Anda di halaman 1dari 18

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

DISUSUN OLEH :

Bella Adelia 202015003

Farah Donna Maulidiane 202015006

Lusi 202015009

Nurwati Rettob 202015012

Raimusta Sinaga 202015062

Rosa Amelia 202015015

Sita Ayurana Husna 202015018

Tazkiya 202015021

Vina Nada Karanina 202015024

STIKes JAYAKARTA PKP DKI JAKARTA


Jalan Raya PKP Kecamatan Ciracas – Jakarta Timur 13730

Telp./Fax (021) 22852216 email : stikesjayakarta1@gmail.com

Website www.stikesjayakartapkp.ac.id
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

Bidang Studi : Keperawatan Komunitas

Topik : Anemia pada remaja

Sasaran : Remaja

Tempat : SMA Angkasa

Hari/tanggal : Selasa, 14 September 2021

Waktu : 09.00- 10.00 WIB

1. LATAR BELAKANG
Anemia sering ditemukan di Indonesia, namun sebagian besar masyarakat Indonesia
menganggap anemia sebagai penyakit yang ringan. Masyarakat Indonesia masih belum
sepenuhnya menyadari pentingnya zat gizi, karena itu prevalensi anemia di Indonesia
sekarang ini masih cukup tinggi. Berdasarkan data Riskesdas 2018, prevalensi anemia
pada remaja sebesar 32%, artinya 3-4 dari 10 remaja menderita anemia. Hal tersebut
dipengaruhi oleh kebiasaan asupan gizi yang tidak optimal dan kurangnya aktifitas fisik.
Anemia menyebabkan berkurangnya sel darah merah atau jumlah hemoglobin dalam sel
darah merah, sehingga darah tidak dapat mengangkut oksigen dalam jumlah sesuai yang
diperlukan tubuh. Remaja laki-laki maupun perempuan dalam masa pertumbuhan
membutuhkan energi, protein dan zat-zat gizi lainnya yang lebih banyak dibandingkan
dengan kelompok umur lain. Untuk melakukan upaya pencegahan dan perbaikan yang
optimum diperlukan informasi yang lengkap dan tepat tentang status gizi pada remaja,
serta faktor yang memengaruhinya [ CITATION KEM21 \l 1033 ].
Dari hasil kuesioner kepada 15 orang remaja, diperoleh data 32% remaja memiliki nilai
Hb < 12gr/dl, 81,33% remaja memiliki kebiasaan yaitu mengkonsumsi sayuran yang
mentah, 36% remaja yang tidak memiliki kebiasaan minum Vit C setelah mengkonsumsi
Fe (zat besi), 58,67% remaja yang memiliki kebiasaan minum air teh setelah makan,
53,33% remaja yang tidak menyukai buah-buahan, 53,33% remaja yang tidak menyukai
sayuran hijau, 49,33% remaja yang tidak mengkonsumsi makanan yang mengandung
protein hewani, 17,33% remaja yang melakukan diet untuk menjaga tubuhnya supaya
tetap langsing, 70,67% remaja yang dikategorikan memiliki IMT < 18,5 (kategori kurus).
Berdasarkan hasil wawancara kepada 15 orang remaja, diperoleh data 9 orang suka tidur
pada malam hari yaitu di atas jam 23.00, 8 orang menginginkan badan kurus dan memiliki
persepsi diet dengan tidak makan, 14 remaja mengatakan makan 2x sehari dan tidak
sarapan pagi lebih suka jajan makanan yg mengandung pengawet, 10 remaja mengatakan
tidak suka makan sayur dan buah lebih suka makan gorengan, 9 remaja hampir setiap hari
mengatakan makan mie instas dan minum teh gelas, 8 remaja mengatakan sedang
melakukan diet supaya tubuhnya tetap langsing.

2. TUJUAN
1) Tujuan Umum
Setelah mengikuti penyuluhan ini diharapkan peserta mampu memahami mengenai
penyakit anemia
2) Tujuan Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan diharapkan peserta mampu :
a. Menyebutkan Pengertian Anemia
b. Menyebutkan Penyebab Anemia
c. Menyebutkan Klasifikasi Anemia
d. Menyebutkan Tanda dan Gejala Anemia
e. Menyebutkan Akibat Anemia
f. Menjelaskan Pencegahan Anemia
g. Menjelaskan Cara Mengatasi Anemia
h. Menjelaskan Modifikasi Lingkungan
i. Menyebutkan Penggunaan Pelayanan Kesehatan Untuk Pemeriksaan Anemia
j. Mendemontrasikan Tentang Cara Membuat Jus Jambu Biji

3. MATERI (Terlampir)

4. PELAKSANAAN
1) Topik
Anemia Pada Remaja

2) Sasaran atau target


Remaja yang berisiko mengalami anemia di SMA Angkasa

2) Metode
a) Ceramah
b) Diskusi
c) Demonstrasi
d) Re-demontrasi
e) Tanya dan Jawab

3) Media dan Alat


a) Leaflet
b) Lembar balik
c) Speaker/mic
d) Jambu merah biji 400 gram
e) Air 100 ml
f) 1 sendok gula pasir
g) Gelas takar
h) Gelas biasa
i) Timbangan buah
j) Blender

4) Waktu dan Tempat


Hari : Selasa
Tanggal : 14 September 2021
Jam : 09.00- 10.00 WIB
Tempat : SMA Angkasa

5) Pengorganisasian
a) Leader/pemateri :
b) Moderator :
c) Fasilitator :

d) Observer :

6) Setting tempat

D L M

S F S S F S

S S S S
F
F
S S S
S

F F
O

Keterangan :

L : Leader

M : Moderator

S : Peserta

O : Observer

F : Fasilitator

D : Dosen pembimbing

7) Uraian tugas
a) Leader
 Mempresentasikan materi yang akan diberikan
 Mengevaluasi peserta tentang materi yang akan diberikan
 Memberikan reinforcement (+)
b) Moderator
 Pada acara pembukaan
- Mengucapkan salam
- Membuka acara
- Memperkenalkan mahasiswa
- Menjelaskan topik serta tujuan penyuluhan
- Menanyakan yang suka / sering makan sayur siapa aja
- Menjelaskan kontrak waktu
- Menjelaskan sesi tanya jawab di akhir materi
- Memfokuskan peserta pada acara penyuluhan tersebut
 Kegiatan inti (isi)
- Meminta peserta memberikan pertanyaan atas penjelasan yang tidak
dipahami
- Memberikan kesempatan pada peserta atas jawaban yang diajukan
untuk menjawab
 Pada acara penutup
- Menyimpulkan serta menutup diskusi
- Mengucapkan salam
c) Fasilitator
 Memotivasi peserta agar tetap aktif/ berperan aktif
 Membuat absensi penyuluhan
 Mengantisipasi suasana yang dapat mengganggu kegiatan penyuluhan
d) Observer
 Mengawasi proses pelaksanaan kegiatan dari awal sampai akhir/ mengatur
waktu saat penyuluhan
 Membuat laporan penyuluhan yang telah dilaksanaan

5. KEGIATAN PENYULUHAN

Kegiatan penyuluh Kegiatan audiens/sasaran Media dan Alat


Pembukaan (5 menit) Speaker/Mic
a) Moderator memberikan a) Menjawab salam
salam

b) Moderator b) Mendengarkan dan


memperkenalkan diri menyimak
sendiri dan anggota
penyuluh

c) Moderator menjelaskan c) Mendengarkan dan


tentang topik menyimak
penyuluhan

d) Moderator membuat d) Mendegarkan dan


kontrak waktu serta menyimak
tujuan penyuluhan

e) Menanyakan masalah e) Mengemukakan


anemia yang dirasakan permasalahan (jika ada)
saat ini kepada audiens

f) Mendiskusikan masalah f) Mendengarkan dan


mengenai anemia yang menyimak
terjadi pada remaja

Penyajian (50 menit)


a) Mengkaji pengetahuan a) Mengemukakan
audiens tentang apa itu pendapat dan
anemia menyimak

Lembar balik, speaker/mic,


b) Memberi reinforcement jambu biji, gula, sendok, air,
(+) b) Mendengarkan dan gelas takar dan gelas minum
menyimak
c) Menjelaskan tentang
pengertian anemia c) Mendengarkan dan
menyimak
d) Mengkaji pengetahuan
audiens tentang d) Mengemukakan
penyebab anemia pendapat dan
menyimak
e) Memberikan
reinforcement (+)
e) Mendengarkan dan
f) Menjelaskan tentang menyimak
penyebab anemia
f) Mendengarkan dan
g) Mengkaji pengetahuan menyimak
audiens tentang macam-
macam anemia g) Mengemukakan
pendapat dan
h) Memberikan menyimak
reinforcement (+)

i) Menjelaskan tentang h) Mendengarkan dan


macam-macam anemia menyimak

j) Mengkaji pengetahuan i) Mendengarkan dan


audiens tentang tanda menyimak
dan gejala anemia
j) Mengemukakan
k) Memberikan pendapat dan
reinforcement (+) menyimak

l) Menjelaskan tentang
tanda dan gejala anemia k) Mendengarkan dan
menyimak
m) Mengkaji pengetahuan
audiens tentang akibat l) Mendengarkan dan
anemia menyimak

n) Memberi reinforcement m) Mengemukakan


(+) pendapat dan
menyimak

o) Menjelaskan tentang
akibat anemia n) Mendengarkan dan
menyimak
p) Megkaji pengetahuan
audiens tentang
pencegahan anemia o) Mendengarkan dan
menyimak
q) Memberikan
reinforcement (+) p) Mengemukakan
pendapat dan
r) Menjelaskan tentang menyimak
pencegahan anemia
q) Mendengarkan dan
s) Mengkaji pengetahuan menyimak
audiens tentang cara
mengatasi anemia r) Mendengarkan dan
menyimak
t) Memberi reinforcement
(+) s) Mengemukakan
pendapat dan
u) Menjelaskan tentang menyimak
cara mengatasi anemia

v) Menjelaskan tentang t) Mendengarkan dan


modifikasi lingkungan menyimak

w) Menjelaskan tentang u) Mendengarkan dan


pelayanan kesehatan menyimak
yang dapat digunakan
v) Mendengarkan dan
x) Mengkaji pengetahuan menyimak
audiens/
mendemonstrasikan w) Mendengarkan dan
tentang Cara Membuat menyimak
Jus Jambu Biji

x) Mengemukakan
y) Mengajak audiens untuk pendapat dan
mendemonstrasikan menyimak terkait
ulang tentang Cara penjelasan atau
Membuat Jus Jambu Biji demonstrasi yang di
tunjukkan.
z) Memberi reinforcement
(+)
y) Re-demonstrasi yang
dilakukan audiens
tentang Cara Membuat
Jus Jambu Biji

z) Mendengarkan dan
menyimak
Penutup (5 menit) Sound/mic, leaflet
a) Mengevaluasi audiens a) Menjawab pertanyaan
dan memberi pertanyaan moderator
kepada audiens

b) Memberi reinforcement b) Mendengarkan dan


(+) menyimak

c) Bersama audiens c) Bersama moderator


menyimpulkan materi menyimpulkan

d) Membagikan d) Menerima
leaflet/selembaran

e) Menutup dengan salam e) Menjawab salam

6. EVALUASI
1) Evaluasi struktur
 SAP sudah dikonsultasikan
 Lembar balik, leaflet dan kasus sudah dikonsultasikan
 Tempat sudah disurvei dan sudah mendapatkan izin dari pihak STIKes
 Alat dan media sudah tersusun sesuai rencana dan berfungsi dengan baik
2) Evaluasi proses
 Pelaksanaan kegiatan sesuai dengan waktu yang direncanakan
 Media, alat dan sarana dapat berfungsi dengan baik
 Peserta penyuluhan mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir
 Peserta berperan aktif dalam jalannya penyuluhan
 Ruangan serta tempat penyuluhan nyaman
 Peran dan fungsi masing-masing sesuai yang direncanakan
3) Evaluasi hasil
 100% siswa/i hadir dalam acara penyuluhan
Setelah diberikan penyuluhan diharapkan semua siswa/i mampu :
 Peserta dapat menyebutkan Pengertian Anemia
 Peserta dapat menyebutkan Penyebab Anemia
 Peserta dapat menyebutkan Klasifikasi Anemia
 Peserta dapat menyebutkan Tanda dan Gejala Anemia
 Peserta dapat menyebutkan Akibat Anemia
 Peserta dapat menyebutkan Pencegahan Anemia
 Peserta dapat menyebutkan Cara Mengatasi Anemia
 Peserta dapat menjelaskan terkait Modifikasi Lingkungan
 Peserta dapat menyebutkan terkait Penggunaan Pelayanan Kesehatan Untuk
Pemeriksaan Anemia
 Peserta dapat menyebutkan dan mendemontrasikan tentang Cara Membuat Jus
Jambu Biji
7. Referensi
KEMENKES. (2021). Remaja Sehat Komponen Utama Pembangunan SDM Indonesia.

8.
MATERI ANEMIA

A. DEFINISI
Anemia merupakan keadaan menurunnya kadar hemoglobin hemotokrit dan jumlah sel
darah merah di bawah nilai normal yang dipatok untuk perorangan (Arisman, 2014).
Menurut Nursalam (2010), anemia adalah berkurangnya kadar eritrosit (sel darah
merah) dan kadar hemoglobin (Hb) dalam setiap millimeter kubik darah dalam tubuh
manusia Hampir semua gangguan pada sistem peredaran darah disertai dengan anemia
yang ditandai dengan warna kepucatan pada tubuh, penurunan kerja fisik dan
penurunan daya tahan tubuh. Penyebab anemia bermacam-macam diantaranya adalah
anemia defisiensi zat besi (Ani, 2016).
Anemia adalah kondisi dimana seseorang tidak memiliki cukup sel darah merah yang
sehat untuk membawa oksigen yang cukup ke jaringan tubuh. Anemia adalah suatu
kondisi di mana konsentrasi hemoglobin lebih rendah dari biasanya. Kondisi ini
mencerminkan kurangnya jumlah normal eritrosit dalam sirkulasi. Akibatnya, jumlah
oksigen yang dikirim ke jaringan tubuh juga berkurang. Anemia bukanlah penyakit
yang spesifik namun merupakan tanda kelainan mendasar. Tarwoto, (2010).

B. ETIOLOGI
Anemia dapat disebabkan oleh beberapa hal, antara lain :
a. Gangguan pembentukan eritrosit
Gangguan pembentukan eritrosit terjadi apabila terdapat defisiensi substansi
tertentu seperti mineral (besi, tembaga), vitamin (B12, asam folat), asam amino,
serta gangguan pada sumsum tulang.
b. Perdarahan
Perdarahan baik akut maupun kronis mengakibatkan penurunan total sel darah
merah dalam sirkulasi.
c. Hemolisis
Hemolisis adalah proses penghancuran eritrosit.

C. KLASIFIKASI
Menurut Prawirohardjo (2009), macam-macam anemia adalah sebagai berikut:
a. Anemia defisiensi besi adalah anemia yang disebabkan oleh kurangnya mineral
fe. Kekurangan ini dapat disebabkan karena kurang masuknya unsur besi dengan
makanan, karena gangguan absorbsi atau terpantau banyaknya besi keluar dari
tubuh, misalnya pada pendarahan.
b. Anemia megaloblastik adalah anemia yang disebabkan oleh defisiensi asam folat,
jarang sekali karena defisiensi vitamin B12, anemia ini sering ditemukan pada
wanita yang jarang mengonsumsi sayuran hijau segar atau makanan dengan
protein hewani tinggi.
c. Anemia hemolitik adalah anemia yang disebabkan karena penghancuran sel darah
merah berlangsung lebih cepat dari pem buatannya.
d. Anemia hipoplastik dan aplastik adalah anemia yang disebabkan karena sumsum
tulang belakang kurang mampu membuat sel-sel darah yang baru (Prawirohardjo,
2009). Pada sepertiga kasus anemia dipicu oleh obat atau zat kimia lain, infeksi,
radiasi, leukimia dan gangguan imunologis.

Batasan yang umum digunakan oleh WHO pada tahun 1968, (Handayani, 2009).
1) Laki-laki dewasa Hb < 13 gr/dl

2) Perempuan dewasa tidak hamil Hb < 12 gr/dl

3) Perempuan Hamil Hb < 11 gr/dl

4) Anak-anak 6-14 tahun Hb < 12 gr/dl

5) Anak usia 6 bulan – 6 tahun Hb < 11 gr/dl

Klasifikasi derajat anemia yang umum dipakai adalah sebagai berikut :

Ringan sekali Hb 10 gr/dl – 13 gr/dl


Ringan Hb 8 gr/dl – 9,9 gr/dl
Sedang Hb 6 gr/dl – 7,9 gr/dl
Berat Hb < 6 gr/dl
D. MANIFESTASI KLINIS
Tanda dan Gejala yang muncul merefleksikan gangguan fungsi dari berbagai sistem
dalam tubuh antara lain penurunan kinerja fisik, gangguan neurologik (syaraf) yang
dimanifestasikan dalam perubahan perilaku, anorexia (badan kurus), pica, serta
perkembangan kognitif yang abnormal pada anak. Sering pula terjadi abnormalitas
pertumbuhan, gangguan fungsi epitel, dan berkurangnya keasaman lambung. Cara
mudah mengenal anemia dengan 5L, yakni lemah, letih, lesu, lelah, lalai. Kalau
muncul 5 gejala ini, bisa dipastikan seseorang terkena anemia. Gejala lain adalah
munculnya sklera (warna pucat pada bagian kelopak mata bawah). Anemia bisa
menyebabkan kelelahan, kelemahan, kurang tenaga dan kepala terasa melayang.
Tanda dan gejala menurut Tjokroprawiro, (2016) :
1) Keletihan, cepat merasa lelah. Hal ini terjadi karena simpanan oksigen dalam
jaringan otot kurang sehingga metabolisme otot terganggu.
2) Sering merasa pusing dan Nyeri kepala, merupakan kompensasi dimana
kekurangan oksigen, karena daya angkut hemoglobin berkurang.
3) Kesulitan bernafas, terkadang sesak napas merupakan gejala, dimana tubuh
memerlukan lebih banyak lagi oksigen dengan cara kompensasi pernapasan lebih
dipercepat.
4) Berkurangnya nafsu makan, Kehilangan konsentrasi, dan Kesulitan untuk tidur.
5) Kulit, sklera, konjungtiva anemis (bagian putih dari mata), dan membran mukosa
ujung kuku pucat.
6) Pruritus dan ikterus (walaupun jarang, dapat timbul saat terjadi hemolisis sel darah
merah).

E. AKIBAT ANEMIA
Menurut Handayani, (2009) Apabila tidak diobati anemia dapat menyebabkan banyak
masalah kesehatan, seperti :
a. Kelelahan berat. Bila anemia cukup parah, seseorang mungkin merasa sangat lelah
sehingga tidak bisa menyelesaikan tugas sehari-hari.
b. Akibat dari anemia adalah transportasi sel darah merah akan terganggu dan
jaringan tubuh si penderita anemia akan mengalami kekurangan oksigen guna
menghasilkan energi. Tidak mengherankan jika penderita anemia menunjukkan
gejala merasa cepat lelah, pucat, gelisah, dan terkadang sesak. Gejala anemia juga
ditandai dengan warna pucat di beberapa bagian tubuh seperti lidah dan kelopak
mata.
c. Komplikasi kehamilan. Wanita hamil dengan anemia defisiensi folat mungkin
lebih cendrung mengalami komplikasi, seperti kehamilan prematur.
d. Masalah jantung. Anemia dapat menyebabkan detak jantung cepat atau ireguler
(aritmia). Bila seseorang menderita anemia, jantung harus memompa lebih banyak
darah untuk mengimbangi kekurangan oksigen dalam darah. Hal ini dapat
menyebabkan jantung membesar atau gagal jantung.
e. Kematian. Beberapa anemia turunan, seperti anemia sel sabit, bisa menyebabkan
komplikasi yang mengancam jiwa. Kehilangan banyak darah dengan cepat
mengakibatkan anemia akut dan berat dan bisa berakibat fatal.

F. PENCEGAHAN ANEMIA
Menurut Handayani, (2009) berikut ini adalah pencegahan Anemia :

1) Mengkonsumsi makanan mengandung zat besi dapat membantu mencegah


anemia. Makanan ini misalnya daging dan kerang. Orang dapat memilih daging
merah seperti hati sapi serta keluarga kerang-kerangan seperti kerang hijau atau
udang. Selain daging dan kerang, sumber zat besi lain dapat diperoleh dari
kacang-kacangan, sayuran hijau seperti bayam.

2) Memperbanyak asupan makanan yang mengandung zat besi perlu didukung


dengan asupan vitamin C dan folat. Keduanya membantu tubuh memaksimalkan
penyerapan zat besi. Vitamin C bisa didapat dari konsumsi paprika, kale, brokoli,
jeruk, stroberi, nanas dan bayam. Sedangkan folat bisa diperoleh lewat bahan
pangan yang sama termasuk jeruk dan sayuran hijau. Folat bisa pula ditemui pada
pisang, roti dan sereal.

3) Konsumsi makanan yang mengandung vitamin B12. Tak hanya mencegah


anemia, vitamin B12 berfungsi untuk memaksimalkan penyerapan zat besi seperti
halnya vitamin C dan folat.  Orang dapat mengonsumsi beberapa sumber pangan
yang mengandung vitamin B12 antara lain, ikan seperti salmon dan tuna, kerang-
kerangan, telur, produk susu seperti keju dan yogurt, sereal fortifikasi dan produk
kedelai misalnya susu kedelai, edamame dan tahu. 
G. CARA MENGATASI ANEMIA
Bila kekurangan zat besi menurut Handayani, (2009) :
a) Mengatur makanan yang mengandung zat besi, usahakan makanan yang
diberikan mengandung ikan, daging, telur, sayuran, kacang tanah, kacang kedelai.
b) Pemberian Tablet Fe penambah darah.
c) Berikan asam folat seperti sayuran hijau, hati, daging dan susu.
d) Mengatasi anemia berat dengan diet TKTP, vitamin, dan mineral, berikan
transfusi darah, berikan istirahat yang cukup.

H. MODIFIKASI LINGKUNGAN
a. Hindari aktivitas fisik yang berat
b. Menjaga sanitasi lingkungan.
c. Lakukan perubahan lingkungan rumah seoptimal mungkin.
d. Menjaga Lingkungan rumah yang bersih dan sehat.

I. PENGGUNAAN PELAYANAN KESEHATAN


Untuk pemeriksaan Anemia lebih lanjut dapat mengunjungi pelayan kesehatan :
a. Puskesmas
b. Klinik
c. Rumah Sakit

J. DEMONSTRASI/PSIKOMOTOR
Cara membuat jus jambu biji
 Bahan :
1. Jambu merah biji 400 gram
2. Air 100 ml
3. 1 sendok gula pasir
 Cara membuat :
1. Cuci buah jambu biji
2. Kupas kulit jambu biji
3. Campurkan air dan gula
4. Saring jus jambu untuk memisahkan bijinya.
 Aturan Pakai :
1. Minum ramuan 1x/hari
2. Lakukan selama 4 hari
DAFTAR PUSTAKA

Ani, LS. 2016. Buku Saku Anemia Defisiensi Besi. Jakarta: EGC

Arisman Dr, MB, M. Kes. 2014. Buku Ajar Ilmu Gizi Obesitas, Diabetes Melitus &
Disiplidemia. Jakarta : EGC.

Handayani, W. (2009). Asuhan Keperawatn pada Klien dengan Gangguan Sistem


Hematologi. Jakarta: Salemba Medika.

Nursalam. 2010. Konsep dan penerapan metodelogi penelitian ilmu keperawatan. Jakarta:
Salemba medika

Prawirohardjo, Sarwono.2009.Ilmu Kebidanan.Jakarta : PT. Bina Pustaka Sarwono


Prawirohardjo

Tarwoto. (2009). Keperawatan Medikal Bedah Gangguan Sistem Hematologi. Jakarta: Trans
Info Medika.

Tjokroprawiro, A. (2016). Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Surabaya: Airlangga University
Press