Anda di halaman 1dari 5

Adaptasi Hewan

Apa itu Adaptasi?


Adaptasi adalah cara atau bagaimana makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan
sekitarnya. Proses ini penting karena lingkungan di bumi berbeda beda karakterisitiknya. Oleh
sebab itu memerlukan cara bertahan hidup yang berbeda juga.

Dalam penggolongannya, adaptasi dibedakan menjadi 3 macam yaitu adaptasi morfologi, adaptasi
tingkah laku , dan adaptasi fisiologi.
 1. Adaptasi Morfologi

Adaptasi morfologi merupakan cara adaptasi dengan menyesuaikan bentuk tubuh makhluk hidup
atau alat organ tubuh makhluk hidup dengan lingkungan sekitar mereka.

Ciri khas yang menonjol dari adaptasi ini adalah bentuk organ nya yang unik seperti bentuk kaki,
gigi, bentuk paruh, bentuk daun atau bentuk tubuh keseluruhan.

Beberapa contoh adaptasi morfologi yang terjadi di hewan, antara lain:

 Bentuk gigi pada hewan tidak sama. Contohnya adalah seperti hewan pemakan daging atau
hewan karnivor seringkali mempunyai empat gigi taring yang lebih besar dan runcing yang
dipakai untuk menangkap mangsanya, dan juga mempunyai gigi geraham dengan ujung
tajam yang dipakai untuk memotong atau mencabik daging hewan yang dimangsanya.

 Bentuk mulut serangga yang tidak sama. Seperti contohnya pada kupu-kupu yang
mempunyai mulut penghisap yang berupa panjang belalai, menjadikan kupu-kupu dapat
menghisap nektar yang ada di bunga.Nyamuk mempunyai mulut penusuk dan penghisap
dengan mulut panjang dan tajam yang dipakai ketika menghisap darah manusia dan hewan.
Serangga dengan mulut penjilat seperti pada lalat dan serangga dengan mulut penggigit
seperti pada jangkrik dan belalang.
 Bentuk paruh dan kaki di burung yang tidak sama. Seperti contohnya pada burung pipit
dan burung elang. Burung pipit mempunyai bentuk paruh yang pendek, dan kuat yang
dipakai untuk memakan biji-bijian, sedangkan jari-jari kakinya yang panjang dan telapak
kakinya yang datar dipakai untuk hinggap di dahan atau ranting pohon.Sedangkan burung
elang mempunyai paruh yang lebih melengkung ke bawah, tajam dan rahang yang kuat
dipakai untuk mencabik cabik daging mangsa dan kakinya yang pendek dan bercakar
dipakai untuk mencengkeram mangsa supaya tidak terlepas.

 Unta merupakan hewan yang bisa ditemukan di daerah gurun. Bentuk adaptasi morfologi
dari unta adalah memiliki punuk untuk menyimpan air, memiliki bulu mata tebal dan panjang
untuk melindungi mata dari pasir, serta memiliki telapak kaki yang tebal untuk menahan
panas saat berjalan di pasir.
 Katak gurun memiliki kaki bertanduk. Kaki bertanduk ini berfungsi untuk menggali lubang
hinggameter dalamnya, digunakan untuk katak melindungi diri dari panasnya gurun.

2. Adaptasi Fisiologi

Adaptasi fisiologi merupakan cara adaptasi dengan cara menyesuaikan fungsi alat atau organ
tubuh makhluk hidup terhdap keadaan lingkungan sekitar. Adaptasi ini lebih kepada fungsi
organ yang unik dan khas sesuai lingkungannya.

Contoh:

 Ikan di air asin mengeluarkan air urine yang lebih pekat daripada ikan air tawar. Hal ini
terjadi karena ikan air asin membutuhkan jumlah garam ditubuh mereka agar tidak
berlebihan jadi organ mereka merspon dengan urine lebih pekat
 Musang dapat mensekresikan bau busuk dengan cara menyemprotkan cairan melalui sisi
lubang dubur. Sekret tersebut berfungsi untuk menghindarkan diri dari musuhnya.

 Cumi-cumi dan gurita memiliki kantong tinta yang berisi cairan hitam. Bila musuh datang,
tinta disemprotkan ke dalam air sekitarnya sehingga musuh tidak dapat melihat
kedudukan cumi-cumi dan gurita

 Sapi, kambing, kerbau. Makanan hewan tersebut adalah rumput-rumputan, di dalam


saluran pencernaannya terdapat enzim selulase. Enzim ini berfungsi untuk mencerna
selulose yang menyusun dinding sel tumbuhan, dengan enzim selulase maka makanan
menjadi lebih mudah dicerna.

 Bunglon mempunyai kemampuan Mimikri, sehingga dараt menubah warna kulitnya sesuai
dеngаn lingkungan atau tempat tinggalnya. Tujuan bunglon menubah warna kulitnya
semoga dараt terhindar dаrі pemangsa atau musuhnya dan sekaligus dараt menyamar
dikala mencari makan.

 Nyamuk merupakan binatang уаng dараt menghisap darah baik іtu darah insan ataupun
darah hewan. Sehingga nyamuk mempunyai zat anti pembeku darah уаng disebut dеngаn
zat antikoagulan.

3. Adaptasi Tingkah Laku


Adaptasi tingkah laku merupakan cara adaptasi dengan menyesuaikan bentuk tingkah laku dengan
keadaan lingkungannya. Pada adaptasi ini tingkah laku makhluk hidup menyesuaikan keadaan
untuk melindungi diri dari mangsa atau mencari makanan.

Ciri khas adaptasi ini sesuai dengan Namanya yaitu kebiasaan makhluk hidup atau tingkah laku
yang unik dan khas.

Ada beberapa jenis adaptasi tingkah laku hewan, yaitu sebagai berikut:

1. Mimikri

Mimikri adalah adaptasi yang dilakukan hewan dengan cara mengubah warna kulit seperti
warna lingkungannya. Mimikri biasanya terjadi pada bunglon. Bunglon akan mengubah warna
kulitnya menjadi hijau jika ia sedang berada di antara tumbuhan hijau. Namun juga bisa
menjadi cokelat jika berada di tanah atau daun kering. 

2. Autotomi

Autotomi adalah pelepasan atau pemutusan bagian tubuh binatang untuk melepaskan diri dari
kejaran mangsanya.  Autotomi terjadi pada hewan cicak. Cicak akan melepaskan ekornya
ketika berada di keadaan yang berbahaya, seperti dikejar oleh kucing dan hewan pemangsa
lainnya.  Uniknya, ekor yang putus setelah cicak menyelamatkan diri ini masih bisa bergerak,
lo!

3. Hibernasi

Hibernasi adalah kegiatan istirahat atau tidur pada binatang selama musim dingin. Pada saat
musim dingin, hewan memiliki kesulitan untuk bertahan hidup. Beberapa hewan masih bisa
mencari makan, namun beberapa yang lain mempertahankan hidup dengan tidur selama musim
dingin berlangsung. Tujuan hewan melakukan hibernasi adalah untuk menghemat energi,
menghindari kekurangan makanan, dan menghindari cuaca yang terlalu dingin. Hibernasi
biasanya terjadi pada ular, kura-kura, beruang, dan lain-lain.

4. Estivasi

Berlawanan dengan hibernasi, estivasi justru dilakukan di musim panas. Estivasi adalah cara
bertahan hidup yang dilakukan hewan dengan tidur selama musim panas
berlangsung. Beberapa hewan melakukan estivasi untuk melindungi diri dari suhu yang tinggi
dan menghindari kekurangan air. Estivasi terjadi pada kelelawar, beberapa tupai, dan jenis
lemur yang kerdil.

5. Adaptasi Tingkah Laku pada Rayap

Cara hewan rayap beradaptasi untuk mempertahankan hidupnya, berbeda dengan hewan-
hewan lain. Rayap beradaptasi dengan cara memakan kayu di sekitarnya. Ini dilakukan untuk
mendapatkan hewan flagellata yang mampu membantu rayap mencerna kayu. Hewan
flagellata terdapat pada kayu karena pada saat usus bagian belakang rayap terkelupas,
flagellata yang ada di dalam usus rayap juga ikut terbuang.Inilah alasan rayap harus
memakan kayu secara terus-menerus untuk mendapatkan kembali flagellata yang
membantunya mencerna.
6. Adaptasi pada Mamalia Air

Hewan mamalia air seperti paus dapat bernapas di dalam air dengan paru-paru, bukan
insang. Paus harus keluar ke permukaan air untuk menghirup udara sebanyak-banyaknya
sampai udara yang terisi ke dalam paru-paru mencapai sekitar 3.350 liter. Ketika sudah
memiliki udara sebanyak itu, paus bisa bertahan selama setengah jam di dalam air. Lalu paus
akan kembali keluar ke permukaan air sambil menyemburkan air dari lubang seperti air
mancur. Air yang tersembur tersebut adalah karbon dioksida dan uap air yang sudah
mengalami pengembunan. 

Contoh:

 Ikan paus dan lumba lumba muncul ke permukaan secara berkala untuk bernafas. Hal ini
terjadi karena mereka bernafas dengan paru paru
 Bunglon beradaptasi dengan cara mengubah warna tubuhnya untuk berkamuflas dengan
lingkungan yang ditempatinya untuk melinduni diri atau mendapatkan mangsa.
 Kucing mengincar mangsanya dengan cara mendekam. Ketika mangsa mendekat dan lengah,
maka kucing akan meloncat dan menerkam mangsanya. Tingkah laku yang dilakukan kucing
bertjuan untuk menghemat energi.
 Cicak akan memutuskan ekornya pada saat berada dalam ancaman. Tingkah laku cicak
tersebut bertujuan untuk mengelabuhi musuhnya.
 Paus naik ke permukaan air ketika akan mengambil oksigen untuk bernapas.
 Rayap membuat terowongan dari tanah dengan tujuan untuk menuntunnya menuju ke tempat
makanan atau sarangnya.
 Beruang hitam pada musim dingin melakukan hibernasi (tidur panjang di musim dingin) dengan
tujuan untuk menjaga suhu tubuhnya.
 Keong pada musim kemarau melakukan estivasi (tidur panjang di musim kemarau) dengan
tujuan untuk melindungi diri dari panas yang tinggi dan kekurangan air.
 Bunglon dapat melakukan kamuflase dengan tempat yang ia tempati dengan tujuan untuk
mengelabuhi musuhnya.
 Cumi-cumi mengeluarkan tinta hitam ketika ada bahaya yang mengancamnya. Cumi-cumi juga
mampu mengubah warna kulitnya sesuai dengan warna lingkungannya.
 Kerbau akan berkubang di lumpur ketika udara panas. Hal tersebut bertujuan untuk menjaga
suhu tubuhnya.
 Beberapa jenis burung akan melakukan migrasi ke tempat yang lebih sesuai.