Anda di halaman 1dari 11

BAB II

PROFIL PERUSAHAAN

2.1 Sejarah Berdirinya PT Athar Marzuki Pusako


PT Athar Marzuki Pusako merupakan perusahaan swasta bidang pabrik
pengolahan kayu luas lahan PT Athar Marzuki Pusako yaitu 15.000 m 2 (lima
belas ribu meter persegi), didirikan pada tanggal 14 Juli 2017 berdasarkan
data yang dibuat oleh Notaris Rudianto Ramelan,S.H.,M.Kn. dengan Nomor
10 tanggal 14 Juli 2017.

PT Athar Marzuki Pusako meskipun baru berdiri akan tetapi telah


memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang telah berpengalaman puluhan
tahun dan memiliki kiprah dalam hal pengolahan kayu.

PT Athar Marzuki Pusako memiliki lokasi pabrik pengolahan kayu di Jln.


Lintas Rawajitu Unit IV Tri Tunggal Jaya, Kecamatan Banjar Margo, Kabupaten
Tulang Bawang, Provinsi Lampung, sebagai daerah yang sangat strategis
dalam kegiatan pengolahan kayu. Kedudukan PT Athar Marzuki Pusako yang
berada di Kabupaten Tulang Bawang sangat diuntungkan dengan ketersedian
berbagai bahan baku yang di perlukan terutama bahan baku kayu.

Kawasan Kabupaten Tulang Bawang yang berbatasan dengan Kabupaten


Mesuji, Kabupaten Tulang Bawang Barat dan Kabupaten Lampung Tengah
hal ini semakin menguntungkan kaitanya dengan ketersedian bahan baku
kayu untuk di olah.

2.2 Nilai-Nilai Perusahan


“Memberikan kepuasan kepada customer melalui produk dan pelayanan
yang bermutu berlandaskan kepada 7 etos kerja”, yaitu:
1) Bertindak segera.
2) Responsif.
3) Disiplin.
4) Kerja keras

6
5) Kreatif
6) Bersih
7) Baik Sangka

2.3 Pembagian Shift Kerja


Perusahaan PT Athar Marzuki Pusako mempunyai system pembagian jam
kerja, jam kerja ditentukan dalam 2 shift, yaitu shift 1 pagi, dan shift 2 malam.
Durasi jam kerja untuk semua bidang 7,5 jam kerja + 1 jam istirahat, total 8,5
jam.
1. Shift 1 jam 07:30 pagi s/d jam 16:00 sore.
2. Shift 2 jam 20:00 malam s/d jam 04:30 pagi.

2.4 Struktur Organisasi


No. Nama Jabatan
1 Dr. Agus Marzuki 1Direktur Utama
2 Muhammad Shodikin GM
3 Ali Aliana Head Of HRD
4 Makmun Head Of Legal
5 Sobari Head Of Finance
6 Grek Stephen Head Of K3
7 Mustaqim Head Of Production dan QC
8 Darsono Head Of Logistik
9 Bambang Puja Lambang Section Head Rotary
10 Wasino Section Head Log
11 Wasirun Section Head Mekanik
12 Agus Wiyono Section Head Elektrikal
13 Zudhi Prasetiyo Section Head Boiler
14 Riski Mulyanto Section Head Finance
15 Hariyono Section Head Grade
16 Ridwan Sa’idi Section Head Marketing
17 Sediharno Staff Mekanik
18 Lasiyo Operator Forklife
19 Iwan Bahari Staff Procurment
20 Okto Bella Staff Security
21 Irwan Tri Sutrisno Staff Security
22 Jaka Lesmana Staff Security
23 Agus Antoni Staff Grade

7
24 Hermanto Staff Tax
25 M. Amin Staff Produksi
26 Yuslini Staff Pembahanan
27 Erminawati Staff Finishing

Tabel 2.1. Struktur Organisasi PT Athar Marzuki Pusako

2.5 Jumlah Karyawan

No. Status Jumlah


1 Pekerja/Buruh Tetap 24
2 Pekerja/Buruh Kontrak 3
3 Pekerja/Buruh Borongan 97
4 Pekerja/Buruh Harian 53
Jumlah Total 177 Orang

Tabel 2.2. Jumlah Karyawan

2.6 Tugas dan Wewenang Manager Factory


2.6.1 Tugas
a. Menetapkan sistem dan rencana kerja di pabrik yaitu:
1) Membuat rencana kerja untuk pabrik secara periodik.
2) Membuat ide kreatif untuk mencapai target biaya produksi.
3) Membuat prosedur standar guna mencapai kualitas dan kuantitas
hasil kerja di pabrik.
b. Menetapkan tanggung jawab kepada kepala bagian pabrik.
1) Membuat job description kepada kepala bagian sesuai tanggung
jawab pekerjaan.
2) Menetapkan target yang harus dicapai untuk masing-masing
kepala bagian.

c. Menetapkan kebijakan keselamatan kerja di pabrik.


1) Membuat kebijakan K3 untuk diterapakan oleh seluruh pekerja.
2) Mempertahankan Zero Accident di pabrik.
3) Menetapkan prosedur keselamatan dalam bekerja.

8
4) Merealisasikan kebutuhan Alat Pelindung Diri (APD).

d. Melakukan evaluasi menyeluruh pabrik yaitu:


1) Evaluasi terhadap pencapaian target kepala bagian proses dan
maintenance.
2) Evaluasi terhadap kualitas dan kuantitas hasil produksi serta
pencapaian availability kendaraan dan mesin produksi.
3) Menyusun strategi untuk pencapaian target yang masih belum
optimal.

2.6.2 Wewenang
Menetapkan budget pabrik dan mengusulkan promosi atau demosi
kepala bagian ke Human Resource Departement (HRD)

2.7 Tugas dan Wewenang Kepala Bagian di Perusahaan


2.7.1 Tugas
a. Dalam perencanaan proses produksi yaitu:
1) Membuat rencana pengolahan secara periodik.
2) Menempatkan tenaga kerja di area pabrik sesuai kebutuhan.
3) Memberikan perintah kerja baik lisan maupun tertulis kepada
bawahan langsung.
4) Membuat pembaharuan Instruksi Kerja (IK) secara berkala.
b. Perencanaan penggunaan biaya proses.
1) Membuat distribusi budget bulanan.
2) Mengontrol pembiayaan rutin proses, seperti maintenance
3) Menandatangani dokumen permintaan biaya proses.

c. Evaluasi kinerja
1) Melakukan evaluasi internal pabrik terkait kualitas dan kuantitas
mutu produk melalui rapat evaluasi setiap bulannya.
2) Melakukan koordinasi dan evaluasi eksternal dengan departemen
lain terkait kualitas dan kuantitas mutu produk.

9
2.7.2 Wewenang
a. Mengesahkan (otorisasi) laporan seperti penerimaan bahan baku dari
kebun, produksi harian, permintaan pembelian, permintaan barang,
pengelolaan limbah dan perintah lembur.
b. Mengusulkan rancangan budget produksi tahunan, untuk selanjutnya
diperiksa dan disetujui oleh atasan langsung.
c. Melakukan penilaian karya terhadap bawahan langsung serta
memberikan punish (teguran, surat peringatan, mutasi) maupun
rewards (premi prestasi, kenaikan level, dsb).
d. Membuat atau merevisi instuksi kerja proses yang belum ataupun
sudah ada, dalam rangka perbaikan yang berkelanjutan (continue
improvement).

2.8 Tugas dan Wewenang Kepala Bagian Mekanik dan Elektrical


2.8.1 Tugas
a. Perencanaan kerja perawatan listrik dan mesin produksi.
1) Membuat rencana kerja maintenance listrik dan mesin produksi
secara periodik.
2) Melakukan kontrol anggaran perawatan listrik dan mesin
produksi.
3) Membuat target untuk setiap rencana kerja yang telah disusun.
b. Pengawasan K3 dan pembinaan kinerja struktur di bawahnya.
1) Melakukan pembinaan dan penilaian terhadap staff dibawahnya.
2) Memberikan perintah langsung secara lisan maupun tertulis
terhadap staff.
3) Memberikan sosialisasi instruksi kerja, khususnya yang
menyangkut K3.
4) Mengutamakan keselamatan kerja dan penggunaan alat pelindung
diri yang benar.

c. Pengawasan efektifitas hasil kerja.

10
1) Melakukan pengawasan kerja di lapangan agar sesuai prosedur
yang benar
2) Melakukan pengawasan kerja agar sesuai deadline yang telah
ditargetkan.
3) Melakukan evaluasi hasil kerja dilapangan.
4) Berkoordinasi dengan departemen terkait agar proses
maintenance berjalan lancar.

d. Improvement
Membuat terobosan baru terkait penghematan dan pengoptimalan
sumber daya.

2.8.2 Wewenang
a. Mengatur jam kerja tim maintenance pabrik
b. Mengusulkan lembur tim maintenance pabrik ke asisten
maintenance.
c. Melakukan penilaian karya terhadap bawahan langsung.
d. Memberikan usulan kepada asisten maintenance terkait penilaian
anggota baik dalam bentuk punish (teguran, surat peringatan, mutasi)
maupun rewards (premi prestasi, kenaikan level, dsb).
e. Pengambilan keputusan yang bersifat tepat dan taktis di lapangan.
2.9 Tugas dan Wewenang Staff
2.9.1 Tugas
a. Pengawasan aktivitas kerja.
1) Membuat rencana kerja harian untuk tiap shift.
2) Melakukan breefing harian secara rutin.
3) Menerapkan instuksi kerja secara konsisten.
4) Memberikan instruksi lisan maupun tertulis terhadap struktur
dibawahnya.

b. Pencapaian hasil produksi harian sesuai target.

11
1) Membuat langkah strategis untuk mencapai target produksi
harian.
2) Melakukan evaluasi dan peningkatan terhadap pencapaian
efisiensi finish produk.
3) Melakukan evaluasi dan penekanan terhadap losses proses
produksi.

c. Monitoring stock produksi harian.

1) Monitoring buku stock setiap akhir proses produksi selesai.


2) Memonitor perkembangan mutu stock finish produk setiap
harinya.
3) Menghitung efisiensi dan losses produksi baik tiap shift maupun
secara global.
4) Berkoordinasi dengn atasan terkait kuantitas.
5) Melakukan pengawasan pada saat loading finish produk ke
Customer.

2.9..2 Wewenang

a. Mengatur jam kerja serta mengusulkan lembur ke kepala bagian.


b. Melakukan penilaian karya terhadap struktur dibawahnya.
c. Memberikan usulan kepada kepala bagian terkait penilaian anggota
baik dalam bentuk punish (teguran, surat peringatan, mutasi)
maupun rewards (premi prestasi, kenaikan level, dsb).

2.10 Sistem Produksi


Proses produksi PT Athar Marzuki Pusako mempunyai system
Pembagian jam kerja, jam kerja ditentukan dalam 2 shift, yaitu shift 1 pagi,
dan shift 2 malam. Durasi jam kerja untuk bagian rotary ditentukan dalam 2
shift, yaitu durasi jam kerja untuk semua bidang bagian rotary dengan
durasi jam kerja 7,5 jam kerja + 1 Jam Istirahat, Total 8,5.
1) Shift 1 Jam 07:30 pagi s/d jam 16:00 sore.

12
2) Shift 2 Jam 20:00 malam s/d jam 04:30 pagi.

Pada PT Athar Marzuki Pusako merupakan industri yang sistem kerjanya


menggunakan mesin sepindleless untuk membuat lembaran core veneer.
Untuk mencapai kerja mesin sepindleless, maka harus terlebih dahulu
dibutuhkan tenaga listrik untuk menyuplai motor induksi supaya mesin
sepindleless berkerja sesuai dengan fungsinya.

Apa bila ada gangguan pada sistem mesin sepindleless yang diakibatkan
pada saat pembuatan core dari log, makan kelancaran dan kontinuitas saat
peroses akan terganggu. Untuk mengetahui sistem perawatan mesin
Sepindleless tersebut, maka penulis akan “Preventive Maintenance Mesin
Sepindleless Pembuat Core Veneer Di PT Athar Marzuki Pusako”.

Untuk lebih mempermudah pelaksanaan pembuatan core veneer perlu


diketahui langkah-langkah pemilihan bahan baku yang memenuhi syarat
dan proses pengoprasian mesin pembuat core veneer menggunakan mesin
Sepindleless type Single-Axis Automatic Lathe. Sebagian besar kecelakaan
yang terjadi pada peralatan disebabkan oleh operator yang tidak beroperasi
secara ketat sesuai dengan prosedur operasi. Prinsip yang harus dipatuhi
operator adalah bahwa peralatan tidak boleh dibersihkan, dilumasi atau
dipelihara selama operasi. Catu daya harus terputus selama perawatan.
Grounding catu daya peralatan harus diperiksa.

a. Prinsip-prinsip yang harus diamati sebelum mengoperasikan mesin:


1) Pemeliharaan peralatan harus dilakukan oleh personil terlatih, sehat,
beradaptasi yang dapat melakukan pekerjaan dengan andal.
2) Orang-orang yang minum alkohol, minum obat atau sebagainya
tidak diizinkan untuk mengoperasikan, memelihara dan memperbaiki
perangkat.
3) Sebelum memulai peralatan, operator harus memeriksa bahwa semua
fasilitas keselamatan normal dan memeriksa peralatan untuk cacat
yang jelas.

13
4) Jika peralatan memiliki cacat, terutama yang berkaitan dengan
prosedur operasi keselamatan, operator harus segera melaporkan
kepada pemimpin atau memberi tahu orang yang bertanggung jawab
atas pemeliharaan.
5) Jika masalah peralatan dalam operasi krisis, peralatan harus berhenti
berjalan segera, memotong catu daya, dan membuat tanda peringatan
pada peralatan.
6) Ketika peralatan sedang diperbaiki atau pekerjaan lain, semua
personil yang terlibat harus diberitahu bahwa jika peralatan harus
didukung, orang khusus harus mengurus saklar listrik.
7) Jika peralatan keselamatan tidak dapat dijamin untuk beroperasi
secara normal selama instalasi, perbaikan atau perbaikan, itu harus
dilakukan oleh pemegang lisensi profesional yang harus memastikan
cedera pribadi dan kerusakan peralatan.
8) Jangan memakai cincin, jam tangan, perhiasan, kalung, pakaian
gantung tiket longgar, seperti dasi, pakaian robek, sepatu biasa, dapat
tergores oleh bagian-bagian yang bergerak dari perangkat hidup.
Pakaian pelindung yang disetujui untuk mencegah kecelakaan harus
dikenakan.
9) Saat membersihkan peralatan, pastikan untuk menghentikan catu
daya, berhati-hatilah untuk mencegah luka, dan gunakan metode
yang tepat untuk membersihkan.
10) Jangan mengoperasikan peralatan jika peralatan sakit, lampu
indikator menyala, dan unit kontrol rusak.
11) Sebelum memulai peralatan, pastikan bahwa semua komponen
dipasang dengan benar, tidak ada bagian yang rusak, dan fungsi
setiap tombol operasi dipahami dengan jelas. Semua benda lain
(kain, alat, dll.) yang tidak terkait dengan mesin harus dikeluarkan
dari peralatan
12) Tegangan catu daya lebih tinggi dari kisaran tegangan yang
diperlukan oleh peralatan. Jangan mengirim daya ke peralatan, jika
tidak komponen listrik akan rusak.

14
13) Setelah sistem kontrol listrik berenergi, sangat berbahaya untuk
mengisi komponen listrik. Non-profesional tidak boleh
menyentuhnya untuk menghindari risiko sengatan listrik.
14) Selama pengoperasian peralatan, dilarang keras untuk menggunakan
alat berbahaya seperti alat pemeliharaan dan alat pembersih, dan
tidak diizinkan untuk menjangkau peralatan dengan santai.
15) Selama proses rotasi, semua bagian yang berputar tidak boleh
disentuh dengan tangan. Non-operator dilarang mendekat. Dilarang
melepas atau membuka penutup.
16) Ketika peralatan dilumasi, dilarang menyentuh peralatan secara
langsung dengan tangan.
17) Putar kayu sampai akhir dan gunakan poros kayu kecil atau benda-
benda lain untuk melumpuhkan poros kayu yang tersisa. Tidak
disarankan untuk menyentuh poros kayu dengan tangan.
18) Jangan biarkan peralatan beroperasi tanpa dirawat.
19) Ketika peralatan berjalan, perhatikan apakah ada suara abnormal.
Jika terjadi kelainan, hentikan mesin segera, potong catu daya, dan
cari tahu penyebab kesalahan dan hilangkan uji daya.

b. Pemeriksaan mutu bahan core veneer


Bahan baku setibanya di pabrik pada setiap bak mobil diangkut lalu
dipisahkan sesuai ukuran, dalam 1 bak mobil kurang lebih terdapat 350-
400 batang kayu karet. Sebelum diolah menjadi core veneer bahan baku
tersebut (log) dipisahkan dari kulitnya agar saat pembuatan core veneer
terhindar dari paku dan kawat, setelah dipisahkan dari kulitnya log sudah
siap diolah menjadi core veneer dengan ukuran core veneer yang sudah
di tentukan. Adapun persyaratan mutu bahan baku log yang dapat diolah
menjadi core veneer adalah sebagai berikut:
 Kayu tidak boleh pecah dan bengkok
 Panjang kayu tidak boleh lebih dari 130 cm.
 Panjang kayu tidak boleh kurang dari 127 cm.

15
Bahan baku dari setiap bak mobil yang memenuhi persyaratan
tersebut di atas dipisahkan sesuai ukuran. Tetapi bila tidak memenuhi
persyaratan mutu, maka log tersebut harus dipisahkan dan tidak boleh
dicampur dengan yang bermutu baik, karena dapat memperlambat
pekerjaan.

16