaran utang)

Jurnal Pelaksanaan Anggaran

Tangal Akun/Deskripsi Debit Kredit


2018
Tidak ada jurnal
20 Okt
2018 Belanja Bahan habis pakai Rp 4.800.000,00
10 Nov Perubahan SAL Rp 4.800.000,00
(pembayaran utang)

10) Utang pemerintah yang dapat diperjualbelikan


Jenis sekuritas utang pemerintah harus dinilai sebesar nilai pari
(original face value) dengan memperhitungkan diskonto atau premium
sebelum diamortisasi. Sekuritas utang pemerintah yang dijual sebesar nilai
pari atau diskonto ataupun premi harus dinilai sebesar nilai pari. Sekuritas
yang dijual dengan harga diskonto akan bertambah nilainya selama periode
penjualan dan jatuh tempo, sedangkan sekuritas yang dijual dengan harga
premi nilainya akan berkurang.
Contoh Studi Kasus 5

Berikut adalah data beban-beban pada Kabupaten Bersemi bulan November 2018 yang belum
dibayarkan.
 Beban listrik sebesar Rp1.500.000,00
 Beban telepon dan internet sebesar Rp11.000.000,00

Berdasarkan data tersebut, pencatatan dalam jurnal adalah sebagai berikut.

Jurnal Finansial

Tanggal Akun/Deskripsi Debit Kredit


2018 Beban Listrik Rp 1.500.000,00
31 Des Beban Telepon Rp 11.000.000,00
Kewajiban Lancar Lainnya Rp 12.500.000,00
(beban listrik dan telepon yang belum
dibayar)

11) Tunggakan
Tunggakan adalah jumlah tagihan yang telah jatuh tempo, tetapi
pemerintah tidak mampu untuk membayar jumlah pokok dan/atau bunganya
sesuai jadwal. Jumlah tunggakan atas pinjaman pemerintah harus disajikan
dalam bentuk daftar umur kreditur pada Catatan atas Laporan Keuangan
sebagai bahan pengungkapan kewajiban. Informasi tunggakan pemerintah
menjadi salah satu informasi yang menarik perhatian pembaca laporan
keuangan sebagai bahan analisis kebijakan dan solvabilitas satu entitas.

4. Akuntansi Kewajiban
a) Prosedur kewajiban
Pencatatan akuntansi untuk kewajiban terdiri atas keperluan
penyusunan neraca dan/atau laporan operasional (basis akrual) dan penyusunan
LRA (basis kas). Pencatatan untuk kewajiban diawali pada saat penerimaan kas
dari pinjaman pihak ketiga. Pencatatan untuk keperluan penyusunan LRA adalah
kas bertambah di sisi debit dan penerimaan pembiayaan bertambah di sisi kredit.
Sementara itu, pencatatan untuk keperluan penyusunan neraca adalah kas
bertambah di sisi debit dan kewajiban bertambah di sisi kredit.
1) Pencatatan kewajiban jangka pendek
Berikut fungsi-fungsi yang terkait pada prosedur akuntansi kewajiban
jangka pendek berdasarkan Permendagri No. 13 Tahun 2006.
a) Pejabat pengelola keuangan daerah.
b) Pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran.
c) Bendahara pengeluaran/pembantu bendahara pengeluaran.
d) Pejabat penatausahaan keuangan SKPD.
e) Bendahara umum daerah/kuasa bendahara umum daerah.

2) Dokumen yang digunakan


Dokumen yang digunakan kewajiban jangka pendek dan menjadi dasar
dalam pencatatan kewajiban jangka pendek berdasarkan Permendagri No. 13
Tahun 2006 adalah sebagai berikut.
a) Surat perintah membayar (SPM)
b) Surat perintah pencairan dana (SP2D)
c) Bukti transfer/penyetoran atas kas (PFK)
d) Laporan posisi utang jangka panjang.
e) Buku besar.
f) Buku besar pembantu.

b) Pengungkapan dalam CaLK atas kewajiban dan ekuitas dalam neraca


Utang pemerintah harus diungkapkan secara terperinci dalam bentuk daftar
skedul utang untuk memberikan informasi yang lebih baik kepada pemakainya.
Untuk meningkatkan kegunaan analisis, informasi-informasi yang harus
disajikan dalam Catatan atas Laporan Keuangan adalah sebagai berikut.
1) Jumlah saldo kewajiban jangka pendek dan jangka panjang yang
diklasifikasikan berdasarkan pemberi pinjaman.
2) Jumlah saldo kewajiban berupa utang pemerintah berdasarkan jenis sekuritas
utang pemerintah dan jatuh temponya.
3) Bunga pinjaman yang terutang pada periode berjalan dan tingkat bunga yang
berlaku.
4) Konsekuensi dilakukannya penyelesaian kewajiban sebelum jatuh tempo.
5) Perjanjian restrukturisasi utang meliputi:
a) pengurangan pinjaman;
b) modifikasi persyaratan utang;
c) pengurangan tingkat bunga pinjaman;
d) pengunduran jatuh tempo pinjaman;
e) pengurangan nilai jatuh tempo pinjaman;
f) pengurangan jumlah bunga terutang sampai dengan periode berjalan.
6) Jumlah tunggakan pinjaman disajikan dalam bentuk daftar umur utang
berdasarkan kreditur.
7) Biaya pinjaman:
a) perlakuan biaya pinjaman;
b) jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi pada periode yang
bersangkutan; dan
c) tingkat kapitalisasi yang dipergunakan.

Penyajian dalam Neraca

Uraian 2017 2018


Kewajiban
Kewajiban Jangka Pendek:
Utang Perhitungan Pihak Ketiga xxxx xxxx
xxxx xxxx
Utang Bunga
xxxx xxxx
Bagian Lancar Utang Jangka Panjang
xxxx xxxx
Utang Jangka Pendek Lainnya
Jumlah Kewajiban Jangka Pendek xxxx xxxx
Kewajiban Jangka Panjang:
Utang Dalam Negeri – Pusat xxxx xxxx
xxxx xxxx
Utang Dalam Negeri – Lembaga Keuangan
xxxx xxxx
Utang Dalam Negeri – Obligasi
Jumlah Kewajiban Jangka Panjang xxxx xxxx
JUMLAH KEWAJIBAN xxxx xxxx
Lampiran 2

PERANGKAT PENILAIAN
Sekolah : SMKN 1 MALANG
Mata Pelajaran /Teme : Praktikum Akuntansi Lembaga/Instansi Pemerintah
Kelas/Semester : XII/1
Materi Pokok : Transaksi Akuntansi kewajiban satker dan akuntansi
kewajiban desa/kelurahan
Materi Pokok : Akuntansi kewajiban satker dan desa/kelurahan

A. PENILAIAN PENGETAHUAN

KISI-KISI DAN SOAL PENGETAHUAN

Indikator
Kompetensi Pencapaian Indikator Bentuk
Materi No Soal
Dasar Kompetensi Soal Soal
(IPK)
3.2.Menganalisi 1. Peserta
3.2.1.
s transaksi didik dapat
Menjelaskan
akuntansi akuntansi menjelaskan
transaksi
kewajiban kewajiban transaksi Essay 1,2
akuntansi
satker, dan satker akuntansi
kewajiban
akuntansi kewajiban
satker
kewajiban satker
2. Peserta
desa/kelurahan
3.2.2. didik dapat
Menjelaskan akuntansi menjelaskan
mengenai kewajiban mengenai
akuntansi Essay 3, 4, 5
kewajiban desa/keluraha akuntansi
desa/keluraha n kewajiban
n desa/keluraha
n
SOAL PENGETAHUAN
1. Apa yang dimaksud dengan kewajiban ?
2. Jelaskan terkait dengan Akuntansi kewajiban pada SKPD !
3. Sebutkan dokumen sumber terkait dengan pencatatan kewajiban (3) !
4. Sebutkan mekanisme pencatatan pada kewajiban satker !
5. Apa yang dimaksud dengan SP2D ?

KUNCI JAWAB
1. Kewajiban adalah utang yang timbul dari peristiwa masa lalu yang penyelesaiannya
mengakibatkan aliran keluar sumber daya ekonomi pemerintah daerah.
2. Akuntansi kewajiban pada SKPD meliputi serangkaian proses, baik manual maupun
terkomputerisasi, mulai dari pencatatan, penggolongan, sampai peringkasan transaksi
dan/atau kejadian keuangan serta pelaporan keuangan yang berkaitan dengan
kewajiban/utang SKPD.
3. SPM, SP2D, Bukti potong pajak
4. Kewajiban dicatat berdasarkan nilai nominal, Kewajiban diakui pada saat dana
pinjaman diterima dan/atau pada saat kewajiban timbul.
5. Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) merupakan dokumen yang diterbitkan oleh
Bendahara Umum Daerah/Kuasa Bendahara Umum Daerah untuk mencairkan uang
pada Bank yang telah ditunjuk,

Pedoman Penskoran:
JawabanTepat skor 20
Jawaban kurang tepat skor 15
Jawaban mendekati betul skor 10
Jawaban salah skor 5
PENILAIAN KETRAMPILAN

KISI-KISI DAN SOAL KETRAMPILAN

Kompetensi Bentuk No
IPK Materi Indikator Soal
Dasar Soal Soal
4.2. 4.2.1. Menyusun 1. Peserta didik Tes
pencatatan akuntansi
Melakukan dapat menjelaskan Praktik
akuntansi kewajiban
pencatatan transaksi akuntansi
kewajiban satker
akuntansi satker kewajiban satker
kewajiban 4.2.2. 2. Peserta didik  
Menerapkan 1
satker, dan dapat menjelaskan
akuntansi
akuntansi akuntansi mengenai
kewajiban
kewajiban kewajiban akuntansi
desa/kelurahan
desa/keluraha desa/kelurahan kewajiban
n desa/kelurahan
SOAL KETRAMPILAN
Instruksi : Buatlah jurnal dari transaksi aset berikut !
Desember 12 Pemerintah Desa A melunasi utangnya atas pembelian Komputer senilai Rp
10,000,000
15 Pemerintah Desa A melunasi utang pajaknya senilai Rp 29.000.000
18 Pemerintah Desa A melakukan pengadaan barang yang pembayarannya
dilakukan bulan depan senilai Rp 97.000.000
Rubrik Penilaian Pengamatan Praktik :
No. Aspek Yang Dinilai Indikator Skor
Persiapan Kerja
1 Persiapan bahan dan alat Membawa alat tulis menulis 1-4
2 Keselamatan kerja Memenuhi standar keselamatan Kerja 1-4
Pelaksanaan Pekerjaan
Menerapkan akuntansi Sesuai SOP
3 1-4
kewajiban desa/kelurahan
Menyusun pencatatan Sesuai SOP
1-4
akuntansi kewajiban satker
4 Hasil Kerja 1. Menyusun pencatatan akuntansi 1–4
kewajiban satker
2. Menerapkan pencatatan akuntansi 1–4
kewajiban satker
Kerapian dan kebersihan alat Bersih dan rapi
5 1-4
dan lingkungan
B. PENILAIAN SIKAP

No Nama Peserta komunikatif kerjasama kreatif kritis Nilai


didik/kelompok akhir
( modus
)
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36

Keterangan:
A = jika empat indikator terlihat.
B = jika tiga indikator terlihat.
C = jika dua indikator terlihat
D = jika satu indikator terlihat
Indikator Penilaian Sikap:
Komunikatif
a. Berkomunikasi secara efektif dan efisien
b. Menyampaikan pesan dengan baik
c. Penggunaan bahasa yang secara sosial dapat diterima dan memadai
d. Berkomunikasi yang tidakmenyinggungperasaan orang lain
Kerjasama
a. Membantu teman lain yang mengalami kesulitan
b. Memberikan kontribusi pemikiran
c. Mengajak teman lain untuk melakukan tugas secara bersama
d. Berbagi bersama dalam menangani permasalahan
Kreatif
1. Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi
2. Berwawasan masa depan dan penuh imajinasi
3. Mampu memproduksi gagasan-gagasan baru
4. Mampu menemukan masalah dan mampu memecahkannya.
Kritis
a. Menanyakan dan menjawab pertanyaan
b. Mencari cara-cara yang dapat dipakai untuk mengatasi masalah-masalah
c. Berusaha mendapatkan informasi sebanyak mungkin dari sumber lain
d. Berpikir terbuka, yaitu berbicara secara kongkret.
Kategori nilai sikap:
Sangat baik : apabila memperoleh nilai akhir 4
Baik : apabila memperoleh nilai akhir 3
Cukup : apabila memperoleh nilai akhir 2
Kurang : apabila memperoleh nilai akhir 1
C. PROGRAM REMEDIAL DAN PENGAYAAN

PROGRAM REMEDIAL DAN PENGAYAAN

Rencana Ulangan Remidi   :    


Nomor
Indikator Bentuk
Nama Soal yang Nilai
Nilai yang Pelaksanaan
No. Peserta dikerjakan Tes Ket.
Ulangan tidak Pembelajaran
didik dalam Tes  Rem
dikuasai Remidial
Remidial
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)

Diberikan
Bimbingan
1.
Khusus dan
tugas Individu

Diberikan
2.
Tugas khusus

3.

Keterangan :
 Pada kolom ( 6 ), masing-masing indikator dibuatkan 1 atau 2 nomor soal dengan
tingkat kesukaran berbeda-beda
Misalnya     :  Indikator 2 menjadi 2 soal yaitu nomor 1, 2
                          Indikator 3 menjadi 2 soal yaitu nomor 3, 4
  Pada kolom ( 7 ), nilai yang diperoleh hanya digunakan untuk menentukan tuntas atau
tidak tuntasnya  dari peserta didik yang telah ikut remidial, karena nilai yang akan diolah
adalah nilai batas ketuntasan.
Bentuk Pelaksanaan Pembelajaran Remedial
1.    Cara yang dapat ditempuh
a. Pemberian bimbingan secara khusus dan perorangan bagi peserta didik yang belum
atau mengalami kesulitan dalam penguasaan KD tertentu.
b. Pemberian tugas-tugas atau perlakuan (treatment) secara khusus, yang sifatnya
penyederhanaan dari pelaksanaan pembelajaran regular.
Bentuk penyederhanaan itu dapat dilakukan guru antara lain melalui:
a. Penyederhanaan strategi pembelajaran untuk KD tertentu
b. Penyederhanaan cara penyajian (misalnya: menggunakan gambar, model, skema,
grafik, memberikan rangkuman yang sederhana, dll.)
c. Penyederhanaan soal/pertanyaan yang diberikan.

2.    Materi dan waktu pelaksanaan program remedial


a. Program remedial diberikan hanya pada KD atau indikator  yang belum tuntas.
b.  Program remedial dilaksanakan setelah mengikuti  tes/ulangan KD tertentu atau
sejumlah KD dalam  satu kesatuan

Teknik pelaksanaan penugasan/pembelajaran remedial:


 Penugasan individu diakhiri dengan tes (lisan/tertulis) bila jumlah peserta didik yang
mengikuti remedial maksimal 20%.
 Penugasan kelompok diakhiri dengan tes individual (lisan/tertulis) bila jumlah peserta
didik yang mengikuti remedi lebih dari 20% tetapi kurang dari 50%. Pembelajaran ulang
diakhiri dengan tes individual (tertulis) bila jumlah peserta didik yang mengikuti remedi
lebih dari 50 %.
PROGRAM PENGAYAAN

Sekolah : SMKN 1 MALANG


Mata Pelajaran /Teme : Praktikum Akuntansi Lembaga/Instansi Pemerintah
Kelas/Semester : XII/1
Materi Pokok : Transaksi Akuntansi kewajiban satker dan akuntansi
kewajiban desa/kelurahan
Materi Pokok : Akuntansi kewajiban satker dan desa/kelurahan

No. Nama Peserta didik Nilai Ulangan Bentuk Pengayaan

1. Contoh:
2. 1.    Memberikan soal soal yang berkaitan
Dst …………….. dengan transaksi akuntansi kewajiban
satker, dan akuntansi kewajiban
desa/kelurahan

Pelaksanaan Program Pengayaan


1.  Cara yang dapat ditempuh:
a. Pemberian bacaan tambahan atau berdiskusi yang bertujuan memperluas wawasan
bagi KD Menganalisis dokumen sumber dan dokumen pendukung pada perusahaan
jasa
b. Pemberian tugas untuk mengerjakan soal-soal pada soal Lomba Ketrampilan Peserta
didik
c. Memberikan soal-soal latihan tambahan yang bersifat pengayaan
d. Membantu guru dalam membimbing teman-temannya yang belum mencapai
ketuntasan.
2.  Materi dan waktu pelaksanaan program pengayaan
a.       Materi Program pengayaan diberikan sesuai dengan KD-KD atau indikator  yang
dipelajari , bisa berupa penguatan materi yang dipelajari maupun berupa
pengembangan materi
b.      Waktu pelaksanaan program pengayaan adalah:
 Setelah mengikuti tes/ulangan  KD tertentu  atau  kesatuan KD tertentu, dan  atau
 Pada saat pembelajaran dimana peserta didik yang lebih cepat tuntas dibanding
dengan teman lainnya maka dilayani dengan program pengayaan.