Anda di halaman 1dari 45

LAPORAN PELAKSANAAN MAGANG DI BANK

BRI UNIT TAPA

OLEH

NOVRIANTI SUPU (921418137)

NURAINI ( 921418167)

PROGRAM STUDI S1 AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO

2021
KATA PENGANTAR

Kami ucapkan puji syukur serta nikmat pada Allah SWT atas
terselesaikannya kegiatan magang di BRI Unit Tapa. Selama pelaksanaan
Magang, penyusun banyak mendapatkan pengetahuan dan pengalaman yang
belum pernah didapatkan sebelumnya di dunia kampus khususnya di dalam kelas.
Berbagai hambatan dan tantangan juga dialami oleh penyusun selama
melaksanakan Magang.
Di dalam kegiatan magang ini, mahasiswa juga dipancing untuk dapat
mengembangkan pola pikir yang kreatif, penuh inisiatif, bertanggung jawab, dan
juga tanggap atas segala permasalahan yang ada. Sehingga kegiatan magang ini
dapat dijadikan sebagai bekal mahasiswa, dan merupakan pijakan awal bagi
mahasiswa untuk selanjutnya  melangkah lebih jauh lagi ke dalam dunia kerja
yang nyata.
Esensi yang ingin dituangkan di sini adalah bagaimana menyiapkan
mahasiswa sedini mungkin dengan berbagai pengetahuan serta kemampuan dalam
rangka mewujudkan mahasiswa yang kompeten, baik dari sisi brain, skill,
maupun behavior.
Laporan ini dibuat untuk memenuhi persyaratan memperoleh kelulusan
pada mata kuliah magang di Program Studi S1 Akuntansi Universitas Negeri
Gorontalo. Tujuan dibuatnya laporan magang ini yaitu untuk melaporkan segala
sesuatu yang ada kaitannya dengan dunia kerja di BRI Unit Kota Tapa.
Laporan magang ini memang masih jauh dari kesempurnaan, tapi
penyusun sudah berusaha sebaik mungkin. Sekali lagi terima kasih. Semoga
laporan ini bermanfaat bagi kita semua.

Gorontalo, Agustus 2021

Penyusun
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL................................................................................................i

LEMBAR PENGESAHAN.....................................................................................ii

KATA PENGANTAR............................................................................................iii

DAFTAR ISI...........................................................................................................iv

DAFTAR GAMBAR...............................................................................................v

BAB I PENDAHULUAN........................................................................................1

1.1 Latar Belakang..........................................................................................1

1.2 Tujuan dan Kegunaan Magang..................................................................1

1.3 Sasaran.......................................................................................................2

1.4 Waktu dan Lokasi Magang........................................................................3

BAB II KEGIATAN PELAKSANAAN MAGANG...............................................4

2.1 Gambaran Umum Lokasi Magang............................................................4

2.2 Tugas Dan Fungsi Masing-masing Bagian………………………..……11

2.3 Kegiatan Harian dan Mingguan…………….…………………………..13

2.4 Temuan Lapangan dan Analisis……………………………….


………..14

BAB III PENUTUP …………………………………………...…………………18

3.1 Simpulan…………………………………………..……………………….19

3.2 Saran……………………………………………………………………….19

DAFTAR PUSTAKA............................................................................................21

LAMPIRAN...........................................................................................................22
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Pada dasarnya, pelaksanaan magang kerja untuk mahasiswa tingkat akhir


merupakan suatu program tahunan yang diselenggarakan oleh setiap universitas.
Pelaksanaan program magang kerja telah diatur dalam Undang – Undang Nomor
13 Tahun 2003 terkait ketenagakerjaan. Berkaitan dengan UU tersebut,
pemagangan adalah bagian dari sistem pelatihan kerja yang diselenggarakan
secara terpadu antara pelatihan kerja di lembaga pelatihan dengan bekerja secara
langsung dibawah bimbingan dan pengawasan instruktur atau pekerja/buruh yang
lebih berpengalaman, dalam proses produksi barang dan/atau jasa di perusahaan,
dalam rangka menguasai keterampilan atau keahlian tertentu.

Dengan adanya program magang kerja, mahasiswa dilatih untuk membentuk


karakter profesional dan mengembangkan keterampilan yang dimiliki dalam dunia
kerja. Program ini juga berdampak terhadap lapangan kerja dan pertumbuhan
ekonomi di Indonesia. Faktanya jumlah data angkatan kerja berdasarkan jenjang
pendidikan perguruan tinggi masih tergolong relatif kecil. Badan Pusat Statistik
menyatakan bahwa terdapat 76.896 orang (14,07%).Hal tersebut diakibatkan oleh
minimnya kemampuan penciptaan lapangan pekerjaan. Oleh karena itu, program
magang kerja sebagai suatu proses pelatihan kerja untuk memiliki kualifikasi
kompetensi handal sehingga dapat meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM)
yang berkualitas dan mempersiapkan diri dalam menghadapi dunia kerja.

1.2 TUJUAN DAN KEGUNAAN MAGANG


A. Tujuan Magang
Umumnya, rangkaian proses Magang Kerja atau biasanya juga disebut
Praktik Kerja Lapangan mengikutsertakan mahasiswa secara nyata dan
langsung dalam kegiatan kerja profesi pada suatu lembaga atau instansi
mempunyai tujuan yang akan dicapai sebagai berikut :
1. Menambah wawasan dan pengetahuan terkait dunia kerja.
2. Memperoleh pengalaman praktis dalam kerja.
3. Mempersiapkan diri sebagai calon tenaga kerja handal dan siap kerja.
4. Menjalin hubungan kerjasama antara suatu industri/instansi dan
perguruan tinggi.
5. Membina hubungan baik dan akrab dengan staf instansi.
6. Mengembangkan kompetensi yang dimiliki
B. Kegunaan Magang
1. BagiMahasiswa
a) Sebagai sarana latihan dan penerapan ilmu yang di dapat di
perkuliahan.
b) Sebagai sarana untuk menambah pengetahuan, wawasan, dan
keahlian, serta pengalaman di dunia kerja.
2. Bagi Instansi Magang dan Instansi Pendidikan

Terciptanya hubungan yang baik dan adanya pertukaran informasi


antara Kantor BRI Unit Tapa dengan Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi
Universitas Negeri Gorontalo.

1.3 SASARAN
A. Bagi Mahasiswa
1. Kegiatan magang ini diharapkan dapat menambah kemampuan
keterampilan dan wawasan mahasiswa, sehingga nantinya akan
menghasilkan lulusan yang memenuhi tuntutan kerja.
2. Mahasiswa menjadi terbiasa dengan dunia kerja yang sesungguhnya.
3. Menyelesaikan semua permasalahan dengan penuh rasa tanggung
jawab.
4. Meningkatkan disiplin kerja dan tanggung jawab terhadap pekerjaan.
5. Menciptakan suasana semangat kerja sejak dini.
B. Bagi Perusahaan / Instansi
1. Adanya kritikan - kritikan yang membangun dari perusahaan atau
instansi untuk mahasiswa peserta magang.
2. Perusahaan atau instansi akan mendapatkan bantuan tenaga
mahasiswa peserta magang.
3. Membantu Intansi pendidikan dalam penyelesaian tugas sehari-hari
selama penyelenggaraan kegiaatan magang berlangsung.
C. Bagi Lembaga Perguruan Tinggi (UNG)

Bagi kepentingan perkembangan akademik, hasil mahasiswa


diharapkan dapat dijadikan umpan balik lembaga pendidikan khususnya
yang berkaitan dengan peningkatan wawasan pengetahuan tenaga pengajar,
muatan kurikulum local, serta variasi dan kedalaman materi perkuliahan
secara keseluruhan.

1.4 WAKTU DAN LOKASI MAGANG


C. Tempat pelaksanaan
Nama perusahaan : PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Alamat : Jl. Irigasi Lomaya, Desa Talulobutu, Kecamatan
Tapa

Telephone :-
D. Waktu Pelaksanaan
Waktu pelaksanaan Magang ini terhitung mulai tanggal 28 Juni
sampai dengan 11 Agustus 2021 yang berlangsung selama 45hari, 32 hari
kerja. Praktikan melakukan kegiatan Magang sesuai dengan jam kerja
karyawan yaitu dari hari Senin sampai dengan hari Jum’at dimulai dari
pukul 07.00-17.00 WITA setiap hari nya. Waktu istirahat Pukul 12.00-13.00
sWITA
BAB II
KEGIATAN PELAKSANAAN MAGANG

2.1 GAMBARAN UMUM LOKASI MAGANG


A. Sejarah Bank Rakyat Indonesia (BRI)
Bank Rakyat Indonesia (BRI) adalah salah satu bank milik pemerintah
yang terbesar di Indonesia. Pada awalnya Bank Rakyat Indonesia (BRI)
didirikan di Purwokerto, Jawa Tengah oleh Raden Bei Aria Wirjaatmadja
dengan nama De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche
Hoofden atau “ Bank Bantuan dan Simpanan Milik Kaum Priyayi
Purwokerto”, suatu lembaga keuangan yang melayani orang-orang
berkebangsaan Indonesia (pribumi). Lembaga tersebut berdiri pada tanggal
16 Desember 1895, yang kemudian dijadikan sebagai hari kelahiran BRI.
Pada periode setelah kemerdekaan RI, berdasarkan Peraturan
Pemerintah No. 1 tahun 1946 Pasal 1 disebutkan bahwa BRI sebagai Bank
Pemerintah pertama di Republik Indonesia. Dalam masa perang
mempertahankan kemerdekaan pada tahun 1948, kegiatan BRI sempat
terhenti untuk sementara waktu dan baru mulai aktif kembali setelah
perjanjian Renville pada tahun 1949 dengan berubah nama menjadi Bank
Rakyat Indonesia Serikat. Pada waktu itu melalui PERPU No. 41 tahun
1960 dibentuklah Bank Koperasi Tani dan Nelayan (BKTN)
yangmerupakan peleburan dari BRI, bank Tani Nelayan dan Nederlandsche
Maatschappij (NHM). Kemudian berdasarkan Penetapan Presiden (Penpres)
No. 9 tahun 1965, BKTN diintegrasikan ke dalam Bank Indoenesia dengan
nama Bank Indoenesia Urusan Koperasi Tani dan Nelayan.
Setelah berjalan satu bulan, keluar Penpres No. 17 tahun 1965 tentang
pembentukan bank tunggal dengan nama Bank Negara Indonesia. Dalam
ketentuan baru itu, Bank Indonesia Urusan Koperasi, Tani dan Nelayan (eks
BKTN) diintegrasikan dengan nama Bank Indonesia unit II bidang Rural,
sedangkan NHM menjadi Bank Negara Indonesia unit II bidang Ekspor
Impor (Exim).
Berdasarkan Undang-Undang No. 14 tahun 1967 tentang Undnag-
Undang Pokok Perbankan dan Undang-Undang No. 13 tahun 1968 tentang
Undang-Undang Bank Sentral, yang intinya mengembalikan fungsi Bank
Indonesia sebagai Bank Sentral dan Bank Negara Indonesia Unit II Bidang
Rular dan Ekspor Impor dipisahkan masing-masing menjadi dua Bank yaitu
Bank Rakyat Indonesia dan Bank Ekpor Impor Indonesia. Selanjutnya
berdasaran Undang-Undnag No. 21 tahun 1968 menetapkan kembali tugas-
tugas pokok BRI sebagai bank umum.
Sejak 1 Agustus 1992 berdasarkan Undang-undang Perbankkan No.7
tahun 1992 dan peraturan Pemerintah RI No. 21 tahun 1992 status BRI
berubah menjadi perseroan terbatas.Kepemilikan BRI saat itu masih 100%
ditangan Pemerintah Refublik Indonesia. Pada Tahun 2003, Pemerintah
Indonesia memutuskan untuk menjual 30% saham bank ini, sehingga
menjadi perusahaan publik dengan nama resmi PT.bank Rakyat Indonesia
(persero) Tbk.,yang masih digunakan sampai dengan saat ini.
Seiring dengan perkembangan dunia perbankan yang semakin pesat
maka sampai saat ini Bank Rakyat Indonesia mempunyai unit kerja yang
berjumlah 4.447 buah, yang terdiri dari 1 Kantor Pusat BRI,12
KantorWilayah, 12 Kantor Inspeksi/ SPI 170 Kantor Cabang (dalam negeri),
145 Kantor Cabang Pembantu, 1 Kantor Cabang Khusus, 1 New York
Agency, 1 CaymandIsland Agency, 1 Kantor Perwakilan Hongkong, 40
Kantor Kas Bayar, 6 Kantor Mobil Bank, 193 P.POINT, 3.705 BRI UNIT
dan 357 Pos Pelayanan Desa.
B. Prinsip Dasar, Fungsi dan Tujuan Bank Rakyat Indonesia (BRI)
1. Prinsip Dasar Good Corporate Governance yang diterapkan oleh PT.
Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk.
Sebagai lembaga intermediasi dan lembaga kepercayaan, dalam
melaksanakan kegiatan usahanya Bank wajib senantiasa menganut prinsip-
prinsip GCG sebagai berikut:

a) Transparansi (Transparency)
Sebagai keterbukaan dalam mengemukakan informasi yang material
dan relevan serta keterbukaan dalam proses pengambilan keputusan.Adapun
pedoman pelaksanaannya yaitu:
1) Mempunyai kebijakan untuk mengungkapkan berbagai informasi
penting yang diperlukan oleh pemangku kepentingan.
2) Mengungkapkan informasi sesuai dengan ketentuan perundang-
undangan yang berlaku tetapi tidak terbatas pada hal-hal yang
bertalian dengan visi,misi, nilai-nilai serta sasaran usaha dan strategi,
kondisi keuangan, susunan dan remunerasi Komisaris dan Direksi,
pemegang saham pengendali, struktur organisasi berserta pejabat
eksekutif, manajemen resiko, sistem pengawasan dan pengendalian
internal, sistem dan pelaksanaan GCG serta tingkat kepatuhannya dan
kejadian penting yang dapat mempengaruhi kondisi bank.
3) Mengambil inisiatif untuk mengungkapkan hal-hal yang tidak hanya
disyaratkan oleh peraturan perundang-undangan, tetapi juga hal-hal
lain yang diperlukan untuk pengambilan keputusan oleh pemegang
saham, nasabah serta pemangku kepentingan lainnya.
4) Tidak mengurangi kewajiban melindungi informasi rahasia mengenai
bank dan nasabah dengan peraturan perundang-undangan serta
informasi yang dapat mempengaruhi daya saing bank.
5) Informasi tersebut secara tertulis dan dikomunikasikan kepada
pemangku kepentingan.
b) Akuntabilitas (Accountability)
Merupakan kejelasan fungsi dan pelaksanaan pertanggungjawaban
organ bank sehingga pegelolaannya berjalan secara efektif. Adapun pokok
pelaksanaannya yaitu:
1) Menetapkan sasaran usaha jangka panjang dan target usaha jangka
pendek untuk dapat dipertanggungjawabkan kepada pemegang saham
dan pemangku kepentingan lainnya.
2) Dewan Komisaris dan Direksi menyampaikan laporan tahunan dan
dipertanggungjawabkan keuangan dalam Rapat Umum Pemegang
Saham (RUPS) serta menjelaskan pokok-pokok isinya kepada
pemangku kepentingan dan masyarakat pada umumnya.
3) Menyampaikan laporan sesuai dengan ketentuan yang berlaku kepada
otoritas pengawas Bank dan kepada pemangku kepentingan lainnya
sesuai ketentuan yang berlaku.
4) Menetapkan tugas dan tanggung jawab yang jelas bagi masing-masing
organ, anggota Dewan Komisaris dan Direksi serta seluruh jajaran
dibawahnya yang selaras dengan visi, misi, nilai-nilai perusahaan,
sasaran usaha dan strategi Bank.
5) Memastikan bahwa masing-masing anggota Dewan Komisaris dan
Direksi serta seluruh jajaran pimpinan Bank harus membuat
pertanggungjawaban atas pelaksanaan tugasnya, secara periodik
sesuai dengan ketentuan internal bank.
6) Meyakini bahwa masing-masing Dewan Komisaris danDireksi serta
seluruh jajaran dibawahnya mempunyai kompetensi sesuai dengan
tanggung jawabnya dan memahami perannya dalam pelaksanaan
GCG.
7) Memastikan adanya strukur, sistem dan standar operating procedure
(SOP) yang dapat menjamin bekerjanya mekanisme check and
balance dalam pencapaian visi, misi, dan tujuan bank.
8) Memiliki ukuran kinerja dan sistem remunerasi bagi masing-masinng
anggota Dewan Komisaris dan Direksi maupun seluruh jajaran
dibawahnya berdasarkan ukuran-ukuran yang disepakati dan konsisten
dengan visi, misi, nilai-nilai perusahaan, sasaran usaha dan strategi
Bankserta memiliki sistem penghargaan dan sanksi (reward and
punishment sistem).
9) Memiliki sistem pengendalian internal dalam pengelolaan bank
10) Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, masing-masing
insan bank harus berpegang pada etika bisnis dan pedoman perilaku
yang telah disepakati.
c) Pertanggungjawaban (Responcibility)
Merupakan kesesuian pengelolaan bank dengan peraturan perundang-
undangan yang berlaku dan prinsip-prinsip pengelolaan bank yang
sehat.Pedoman pokok pelaksanaan:
1) Insan Bank berpegang pada prinsip kehati-hatian dan menjamin
dilaksanakannya peraturan perundang-undangan, anggaran dasar serta
peraturan internal bank
2) Menafsirkan secara baik ketentuan perundang‐undangan, anggaran
dasar dan peraturan internal Bank, tidak hanya dari perumusan kata‐
kata yang tercantum didalamnya, tetapi juga dari latar belakang yang
mendasari dikeluarkannya peraturan dan ketentuan tersebut.
3) Menghindari segala biaya transaksi yang berpotensi merugikan pihak
ketiga maupun pihak lain di luar ketentuan yang telah disepakati,
seperti tersirat pada undang-undang, regulasi, kontrak maupun
pedoman operasional bank.
4) Memelihara kelestarian alam melalui kebijakan perkreditan dan
kebijakan lain yang mendukung terpeliharanya sumber daya alam.
5) Bertindak sebagai warga korporasi yang baik melalui tanggung jawab
sosial dan lingkungan.
d) Independensi (Independence)
Merupakan pengelolaan Bank secara profesional tanpa
pengaruh/tekanan dari pihak manapun. Pedoman Pokok Pelaksanaan:
1) Menghindari dominasi dari pihak manapun, tidak terpengaruh oleh
kepentingan tertentu, bebas dari benturan kepentingan dan segala
pengaruh atau tekanan sehingga pengambilan keputusan dapat
dilakukan secara obyektif.
2) Melaksanakan fungsi dan tugasnya sesuai dengan anggaran dasar,
peraturan internal Bank dan peraturan perundang‐undangan, tidak
saling mendominasi dan atau melempar tanggung jawab antara satu
dengan yang lain.Melaksanakan fungsi dan tugasnya sesuai dengan
uraian tugas serta standar operasi yang berlaku untuk jenis pekerjaan
yang bersangkutan
e) Kewajaran dan Kesetaraan (Fairness)
Merupakan keadilan dan kesetaraan dalam memenuhi hak-hak
stakeholders yang timbul berdasarkan perjanjian dan peraturan perundang-
undangan yang berlaku.Pedoman Pokok Pelaksanaan:
1) Memberikan perlakuan yang wajar dan setara kepada pemangku
kepentingan sesuai dengan manfaat dan kontribusi yang diberikan
kepada Bank
2) Memberikan kesempatan kepada seluruh pemangku kepentingan
untuk memberikan masukan dan menyampaikan pendapat bagi
kepentingan Bank serta membuka akses terhadap informasi sesuai
prinsip keterbukaan.
3) Dalam penerimaan pegawai dan pengembangan karir pekerja serta
pelaksanaan tugas secara profesional, Banktidak membedakan suku,
agama, ras, golongan, jenis kelamin (gender) dan kondisi fisik.
Fungsi Bank BRI
Fungsi utama Perbankan Indonesia adalah sebagai penghimpun dan sebagai
penyalur dana masyarakat. Menurut Pasal 4 Undang-Undang No. 7 Tahun 1992
Perbankan Indonesia bertujuan menunjang pelaksanaan pembangunan nasional
dalam rangka meningkatkan pemerataan, pertumbuhan ekonomi, dan stabilitas
ekonomi ke arah peningkatan kesejahteraan rakyat banyak.Fungsi bank pada
umumnya adalah menghimpun dari masyarakat dan menyalurkannya berupa
pinjaman atau kredit digunakan untuk berbagai tujuan. Begitu juga dengan fungsi
Bank Rakyat Indonesia (BRI). Bank Rakyat Indonesia (BRI) Fokus terhadap
pembiayaan UMKM, hal tersebut mendorong Bank Rakyat Indonesia (BRI)
membuat unit kerja dengan tujuan memberikan pelayanan perbankan di wilayah
kerjanya yang bersifat membantu aktivitas kantor cabang induknya.
Tujuan Bank BRI
Tujuan utama bank BRI adalah Menjadi bank sehat dan salah satu dari lima
bank terbesar dalam asset dan keuntungan.
1) Menjadi bank terbesar dan terbaik dalam pengembangan usaha mikro, kecil
danmenengah.
2) Menjadi bank terbesar dan terbaik dalam pengembangan agrobisnis.
3) Menjadi salah satu bank go public terbaik.
4) Menjadi bank yang melaksanakan good corporate govermance secara
konsisten.
5) Menjadikan budaya kerja BRI sebagai sikap dan prilaku semua insan BRI

Visi dan Misi Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Gorontalo


a. Visi
Menjadi The Most Valuable Bank di Asia Tenggara dan Home to The Best
Talent
b. Misi
1) Melakukan kegiatan perbankan yang terbaik dengan mengutamakan
pelayanan kepada segmen miko, kecil dan menengah untuk menunjang
peningkatan ekonomi masyarakat.
2) Memberikan pelayanan prima dengan fokus kepada nasabah melalui
Sumber Daya Manusia yang profesional dan memiliki budaya berbasis
kinerja (performance driven culture) Teknologi informasi yang handal dan
future ready Jaringan kerja konvensional maupun digital yang produktif
dengan menerapkan prinsip operational dan risk management excellence.
3) Memberikan keuntungan dan manfaat yang optimal kepada pihak-pihak
yang berkepentingan (stakeholders) dengan memperhatikan prinsip
keuangan berkelanjutan dan praktik Good Corporate Gevernance yang
sangat baik.

C. Struktur Organisasi Perusahaan


Didalam sebuah organisasi Bank, baik itu berbentuk organisasi
perusahaan maupun organisasi perkumpulan pasti mempunyai struktur
organisasi . Salah satu tujuannyaa adalah untuk menggambarkan batas-batas
tugas, wewenang dan tanggung jawab serta bagaimana hubungan antara
suatu bagian dengan bagian lainnya dalam organisasi tersebut guna
mencapai tujuan Bersama. Untuk menggerakkan organisasi dibutuhkan
personil yang memegang jabatan tertentu dalam organisasi dimana masing-
masing personil diberi tugas, wewenang dan tanggung jawab sesuai dengan
jabatannya, Hubungan dan kerjasama dalam organisasi dituangkan dalam
struktur organisasi. Struktur organisasi tersebut dapat dibuat seperti
organigram, yaitu gambar grafis tentang situasi organisasi. Struktur
organisasi PT Bank Rakyat Indonesia ( persero ).
PEMIMPIN
WILAYAH

PEMIMPIN
CABANG

MANAJER MANAJER BISNIS MANAJER FUNGSI KANTOR FUNGSI BISNIS &


STAFF
PEMASARAN MIKRO OPERASIONAL & CABANG INDUK LAYANAN KHUSUS
LAYANAN
ACCOUNT
OFFICER NPL
ASISTEN MANEJER ASISTEN MANAJER BISNIS ASISTEN AMANJER PEMIMPIN CABANG PRIORITY BANKING
PEMASARAN KOMERSIAL MIKRO OPERASIONAL & LAYANAN PEMBANTU MANAGER

ASISTEN MANEJER SUPERVISIOR LAYANAN


SUPERVISOR KANTOR KAS LAYANAN MONEY CHANGER
PEMASARAN BRIGUNA OPERASIONAL

ASISTEN MANAJER
SUPERVISOR LAYANAN KAS KEPALA UNIT LAYANAN SYARIAH
PEMASARAB DANA & JASA

SUPERVISOR PENUNJANG PAYMENT POINT


OPERASIONAL TEMPORARY OUTLET

SUPERVISOR PENUNJANG
BISNIS

CREDIT INVESTIGATOR

Gambar 2.1 Struktur Organisasi


2.2 TUGAS DAN FUNGSI MASING-MASING BAGIAN
Tugas dan tanggung jawab dari masing-masing bagian tersebut
adalah:
1. Pimpinan Cabang (PINCA) BRI
Tugas dan Wewenang:
a. Mempersiapkan, mengusulkan, melakukan negosiasi, merevisi dan
mengupayakan pencapaian RKA.
b. Menciptakan dan menjamin kelancaran pelayanan operasional di
kantor cabang, Kanca pembantu dan BRI Unit.
c. Mengidentifikasi potensi ekonomi di wilayah kerjanya, sehingga dapat
mendukung penyusunan pasar sasaran (PS), kriteria nasabah yang
dapat diterima (KND) dan rencana pemasaran tahunan (RPT).
d. Melakukan pembinaan secara aktif dalam meningkatkan kemampuan
pegawai di Kanca, Kancapem dan BRI Unit untuk meningkatkan
kualitas setiap fungsi, seperti: fungsi marketing, operasional dan
support.
e. Menjamin bahwa seluruh transaksi yang disetujui / disahkan telah
sesuai dengan kewenangannya.
f. Menjamin ketepatan dan kebenaran pembukuan dan laporan.
g. Membina dan mengawasi kegiatan operasional di Kanca, Kancapem,
dan BRI Unit.
h. Mengelola dan mengawasi kebutuhan logistic secara efisien.
i. Melakukan pembinaan dan hubungan dengan nasabah penyimpan dan
peminjam Kanca, Kancapem, BRI Unit.
j. Mengembangkan bisnis perkreditan di Kanca, Kancapem, dan BRI
Unit.
k. Memantau keragaan portopolio dan menetapkan tindak lanjut.
2. Kepala BRI Unit (KAUNIT)
Tugas dan Wewenang
a. Kepala Unit membawahi mantra-mantri, deskman, dan teller.
b. Melaksakan prosedur kredit
c. Mendiskusikan Rapat Kerja Anggaran dengan Unit Bisnis Manajerial
dan menegosiasikan dengan Assistant Manajer Bisnis Mikro/Pim[inan
Cabang.
d. Mengoptimalkan kinerja BRI Unit.
e. Berperan serta secara aktif dalam strategi pengembangan bisnis serta
menjalin hubungan profesioanal dengan debitur dan dana dari
masyarakat yang terkait.
f. Menyampaikan masalah-masalah yang timbulberkaitan dengan kredit
kepada atasannya.
g. Bertanggung jawab atas kebenaran analisis kredit yang akan diputus
Assistant Manajer Bisnis Mikro atau Pimpinan Cabang dan memutus
kredit sesuai kewenangannya.
3. Mantri-mantri
Tugas dan Wewenang :
a. Melaksanakan prosedur kredit di unit kerjanya
b. Mempelajari dan melakukan analisis terhadap potensi ekonomi di
wilayah kerjanya.
c. Mempersiapkan dan melaksanakan rencana bisnis prioritas terhadap
debitur dan mentapkan prioritas pembinaan atas debitur yang di
kelolanya.
d. Berindak sebagai pemrakarsa/penganalisa dan atau perekomendasi
Untuk setiap permohonan kredit.
e. Melaporkan situasi dan kondisi bisnis debitur baik yang masih lancar
maupun memburuk serta memberikan usul,saran pemecahan atau
penanggulangannya (RTL) dan menindak lanjuti RTL yang sudah di
putus Kaunit.
4. Customer Service
Tugas dan Wewenang
a. Menata usaha register-register yang berkaitan dengan pemberian
kredit
b. Menata usaha register pembrantasan tunggakan.
c. Memberikan pelayanan administrasikepada nasabah atau calon
nasabah pinjaman dengan sebaik-baiknya.
d. Mengelola penyimpanan berkas-berkas pinjaman dan melakukan
review dokumen sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
e. Mengerjakan semua laporan BRI yang berkaitan dengan kredit.
5. Teller
Tugas dan Wewenang :
a. Membuat aplikasi tambahan kas awal dan menerima uang dari
supervisor.
b. Menerima uang setoran dari nasabah dan mencocokan dengan tanda
setoran.
c. Meneliti keabsahan bukti yang diterima masuk kelengkapan MCS
sebesar dibayarkan kepada yang berhak.
d. Mengesahkan dalam OLSIB dan menandatangani bukti kas atas
transaksi yang melebihi batas wewenangnya.
e. Meminta pengesahan/flat bayar kepada pejabat yang berwenang atas
transaksi yang melebihi batas wewenangnya.
f. Mengelola dan menyetorkan uang fisik kas kepada Supervisor baik
selama pelayanan kas maupun akhir hari.
g. Memelihara kerjakan register perincian sisa kas.
h. Membayar biaya-biaya hutang, realisasi kredit dan transaksi lainnya
yang kwitansinya telah disahkan oleh pejabat yang berwenang

2.3 KEGIATAN HARIAN DAN MINGGUAN


A. Kegiatan yang dilakukan
Sesuai struktur organisasi, BRI unit Tapa terdapat beberapa bagian,
seperti Teller, CS, Mantri, dll. Dalam melaksanakan Magang, kami
ditempatkan di bagian Mantri. Mantri adalah petugas lapangan dimana
selain menangani masalah kredit pada Bank Rakyat Indonesia (BRI), juga
bertugas mempromosikan produk Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan
mengajak masyarakat untuk berhubungan dengan Bank Rakyat Indonesia
(BRI). Mantri juga adalah singkatan dari marketing dan analisis mikro, para
pekerja BRI yang bertugas mengurusi bagian kredit dan juga
simpanan. Berikut beberapa kegiatan kerja magang yang dilakukan di BRI
Unit Tapa yaitu:
1. Maintenance CIF dan Approved.
Customer Information System (CIF) adalah data / file yang berisi
tentang informasi Nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) secara
lengkap yang terdapat pada sistem BRINETS. CIF harus dibuat
sebelum nasabah membuka rekening di Bank Rakyat Indonesia.
Setiap Nasabah BRINETS harus memiliki nomor CIF sendiri yang
berbeda antara Nasabah satu dengan lainnya. Maintenance CIF ini
bisa dilakukan kapanpun dan bisa langsung di approved. Biasanya
kami melakukan maintenance CIF sampai pukul 16.30 dan melakukan
approved 16.30 – 17.00.
2. Mencari berkas nasabah yang dibutuhkan oleh para Mantri dan
Customer Service.
3. Melakukan pendataan berkas SKPP yang diajukan oleh nasabah
sekaligus menyimpannya digudang berkas.
4. Kegiatan lainnya seperti menyetor uang nasabah di teller, menscan
kwitansi, fotocopy ktp nasabah atau beberapa dokumen penting,
membuat notulen rapat, memeriksa kelengkapan dokumen Surat
Kuasa
B. Masalah Serta Kendala Yang Ada Di Lokasi
1. Didunia kerja pasti banyak kendala yang dihadapi apalagi bagi kami
sebagai mahasiswa yang belajar menjadi pegawai, memang pada
awalnya yang menjadi kendala adalah beradaptasi dengan lingkungan
instansi tersebut, baik dalam hal pergaulan sesama pegawai,
kedisiplinan waktu, serta pekerjaan yang nantinya akan kita tekuni
setiap hari di isntansi tersebut.
2. Kendala yang dihadapi saat mengerjakan pekerjaan yang
menggunakan komputer sering terjadi gangguan jaringan atau biasa di
sebut offlinesystem yang bisa mengakibatkan terhentinnyaa proses
kerja.
C. Solusi Alternatif Perusahaan Atas Kendala Yang Akan Terjadi
1. Sebelum para mahasiswa magang turun langsung ke perusahaan
mahasiswa mendapatkan bekal melalui coaching yang
direkomendasikan oleh kampus, banyak para pembimbing yang
dengan sabar memperkenalkan dunia kerja dan membimbing
bagaimana proses kerja yang akan kita lakukan didalam perusahaan.
2. Apabila terjadi offline system tidak banyak yang bisa dilakukan, salah
satu cara yang dilakukan para pegawai yaitu mereka menjalankan
proses pelayanan dengan cara manual seperti memberikan kuitansi
yang nantinya akan mereka tanda tangani dan akan diberi langsung
kepada pegawai yang bertanggung jawab.

2.4 TEMUAN LAPANGAN DAN ANALISIS


A. Konsistensi PT. Bank Rakyat Indonesia Unit Tapa
PT Bank Rakyat Indoenesia Tbk merupakan bank di Indonesia yang
paling siap dalam melayani pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan
Menengah (UMKM) melalui jaringan kerjanya yang tersebar diseluruh
pelosok tanah air. PT Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk sejak awal
berdirinya pada tahun 1895, telah memfokuskan bisnisnya pada UMKM.
Tak heran jika PT. Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk termasuk bank
yang tahan terhadap krisis. Komitmen untuk menjadi pemimpin di pasar
mikro, kecil dan menengah dipegang kukuh, sampai saat ini PT. Bank
Rakyat Indoensia (persero) Tbk pada unit menjadi intermediari antara jutaan
kreditur dan jutaan debitur yang menyediakan pelayanan sederhana dan
cepat. Keberadaan PT. Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk semakin dekat
dengan masyarakat karena membanbtu UMKM.Upaya lain yang dilakukan
manajemen Bank BRI dalam pengembangan sektor UMKM adalah dengan
pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Pada Bank Rakyat Indonesia Unit Kota Timur, sejak awal berdirinya
sampai saat ini masih konsisten dalam memberikan kredit berupa KUR, hal
ini dapat dibuktikan dengan banyaknya nasabah yang melakukan pengajuan
KUR tersebut. Pada Kredit Usaha Rakyat (KUR) dana yang disediakan oleh
pihak bank minimal Rp. 5.000.000 maksimal sebesar Rp 25.000.000 , selain
itu, pada bank BRI Unit Tapa memberikan kredit sampai Rp 250.000.000
yang di sebut dengan kredit komersil. Dengan adanya pemberian dana
berupa KUR ataupun kredit komersil tentunya akan sangat membantu
meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya pada masyarakat yang
masih kekurungan mod1al untuk menjalankan usahanya.
B. Faktor Pendukung dan Kendala Pengembangan PT. Bank Rakyat
Indonesia (Persero) Tbk. Unit Tapa

Semua kegiatan pada Bank BRI Unit Tapa sudah menggunakan


computer, sehingga pelayanan yang diberikan pegawai mudah dan cepat
dalam melakukan kegiatan pelayanan jasa kepada nasabah, karena
pelayanan merupakan faktor pendukung efektivitas oleh bank. Dalam
melakukan pelayanan jasa kepada nasabah, petugas seperti customer service
dan teller telah bekerja dengan baik dan senantiasa mengikuti berbagai
training yang erat kaitannya dengan pelayanan nasabah yang ditetapkan oleh
BRI. Kemudian dalam hal untuk meningkatkan kepuasan nasabah, terdapat
fafsilitas-fasilitas yang diberikan oleh Bank BRI Unit Tapa, seperti
disediakannya TV, AC,sehingga nasabah tidak akan bosan pada saat
menunggu antrian.
Adapun yang menghambat dalam proses pelayanan yakni terkadang
mengalami gangguan pada jaringan, sehingga hal ini akan memperlambat
dalam proses pelayanan. Namun, pada dasarnya, apabila terdapat kendala-
kendala yang dihadapi oleh BRI Unit Tapa dapat disampaikan kepada
kantor cabang ataupun kepada tim pengawas seperti RAU.
C. Analisis Kinerja Berdasarkan Perspektif
1. Proses Bisnis
Dengan infrastruktur teknolohi informasi yang handal serta didukung
dengan jumlah nasabah yang besar, maka tidak dapat dipungkiri bahwa
Bank BRI merupakan bank yang terdepan dalam mendukung tercapainya
finansial inclusioan dalam perekonomian Indonesia. Terkait dengan laporan
keuangan, Bank BRI selalu berkomitmen uuntuk menyajikan laporan
keuangan secara wajar, berkualitas dan tepat waktu dalam memenuhi
kebutuhan informasi keuangan. Komitmen tersebut dibuktikan dengan
keberhasilan Bank BRI dalam mendapatkan Sertifikat ISO 9001:2008
Sistem Manajemen Mutu pada proses Penyusunan Laporan Keuangan.
Sertifikasi dan audit dilakukan oleh salah satu lembaga Sertifikat ISO yakni
SGS (Societe Generale de Surveille) yang berkantor di Genewa Swiss,
untuk menjamin kredibilitas dan kualitas sertifikasi sehingga ISO ini diakui
secara global.
Untuk meningkatkan kualitas pelayanan dalam bertransaksi, Bank
BRI terus mengembangakn jaringan unit kerja. Dalam kurun waktu
Desember 2013sampai dengan Desmber 2014, BRI telah menambah
sedikitnya 594 unit kerja konvensional, baik itu dalam bentuk Kantor
Wilayah, Kantro Cabang, hingga Teras. Sememntara itu, peningkatan
jumlah jaringan channel di dominasi oleh pertambahan Electronic Data
Capture (EDC), serta Automatic Teller Machine (ATM).
2. Pengembangan Organisasi
Terdapat sebuah organisasi yang ada dibaawah naungan bank BRI
yaitu Ikatan Auditor Intern Bank (IAIB). IAIB dan profesi audiit intern bank
akan menjadi garda terdepan dalam mengawal industri perbankan di
Indonesiia menjadi lebih kokoh dan sehat. Hal ini diharapkan memberikan
bobot aspirasi para audiitor intern bank terhadap pengembangan perbankan
di Indonesia menjadi lebih kuat dan berwibawa.
Selain itu diharapkan pula IAIB dapat menjajdi organisasi profesi
yang terpercaya, berwibawa dan mampu mendorong anggotanya memiliki
integritas tinggi untuk menjadi auuditor intern bank yang profesional.
Secara terus menerus melakukan pembinaan kompetensi dan etika
anggotanya melalui pengembangan standarisasi kompetensi dan kode etik
profesi.
3. Pelayanan/Kepuasan/Mitra
Kepuasan pelanggan adalah tingkat perasaan seseorang setelah
membandingkan kinerja (atau hasil) yang dirasakan dibandaingkan dengan
harapannya (Kotler, 1994). Kepuasan pelanggan merupakan salah satu
rahasia keberhasilan bisnis. Sekalipun demikian, masih banyak orang yang
dengan sengaja atau tidak sengaja melupakan hal ini. Banyak kegagalan
bisnis terjadi karena pelanggan dikecewakan sehingga mereka mencari
alternatif ke produk sejenis lainnya. Pendekatan berdasarkan kepentingan
pelanggan sebaiknya dilakukan secara lebih sistematis dan efektif.
Hubungan antara kepuasan nasabah dan loyalitas nasabah mempengaruhi
perilaku membeli, dimana nasbaah yang puas cenderung menjadi nasabah
yang loyal. Loyalitas berarti kemampuan perusahaan memposisikan
produknya dibenak nasabah, dimana perusahaan berusaha menganggap
nasabah sebagai mitranya dengan cara memantapkan keyakinan nasabah,
selalu berinteraksi.
Menurut undnag-undang No.7 th 1992, bank umum dibagi menjadi
bank umum pemerintah dan bank umum swasta. PT Bank Rakyat Indonesia
(persero) Tbk khusunya pada BRI unit Kota Timur sangat mengedepankan
kualitas pelayanan. Oleh karena dengan memberikan pelayanan yang
maksimal kepada nasabah maka nasabah tersebut akan loyal kepada bank.
BAB III
PENUTUP
3.1 SIMPULAN
Dalam pengalaman penulis selama mengikuti kegiatan MAGANG di Bank
Rakyat Indonesia (BRI) Unit Tapa, penulis menyimpulkan bahwa pada dasarnya
kegiatan MAGANG ini sangat bermanfaat bagi para Mahasiswa-Mahasiswi Prodi
S1 Akuntansi Universitas Negeri Gorontalo, sebab teori yang di dapat selama
dikampus bisa kita implementasikan di lokasi praktek dan juga para mahasiswa
bisa dapat pengalaman tersendiri, pengetahuan dan keterampilan selama
pelaksanaan kegiatan MAGANG karena itu sangat membantu kita apabila kita
kelak berada dalam dunia kerja.
Program ini sangat bermanfaat bagi para mahasiswa karena dapat melatih
para mahasiswa MAGANG untuk bekerja secara efektif dan efisien dalam
bekerja, serta dapat bekerja sama dengan pegawai yang berada di dalam Bank
Rakyat Indonesia (BRI) Unit Tapa.

3.2 SARAN
Diharapkan ditahun yang akan datang Bank Rakyat Indonesia (BRI) dapat
menerima kembali mahasiswa magang, Khususnya mahasiswa yang berasal dari
Prodi S1 Akuntansi Universitas Negeri Gorontalo antara pembimbing lapangan
dengan kepala bagian umum di harapkan agar selalu lancar terutama tentang
pemberian pembinaan mahasiswa yang sedang magang
DAFTAR PUSTAKA

Maula, Nurkholifatul. “Strategi Sumber DayaManusia”. KhazanahIntelektual..,


Volume 2:1, April 2018: 94-108.
https://www.academia.edu/16734451/Laporan_Magang_Mahasiswa_BRI_Unit_P
enatih
FORM JURNAL HARIAN MAHASISWA MAGANG REGULER UNIVERSITAS
NEGERI GORONTALO

LOKASI MAGANG : PT. BANK RAKYAT INDONESIA (Persero) Tbk. UNIT TAPA
N TANGGAL JAM URAIAN TUGAS
O

1 28 juni 2021 12.00 Pengenalan lingkungan kerja

13.00-14.00 Melakukan pengimputan berkas sesuai nomor urut


di laptop dan selanjutnya di simpan di gudang
atau tempat berkas sesuai nomor masing-masing
(BRIMEN).

14.00-14.30 Mencari berkas nasabah yang sudah terdaftar,


selanjutnya mengambil berkas yang terletak
digudang sesuai dengan nama nasabah dan nomor
pangkal

14:30-17:00 Mengisi CIF/Memasukkan data nasabah Seperti


NIK nasabah, Nama, Tanggal Lahir, Jenis
Pekerjaan, dan Alamat

18.30-19.00 Mendaftarkan nama-nama yang melakukan


pencairan kur pada SKPP, 35DA , dan 35CA

2 29 Juni 2021 07.30.08.00 Melaksanakan apel dan Doa pagi bersama

08.30-12.00 Melakukan pengimputan berkas sesuai nomor urut


di laptop dan selanjutnya di simpan di gudang
atau tempat berkas sesuai nomor masing-masing
(BRIMEN).

13.00-13.30 Mencari berkas nasabah yang sudah terdaftar,


selanjutnya mengambil berkas yang terletak
digudang sesuai dengan nama nasabah dan nomor
pangkal

14.00-17.00 Mengisi CIF/Memasukkan data nasabah Seperti


NIK nasabah, Nama, Tanggal Lahir, Jenis
Pekerjaan, dan Alamat

18.30-19.00 Mendaftarkan nama-nama yang melakukan


pencairan kur pada SKPP, 35DA , dan 35CA

3 30 Juni 2021 07.30-08.00 Melaksanakan apel dan Doa pagi bersama

08.30-12.00 Melakukan pengimputan berkas sesuai nomor urut


di laptop dan selanjutnya di simpan di gudang
atau tempat berkas sesuai nomor masing-masing
(BRIMEN).

13.00-13.30 Mencari berkas nasabah yang sudah terdaftar,


selanjutnya mengambil berkas yang terletak
digudang sesuai dengan nama nasabah dan nomor
pangkal

14.00-17.00 Mengisi CIF/Memasukkan data nasabah Seperti


NIK nasabah, Nama, Tanggal Lahir, Jenis
Pekerjaan, dan Alamat

17.30-18.00 Mendaftarkan nama-nama yang melakukan


pencairan kur pada SKPP, 35DA , dan 35CA

18.00-23.00 Mencatat pembukuan angsuran pinjaman nasabah.


.

..

Anda mungkin juga menyukai