Anda di halaman 1dari 154

1

BAB I
PENDAHULUAN

A. LatarBelakang
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional Dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005
tentang Standar Nasional Pendidikan mengamanatkan bahwa Kurikulum dalam jenjang
pendidikan dasar dan menengah disusun oleh satuan pendidikan dengan mengacu kepada
Standar Kompetensi Lulusan (SKL) serta berpedoman pada panduan yang disusun oleh
Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).
Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang mengacu pada standar
nasional pendidikan dimaksudkan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional.
Standar nasional pendidikan terdiri atas: Standar Isi, Standar Proses, Standar Kompetensi
Lulusan, Standar Pendidik danTenaga Kependidikan, Standar sarana dan Prasaran, Standar
Pengelolaan, Standar Pembiayaan, dan Standar Penilaian Pendidikan. Dua dari kedelapan
Standar Nasional Pendidikan tersebut, yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi
Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan
kurikulum.
Kurikulum dikembangkan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan
pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Tujuan tertentu ini meliputi
tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah,
satuan pendidikan dan peserta didik. Oleh sebab itu kurikulum disusun oleh satuan
pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan
potensi yang ada di daerah.
Pengembangan Kurikulum SMK Maarif 1 Sendangagung mengacu pada standar
nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. Standar
nasional pendidikan terdiri atas standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga
kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan dan penilaian pendidikan.
Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut, yaitu Standar Isi (SI) dan Standar
Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama dalam mengembangkan kurikulum di
SMK Maarif 1 Sendangagung.
1. Kondisi Ideal

KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN


SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
2

Kurikulum 2013 merupakan kurikulum berbasis kompetensi yang dikembangkan


dari kurikulum Tahun 2004 dan Kurikulum Tahun 2006 untuk merespon berbagai
tantangan internal dan eksternal bangsa.
Terkait Kondisi ideal antara lain dengan kondisi pendidikan dikaitkan dengan
tuntutan pendidikan yang mengacu kepada 8 (delapan) StandarNasional Pendidikan
yang meliputi: standarisi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik
dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar
pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan. Kondisi ideal lainnya adalah kondisi
ideal terbesar yang ada di sekolah adalah bagaimana mengupayakan agar sumber daya
manusia usia produktif dapat ditransformasikan menjadi sumber daya manusia yang
memiliki kompetensi dan keterampilan melalui pendidikan agar tidak menjadi beban
bangsa dan Negara.

Pengembangan Kurikulum 2013 berdasarkan Enam prinsip utama, yaitu:


 Pertama, standar kompetensi lulusan diturunkan dari kebutuhan.
 Kedua, standar isi diturunkan dari standar kompetensi lulusan melalui
kompetensi inti yang bebas mata pelajaran.
 Ketiga, semua mata pelajaran harus berkontribusi terhadap pembentukan
sikap, keterampilan, dan pengetahuan peserta didik.
 Keempat, mata pelajaran diturunkan dari kompetensi yang ingindicapai.
 Kelima, semua mata pelajaran diikat oleh kompetensi inti.
 Keenam, keselarasan tuntutan kompetensi lulusan, isi, proses pembelajaran,
dan penilaian.
Penerapan kurikulum berjalan searah dengan perubahan yang terus berjalan baik
pada lingkungan internal dan eksternal sekolah dalam menghadapi globalisasi dan
tuntutan masyarakat Indonesia masa depan.

2. Kondisi Nyata
Dalam upaya mencapai tujuan pendidikan nasional pada umumnya, serta tujuan
pendidikan sekolah pada khususnya, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Maarif 1
Sendangagung sebagai lembaga pendidikan tingkat menengah memandang perlu untuk
menyusun dan mengembangkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) K-13.

KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN


SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
12

A.5. Literasi A.5.1 memiliki kemampuan berkomunikasi dengan


menggunakan Bahasa Indonesia yang baik untuk
melaksanakan pekerjaan sesuai keahliannya
A.5.2 memiliki kemampuan menggunakan Bahasa
Inggris dan bahasa asing lainnya untuk menunjang
pelaksanaaan tugas sesuai Keahliannya
A.5.3 memiliki pemahaman matematika dalam
melaksanakan tugas sesuai keahliannya
A.5.4 memiliki pemahaman konsep dan prinsip sains
dalam melaksanakan tugas sesuai keahliannya
A.5.5 memiliki pemahaman konsep dan prinsip
pengetahuan sosial dalam melaksanakan tugas
sesuai keahliannya
A.5.6 memiliki kemampuan menggunakan teknologi
dalam melaksanakan tugas sesuai keahliannya
A.5.7 memiliki kemampuan mengekspresikan dan

mencipta karya seni budaya lokal dan


nasional

KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN


SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
13

A.6. Kreativitas A.6.1 memiliki kemampuan untuk mencari dan


menghasilkan gagasan, cara kerja, layanan, dan
produk karya inovatif sesuai keahliannya
A.6.2 memiliki kemampuan
bekerjasama menyelesaikan masalah dalam
melaksanakan
tugas sesuai keahliannya secara kreatif

A.7. Estetika A.7.1 memiliki kemampuan mengapresiasi, mengkritisi, dan


menerapkan aspek estetika dalam menciptakan
layanan dan/atau produk
sesuai keahliannya

A.8. Kemampuan A.8.1 memiliki kemampuan dasar dalam bidang keahlian


Teknis tertentu sesuai dengan kebutuhan dunia kerja
A.8.2 memiliki kemampuan spesifik dalam program
keahlian tertentu sesuai dengan kebutuhan dunia kerja
dan menerapkan kemampuannya sesuai
prosedur/kaidah dibawah pengawasan
A.8.3 memiliki pengalaman dalam menerapkan keahlian
spesifik yang relevan dengan dunia kerja
A.8.4 memiliki kemampuan menjalankan tugas
keahliannya dengan menerapkan prinsip keselamatan,
kesehatan, dan keamanan
lingkungan

KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN


SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
14

A.9 Kewirausaha an A.9.1 memiliki kemampuan mengidentifikasi dan


.
memanfaatkan peluang usaha dengan
mendayagunakan pengetahuan dan keterampilan
dalam keahlian tertentu
A.9.2 memiliki kemampuan memperhitungkan dan
mengambil resiko dalam mengembangkan dan
mengelola usaha
A.9.3 memiliki keinginan kuat dan kemampuan mengelola
usaha dengan mendayagunakan pengetahuan dan
keterampilan dalam
keahlian tertentu

G. Profil Lulusan
Standar Kompetensi Lulusan merupakan salah satu dari 8 (delapan) Standar
Nasional Pendidikan sebagaimana yang ditetapkan dalam Pasal 35 Ayat (1) Undang-
Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Kompetensi
lulusan merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup Sikap,
Pengetahuan, dan Keterampilan, yang akan menjadi acuan bagi pengembangan
kurikulum dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Cakupan
kompetensi lulusan satuan pendidikan berdasarkan Permendikbud RI Nomor 54 Tahun
2013 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah
Standar Kompetensi Lulusan terdiri atas kriteria kualifikasi kemampuan peserta
didik yang diharapkan dapat dicapai setelah menyelesaikan masa belajarnya di
satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Lulusan Sekolah
Menengah Kejuruan (SMK) memiliki sikap, pengetahuan, dan keterampilan sebagai
berikut.

KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN


SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
15

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN SMK KURIKULUM 2013

Dimensi Kualifikasi
Memiliki (melalui mengetahui, memahami, menerapkan,
menganalisis, mengevaluasi) pengetahuan prosedural dan
metakognitif dalam ilmu pengetahuan, teknologi,seni,
Pengetahuan budaya dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan
kejadian (pada bidang kerja spesifik) sesuai bakat dan
minatnya
Memiliki (melalui menerima, menjalankan, menghargai,
menghayati, mengamalkan) perilaku yang mencerminkan
sikap orang beriman, berakhlak mulia (jujur, santun,
peduli, disiplin, demokratis, patriotic), percaya diri, dan
Sikap
bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan dirinya sebagai cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia
Memiliki (melalui mengamati, menanya, mencoba,
mengolah, menyaji, menalar, mencipta) kemampuan pikir
dan tindak yang efektif dan kreatif dalam ranah abstrak dan
Keterampilan
konkret sebagai pengembangan dari yang dipelajari di
sekolah secara mandiri (pada bidang kerja spesifik) sesuai
dengan bakat dan minatnya

H. Deskripsi KKNI Level 2 atau 3 Sesuai Kompetensi Keahlian

Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia, yang selanjutnya disingkat KKNI,


dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 8 tahun 2012 adalah kerangka
penjenjangan kualifikasi kompetensi yang dapat menyandingkan, menyetarakan, dan
mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja serta
pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai
dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor. Peraturan ini ditetapkan untuk untuk
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
16

melaksanakan ketentuan Pasal 5 ayat (3) Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun


2006 tentang Sistem Pelatihan Kerja Nasional dimana perlu menetapkan Peraturan
Presiden tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia. Prinsip pokok kualifikasi
adalah deskripsi akan jenjang, standar, kriteria dan keluaran dari sebuah jenjang
pendidikan. Deskripsi yang rinci itulah yang diharapkan akan mampu
menyandingkan kompetensi sesama lulusan sebuah jenjang pendidikan.

Kualifikasi adalah penguasaan capaian pembelajaran yang menyatakan


kedudukannya dalam KKNI. KKNI terdiri atas 9 (sembilan) jenjang kualifikasi,
dimulai dari jenjang 1 (satu) sebagai jenjang terendah sampai dengan jenjang 9
(sembilan) sebagai jenjang tertinggi. Jenjang kualifikasi KKNI terdiri atas:

1. jenjang 1 sampai dengan jenjang 3 dikelompokkan dalam jabatan operator;


2. jenjang 4 sampai dengan jenjang 6 dikelompokkan dalam jabatan teknisi
atau analis;
3. jenjang 7 sampai dengan jenjang 9 dikelompokkan dalam jabatan ahli.

Sesuai dengan ideologi Negara dan budaya Bangsa Indonesia, maka


implementasi sistem pendidikan nasional dan sistem pelatihan kerja yang dilakukan
di Indonesia pada setiap level kualifikasi pada KKNI mencakup proses yang
membangun karakter dan kepribadian manusia Indonesia sebagai berikut :

 Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa


 Memiliki moral, etika dan kepribadian yang baik di dalam menyelesaikan
tugasnya
 Berperan sebagai warga negara yang bangga dan cinta tanah air serta

mendukung perdamaian dunia


 Mampu bekerja sama dan memiliki kepekaan sosial dan kepedulian yang
tinggi terhadap masyarakat dan lingkungannya
 Menghargai keanekaragaman budaya, pandangan, kepercayaan, dan agama
serta pendapat/temuan original orang lain
 Menjunjung tinggi penegakan hukum serta memiliki semangat untuk
mendahulukan kepentingan bangsa serta masyarakat luas

KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN


SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
17

Rumusan deskripsi KKNI Level 2 yang diterapkan di SMK Negeri 18 :

 Mampu melaksanakan satu tugas spesifik, dengan menggunakan alat, dan


informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan, serta menunjukkan
kinerja dengan mutu yang terukur, di bawah pengawasan langsung atasannya.
 Memiliki pengetahuan operasional dasar dan pengetahuan faktual bidang kerja
yang spesifik, sehingga mampu memilih pemecahan yang tersedia terhadap
masalah yang lazim timbul.

SKEMA KKNI LEVEL II – KOMPETENSI KEAHLIAN OTOMASI DAN


TATAKELOLA PERKANTORAN

Didalam pemaketan yang ditetapkan untuk level II Kompetensi Keahlian


Otomasi dan Tatakelola Perkantoran adalah sebagai berikut :

 Jenis Kemasan : KKNI


 Nama Skema : KKNI Level II pada Kompetensi Otomasi dan Tatakelola
Perkantoran
 Aturan Pengemasan : Untuk mendapatkan KKNI Level II pada Kompetensi
Keahlian Otomasi dan Tatakelola Perkantoran, kompetensi yang harus dicapai
dengan total 22 ( Dua Puluh Dua) unit kompetensi yang terdiri dari:

1. 15 ( limabelas) Unit Kompetensi Inti


Minimal 7 (tujuh) dari 14 ( empat belas) Unit Kompetensi pilihan
RINCIAN U NIT

K OMPETENSI RINCIAN

UNIT K OMPETENSI

INTI :

NO KODE UNIT JUDUL UNIT

KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN


SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
18

Menangani Penerimaan/ Pengiriman Surat/


1 N.821100.001.02
Dokumen
2 N.821100.004.02 Memproduksi Dokumen
3 N.821100.028.02 Mengaplikasikan Keterampilan Dasar Komunikasi
4 N.821100.029.02 Melakukan Komunikasi Melalui Telepon
Melakukan Komunikasi Lisan dengan
5 N.821100.030.02
Kolega/Pelanggan
Melakukan Komunikasi Lisan dalam Bahasa Inggris
6 N.821100.032.02
pada Tingkat Operasional Dasar
Membaca dalam Bahasa Inggris pada Tingkat
7 N.821100.033.02
Operasional Dasar
8 N.821100.053.02 Memproduksi Dokumen di Komputer
9 N.821100.054.01 Menggunakan Peralatan Komunikasi
10 N.821100.057.02 Mengoperasikan Aplikasi Perangkat Lunak
11 N.821100.059.02 Menggunakan Peralatan dan Sumberdaya Kerja
12 N.821100.067.01 Melakukan Transaksi Perbankan Sederhana
13 N.821100.073.02 Mengelola Arsip
14 N.821100.075.02 Menerapkan Prosedur K3 Perkantoran
15 N.821100.076.02 Meminimalisir Pencurian

Rincian Unit Kompetensi Pilihan

NO KODE UNIT JUDUL UNIT


Mengatur Penggandaan/ Pengumpulan Surat/
1 N.821100.002.02
Dokumen
2 N.821100.003.02 Menciptakan Dokumen/ Lembar Kerja Sederhana

KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN


SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
19

NO KODE UNIT JUDUL UNIT


3 N.821100.007.02 Mencatat Dikte
4 N.821100.012.01 Mengelola Jadwal Kegiatan Pimpinan
5 N.821100.013.02 Mengatur Rapat/Pertemuan
Menulis dalam Bahasa Inggris pada Tingkat
6 N.821100.034.02
Operasional Dasar
7 N.821100.041.01 Menulis Pesan Singkat dalam Bahasa Inggris
8 N.821100.045.02 Memberikan Layanan kepada Pelanggan
9 N.821100.049.02 Memenuhi Kebutuhan Pelanggan
10 N.821100.056.02 Memelihara Data/file di Komputer
11 N.821100.058.02 Mengakses data di Komputer
12 N.821100.060.01 Membuat Surat/Dokumen Elektronik
13 N.821100.061.01 Mengakses Informasi melalui Homepage
14 N.821100.054.01 Menggunakan Peralatan Komunikasi

A. Deskripsi Kompetensi PMK


Kompetensi inti dirancang seiring dengan meningkatnya usia peserta didik pada
kelas tertentu. Melalui kompetensi inti, integrasi vertikal berbagai kompetensi dasar
pada kelas yang berbeda dapat dijaga.
Rumusan kompetensi inti menggunakan notasi sebagai berikut:
1. Kompetensi Inti-1 (KI-1) untuk kompetensi inti sikap spiritual;

2. Kompetensi Inti-2 (KI-2) untuk kompetensi inti sikap sosial;


3. Kompetensi Inti-3 (KI-3) untuk kompetensi inti pengetahuan; dan

4. Kompetensi Inti-4 (KI-4) untuk kompetensi inti keterampilan.


Uraian tentang Kompetensi Inti untuk jenjang Sekolah Menengah
Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan dapat dilihat pada Tabel berikut :

KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN


SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
20

Tabel 2. Kompetensi inti untuk jenjang SMK

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI INTI KOMPETENSI INTI


KELAS X KELAS XI KELAS XII

1. Menghayati dan 1. Menghayati dan 1. Menghayati dan


mengamalkan ajaran mengamalkan ajaran mengamalkan ajaran
agama yang dianutnya agama yang dianutnya. agama yang dianutnya.

2. Menghayati dan 2. Menghayati dan 2. Menghayati dan


Mengamalkan perilaku mengamalkan perilaku mengamalkan perilaku
jujur, disiplin, tanggung- jujur, disiplin, tanggung- jujur, disiplin, tanggung-
jawab, peduli (gotong jawab, peduli (gotong jawab, peduli (gotong
royong, kerjasama, royong, kerjasama, royong, kerjasama,
toleran, damai), santun, toleran, damai), santun, toleran, damai), santun,
responsif dan pro-aktif dan responsif dan pro-aktif dan responsif dan pro-aktif dan
menunjukan sikap sebagai menunjukan sikap sebagai menunjukan sikap sebagai
bagian dari solusi atas bagian dari solusi atas bagian dari solusi atas
berbagai permasalahan berbagai permasalahan berbagai permasalahan
dalam berinteraksi secara dalam berinteraksi secara dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan efektif dengan lingkungan efektif dengan lingkungan
sosial dan alam serta sosial dan alam serta sosial dan alam serta
dalam menempatkandiri dalam menempatkan diri dalam menempatkan diri
sebagai cerminan bangsa sebagai cerminan bangsa sebagai cerminan bangsa
dalam pergaulan dunia. dalam pergaulan dunia. dalam pergaulan dunia.

KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN


SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
21

3. Memahami, 3. Memahami, 3. Memahami,


menerapkan dan menerapkan, dan menerapkan, menganalisis,
menganalisis pengetahuan menganalisis pengetahuan dan mengevaluasi
faktual, konseptual, dan faktual, konseptual, pengetahuan faktual,
prosedural berdasarkan prosedural, dan konseptual, prosedural,
rasa ingin tahunya tentang metakognitif berdasarkan dan metakognitif dalam
ilmu pengetahuan, rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan,

B. DESKRIPSI KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR

Tujuan kurikulum mencakup empat aspek kompetensi, yaitu (1) aspek


kompetensi sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan.
Aspek-aspek kompetensi tersebut dicapai melalui proses pembelajaran intrakurikuler,
kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Berikut tabel 3:

Tabel 3 Kompetensi Inti 1 dan Kompetensi Inti 2

KOMPETENSI INTI 1 KOMPETENSI INTI 2


(SIKAP SPIRITUAL) (SIKAP SOSIAL)

1. Menghayati dan mengamalkan ajaran 2. Menghayati dan mengamalkan perilaku


agama yang dianutnya jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli
(gotong royong, kerja sama, toleran,
damai), bertanggung-jawab, responsif,
dan proaktif melalui keteladanan,
pemberian nasihat, penguatan,
pembiasaan, dan pengkondisian secara
berkesinambungan serta menunjukkan
sikap sebagai bagian dari solusi atas
berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam serta dalam

KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN


SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
22

menempatkan diri sebagai cerminan


bangsa dalam pergaulan dunia.

Kompetensi sikap spiritual (KI 1) dan Kompetensi sikap sosial (KI 2) tersebut
dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching) yaitu keteladanan,
pembiasaan, dan budaya sekolah, dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran serta
kebutuhan dan kondisi peserta didik.Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap
dilakukan sepanjang proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan sebagai
pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter peserta didik lebih lanjut.

Tabel 4 : Kompetensi Inti 3 dan Kompetensi Inti 4

KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami, menerapkan, 4. Melaksanakan tugas spesifik dengan
menganalisis, dan menggunakan alat, informasi, dan
mengevaluasi tentang prosedur kerja yang lazim dilakukan
pengetahuan faktual, serta memecahkan masalah sesuai
konseptual, prosedural, dan dengan bidang kajian bahasa Indonesia.
metakognitif sesuai dengan Menampilkan kinerja di bawah
bidang dan lingkup kajian bimbingan dengan mutu dan kuantitas
bahasa Indonesia pada yang terukur sesuai dengan standar
tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompetensi kerja.
kompleks, berkenaan
Menunjukkan keterampilan menalar,
dengan ilmu pengetahuan,
mengolah, dan menyaji secara efektif,
teknologi, seni, budaya, dan
kreatif, produktif, kritis, mandiri,
humaniora dalam konteks
kolaboratif, komunikatif, dan solutif
pengembangan potensi diri
dalam ranah abstrak terkait dengan
sebagai bagian dari keluarga,
pengembangan dari yang dipelajarinya di
sekolah, dunia kerja, warga
sekolah, serta
masyarakat nasional, regional, dan
Mampu
internasional.

KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN


SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
23

melaksanakan tugas
spesifik di bawah pengawasan
langsung.
Menunjukkan keterampilan
mempersepsi, kesiapan, meniru,
membiasakan, gerak mahir, menjadikan
gerak alami dalam ranah konkret terkait
dengan pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah, serta
mampumelaksanakan tugas spesifik di
bawah pengawasan langsung

KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN


SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
25

KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN


SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
26

KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN


SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
27

KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN


SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
28

KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN


SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
29

BAB II
Struktur dan Muatan Kurikulum
Tingkat Satuan Pendidikan

A. Struktur Kurikulum Satuan Pendidikan

Menurut Permendikbud Republik Indonesia No. 61 Tahun 2014 bahwa: terkait


dengan pembangunan pendidikan, masing-masing daerah memerlu-kan pendidikan yang
sesuai dengan karakteristik daerah. Kurikulum sebagai jantung pendidikan perlu
dikembangkan dan diimplementasikan secara kontekstual untuk merespon kebutuhan
daerah, satuan pendidikan, dan peserta didik di masa kini dan masa mendatang.Hal
tersebut sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang
Sistem Pendidikan Nasional Pasal 36 ayat (2) menyebutkan bahwa kurikulum pada
semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai
dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik.
Struktur Kurikulum SMK Maarif 1 Sendangagung disusun berdasarkan UU
Sisdiknas No. 20 tahun 2003 dan PP No. 32 Tahun 2013 Standar Nasional Pendidikan
bahwa:
1. Kurikulum dikembangkan dengan prinsip diversifikasi, untuk melakukan penyesuaian
program pendidikan pada satuan pendidikan dengan kondisi dan ciri khas potensi yang
ada di daerah serta peserta didik;
2. Kurikulum dikembangkan dan diimplementasikan pada tingkat satuan pendidikan.
3. Kurikulum operasional yang dikembangkan dan diimplementasikan oleh satuan
pendidikan diwujudkan dalam bentuk Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).
Demikian pula padaPeraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia
No. 61 Tahun 2014 Tentang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan pada Pendidikan Dasar
dan Pendidikan Menengah. Di dalam pasal 1 menyatakan bahwa: ”Kurikulum Tingkat
Satuan Pendidikan yang selanjutnya disingkat KTSP adalah kurikulum operasional yang
disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan”. Kemudian pada
pasal 2 ayat 1 dinyatakan: “KTSP dikembangkan, ditetapkan, dan dilaksanakan oleh setiap

KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN


SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
30

satuan pendidikan”. Pengembangan KTSP harus mengacu pada Visi SMK Maarif 1
Sendangagung, yaitu: “Mencetak pribadi Islami yang unggul, berilmu, dan bertakwa”.

STRUKTUR KURIKULUM NASIONAL


SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN MAARIF 1
SENDANGAGUNG
TAHUN 2020
BIDANG KEAHLIAN : BISNIS DAN
MANAJEMEN PROGRAM KEAHLIAN :
MANAJEMEN PERKANTORAN PAKET
KEAHLIAN : OTOMATISASI
DAN TATA KELOLA
PERKANTORAN

Tabel struktur Kurikulum SMK Maarif 1 Sendangagung

Kls. X Kls. XI Kls. XII


NO Mata Pelajaran Total
1 2 1 2 1 2

A. MUATAN NASIONAL
1 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 3 3 3 3 3 3
Pendidikan Pancasila dan 2 2 2 2 2 2
2 Kewarganegaraan
3 Bahasa dan Sastra Indonesia 4 4 3 3 2 2
4 Matematika 4 4 4 4 4 4
5 Sejarah Indonesia 3 3
Bahasa Inggris dan bahasa asing 3 3 3 3 4 4
6 lainnya
JUMLAH A 19 19 15 15 15 15

B. MUATAN KEWILAYAHAN
1 Seni Budaya 3 3 - - - -
Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan
2 2 2 2 2 - -
Kesehatan
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
21

3. Memahami, 3. Memahami, 3. Memahami,


menerapkan dan menerapkan, dan menerapkan, menganalisis,
menganalisis pengetahuan menganalisis pengetahuan dan mengevaluasi
faktual, konseptual, dan faktual, konseptual, pengetahuan faktual,
prosedural berdasarkan prosedural, dan konseptual, prosedural,
rasa ingin tahunya tentang metakognitif berdasarkan dan metakognitif dalam
ilmu pengetahuan, rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan,

B. DESKRIPSI KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR

Tujuan kurikulum mencakup empat aspek kompetensi, yaitu (1) aspek


kompetensi sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan.
Aspek-aspek kompetensi tersebut dicapai melalui proses pembelajaran intrakurikuler,
kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Berikut tabel 3:

Tabel 3 Kompetensi Inti 1 dan Kompetensi Inti 2

KOMPETENSI INTI 1 KOMPETENSI INTI 2


(SIKAP SPIRITUAL) (SIKAP SOSIAL)

1. Menghayati dan mengamalkan ajaran 2. Menghayati dan mengamalkan perilaku


agama yang dianutnya jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli
(gotong royong, kerja sama, toleran,
damai), bertanggung-jawab, responsif,
dan proaktif melalui keteladanan,
pemberian nasihat, penguatan,
pembiasaan, dan pengkondisian secara
berkesinambungan serta menunjukkan
sikap sebagai bagian dari solusi atas
berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam serta dalam

KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN


SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
22

menempatkan diri sebagai cerminan


bangsa dalam pergaulan dunia.

Kompetensi sikap spiritual (KI 1) dan Kompetensi sikap sosial (KI 2) tersebut
dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching) yaitu keteladanan,
pembiasaan, dan budaya sekolah, dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran serta
kebutuhan dan kondisi peserta didik.Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap
dilakukan sepanjang proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan sebagai
pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter peserta didik lebih lanjut.

Tabel 4 : Kompetensi Inti 3 dan Kompetensi Inti 4

KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami, menerapkan, 4. Melaksanakan tugas spesifik dengan
menganalisis, dan menggunakan alat, informasi, dan
mengevaluasi tentang prosedur kerja yang lazim dilakukan
pengetahuan faktual, serta memecahkan masalah sesuai
konseptual, prosedural, dan dengan bidang kajian bahasa Indonesia.
metakognitif sesuai dengan Menampilkan kinerja di bawah
bidang dan lingkup kajian bimbingan dengan mutu dan kuantitas
bahasa Indonesia pada yang terukur sesuai dengan standar
tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompetensi kerja.
kompleks, berkenaan
Menunjukkan keterampilan menalar,
dengan ilmu pengetahuan,
mengolah, dan menyaji secara efektif,
teknologi, seni, budaya, dan
kreatif, produktif, kritis, mandiri,
humaniora dalam konteks
kolaboratif, komunikatif, dan solutif
pengembangan potensi diri
dalam ranah abstrak terkait dengan
sebagai bagian dari keluarga,
pengembangan dari yang dipelajarinya di
sekolah, dunia kerja, warga
sekolah, serta
masyarakat nasional, regional, dan
Mampu
internasional.

KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN


SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
23

melaksanakan tugas
spesifik di bawah pengawasan
langsung.
Menunjukkan keterampilan
mempersepsi, kesiapan, meniru,
membiasakan, gerak mahir, menjadikan
gerak alami dalam ranah konkret terkait
dengan pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah, serta
mampumelaksanakan tugas spesifik di
bawah pengawasan langsung

KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN


SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
24

KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN


SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
25

KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN


SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
35

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR


pengetahuan faktual, serta hadits tentang taat, kompetisi dalam
konseptual, prosedural, dan kebaikan, dan etos kerja.
metakognitif berdasarkan 3.2 Menganalisis Q.S. Yunus (10) : 40-41 dan Q.S.
rasa ingin tahunya tentang Al-Maidah (5) : 32, serta hadits tentang
ilmu pengetahuan, toleransi dan menghindarkan diri dari tindak
teknologi, seni, budaya, dan kekerasan.
humaniora dengan wawasan 3.3 Memahami makna iman kepada Kitab-kitab
kemanusiaan, kebangsaan, Allah SWT
kenegaraan, dan peradaban 3.4 Memahami makna iman kepada Rasul-rasul
terkait penyebab fenomena Allah SWT
dan kejadian, serta 3.5 Memahami makna taat kepada aturan,
menerapkan pengetahuan kompetisi dalam kebaikan, dan bekerja keras
prosedural pada bidang 3.6 Memahami makna toleransi dan kerukunan
kajian yang spesifik sesuai 3.7 Memahami bahaya perilaku tindak kekerasan
dengan bakat dan minatnya dalam kehidupan
untuk memecahkan 3.8 Menelaah prinsip-prinsip dan praktik ekonomi
masalah. dalam Islam
3.9 Memahami pelaksanaan tatacara
penyelenggaraan jenazah
3.10 Memahami pelaksanaan khutbah, tabligh dan
dakwah
3.11 Menelaah perkembangan peradaban Islam pada
masa kejayaan
3.12 Menelaah perkembangan Islam pada masa
modern (1800- sekarang)
4. Mengolah, menalar, dan 4.1.1 Membaca Q.S. An-Nisa (4) : 59; Q.S. Al-
menyaji dalam ranah Maidah (5) : 48; Q.S. At Taubah (9) : 105 sesuai
konkret dan ranah abstrak dengan kaidah tajwid dan makhrajul huruf.
terkait dengan 4.1.2 Mendemonstrasikan hafalan Q.S. An-
pengembangan dari yang Nisa (4) : 59; Q.S. Al-Maidah (5) : 48; Q.S. At-
dipelajarinya di sekolah Taubah (9) : 105 dengan lancar
secara mandiri, bertindak 4.2.1 Membaca Q.S. Yunus (10) : 40-41 dan
secara efektif dan kreatif, Q.S. Al-Maidah (5) : 32sesuai dengan kaidah
serta mampu menggunakan tajwid dan makhrajul huruf.
metoda sesuai kaidah 4.2.2 Mendemonstrasikan hafalan Q.S. Yunus
keilmuan. (10) : 40-41 dan Q.S. Al-Maidah (5) : 32 dengan
lancar
4.3 Berperilaku yang mencerminkan kesadaran
beriman kepada Kitab-kitab Suci Allah swt
4.4 Berperilaku yang mencerminkan kesadaran
beriman kepada Rasul-rasul Allah SWT
4.5 Menampilkan perilaku taat kepada aturan,
kompetisi dalam kebaikan, dan bekerja keras
4.6 Menampilkan contoh perilaku toleransi dan
kerukunan
4.7 Mendeskripsikan bahaya perilaku tindak
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
36

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR


kekerasan dalam kehidupan
4.8 Mempresentasikan praktik-praktik ekonomi Islam
4.9 Memperagakan tatacara penyelenggaraan jenazah
4.10 Mempraktikkan khutbah, tabligh, dan dakwah
4.11 Mendiskripsikan perkembangan Islam pada masa
kejayaan
4.12 Mendiskripsikan perkembangan Islam pada masa
medern (1800-sekarang)

KELAS XII

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR


1. Menghayati dan 1.1 Menghayati nilai-nilai keimanan kepada hari akhir
mengamalkan ajaran agama 1.2 Menghayati nilai-nilai keimanan kepada qada dan
yang dianutnya qadar
1.3 Menerapkan ketentuan syariat Islam dalam
melaksanakan pernikahan
1.4 Menerapkan ketentuan syariat Islam dalam
melakukan pembagian harta warisan
2. Menghayati dan 2.1 Menunjukkan perilaku jujur dalam kehidupan
mengamalkan perilaku jujur, sehari-hari sebagai implementasi dari pemahaman
disiplin, tanggungjawab, Q.S. At-Taubah (9) : 119 dan Q.S. Lukman (31):
peduli (gotong royong, 14 serta hadits terkait
kerjasama, toleran, damai), 2.2 Menunjukkan perilaku hormat dan berbakti
santun, responsif dan pro- kepada orangtua dan guru Q.S. Al-Isra (17): 23
aktif dan menunjukkan dan hadits terkait
sikap sebagai bagian dari 2.3 Menunjukkan sikap kritis dan demokratis sebagai
solusi atas berbagai implementasi dari pemahaman Q.S. Ali Imran (3)
permasalahan dalam : 190-191 dan 159, serta hadits terkait.
berinteraksi secara efektif 2.4 Menunjukkan perilaku saling menasihati dan
dengan lingkungan sosial berbuat baik (ihsan)sebagai implementasi dari
dan alam serta dalam pemahaman Q.S. Luqman (31) : 13-14 dan Q.S.
menempatkan diri sebagai Al-Baqarah (2): 83, serta hadits terkait.
cerminan bangsa dalam 2.5 Menunjukkan sikap mawas diri dan taat beribadah
pergaulan dunia. sebagai cerminan dari kesadaran beriman kepada
hari akhir
2.6 Menunjukkansikap optimis, berikhtiar dan
bertawakal sebagasi cerminan dari kesadaran
beriman kepada Qadha dan Qadar Allah SWT
2.7 Menunjukkansika semangat melakukan penelitian
di bidang ilmu pengetahuan sebagai implementasi
dari pemahaman dan perkembangan Islam di
dunia
3. Memahami, menerapkan, 3.1 Menganalisis Q.S. Ali Imran (3): 190-191, dan
menganalisis dan Q.S. Ali Imran (3): 159, serta hadits tentang
mengevaluasi pengetahuan berpikir kritis dan bersikap demokratis,
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
37

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR


faktual, konseptual, 3.2 Menganalisis Q.S. Luqman (31): 13-14 dan Q.S.
prosedural, dan metakognitif Al-Baqarah (2): 83, serta hadits tentang saling
berdasarkan rasa ingin menasihati dan berbuat baik (ihsan).
tahunya tentang ilmu 3.3 Memahami makna iman kepada hari akhir.
pengetahuan, teknologi, 3.4 Memahami makna iman kepada Qadha dan Qadar.
seni, budaya, dan humaniora 3.5 Memahami hikmah dan manfaat saling menasihati
dengan wawasan dan berbuat baik (ihsan) dalam kehidupan.
kemanusiaan, kebangsaan, 3.6 Memahami ketentuan pernikahan dalam Islam
kenegaraan, dan peradaban 3.7 Memahami hak dan kedudukan wanita dalam
terkait penyebab fenomena keluarga berdasarkan hukum Islam
dan kejadian, serta 3.8 Memahami ketentuan waris dalam Islam
menerapkan pengetahuan 3.9 Memahami strategi dakwah dan perkembangan
prosedural pada bidang Islam di Indonesia
kajian yang spesifik sesuai 3.10 Menganalisis faktor-faktor kemajuan dan
dengan bakat dan minatnya kemunduran peradaban Islam di dunia
untuk memecahkan
masalah.
4. Mengolah, menalar, 4.1.1 Membaca Q.S. Ali Imran (3): 190-191 dan Q.S.
menyaji, dan mencipta Ali Imran (3): 159; sesuai dengan kaidah tajwid
dalam ranah konkret dan dan makhrajul huruf.
ranah abstrak terkait dengan 4.1.2 Mendemonstrasikan hafalan Q.S. Ali Imran
pengembangan dari yang (3): 190-191 dan Q.S. Ali Imran (3): 159
dipelajarinya di sekolah dengan lancar
secara mandiri serta 4.2.1 Membaca Q.S. Luqman (31): 13-14 dan Q.S.
bertindak secara efektif dan Al-Baqarah (2): 83 sesuai dengan kaidah tajwid
kreatif, dan mampu dan makhrajul huruf.
menggunakan metoda sesuai 4.2.2 Mendemonstrasikan hafalan Q.S. Luqman (31):
kaidah keilmuan. 13-14 dan Q.S. Al-Baqarah (2): 83 denagn
lancar
4.3 Berperilaku yang mencerminkan kesadaran
beriman kepada Hari Akhir
4.4 Berperilaku yang mencerminkan kesadaran
beriman kepada Qadha dan Qadar Allah SWT
4.5 Menyajikan hikmah dan manfaat saling
menasihati dan berbuat baik (ihsan) dalam
kehidupan
4.6 Memperagakan tata cara pernikahan dalam
Islam
4.7 Menyajikan hak dan kedudukan wanita dalam
keluarga berdasarkan hukum Islam
4.8 Mempraktikkan pelaksanaan pembagian waris
dalam Islam
4.9 Mendeskripsikan strategi dakwah dan
perkembangan Islam di Indonesia
4.10 Mendeskripsikan faktor-faktor kemajuan dan
kemunduran peradaban Islam di dunia
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
38

b) Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

KELAS X
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
1. Menghayati dan 1.1 Menghayati nilai-nilai ajaran agama dan
mengamalkan ajaran agama kepercayaan dalam kehidupan bermasyarakat.
yang dianutnya 1.2 Menghayati isi dan makna pasal 28E dan 29 ayat
(2) Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945.
2. Menghayati dan 2.1 Menghayati nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan
mengamalkan perilaku jujur, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara
disiplin, tanggungjawab, 2.2 Mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam
peduli (gotong royong, Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara
kerjasama, toleran, damai), Republik Indonesia Tahun 1945 dalam kehidupan
santun, responsif dan pro- berbangsa dan bernegara.
aktif dan menunjukkan sikap 2.3 Menghayati nilai-nilai yang terkandung dalam
sebagai bagian dari solusi pasal-pasal Undang-Undang Dasar Negara
atas berbagai permasalahan Republik Indonesia Tahun 1945 dalam berbagai
dalam berinteraksi secara aspek kehidupan ideologi, politik, ekonomi, sosial
efektif dengan lingkungan budaya, pertahanan dan keamanan, serta hukum.
sosial dan alam serta dalam 2.4 Mengamalkan sikap toleransi antarumat beragama
menempatkan diri sebagai dan kepercayaan dalam hidup bermasyarakat,
cerminan bangsa dalam berbangsa, dan bernegara..
pergaulan dunia. 2.5 Mengamalkan perilaku toleransi dan harmoni
keberagaman dalam kehidupan bermasyarakat,
berbangsa, dan bernegara Indonesia.
2.6 Mengamalkan nilai dan budaya demokrasi dengan
mengutamakan prinsip musyawarah mufakat dalam
kehidupan sehari-hari dalam konteks Negara
Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
3. Memahami ,menerapkan, 3.1 Menganalisis kasus-kasus pelanggaran HAM
menganalisis pengetahuan dalam rangka pelindungan dan pemajuan HAM
faktual, konseptual, sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dalam
prosedural berdasarkan rasa kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan
ingintahunya tentang ilmu bernegara.
pengetahuan, teknologi, seni, 3.2 Memahami pokok pikiran yang terkandung dalam
budaya, dan humaniora Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara
dengan wawasan Republik Indonesia Tahun 1945
kemanusiaan, kebangsaan, 3.3 Memahami bentuk dan kedaulatan Negara sesuai
kenegaraan, dan peradaban dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik
terkait penyebab fenomena Indonesia Tahun 1945.
dan kejadian, serta 3.4 Memahami hubungan struktural dan fungsional
menerapkan pengetahuan pemerintahan pusat dan daerah menurut Undang-
prosedural pada bidang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun
kajian yang spesifik sesuai 1945.
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
39

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR


dengan bakat dan minatnya 3.5 Memahami sistem hukum dan peradilan nasional
untuk memecahkan masalah dalam lingkup NKRI.
3.6 Menganalisis kasus pelanggaran hak dan
pengingkaran kewajiban sebagai warga negara
3.7 Menganalisis indikator ancaman terhadap negara
dalam membangun integrasi nasional dengan
bingkai BhinnekaTunggal Ika.
3.8 Memahamipentingnya kesadaran berbangsa dan
bernegara dilihat dari konteks sejarah dan
geopolitik Indonesia.
4. Mengolah, menalar, dan 4.1 Menyaji kasus–kasus pelanggaran HAM dalam
menyaji dalam ranah konkret rangka perlindungan dan pemajuan HAM sesuai
dan ranah abstrak terkait dengan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan
dengan pengembangan dari bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
yang dipelajarinya di sekolah 4.2 Menyaji hasil telaah pokok-pokok pikiran
secara mandiri, dan mampu Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara
menggunakan metoda sesuai Republik Indonesia Tahun 1945.
kaidah keilmuan 4.3 Menyaji hasil telaah bentuk dan kedaulatan
negara sesuai dengan Undang-Undang Dasar
Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
4.4 Menyaji hasil telaah hubungan struktural dan
fungsional pemerintahan pusat dan daerah
menurut Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945
4.5 Menyaji hasil telaah sistem hukum dan peradilan
nasional dalam lingkup NKRI
4.6 Menyaji analisis penanganan kasus pelanggaran
hak dan pengingkaran kewajiban sebagai warga
negara
4.7 Menyaji hasil analisis tentang indikator ancaman
terhadap negara dalam membangun integrasi
nasional dengan bingkai Bhinneka Tunggal Ika.
4.8 Menyaji analisis tentang pentingnya kesadaran
berbangsa dan bernegara dilihat dari konteks
sejarah dan geopolitik Indonesia
4.9.1 Berinteraksi dengan teman dan orang lain
berdasarkan prinsip saling menghormati, dan
menghargai dalam keberagaman suku, agama,
ras, budaya, dan gender
4.9.2 Menyaji bentuk partisipasi kewarganegaraan
yang mencerminkan komitmen terhadap
keutuhan nasional

KELAS XI
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
42

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR


ras, budaya, dan gender
4.10.2 Menyaji bentuk partisipasi kewarganegaraan
yang mencerminkan komitmen terhadap
keutuhan nasional

KELAS XII
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
1. Menghayati dan 1.1 Mengamalkan ketaatan terhadap agama dan
mengamalkan ajaran agama kepercayaan yang dianut dalam kehidupan
yang dianutnya berbangsa dan bernegara.
1.2 Mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam
pasal 28E dan 29 ayat 2 Undang-Undang Dasar
Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
1.3 Menghayati jiwa toleransi antarumat beragama
dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
1.4 Menghargai karakter berakhlak mulia dalam
memperkuat komitmen negara kesatuan.
2. Menghayati dan 2.1 Mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai
mengamalkan perilaku jujur, pandangan hidup dan ideologi nasional dalam
disiplin, tanggungjawab, kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan
peduli (gotong royong, bernegara.
kerjasama, toleran, damai), 2.2 Mengamalkan kesadaran berkonstitusi berdasarkan
santun, responsif dan pro- pemahaman latar belakang, proses perumusan dan
aktif dan menunjukkan sikap pengesahan, serta perkembangan aktualisasi
sebagai bagian dari solusi Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia
atas berbagai permasalahan Tahun 1945
dalam berinteraksi secara 2.3 Mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam
efektif dengan lingkungan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara
sosial dan alam serta dalam Republik Indonesia Tahun 1945dalam kehidupan
menempatkan diri sebagai berbangsa dan bernegara
cerminan bangsa dalam 2.4 Mengamalkan tanggungjawab warga negara untuk
pergaulan dunia mengatasi ancaman terhadap negara
2.5 Mengamalkan budaya demokrasi dengan
mengutamakan prinsip musyawarah, mufakat, dan
integrasi nasional dalam konteks NKRI.
3. Memahami, menerapkan, 3.1 Menganalisis berbagai kasus pelanggaran HAM
menganalisis dan secara argumentatif dan saling keterhubungan
mengevaluasi pengetahuan antara aspek ideal, instrumental dan praksis sila-
faktual, konseptual, sila Pancasila
prosedural, dan metakognitif 3.2 Memahami pelaksanaan pasal-pasal yang mengatur
berdasarkan rasa ingin tentang keuangan, BPK, dan kekuasaan kehakiman
tahunya tentang ilmu 3.3 Menganalisis dinamika pengelolaan kekuasaan
pengetahuan, teknologi, seni, negara di pusat dan daerah berdasarkan Undang-
budaya, dan humaniora Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
43

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR


dengan wawasan 1945dalam mewujudkan tujuan negara
kemanusiaan, kebangsaan, 3.4 Menganalisis kasus pelanggaran hak dan
kenegaraan, dan peradaban pengingkaran kewajiban sebagai warga negara
terkait penyebab fenomena 3.5 Mengevaluasi peran Indonesia dalam hubungan
dan kejadian, serta Internasional
menerapkan pengetahuan 3.6 Menganalisis strategi yang diterapkan negara
prosedural pada bidang Indonesia dalam menyelesaikan ancaman terhadap
kajian yang spesifik sesuai negara dalam memperkokoh persatuan dengan
dengan bakat dan minatnya bingkai Bhinneka Tunggal Ika
untuk memecahkan masalah 3.7 Menganalisis dinamika penyelenggaraan negara
dalam konsep NKRI dan konsep negara federal
4. Mengolah, menalar, menyaji, 4.1 Menyaji pembahasan kasus pelanggaran HAM
dan mencipta dalam ranah secara argumentatif dan saling keterhubungan
konkret dan ranah abstrak antara aspek ideal, instrumental dan praksis sila-
terkait dengan sila Pancasila
pengembangan dari yang 4.2 Menyaji pelaksanaan pasal-pasal yang mengatur
dipelajarinya di sekolah tentang keuangan, BPK, dan kekuasaan kehakiman
secara mandiri serta 4.3 Menyaji hasil analisis dinamika pengelolaan
bertindak secara efektif dan kekuasaan negara di pusat dan daerah berdasarkan
kreatif, dan mampu Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia
menggunakan metoda sesuai Tahun 1945 dalam mewujudkan tujuan negara
kaidah keilmuan 4.4 Menyaji analisis penanganan kasus pelanggaran
hak dan pengingkaran kewajiban sebagai warga
negara
4.5 Menyaji hasil evaluasi dari berbagai media massa
tentang peran Indonesia dalam hubungan
internasional.
4.6 Menyaji hasil analisis strategi yang diterapkan
negara Indonesia dalam menyelesaikan ancaman
terhadap negara dalam memperkokoh persatuan
bangsa.
4.7 Menyaji hasil analisis dinamika penyelenggaraan
negara dalam konsep NKRI dan konsep negara
federal
4.8.1 Berinteraksi dengan teman dan orang lain
berdasarkan prinsip saling menghormati, dan
menghargai dalam keberagaman suku, agama, ras,
budaya, dan gender.
4.8.2 Menyaji bentuk partisipasi kewarganegaraan yang
mencerminkan komitmen terhadap keutuhan
nasional.

c) Bahasa Indonesia

KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN


SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
44

KELAS X
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
1. Menghayati dan 1.1 Mensyukuri anugerah Tuhan akan keberadaan
mengamalkan ajaran agama bahasa Indonesia dan menggunakannnya sesuai
yang dianutnya dengan kaidah dan konteks untuk mempersatukan
bangsa
1.2 Mensyukuri anugerah Tuhan akan keberadaan
bahasa Indonesia dan menggunakannya sebagai
sarana komunikasi dalam memahami, menerapkan,
dan menganalisis informasi lisan dan tulis melalui
teks anekdot, eksposisi, laporan hasil observasi,
prosedur kompleks, dan negosiasi
1.3 Mensyukuri anugerah Tuhan akan keberadaan
bahasa Indonesia dan menggunakannya sebagai
sarana komunikasi dalam mengolah, menalar, dan
menyajikan informasi lisan dan tulis melalui teks
anekdot, eksposisi, laporan hasil observasi,
prosedur kompleks, dan negosiasi
2. Menghayati dan 2.1 Menunjukkan sikap tanggung jawab, peduli,
mengamalkan perilaku jujur, responsif, dan santun dalam menggunakan bahasa
disiplin, tanggungjawab, Indonesia untuk membuat anekdot mengenai
peduli (gotong royong, permasalahan sosial, lingkungan, dan kebijakan
kerjasama, toleran, damai), publik
santun, responsif dan pro- 2.2 Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung
aktif dan menunjukkan sikap jawab, dan proaktif dalam menggunakan bahasa
sebagai bagian dari solusi Indonesia untuk melaporkan hasil observasi
atas berbagai permasalahan 2.3 Menunjukkan perilaku jujur, tanggung jawab, dan
dalam berinteraksi secara disiplin dalam menggunakan bahasa Indonesia
efektif dengan lingkungan untuk menunjukkan tahapan dan langkah yang
sosial dan alam serta dalam telah ditentukan
menempatkan diri sebagai 2.4 Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, peduli, dan
cerminan bangsa dalam santun dalam menggunakan bahasa Indonesia
pergaulan dunia. untuk bernegosiasi dalam perundingan
2.5 Menunjukkan perilaku jujur, peduli, santun, dan
tanggung jawab dalam penggunaan bahasa
Indonesia untuk memaparkan pendapat mengenai
konflik sosial, politik, ekonomi, dan kebijakan
publik
3. Memahami ,menerapkan, 3.1 Memahami struktur dan kaidah teks anekdot,
menganalisis pengetahuan eksposisi, laporan hasil observasi, prosedur
faktual, konseptual, kompleks, dan negosiasi baik melalui lisan
prosedural berdasarkan rasa maupun tulisan
ingintahunya tentang ilmu 3.2 Membandingkan teks anekdot, laporan hasil
pengetahuan, teknologi, seni, observasi, prosedur kompleks, dan negosiasi baik
budaya, dan humaniora melalui lisan maupun tulisan
dengan wawasan 3.3 Menganalisis teks anekdot, laporan hasil observasi,
kemanusiaan, kebangsaan, prosedur kompleks, dan negosiasi baik melalui
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
45

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR


kenegaraan, dan peradaban lisan maupun tulisan
terkait penyebab fenomena 3.4 Mengevaluasi teks anekdot, eksposisi, laporan
dan kejadian, serta hasil observasi, prosedur kompleks, dan negosiasi
menerapkan pengetahuan berdasarkan kaidah-kaidah teks baik melalui lisan
prosedural pada bidang maupun tulisan
kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya
untuk memecahkan masalah
4. Mengolah, menalar, dan 4.1 Menginterpretasi makna teks anekdot, eksposisi,
menyaji dalam ranah konkret laporan hasil observasi, prosedur kompleks, dan
dan ranah abstrak terkait negosiasi baik secara lisan maupun tulisan
dengan pengembangan dari 4.2 Memproduksi teks anekdot, eksposisi, laporan
yang dipelajarinya di sekolah hasil observasi, prosedur kompleks, dan negosiasi
secara mandiri, dan mampu yang koheren sesuai dengan karakteristik teks yang
menggunakan metoda sesuai akan dibuat baik secara lisan mupun tulisan
kaidah keilmuan 4.3 Menyunting teks anekdot, eksposisi, laporan hasil
observasi, prosedur kompleks, dan negosiasi
sesuai dengan struktur dan kaidah teks baik secara
lisan maupun tulisan
4.4 Mengabstraksi teks anekdot, eksposisi, laporan
hasil observasi, prosedur kompleks, dan negosiasi
baik secara lisan maupun tulisan
4.5 Mengonversi teks anekdot, eksposisi, laporan hasil
observasi, prosedur kompleks, dan negosiasi ke
dalam bentuk yang lain sesuai dengan struktur dan
kaidah teks baik secara lisan maupun tulisan

KELAS XI
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
1. Menghayati dan 1.1 Mensyukuri anugerah Tuhan akan keberadaan
mengamalkan ajaran agama bahasa Indonesia dan menggunakannnya sesuai
yang dianutnya dengan kaidah dan konteks untuk mempersatukan
bangsa
1.2 Mensyukuri anugerah Tuhan akan keberadaan
bahasa Indonesia dan menggunakannya sebagai
sarana komunikasi dalam memahami,
menerapkan, dan menganalisis informasi lisan dan
tulis melalui cerita pendek, pantun, cerita ulang,
eksplanasi kompleks, dan ulasan/reviu film/drama
1.3 Mensyukuri anugerah Tuhan akan keberadaan
bahasa Indonesia dan menggunakannya sebagai
sarana komunikasi dalam mengolah, menalar, dan
menyajikan informasi lisan dan tulis melalui
cerita pendek, pantun, cerita ulang, eksplanasi
kompleks, dan ulasan/reviu film/drama
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
35

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR


pengetahuan faktual, serta hadits tentang taat, kompetisi dalam
konseptual, prosedural, dan kebaikan, dan etos kerja.
metakognitif berdasarkan 3.2 Menganalisis Q.S. Yunus (10) : 40-41 dan Q.S.
rasa ingin tahunya tentang Al-Maidah (5) : 32, serta hadits tentang
ilmu pengetahuan, toleransi dan menghindarkan diri dari tindak
teknologi, seni, budaya, dan kekerasan.
humaniora dengan wawasan 3.3 Memahami makna iman kepada Kitab-kitab
kemanusiaan, kebangsaan, Allah SWT
kenegaraan, dan peradaban 3.4 Memahami makna iman kepada Rasul-rasul
terkait penyebab fenomena Allah SWT
dan kejadian, serta 3.5 Memahami makna taat kepada aturan,
menerapkan pengetahuan kompetisi dalam kebaikan, dan bekerja keras
prosedural pada bidang 3.6 Memahami makna toleransi dan kerukunan
kajian yang spesifik sesuai 3.7 Memahami bahaya perilaku tindak kekerasan
dengan bakat dan minatnya dalam kehidupan
untuk memecahkan 3.8 Menelaah prinsip-prinsip dan praktik ekonomi
masalah. dalam Islam
3.9 Memahami pelaksanaan tatacara
penyelenggaraan jenazah
3.10 Memahami pelaksanaan khutbah, tabligh dan
dakwah
3.11 Menelaah perkembangan peradaban Islam pada
masa kejayaan
3.12 Menelaah perkembangan Islam pada masa
modern (1800- sekarang)
4. Mengolah, menalar, dan 4.1.1 Membaca Q.S. An-Nisa (4) : 59; Q.S. Al-
menyaji dalam ranah Maidah (5) : 48; Q.S. At Taubah (9) : 105 sesuai
konkret dan ranah abstrak dengan kaidah tajwid dan makhrajul huruf.
terkait dengan 4.1.2 Mendemonstrasikan hafalan Q.S. An-
pengembangan dari yang Nisa (4) : 59; Q.S. Al-Maidah (5) : 48; Q.S. At-
dipelajarinya di sekolah Taubah (9) : 105 dengan lancar
secara mandiri, bertindak 4.2.1 Membaca Q.S. Yunus (10) : 40-41 dan
secara efektif dan kreatif, Q.S. Al-Maidah (5) : 32sesuai dengan kaidah
serta mampu menggunakan tajwid dan makhrajul huruf.
metoda sesuai kaidah 4.2.2 Mendemonstrasikan hafalan Q.S. Yunus
keilmuan. (10) : 40-41 dan Q.S. Al-Maidah (5) : 32 dengan
lancar
4.3 Berperilaku yang mencerminkan kesadaran
beriman kepada Kitab-kitab Suci Allah swt
4.4 Berperilaku yang mencerminkan kesadaran
beriman kepada Rasul-rasul Allah SWT
4.5 Menampilkan perilaku taat kepada aturan,
kompetisi dalam kebaikan, dan bekerja keras
4.6 Menampilkan contoh perilaku toleransi dan
kerukunan
4.7 Mendeskripsikan bahaya perilaku tindak
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
36

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR


kekerasan dalam kehidupan
4.8 Mempresentasikan praktik-praktik ekonomi Islam
4.9 Memperagakan tatacara penyelenggaraan jenazah
4.10 Mempraktikkan khutbah, tabligh, dan dakwah
4.11 Mendiskripsikan perkembangan Islam pada masa
kejayaan
4.12 Mendiskripsikan perkembangan Islam pada masa
medern (1800-sekarang)

KELAS XII

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR


1. Menghayati dan 1.1 Menghayati nilai-nilai keimanan kepada hari akhir
mengamalkan ajaran agama 1.2 Menghayati nilai-nilai keimanan kepada qada dan
yang dianutnya qadar
1.3 Menerapkan ketentuan syariat Islam dalam
melaksanakan pernikahan
1.4 Menerapkan ketentuan syariat Islam dalam
melakukan pembagian harta warisan
2. Menghayati dan 2.1 Menunjukkan perilaku jujur dalam kehidupan
mengamalkan perilaku jujur, sehari-hari sebagai implementasi dari pemahaman
disiplin, tanggungjawab, Q.S. At-Taubah (9) : 119 dan Q.S. Lukman (31):
peduli (gotong royong, 14 serta hadits terkait
kerjasama, toleran, damai), 2.2 Menunjukkan perilaku hormat dan berbakti
santun, responsif dan pro- kepada orangtua dan guru Q.S. Al-Isra (17): 23
aktif dan menunjukkan dan hadits terkait
sikap sebagai bagian dari 2.3 Menunjukkan sikap kritis dan demokratis sebagai
solusi atas berbagai implementasi dari pemahaman Q.S. Ali Imran (3)
permasalahan dalam : 190-191 dan 159, serta hadits terkait.
berinteraksi secara efektif 2.4 Menunjukkan perilaku saling menasihati dan
dengan lingkungan sosial berbuat baik (ihsan)sebagai implementasi dari
dan alam serta dalam pemahaman Q.S. Luqman (31) : 13-14 dan Q.S.
menempatkan diri sebagai Al-Baqarah (2): 83, serta hadits terkait.
cerminan bangsa dalam 2.5 Menunjukkan sikap mawas diri dan taat beribadah
pergaulan dunia. sebagai cerminan dari kesadaran beriman kepada
hari akhir
2.6 Menunjukkansikap optimis, berikhtiar dan
bertawakal sebagasi cerminan dari kesadaran
beriman kepada Qadha dan Qadar Allah SWT
2.7 Menunjukkansika semangat melakukan penelitian
di bidang ilmu pengetahuan sebagai implementasi
dari pemahaman dan perkembangan Islam di
dunia
3. Memahami, menerapkan, 3.1 Menganalisis Q.S. Ali Imran (3): 190-191, dan
menganalisis dan Q.S. Ali Imran (3): 159, serta hadits tentang
mengevaluasi pengetahuan berpikir kritis dan bersikap demokratis,
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
37

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR


faktual, konseptual, 3.2 Menganalisis Q.S. Luqman (31): 13-14 dan Q.S.
prosedural, dan metakognitif Al-Baqarah (2): 83, serta hadits tentang saling
berdasarkan rasa ingin menasihati dan berbuat baik (ihsan).
tahunya tentang ilmu 3.3 Memahami makna iman kepada hari akhir.
pengetahuan, teknologi, 3.4 Memahami makna iman kepada Qadha dan Qadar.
seni, budaya, dan humaniora 3.5 Memahami hikmah dan manfaat saling menasihati
dengan wawasan dan berbuat baik (ihsan) dalam kehidupan.
kemanusiaan, kebangsaan, 3.6 Memahami ketentuan pernikahan dalam Islam
kenegaraan, dan peradaban 3.7 Memahami hak dan kedudukan wanita dalam
terkait penyebab fenomena keluarga berdasarkan hukum Islam
dan kejadian, serta 3.8 Memahami ketentuan waris dalam Islam
menerapkan pengetahuan 3.9 Memahami strategi dakwah dan perkembangan
prosedural pada bidang Islam di Indonesia
kajian yang spesifik sesuai 3.10 Menganalisis faktor-faktor kemajuan dan
dengan bakat dan minatnya kemunduran peradaban Islam di dunia
untuk memecahkan
masalah.
4. Mengolah, menalar, 4.1.1 Membaca Q.S. Ali Imran (3): 190-191 dan Q.S.
menyaji, dan mencipta Ali Imran (3): 159; sesuai dengan kaidah tajwid
dalam ranah konkret dan dan makhrajul huruf.
ranah abstrak terkait dengan 4.1.2 Mendemonstrasikan hafalan Q.S. Ali Imran
pengembangan dari yang (3): 190-191 dan Q.S. Ali Imran (3): 159
dipelajarinya di sekolah dengan lancar
secara mandiri serta 4.2.1 Membaca Q.S. Luqman (31): 13-14 dan Q.S.
bertindak secara efektif dan Al-Baqarah (2): 83 sesuai dengan kaidah tajwid
kreatif, dan mampu dan makhrajul huruf.
menggunakan metoda sesuai 4.2.2 Mendemonstrasikan hafalan Q.S. Luqman (31):
kaidah keilmuan. 13-14 dan Q.S. Al-Baqarah (2): 83 denagn
lancar
4.3 Berperilaku yang mencerminkan kesadaran
beriman kepada Hari Akhir
4.4 Berperilaku yang mencerminkan kesadaran
beriman kepada Qadha dan Qadar Allah SWT
4.5 Menyajikan hikmah dan manfaat saling
menasihati dan berbuat baik (ihsan) dalam
kehidupan
4.6 Memperagakan tata cara pernikahan dalam
Islam
4.7 Menyajikan hak dan kedudukan wanita dalam
keluarga berdasarkan hukum Islam
4.8 Mempraktikkan pelaksanaan pembagian waris
dalam Islam
4.9 Mendeskripsikan strategi dakwah dan
perkembangan Islam di Indonesia
4.10 Mendeskripsikan faktor-faktor kemajuan dan
kemunduran peradaban Islam di dunia
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
38

b) Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

KELAS X
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
1. Menghayati dan 1.1 Menghayati nilai-nilai ajaran agama dan
mengamalkan ajaran agama kepercayaan dalam kehidupan bermasyarakat.
yang dianutnya 1.2 Menghayati isi dan makna pasal 28E dan 29 ayat
(2) Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945.
2. Menghayati dan 2.1 Menghayati nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan
mengamalkan perilaku jujur, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara
disiplin, tanggungjawab, 2.2 Mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam
peduli (gotong royong, Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara
kerjasama, toleran, damai), Republik Indonesia Tahun 1945 dalam kehidupan
santun, responsif dan pro- berbangsa dan bernegara.
aktif dan menunjukkan sikap 2.3 Menghayati nilai-nilai yang terkandung dalam
sebagai bagian dari solusi pasal-pasal Undang-Undang Dasar Negara
atas berbagai permasalahan Republik Indonesia Tahun 1945 dalam berbagai
dalam berinteraksi secara aspek kehidupan ideologi, politik, ekonomi, sosial
efektif dengan lingkungan budaya, pertahanan dan keamanan, serta hukum.
sosial dan alam serta dalam 2.4 Mengamalkan sikap toleransi antarumat beragama
menempatkan diri sebagai dan kepercayaan dalam hidup bermasyarakat,
cerminan bangsa dalam berbangsa, dan bernegara..
pergaulan dunia. 2.5 Mengamalkan perilaku toleransi dan harmoni
keberagaman dalam kehidupan bermasyarakat,
berbangsa, dan bernegara Indonesia.
2.6 Mengamalkan nilai dan budaya demokrasi dengan
mengutamakan prinsip musyawarah mufakat dalam
kehidupan sehari-hari dalam konteks Negara
Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
3. Memahami ,menerapkan, 3.1 Menganalisis kasus-kasus pelanggaran HAM
menganalisis pengetahuan dalam rangka pelindungan dan pemajuan HAM
faktual, konseptual, sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dalam
prosedural berdasarkan rasa kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan
ingintahunya tentang ilmu bernegara.
pengetahuan, teknologi, seni, 3.2 Memahami pokok pikiran yang terkandung dalam
budaya, dan humaniora Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara
dengan wawasan Republik Indonesia Tahun 1945
kemanusiaan, kebangsaan, 3.3 Memahami bentuk dan kedaulatan Negara sesuai
kenegaraan, dan peradaban dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik
terkait penyebab fenomena Indonesia Tahun 1945.
dan kejadian, serta 3.4 Memahami hubungan struktural dan fungsional
menerapkan pengetahuan pemerintahan pusat dan daerah menurut Undang-
prosedural pada bidang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun
kajian yang spesifik sesuai 1945.
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
39

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR


dengan bakat dan minatnya 3.5 Memahami sistem hukum dan peradilan nasional
untuk memecahkan masalah dalam lingkup NKRI.
3.6 Menganalisis kasus pelanggaran hak dan
pengingkaran kewajiban sebagai warga negara
3.7 Menganalisis indikator ancaman terhadap negara
dalam membangun integrasi nasional dengan
bingkai BhinnekaTunggal Ika.
3.8 Memahamipentingnya kesadaran berbangsa dan
bernegara dilihat dari konteks sejarah dan
geopolitik Indonesia.
4. Mengolah, menalar, dan 4.1 Menyaji kasus–kasus pelanggaran HAM dalam
menyaji dalam ranah konkret rangka perlindungan dan pemajuan HAM sesuai
dan ranah abstrak terkait dengan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan
dengan pengembangan dari bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
yang dipelajarinya di sekolah 4.2 Menyaji hasil telaah pokok-pokok pikiran
secara mandiri, dan mampu Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara
menggunakan metoda sesuai Republik Indonesia Tahun 1945.
kaidah keilmuan 4.3 Menyaji hasil telaah bentuk dan kedaulatan
negara sesuai dengan Undang-Undang Dasar
Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
4.4 Menyaji hasil telaah hubungan struktural dan
fungsional pemerintahan pusat dan daerah
menurut Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945
4.5 Menyaji hasil telaah sistem hukum dan peradilan
nasional dalam lingkup NKRI
4.6 Menyaji analisis penanganan kasus pelanggaran
hak dan pengingkaran kewajiban sebagai warga
negara
4.7 Menyaji hasil analisis tentang indikator ancaman
terhadap negara dalam membangun integrasi
nasional dengan bingkai Bhinneka Tunggal Ika.
4.8 Menyaji analisis tentang pentingnya kesadaran
berbangsa dan bernegara dilihat dari konteks
sejarah dan geopolitik Indonesia
4.9.1 Berinteraksi dengan teman dan orang lain
berdasarkan prinsip saling menghormati, dan
menghargai dalam keberagaman suku, agama,
ras, budaya, dan gender
4.9.2 Menyaji bentuk partisipasi kewarganegaraan
yang mencerminkan komitmen terhadap
keutuhan nasional

KELAS XI
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
40

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR


1. Menghayati dan 1.1 Menghayati perilaku yang sesuai dengan prinsip-
mengamalkan ajaran agama prinsip solidaritas yang dilandasi ajaran agama dan
yang dianutnya kepercayaan yang dianutnya
1.2 Mengamalkan isi pasal 28E dan 29 ayat 2 Undang-
Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun
1945dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
1.3 Menghayati persamaan kedudukan warga negara
tanpa membedakan ras, agama dan kepercayaan,
gender, golongan, budaya, dan suku dalam
kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan
bernegara
2. Menghayati dan 2.1 Mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam
mengamalkan perilaku jujur, kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan
disiplin, tanggungjawab, bernegara.
peduli (gotong royong, 2.2 Menghayati nilai-nilai yang terkandung dalam
kerjasama, toleran, damai), Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara
santun, responsif dan pro- Republik Indonesia Tahun 1945dalam kehidupan
aktif dan menunjukkan sikap berbangsa dan bernegara.
sebagai bagian dari solusi 2.3 Mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam
atas berbagai permasalahan pasal-pasal Undang-Undang Dasar Negara
dalam berinteraksi secara Republik Indonesia Tahun 1945 dalam berbagai
efektif dengan lingkungan aspek kehidupan (ipoleksosbudhankam dan
sosial dan alam serta dalam hukum).
menempatkan diri sebagai 2.4 Menghayati berbagai dampak dan bentuk ancaman
cerminan bangsa dalam terhadap negara dalam mempertahankan Bhinneka
pergaulan dunia Tunggal Ika.
2.5 Menghayati budaya demokrasi dengan
mengutamakan prinsip musyawarah, mufakat dan
kesadaran bernegara kesatuan dalam konteks
NKRI.
3. Memahami, menerapkan, dan 3.1 Menganalisis kasus pelanggaran HAM dalam
menganalisis pengetahuan rangka pelindungan, pemajuan, dan pemenuhan
faktual, konseptual, HAM
prosedural, dan metakognitif 3.2 Menganalisis pasal-pasal yang mengatur tentang
berdasarkan rasa ingin wilayah negara, warga negara dan penduduk, agama
tahunya tentang ilmu dan kepercayaan, pertahanan dan keamanan
pengetahuan, teknologi, seni, 3.3 Menganalisis perkembangan demokrasi dalam
budaya, dan humaniora kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara
dengan wawasan 3.4 Menganalisis sistem pembagian kekuasaan
kemanusiaan, kebangsaan, pemerintahan negara, kementerian negara, dan
kenegaraan, dan peradaban pemerintahan daerah menurut Undang-Undang
terkait penyebab fenomena Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
dan kejadian, serta 3.5 Menganalisis praktik perlindungan dan penegakan
menerapkan pengetahuan hukum dalam masyarakat untuk menjamin keadilan
prosedural pada bidang dan kedamaian
kajian yang spesifik sesuai 3.6 Menganalisis kasus pelanggaraan hak dan
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
41

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR


dengan bakat dan minatnya pengingkaran kewajiban sebagai warga negara
untuk memecahkan masalah 3.7 Menganalisisstrategi yang telah diterapkan oleh
negara dalam mengatasi ancaman untuk
membangun integrasi nasional dalam bingkai
Bhinneka Tunggal Ika
3.8 Menganalisis dinamika kehidupan bernegara sesuai
konsep NKRI dan bernegara sesuai konsep federal
dilihat dari konteks geopolitik
3.9 Menganalisis macam-macam budaya politik di
Indonesia
4. Mengolah, menalar, dan 4.1 Menyaji hasil análisis tentang kasus pelanggaran
menyaji dalam ranah konkret HAM dalam pelindungan, pemajuan, dan
dan ranah abstrak terkait pemenuhan HAM
dengan pengembangan dari 4.2 Menyaji hasil kajian pasal-pasal yang mengatur
yang dipelajarinya di sekolah tentang wilayah negara, warga negara dan
secara mandiri, bertindak penduduk, agama dan kepercayaan, pertahanan dan
secara efektif dan kreatif, keamanan
serta mampu menggunakan 4.3 Menyaji hasil análisis tentang perkembangan
metoda sesuai kaidah demokrasi dalam kehidupan bermasyarakat,
keilmuan berbangsa, dan bernegara
4.4 Menyaji hasil analiasis tentang sistem pembagian
kekuasaan pemerintahan negara, kementerian
negara dan pemerintahan daerah menurut Undang-
Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun
1945
4.5 Menyaji hasil analisis praktik perlindungan dan
penegakan hukum untuk menjamin keadilan dan
kedamaian dalam kehidupan bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara
4.6 Menyaji hasil analisis kasus pelanggaran hak dan
pengingkaran kewajiban sebagai warga negara
4.7 Menyaji hasil análisis tentang strategi untuk
mengatasi ancaman terhadap negara dalam
membangun integrasi nasional dengan bingkai
Bhinneka Tunggal Ika
4.8 Menyaji hasil análisis tentang dinamika kehidupan
bernegara sesuai konsep NKRI dan bernegara
sesuai konsep federal dilihat dari konteks geopolitik
4.9 Menyaji hasil analisis tentang budaya politik di
Indonesia
4.10 Menyaji hasil análisis tentang perkembangan
demokrasi dalam kehidupan bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara
4.10.1 Berinteraksi dengan teman dan orang lain
berdasarkan prinsip saling menghormati, dan
menghargai dalam keberagaman suku, agama,
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
42

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR


ras, budaya, dan gender
4.10.2 Menyaji bentuk partisipasi kewarganegaraan
yang mencerminkan komitmen terhadap
keutuhan nasional

KELAS XII
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
1. Menghayati dan 1.1 Mengamalkan ketaatan terhadap agama dan
mengamalkan ajaran agama kepercayaan yang dianut dalam kehidupan
yang dianutnya berbangsa dan bernegara.
1.2 Mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam
pasal 28E dan 29 ayat 2 Undang-Undang Dasar
Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
1.3 Menghayati jiwa toleransi antarumat beragama
dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
1.4 Menghargai karakter berakhlak mulia dalam
memperkuat komitmen negara kesatuan.
2. Menghayati dan 2.1 Mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai
mengamalkan perilaku jujur, pandangan hidup dan ideologi nasional dalam
disiplin, tanggungjawab, kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan
peduli (gotong royong, bernegara.
kerjasama, toleran, damai), 2.2 Mengamalkan kesadaran berkonstitusi berdasarkan
santun, responsif dan pro- pemahaman latar belakang, proses perumusan dan
aktif dan menunjukkan sikap pengesahan, serta perkembangan aktualisasi
sebagai bagian dari solusi Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia
atas berbagai permasalahan Tahun 1945
dalam berinteraksi secara 2.3 Mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam
efektif dengan lingkungan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara
sosial dan alam serta dalam Republik Indonesia Tahun 1945dalam kehidupan
menempatkan diri sebagai berbangsa dan bernegara
cerminan bangsa dalam 2.4 Mengamalkan tanggungjawab warga negara untuk
pergaulan dunia mengatasi ancaman terhadap negara
2.5 Mengamalkan budaya demokrasi dengan
mengutamakan prinsip musyawarah, mufakat, dan
integrasi nasional dalam konteks NKRI.
3. Memahami, menerapkan, 3.1 Menganalisis berbagai kasus pelanggaran HAM
menganalisis dan secara argumentatif dan saling keterhubungan
mengevaluasi pengetahuan antara aspek ideal, instrumental dan praksis sila-
faktual, konseptual, sila Pancasila
prosedural, dan metakognitif 3.2 Memahami pelaksanaan pasal-pasal yang mengatur
berdasarkan rasa ingin tentang keuangan, BPK, dan kekuasaan kehakiman
tahunya tentang ilmu 3.3 Menganalisis dinamika pengelolaan kekuasaan
pengetahuan, teknologi, seni, negara di pusat dan daerah berdasarkan Undang-
budaya, dan humaniora Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
43

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR


dengan wawasan 1945dalam mewujudkan tujuan negara
kemanusiaan, kebangsaan, 3.4 Menganalisis kasus pelanggaran hak dan
kenegaraan, dan peradaban pengingkaran kewajiban sebagai warga negara
terkait penyebab fenomena 3.5 Mengevaluasi peran Indonesia dalam hubungan
dan kejadian, serta Internasional
menerapkan pengetahuan 3.6 Menganalisis strategi yang diterapkan negara
prosedural pada bidang Indonesia dalam menyelesaikan ancaman terhadap
kajian yang spesifik sesuai negara dalam memperkokoh persatuan dengan
dengan bakat dan minatnya bingkai Bhinneka Tunggal Ika
untuk memecahkan masalah 3.7 Menganalisis dinamika penyelenggaraan negara
dalam konsep NKRI dan konsep negara federal
4. Mengolah, menalar, menyaji, 4.1 Menyaji pembahasan kasus pelanggaran HAM
dan mencipta dalam ranah secara argumentatif dan saling keterhubungan
konkret dan ranah abstrak antara aspek ideal, instrumental dan praksis sila-
terkait dengan sila Pancasila
pengembangan dari yang 4.2 Menyaji pelaksanaan pasal-pasal yang mengatur
dipelajarinya di sekolah tentang keuangan, BPK, dan kekuasaan kehakiman
secara mandiri serta 4.3 Menyaji hasil analisis dinamika pengelolaan
bertindak secara efektif dan kekuasaan negara di pusat dan daerah berdasarkan
kreatif, dan mampu Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia
menggunakan metoda sesuai Tahun 1945 dalam mewujudkan tujuan negara
kaidah keilmuan 4.4 Menyaji analisis penanganan kasus pelanggaran
hak dan pengingkaran kewajiban sebagai warga
negara
4.5 Menyaji hasil evaluasi dari berbagai media massa
tentang peran Indonesia dalam hubungan
internasional.
4.6 Menyaji hasil analisis strategi yang diterapkan
negara Indonesia dalam menyelesaikan ancaman
terhadap negara dalam memperkokoh persatuan
bangsa.
4.7 Menyaji hasil analisis dinamika penyelenggaraan
negara dalam konsep NKRI dan konsep negara
federal
4.8.1 Berinteraksi dengan teman dan orang lain
berdasarkan prinsip saling menghormati, dan
menghargai dalam keberagaman suku, agama, ras,
budaya, dan gender.
4.8.2 Menyaji bentuk partisipasi kewarganegaraan yang
mencerminkan komitmen terhadap keutuhan
nasional.

c) Bahasa Indonesia

KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN


SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
44

KELAS X
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
1. Menghayati dan 1.1 Mensyukuri anugerah Tuhan akan keberadaan
mengamalkan ajaran agama bahasa Indonesia dan menggunakannnya sesuai
yang dianutnya dengan kaidah dan konteks untuk mempersatukan
bangsa
1.2 Mensyukuri anugerah Tuhan akan keberadaan
bahasa Indonesia dan menggunakannya sebagai
sarana komunikasi dalam memahami, menerapkan,
dan menganalisis informasi lisan dan tulis melalui
teks anekdot, eksposisi, laporan hasil observasi,
prosedur kompleks, dan negosiasi
1.3 Mensyukuri anugerah Tuhan akan keberadaan
bahasa Indonesia dan menggunakannya sebagai
sarana komunikasi dalam mengolah, menalar, dan
menyajikan informasi lisan dan tulis melalui teks
anekdot, eksposisi, laporan hasil observasi,
prosedur kompleks, dan negosiasi
2. Menghayati dan 2.1 Menunjukkan sikap tanggung jawab, peduli,
mengamalkan perilaku jujur, responsif, dan santun dalam menggunakan bahasa
disiplin, tanggungjawab, Indonesia untuk membuat anekdot mengenai
peduli (gotong royong, permasalahan sosial, lingkungan, dan kebijakan
kerjasama, toleran, damai), publik
santun, responsif dan pro- 2.2 Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung
aktif dan menunjukkan sikap jawab, dan proaktif dalam menggunakan bahasa
sebagai bagian dari solusi Indonesia untuk melaporkan hasil observasi
atas berbagai permasalahan 2.3 Menunjukkan perilaku jujur, tanggung jawab, dan
dalam berinteraksi secara disiplin dalam menggunakan bahasa Indonesia
efektif dengan lingkungan untuk menunjukkan tahapan dan langkah yang
sosial dan alam serta dalam telah ditentukan
menempatkan diri sebagai 2.4 Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, peduli, dan
cerminan bangsa dalam santun dalam menggunakan bahasa Indonesia
pergaulan dunia. untuk bernegosiasi dalam perundingan
2.5 Menunjukkan perilaku jujur, peduli, santun, dan
tanggung jawab dalam penggunaan bahasa
Indonesia untuk memaparkan pendapat mengenai
konflik sosial, politik, ekonomi, dan kebijakan
publik
3. Memahami ,menerapkan, 3.1 Memahami struktur dan kaidah teks anekdot,
menganalisis pengetahuan eksposisi, laporan hasil observasi, prosedur
faktual, konseptual, kompleks, dan negosiasi baik melalui lisan
prosedural berdasarkan rasa maupun tulisan
ingintahunya tentang ilmu 3.2 Membandingkan teks anekdot, laporan hasil
pengetahuan, teknologi, seni, observasi, prosedur kompleks, dan negosiasi baik
budaya, dan humaniora melalui lisan maupun tulisan
dengan wawasan 3.3 Menganalisis teks anekdot, laporan hasil observasi,
kemanusiaan, kebangsaan, prosedur kompleks, dan negosiasi baik melalui
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
45

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR


kenegaraan, dan peradaban lisan maupun tulisan
terkait penyebab fenomena 3.4 Mengevaluasi teks anekdot, eksposisi, laporan
dan kejadian, serta hasil observasi, prosedur kompleks, dan negosiasi
menerapkan pengetahuan berdasarkan kaidah-kaidah teks baik melalui lisan
prosedural pada bidang maupun tulisan
kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya
untuk memecahkan masalah
4. Mengolah, menalar, dan 4.1 Menginterpretasi makna teks anekdot, eksposisi,
menyaji dalam ranah konkret laporan hasil observasi, prosedur kompleks, dan
dan ranah abstrak terkait negosiasi baik secara lisan maupun tulisan
dengan pengembangan dari 4.2 Memproduksi teks anekdot, eksposisi, laporan
yang dipelajarinya di sekolah hasil observasi, prosedur kompleks, dan negosiasi
secara mandiri, dan mampu yang koheren sesuai dengan karakteristik teks yang
menggunakan metoda sesuai akan dibuat baik secara lisan mupun tulisan
kaidah keilmuan 4.3 Menyunting teks anekdot, eksposisi, laporan hasil
observasi, prosedur kompleks, dan negosiasi
sesuai dengan struktur dan kaidah teks baik secara
lisan maupun tulisan
4.4 Mengabstraksi teks anekdot, eksposisi, laporan
hasil observasi, prosedur kompleks, dan negosiasi
baik secara lisan maupun tulisan
4.5 Mengonversi teks anekdot, eksposisi, laporan hasil
observasi, prosedur kompleks, dan negosiasi ke
dalam bentuk yang lain sesuai dengan struktur dan
kaidah teks baik secara lisan maupun tulisan

KELAS XI
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
1. Menghayati dan 1.1 Mensyukuri anugerah Tuhan akan keberadaan
mengamalkan ajaran agama bahasa Indonesia dan menggunakannnya sesuai
yang dianutnya dengan kaidah dan konteks untuk mempersatukan
bangsa
1.2 Mensyukuri anugerah Tuhan akan keberadaan
bahasa Indonesia dan menggunakannya sebagai
sarana komunikasi dalam memahami,
menerapkan, dan menganalisis informasi lisan dan
tulis melalui cerita pendek, pantun, cerita ulang,
eksplanasi kompleks, dan ulasan/reviu film/drama
1.3 Mensyukuri anugerah Tuhan akan keberadaan
bahasa Indonesia dan menggunakannya sebagai
sarana komunikasi dalam mengolah, menalar, dan
menyajikan informasi lisan dan tulis melalui
cerita pendek, pantun, cerita ulang, eksplanasi
kompleks, dan ulasan/reviu film/drama
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
46

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR


2. Menghayati dan 2.1 Menunjukkan perilaku tanggung jawab, responsif
mengamalkan perilaku jujur, dan imajinatif dalam menggunakan bahasa
disiplin, tanggungjawab, Indonesia untuk berekspresi
peduli (gotong royong, 2.2 Menunjukkan perilaku tanggung jawab, peduli,
kerjasama, toleran, damai), dan proaktif dalam menggunakan bahasa
santun, responsif dan pro- Indonesia untuk memahami dan menyampaikan
aktif dan menunjukkan sikap permasalahan
sebagai bagian dari solusi 2.3 Menunjukkan perilaku jujur, tanggung jawab, dan
atas berbagai permasalahan disiplin dalam menggunakan bahasa Indonesia
dalam berinteraksi secara untuk bercerita ulang
efektif dengan lingkungan 2.4 Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, peduli, dan
sosial dan alam serta dalam santun dalam menggunakan bahasa Indonesia
menempatkan diri sebagai untuk menyampaikan paparan
cerminan bangsa dalam 2.5 Menunjukkan perilaku jujur, peduli, santun, dan
pergaulan dunia tanggung jawab dalam penggunaan bahasa
Indonesia untuk menyampaikan penjelasan
3. Memahami, menerapkan, dan 3.1 Memahami struktur dan kaidah teks cerita pendek,
menganalisis pengetahuan pantun, cerita ulang, eksplanasi kompleks, dan
faktual, konseptual, ulasan/reviu film/drama baik melalui lisan
prosedural, dan metakognitif maupun tulisan
berdasarkan rasa ingin 3.2 Membandingkan teks cerita pendek, pantun, cerita
tahunya tentang ilmu ulang, eksplanasi kompleks, dan ulasan/reviu
pengetahuan, teknologi, seni, film/drama baik melalui lisan maupun tulisan
budaya, dan humaniora 3.3 Menganalisis teks cerita pendek, pantun, cerita
dengan wawasan ulang, eksplanasi kompleks, dan ulasan/reviu
kemanusiaan, kebangsaan, film/drama baik melalui lisan maupun tulisan
kenegaraan, dan peradaban 3.4 Mengevaluasi teks cerita pendek, pantun, cerita
terkait penyebab fenomena ulang, eksplanasi kompleks, dan ulasan/reviu
dan kejadian, serta film/drama berdasarkan kaidah-kaidah baik
menerapkan pengetahuan melalui lisan maupun tulisan
prosedural pada bidang
kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya
untuk memecahkan masalah
4. Mengolah, menalar, dan 4.1 Menginterpretasi makna teks cerita pendek,
menyaji dalam ranah konkret pantun, cerita ulang, eksplanasi kompleks, dan
dan ranah abstrak terkait ulasan/reviu film/drama baik secara lisan maupun
dengan pengembangan dari tulisan
yang dipelajarinya di sekolah 4.2 Memproduksi teks cerita pendek, pantun, cerita
secara mandiri, bertindak ulang, eksplanasi kompleks, dan ulasan/reviu
secara efektif dan kreatif, film/drama yang koheren sesuai dengan
serta mampu menggunakan karakteristik yang akan dibuat baik secara lisan
metoda sesuai kaidah mupun tulisan
keilmuan 4.3 Menyunting teks cerita pendek, pantun, cerita
ulang, eksplanasi kompleks, dan ulasan/reviu
film/drama sesuai dengan struktur dan kaidah
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
47

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR


baik secara lisan maupun tulisan
4.4 Mengabstraksi teks cerita pendek, pantun, cerita
ulang, eksplanasi kompleks, dan ulasan/reviu
film/drama baik secara lisan maupun tulisan
4.5 Mengonversi teks cerita pendek, pantun, cerita
ulang, eksplanasi kompleks, dan ulasan/reviu
film/drama ke dalam bentuk yang lain sesuai
dengan struktur dan kaidah baik secara lisan
maupun tulisan

KELAS XII
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
1. Menghayati dan 1.1 Mensyukuri anugerah Tuhan akan keberadaan
mengamalkan ajaran agama bahasa Indonesia dan menggunakannnya sesuai
yang dianutnya dengan kaidah dan konteks untuk mempersatukan
bangsa
1.2 Mensyukuri anugerah Tuhan akan keberadaan
bahasa Indonesia dan menggunakannya sebagai
sarana komunikasi dalam memahami,
menerapkan, dan menganalisis informasi lisan dan
tulis melalui teks cerita sejarah, berita, iklan,
editorial/opini, dan cerita fiksi dalam novel
1.3 Mensyukuri anugerah Tuhan akan keberadaan
bahasa Indonesia dan menggunakannya sebagai
sarana komunikasi dalam mengolah, menalar, dan
menyajikan informasi lisan dan tulis melalui teks
cerita sejarah, berita, iklan, editorial/opini, dan
cerita fiksi dalam novel
2. Menghayati dan 2.1 Menunjukkan perilaku jujur, responsif dan santun
mengamalkan perilaku jujur, dalam menggunakan bahasa Indonesia untuk
disiplin, tanggungjawab, menyampaikan cerita sejarah tentang tokoh-tokoh
peduli (gotong royong, nasional dan internasional
kerjasama, toleran, damai), 2.2 Menunjukkan perilaku tanggung jawab, peduli,
santun, responsif dan pro- dan santun dalam menggunakan bahasa Indonesia
aktif dan menunjukkan sikap untuk memahami dan menyampaikan berita
sebagai bagian dari solusi 2.3 Menunjukkan perilaku jujur, tanggung jawab, dan
atas berbagai permasalahan disiplin dalam menggunakan bahasa Indonesia
dalam berinteraksi secara untuk memahami dan menyampaikan penjelasan
efektif dengan lingkungan dan ajakan
sosial dan alam serta dalam 2.4 Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, peduli, dan
menempatkan diri sebagai santun dalam menggunakan bahasa Indonesia
cerminan bangsa dalam untuk memaparkan editorial/opinin tentang
pergaulan dunia konflik sosial, politik, ekonomi, kebijakan publik,
dan lingkungan hidup
2.5 Menunjukkan perilaku jujur, peduli, santun, dan
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
48

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR


tanggung jawab dalam penggunaan bahasa
Indonesia untuk memahami dan menyajikan cerita
fiksi dalam novel
3. Memahami, menerapkan, 3.1 Memahami struktur dan kaidah teks cerita sejarah,
menganalisis dan berita, iklan, editorial/opini, dan cerita fiksi dalam
mengevaluasi pengetahuan novel baik melalui lisan maupun tulisan
faktual, konseptual, 3.2 Membandingkan teks cerita sejarah, berita, iklan,
prosedural, dan metakognitif editorial/opini, dan cerita fiksi dalam novel baik
berdasarkan rasa ingin melalui lisan maupun tulisan
tahunya tentang ilmu 3.3 Menganalisis teks cerita sejarah, berita, iklan,
pengetahuan, teknologi, seni, editorial/opini, dan cerita fiksi dalam novel baik
budaya, dan humaniora melalui lisan maupun tulisan
dengan wawasan 3.4 Mengevaluasi teks cerita sejarah, berita, iklan,
kemanusiaan, kebangsaan, editorial/opini, dan cerita fiksi dalam novel
kenegaraan, dan peradaban berdasarkan kaidah-kaidah baik melalui lisan
terkait penyebab fenomena maupun tulisan
dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang
kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya
untuk memecahkan masalah
4. Mengolah, menalar, menyaji, 4.1 Menginterpretasi makna teks cerita sejarah, berita,
dan mencipta dalam ranah iklan, editorial/opini, dan cerita fiksi dalam novel
konkret dan ranah abstrak baik secara lisan maupun tulisan
terkait dengan 4.2 Memproduksi teks cerita sejarah, berita, iklan,
pengembangan dari yang editorial/opini, dan cerita fiksi dalam novel yang
dipelajarinya di sekolah koheren sesuai dengan karakteristik teks baik
secara mandiri serta secara lisan maupun tulisan
bertindak secara efektif dan 4.3 Menyunting teks cerita sejarah, berita, iklan,
kreatif, dan mampu editorial/opini, dan cerita fiksi dalam novel sesuai
menggunakan metoda sesuai dengan struktur dan kaidah teks baik secara lisan
kaidah keilmuan maupun tulisan
4.4 Mengabstraksi teks cerita sejarah, berita, iklan,
editorial/opini, dan cerita fiksi dalam novel baik
secara lisan maupun tulisan
4.5 Mengonversi teks cerita sejarah, berita, iklan,
editorial/opini, dan cerita fiksi dalam novel ke
dalam bentuk yang lain sesuai dengan struktur dan
kaidah teks baik secara lisan maupun tulisan

d) Matematika

KELAS X
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
49

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR


1. Menghayati dan 1.1 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang
mengamalkan ajaran agama dianutnya
yang dianutnya
2. Menghayati dan 2.1 Memiliki motivasi internal, kemampuan
mengamalkan perilaku jujur, bekerjasama, konsisten, sikap disiplin, rasa percaya
disiplin, tanggungjawab, diri, dan sikap toleransi dalam perbedaan strategi
peduli (gotong royong, berpikir dalam memilih dan menerapkan strategi
kerjasama, toleran, damai), menyelesaikan masalah.
santun, responsif dan 2.2 Mampu mentransformasi diri dalam berpilaku
proaktif dan menunjukkan jujur, tangguh mengadapi masalah, kritis dan
sikap sebagai bagian dari disiplin dalam melakukan tugas belajar
solusi atas berbagai matematika.
permasalahan dalam 2.3 Menunjukkan sikap bertanggung jawab, rasa ingin
berinteraksi secara efektif tahu, jujur dan perilaku peduli lingkungan.
dengan lingkungan sosial
dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia
3. Memahami ,menerapkan, 3.1 Memilih dan menerapkan aturan eksponen dan
menganalisis pengetahuan logaritma sesuai dengan karakteristik
faktual, konseptual, permasalahan yang akan diselesaikan dan
prosedural berdasarkan rasa memeriksa kebenaran langkah-langkahnya.
ingintahunya tentang ilmu 3.2 Mendeskripsikan dan menganalisis konsep nilai
pengetahuan, teknologi, seni, mutlak dalam persamaan dan pertidaksamaan serta
budaya, dan humaniora menerapkannya dalam pemecahan masalah nyata.
dengan wawasan 3.3 Mendeskripsikan konsep sistem persamaan linear
kemanusiaan, kebangsaan, dua dan tiga variabel serta pertidaksamaan linear
kenegaraan, dan peradaban dua variabel dan mampu menerapkan berbagai
terkait penyebab fenomena strategi yang efektif dalam menentukan himpunan
dan kejadian, serta penyelesaiannya serta memeriksa kebenaran
menerapkan pengetahuan jawabannya dalam pemecahan masalah
prosedural pada bidang matematika.
kajian yang spesifik sesuai 3.4 Mendeskripsikan konsep matriks sebagai
dengan bakat dan minatnya representasi numerik dalam kaitannya dengan
untuk memecahkan masalah. konteks nyata.
3.5 Mendeskripsikan operasi sederhana matriks serta
menerapkannya dalam pemecahan masalah.
3.6 Mendeskripsikan daerah asal, daerah kawan, dan
daerah hasil suatu relasi antara dua himpunan yang
disajikan dalam berbagai bentuk (grafik, himpunan
pasangan terurut, atau ekspresi simbolik)
3.7 Mengidentifikasi relasi yang disajikan dalam
berbagai bentuk yang merupakan fungsi.
3.8 Memprediksi pola barisan dan deret aritmetika dan
geometri atau barisan lainnya melalui pengamatan
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
50

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR


dan memberikan alasannya.
3.9 Mendeskripsikan berbagai bentuk ekspresi yang
dapat diubah menjadi persamaan kuadrat.
3.10 Mendeskripsikan persamaan dan fungsi kuadrat,
memilih strategi dan menerapkan untuk
menyelesaikan persamaan dan fungsi kuadrat serta
memeriksa kebenaran jawabannya.
3.11 Menganalisis fungsi dan persamaan kuadrat dalam
berbagai bentuk penyajian masalah kontekstual.
3.12 Menganalisis grafik fungsi dari data terkait
masalah nyata dan menentukan model matematika
berupa fungsi kuadrat.
3.13 Mendeskripsikan konsep jarak dan sudut antar-
titik, garis dan bidang melalui demonstrasi
menggunakan alat peraga atau media lainnya.
3.14 Mendeskripsikan konsep perbandingan
trigonometri pada segitiga siku-siku melalui
penyelidikan dan diskusi tentang hubungan
perbandingan sisi-sisi yang bersesuaian dalam
beberapa segitiga siku- siku sebangun.
3.15 Menemukan sifat-sifat dan hubungan antar
perbandingan trigonometri dalam segitiga siku-
siku.
3.16 Mendeskripsikan dan menentukan hubungan
perbandingan Trigonometri dari sudut disetiap
kuadran, memilih dan menerapkan dalam
penyelesaian masalah nyata dan matematika.
3.17 Mendeskripsikan konsep fungsi Trigonometri dan
menganalisis grafik fungsinya serta menentukan
hubungan nilai fungsi Trigonometri dari sudut-
sudut istimewa.
3.18 Mendeskripsikan konsep limit fungsi aljabar
dengan menggunakan konteks nyata dan
menerapkannya.
3.19 Merumuskan aturan dansifat limit fungsi aljabar
melalui pengamatan contoh-contoh.
3.20 Mendeskripsikan berbagai penyajian data dalam
bentuk tabel atau diagram/plot yang sesuai untuk
mengomunikasikan informasi dari suatu kumpulan
data melalui analisis perbandingan berbagai variasi
penyajian data.
3.21 Mendeskripsikan data dalam bentuk tabel atau
diagram/plot tertentu yang sesuai dengan informasi
yang ingin dikomunikasikan.
3.22 Mendeskripsikan konsep peluang suatu kejadian
menggunakan berbagai objek nyata dalam suatu
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
51

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR


percobaan menggunakan frekuensi relatif.
3.23 Mendeskripsikan dan menganalisis aspek-aspek
sederhana argumentasi logis yang digunakan dalam
matematika yang sudah dipelajari, seperti
penalaran induktif dan deduktif, hipotesis dan
simpulan dalam deduksi logis, dan contoh
penyangkal
4. Mengolah, menalar, dan 4.1 Menyajikan masalah nyata menggunakan operasi
menyaji dalam ranah konkret aljabar berupa eksponen dan logaritma serta
dan ranah abstrak terkait menyelesaikannya menggunakan sifat- sifat dan
dengan pengembangan dari aturan yang telah terbukti kebenarannya.
yang dipelajarinya di sekolah 4.2 Menerapkan konsep nilai mutlak dalam persamaan
secara mandiri, dan mampu dan pertidaksamaan linear dalam memecahkan
menggunakan metoda sesuai masalah nyata.
kaidah keilmuan. 4.3 Membuat model matematika berupa persamaan
dan pertidaksamaan linear dua variabel yang
melibatkan nilai mutlak dari situasi nyatadan
matematika, serta menentukan jawab dan
menganalisis model sekaligus jawabnya.
4.4 Menggunakan SPLDV, SPLTV dan sistem
pertidaksamaan linear dua variabel (SPtLDV)
untuk menyajikan masalah kontekstual dan
menjelaskan makna tiap besaran secara lisan
maupun tulisan.
4.5 Membuat model matematika berupa SPLDV,
SPLTV, dan SPtLDV dari situasi nyata dan
matematika, serta menentukan jawab dan
menganalisis model sekaligus jawabnya.
4.6 Menyajikan model matematika dari suatu masalah
nyata yang berkitan dengan matriks.
4.7 Menerapkan daerah asal, dan daerah hasil fungsi
dalam menyelesaikan masalah.
4.8 Menyajikan hasil menemukan pola barisan dan
deret dan penerapannya dalam penyelesaian
masalah sederhana.
4.9 Mengidentifikasi dan menerapkan konsep fungsi
dan persamaan kuadrat dalam menyelesaikan
masalah nyata dan menjelaskannya secara lisan
dan tulisan.
4.10 Menyusun model matematika dari masalah yang
berkaitan dengan persamaan dan fungsi kuadrat
dan menyelesaikan serta memeriksa kebenaran
jawabannya.
4.11 Menggambar dan membuat sketsa grafik fungsi
kuadrat dari masalah nyata berdasarkan data yang
ditentukan dan menafsirkan karakteristiknya.
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
52

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR


4.12 Mengidentifikasi hubungan fungsional kuadratik
dari fenomena sehari-hari dan menafsirkan makna
dari setiap variabel yang digunakan.
4.13 Menggunakan berbagai prinsip bangun datar dan
ruang serta dalam menyelesaikan masalah nyata
berkaitan dengan jarak dan sudut antara titik, garis
dan bidang.
4.14 Menerapkan perbandingan trigonometri dalam
menyelesaikan masalah.
4.15 Menyajikan grafik fungsi trigonometri.
4.16 Memilih strategi yang efektif dan menyajikan
model matematika dalam memecahkan masalah
nyata tentang limit fungsi aljabar.
4.17 Menyajikan data nyata dalam bentuk tabel atau
diagram/plot tertentu yang sesuai dengan informasi
yang ingin dikomunikasikan.
4.18 Menyajikan hasil penerapan konsep peluang untuk
menjelaskan berbagai objek nyata melalui
percobaan menggunakan frekuensirelatif.
4.19 Menganalisis aspek-aspek sederhana argumentasi
logis yang digunakan dalam matematika yang
sudah dipelajari dan dalam kehidupan sehari-hari.

KELAS XI
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
1. Menghayati dan 1.1 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang
mengamalkan ajaran agama dianutnya
yang dianutnya
2. Menghayati dan 2.1 Memiliki motivasi internal, kemampuan
mengamalkan perilaku jujur, bekerjasama, konsisten, sikap disiplin, rasa percaya
disiplin, tanggungjawab, diri, dan sikap toleransi dalam perbedaan strategi
peduli (gotong royong, berpikir dalam memilih dan menerapkan strategi
kerjasama, toleran, damai), menyelesaikan masalah.
santun, responsif dan pro- 2.2 Mampu mentransformasi diri dalam berpilaku
aktif dan menunjukkan sikap jujur, tangguh mengadapi masalah, kritis dan
sebagai bagian dari solusi disiplin dalam melakukan tugas belajar
atas berbagai permasalahan matematika.
dalam berinteraksi secara 2.3 Menunjukkan sikap bertanggung jawab, rasa ingin
efektif dengan lingkungan tahu, jujur dan perilaku peduli lingkungan.
sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan, dan 3.1 Mendeskripsikan konsep sistem persamaan dan
menganalisis pengetahuan pertidaksamaan linear dua variabel dan
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
53

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR


faktual, konseptual, menerapkannya dalam pemecahan masalah
prosedural, dan metakognitif program linear.
berdasarkan rasa ingin 3.2 Menerapkan prosedur yang sesuai untuk
tahunya tentang ilmu menyelesaikan masalah program linear terkait
pengetahuan, teknologi, seni, masalah nyata dan menganalisis kebenaran
budaya, dan humaniora langkah-langkahnya.
dengan wawasan 3.3 Menganalisis bagaimana menilai validitas
kemanusiaan, kebangsaan, argumentasi logis yang digunakan dalam
kenegaraan, dan peradaban matematika yang sudah dipelajari terkait
terkait penyebab fenomena pemecahan masalah program linear.
dan kejadian, serta 3.4 Mendeskripsikan dan menganalisis konsep dasar
menerapkan pengetahuan operasi matriks dan sifat-sifat operasi matriks serta
prosedural pada bidang menerapkannya dalam pemecahan masalah.
kajian yang spesifik sesuai 3.5 Mendeskripsikan konsep fungsi dan menerapkan
dengan bakat dan minatnya operasi aljabar (penjumlahan, pengurangan,
untuk memecahkan masalah. perkalian, dan pembagian) pada fungsi.
3.6 Menganalisis konsep dan sifat suatu fungsi dan
melakukan manipulasi aljabar dalam menentukan
invers fungsi dan fungsi invers.
3.7 Mendeskripsikan dan menganalisis sifat suatu
fungsi sebagai hasil operasi dua atau lebih fungsi
yang lain..
3.8 Mendeskripsikan konsep komposisi fungsi dengan
menggunakan konteks sehari-hari dan
menerapkannya.
3.9 Mendeskripsikan konsep barisan tak hingga
sebagai fungsi dengan daerah asal himpunan
bilangan asli.
3.10 Menganalisis sifat dua garis sejajar dan saling
tegak lurus dan menerapkannya dalam
menyelesaikan masalah.
3.11 Mendeskripsikan dan menganalisis aturan sinus
dan kosinus serta menerapkannya dalam
menentukan luas daerah segitiga.
3.12 Mendeskripsikan dan menggunakan berbagai
ukuran pemusatan, letak dan penyebaran data
sesuai dengan karakteristik data melalui aturan dan
rumus serta menafsirkan dan
mengkomunikasikannya.
3.13 Mendeskripsikan dan menerapkan berbagai aturan
pencacahan melalui beberapa contoh nyata serta
menyajikan alur perumusan aturan pencacahan
(perkalian, permutasi dan kombinasi) melalui
diagram atau cara lainnya.
3.14 Menerapkan berbagai konsep dan prinsip
permutasi dan kombinasi dalam pemecahan
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
54

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR


masalah nyata.
3.15 Mendeskripsikan konsep ruang sampel dan
menentukan peluang suatu kejadian dalam suatu
percobaan.
3.16 Mendeskripsikan dan menerapkan aturan/rumus
peluang dalam memprediksi terjadinya suatu
kejadian dunia nyata serta menjelaskan alasan-
alasannya.
3.17 Mendeskripsikan konsep peluang dan harapan
suatu kejadian dan menggunakannya dalam
pemecahan masalah.
3.18 Mendeskripsikan konsep persamaan lingkaran dan
menganalisis sifat garis singgung lingkaran dengan
menggunakan metode koordinat.
3.19 Mendeskripsikan konsep dan kurva lingkaran
dengan titik pusat tertentu dan menurunkan
persamaan umum lingkaran dengan metode
koordinat.
3.20 Menganalisis sifat-sifat transformasi geometri
(translasi, refleksi garis, dilatasi dan rotasi) dengan
pendekatan koordinat dan menerapkannya dalam
menyelesaikan masalah.
3.21 Mendeskripsikan konsep turunan dengan
menggunakan konteks matematik atau konteks lain
dan menerapkannya.
3.22 Menurunkan aturan dan sifat turunan fungsi aljabar
dari aturan dan sifat limit fungsi.
3.23 Memilih dan menerapkan strategi menyelesaikan
masalah dunia nyatadan matematika yang
melibatkan turunan dan integral tak tentu dan
memeriksa kebenaran langkah-langkahnya.
3.24 Mendeskripsikan konsep turunan dan
menggunakannya untuk menganalisis grafik fungsi
dan menguji sifat-sifat yang dimiliki untuk
mengetahui fungsi naik dan fungsi turun.
3.25 Menerapkan konsep dansifat turunan fungsi untuk
menentukan gradien garis singgung kurva, garis
tangen, dan garis normal.
3.26 Mendeskripsikan konsep dan sifat turunan fungsi
terkaitdan menerapkannya untuk menentukan titik
stasioner (titik maximum, titik minimum dan titik
belok).
3.27 Menganalisis bentuk model matematika berupa
persamaan fungsi, serta menerapkan konsep dan
sifat turunan fungsi dalam memecahkan masalah
maximum dan minimum.
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
55

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR


3.28 Mendeskripsikan konsep integral tak tentu suatu
fungsi sebagai kebalikan dari turunan fungsi.
3.29 Menurunkan aturan dan sifat integral tak tentu dari
aturan dan sifat turunan fungsi.
4. Mengolah, menalar, dan 4.1 Merancang dan mengajukan masalah nyata berupa
menyaji dalam ranah konkret masalah program linear, dan menerapkan berbagai
dan ranah abstrak terkait konsep dan aturan penyelesaian sistem
dengan pengembangan dari pertidaksamaan linear dan menentukan nilai
yang dipelajarinya di sekolah optimum dengan menggunakan fungsi selidik yang
secara mandiri, bertindak ditetapkan..
secara efektif dan kreatif, 4.2 Memadu berbagai konsep dan aturan operasi
serta mampu menggunakan matriks dan menyajikan model matematika dari
metoda sesuai kaidah suatu masalah nyata dengan memanfaatkan nilai
keilmuan. determinan atau invers matriks dalam
pemecahannya.
4.3 Mengolah data masalah nyata dengan menerapkan
aturan operasi dua fungsi atau lebih dan menafsirkan
nilai variabel yang digunakan untuk memecahkan
masalah.
4.4 Memilih strategi yang efektif dan menyajikan model
matematika dalam memecahkan masalah nyata
terkait fungsi invers dan invers fungsi.
4.5 Merancang dan mengajukan masalah dunia nyata
yang berkaitan dengan komposisi fungsi dan
menerapkan berbagai aturan dalam
menyelesaikannya.
4.6 Menerapkan konsep barisan dan deret tak hingga
dalam penyelesaian masalah sederhana.
4.7 Menganalisis kurva-kurva yang melalui beberapa
titik untuk menyimpulkan berupa garis lurus, garis-
garis sejajar, atau garis-garis tegak lurus.
4.8 Merancang dan mengajukan masalah nyata terkait
luas segitiga dan menerapkan aturan sinus dan
kosinus untuk menyelesaikannya.
4.9 Menyajikan dan mengolah data statistik deskriptif
kedalam tabel distribusi dan histogram untuk
memperjelas dan menyelesaikan masalah yang
berkaitan dengan kehidupan nyata.
4.10 Memilih dan menggunakan aturan pencacahan
yangsesuai dalam pemecahan masalah nyata serta
memberikan alasannya.
4.11 Mengidentifikasi masalah nyata dan menerapkan
aturan perkalian, permutasi, dan kombinasi dalam
pemecahan masalah tersebut.
4.12 Mengidentifikasi, menyajikan model matematika
dan menentukan peluangdan harapan suatu
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
56

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR


kejadian dari masalah kontektual.
4.13 Mengolah informasi darisuatu masalah nyata,
mengidentifikasi sebuah titik sebagai pusat
lingkaran yang melalui suatu titik tertentu,
membuat model matematika berupa persamaan
lingkaran dan menyelesaikan masalah tersebut.
4.14 Merancang dan mengajukan masalah nyata terkait
garis singgunglingkaran serta menyelesaikannya
dengan melakukan manipulasi aljabar dan
menerapkan berbagai konsep lingkaran.
4.15 Menyajikan objek kontekstual, menganalisis
informasi terkait sifat-sifat objek dan menerapkan
aturan transformasi geometri (refleksi, translasi,
dilatasi, dan rotasi) dalam memecahkan masalah.
4.16 Memilih strategi yang efektif dan menyajikan
model matematika dalam memecahkan masalah
nyata tentang turunan fungsi aljabar.
4.17 Memilih strategi yang efektif dan menyajikan
model matematika dalam memecahkan masalah
nyata tentang fungsi naik dan fungsi turun.
4.18 Merancang dan mengajukan masalah nyata serta
menggunakan konsep dan sifat turunan fungsi
terkait dalam titik stasioner (titik maximum,titik
minimum dan titik belok)
4.19 Menyajikan data dari situasi nyata, memilih
variabel dan mengkomunikasikannya dalam bentuk
model matematika berupa persamaan fungsi, serta
menerapkan konsep dan sifat turunan fungsi dalam
memecahkan masalah maximum dan minimum.
4.20 Memilih strategi yang efektif dan menyajikan
model matematika dalam memecahkan masalah
nyata tentang integral tak tentu dari fungsi aljabar.

KELAS XII
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
1. Menghayati dan 1.1 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang
mengamalkan ajaran agama dianutnya
yang dianutnya
2. Menghayati dan 2.1 Menghayati perilaku disiplin, sikap kerjasama,
mengamalkan perilaku jujur, sikap kritis dan cermat dalam bekerja
disiplin, tanggungjawab, menyelesaikan masalah kontekstual.
peduli (gotong royong, 2.2 Memiliki dan menunjukkan rasa ingin tahu,
kerjasama, toleran, damai), motivasi internal, rasa senang dan tertarik dan
santun, responsif dan pro- percaya diri dalam melakukan kegiatan belajar
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
57

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR


aktif dan menunjukkan sikap ataupun memecahkan masalah nyata.
sebagai bagian dari solusi
atas berbagai permasalahan
dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan
sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan, 3.1 Menganalisis konsep, nilai determinan dan sifat
menganalisis dan operasi matriks serta menerapkannya dalam
mengevaluasi pengetahuan menentukan invers matriks dan dalam memecahkan
faktual, konseptual, masalah.
prosedural, dan metakognitif 3.2 Mendeskripsikan konsep barisan dan deret pada
berdasarkan rasa ingin konteks dunia nyata, seperti bunga, pertumbuhan,
tahunya tentang ilmu dan peluruhan.
pengetahuan, teknologi, seni, 3.3 Mendeskripsikan prinsip induksi matematika dan
budaya, dan humaniora menerapkannya dalam membuktikan rumus jumlah
dengan wawasan deret persegi dankubik.
kemanusiaan, kebangsaan, 3.4 Menganalisis konsep dan sifat diagonal ruang,
kenegaraan, dan peradaban diagonal bidang, dan bidang diagonal dalam
terkait penyebab fenomena bangun ruang dimensi tiga serta menerapkannya
dan kejadian, serta dalam memecahkan masalah.
menerapkan pengetahuan 3.5 Memahami konsep jumlah Rieman dan integral
prosedural pada bidang tentu suatu fungsi dengan menggunakan fungsi-
kajian yang spesifik sesuai fungsi sederhana non-negatif.
dengan bakat dan minatnya 3.6 Menggunakan Teorema Fundamental Kalkulus
untuk memecahkan masalah. untuk menemukan hubungan antara integral dalam
integral tentu dan dalam integral tak tentu.
4. Mengolah, menalar, menyaji, 4.1 Menyajikan dan menyelesaikan model matematika
dan mencipta dalam ranah dalam bentuk persamaan matriks dari suatu
konkret dan ranah abstrak masalah nyata yang berkaitan dengan persamaan
terkait dengan linear.
pengembangan dari yang 4.2 Mengidentifikasi, menyajikan model matematika
dipelajarinya di sekolah dan menyelesaikan masalah keseharian yang
secara mandiri serta berkaitan dengan barisan dan deret aritmetika,
bertindak secara efektif dan geometri dan yang lainnya.
kreatif, dan mampu 4.3 Mengidentifikasi, menyajikan model matematika
menggunakan metoda sesuai dan menyelesaikan masalah induksi matematika
kaidah keilmuan. dalam membuktikan rumus jumlah deret persegi
dan kubik.
4.4 Menggunakan berbagai prinsip konsep dan sifat
diagonal ruang, diagonal bidang, dan bidang
diagonal dalam bangun ruang dimensi tiga serta
menerapkannya dalam memecahkan.
4.5 Mengolah data dan membuat model fungsi
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
58

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR


sederhana non-negatif dari masalah nyata serta
menginterpretasikan masalah dalam gambar dan
menyelesaikan masalah dengan mengunakan
konsep dan aturan integral tentu.
4.6 Mengajukan masalah nyata dan mengidentikasi
sifat fundamental kalkulus dalam integral tentu
fungsi sederhana serta menerapkannya dalam
pemecahan masalah.

e) Sejarah Indonesia

KELAS X
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
1. Menghayati dan 1.1 Menghayati keteladanan para pemimpin dalam
mengamalkan ajaran agama mengamalkan ajaran agamanya.
yang dianutnya 1.2 Menghayati keteladanan para pemimpin dalam
toleransi antar umat beragama dan
mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari
2. Menghayati dan 2.1 Menunjukkan sikap tanggung jawab, peduli
mengamalkan perilaku jujur, terhadap berbagai hasil budaya pada zaman
disiplin, tanggungjawab, praaksara, Hindu-Buddha dan Islam.
peduli (gotong royong, 2.2 Meneladani sikap dan tindakan cinta damai,
kerjasama, toleran, damai), responsif dan pro aktif yang ditunjukkan oleh
santun, responsif dan pro- tokoh sejarah dalam mengatasi masalah sosial dan
aktif dan menunjukkan sikap lingkungannya.
sebagai bagian dari solusi 2.3 Berlaku jujur dan bertanggungjawab dalam
atas berbagai permasalahan mengerjakan tugas-tugas dari pembelajaran
dalam berinteraksi secara sejarah.
efektif dengan lingkungan
sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia.
3. Memahami ,menerapkan, 3.1 Memahami dan menerapkan konsep berpikir
menganalisis pengetahuan kronologis (diakronik), sinkronik, ruang dan waktu
faktual, konseptual, dalam sejarah.
prosedural berdasarkan rasa 3.2 Memahami corak kehidupan masyarakat pada
ingintahunya tentang ilmu zaman praaksara.
pengetahuan, teknologi, seni, 3.3 Menganalisis asal-usul nenek moyang bangsa
budaya, dan humaniora Indonesia (Proto, Deutero Melayu dan
dengan wawasan Melanesoid).
kemanusiaan, kebangsaan, 3.4 Menganalisis berdasarkan tipologi hasil budaya
kenegaraan, dan peradaban Praaksara Indonesia termasuk yang berada di
terkait penyebab fenomena lingkungan terdekat.
dan kejadian, serta 3.5 Menganalisis berbagai teori tentang proses masuk
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
59

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR


menerapkan pengetahuan dan berkembangnya agama dan kebudayaan
prosedural pada bidang Hindu-Buddha di Indonesia.
kajian yang spesifik sesuai 3.6 Menganalisis karakteristik kehidupan masyarakat,
dengan bakat dan minatnya pemerintahan, dan kebudayaan pada masa
untuk memecahkan masalah kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia serta
menunjukkan contoh bukti-bukti yang masih
berlaku pada kehidupan masyarakat Indonesia
masa kini.
3.7 Menganalisis berbagai teori tentang proses masuk
dan berkembangnya agama dan kebudayaan Islam
di Indonesia.
3.8 Menganalisis karakteristik kehidupan masyarakat,
pemerintahan dan kebudayaan pada masa
kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia dan
menunjukan contoh bukti-bukti yang masih
berlaku pada kehidupan masyarakat Indonesia
masa kini.
4. Mengolah, menalar, dan 4.1 Menyajikan informasi mengenai keterkaitan antara
menyaji dalam ranah konkret konsep berpikir kronologis (diakronik ), sinkronik,
dan ranah abstrak terkait ruang, dan waktu dalam sejarah .
dengan pengembangan dari 4.2 Menyajikan hasil penalaran mengenai corak
yang dipelajarinya di sekolah kehidupan masyarakat pada zaman praaksara
secara mandiri, dan mampu dalam bentuk tulisan.
menggunakan metoda sesuai 4.3 Menyajikan kesimpulan-kesimpulan dari informasi
kaidah keilmuan mengenai asal-usul nenek moyang bangsa
Indonesia (Proto, Deutero Melayu dan
Melanesoid) dalam bentuk tulisan.
4.4 Menalar informasi mengenai hasil budaya
Praaksara Indonesia termasuk yang berada di
lingkungan terdekat dan menyajikannya dalam
bentuk tertulis.
4.5 Mengolah informasi mengenai proses masuk dan
perkembangan kerajaan Hindu-Buddha dengan
menerapkan cara berpikir kronologis, dan
pengaruhnya pada kehidupan masyarakat
Indonesia masa kini serta mengemukakannya
dalam bentuk tulisan.
4.6 Menyajikan hasil penalaran dalam bentuk tulisan
tentang nilai-nilai dan unsur budaya yang
berkembang pada masa kerajaan Hindu-Buddha
dan masih berkelanjutan dalam kehidupan bangsa
Indonesia pada masa kini.
4.7 Mengolah informasi mengenai proses masuk dan
perkembangan kerajaan Islam dengan menerapkan
cara berpikir kronologis, dan pengaruhnya pada
kehidupan masyarakat Indonesia masa kini serta
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
60

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR


mengemukakannya dalam bentuk tulisan.
4.8 Menyajikan hasil penalaran dalam bentuk tulisan
tentang nilai-nilai dan unsur budaya yang
berkembang pada masa kerajaan Islam dan masih
berkelanjutan dalam kehidupan bangsa Indonesia
pada masa kini.

f) Bahasa Inggris dan bahasa asing lainnya

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR


1. Menghayati dan 1.1 Mensyukuri kesempatan dapat mempelajari bahasa
mengamalkan ajaran agama Inggris sebagai bahasa pengantar komunikasi
yang dianutnya internasional yang diwujudkan dalam semangat
belajar.
2. Menghayati dan 2.1 Menunjukkan perilaku santun dan peduli dalam
mengamalkan perilaku jujur, melaksanakan komunikasi interpersonal dengan
disiplin, tanggungjawab, guru dan teman.
peduli (gotong royong, 2.2 Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, percaya diri,
kerjasama, toleran, damai), dan bertanggung jawab dalam melaksanakan
santun, responsif dan pro- komunikasi transaksional dengan guru dan teman.
aktif dan menunjukkan sikap 2.3 Menunjukkan perilaku tanggung jawab, peduli,
sebagai bagian dari solusi kerjasama, dan cinta damai, dalam melaksanakan
atas berbagai permasalahan komunikasi fungsional.
dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan
sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia.
3. Memahami ,menerapkan, 3.1 Menganalisis fungsi sosial, struktur teks, dan unsur
menganalisis pengetahuan kebahasaan pada teks pemaparan jati diri, sesuai
faktual, konseptual, dengan konteks penggunaannya.
prosedural berdasarkan rasa 3.2 Menganalisis fungsi sosial, struktur teks, dan unsur
ingintahunya tentang ilmu kebahasaan pada ungkapan memuji bersayap
pengetahuan, teknologi, seni, (extended), serta responnya, sesuai dengan konteks
budaya, dan humaniora penggunaannya.
dengan wawasan 3.3 Menganalisis fungsi sosial, struktur teks, dan unsur
kemanusiaan, kebangsaan, kebahasaan pada ungkapan perhatian (care), serta
kenegaraan, dan peradaban responnya, sesuai dengan konteks penggunaannya.
terkait penyebab fenomena 3.4 Menganalisis fungsi sosial, struktur teks, dan unsur
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
61

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR


dan kejadian, serta kebahasaan untuk menyatakan dan menanyakan
menerapkan pengetahuan tentang niat melakukan suatu tindakan/kegiatan,
prosedural pada bidang sesuai dengan konteks penggunaannya.
kajian yang spesifik sesuai 3.5 Menganalisis fungsi sosial, struktur teks, dan unsur
dengan bakat dan minatnya kebahasaan dari ungkapan ucapan selamat bersayap
untuk memecahkan masalah (extended), serta responnya, sesuai dengan konteks
penggunaannya.
3.6 Menganalisis fungsi sosial, struktur teks, dan unsur
kebahasaan untuk menyatakan dan menanyakan
tentang tindakan/kegiatan/ kejadian yang
dilakukan/terjadi di waktu lampau yang merujuk
waktu terjadinya dengan yang merujuk pada
kesudahannya, sesuai dengan konteks
penggunaannya.
3.7 Menganalisis fungsi sosial, struktur teks, dan unsur
kebahasaan dari teks deskriptif sederhana tentang
orang, tempat wisata, dan bangunan bersejarah
terkenal, sesuai dengan konteks penggunaannya.
3.8 Menganalisis fungsi sosial, struktur teks, dan unsur
kebahasaan dari teks pemberitahuan
(announcement), sesuai dengan konteks
penggunaannya.
3.9 Menganalisis fungsi sosial, struktur teks, dan unsur
kebahasaan dari teks recount tentang pengalaman,
kejadian, dan peristiwa, sederhana, sesuai dengan
konteks penggunaannya.
3.10 Menganalisis fungsi sosial, struktur teks, dan unsur
kebahasaan pada teks naratif sederhana berbentuk
legenda rakyat, sesuai dengan konteks
penggunaannya.
3.11 Menyebutkan fungsi sosial dan unsur kebahasaan
dalam lagu sederhana.
4. Mengolah, menalar, dan 4.1 Menangkap makna pemaparan jati diri lisan dan
menyaji dalam ranah konkret tulis.
dan ranah abstrak terkait 4.2 Menyusun teks lisan dan tulis untuk memaparkan,
dengan pengembangan dari menanyakan, dan merespon pemaparan jati diri,
yang dipelajarinya di sekolah dengan memperhatikan fungsi sosial, struktur teks,
secara mandiri, dan mampu dan unsur kebahasaan yang benar dan sesuai
menggunakan metoda sesuai konteks.
kaidah keilmuan 4.3 Menyusun teks lisan dan tulis untuk mengucapkan
dan merespon pujian bersayap (extended), dengan
memperhatikan fungsi sosial, struktur teks, dan
unsur kebahasaan yang benar dan sesuai konteks.
4.4 Menyusun teks lisan dan tulis untuk mengucapkan
dan merespon ungkapan perhatian (care), dengan
memperhatikan fungsi sosial, struktur teks, dan
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
62

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR


unsur kebahasaan yang benar dan sesuai konteks.
4.5 Menyusun teks lisan dan tulis untuk menyatakan
dan menanyakan tentang niat melakukan suatu
tindakan/kegiatan, dengan memperhatikan fungsi
sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan yang
benar dan sesuai konteks.
4.6 Menyusun teks lisan dan tulis untuk mengucapkan
dan merespon ucapan selamat bersayap (extended),
dengan memperhatikan fungsi sosial, struktur teks,
dan unsur kebahasaan yang benar dan sesuai
konteks.
4.7 Menyusun teks lisan dan tulis untuk menyatakan
dan menanyakan tentang tindakan/kegiatan/kejadian
yang dilakukan/terjadi di waktu lampau yang
merujuk waktu terjadinya dengan yang merujuk
pada kesudahannya, dengan memperhatikan fungsi
sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan yang
benar dan sesuai konteks.
4.8 Menangkap makna dalam teks deskriptif, lisan dan
tulis, sederhana, tentang orang, tempat wisata, dan
bangunan bersejarah terkenal.
4.9 Menyunting teks deskriptif tulis, sederhana, tentang
orang, tempat wisata, dan bangunan bersejarah
terkenal, dengan memperhatikan fungsi sosial,
struktur teks, dan unsur kebahasaan yang benar dan
sesuai konteks.
4.10 Menyusun teks deskriptif lisan dan tulis,
sederhana, tentang orang, tempat wisata, dan
bangunan bersejarah terkenal, dengan
memperhatikan fungsi sosial, struktur teks, dan
unsur kebahasaan yang benar dan sesuai konteks.
4.11 Menangkap makna pemberitahuan
(announcement).
4.12 Menyusun teks tulis pemberitahuan
(announcement), sangat pendek dan sederhana,
dengan memperhatikan fungsi sosial, struktur teks,
dan unsur kebahasaan yang benar dan sesuai
konteks.
4.13 Menangkap makna teks recount lisan dan tulis,
sederhana, tentang pengalaman, kegiatan,
kejadian, dan peristiwa.
4.14 Menyusun teks recount lisan dan tulis, sederhana,
tentang kegiatan, kejadian, peristiwa, dengan
memperhatikan fungsi sosial, struktur teks, dan
unsur kebahasaan yang benar dan sesuai konteks
4.15 Menangkap makna teks naratif lisan dan tulis
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
63

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR


berbentuk cerita pendek sederhana.
4.16 Menangkap makna lagu sederhana.

KELAS XI
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
1. Menghayati dan 1.1 Mensyukuri kesempatan dapat mempelajari bahasa
mengamalkan ajaran agama Inggris sebagai bahasa pengantar komunikasi
yang dianutnya international yang diwujudkan dalam semangat
belajar.
2. Menghayati dan 2.1. Menunjukkan perilaku santun dan peduli dalam
mengamalkan perilaku jujur, melaksanakan komunikasi interpersonal dengan
disiplin, tanggungjawab, guru dan teman.
peduli (gotong royong, 2.2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, percaya diri,
kerjasama, toleran, damai), dan bertanggung jawab dalam melaksanakan
santun, responsif dan pro- komunikasi transaksional dengan guru dan teman.
aktif dan menunjukkan sikap 2.3. Menunjukkan perilaku tanggung jawab, peduli,
sebagai bagian dari solusi kerjasama, dan cinta damai, dalam melaksanakan
atas berbagai permasalahan komunikasi fungsional.
dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan
sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia
3. Memahami, menerapkan, dan 3.1 Menganalisis fungsi sosial, struktur teks, dan unsur
menganalisis pengetahuan kebahasaan pada ungkapan memberi saran dan
faktual, konseptual, tawaran, serta responnya, sesuai dengan konteks
prosedural, dan metakognitif penggunaannya.
berdasarkan rasa ingin 3.2 Menganalisis fungsi sosial, struktur teks, dan unsur
tahunya tentang ilmu kebahasaan untuk menyatakan dan menanyakan
pengetahuan, teknologi, seni, tentang pendapat dan pikiran, sesuai dengan
budaya, dan humaniora konteks penggunaannya.
dengan wawasan 3.3 Menganalisis fungsi sosial, struktur teks, dan unsur
kemanusiaan, kebangsaan, kebahasaan pada ungkapan harapan dan doa
kenegaraan, dan peradaban bersayap (extended), serta responnya, sesuai
terkait penyebab fenomena dengan konteks penggunaannya.
dan kejadian, serta 3.4 Menganalisis fungsi sosial, struktur teks, dan unsur
menerapkan pengetahuan kebahasaan dari teks undangan resmi, sesuai
prosedural pada bidang dengan konteks penggunaannya.
kajian yang spesifik sesuai 3.5 Menganalisis fungsi sosial, struktur teks, dan unsur
dengan bakat dan minatnya kebahasaan dari teks surat pribadi, sesuai dengan
untuk memecahkan masalah konteks penggunaannya.
3.6 Menganalisis fungsi sosial, struktur teks, dan unsur
kebahasaan dari teks prosedur berbentuk manual
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
64

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR


dan kiat-kiat (tips), sesuai dengan konteks
penggunaannya.
3.7 Menganalisis fungsi sosial, struktur teks, dan unsur
kebahasaan untuk menyatakan dan menanyakan
tentang tindakan/kegiatan/kejadian tanpa perlu
menyebutkan pelakunya dalam teks ilmiah, sesuai
dengan konteks penggunaannya.
3.8 Menganalisis fungsi sosial, struktur teks, dan unsur
kebahasaan untuk menyatakan dan menanyakan
tentang pengandaian jika terjadi suatu
keadaan/kejadian/peristiwa di waktu yang akan
datang, sesuai dengan konteks penggunaannya.
3.9 Menganalisis struktur teks dan unsur kebahasaan
untuk melaksanakan fungsi sosial teks factual
report dengan menyatakan dan menanyakan
tentang teks ilmiah faktual tentang orang, binatang,
benda, gejala dan peristiwa alam dan sosial,
sederhana, sesuai dengan konteks pembelajaran di
pelajaran lain di Kelas XI.
3.10 Menganalisis fungsi sosial, struktur teks, dan unsur
kebahasaan dari teks eksposisi analitis tentang
topik yang hangat dibicarakan umum, sesuai
dengan konteks penggunaannya.
3.11 Menganalisis fungsi sosial, struktur teks, dan unsur
kebahasaan dari teks biografi pendek dan
sederhana tentang tokoh terkenal, sesuai dengan
konteks penggunaannya.
3.12 Menyebutkan fungsi sosial dan unsur kebahasaan
dalam lagu.
4. Mengolah, menalar, dan 4.1 Menyusun teks lisan dan tulis untuk menyatakan,
menyaji dalam ranah konkret menanyakan, dan merespon ungkapan memberi
dan ranah abstrak terkait saran dan tawaran, dengan memperhatikan fungsi
dengan pengembangan dari sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan yang
yang dipelajarinya di sekolah benar dan sesuai konteks.
secara mandiri, bertindak 4.2 Menyusun teks lisan dan tulis untuk menyatakan
secara efektif dan kreatif, dan merespon ungkapan menyatakan pendapat dan
serta mampu menggunakan pikiran, dengan memperhatikan fungsi sosial,
metoda sesuai kaidah struktur teks, dan unsur kebahasaan yang benar dan
keilmuan sesuai konteks.
4.3 Menyusun teks lisan dan tulis untuk mengucapkan
dan merespon ungkapan harapan dan doa bersayap
(extended), dengan memperhatikan fungsi sosial,
struktur teks, dan unsur kebahasaan yang benar dan
sesuai konteks.
4.4 Menangkap makna teks undangan resmi.
4.5 Menyunting undangan resmi dengan
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
65

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR


memperhatikan fungsi sosial, struktur teks, dan
unsur kebahasaan yang benar dan sesuai konteks.
4.6 Menyusun teks tulis undangan resmi, dengan
memperhatikan fungsi sosial, struktur teks, dan
unsur kebahasaan yang benar dan sesuai konteks.
4.7 Menangkap makna teks surat pribadi.
4.8 Menyusun teks surat pribadi, dengan
memperhatikan fungsi sosial, struktur teks, dan
unsur kebahasaan yang benar dan sesuai konteks.
4.9 Menangkap makna teks prosedur, lisan dan tulis,
berbentuk manual dan kiat-kiat (tips).
4.10 Menyunting teks prosedur berbentuk manual dan
kiat-kiat (tips), dengan memperhatikan fungsi
sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan yang
benar dan sesuai konteks.
4.11 Menyusun teks lisan dan tulis, untuk menyatakan
dan menanyakan tentang
tindakan/kegiatan/kejadian tanpa perlu
menyebutkan pelakunya dalam teks ilmiah, dengan
memperhatikan fungsi sosial, struktur teks, dan
unsur kebahasaan yang benar dan sesuai konteks.
4.12 Menyusun teks lisan dan tulis untuk menyatakan
dan menanyakan tentang pengandaian jika terjadi
suatu keadaan/kejadian/peristiwa di waktu yang
akan datang, dengan memperhatikan fungsi sosial,
struktur teks, dan unsur kebahasaan yang benar dan
sesuai konteks.
4.13 Menangkap makna dalam teks ilmiah faktual
(factual report), lisan dan tulis, sederhana, tentang
orang, binatang, benda, gejala dan peristiwa alam
dan sosial, terkait dengan Mata pelajaran lain di
Kelas XI.
4.14 Menangkap makna dalam teks eksposisi analitis
tentang topik yang hangat dibicarakan umum.
4.15 Menangkap makna teks biografi pendek dan
sederhana tentang tokoh terkenal.
4.16 Menangkap pesan dalam lagu.

KELAS XII
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
1. Menghayati dan 1.1 Mensyukuri kesempatan dapat mempelajari bahasa
mengamalkan ajaran agama Inggris sebagai bahasa pengantar komunikasi
yang dianutnya international yang diwujudkan dalam semangat
belajar.
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
66

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR


2. Menghayati dan 2.1 Menunjukkan perilaku santun dan peduli dalam
mengamalkan perilaku jujur, melaksanakan komunikasi interpersonal dengan
disiplin, tanggungjawab, guru dan teman.
peduli (gotong royong, 2.2 Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, percayadiri,
kerjasama, toleran, damai), dan bertanggungjawab dalam melaksanakan
santun, responsif dan pro- komunikasi transaksional dengan guru dan teman.
aktif dan menunjukkan sikap 2.3 Menunjukkan perilaku tanggungjawab, peduli,
sebagai bagian dari solusi kerjasama, dan cinta damai, dalam melaksanakan
atas berbagai permasalahan komunikasi fungsional.
dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan
sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia
3. Memahami, menerapkan, 3.1 Menganalisis fungsi sosial, struktur teks, dan unsur
menganalisis dan kebahasaan pada ungkapan menawarkan jasa, serta
mengevaluasi pengetahuan responnya, sesuai dengan konteks penggunaannya.
faktual, konseptual, 3.2 Menganalisis fungsi sosial, struktur teks, dan unsur
prosedural, dan metakognitif kebahasaan pada ungkapan mengawali
berdasarkan rasa ingin penyampaian berita atau informasi yang
tahunya tentang ilmu mengejutkan, serta responnya, sesuai dengan
pengetahuan, teknologi, seni, konteks penggunaannya.
budaya, dan humaniora 3.3 Menganalisis fungsi sosial, struktur teks, dan unsur
dengan wawasan kebahasaan pada ungkapan meminta perhatian
kemanusiaan, kebangsaan, bersayap (extended), serta responnya, sesuaidengan
kenegaraan, dan peradaban konteks penggunaannya.
terkait penyebab fenomena 3.4 Menganalisis fungsi sosial, struktur teks, dan unsur
dan kejadian, serta kebahasaan dari surat lamaran kerja, sesuai dengan
menerapkan pengetahuan konteks penggunaannya.
prosedural pada bidang 3.5 Menganalisis fungsi sosial, struktur teks, dan unsur
kajian yang spesifik sesuai kebahasaan dari teks penyerta gambar (caption),
dengan bakat dan minatnya sesuai dengan konteks penggunaannya.
untuk memecahkan masalah 3.6 Menganalisis struktur teks, unsur kebahasaan, dan
fungsi sosial dari teks factual report berbentuk teks
ilmiah faktual tentang orang, binatang, benda,
gejala dan peristiwa alam dan sosial, sesuai dengan
konteks pembelajaran di pelajaran lain di Kelas
XII.
3.7 Menganalisis fungsi sosial, struktur teks, dan unsur
kebahasaan untuk menyatakan dan menanyakan
tentang keharusan, sesuai dengan konteks
penggunaannya.
3.8 Menganalisis fungsi sosial, struktur teks, dan unsur
kebahasaan dari teks yang menyatakan fakta dan
pendapat, sesuai dengan konteks penggunaannya.
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
67

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR


3.9 Menganalisis fungsi sosial, struktur teks, dan unsur
kebahasaan dari teks news item berbentuk berita
sederhana dari koran/radio/TV, sesuai dengan
konteks penggunaannya.
3.10 Menganalisis fungsi sosial, struktur teks, dan unsur
kebahasaan untuk menyatakan dan menanyakan
tentang pengandaian diikuti oleh perintah/saran,
sesuai dengan konteks penggunaannya.
3.11 Menganalisis fungsi sosial, struktur teks, dan unsur
kebahasaan dari teks prosedur berbentuk resep,
sesuai dengan konteks penggunaannya.
3.12 Menyebutkan fungsi sosial dan unsur kebahasaan
dalam lagu.
4. Mengolah, menalar, menyaji, 4.1 Menyusun teks lisan dan tulis untuk
dan mencipta dalam ranah mengucapkan dan merespon ungkapan
konkret dan ranah abstrak menawarkan jasa, dengan memperhatikan fungsi
terkait dengan sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan yang
pengembangan dari yang benar dan sesuai konteks.
dipelajarinya di sekolah 4.2 Menyusun teks lisan dan tulis untuk
secara mandiri serta mengucapkan dan merespon ungkapan yang
bertindak secara efektif dan mengawali penyampaian berita atau informasi
kreatif, dan mampu yang mengejutkan, dengan memperhatikan
menggunakan metoda sesuai fungsi sosial, struktur teks, dan unsur
kaidah keilmuan kebahasaan yang benar dan sesuai konteks.
4.3 Menyusun teks lisan dan tulis untuk
mengucapkan dan merespon ungkapan meminta
perhatian (extended), dengan memperhatikan
fungsi sosial, struktur teks, dan unsur
kebahasaan yang benar dan sesuai konteks.
4.4 Menangkap makna surat lamaran kerja.
4.5 Menyunting surat lamaran kerja, dengan
memperhatikan fungsi sosial, struktur teks, dan
unsur kebahasaan yang benar dan sesuai
konteks.
4.6 Menyusun surat lamaran kerja, dengan
memperhatikan fungsi sosial, struktur teks, dan
unsur kebahasaan yang benar dan sesuai
konteks.
4.7 Menangkap makna teks penyerta gambar
(caption).
4.8 Menyusun teks penyerta gambar (caption),
dengan memperhatikan fungsi sosial, struktur
teks, dan unsur kebahasaan yang benar dan
sesuai konteks.
4.9 Menangkap makna dalam teks ilmiah faktual
(factual report) lisan dan tulis tentang benda,
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
68

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR


binatang dan gejala/peristiwa alam, terkait
dengan Mata pelajaran lain di Kelas XII.
4.10 Menyusun teks ilmiah faktual (factual report),
lisan dan tulis, sederhana, tentang orang,
binatang, benda, gejala dan peristiwa alam dan
sosial, terkait dengan Mata pelajaran lain di
Kelas XII, dengan memperhatikan fungsi sosial,
struktur teks, dan unsur kebahasaan yang benar
dan sesuai konteks.
4.11 Menyusun teks lisan dan tulis untuk menyatakan
dan menanyakan tentang keharusan, dengan
memperhatikan fungsi sosial, struktur teks, dan
unsur kebahasaan yang benar dan sesuai
konteks.
4.12 Menyusun teks lisan dan tulis, untuk
menyatakan fakta dan pendapat, dengan
memperhatikan fungsi sosial, struktur teks, dan
unsur kebahasaan, yang benar dan sesuai
konteks.
4.13 Menangkap makna dalam teks berita sederhana
dari koran/radio/TV.
4.14 Menyusun teks lisan dan tulis untuk menyatakan
dan menanyakan tentang pengandaian diikuti
perintah/saran, dengan memperhatikan
fungsisosial, struktu rteks, dan unsur kebahasaan
yang benar dan sesuai konteks.
4.15 Menangkap makna dalam teks prosedur lisan
dan tulis berbentuk resep
4.16 Menangkap makna lagu.

2. MUATAN KEWILAYAHAN
a) SENI RUPA
KELAS X
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
1. Menghayati dan 1.1 Menunjukkan sikap penghayatan dan pengamalan
mengamalkan ajaran agama serta bangga terhadap karya seni rupa sebagai
yang dianutnya bentuk rasa syukur terhadap anugerah Tuhan
2. Menghayati dan 2.1 Menunjukkan sikap kerjasama, bertanggung jawab,
mengamalkan perilaku jujur, toleran, dan disiplin melalui aktivitas berkesenian
disiplin, tanggung jawab, 2.2 Menunjukkan sikap santun, jujur, cinta damai
peduli, (gotong royong, dalam mengapresiai seni dan pembuatnya
kerjasama, toleran, damai), 2.3 Menunjukkan sikap responsif dan pro-aktif, peduli
santun, responsif dan terhadap lingkungan dan sesama, serta menghargai
proaktif, dan menunjukkan karya seni dan pembuatnya
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
69

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR


sikap sebagai bagian dari
solusi atas berbagai
permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial dan
alam serta dalam
menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia
3. Memahami, menerapkan, 3.1 Memahami bahan, media dan teknik dalam proses
menganalisis pengetahuan berkarya seni rupa.
faktual, konseptual, 3.2 Menerapkan jenis, simbol dan nilai estetis dalam
prosedural berdasarkan rasa konsep seni rupa.
keingintahuannya tentang 3.3 Memahami pameran karya seni rupa
ilmu pengetahuan, teknologi, 3.4 Memahami jenis, simbol, fungsi dan nilai estetis
seni, budaya, dan humaniora dalam kritik karya seni rupa.
dengan wawasan
kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban
terkait fenomena dan
kejadian, serta menerapkan
pengetahuan prosedural pada
bidang kajian yang spesifik
sesuai dengan bakat dan
minatnya untuk memecahkan
masalah
4. Mengolah, menalar dan 4.1 Membuat karya seni rupa dua dimensi berdasarkan
menyaji dalam ranah konkret melihat model
dan ranah abstrak terkait 4.2 Membuatkarya seni rupa tiga dimensi berdasarkan
dengan pengembangan dari melihat model
yang dipelajarinya di sekolah 4.3 Memamerkan hasil karyaseni rupa
secara mandiri, dan mampu 4.4 Membuat tulisan kritik karya seni rupa mengenai
menggunakan metoda sesuai jenis, fungsi, simbol dan nilai estetis berdasarkan
kaidah keilmuan hasil pengamatan

SENI MUSIK

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR


1. Menghayati dan 1.1 Menunjukkan sikap penghayatan dan pengamalan
mengamalkan ajaran agama serta bangga terhadap seni musik sebagai bentuk
yang dianutnya rasa syukur terhadap anugerah Tuhan
2. Menghayati dan 2.1 Menunjukkan sikap kerjasama, bertanggung jawab,
mengamalkan perilaku toleran, dan disiplin melalui aktivitas berkesenian
jujur, disiplin, tanggung 2.2 Menunjukkan sikap santun, jujur, cinta damai
jawab, peduli, (gotong dalam mengapresiai seni dan pembuatnya
royong, kerjasama, toleran, 2.3 Menunjukkan sikap responsif dan pro-aktif, peduli
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
70

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR


damai), santun, responsif terhadap lingkungan dan sesama, serta menghargai
dan proaktif, dan karya seni dan pembuatnya
menunjukkan sikap sebagai
bagian dari solusi atas
berbagai permasalahan
dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan
sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia
3. Memahami, menerapkan, 3.1 Memahami karya musik berdasarkan simbol, jenis
menganalisis pengetahuan nilai estetis dan fungsinya
faktual, konseptual, 3.2 Menganalisis karya musik berdasarkan simbol,
prosedural berdasarkan rasa jenis nilai estetis dan fungsinya
keingintahuannya tentang 3.3 Memahami rancangan pergelaran musik
ilmu pengetahuan, teknologi, 3.4 Menganalisis karya-karya musik dan kegiatan
seni, budaya, dan humaniora pergelaran musik
dengan wawasan
kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban
terkait fenomena dan
kejadian, serta menerapkan
pengetahuan prosedural pada
bidang kajian yang spesifik
sesuai dengan bakat dan
minatnya untuk
memecahkan masalah
4. Mengolah, menalar dan 4.1 Menyanyikan lagu-lagu berdasarkan jenisnya
menyaji dalam ranah konkret 4.2 Menampilkan permainan musik berdasarkan
dan ranah abstrak terkait jenisnya
dengan pengembangan dari 4.3 Mempergelarkan musik dengan memperhatikan
yang dipelajarinya di sekolah nilai-nilai estetis
secara mandiri, dan mampu 4.4 Membuat tulisan tentang beragam musik dan lagu-
menggunakan metoda sesuai lagunya
kaidah keilmuan

SENI TARI

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR


1. Menghayati dan 1.1 Menunjukkan sikap penghayatan dan pengamalan
mengamalkan ajaran agama serta bangga terhadap karya seni tari sebagai
yang dianutnya bentuk rasa syukur terhadap anugerah Tuhan
2. Menghayati dan 2.1 Menunjukkan sikap kerjasama, bertanggung jawab,
mengamalkan perilaku toleran, dan disiplin melalui aktivitas berkesenian
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
71

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR


jujur, disiplin, tanggung 2.2 Menunjukkan sikap santun, jujur, cinta damai
jawab, peduli, (gotong dalam mengapresiai seni dan pembuatnya
royong, kerjasama, toleran, 2.3 Menunjukkan sikap responsif dan pro-aktif, peduli
damai), santun, responsif terhadap lingkungan dan sesama, serta menghargai
dan proaktif, dan karya seni dan pembuatnya
menunjukkan sikap sebagai
bagian dari solusi atas
berbagai permasalahan
dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan
sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia
3. Memahami, menerapkan, 3.1 Memahami konsep, teknik dan prosedur dalam
menganalisis pengetahuan meniru ragam gerak dasar tari
faktual, konseptual, 3.2 Menerapkansimbol, jenis, dan nilai estetis dalam
prosedural berdasarkan rasa meniru ragam gerak dasar tari
keingintahuannya tentang 3.3 Memahami konsep, teknik dan prosedur dalam
ilmu pengetahuan, teknologi, pergelaran meniru ragam gerak dasar tari
seni, budaya, dan humaniora 3.4 Memahami simbol, jenis, nilai estetis dan
dengan wawasan fungsinya dalam kritik tari
kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban
terkait fenomena dan
kejadian, serta menerapkan
pengetahuan prosedural pada
bidang kajian yang spesifik
sesuai dengan bakat dan
minatnya untuk
memecahkan masalah
4. Mengolah, menalar dan 4.1 Menirukan ragam gerak dasar tari sesuai dengan
menyaji dalam ranah konkret hitungan/ketukan
dan ranah abstrak terkait 4.2 Menampilkan ragam gerak dasar tari sesuai
dengan pengembangan dari dengan iringan
yang dipelajarinya di sekolah 4.3 Mempergelarkanragam gerak dasar tari sesuai
secara mandiri, dan mampu dengan unsur pendukung pertunjukan
menggunakan metoda sesuai 4.4 Membuat tulisan kritik karya seni tari mengenai
kaidah keilmuan jenis, fungsi, simbol dan nilai estetis berdasarkan
hasil pengamatan
SENI TEATER

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR


1. Menghayati dan 1.1 Menunjukkan sikap penghayatan dan pengamalan
mengamalkan ajaran agama serta bangga terhadap karya seni teater sebagai
yang dianutnya bentuk rasa syukur terhadap anugerah Tuhan
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
72

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR


2. Menghayati dan 2.1 Menunjukkan sikap kerjasama, bertanggung jawab,
mengamalkan perilaku jujur, toleran, dan disiplin melalui aktivitas berkesenian
disiplin, tanggung jawab, 2.2 Menunjukkan sikap santun, jujur, cinta damai
peduli, (gotong royong, dalam mengapresiai seni dan pembuatnya
kerjasama, toleran, damai), 2.3 Menunjukkan sikap responsif dan pro-aktif, peduli
santun, responsif dan terhadap lingkungan dan sesama, serta menghargai
proaktif, dan menunjukkan karya seni dan pembuatnya
sikap sebagai bagian dari
solusi atas berbagai
permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial dan
alam serta dalam
menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia
3. Memahami, menerapkan, 3.1 Memahami konsep, teknik dan prosedur berkarya
menganalisis pengetahuan teater
faktual, konseptual, 3.2 Menerapkansimbol, jenis, dan nilai estetis dalam
prosedural berdasarkan rasa konsep teater
keingintahuannya tentang 3.3 Memahami pergelaran teater berdasarkan konsep,
ilmu pengetahuan, teknologi, teknik dan prosedur.
seni, budaya, dan humaniora 3.4 Memahami simbol, jenis, nilai estetis dan
dengan wawasan fungsinya dalam kritik teater.
kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban
terkait fenomena dan
kejadian, serta menerapkan
pengetahuan prosedural pada
bidang kajian yang spesifik
sesuai dengan bakat dan
minatnya untuk memecahkan
masalah
4. Mengolah, menalar dan 4.1 Menerapkan watak tokoh sesuai dengan naskah
menyaji dalam ranah konkret yang dibaca
dan ranah abstrak terkait 4.2 Menampilkan teater berdasarkan naskah
dengan pengembangan dari 4.3 Mempergelarkan teater sesuai dengan tata pentas
yang dipelajarinya di sekolah 4.4 Membuat tulisan kritik teater mengenai jenis,
secara mandiri, dan mampu fungsi, simbol dan nilai estetis berdasarkan hasil
menggunakan metoda sesuai pengamatan
kaidah keilmuan

b) Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PENJASORKES)

KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN


SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
73

KELAS X
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
1. Menghayati dan 1.1 Menghargai tubuh dengan seluruh perangkat gerak
mengamalkan ajaran agama dan kemampuannya sebagai anugrah Tuhan yang
yang dianutnya tidak ternilai.
1.2 Tumbuhnya kesadaran bahwa tubuh harus
dipelihara dan dibina, sebagai wujud syukur
kepada sang Pencipta.
2. Menghayati dan 2.1 Berperilaku sportif dalam bermain.
mengamalkan perilaku jujur, 2.2 Bertanggung jawab terhadap keselamatan dan
disiplin, tanggungjawab, kemajuan diri sendiri, orang lain, dan lingkungan
peduli (gotong royong, sekitar, serta dalam penggunaan sarana dan
kerjasama, toleran, damai), prasarana pembelajaran.
santun, responsif dan pro- 2.3 Menghargai perbedaan karakteristik individual
aktif dan menunjukkan sikap dalam melakukan berbagai aktivitas fisik.
sebagai bagian dari solusi 2.4 Menunjukkan kemauan bekerjasama dalam
atas berbagai permasalahan melakukan berbagai aktivitas fisik.
dalam berinteraksi secara 2.5 Toleransi dan mau berbagi dengan teman dalam
efektif dengan lingkungan penggunaan peralatan dan kesempatan.
sosial dan alam serta dalam 2.6 Disiplin selama melakukan berbagai aktivitas fisik.
menempatkan diri sebagai 2.7 Menerima kekalahan dan kemenangan dari suatu
cerminan bangsa dalam permainan.
pergaulan dunia. 2.8 Memiliki perilaku hidup sehat dalam memilih
makanan dan minuman, penyalahgunaan obat-
obatan, dan kebersihanan alat reproduksi.
3. Memahami ,menerapkan, 3.2 Menganalisis variasi dan kombinasi keterampilan
menganalisis pengetahuan gerak salah satu permainan bola besar untuk
faktual, konseptual, menghasilkan koordinasi gerak yang baik.
prosedural berdasarkan rasa 3.3 Menganalisis variasi dan kombinasi keterampilan
ingintahunya tentang ilmu permainan bola kecil untuk menghasilkan
pengetahuan, teknologi, seni, koordinasi gerak yang baik.
budaya, dan humaniora 3.4 Menganalisis variasi dan kombinasi keterampilan
dengan wawasan salah satu nomor atletik (jalan cepat, lari, lompat
kemanusiaan, kebangsaan, dan lempar) untuk menghasilkan koordinasi gerak
kenegaraan, dan peradaban yang baik.
terkait penyebab fenomena 3.5 Menganalisis variasi dan kombinasi keterampilan
dan kejadian, serta olahraga beladiri untuk menghasilkan koordinasi
menerapkan pengetahuan gerak yang baik.
prosedural pada bidang 3.6 Menganalisis konsep latihan,pengukuran, dan
kajian yang spesifik sesuai hasilpengembangan komponen kebugaran jasmani.
dengan bakat dan minatnya 3.7 Menganalisis dua jenis rangkaian keterampilan
untuk memecahkan masalah senam. lantai untuk menghasilkan koordinasi gerak
yang baik.
3.8 Menganalisis variasi dan kombinasi keterampilan
rangkaian aktivitas gerak ritmik untuk
menghasilkan koordinasi gerak yang baik.
3.9 Menganalisis keterampilan tiga gaya renang yang
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
74

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR


berbeda, dan mengidentifikasi teknik dan peralatan
yang digunakan untuk tindakan penyelamatan di
air. *
3.10 Menganalis berbagai jenis makanan dan minuman
yang bermanfaat terhadap kesehatan, pertumbuhan
dan perkembangan tubuh.
3.11 Menganalisis peran aktivitas fisik dalam
pencegahan penyakit dan pengurangan biaya
perawatan kesehatan.
3.12 Mengidentifikasi jenis-jenis dan menganalisis
bahaya penggunaan NARKOBA dan psikotropika
terhadap diri sendiri, keluarga dan masyarakat luas.
4. Mengolah, menalar, dan 4.1 Mempraktikkan variasi dan kombinasi
menyaji dalam ranah konkret keterampilan dalam memainkan salah satu
dan ranah abstrak terkait permainan bola besar dengan koordinasi gerak
dengan pengembangan dari yang baik.
yang dipelajarinya di sekolah 4.2 Mempraktikkan variasi dan kombinasi
secara mandiri, dan mampu keterampilan dalam memainkan salah satu
menggunakan metoda sesuai permainan bola kecil dengan koordinasi gerak yang
kaidah keilmuan baik.
4.3 Mempraktikkan variasi dan kombinasi
keterampilan salah satu nomor atletik (jalan cepat,
lari, lompat dan lempar) dengan koordinasi gerak
yang baik.
4.4 Mempraktikkan variasi dan kombinasi
keterampilan olahraga beladiri dengan koordinasi
gerak yang baik.
4.5 Mempraktikkan latihan, pengukuran, dan analisis
hasil latihan pengembangan komponen kebugaran
jasmani.
4.6 Mempraktikkan dua jenis rangkaikan keterampilan
senam lantai dengan koordinasi gerak yang baik.
4.7 Mempraktikkan variasi dan kombinasi rangkaian
aktivitas gerak ritmik dengan koordinasi gerak
yang baik.
4.8 Mempraktikkan keterampilan tiga gaya renang
yang berbeda dengan koordinasi yang baik, dan
teknik penyelamatan kecelakaan di air dengan
menggunakan peralatan yang ada (tali, pelampung,
galah, skoci dan lain sebagainya).*
4.9 Menyajikan hasil analisis berbagai jenis makanan
dan minuman yang bermanfaat terhadap kesehatan,
pertumbuhan dan perkembangan tubuh.
4.10 Menyajikan hasil analisis peran aktivitas fisik
dalam pencegahan penyakit dan pengurangan biaya
perawatan kesehatan.
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
75

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR


4.11 Menyajikan hasil identifikasi dan analisis bahaya
penggunaan NARKOBA dan psikotropika terhadap
dirinya, keluarga dan masyarakat luas.

KELAS XI
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
1. Menghayati dan 1.1 Menghargai tubuh dengan seluruh perangkat gerak
mengamalkan ajaran agama dan kemampuannya sebagai anugrah Tuhan yang
yang dianutnya tidak ternilai.
1.2 Tumbuhnya kesadaran bahwa tubuh harus
dipelihara dan dibina, sebagai wujud syukur
kepada sang Pencipta.
2. Menghayati dan 2.1 Berperilaku sportif dalam bermain.
mengamalkan perilaku jujur, 2.2 Bertanggung jawab terhadap keselamatan dan
disiplin, tanggungjawab, kemajuan diri sendiri, orang lain, dan lingkungan
peduli (gotong royong, sekitar, serta dalam penggunaan sarana dan
kerjasama, toleran, damai), prasarana pembelajaran.
santun, responsif dan pro- 2.3 Menghargai perbedaan karakteristik individual
aktif dan menunjukkan sikap dalam melakukan berbagai aktivitas fisik.
sebagai bagian dari solusi 2.4 Menunjukkan kemauan bekerjasama dalam
atas berbagai permasalahan melakukan berbagai aktivitas fisik.
dalam berinteraksi secara 2.5 Toleransi dan mau berbagi dengan teman dalam
efektif dengan lingkungan penggunaan peralatan dan kesempatan.
sosial dan alam serta dalam 2.6 Disiplin selama melakukan berbagai aktivitas fisik.
menempatkan diri sebagai 2.7 Menerima kekalahan dan kemenangan dari suatu
cerminan bangsa dalam permainan.
pergaulan dunia 2.8 Memiliki perilaku hidup sehat untuk tidak
merokok, mengkonsumsi alkohol dan
narkoba/psikotropika, serta menghindari perilaku
seks bebas, dan HIV/AIDS.
3. Memahami, menerapkan, dan 3.1 Menganalisis dan mengkategorikan keterampilan
menganalisis pengetahuan gerak salah satu permainan bola besar serta
faktual, konseptual, menyusun rencana perbaikan.
prosedural, dan metakognitif 3.2 Menganalisis dan mengkategorikan keterampilan
berdasarkan rasa ingin gerak salah satu permainan bola kecil serta
tahunya tentang ilmu menyusun rencana perbaikan.
pengetahuan, teknologi, seni, 3.3 Menganalisis dan mengkategorikan keterampilan
budaya, dan humaniora gerak salah satu nomor atletik (jalan cepat, lari,
dengan wawasan lompat, dan lempar) serta menyusun rencana
kemanusiaan, kebangsaan, perbaikan.
kenegaraan, dan peradaban 3.4 Menganalisis strategi dalam pertarungan bayangan
terkait penyebab fenomena (shadow fighting) olahraga beladiri.
dan kejadian, serta 3.5 Menganalisis konsep pengukuran komponen
menerapkan pengetahuan kebugaran jasmani terkait kesehatan dan
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
76

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR


prosedural pada bidang keterampilan menggunakan instrumen terstandar.
kajian yang spesifik sesuai 3.6 Menganalisis dan mengkategorikan keterampilan
dengan bakat dan minatnya gerak senam ketangkasan menggunakan meja
untuk memecahkan masalah lompat serta menyusun rencana perbaikan.
3.7 Menganalisis dan mengkategorikan keterampilan
rangkaian gerak (koreo) aktivitas gerak ritmik.
3.8 Menganalisis dan mengkategorikan keterampilan
dasar empat gaya renang, dan keterampilan dasar
penyelamatan, serta tindakan pertolongan
kegawatdaruratan di air.*
3.9 Memahami upaya pencegahan dan penanggulangan
bahaya NARKOBA dan psikotropika terhadap diri
sendiri, keluarga, lingkungan, bangsa dan negara.
3.10 Memahami dampak seks bebas terhadap diri
sendiri, keluarga dan masyarakat luas.
3.11 Memahami bahaya, penularan, dan cara mencegah
HIV dan AIDS.
3.12 Menganalisis perencanaan program kesehatan
pribadi.
4. Mengolah, menalar, dan 4.1 Mempraktikkan perbaikan keterampilan salah satu
menyaji dalam ranah konkret permainan bola besarsesuai hasil analisis dan
dan ranah abstrak terkait kategorisasi.
dengan pengembangan dari 4.2 Mempraktikkan perbaikan keterampilan salah satu
yang dipelajarinya di sekolah permainan bola kecilsesuai hasil analisis dan
secara mandiri, bertindak kategorisasi.
secara efektif dan kreatif, 4.3 Mempraktikkan perbaikan keterampilan salah satu
serta mampu menggunakan nomor atletik (jalan cepat, lari, lompat, dan lempar)
metoda sesuai kaidah sesuai hasil analisis dan kategorisasi.
keilmuan 4.4 Mempraktikkan strategi dalam pertarungan
bayangan (shadow fighting) olahraga beladiri
dengan lancar dan koordinasi gerak yang baik.
4.5 Mempraktikkan pengukuran derajat komponen
kebugaran jasmani terkait kesehatan dan
keterampilan menggunakan instrumen terstandar.
4.6 Mempraktikkan perbaikan keterampilan dua jenis
gerak dasar senam ketangkasan menggunakan meja
lompat sesuai hasil analisis dan kategorisasi.
4.7 Mempraktikkan perbaikan keterampilan rangkaian
gerak (koreo) aktivitas gerak ritmik sesuai hasil
analisis dan kategorisasi.
4.8 Mempraktikkan keterampilan dasar empat gaya
renang dengan koordinasi yang baik, dan
keterampilan dasar penyelamatan, serta tindakan
pertolongan kegawatdaruratan di air.*
4.9 Menyajikan informasi berkaitan dengan upaya
pencegahan dan penanggulangan bahaya
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
77

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR


NARKOBA dan psikotropika.terhadap diri sendiri,
keluarga, lingkungan, bangsa dan negara.
4.10 Menyajikan informasi tentang dampak seks bebas
terhadap diri sendiri, keluarga dan masyarakat luas.
4.11 Menyajikan informasi berkaitan dengan bahaya,
penularan, dan cara mencegah HIV dan AIDS.
4.12 Merancangprogram perencanaan kesehatan pribadi
untuk 1 semester.

3. MUATAN KEJURUAN

C1. DASAR BIDANG KEAHLIAN


1. SIMULASI DIGITAL
KELAS X
KOMPETENSI INTI1 (SIKAP SPIRITUAL)
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KOMPETENSI INTI2 (SIKAP SOSIAL)
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur,disiplin,tanggungjawab,peduli (gotong
royong,kerjasama,toleran,damai),santun,responsifdan pro-aktifdan menunjukkan sikap
sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalamberinteraksi secaraefektif
dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan
bangsad alam pergaulan dunia

Keterangan:

 Pembelajaran Sikap Spiritual dan Sikap Sosial dilaksanakan secara tidak langsung
(indirect teaching) melalui keteladanan, ekosistem pendidikan, dan proses
pembelajaran Pengetahuan dan Keterampilan
 Guru mengembangkan Sikap Spiritual dan Sikap Sosial dengan memperhatikan
karakteristik, kebutuhan, dan kondisi peserta didik
 Evaluasi terhadap Sikap Spiritual dan Sikap Sosial dilakukan sepanjang proses
pembelajaran berlangsung, dan berfungsi sebagai pertimbangan guru dalam
mengembangkan karakterpesertadidik lebih lanjut

KOMPETENSI INTI3 KOMPETENSI INTI4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami, menerapkan, 4.Mengolah, menalar, dan menyaji dalam
menganalisis pengetahuan faktual, ranah konkret dan ranah abstrak terkait
konseptual,prosedural berdasarkan rasa dengan pengembangan dari yang dipelajarinya
ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, di sekolah secara mandiri, dan mampu
teknologi, seni ,budaya, dan humaniora melaksanakan tugas spesifik di bawah
dengan wawasan pengawasan langsung
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
78

kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan,


dan peradaban terkait penyebab
fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan prosedural
pada bidang kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3.1 Menerapkan pengetahuan 4.1 Menyajikan hasil penerapan pengelolaan
pengelolaan informasi digital melalui informasi digital melalui pemanfaatan
pemanfaatan perangkat lunak pengolah perangkat lunak pengolah informasi
informasi
3.2 Menerapkan pengetahuan 4.2 Menyajikan hasil penerapan pengelolaan
pengelolaan informasi digital melalui informasi digital melalui komunikasi daring
pemanfaatan komunikasi daring (online) (online)
3.3 Menerapkan pengetahuan tentang
4.3 Menyajikan hasil penerapan keikutsertaan
keikutsertaan dalam pembelajaran
dalam pembelajaran melalui kelas maya
melalui kelas maya
3.4 Menerapkan pengetahuan 4.4 Menyajikan hasil penerapan perancangan
perancangan visualisasi konsep visualisasi konsep
3.5 Menerapkan pengetahuan tentang
4.5 Menyajikan hasil penerapan visualisasi
visualisasi konsep dalam bentuk
konsep dalam bentuk presentasi video
presentasi video
3.6 Menerapkan pengetahuan tentang 4.6 Menyajikan hasil penerapan visualisasi
visualisasi konsep dalam bentuk konsep dalam bentuk simulasi visual
simulasi visual
3.7 Menerapkan pengetahuan 4.7 Menyajikan hasil penerapan pemformatan
pemformatan dokumen/buku digital dokumen/buku digital

2. EKONOMI BISNIS

KELAS X
KOMPETENSI INTI1 (SIKAP SPIRITUAL)
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KOMPETENSI INTI2 (SIKAP SOSIAL)
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur,disiplin,tanggungjawab,peduli (gotong
royong,kerjasama,toleran,damai),santun,responsifdan pro-aktifdan menunjukkan sikap
sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalamberinteraksi secaraefektif
dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan
bangsad alam pergaulan dunia

KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN


SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
79

Keterangan:

 Pembelajaran Sikap Spiritual dan Sikap Sosial dilaksanakan secara tidak langsung
(indirect teaching) melalui keteladanan, ekosistem pendidikan, dan proses
pembelajaran Pengetahuan dan Keterampilan
 Guru mengembangkan Sikap Spiritual dan Sikap Sosial dengan memperhatikan
karakteristik, kebutuhan, dan kondisi peserta didik
 Evaluasi terhadap Sikap Spiritual dan Sikap Sosial dilakukan sepanjang proses
pembelajaran berlangsung, dan berfungsi sebagai pertimbangan guru dalam
mengembangkan karakterpesertadidik lebih lanjut

KOMPETENSI INTI3 KOMPETENSI INTI4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami, menerapkan, menganalisis 4.Mengolah, menalar, dan menyaji dalam
pengetahuan faktual, konseptual,prosedural ranah konkret dan ranah abstrak terkait
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang dengan pengembangan dari yang
ilmu pengetahuan, teknologi, seni ,budaya, dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan
dan humaniora dengan wawasan mampu melaksanakan tugas spesifik di
kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, bawah pengawasan langsung
dan peradaban terkait penyebab fenomena
dan kejadian, serta menerapkan
pengetahuan prosedural pada bidang kajian
yang spesifik sesuai dengan bakat dan
minatnya untuk memecahkan masalah
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3.1 Memahamisejarahperkembangan,
4.1Mengklasifikasi ruang lingkup ekonomi
ruang lingkup , danjenisilmu ekonomi
pada berbagai kegiatan usaha.

3.2 Menganalisis kelangkaan (hubungan


4.2. Mengevaluasi berbagai kelangkaan
antara sumber daya dengan kebutuhan
sumberdaya di lingkungannya dan
manusia) dan strategi untuk mengatasi
pemecahan masalah kelangkaan.
kelangkaan sumber daya
3.3. Menganalisis masalah pokok 4.3. Mengevaluasi masalah ekonomi yang
ekonomi dan alternatif pemecahannya terdapat di lingkungan dan menentukan
melalui berbagai sistem ekonomi upaya pemecahannya.
3.4Model dan pelaku ekonomi 4.4 Mengklasifikasi model dan pelaku
ekonomi
3.5Memahami perilaku konsumen dan
4.5Mengevaluasi perilaku konsumen dan produsen
produsen serta peranannya dalam kegiatan
terkait dengan masalah-masalah ekonomi
ekonomi
3.6 Mendeskripsikan teori kepuasan 4.6Mengklasifikasi berbagai tingkat
berdasarkan Hukum Gossen. kepuasan konsumen berdasarkan
karakteristiknya
3.7 Mendeskripsikan Teori kebutuhan ( 4.7Mengklasifikasiberbagai kebutuhan
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
80

berdasarkan teori Maslow). manusia pada berbagai tingkat social


lingkungan masyarakat

4.8Mengevaluasi terjadinya pergeseran


3.8 Mendeskripsikan kurva dan kurva permintaan dan penawaran
keseimbangan permintaan dan penawaran

4.9 Mengevaluasi factor-faktor yang


3.9.Mendekrispsikan pengertian, jenis dan
mempengaruhi terjadinya elastisitas
factor yang mempengaruhi Elastisitas
permintaan
permintaan

3.10Mendekrispsikan pengertian, jenis dan


4.10.Mengevaluasi factor-faktor yang
factor yang mempengaruhi Elastisitas
mempengaruhi terjadinya elastisitas
penawaran
penawaran

3.11Menjelaskan cara menghitung 4.11Menentukan kebutuhan biaya produksi


berbagai biaya produksi dan keuntungan perusahaan

4.12Menggunakan konsep perhitungan titik


3.12 Menjelaskan perhitungan titik impas impas untuk menentukan kesehatan
perusahaan

3. ADMINISTRASI UMUM
KELAS X
KOMPETENSI INTI1 (SIKAP SPIRITUAL)
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KOMPETENSI INTI2 (SIKAP SOSIAL)
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur,disiplin,tanggungjawab,peduli (gotong
royong,kerjasama,toleran,damai),santun,responsifdan pro-aktifdan menunjukkan sikap
sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalamberinteraksi secaraefektif
dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan
bangsad alam pergaulan dunia

Keterangan:

 Pembelajaran Sikap Spiritual dan Sikap Sosial dilaksanakan secara tidak langsung
(indirect teaching) melalui keteladanan, ekosistem pendidikan, dan proses
pembelajaran Pengetahuan dan Keterampilan
 Guru mengembangkan Sikap Spiritual dan Sikap Sosial dengan memperhatikan
karakteristik, kebutuhan, dan kondisi peserta didik
 Evaluasi terhadap Sikap Spiritual dan Sikap Sosial dilakukan sepanjang proses
pembelajaran berlangsung, dan berfungsi sebagai pertimbangan guru dalam
mengembangkan karakterpesertadidik lebih lanjut
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
81

KOMPETENSI INTI3 KOMPETENSI INTI4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami, menerapkan, 4.Mengolah, menalar, dan menyaji dalam
menganalisis pengetahuan faktual, ranah konkret dan ranah abstrak terkait
konseptual,prosedural berdasarkan rasa dengan pengembangan dari yang dipelajarinya
ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, di sekolah secara mandiri, dan mampu
teknologi, seni ,budaya, dan humaniora melaksanakan tugas spesifik di bawah
dengan wawasan pengawasan langsung
kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan,
dan peradaban terkait penyebab
fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan prosedural
pada bidang kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
4.1 Mengevaluasi paradigma dan filosofi
3.1Menjelaskan Paradigma dan filosofi
Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran
Otomatisasi dan Tata Kelola
untuk memecahkan masalah yang terjadi
Perkantoran
sehari-hari
3.2 Menguraikan Karakteristik
4.2 Mengevaluasi berbagai Karakteristik
Otomatisasi dan Tata Kelola
Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran
Perkantoran
4.3.Menggunakan Azas-azas manajemen
3.3Memahami Azas-azas manajemen
perkantoran untuk memecahkan masalah
perkantoran
manajemen
3.4Menguraikan Pekerjaan kantor 4.4. Menyusun pekerjaan kantor
3.5 Mengidentifikasi struktur organisasi
dan jabatan di bidang Otomatisasi dan 4.5 Membuat Struktur organisasi kantor
Tata Kelola Perkantoran
3.6 Menjelaskan komunikasi kantor 4.6 Melakukan komunikasi kantor
3.7 Memahami azas, tujuan, dan jenis
4.7 Menata ruang kantor
tata ruang kantor

3.8 Mengidentifikasikan fasilitas dan 4.8 Menggambar tata letak fasilitas dan
lingkungan kantor serta penataannya lingkungan kantor

4.IPA
KELAS X
KOMPETENSI INTI1 (SIKAP SPIRITUAL)
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
82

KOMPETENSI INTI2 (SIKAP SOSIAL)


2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur,disiplin,tanggungjawab,peduli (gotong
royong,kerjasama,toleran,damai),santun,responsifdan pro-aktifdan menunjukkan sikap
sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalamberinteraksi secaraefektif
dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan
bangsad alam pergaulan dunia

Keterangan:

 Pembelajaran Sikap Spiritual dan Sikap Sosial dilaksanakan secara tidak langsung
(indirect teaching) melalui keteladanan, ekosistem pendidikan, dan proses
pembelajaran Pengetahuan dan Keterampilan
 Guru mengembangkan Sikap Spiritual dan Sikap Sosial dengan memperhatikan
karakteristik, kebutuhan, dan kondisi peserta didik
 Evaluasi terhadap Sikap Spiritual dan Sikap Sosial dilakukan sepanjang proses
pembelajaran berlangsung, dan berfungsi sebagai pertimbangan guru dalam
mengembangkan karakterpesertadidik lebih lanjut

KOMPETENSI INTI3 KOMPETENSI INTI4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami, menerapkan, 4.Mengolah, menalar, dan menyaji dalam
menganalisis pengetahuan faktual, ranah konkret dan ranah abstrak terkait
konseptual,prosedural berdasarkan rasa dengan pengembangan dari yang dipelajarinya
ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, di sekolah secara mandiri, dan mampu
teknologi, seni ,budaya, dan humaniora melaksanakan tugas spesifik di bawah
dengan wawasan pengawasan langsung
kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan,
dan peradaban terkait penyebab
fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan prosedural
pada bidang kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3.1. Memahamigejalaalambiotik dan 4.1. Mengklasifikasikangejalaalambiotik
abiotik dan abiotik
3.2. Menerapkanprosedurmitigasibenc 4.2. Melakukansimulasimitigasibencanaala
anaalam m yang terjadi di lingkungansekitar
3.3. Menganalisismateri dan 4.3. Melakukanpercobaanperubahanmateri
perubahannya
3.4. Memahamikomponen-komponen 4.4. Mengklasifikasikankomponen-
dan komponenekosistem dan
bentukinteraksidalamekosistem bentukinteraksidalamekosistem
3.5. Menganalisiskeseimbanganlingku 4.5. Merumuskanupayadalammenjagakesei

KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN


SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
83

ngan mbanganlingkungankerja
3.6. Menganalisislimbah di 4.6. Melakukanpenangananlimbah di
lingkungansekitar lingkungansekitar
3.7. Menganalisispolusi di lingkungan 4.7. Memecahkanmasalahdampakpolusiterh
sekitar adapkesehatanmanusia dan lingkungan
3.8. Mengevaluasi AMDAL 4.8. Melakukankajiantentang AMDAL pada
lingkungansekitar

3.9. Menerapkankesehatan, keamanan 4.9. Melakukanpencegahanbahaya/kecelaka


dan keselamatankerja an di lingkungankerja

C2. DASAR KOMPETENSI KEAHLIAN


1. TEKNOLOGI PERKANTORAN
KELAS X
KOMPETENSI INTI1 (SIKAP SPIRITUAL)
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KOMPETENSI INTI2 (SIKAP SOSIAL)
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur,disiplin,tanggungjawab,peduli (gotong
royong,kerjasama,toleran,damai),santun,responsifdan pro-aktifdan menunjukkan sikap
sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalamberinteraksi secaraefektif
dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan
bangsad alam pergaulan dunia

Keterangan:

 Pembelajaran Sikap Spiritual dan Sikap Sosial dilaksanakan secara tidak langsung
(indirect teaching) melalui keteladanan, ekosistem pendidikan, dan proses
pembelajaran Pengetahuan dan Keterampilan
 Guru mengembangkan Sikap Spiritual dan Sikap Sosial dengan memperhatikan
karakteristik, kebutuhan, dan kondisi peserta didik
 Evaluasi terhadap Sikap Spiritual dan Sikap Sosial dilakukan sepanjang proses
pembelajaran berlangsung, dan berfungsi sebagai pertimbangan guru dalam
mengembangkan karakterpesertadidik lebih lanjut

KOMPETENSI INTI3 KOMPETENSI INTI4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami, menerapkan, 4. Melaksanakan tugas spesifikdengan
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
84

menganalisis, dan mengevaluasi tentang menggunakan alat, informasi, dan


pengetahuan faktual, konseptual, prosedur kerja yang lazim dilakukan serta
operasional dasar, dan metakognitif
sesuai dengan bidang dan lingkup kerja memecahkan masalah sesuai dengan
Otomatisasi dan Tata Kelola bidang kerja Otomatisasi dan Tata Kelola
Perkantoran pada tingkat teknis, Perkantoran. Menampilkan kinerja di
spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan
bawah bimbingan dengan mutu dan
dengan ilmu pengetahuan, teknologi,
seni, budaya, dan humaniora dalam kuantitas yang terukur sesuai dengan
konteks pengembangan potensi diri standar kompetensi kerja. Menunjukkan
sebagai bagian dari keluarga, sekolah, keterampilan menalar, mengolah, dan
dunia kerja, warga masyarakat nasional,
regional, dan internasional. menyaji secara efektif, kreatif, produktif,
kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif,
dan solutif dalam ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah, serta mampu
melaksanakan tugas spesifik di bawah
pengawasan langsung.Menunjukkan
keterampilan mempersepsi, kesiapan,
meniru, membiasakan, gerak mahir,
menjadikan gerak alami dalam ranah
konkret terkait dengan pengembangan dari
yang dipelajarinya di sekolah, serta
mampu melaksanakan tugas spesifik di
bawah pengawasan langsung.

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 Memahami teknologi 4.1 Melakukan pengelompokkan teknologi
perkantoran,otomatisasiperkantoran, dan perkantoran, otomatisasi perkantoran, dan
virtual office virtual office

4.2 Melakukan pengetikan


3.2 Menerapkanpengetikan(keyboardi
(keyboarding) 10 jarikecepatan
ng) 10jari kecepatan 200EPM dan
200 EPM dan Ketepatan99%
ketepatan99%

3.3 Menerapkanpengoperasian aplikas 4.3 Mengoperasikan aplikasi pengolah kata


ipengolah kata
4.4 Mengoperasikan aplikasi pengolah
3.4 Menerapkanpengoperasian aplikas angka
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
85

ipengolah angka

4.5 Mengoperasikan aplikasi pengolah


3.5 Menerapkanpengoperasian aplikas
presentasi
ipengolah presentasi

4.6 Mengoperasikan aplikasi pengolah


3.6 Menerapkanpengoperasian aplikas
bahan cetak
ipengolah bahan cetak

3.7 Menganalisis informasidari 4.7 Menggunakan informasi dari


internet untukmenunjang pekerjaankant internet untuk menunjang pekerjaan kantor
or

3.8 Menerapkanpengoperasian 4.8 Melakukan transaksionline


transaksi online

4.9 Melaksanakan kegiatanrapat


3.9 Menerapkanprosedur
(teleconference)
kegiatanrapat(teleconference)
4.10 Melaksanakan pengelolaan informasi
3.10 Menerapkanpengelolaan melalui web log
informasi melaluiweb log (blog) (blog)

4.11 Membuat laporan penggunaan teknologi


3.11 Mengevaluasipenggunaan teknolo
perkantoran
giperkantoran

2. KORESPONDENSI

KELAS X
KOMPETENSI INTI1 (SIKAP SPIRITUAL)
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KOMPETENSI INTI2 (SIKAP SOSIAL)
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur,disiplin,tanggungjawab,peduli (gotong
royong,kerjasama,toleran,damai),santun,responsifdan pro-aktifdan menunjukkan sikap
sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalamberinteraksi secaraefektif
dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan
bangsad alam pergaulan dunia

Keterangan:

 Pembelajaran Sikap Spiritual dan Sikap Sosial dilaksanakan secara tidak langsung
(indirect teaching) melalui keteladanan, ekosistem pendidikan, dan proses
pembelajaran Pengetahuan dan Keterampilan
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
86

 Guru mengembangkan Sikap Spiritual dan Sikap Sosial dengan memperhatikan


karakteristik, kebutuhan, dan kondisi peserta didik
 Evaluasi terhadap Sikap Spiritual dan Sikap Sosial dilakukan sepanjang proses
pembelajaran berlangsung, dan berfungsi sebagai pertimbangan guru dalam
mengembangkan karakter pesertadidik lebih lanjut

KOMPETENSI INTI3 KOMPETENSI INTI4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
4. Melaksanakan tugas spesifikdengan
menggunakan alat, informasi, dan
prosedur kerja yang lazim dilakukan serta
memecahkan masalah sesuai dengan
bidang kerja Otomatisasi dan Tata Kelola
Perkantoran. Menampilkan kinerja di
bawah bimbingan dengan mutu dan
3. Memahami, menerapkan,
kuantitas yang terukur sesuai dengan
menganalisis, dan mengevaluasi tentang
pengetahuan faktual, konseptual, standar kompetensi kerja.
operasional dasar, dan metakognitif Menunjukkan keterampilan menalar,
sesuai dengan bidang dan lingkup kerja mengolah, dan menyaji secara efektif,
Otomatisasi dan Tata Kelola
Perkantoran pada tingkat teknis, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif,
spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak
dengan ilmu pengetahuan, teknologi, terkait dengan pengembangan dari yang
seni, budaya, dan humaniora dalam
konteks pengembangan potensi diri dipelajarinya di sekolah, serta mampu
sebagai bagian dari keluarga, sekolah, melaksanakan tugas spesifik di bawah
dunia kerja, warga masyarakat nasional, pengawasan langsung.Menunjukkan
regional, dan internasional.
keterampilan mempersepsi, kesiapan,
meniru, membiasakan, gerak mahir,
menjadikan gerak alami dalam ranah konkret
terkait dengan pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah, serta mampu
melaksanakan tugas spesifik di bawah
pengawasan langsung.
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR

4.1 Melakukan klasifikasi komunikasi kantor


3.1 Memahami komunikasi kantor

4.2 Melakukan komunikasi melalui telepon


3.2 Menerapkan komunikasi melalui telapon
dalamBahasaIndonesia
dalam Bahasa Indonesia

KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN


SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
87

4.3 Melaksanakan komunikasi melalui telepon


3.3 Menerapkan komunikasi melalui telapon
dalamBahasaInggris atau bahasa asing lainnya
dalam BahasaInggris atau bahasa asing
lainnya

4.4 Membuat naskah surat menyurat


3.4 Menerapkan tata naskah dalam kegiatan
BahasaIndonesia
surat menyurat Bahasa Indonesia

4.5 Membuat naskah surat menyurat


3.5 Menerapkan tata naskah surat menyurat
BahasaInggris atau bahasa asing lainnya
BahasaInggris atau bahasaasing lainnya

4.6 Membuat surat pribadi


3.6 Menerapkan pembuatan surat pribadi
4.7 Membuat surat dinas
Menganalisis surat dinas
4.8 Membuat surat niaga
Menganalisis surat niaga
4.9 Melaksanakanpengelolaan surat elektronik
3.9 Menerapkan pengelolaan surat elektronik
4.10 Membuat laporankegiatan korespondensi
3.10 Mengevaluasi kegiatan korespondensi dalam kantor
dalam kantor

3. KEARSIPAN

KELAS X
KOMPETENSI INTI1 (SIKAP SPIRITUAL)
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KOMPETENSI INTI2 (SIKAP SOSIAL)
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur,disiplin,tanggungjawab,peduli (gotong
royong,kerjasama,toleran,damai),santun,responsifdan pro-aktifdan menunjukkan sikap
sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalamberinteraksi secaraefektif
dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan
bangsad alam pergaulan dunia

Keterangan:

 Pembelajaran Sikap Spiritual dan Sikap Sosial dilaksanakan secara tidak langsung
(indirect teaching) melalui keteladanan, ekosistem pendidikan, dan proses
pembelajaran Pengetahuan dan Keterampilan
 Guru mengembangkan Sikap Spiritual dan Sikap Sosial dengan memperhatikan
karakteristik, kebutuhan, dan kondisi peserta didik

KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN


SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
88

 Evaluasi terhadap Sikap Spiritual dan Sikap Sosial dilakukan sepanjang proses
pembelajaran berlangsung, dan berfungsi sebagai pertimbangan guru dalam
mengembangkan karakterpesertadidik lebih lanjut

KOMPETENSI INTI3 KOMPETENSI INTI4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
4. Melaksanakan tugas spesifikdengan
menggunakan alat, informasi, dan
prosedur kerja yang lazim dilakukan serta
memecahkan masalah sesuai dengan
bidang kerja Otomatisasi dan Tata Kelola
Perkantoran. Menampilkan kinerja di
bawah bimbingan dengan mutu dan
3. Memahami, menerapkan,
kuantitas yang terukur sesuai dengan
menganalisis, dan mengevaluasi tentang
pengetahuan faktual, konseptual, standar kompetensi kerja. Menunjukkan
operasional dasar, dan metakognitif keterampilan menalar, mengolah, dan
sesuai dengan bidang dan lingkup kerja menyaji secara efektif, kreatif, produktif,
Otomatisasi dan Tata Kelola
Perkantoran pada tingkat teknis, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif,
spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dan solutif dalam ranah abstrak terkait
dengan ilmu pengetahuan, teknologi, dengan pengembangan dari yang
seni, budaya, dan humaniora dalam
konteks pengembangan potensi diri dipelajarinya di sekolah, serta mampu
sebagai bagian dari keluarga, sekolah, melaksanakan tugas spesifik di bawah
dunia kerja, warga masyarakat nasional, pengawasan langsung.Menunjukkan
regional, dan internasional.
keterampilan mempersepsi, kesiapan,
meniru, membiasakan, gerak mahir,
menjadikan gerak alami dalam ranah
konkret terkait dengan pengembangan dari
yang dipelajarinya di sekolah, serta
mampu melaksanakan tugas spesifik di
bawah pengawasan langsung.
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3.1 Menerapkan prinsip-prinsip 4.1 Melakukan pengelo-laan arsip berdasarkan
pengelolaan ar-sip prinsip-prinsip kearsip-an

3.2 Menerapkan penggu-naan peralatan


4.2 Menggunakan peralat-an kearsipan
kear-sipan

3.3 Menerapkan tata cara mengindeks 4.3 Mengindeks arsip se-suai dengan
arsip se-suai dengan peraturan peraturan

KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN


SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
89

3.4 Melaksanakan pengu-rusan surat


4.4 Melaksanakan pengu-rusan surat masuk
masuk
3.5 Menerapkan prosedur pengurusan
4.5 Melaksanakan pengu-rusan surat keluar
surat ke-luar
3.6 Menerapkan sistem penyimpanan
4.6 Menyusun arsip ber-dasarkan sistem abjad
arsip berdasarkan sistem abjad atau
atau alphabetic
alphabetic
3.7 Menerapkan sistem penyimpanan
4.7 Menyusun arsip ber-dasarkan sistem tang-
arsip berdasarkan sistem tanggal atau
gal atau kronologis
krono-logis
3.8 Menerapkan sistem penyimpanan
4.8 Menyusun arsip ber-dasarkan sistem ma-
arsip berdasarkan sistem masalah atau
salah atau subjek
subjek
3.9 Menerapkan sistem penyimpanan
4.9 Menyusun arsip ber-dasarkan sistem wi-
arsip berdasarkan sistem wilayah atau
layah atau geografis
geografis
3.10 Menerapkan sistem penyimpanan 4.10 Menyusun arsip ber-dasarkan sistem no-
arsip berdasarkan sistem nomor mor
3.11 Menerapkan penilaian sistem 4.11 Melaksanakan penilai-an sistem
penyimpanan arsip penyimpan-an arsip
3.12 Menerapkan prosedur penyusutan
4.12 Melaksanakan penyu-sutan arsip (retensi,
arsip (re-tensi, pemindahan, pe-
pemindahan, pemus-nahan)
musnahan)
3.13 Menerapkan pengelo-laan arsip
4.13 Melaksanakan penge-lolaan arsip digital
digital

C.3 KOMPETENSI KEAHLIAN

1. OTOMATISASI DAN TATA KELOLA KEPEGAWAIAN

KELAS XI
KOMPETENSI INTI1 (SIKAP SPIRITUAL)
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KOMPETENSI INTI2 (SIKAP SOSIAL)
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur,disiplin,tanggungjawab,peduli (gotong
royong,kerjasama,toleran,damai),santun,responsifdan pro-aktifdan menunjukkan sikap
sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalamberinteraksi secaraefektif
dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan
bangsad alam pergaulan dunia

KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN


SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
90

Keterangan:

 Pembelajaran Sikap Spiritual dan Sikap Sosial dilaksanakan secara tidak langsung
(indirect teaching) melalui keteladanan, ekosistem pendidikan, dan proses
pembelajaran Pengetahuan dan Keterampilan
 Guru mengembangkan Sikap Spiritual dan Sikap Sosial dengan memperhatikan
karakteristik, kebutuhan, dan kondisi peserta didik
 Evaluasi terhadap Sikap Spiritual dan Sikap Sosial dilakukan sepanjang proses
pembelajaran berlangsung, dan berfungsi sebagai pertimbangan guru dalam
mengembangkan karakterpesertadidik lebih lanjut

KOMPETENSI INTI3 KOMPETENSI INTI4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. 3. Memahami, menerapkan, dan 4. Mengolah, me-nalar, menyaji, dan mencipta
mengana-lisis pengeta-huan faktual, dalam ranah konkret dan ranah abstrak
konseptual, prosedural, dan terkait dengan pengembangan dari yang
metakognitif berdasarkan rasa ingin dipe-lajarinya di se-kolah secara mandiri
tahu-nya tentang ilmu pengeta-huan, dan mampu melak-sanakan tugas spesifik di
teknolo-gi, seni, buda-ya, dan huma- ba-wah penga-wasan lang-sung
niora dengan wawasan ke-manusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penye-bab
fenomena dan kejadian dalam bidang
kerja yang spe-sifik untuk me-
mecahkan masalah

3.1 Menerapkan prinsip-prinsip 4.1 Melaksanakan prin-sip-prinsip adminis-


administrasi kepegawaian trasi kepegawaian

3.2 Menerapkan renca-na/formasi 4.2 Menyusun rencana-/formasi kebutuhan


kebutuhan pegawai pegawai
3.3 Menerapkan prosedur administrasi 4.3 Memproses adminis-trasi pengadaan pe-
penga-daan pegawai gawai
3.4 Menerapkan prosedur administrasi
4.4 Memproses adminis-trasi pengangkatan
pengangkatan dan penempatan
dan penempatan pe-gawai
pegawai
3.5 Menerapkan prosedur kelengkapan 4.5 Membuat kelengkap-an administrasi
administrasi sumpah jabatan sumpah jabatan

3.6 Menerapkan prosedur administrasi 4.6 Memproses adminis-trasi pengembangan


pengem-bangan pegawai pegawai

3.7 Menerapkan prosedur administrasi 4.7 Memproses admi-nistrasi penilaian

KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN


SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
91

penilaian pegawai pegawai


3.8 Menerapkan prosedur administrasi 4.8 Memproses admi-nistrasi mutasi pega-wai
mutasi pegawai
3.9 Menerapkan prosedur Daftar Urutan 4.9 Membuat Daftar Urut-an Kepangkatan
Ke-pangkatan (DUK) (DUK)
3.10 Menerapkan prosedur cuti 4.10 Memproses cuti pega-wai
pegawai

KELAS XII

KOMPETENSI INTI1 (SIKAP SPIRITUAL)


1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KOMPETENSI INTI2 (SIKAP SOSIAL)
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur,disiplin,tanggungjawab,peduli (gotong
royong,kerjasama,toleran,damai),santun,responsifdan pro-aktifdan menunjukkan sikap
sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalamberinteraksi secaraefektif
dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan
bangsad alam pergaulan dunia

Keterangan:

 Pembelajaran Sikap Spiritual dan Sikap Sosial dilaksanakan secara tidak langsung
(indirect teaching) melalui keteladanan, ekosistem pendidikan, dan proses
pembelajaran Pengetahuan dan Keterampilan
 Guru mengembangkan Sikap Spiritual dan Sikap Sosial dengan memperhatikan
karakteristik, kebutuhan, dan kondisi peserta didik
 Evaluasi terhadap Sikap Spiritual dan Sikap Sosial dilakukan sepanjang proses
pembelajaran berlangsung, dan berfungsi sebagai pertimbangan guru dalam
mengembangkan karakterpesertadidik lebih lanjut

KOMPETENSI INTI3 (PENGETAHUAN) KOMPETENSI INTI4 (KETERAMPILAN)


3. Memahami, menerapkan, dan mengana-lisis 4.Mengolah, me-nalar, menyaji, dan mencipta dalam
pengeta-huan faktual, konseptual, prosedural, ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan
dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahu- pengembangan dari yang dipe-lajarinya di se-kolah
nya tentang ilmu pengeta-huan, teknolo-gi, secara mandiri dan mampu melak-sanakan tugas
seni, buda-ya, dan huma-niora dengan wawasan spesifik di ba-wah penga-wasan lang-sung
ke-manusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penye-bab fenomena dan
kejadian dalam bidang kerja yang spe-sifik
untuk me-mecahkan masalah

3.1 Memahami per-aturan pemerintah (PP) 4.1 Menyajikan per-aturan pemerintah tentang
tentang kete-nagakerjaan ketenaga-kerjaan
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
92

3.2 Memahami un-dang-undang per-buruhan 4.2 Menyajikan un-dang-undang per-buruhan


3.3 Menerapkan pro-sedur administrasi hak-hak 4.3 Memproses admi-nistrasi hak-hak pegawai
pegawai berdasarkan per-aturan berdasar-kan peraturan
3.4 Menerapkan sank-si disiplin pegawai 4.4 Memproses sank-si disiplin pegawai
3.5 Menerapkan cara menghitung upah, lembur, 4.5 Menghitung upah, lembur, tunjangan, dan gaji
tunjangan, dan gaji pegawai pegawai

3.6 Menerapkan pro-sedur pemberhen-tian


pegawai dan pension 4.6 Memproses admi-nistrasi pember-hentian pegawai
3.7 Menerapkan pe-ngelolaan doku-men 4.7 Mengelola doku-men administrasi kepegawaian
administrasi kepegawaian se-suai dengan se-suai dengan sis-tem kearsipan
sis-tem kearsipan
3.8 Menerapkan data statistik kepega-waian 4.8 Membuat data statistik kepega-waian
3.9 Menerapkan pro-sedur penyusunan laporan 4.10 Menyusun laporan kepegawaian
kepega-waian

2. OTOMATISASI DAN TATA KELOLA KEUANGAN

KELAS XI
KOMPETENSI INTI1 (SIKAP SPIRITUAL)
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KOMPETENSI INTI2 (SIKAP SOSIAL)
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur,disiplin,tanggungjawab,peduli (gotong
royong,kerjasama,toleran,damai),santun,responsifdan pro-aktifdan menunjukkan sikap
sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalamberinteraksi secaraefektif
dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan
bangsad alam pergaulan dunia

Keterangan:

 Pembelajaran Sikap Spiritual dan Sikap Sosial dilaksanakan secara tidak langsung
(indirect teaching) melalui keteladanan, ekosistem pendidikan, dan proses
pembelajaran Pengetahuan dan Keterampilan
 Guru mengembangkan Sikap Spiritual dan Sikap Sosial dengan memperhatikan
karakteristik, kebutuhan, dan kondisi peserta didik
 Evaluasi terhadap Sikap Spiritual dan Sikap Sosial dilakukan sepanjang proses
pembelajaran berlangsung, dan berfungsi sebagai pertimbangan guru dalam
mengembangkan karakterpesertadidik lebih lanjut

KOMPETENSI INTI3 KOMPETENSI INTI4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
93

4. Melaksanakan tugas spesifik dengan


menggunakan alat, informasi, dan prosedur
kerja yang lazim dilakukan serta
memecahkan masalah sesuai dengan bidang
kerja Otomatisasi dan Tata Kelola
3. Memahami, menerapkan, Perkantoran. Menampilkan kinerja di bawah
menganalisis, dan mengevaluasitentang bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang
pengetahuan faktual, konseptual, terukur sesuai dengan standar kompetensi
operasional dasar, dan metakognitif kerja.
sesuai dengan bidang dan lingkup kerja
Menunjukkan keterampilan menalar,
Otomatisasi dan Tata Kelola
mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif,
Perkantoran pada tingkat teknis,
produktif, kritis, mandiri, kolaboratif,
spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan
komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak
dengan ilmu pengetahuan, teknologi,
terkait dengan pengembangan dari yang
seni, budaya, dan humaniora dalam
dipelajarinya di sekolah, serta mampu
konteks pengembangan potensi diri
melaksanakan tugas spesifik di bawah
sebagai bagian dari keluarga, sekolah,
pengawasan langsung. Menunjukkan
dunia kerja, warga masyarakat nasional,
keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru,
regional, dan internasional.
membiasakan, gerak mahir, menjadikan gerak
alami dalam ranah konkret terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di
sekolah, serta mampu melaksanakan tugas
spesifik di bawah pengawasan langsung.
3.1 Memahami ruang lingkup 4.1 Mengelompokkan ruang lingkup
administrasi keuangan administrasi keuangan
3.2 Memahami kebijakan pengelolaan 4.2 Melakukan pengelompokan kebijakan
keuangan pengelolaan keuangan
3.3 Menerapkan penyusunan Anggaran 4.3 Menyusun Anggaran Pendapatan dan
Pendapatan dan Belanja Belanja
3.4 Menerapkan penerimaan anggaran 4.4 Melakukan penerimaan anggaran
3.5 Menerapkan penggunaan anggaran 5.5 Melaksanakan penggunaan anggaran
3.6 Menerapkan pendokumentasian 4.6 Mendokumentasi kan bukti-bukti
bukti-bukti penggunaan anggaran penggunaan anggaran
3.7 Menerapkan pembuatan laporan 4.7 Membuat laporan pertanggungjawab-an
pertanggungjawab-an keuangan keuangan
3.8 Menerapkan pengoperasian aplikasi
4.8 Mengoperasikan aplikasi keuangan
keuangan
3.9 Mengevaluasi kegiatan administrasi 4.9 Membuat laporan hasil evaluasi kegiatan
keuangan administrasikeuangan

KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN


SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
94

KELAS XII
KOMPETENSI INTI1 (SIKAP SPIRITUAL)
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KOMPETENSI INTI2 (SIKAP SOSIAL)
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur,disiplin,tanggungjawab,peduli (gotong
royong,kerjasama,toleran,damai),santun,responsifdan pro-aktifdan menunjukkan sikap
sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalamberinteraksi secaraefektif
dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan
bangsad alam pergaulan dunia

Keterangan:

 Pembelajaran Sikap Spiritual dan Sikap Sosial dilaksanakan secara tidak langsung
(indirect teaching) melalui keteladanan, ekosistem pendidikan, dan proses
pembelajaran Pengetahuan dan Keterampilan
 Guru mengembangkan Sikap Spiritual dan Sikap Sosial dengan memperhatikan
karakteristik, kebutuhan, dan kondisi peserta didik
 Evaluasi terhadap Sikap Spiritual dan Sikap Sosial dilakukan sepanjang proses
pembelajaran berlangsung, dan berfungsi sebagai pertimbangan guru dalam
mengembangkan karakterpesertadidik lebih lanjut

KOMPETENSI INTI3 KOMPETENSI INTI4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
4. Melaksanakan tugas spesifik dengan
menggunakan alat, informasi, dan prosedur
kerja yang lazim dilakukan serta
memecahkan masalah sesuai dengan bidang
3. Memahami, menerapkan, kerja Otomatisasi dan Tata Kelola
menganalisis, dan mengevaluasitentang Perkantoran. Menampilkan kinerja di bawah
pengetahuan faktual, konseptual, bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang
operasional dasar, dan metakognitif terukur sesuai dengan standar kompetensi
sesuai dengan bidang dan lingkup kerja kerja. Menunjukkan keterampilan menalar,
Otomatisasi dan Tata Kelola mengolah, dan menyaji secara efektif,
Perkantoran pada tingkat teknis, kreatif, produktif, kritis, mandiri,
spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam
dengan ilmu pengetahuan, teknologi, ranah abstrak terkait dengan pengembangan
seni, budaya, dan humaniora dalam dari yang dipelajarinya di sekolah, serta
konteks pengembangan potensi diri mampu melaksanakan tugas spesifik di
sebagai bagian dari keluarga, sekolah, bawah pengawasan langsung. Menunjukkan
dunia kerja, warga masyarakat nasional, keterampilan mempersepsi, kesiapan,
regional, dan internasional. meniru, membiasakan, gerak mahir,
menjadikan gerak alami dalam ranah
konkret terkait dengan pengembangan dari
yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu
melaksanakan tugas spesifik di bawah

KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN


SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
95

pengawasan langsung.
3.10 Memahami ruang lingkup dana kas 4.10 Mengelompok-kan ruang lingkup dana
kecil kas kecil
3.11 Menerapkan persiapan pengelolaan 4.11 Mempersiapkan pengelolaan kas kecil
kas kecil
3.12 Menerapkan pengelolaan
4.12 Mengelola operasional harian kas keci
operasional harian kas keci
3.13 Menerapkan pelaporan aktivitas 4.13 Melaporkan aktivitas kas kecil
kas kecil
3.14 Menerapkan pembuatan laporan 4.14 Membuat laporan dana kas kecil metode
dana kas kecil metode imprest impres
3.15 Menerapkan pembuatan laporan 4.15 Membuat laporan dana kas kecil dengan
dana kas kecil dengan Metode Fluktuasi Metode Fluktuasi
3.16 Menerapkan pengoperasian 4.16 Mengoperasi-kan aplikasi dana kas kecil
aplikasi dana kas kecil
3.17 Menerapkan penyimpanan 4.17 Melaksanakan penyimpanan dokumen
dokumen pengelolaan dana kas kecil pengelolaan dana kas kecil
3.18 Mengevaluasi pengelolaan dana 4.18 Membuat laporan pengelolaan dana kas
kas kecil keci

3. OTOMATISASI TATA KELOLA SARANA DAN PRASARANA

KELAS XI
KOMPETENSI INTI1 (SIKAP SPIRITUAL)
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KOMPETENSI INTI2 (SIKAP SOSIAL)
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur,disiplin,tanggungjawab,peduli (gotong
royong,kerjasama,toleran,damai),santun,responsifdan pro-aktifdan menunjukkan sikap
sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalamberinteraksi secaraefektif
dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan
bangsad alam pergaulan dunia

Keterangan:

 Pembelajaran Sikap Spiritual dan Sikap Sosial dilaksanakan secara tidak langsung
(indirect teaching) melalui keteladanan, ekosistem pendidikan, dan proses
pembelajaran Pengetahuan dan Keterampilan
 Guru mengembangkan Sikap Spiritual dan Sikap Sosial dengan memperhatikan
karakteristik, kebutuhan, dan kondisi peserta didik
 Evaluasi terhadap Sikap Spiritual dan Sikap Sosial dilakukan sepanjang proses
pembelajaran berlangsung, dan berfungsi sebagai pertimbangan guru dalam
mengembangkan karakterpesertadidik lebih lanjut
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
96

KOMPETENSI INTI3 KOMPETENSI INTI4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
Memahami, menerapkan, menganalisis, Melaksanakan tugas spesifik
dan mengevaluasitentang pengetahuan dengamenggunakan alat, informasi, dan
faktual, konseptual, operasional dasar,
dan metakognitif sesuai dengan bidang prosedur kerja yang lazim dilakukan serta
dan lingkup kerja Otomatisasi dan Tata memecahkan masalah sesuai dengan bidang
Kelola Perkantoran pada tingkat teknis, kerja Otomatisasi dan Tata Kelola
spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan
Perkantoran. Menampilkan kinerja di bawah
dengan ilmu pengetahuan, teknologi,
seni, budaya, dan humaniora dalam bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang
konteks pengembangan potensi diri terukur sesuai dengan standar kompetensi
sebagai bagian dari keluarga, sekolah, kerja.
dunia kerja, warga masyarakat nasional,
regional, dan internasional. Menunjukkan keterampilan menalar,
mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif,
produktif, kritis, mandiri, kolaboratif,
komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah, serta mampu
melaksanakan tugas spesifik di bawah
pengawasan langsung. Menunjukkan
keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru,
membiasakan, gerak mahir, menjadikan gerak
alami dalam ranah konkret terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di
sekolah, serta mampu melaksanakan tugas
spesifik di bawah pengawasan langsung.
3.1 Memahami ruang lingkup 3.1 Melakukanpengelompokkan ruang lingkup
administrasi sarana dan sarana administrasi sarana dan prasarana
3.2 Memahami regulasi sarana 4.2 Melakukan klasifikasi regulasi sarana
prasarana kantor prasarana kantor
3.3 Menerapkan K3 perkantoran 4.3 Melaksanakan K3 perkantoran
3.4 Menganalisis peralatan atau 4.4 Memilih peralatan atau perlengkapan
perlengkapan kantor (officesupplies) kantor (office supplies)
3.5 Menerapkan penggunaan mesin- 4.5 Menggunakan mesin-mesin kantor (office
mesin kantor (office machine) machine)
3.6 Menerapkan penggunaan mesin 4.6 Menggunakan mesin komunikasi kantor
komunikasi kantor (office (office communication)
communication)
3.7 Menganalisis perabot kantor (office 4.7 Memilih perabot kantor (office furniture)
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
110

5. Fleksibel: Jenis muatan lokal yang dipilih dan pengaturan waktunya bersifat fleksibel
sesuai dengan kondisidan karakteristik SMK Maarif 1 Sendangagung
Materi muatan lokal ini sangat sesuai dengan karakteristik daerah Madura
khususnya Kabupaten Lampung Tengah, dimana Lampung Tengah merupakan daerah
yang memiliki banyak Pondok Pesantren dan mayoritas memiliki akreditas tinggi terhadap
agama Islam. Dengan mendalami bahasa Arab akan mencetak sikap, sopan santun dengan
menggunakan tingkatan bahasa. Sehingga materi muatan lokal tersebut akan
mengintregasikan nilai-nilai pendidikan karakter.
Muatan lokal di SMK Maarif 1 Sendangagung mencakup pembelajaran bahasa
Arab dengan alokasi waktu 1 jam, Pendidikan Anti Korupsi 1 jam dan Ke Nu an dengan
2 jam pelajaran.

D. Kegiatan Pengembangan Diri

a) Kegiatan Ekstrakurikuler

1. Pengertian
Melalui belajar manusia mengaktualisasikan dirinya dengan
lingkungannya sedemikian rupa sehingga kualitas hidup dan kehidupannya
menjadi makin baik.Pendidikan pada hakekatnya bukan hanya menjadi tanggung
jawab sekolah, tetapi juga menjadi tanggung jawab keluarga dan masyarakat.
Mengenai pendidikan di sekolah, maka proses pendidikannya tertuang dalam
satuan pendidikan yang lebih dikenal dengan sebutan kurikulum.
Selanjutnya, kegiatan pendidikan yang didasarkan pada penjatahan waktu
bagi masing-masing mata pelajaran sebagaimana tercantum dalam kurikulum
sekolah lebih kita kenal dengan sebutan kurikuler. Sedangkan kegiatan yang di
selenggarakan di luar jam pelajaran tatap muka, dilaksanakan di sekolah atau
diluar sekolah agar lebih memperkaya dan memperluas wawaan pengetahuan dan
kemampuan yang telah dipelajari dari berbagai mata pelajaran dalam kurikulum.
disebut Kegiatan Ekstrakurikuler. Ekstrakurikuler adalah kegiatan yang
dilakukan oleh para peserta didik sekolah atau universitas, di luar jam belajar
kurikulum standar. Kegiatan-kegiatan ini ada pada setiap jenjang pendidikan dari

KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN


SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
111

sekolah dasar sampai universitas termasuk di SMK Maarif 1 Sendangagung.


Kegiatan ekstrakurikuler ditujukan agar peserta didik dapat mengembangkan
kepribadian, bakat, dan kemampuannya di berbagai bidang di luar bidang
akademik.
2. Tujuan Ekstrakurikuler
Secara khusus kegiatan ektrakurikuler bertujuan untuk :
- Menyediakan lingkungan yang memungkinkan peserta didik untuk
mengembangkan potensi, bakat dan kemampuannya secara optimal, sehingga
mereka mampu mewujudkan dirinya dan berfungsi sepenuhnya sesuai dengan
kebutuhan pribadinya maupun kebutuhan masyarakat.
- Memandu (artinya mengidentifikasi dan membina) dan memupuk (artinya
mengembangkan dan meningkatkan) potensi-potensi peserta didik secara utuh.
- Pengembangan aspek afektif (nilai moral dan sosial) dan psikomotor
(ketrampilan) untuk menyeimbangkan aspek kognitif peserta didik.
- Membantu peserta didik dalam pengembangan minatnya, juga membantu
peserta didik agar mempunyai semangat baru untuk lebih giat belajar serta
menanamkan rasa tanggungjawabnya sebagai seorang manusia yang mandiri
(karena dilakukan diluar jam pelajaran).
3. Fungsi
Fungsi dari ekstrakurikuler adalah:
1. Pengembangan, yaitu fungsi kegiatan ekstrakurikuler untuk
mengembangkan kemampuan dan kreativitas peserta didik sesuai dengan
potensi, bakat dan minat mereka.
2. Sosial, yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan
kemampuan dan rasa tanggung jawab sosial peserta didik
3. Rekreatif, yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan
suasana rileks, mengembirakan dan menyenangkan bagi peserta didik
yang menunjang proses perkembangan.
4. Persiapan karir, yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk
mengembangkan kesiapan karir peserta didik.

KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN


SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
112

4. Bentuk Kegiatan Ekstrakurikuler


Menurut Permendikbud Nomor 62 Tahun 2014, bahwa bentuk-bentuk dari
kegiatan ekstrakurikuler yaitu:
a) Krida, misalnya: Kepramukaan, Latihan Kepemimpinan Siswa (LKS),
Palang Merah Remaja (PMR), Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), Paskibra.
b) Karya ilmiah, misalnya: Kegiatan Ilmiah Remaja (KIR), kegiatan
penguasaan keilmuan dan kemampuan akademik, penelitian, dan lainnya.
c) Latihan olah-bakat latihan olah-minat, misalnya: pengembangan bakat
olahraga, seni dan budaya, pecinta alam, jurnalistik, teater, teknologi
informasi dan komunikasi, rekayasa, dan lainnya.
d) Keagamaan, misalnya: pesantren kilat, ceramah keagamaan, dan Baca
Tulis Al-quran (BTQ).
5. Ruang Lingkup Ekstrakurikuler
Menurut Permendikbud Nomor 62 Tahun 2014, bahwa lingkup kegiatan
ekstrakurikuler terdiri dari:
a) Individual, yakni Kegiatan Ekstrakurikuler yang diikuti oleh peserta
didik secara perorangan.
b) Berkelompok, yakni Kegiatan Ekstrakurikuler yang diikuti oleh peserta
didik secara:
1) Berkelompok dalam satu kelas (klasikal).
2) Berkelompok dalam kelas paralel.
3) Berkelompok antarkelas.
6. Prinsip-Prinsip Ekstrakurikuler
Dengan berpedoman kepada tujuan dan maksud kegiatan disekolah
dapat ditetapkan prinsip-prinsip program ekstrakurikuler. Pprinsip-prinsip
kegiatan ekstrakurikuler adalah:
1. Semua murid, guru dan personel administrasi hendaknya ikut serta
dalam meningkatkan program.
2. Kerjasama dalam tim adalah fundamental.
3. Pembatasan-pembatasan untuk partisipasi hendaknya dihindarkan.
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
113

4. Prosesnya adalah lebih penting daripada hasil.


5. Program hendaknya cukup komprehensif dan seimbang dapat
memenuhi kebutuhan dan minat semua siswa.
6. Program hendaknya memperhitungkan kebutuhan khusus sekolah.
7. Program harus dinilai berdasarkan sumbangannya kepada nilai-
nilai pendidikan di sekolah dan efisiensi pelaksanaannya.
8. Kegiatan ini hendaknya menyediakan sumber-sumber motivasi yang
kaya pengajaran kelas, sebaliknya pengajaran kelas hendaknya juga
menyediakan sumber motivasi yang kaya bagi kegiatan murid.
7. Jenis Kegiatan Ekstrakurikuler
Berpijak pada Selanjutnya berdasarkan Permendikbud Nomor 62 Tahun
2014, menyebutkan bahwa ada dua jenis kegiatan ekstrakurikuler, yaitu:
a) Kegiatan ekstrakurikuler wajib
Merupakan Kegiatan Ekstrakurikuler yang wajib diselenggarakan oleh
satuan pendidikan wajib diikuti oleh seluruh peserta didik.
Ekstrakurikuler wajib di SMK Maarif 1 Sendangagung adalah
PRAMUKA.
b) Kegiatan ekstrakurikuler pilihan
Merupakan Kegiatan Ekstrakurikuler yang yang dikembangkan dan
diselenggarakan oleh satuan pendidikan sesuai bakat dan minat peserta
didik.. Ekstrakurikuler pilihan di SMK Maarif 1 Sendangagung adalah
Drumband.
8. Pengembangan
Pengembangan kegiatan ekstrakurikuler pilihan, dapat dilakukan
melalui tahapan-tahapan, yaitu:
1) Analisis sumber daya yang diperlukan dalam penyelenggaraan kegiatan
ekstrakurikuler.
2) Identifikasi kebutuhan, potensi, dan minat peserta didik.
3) Menetapkan bentuk kegiatan yang diselenggarakan.
4) Mengupayakan sumber daya sesuai pilihan peserta didik atau
menyalurkannya ke satuan pendidikan atau lembaga lainnya.
5) Menyusun Program Kegiatan Ekstrakurikuler.
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
114

Semua satuan pendidikan wajib menyusun program kegiatan


ekstrakurikuler yang merupakan bagian dari Rencana Kerja Sekolah. Program
kegiatan ekstrakurikuler pada satuan pendidikan dikembangkan dengan
mempertimbangkan penggunaan sumber daya bersama yang tersedia pada
gugus/ klaster sekolah. Penggunaannya difasilitasi oleh pemerintah Provinsi
atau pemerintah Kabupaten/ Kota sesuai dengan kewenangan masing-masing.
Program Kegiatan Ekstrakurikuler disosialisasikan kepada peserta didik dan
orangtua/ wali pada setiap awal tahun pelajaran.
9. Pelaksanaan
Penjadwalan kegiatan ekstrakurikuler pilihan dirancang di awal tahun
pelajaran oleh pembina di bawah bimbingan kepala sekolah/ madrasah atau
wakil kepala sekolah/ madrasah. Jadwal Kegiatan Ekstrakurikuler diatur agar
tidak menghambat pelaksanaan kegiatan intra dan kokurikuler.
10. Penilaian
Kinerja peserta didik dalam kegiatan ekstrakurikuler perlu mendapat
penilaian dan dideskripsikan dalam raport. Kriteria keberhasilannya meliputi
proses dan pencapaian kompetensi peserta didik dalam kegiatan
ekstrakurikuler yang dipilihnya. Penilaian dilakukan secara kualitatif.
Peserta didik wajib memperoleh nilai minimal “baik”
pada pendidikan Kepramukaan pada setiap semesternya. Nilai yang diperoleh
padapendidikan Kepramukaan berpengaruh terhadap kenaikan kelas peserta
didik. Bagi peserta didik yang belum mencapai nilai minimal perlu mendapat
bimbingan terus menerus untuk mencapainya.

b). Penumbuhan Karakter


1. Rasional
Transformasi pendidikan nasional Indonesia harus menempatkan
karakter sebagai ruh atau dimensi terdalam pendidikan nasional berdampingan
dengan intelektualitas yang tercermin dalam kompetensi yang dapat diwujudkan.
Dengan karakter yang kuat-tangguh beserta kompetensi yang tinggi, yang
dihasilkan oleh pendidikan yang baik, pelbagai kebutuhan, tantangan, dan tuntutan
baru dapat dipenuhi atau diatasi. Oleh karena itu, selain pengembangan
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
115

intelektualitas, pengembangan karakter peserta didik sangatlah penting


menempatan potensi-potensi intelektual dan karakter peserta didik sebagai tujuan.
Pendidikan abad XXI bersandar pada lima tiang pembelajaran sejagat (five pillar of
learning), yaitu learning to know, learning to do, learning to live together, dan
learning to transform for oneself and society.

2. Lima Nilai Utama Karakter


Lima nilai utama karakter yang saling berkaitan membentuk jejaring
nilai yang perlu dikembangkan sebagai prioritas Gerakan PPK. Kelima nilai
utama karakter bangsa yang dimaksud adalah sebagai berikut:
1) Religius Nilai karakter religius mencerminkan keberimanan terhadap Tuhan
yang Maha Esa yang diwujudkan dalam perilaku melaksanakan ajaran agama
dan kepercayaan yang dianut, menghargai perbedaan agama, menjunjung tinggi
sikap toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama dan kepercayaan lain, hidup
rukun dan damai dengan pemeluk agama lain. Nilai karakter religius ini meliputi
tiga dimensi relasi sekaligus, yaitu hubungan individu dengan Tuhan, individu
dengan sesama, dan individu dengan alam semesta (lingkungan).
2) Nasionalis; Nilai karakter nasionalis merupakan cara berpikir, bersikap, dan
berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi
terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsa,
menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan
kelompoknya. Sub nilai nasionalis antara lain apresiasi budaya bangsa sendiri,
menjaga kekayaan budaya bangsa, rela berkorban, unggul, dan berprestasi, cinta
tanah air, menjaga lingkungan, taat hukum, disiplin, menghormati keragaman
budaya, suku,dan agama.
3) Mandiri, Nilai karakter mandiri merupakan sikap dan perilaku tidak bergantung
pada orang lain dan mempergunakan segala tenaga, pikiran, waktu untuk
merealisasikan harapan, mimpi dan cita-cita. Subnilai mandiri antara lain etos
kerja (kerja keras), tangguh tahan banting, daya juang, profesional, kreatif,
keberanian, dan menjadi pembelajar sepanjang hayat.
4) Gotong Royong; Nilai karakter gotong royong mencerminkan tindakan
menghargai semangat kerja sama dan bahu membahu menyelesaikan persoalan
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
116

bersama, menjalin komunikasi dan persahabatan, memberi bantuan/pertolongan


pada orang-orang yang membutuhkan. Sub nilai gotong royong antara lain
menghargai, kerja sama, inklusif, komitmen atas keputusan bersama,
musyawarah mufakat, tolong menolong, solidaritas, empati, anti diskriminasi,
anti kekerasan, dan sikap kerelawanan.
5) Integritas Nilai karakter integritas merupakan nilai yang mendasari perilaku
yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat
dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan, memiliki komitmen dan
kesetiaan pada nilai.

3. Sembilan Prinsip Penumbuhan Karaker


Penumbuhan karakter di sekolah menerapakan sembilan prinsip berikut;
1) Nilai-nilai Moral Universal, penumbuhan karakter berfokus pada penguatan
nilai-nilai moral universal dapat didukung oleh segenap individu dari berbagai
macam latar belakang agama, keyakinan, kepercayaan, sosial, dan budaya.
2) Holistik Gerakan PPK, penumbuhan dilaksanakansecara holistik, dalam arti
pengembangan fisik (olah raga), intelektual (olah pikir), estetika (olah rasa),
etika dan spiritual (olah hati) dilakukan secara utuh-menyeluruh dan serentak,
baik melalui proses pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan
ekstrakurikuler, berbasis pada pengembangan budaya sekolah maupun melalui
kolaborasi dengan komunitas-komunitas di luar lingkungan pendidikan.
3) Terintegrasi;pelaksanaan di SMK Maarif 1 Sendangagung dikembangkan dan
dilaksanakan dengan memadukan, menghubungkan, dan mengutuhkan berbagai
elemen pendidikan, bukan program tambahan dalam proses pelaksanaan
pendidikan.
4) Partisipasi; penumbuhan karakter dilakukan dengan mengikutsertakan dan
melibatkan publik seluas-luasnya sebagai pemangku kepentingan pendidikan
sebagai gerakan. Kepala sekolah, pendidik, tenaga kependidikan, komite
sekolah, dan pihak-pihak lain yang terkait menyepakati prioritas nilai-nilai
utama karakter dan kekhasan sekolah yang diperjuangakan, menyepakati bentuk
dan strategi pelaksanaan Gerakan.

KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN


SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
117

5) Kearifan Lokal, gerakan bertumpu dan responsif pada kearifan lokal nusantara
yang beragam dan majemuk agar pergerakan menjadi kontekstual dan
membumi.
6) Kecakapan Abad 21; gerakan penumbuhan karakter merupakan usaha
mengembangkan kecakapan-kecakapan yang dibutuhkan oleh peserta didik
untuk hidup pada abad 21, antara lain kecakapan berpikir kritis (critical
thinking), berpikir kreatif (creative thinking), kecakapan berkomunikasi
(communication skill), termasuk penguasaan bahasa internasional, dan kerja
sama dalam pembelajaran (collaborative learning).
7) Adil dan Inklusif; penumbuhan dikembangkan dan dilaksanakan berdasarkan
prinsip keadilan, non-diskriminasi, non-sektarian, menghargai kebinekaan dan
perbedaan (inklusif), dan menjunjung harkat dan martabat manusia.
8) Selaras dengan Perkembangan Peserta Didik; Gerakan dikembangkan dan
dilaksanakan selaras dengan perkembangan peserta didik baik perkembangan
biologis, psikologis, maupun sosial, agar tingkat kecocokan dan
keberterimaannya tinggi dan maksimal.
9) Terukur; gerakan dikembangkan dan dilaksanakan agar dapat dimati dan
diketahui proses dan hasilnya secara objektif. Dalam hubungan ini komunitas
sekolah mendeskripsikan nilai-nilai utama karakter yang menjadi prioritas
pengembangan di sekolah dalam sebuah sikap dan perilaku yang dapat diamati
dan diukur secara objektif; mengembangkan programprogram penguatan nilai-
nilai karakter bangsa yang mungkin dilaksanakan dan dicapai oleh sekolah; dan
mengerahkan sumber daya yang dapat disediakan oleh sekolah dan pemangku
kepentingan pendidikan.
Pembangunan pendidikan tidak hanya untuk mengembangkan aspek
intektual saja melainkan juga watak, moral, sosial dan fisik peserta didik, atau
dengan kata lain menciptakan manusia Indonesia seutuhnya. Upaya ini dilakukan
dalam rangka meningkatkan mutu sumber daya manusia Indonesia dan mutu
pendidikan. Untuk melaksanakan hal ini, maka semua jenjang lembaga pendidikan
formal (sekolah) mempunyai tugas untuk melaksanakan hal ini termasuk SMK
Maarif 1 Sendangagung.

KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN


SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
118

Pengembangan aspek watak merupakan salah satu bentuk pembangunan


pendidikan. Terjadinya degradasi moral pada remaja telah menjadi tantangan bagi
dunia pendidikan. Kasus kenakalan remaja banyak yang muncul akhir-akhir ini
memberikan gambaran betapa buruknya perilaku remaja Indonesia saat ini.
Pendidikan karakter merupakan kunci yang sangat penting di dalam membentuk
kepribadian anak. Selain di rumah, pendidikan karakter juga perlu diterapkan di
sekolah dan lingkungan sosial. Pada hakekatnya, pendidikan memiliki tujuan untuk
membantu manusia menjadi cerdas dan tumbuh menjadi insan yang baik. Dalam
rangka mempersiapkan Generasi Emas 2045, pemerintah menguatkan karakter
generasi muda agar memiliki keunggulan dalam persaingan global abad 21. Selain
lima nilai utama karakter, melalui Penguatan Pendidikan Karakter (PPK),
pemerintah mendorong peningkatan literasi dasar, kompetensi berpikir kritis,
kreatif, komunikatif, dan kolaborasi generasi muda.
SMK Maarif 1 Sendangagung merupakan lembaga pendidikan yang
menghasilkan lulusan generasi muda siap kerja, memiliki kewajiban menghasilkan
lulusan yang siap kerja. Lulusan SMK dituntut tidak hanya memiliki hard skill,
akan tetapi juga soft skill. Hard skill dapat dibentuk pada diri peserta didik melalui
masing-masing bidang keahlian pada SMK Maarif 1 Sendangagung. Soft skill
merupakan keterampilan kepribadian yang terbentuk karena penanaman nilai
kebajikan melalui pendidikan karakter. Pendidikan karakter adalah pembentukan
diri manusia secara utuh yang dilakukan oleh pendidik terhadap peserta didiknya,
yang mana pembentukan diri tersebut sudah menjadi tabiat atau kebiasaan yang
tertanam pada diri seseorang.
Beberapa hal berikut ini merupakan Enam Pilar Pendidikan Berkarakter,
yaitu:
1. Trustworthiness (Kepercayaan)
Kepercayaan secara umum merupakan pengakuan akan benarnya terhadap
sesuatu perkara. Kepercayaan adalah keyakinan orang lain terhadap seseorang.
Bahkan mengisyaratkan bahwa orang tersebut akan percaya orang lain tanpa
bukti atau pertanyaan. Oleh karena ituagar kepercayaan bisa terbentuk, maka
perilaku-perilaku bijak harus menjadi kebiasaan dan terbentuklah watak,
diantaranya: jujur, jangan menipu, menjiplak atau mencuri, menjadi orang yang
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
119

handal dalam melakukan apa yang dikatakan dan akan melakukannya. Berani
melakukan hal yang benar, membangun reputasi yang baik, patuh terhadap
norma-norma yang berlaku di sekolah dan di masyarakat.
2. Recpect (Respek)
Bersikap toleran terhadap perbedaan, menggunakan sopan santun, menggunakan
bahasa yang baik, mempertimbangkan perasaan orang lain. Tidak mengancam,
memukul atau menyakiti orang lain. Bersikap damai dengan kemarahan, hinaan
dan perselisihan.

3. Responsibility (Tanggungjawab)
Selalu melakukan yang terbaik, menggunakan kontrol diri dan disiplin. Berpikir
sebelum bertindak, mempertimbangkan konsekuensi, bertanggung jawab atas
pilihan yang telah diambil.
4. Fairness (Keadilan)
Bermain sesuai aturan, mengambil seperlunya dan berbagi, berpikiran terbuka,
mendengarkan orang lain. Tidak mengambil keuntungan dari orang lain dengan
cara yang tidak baik dan tidak menyalahkan orang lain sembarangan.
5. Caring (Peduli)
Bersikap penuh kasih sayang dan menunjukkan kepedulian, mengungkapkan
rasa syukur, maafkan orang lain, dan membantu orang yang membutuhkan.
6. Citizenship (Kewarganegaraan)
Menjadikan sekolah dan masyarakat menjadi lebih baik, bekerja sama,
melibatkan diri dalam urusan masyarakat, menjadi tetangga yang baik, mentaati
hukum dan aturan, menghormati otoritas, dan melindungi lingkungan hidup.
Isi pendidikan karakter adalah nilai-nilai dalam bentuk pengetahuan, sikap,
dan keterampilan yang diberikan oleh pendidik dalam proses pembelajaran dalam
rangka membentuk karakter peserta didik. Delapan belas nilai-nilai dalam
pendidikan karakter menurut Departemen Pendidikan dan Kebudayaan adalah:
1. Religius
Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang
dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun
dengan pemeluk agama lain.
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
120

2. Jujur
Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang
selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan.
3. Toleransi
Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat,
sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya.
4. Disiplin
Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada peraturan yang ada.
5. Kerja Keras
Tindakan yang menunjukkan perilaku semangat bekerja dengan etos kerja
tinggi.
6. Kreatif
Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari
sesuatu yang telah dimiliki.
7. Mandiri
Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam
menyelesaikan tugas-tugas.
8. Demokratis
Cara berfikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban
dirinya dan orang lain.
9. Rasa Ingin Tahu
Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan
meluas dari sesuatu yang dipelajarinya, dilihat, dan didengar.
10. Semangat Kebangsaan
Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan
bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.
11. Cinta Tanah Air
Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan
bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.
12. Menghargai Prestasi
Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang
berguna bagi masyarakat, mengakui dan menghormati keberhasilan orang lain.
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
121

13. Bersahabat/Komunikatif
Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang
berguna bagi masyarakat, mengakui dan menghormati keberhasilan orang lain.
14. Cinta Damai
Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya agar berguna bagi masyarakat,
dan mengakui, serta menghormati perbedaan dan keberhasilan orang lain.
15. Gemar Membaca
Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang
memberikan kebajikan bagi dirinya.
16. Peduli Lingkungan
Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan
alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki
kerusakan alam yang sudah terjadi.
17. Peduli Sosial
Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan
masyarakat yang membutuhkan.
18. Tanggung Jawab
Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya,
yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan
(alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa.
Pendidikan karakter tidak dapat berdiri sendiri, melainkan pendidikan yang
terintegrasi secara total oleh seluruh komponen sekolah.
1) Pendidik (Guru)
Pemberian materi pendidikan karakter yang berupa norma-norma dan
kearifan lokal tidak dapat diajarkan secara paksa, melainkan melalui bimbingan
secara persuasif dan terintegrasi. Hal ini dilakukan untuk mengurangi kejenuhan
pada peserta didik yang menjadi penyebab tidak dapat tersampaikannya materi
moral yang diberikan. Guru hendaknya memberikan kesempatan kepada peserta
didik untuk memahami, merasakan, menimbang situasi serta tanggung jawab pada
dirinya.Pemberian kesempatan semacam ini, akan memberikan kesan yang lebih
mengena pada diri peserta didik. Dengan demikian, penyampaian nilai moral dan
kearifan lokan akan lebih bermanfaat dan dapat diwujudkan secara nyata.
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
122

Guru di SMK terbagi menjadi tiga golongan, yaitu guru mata pelajaran kelompok
A (Muatan Nasional), guru mata pelajaran kelompok B (Muatan Kewilayahan) dan
guru mata pelajaran kelompok C (Muatan Kejuruan). Dikarenakan sifat muatan
materi yang berbeda, maka diperlukan metode yang berbeda pula dalam
penyampaian materi pendidikan karakter tersebut.
a) Guru Mata Pelajaran Kelompok A
Mata pelajaran kelompok A merupakan mata pelajaran muatan nasional
yang bersifat menanamkan dan mengambangkan nilai-nilai secara konstruktif yang
berlaku secara nasional. Pengembangan metode pembelajaran yang dapat dilakukan
oleh pendidik adalah:
(1) Memberikan keteladanan kepada siwa dengan pribadi yang baik.
(2) Mengingatkan peserta kepada agar ingat bahwa mereka adalah makhluk Tuhan
YME (kembali kepada fitrah). Hal ini dilakukan untuk membangun pengertian
yang mendalam bahwa manusia hidup di dunia ini dengan aturanTuhan, tidak
boleh hidup dengan seenaknya.
(3) Membangun motivasi yang kuat pada diri peserta didik.

b) Guru Mata Pelajaran Kelompok B


Mata pelajaran kelompok B merupakan mata pelajaran muatan kewilayahan
yang memerlukan pendekatan integral dalam memadukan antara kemampuan kognitif
dan kemapuan afektif pada peserta didik. Pengembangan metode pembelajaran yang
dapat dilakukan oleh pendidik adalah:
(1) Memberikan teladan untuk memberikan kesan keyakinan peserta didik.
(2) Mengklarifikasi nilai karakter/kepribadian yang harus dimiliki kepada peserta
didik.
c) Guru Mata Pelajaran Kelompok C
Mata pelajaran kelompok C merupakan mata pelajaran muatan kejuruan yang
hanya dipelajari oleh peserta didik di SMK sesuai kompetensi keahliannya. Peserta
didik akan memiliki keingintahuan yang tinggi terhadap materi kompetensi keahlian
yang dimiliki. Oleh karena itu, kesabaran dari sang pendidik dalam memberikan materi
kepribadian/karakter yang menyatu dalam mata pelajaran kejuruan.

KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN


SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
110

5. Fleksibel: Jenis muatan lokal yang dipilih dan pengaturan waktunya bersifat fleksibel
sesuai dengan kondisidan karakteristik SMK Maarif 1 Sendangagung
Materi muatan lokal ini sangat sesuai dengan karakteristik daerah Madura
khususnya Kabupaten Lampung Tengah, dimana Lampung Tengah merupakan daerah
yang memiliki banyak Pondok Pesantren dan mayoritas memiliki akreditas tinggi terhadap
agama Islam. Dengan mendalami bahasa Arab akan mencetak sikap, sopan santun dengan
menggunakan tingkatan bahasa. Sehingga materi muatan lokal tersebut akan
mengintregasikan nilai-nilai pendidikan karakter.
Muatan lokal di SMK Maarif 1 Sendangagung mencakup pembelajaran bahasa
Arab dengan alokasi waktu 1 jam, Pendidikan Anti Korupsi 1 jam dan Ke Nu an dengan
2 jam pelajaran.

D. Kegiatan Pengembangan Diri

a) Kegiatan Ekstrakurikuler

1. Pengertian
Melalui belajar manusia mengaktualisasikan dirinya dengan
lingkungannya sedemikian rupa sehingga kualitas hidup dan kehidupannya
menjadi makin baik.Pendidikan pada hakekatnya bukan hanya menjadi tanggung
jawab sekolah, tetapi juga menjadi tanggung jawab keluarga dan masyarakat.
Mengenai pendidikan di sekolah, maka proses pendidikannya tertuang dalam
satuan pendidikan yang lebih dikenal dengan sebutan kurikulum.
Selanjutnya, kegiatan pendidikan yang didasarkan pada penjatahan waktu
bagi masing-masing mata pelajaran sebagaimana tercantum dalam kurikulum
sekolah lebih kita kenal dengan sebutan kurikuler. Sedangkan kegiatan yang di
selenggarakan di luar jam pelajaran tatap muka, dilaksanakan di sekolah atau
diluar sekolah agar lebih memperkaya dan memperluas wawaan pengetahuan dan
kemampuan yang telah dipelajari dari berbagai mata pelajaran dalam kurikulum.
disebut Kegiatan Ekstrakurikuler. Ekstrakurikuler adalah kegiatan yang
dilakukan oleh para peserta didik sekolah atau universitas, di luar jam belajar
kurikulum standar. Kegiatan-kegiatan ini ada pada setiap jenjang pendidikan dari

KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN


SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
111

sekolah dasar sampai universitas termasuk di SMK Maarif 1 Sendangagung.


Kegiatan ekstrakurikuler ditujukan agar peserta didik dapat mengembangkan
kepribadian, bakat, dan kemampuannya di berbagai bidang di luar bidang
akademik.
2. Tujuan Ekstrakurikuler
Secara khusus kegiatan ektrakurikuler bertujuan untuk :
- Menyediakan lingkungan yang memungkinkan peserta didik untuk
mengembangkan potensi, bakat dan kemampuannya secara optimal, sehingga
mereka mampu mewujudkan dirinya dan berfungsi sepenuhnya sesuai dengan
kebutuhan pribadinya maupun kebutuhan masyarakat.
- Memandu (artinya mengidentifikasi dan membina) dan memupuk (artinya
mengembangkan dan meningkatkan) potensi-potensi peserta didik secara utuh.
- Pengembangan aspek afektif (nilai moral dan sosial) dan psikomotor
(ketrampilan) untuk menyeimbangkan aspek kognitif peserta didik.
- Membantu peserta didik dalam pengembangan minatnya, juga membantu
peserta didik agar mempunyai semangat baru untuk lebih giat belajar serta
menanamkan rasa tanggungjawabnya sebagai seorang manusia yang mandiri
(karena dilakukan diluar jam pelajaran).
3. Fungsi
Fungsi dari ekstrakurikuler adalah:
1. Pengembangan, yaitu fungsi kegiatan ekstrakurikuler untuk
mengembangkan kemampuan dan kreativitas peserta didik sesuai dengan
potensi, bakat dan minat mereka.
2. Sosial, yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan
kemampuan dan rasa tanggung jawab sosial peserta didik
3. Rekreatif, yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan
suasana rileks, mengembirakan dan menyenangkan bagi peserta didik
yang menunjang proses perkembangan.
4. Persiapan karir, yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk
mengembangkan kesiapan karir peserta didik.

KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN


SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
112

4. Bentuk Kegiatan Ekstrakurikuler


Menurut Permendikbud Nomor 62 Tahun 2014, bahwa bentuk-bentuk dari
kegiatan ekstrakurikuler yaitu:
a) Krida, misalnya: Kepramukaan, Latihan Kepemimpinan Siswa (LKS),
Palang Merah Remaja (PMR), Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), Paskibra.
b) Karya ilmiah, misalnya: Kegiatan Ilmiah Remaja (KIR), kegiatan
penguasaan keilmuan dan kemampuan akademik, penelitian, dan lainnya.
c) Latihan olah-bakat latihan olah-minat, misalnya: pengembangan bakat
olahraga, seni dan budaya, pecinta alam, jurnalistik, teater, teknologi
informasi dan komunikasi, rekayasa, dan lainnya.
d) Keagamaan, misalnya: pesantren kilat, ceramah keagamaan, dan Baca
Tulis Al-quran (BTQ).
5. Ruang Lingkup Ekstrakurikuler
Menurut Permendikbud Nomor 62 Tahun 2014, bahwa lingkup kegiatan
ekstrakurikuler terdiri dari:
a) Individual, yakni Kegiatan Ekstrakurikuler yang diikuti oleh peserta
didik secara perorangan.
b) Berkelompok, yakni Kegiatan Ekstrakurikuler yang diikuti oleh peserta
didik secara:
1) Berkelompok dalam satu kelas (klasikal).
2) Berkelompok dalam kelas paralel.
3) Berkelompok antarkelas.
6. Prinsip-Prinsip Ekstrakurikuler
Dengan berpedoman kepada tujuan dan maksud kegiatan disekolah
dapat ditetapkan prinsip-prinsip program ekstrakurikuler. Pprinsip-prinsip
kegiatan ekstrakurikuler adalah:
1. Semua murid, guru dan personel administrasi hendaknya ikut serta
dalam meningkatkan program.
2. Kerjasama dalam tim adalah fundamental.
3. Pembatasan-pembatasan untuk partisipasi hendaknya dihindarkan.
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
113

4. Prosesnya adalah lebih penting daripada hasil.


5. Program hendaknya cukup komprehensif dan seimbang dapat
memenuhi kebutuhan dan minat semua siswa.
6. Program hendaknya memperhitungkan kebutuhan khusus sekolah.
7. Program harus dinilai berdasarkan sumbangannya kepada nilai-
nilai pendidikan di sekolah dan efisiensi pelaksanaannya.
8. Kegiatan ini hendaknya menyediakan sumber-sumber motivasi yang
kaya pengajaran kelas, sebaliknya pengajaran kelas hendaknya juga
menyediakan sumber motivasi yang kaya bagi kegiatan murid.
7. Jenis Kegiatan Ekstrakurikuler
Berpijak pada Selanjutnya berdasarkan Permendikbud Nomor 62 Tahun
2014, menyebutkan bahwa ada dua jenis kegiatan ekstrakurikuler, yaitu:
a) Kegiatan ekstrakurikuler wajib
Merupakan Kegiatan Ekstrakurikuler yang wajib diselenggarakan oleh
satuan pendidikan wajib diikuti oleh seluruh peserta didik.
Ekstrakurikuler wajib di SMK Maarif 1 Sendangagung adalah
PRAMUKA.
b) Kegiatan ekstrakurikuler pilihan
Merupakan Kegiatan Ekstrakurikuler yang yang dikembangkan dan
diselenggarakan oleh satuan pendidikan sesuai bakat dan minat peserta
didik.. Ekstrakurikuler pilihan di SMK Maarif 1 Sendangagung adalah
Drumband.
8. Pengembangan
Pengembangan kegiatan ekstrakurikuler pilihan, dapat dilakukan
melalui tahapan-tahapan, yaitu:
1) Analisis sumber daya yang diperlukan dalam penyelenggaraan kegiatan
ekstrakurikuler.
2) Identifikasi kebutuhan, potensi, dan minat peserta didik.
3) Menetapkan bentuk kegiatan yang diselenggarakan.
4) Mengupayakan sumber daya sesuai pilihan peserta didik atau
menyalurkannya ke satuan pendidikan atau lembaga lainnya.
5) Menyusun Program Kegiatan Ekstrakurikuler.
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
114

Semua satuan pendidikan wajib menyusun program kegiatan


ekstrakurikuler yang merupakan bagian dari Rencana Kerja Sekolah. Program
kegiatan ekstrakurikuler pada satuan pendidikan dikembangkan dengan
mempertimbangkan penggunaan sumber daya bersama yang tersedia pada
gugus/ klaster sekolah. Penggunaannya difasilitasi oleh pemerintah Provinsi
atau pemerintah Kabupaten/ Kota sesuai dengan kewenangan masing-masing.
Program Kegiatan Ekstrakurikuler disosialisasikan kepada peserta didik dan
orangtua/ wali pada setiap awal tahun pelajaran.
9. Pelaksanaan
Penjadwalan kegiatan ekstrakurikuler pilihan dirancang di awal tahun
pelajaran oleh pembina di bawah bimbingan kepala sekolah/ madrasah atau
wakil kepala sekolah/ madrasah. Jadwal Kegiatan Ekstrakurikuler diatur agar
tidak menghambat pelaksanaan kegiatan intra dan kokurikuler.
10. Penilaian
Kinerja peserta didik dalam kegiatan ekstrakurikuler perlu mendapat
penilaian dan dideskripsikan dalam raport. Kriteria keberhasilannya meliputi
proses dan pencapaian kompetensi peserta didik dalam kegiatan
ekstrakurikuler yang dipilihnya. Penilaian dilakukan secara kualitatif.
Peserta didik wajib memperoleh nilai minimal “baik”
pada pendidikan Kepramukaan pada setiap semesternya. Nilai yang diperoleh
padapendidikan Kepramukaan berpengaruh terhadap kenaikan kelas peserta
didik. Bagi peserta didik yang belum mencapai nilai minimal perlu mendapat
bimbingan terus menerus untuk mencapainya.

b). Penumbuhan Karakter


1. Rasional
Transformasi pendidikan nasional Indonesia harus menempatkan
karakter sebagai ruh atau dimensi terdalam pendidikan nasional berdampingan
dengan intelektualitas yang tercermin dalam kompetensi yang dapat diwujudkan.
Dengan karakter yang kuat-tangguh beserta kompetensi yang tinggi, yang
dihasilkan oleh pendidikan yang baik, pelbagai kebutuhan, tantangan, dan tuntutan
baru dapat dipenuhi atau diatasi. Oleh karena itu, selain pengembangan
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
115

intelektualitas, pengembangan karakter peserta didik sangatlah penting


menempatan potensi-potensi intelektual dan karakter peserta didik sebagai tujuan.
Pendidikan abad XXI bersandar pada lima tiang pembelajaran sejagat (five pillar of
learning), yaitu learning to know, learning to do, learning to live together, dan
learning to transform for oneself and society.

2. Lima Nilai Utama Karakter


Lima nilai utama karakter yang saling berkaitan membentuk jejaring
nilai yang perlu dikembangkan sebagai prioritas Gerakan PPK. Kelima nilai
utama karakter bangsa yang dimaksud adalah sebagai berikut:
1) Religius Nilai karakter religius mencerminkan keberimanan terhadap Tuhan
yang Maha Esa yang diwujudkan dalam perilaku melaksanakan ajaran agama
dan kepercayaan yang dianut, menghargai perbedaan agama, menjunjung tinggi
sikap toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama dan kepercayaan lain, hidup
rukun dan damai dengan pemeluk agama lain. Nilai karakter religius ini meliputi
tiga dimensi relasi sekaligus, yaitu hubungan individu dengan Tuhan, individu
dengan sesama, dan individu dengan alam semesta (lingkungan).
2) Nasionalis; Nilai karakter nasionalis merupakan cara berpikir, bersikap, dan
berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi
terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsa,
menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan
kelompoknya. Sub nilai nasionalis antara lain apresiasi budaya bangsa sendiri,
menjaga kekayaan budaya bangsa, rela berkorban, unggul, dan berprestasi, cinta
tanah air, menjaga lingkungan, taat hukum, disiplin, menghormati keragaman
budaya, suku,dan agama.
3) Mandiri, Nilai karakter mandiri merupakan sikap dan perilaku tidak bergantung
pada orang lain dan mempergunakan segala tenaga, pikiran, waktu untuk
merealisasikan harapan, mimpi dan cita-cita. Subnilai mandiri antara lain etos
kerja (kerja keras), tangguh tahan banting, daya juang, profesional, kreatif,
keberanian, dan menjadi pembelajar sepanjang hayat.
4) Gotong Royong; Nilai karakter gotong royong mencerminkan tindakan
menghargai semangat kerja sama dan bahu membahu menyelesaikan persoalan
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
116

bersama, menjalin komunikasi dan persahabatan, memberi bantuan/pertolongan


pada orang-orang yang membutuhkan. Sub nilai gotong royong antara lain
menghargai, kerja sama, inklusif, komitmen atas keputusan bersama,
musyawarah mufakat, tolong menolong, solidaritas, empati, anti diskriminasi,
anti kekerasan, dan sikap kerelawanan.
5) Integritas Nilai karakter integritas merupakan nilai yang mendasari perilaku
yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat
dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan, memiliki komitmen dan
kesetiaan pada nilai.

3. Sembilan Prinsip Penumbuhan Karaker


Penumbuhan karakter di sekolah menerapakan sembilan prinsip berikut;
1) Nilai-nilai Moral Universal, penumbuhan karakter berfokus pada penguatan
nilai-nilai moral universal dapat didukung oleh segenap individu dari berbagai
macam latar belakang agama, keyakinan, kepercayaan, sosial, dan budaya.
2) Holistik Gerakan PPK, penumbuhan dilaksanakansecara holistik, dalam arti
pengembangan fisik (olah raga), intelektual (olah pikir), estetika (olah rasa),
etika dan spiritual (olah hati) dilakukan secara utuh-menyeluruh dan serentak,
baik melalui proses pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan
ekstrakurikuler, berbasis pada pengembangan budaya sekolah maupun melalui
kolaborasi dengan komunitas-komunitas di luar lingkungan pendidikan.
3) Terintegrasi;pelaksanaan di SMK Maarif 1 Sendangagung dikembangkan dan
dilaksanakan dengan memadukan, menghubungkan, dan mengutuhkan berbagai
elemen pendidikan, bukan program tambahan dalam proses pelaksanaan
pendidikan.
4) Partisipasi; penumbuhan karakter dilakukan dengan mengikutsertakan dan
melibatkan publik seluas-luasnya sebagai pemangku kepentingan pendidikan
sebagai gerakan. Kepala sekolah, pendidik, tenaga kependidikan, komite
sekolah, dan pihak-pihak lain yang terkait menyepakati prioritas nilai-nilai
utama karakter dan kekhasan sekolah yang diperjuangakan, menyepakati bentuk
dan strategi pelaksanaan Gerakan.

KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN


SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
117

5) Kearifan Lokal, gerakan bertumpu dan responsif pada kearifan lokal nusantara
yang beragam dan majemuk agar pergerakan menjadi kontekstual dan
membumi.
6) Kecakapan Abad 21; gerakan penumbuhan karakter merupakan usaha
mengembangkan kecakapan-kecakapan yang dibutuhkan oleh peserta didik
untuk hidup pada abad 21, antara lain kecakapan berpikir kritis (critical
thinking), berpikir kreatif (creative thinking), kecakapan berkomunikasi
(communication skill), termasuk penguasaan bahasa internasional, dan kerja
sama dalam pembelajaran (collaborative learning).
7) Adil dan Inklusif; penumbuhan dikembangkan dan dilaksanakan berdasarkan
prinsip keadilan, non-diskriminasi, non-sektarian, menghargai kebinekaan dan
perbedaan (inklusif), dan menjunjung harkat dan martabat manusia.
8) Selaras dengan Perkembangan Peserta Didik; Gerakan dikembangkan dan
dilaksanakan selaras dengan perkembangan peserta didik baik perkembangan
biologis, psikologis, maupun sosial, agar tingkat kecocokan dan
keberterimaannya tinggi dan maksimal.
9) Terukur; gerakan dikembangkan dan dilaksanakan agar dapat dimati dan
diketahui proses dan hasilnya secara objektif. Dalam hubungan ini komunitas
sekolah mendeskripsikan nilai-nilai utama karakter yang menjadi prioritas
pengembangan di sekolah dalam sebuah sikap dan perilaku yang dapat diamati
dan diukur secara objektif; mengembangkan programprogram penguatan nilai-
nilai karakter bangsa yang mungkin dilaksanakan dan dicapai oleh sekolah; dan
mengerahkan sumber daya yang dapat disediakan oleh sekolah dan pemangku
kepentingan pendidikan.
Pembangunan pendidikan tidak hanya untuk mengembangkan aspek
intektual saja melainkan juga watak, moral, sosial dan fisik peserta didik, atau
dengan kata lain menciptakan manusia Indonesia seutuhnya. Upaya ini dilakukan
dalam rangka meningkatkan mutu sumber daya manusia Indonesia dan mutu
pendidikan. Untuk melaksanakan hal ini, maka semua jenjang lembaga pendidikan
formal (sekolah) mempunyai tugas untuk melaksanakan hal ini termasuk SMK
Maarif 1 Sendangagung.

KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN


SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
118

Pengembangan aspek watak merupakan salah satu bentuk pembangunan


pendidikan. Terjadinya degradasi moral pada remaja telah menjadi tantangan bagi
dunia pendidikan. Kasus kenakalan remaja banyak yang muncul akhir-akhir ini
memberikan gambaran betapa buruknya perilaku remaja Indonesia saat ini.
Pendidikan karakter merupakan kunci yang sangat penting di dalam membentuk
kepribadian anak. Selain di rumah, pendidikan karakter juga perlu diterapkan di
sekolah dan lingkungan sosial. Pada hakekatnya, pendidikan memiliki tujuan untuk
membantu manusia menjadi cerdas dan tumbuh menjadi insan yang baik. Dalam
rangka mempersiapkan Generasi Emas 2045, pemerintah menguatkan karakter
generasi muda agar memiliki keunggulan dalam persaingan global abad 21. Selain
lima nilai utama karakter, melalui Penguatan Pendidikan Karakter (PPK),
pemerintah mendorong peningkatan literasi dasar, kompetensi berpikir kritis,
kreatif, komunikatif, dan kolaborasi generasi muda.
SMK Maarif 1 Sendangagung merupakan lembaga pendidikan yang
menghasilkan lulusan generasi muda siap kerja, memiliki kewajiban menghasilkan
lulusan yang siap kerja. Lulusan SMK dituntut tidak hanya memiliki hard skill,
akan tetapi juga soft skill. Hard skill dapat dibentuk pada diri peserta didik melalui
masing-masing bidang keahlian pada SMK Maarif 1 Sendangagung. Soft skill
merupakan keterampilan kepribadian yang terbentuk karena penanaman nilai
kebajikan melalui pendidikan karakter. Pendidikan karakter adalah pembentukan
diri manusia secara utuh yang dilakukan oleh pendidik terhadap peserta didiknya,
yang mana pembentukan diri tersebut sudah menjadi tabiat atau kebiasaan yang
tertanam pada diri seseorang.
Beberapa hal berikut ini merupakan Enam Pilar Pendidikan Berkarakter,
yaitu:
1. Trustworthiness (Kepercayaan)
Kepercayaan secara umum merupakan pengakuan akan benarnya terhadap
sesuatu perkara. Kepercayaan adalah keyakinan orang lain terhadap seseorang.
Bahkan mengisyaratkan bahwa orang tersebut akan percaya orang lain tanpa
bukti atau pertanyaan. Oleh karena ituagar kepercayaan bisa terbentuk, maka
perilaku-perilaku bijak harus menjadi kebiasaan dan terbentuklah watak,
diantaranya: jujur, jangan menipu, menjiplak atau mencuri, menjadi orang yang
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
119

handal dalam melakukan apa yang dikatakan dan akan melakukannya. Berani
melakukan hal yang benar, membangun reputasi yang baik, patuh terhadap
norma-norma yang berlaku di sekolah dan di masyarakat.
2. Recpect (Respek)
Bersikap toleran terhadap perbedaan, menggunakan sopan santun, menggunakan
bahasa yang baik, mempertimbangkan perasaan orang lain. Tidak mengancam,
memukul atau menyakiti orang lain. Bersikap damai dengan kemarahan, hinaan
dan perselisihan.

3. Responsibility (Tanggungjawab)
Selalu melakukan yang terbaik, menggunakan kontrol diri dan disiplin. Berpikir
sebelum bertindak, mempertimbangkan konsekuensi, bertanggung jawab atas
pilihan yang telah diambil.
4. Fairness (Keadilan)
Bermain sesuai aturan, mengambil seperlunya dan berbagi, berpikiran terbuka,
mendengarkan orang lain. Tidak mengambil keuntungan dari orang lain dengan
cara yang tidak baik dan tidak menyalahkan orang lain sembarangan.
5. Caring (Peduli)
Bersikap penuh kasih sayang dan menunjukkan kepedulian, mengungkapkan
rasa syukur, maafkan orang lain, dan membantu orang yang membutuhkan.
6. Citizenship (Kewarganegaraan)
Menjadikan sekolah dan masyarakat menjadi lebih baik, bekerja sama,
melibatkan diri dalam urusan masyarakat, menjadi tetangga yang baik, mentaati
hukum dan aturan, menghormati otoritas, dan melindungi lingkungan hidup.
Isi pendidikan karakter adalah nilai-nilai dalam bentuk pengetahuan, sikap,
dan keterampilan yang diberikan oleh pendidik dalam proses pembelajaran dalam
rangka membentuk karakter peserta didik. Delapan belas nilai-nilai dalam
pendidikan karakter menurut Departemen Pendidikan dan Kebudayaan adalah:
1. Religius
Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang
dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun
dengan pemeluk agama lain.
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
120

2. Jujur
Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang
selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan.
3. Toleransi
Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat,
sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya.
4. Disiplin
Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada peraturan yang ada.
5. Kerja Keras
Tindakan yang menunjukkan perilaku semangat bekerja dengan etos kerja
tinggi.
6. Kreatif
Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari
sesuatu yang telah dimiliki.
7. Mandiri
Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam
menyelesaikan tugas-tugas.
8. Demokratis
Cara berfikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban
dirinya dan orang lain.
9. Rasa Ingin Tahu
Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan
meluas dari sesuatu yang dipelajarinya, dilihat, dan didengar.
10. Semangat Kebangsaan
Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan
bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.
11. Cinta Tanah Air
Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan
bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.
12. Menghargai Prestasi
Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang
berguna bagi masyarakat, mengakui dan menghormati keberhasilan orang lain.
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
121

13. Bersahabat/Komunikatif
Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang
berguna bagi masyarakat, mengakui dan menghormati keberhasilan orang lain.
14. Cinta Damai
Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya agar berguna bagi masyarakat,
dan mengakui, serta menghormati perbedaan dan keberhasilan orang lain.
15. Gemar Membaca
Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang
memberikan kebajikan bagi dirinya.
16. Peduli Lingkungan
Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan
alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki
kerusakan alam yang sudah terjadi.
17. Peduli Sosial
Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan
masyarakat yang membutuhkan.
18. Tanggung Jawab
Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya,
yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan
(alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa.
Pendidikan karakter tidak dapat berdiri sendiri, melainkan pendidikan yang
terintegrasi secara total oleh seluruh komponen sekolah.
1) Pendidik (Guru)
Pemberian materi pendidikan karakter yang berupa norma-norma dan
kearifan lokal tidak dapat diajarkan secara paksa, melainkan melalui bimbingan
secara persuasif dan terintegrasi. Hal ini dilakukan untuk mengurangi kejenuhan
pada peserta didik yang menjadi penyebab tidak dapat tersampaikannya materi
moral yang diberikan. Guru hendaknya memberikan kesempatan kepada peserta
didik untuk memahami, merasakan, menimbang situasi serta tanggung jawab pada
dirinya.Pemberian kesempatan semacam ini, akan memberikan kesan yang lebih
mengena pada diri peserta didik. Dengan demikian, penyampaian nilai moral dan
kearifan lokan akan lebih bermanfaat dan dapat diwujudkan secara nyata.
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
122

Guru di SMK terbagi menjadi tiga golongan, yaitu guru mata pelajaran kelompok
A (Muatan Nasional), guru mata pelajaran kelompok B (Muatan Kewilayahan) dan
guru mata pelajaran kelompok C (Muatan Kejuruan). Dikarenakan sifat muatan
materi yang berbeda, maka diperlukan metode yang berbeda pula dalam
penyampaian materi pendidikan karakter tersebut.
a) Guru Mata Pelajaran Kelompok A
Mata pelajaran kelompok A merupakan mata pelajaran muatan nasional
yang bersifat menanamkan dan mengambangkan nilai-nilai secara konstruktif yang
berlaku secara nasional. Pengembangan metode pembelajaran yang dapat dilakukan
oleh pendidik adalah:
(1) Memberikan keteladanan kepada siwa dengan pribadi yang baik.
(2) Mengingatkan peserta kepada agar ingat bahwa mereka adalah makhluk Tuhan
YME (kembali kepada fitrah). Hal ini dilakukan untuk membangun pengertian
yang mendalam bahwa manusia hidup di dunia ini dengan aturanTuhan, tidak
boleh hidup dengan seenaknya.
(3) Membangun motivasi yang kuat pada diri peserta didik.

b) Guru Mata Pelajaran Kelompok B


Mata pelajaran kelompok B merupakan mata pelajaran muatan kewilayahan
yang memerlukan pendekatan integral dalam memadukan antara kemampuan kognitif
dan kemapuan afektif pada peserta didik. Pengembangan metode pembelajaran yang
dapat dilakukan oleh pendidik adalah:
(1) Memberikan teladan untuk memberikan kesan keyakinan peserta didik.
(2) Mengklarifikasi nilai karakter/kepribadian yang harus dimiliki kepada peserta
didik.
c) Guru Mata Pelajaran Kelompok C
Mata pelajaran kelompok C merupakan mata pelajaran muatan kejuruan yang
hanya dipelajari oleh peserta didik di SMK sesuai kompetensi keahliannya. Peserta
didik akan memiliki keingintahuan yang tinggi terhadap materi kompetensi keahlian
yang dimiliki. Oleh karena itu, kesabaran dari sang pendidik dalam memberikan materi
kepribadian/karakter yang menyatu dalam mata pelajaran kejuruan.

KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN


SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
123

Mata pelajaran kejuruan, terdiri dari mata pelajaran teori dan praktik. Oleh
karena itu, pendidik harus dapat memilah dalam memberikan metode penyampaian
kepribadian pada peserta didik. Adapun metode yang dapat dilakukan oleh guru adalah:
1) Memberikan teladan yang baik pada peserta didik
2) Memberikan kepada para peserta didik untuk berlatih dan bekerja secara tim selama
melaksanakan praktik.
3) Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menarik kesimpulan atas
pelajaran yang telah diberikan.
d) Peserta Didik (Peserta didik)
1) Mentaati peraturan yang ada. Peraturan tersebut adalah peraturan tata tertib peserta
didik di sekolah, tata tertib peserta didik di kelas, tata tertib peserta didik di luar
sekolah, serta tata tertib lain yang dibuat oleh sekolah.
e) Sekolah
1) Memberlakukan norma-norma di sekolah,
2) Memberikan kearifan lokal kepada peserta didik lewat kegiatan intra dan
ekstrakulikuler,

Pendidikan karakter ini merupakan sesuatu yang sangat penting dalam


pendidikan dalam rangka mewujudkan bangsa yang berbudaya melalui penguatan nilai-
nilai religius, jujur, toleran, disiplin, bekerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa
ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif,
cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan bertanggung
jawab.Atas dasar pertimbangan tersebutPresiden telah menandatangani Peraturan
Presiden (Perpres) Nomor: 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter.
Dalam Perpres ini disebutkan, Penguatan Pendidikan Karakter yang selanjutnya
disingkat PPK adalah gerakan pendidikan di bawah tanggung jawab SMK Maarif 1
Sendangagung untuk memperkuat karakter peserta didik melalui harmonisasi olah hati,
olah rasa, olah pikir, dan olah raga dengan kerja sama antara satuan pendidikan,
keluarga, dan masyarakat sebagai bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental
(GNRM).

KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN


SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
124

Pendidikan karakter memiliki tujuan:


a. membangun dan membekali Peserta Didik sebagai generasi emas Indonesia Tahun
2045 dengan jiwa Pancasila dan pendidikan karakter yang baik guna menghadapi
dinamika perubahan di masa depan;
b. mengembangkan platform pendidikan nasional yang meletakkan pendidikan karakter
sebagai jiwa utama dalam penyelenggaraan pendidikan bagi Peserta Didik dengan
pelibatan publik yang dilakukan melalui pendidikan jalur formal, nonformal, dan
informal dengan memperhatikan keberagaman budaya Indonesia;
c. merevitalisasi dan memperkuat potensi dan kompetensi pendidik, tenaga
kependidikan, peserta Didik, masyarakat, dan lingkungan keluarga dalam
mengimplementasikan PPK.
Kunci kesuksesan pendidikan karakter terletak pada peran pendidik atau guru.
Sebagaimana ajaran Ki Hajar Dewantara, “ing ngarso sung tuladho, ing madyo
mbangun karso, tut wuri handayani”, maka seorang pendidik idealnya memiliki
kedekatan dengan anak didiknya.

c). Literasi
Pengertian literasi adalah kemampuan seseorang dalam mengolah dan
memahami informasi saat melakukan proses membaca dan menulis. Literasi
memerlukan serangkaian kemampuan kognitif, pengetahuan bahasa tulis dan lisan,
pengetahuan tentang genre dan kultural.Istilah literasi atau dalam bahasa Inggris literacy
berasal dari bahasa Latin literatus, yang berarti "a learned person" atau orang yang
belajar. Dalam bahasa Latin juga dikenal dengan istilah littera (huruf) yang artinya
melibatkan penguasaan sistem-sistem tulisan dan konvensi-konvensi yang
menyertainya.Serbuan teknologi informasi yang semakin gencar, dalam dunia
pendidikan menggunakan istilah multiliterasi. Literasi dianggap merupakan inti
kemampuan dan modal utama bagi peserta didik maupun generasi muda dalam belajar
dan menghadapi tantangan-tantangan masa depan. Pembelajaran literasi yang bermutu
adalah kunci dari keberhasilan peserta didik di masa depan. Untuk itu dibutuhkan
pembelajaran literasi yang bermutu pada semua mata pelajaran oleh semua guru yang
dianggap sebagai guru literasi (teachers of literacy).
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
125

Dalam perkembangan waktu, pengertian literasi bukan hanya berkaitan dengan


keaksaraan atau bahasa, namun berkembang menjadi konsep yang berkaitan dengan
berbagai fungsi dan keterampilan hidup. Konsep Literasi dipahami sebagai seperangkat
kemampuan mengolah informasi, jauh di atas kemampuan menganalisa dan memahami
bahan bacaan.Literasi lebih dari sekadar membaca dan menulis, namun mencakup moral
(moral literacy) dan keterampilan berpikir menggunakan sumber-sumber pengetahuan
dalam bentuk cetak, visual, digital, dan auditori. Di abad 21 ini, kemampuan ini disebut
sebagai literasi informasi.
Pelaksanaan literasi harus merupakan suatu gerakan yang disebut Gerakan
Literasi Sekolah (GLS). GLS memiliki tiga tahapan yaitu, pembiasaan, pengembangan,
dan pembelajaran.
1. Pembiasaan. Penumbuhan minat baca melalui kegiatan 15 menit membaca
(Permendikbud No. 23 Tahun 2015). Tujuan kegiatan literasi di tahap pembiasaan
adalah:
a. Meningkatkan rasa cinta baca di luar jam pelajaran;
b. Meningkatkan kemampuan memahami bacaan;
c. Meningkatkan rasa percaya diri sebagai pembaca yang baik; dan
d. Menumbuhkembangkan penggunaan berbagai sumber bacaan.
e. Kegiatan membaca ini didukung oleh penumbuhan iklim literasi sekolah yang
baik. Dalam tahap pembiasaan, iklim literasi sekolah diarahkan pada pengadaan
dan pengembangan lingkungan fisik, seperti:buku-buku nonpelajaran (novel,
kumpulan cerpen, buku ilmiah populer, majalah, komik, dsb.);sudut baca kelas
untuk tempat koleksi bahan bacaan; danposter-poster tentang motivasi pentingnya
membaca.
Kegiatan pembiasaan litersai di SMK Maarif 1 Sendangagung dilakukan
dengan memberi kebebasan pada siswa untuk membaca berbagai buku yang ada di
sekolah atau siswa diperbolehkan membawa buku sendiri yang mereka sukai..
3. Pengembangan.
Meningkatkan kemampuan literasi melalui kegiatan menanggapi buku
pengayaan.Pada prinsipnya, kegiatan literasi pada tahap pengembangan sama
dengan kegiatan pada tahap pembiasaan namun yang membedakan adalah bahwa
kegiatan 15 menit membaca diikuti oleh kegiatan tindak lanjut pada tahap
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
126

pengembangan. Dalam tahap pengembangan, peserta didik didorong untuk


menunjukkan keterlibatan pikiran dan emosinya dengan proses membaca melalui
kegiatan produktif secara lisan maupun tulisan. Perlu dipahami bahwa kegiatan
produktif ini tidak dinilai secara akademik. Mengingat kegiatan tindak lanjut
memerlukan waktu tambahan di luar 15 menit membaca, sekolah didorong untuk
memasukkan waktu literasi dalam jadwal pelajaran sebagai kegiatan membaca
mandiri atau sebagai bagian dari kegiatan kokurikuler. Bentuk, frekuensi, dan
durasi pelaksanaan kegiatan tindak lanjut disesuaikan dengan kondisi masing-
masing sekolah.Tujuan kegiatan literasi di tahap pengembangan adalah sebagai
tindak lanjut dari kegiatan di tahap pembiasaan, kegiatan 15 menit membaca di
tahap pengembangan diperkuat oleh berbagai kegiatan tindak lanjut yang bertujuan
untuk:
a. Mengasah kemampuan peserta didik dalam menanggapi buku pengayaan secara
lisan dan tulisan;
b. Membangun interaksi antarpeserta didik dan antara peserta didik dengan guru
tentang buku yang dibaca;
c. Mengasah peserta didik untuk berpikir kritis, analitis, kreatif, dan inovatif;
d. Mendorong peserta didik untuk selalu mencari keterkaitan antara buku yang
dibaca dengan diri sendiri dan lingkungan sekitarnya.
Prinsip-prinsip kegiatan Literasi di tahap pengembangan dalam melaksanakan
kegiatan tindak lanjut, beberapa prinsip yang perlu dipertimbangkan dipaparkan
sebagai berikut.
a. Buku yang dibaca/dibacakan adalah buku selain buku teks pelajaran. Buku yang
dibaca/dibacakan adalah buku yang diminati oleh peserta didik. Peserta didik
diperkenankan untuk membaca buku yang dibawa dari rumah.
b. Kegiatan membaca/membacakan buku di tahap ini dapat diikuti oleh tugas-tugas
presentasi singkat, menulis sederhana, presentasi sederhana, kriya, atau seni peran
untuk menanggapi bacaan, yang disesuaikan dengan jenjang dan kemampuan
peserta didik.
c. Tugas-tugas presentasi, menulis, kriya, atau seni peran dapat dinilai secara
nonakademik dengan fokus pada sikap peserta didik selama kegiatan. Tugas-tugas
yang sama nantinya dapat dikembangkan menjadi bagian dari penilaian akademik
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
127

bila kelas/sekolah sudah siap mengembangkan kegiatan literasi ke tahap


pembelajaran.
d. Kegiatan membaca/membacakan buku berlangsung dalam suasana yang
menyenangkan. Untuk memberikan motivasi kepada peserta didik, guru sebaiknya
memberikan masukan dan komentar sebagai bentuk apresiasi.
e. Terbentuknya Tim Literasi Sekolah (TLS) bertugas untuk merancang, mengelola,
dan mengevaluasi program literasi sekolah. Pembentukan TLS dapat dilakukan
oleh kepala sekolah. Adapun TLS beranggotakan pendidik, tenaga kependidikan,
dan pustakawan sekolah.
Kegiatan pengembangan literasi di SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
dilakukan khususnya pada bulan bahasa dengan mengadakan acara bedah buku.
4. Pembelajaran. Meningkatkan kemampuan literasi di semua mata pelajaran dengan
menggunakan buku pengayaan dan strategi membaca di semua mata pelajaran.
Kegiatan berliterasi pada tahap pembelajaran bertujuan:
a. Mengembangkan kemampuan memahami teks dan mengaitkannya dengan
pengalaman pribadi sehingga terbentuk pribadi pembelajar sepanjang hayat;
b. Mengembangkan kemampuan berpikir kritis; dan
c. Mengelola kemampuan komunikasi secara kreatif (verbal, tulisan, visual, digital)
melalui kegiatan menanggapi teks buku bacaan dan buku pelajaran.
d. Melaksanakan berbagai strategi untuk memahami teks dalam semua mata
pelajaran (misalnya, dengan menggunakan graphic organizers).
e. Menggunakan lingkungan fisik, sosial afektif, dan akademik disertai beragam
bacaan (cetak, visual, auditori, digital) yang kaya literasi di luar buku teks
pelajaran untuk memperkaya pengetahuan dalam mata pelajaran.
Prinsip-prinsip Kegiatan Literasi di tahap pembelajaran ini dilakukan
untuk mendukung pelaksanaan Kurikulum 2013 yang mensyaratkan peserta didik
membaca buku nonteks pelajaran. Pembacaan buku nonteks pelajaran sebagai
upaya untuk memperluas wawasan berfikir peserta didik agar semakin banyak
pengetahuan yang diserap. Beberapa prinsip yang perlu dipertimbangkan dalam
tahap pembelajaran ini, antara lain:buku yang dibaca berupa buku tentang
pengetahuan umum, kegemaran, minat khusus, atau teks multimodal, dan juga
dapat dikaitkan dengan mata pelajaran tertentu; danada tagihan yang sifatnya
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
128

akademis (terkait dengan mata pelajaran). Pada tingkatan yang lebih tinggi, peserta
didik membuat karya tulis ilmiah sesuai dengan kompetensi keahliannya yang
menggunakan berbagai referensi yang harus dibaca. Semakin banyak referensi yang
dibaca akan semakin memperluas khazanah berfikir peserta didik dalam
mengembangkan konsep dan idenya. Pembuatan karya tulis ini bisa dalam bentuk
penugasaan dari masing-masing guru mata pelajaran atau berupa lomba karya tulis
oleh sekolah atau mengikuti lomba karya tulis di luar sekolah.
Kegiatan literasi pembelajaran di SMK MAARIF 1 SENDANGAGUNG
dilakukan dengan memberi tugas pad siswa untuk membuat makalah, laporan, atau
karya ilmiah

d) Bimbingan Konseling
Bimbingan adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh orang yang
ahli kepada seseorang atau beberapa orang individu, baik anak-anak, remaja, atau
orang dewasa. Bantuan tersebut berupaarahan, nasihat, saran, serta kritik membangun
agar orang yang dibimbing dapat mengembangkan kemampuan dirinya sendiri dan
mandiri dengan memanfaatkan potensi individu dan sarana yang ada. Bimbingan
diadakan dalam rangka membantu setiap individu untuk lebih mengenali berbagai
informasi tentang dirinya sendiri untuk menyesuaikan dan mengembangkan potensi
diri berdasarkan norma-norma yang berlaku, sehingga pengembangan diri berlangsung
secara optimal dan tidak terjadi pelanggaran terhadap norma-norma yang berlaku.
Konseling adalah hubungan pribadi yang dilakukan secara tatap muka antara
dua orang yaitu konselor dan konseli. Melalui hubungan itu dengan konselor dengan
kemampuan-kemampuan khusus yang dimilikinya menyediakan situasi belajar
dansituasi pengembangan potensi diri secara optimal pada konseli. Dalam hal ini
konseli dibantu untuk memahami diri sendiri, keadaannya sekarang, dan kemungkinan
keadaannya masa depan yang dapat ia ciptakan dengan menggunakan potensi yang
dimilikinya, demi kesejahteraan pribadi maupun masyarakat. Lebih lanjut konseli dapat
belajar bagaimana memecahkan masalah-masalah dan menemukan kebutuhan-
kebutuhan yang akan datang. Konseling merupakan suatu hubungan profesional antara
seorang konselor yang terlatih dengan konseli. Hubungan ini biasanya bersifat
individual atau seorang-seorang, meskipun kadang-kadang melibatkan lebih dari dua
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
129

orang dan dirancang untuk membantu konseli memahami dan memperjelas pandangan
terhadap ruang lingkup hidupnya, sehingga dapat membuat pilihan yang bermakna bagi
dirinya.
Dengan demikian, maka bimbingan dan konseling yaitu suatu bantuan
yang diberikan oleh konselor kepada konseli agar konseli mampu menyelesaikan
masalah yang dihadapinya dan juga mampu mengembangkan potensi yang
dimilikinya secara optimal.
Bimbingan dan konseling diperuntukkan bagi semua konseli atau semua
peserta didik. Prinsip ini berarti bahwa bimbingan diberikan kepada semua konseli
atau konseli, baik yang tidak bermasalah maupun yang bermasalah; baik pria
maupun wanita; baik anak-anak, remaja, maupun dewasa. Dalam hal ini pendekatan
yang digunakan dalam bimbingan lebih bersifat preventif dan pengembangan dari
pada penyembuhan (kuratif); dan lebih diutamakan teknik kelompok dari pada
perseorangan (individual).
Bimbingan dan konseling sebagai proses individuasi. Setiap konseli
bersifat unik (berbeda satu sama lainnya), dan melalui bimbingan konseli dibantu
untuk memaksimalkan perkembangan keunikannya tersebut. Prinsip ini juga berarti
bahwa yang menjadi fokus sasaran bantuan adalah konseli, meskipun pelayanan
bimbingannya menggunakan teknik kelompok.
Bimbingan menekankan hal yang positif. Dalam kenyataan masih ada
konseli yang memiliki persepsi yang negatif terhadap bimbingan, karena bimbingan
dipandang sebagai satu cara yang menekan aspirasi. Sangat berbeda dengan
pandangan tersebut, bimbingan sebenarnya merupakan proses bantuan yang
menekankan kekuatan dan kesuksesan, karena bimbingan merupakan cara untuk
membangun pandangan yang positif terhadap diri sendiri, memberikan dorongan,
dan peluang untuk berkembang.
Bimbingan dan konseling merupakan upaya bersama. Bimbingan bukan
hanya tugas atau tanggung jawab konselor, tetapi juga tugas guru-guru dan kepala
sekolah sesuai dengan tugas dan peran masing-masing. Mereka bekerja sebagai
teamwork yang bekerja secara sistematis dan sinergis.
Bimbingan diarahkan untuk membantu konseli agar dapat melakukan
pilihan dan mengambil keputusan. Bimbingan mempunyai peranan untuk
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
143

6 Bahasa Inggris dan bahasa asing lainnya 75 75 75 75 75 75

B. MUATAN KEWILAYAHAN
1 Seni Budaya 75 75 - - - -
Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan
2 75 75 75 75 - -
Kesehatan
C. MUATAN PEMINATAN KEJURUAN

C1. DASAR BIDANG KEAHLIAN

79 79
1 Simulasi dan Komunikasi Digital

2 Ekonomi Bisnis 79 79
3 Administrasi Umum 79 79
4 IPA 79 79
C2. DASAR KOMPETENSI KEAHLIAN

1 Teknologi Perkantoran 79 79
2 Korepondensi 79 79
3 Kearsipan 79 79
C3. KOMPETENSI KEAHLIAN
6
1 Otomatisasi Tata Kelola Kepegawaian 79 79 79 79

2 Otomatisasi Tata Kelola Keuangan 79 79 79 79

3 Otomatisasi Tata Kelola Sarana dan 79 79


Prasarann 79 79
Otomatisasi Tata Kelola Humas dan
4 79 79 79 79
Keprotokolan
5 Produk Kreatif dan Kewirausahaan 79 79 79 79
D. Muatan Lokal
1. Bahasa Arab 75 75 75 75 75 75
2 Pendidikan Anti Korupsi 75 75 75 75 75 75
3 Ke NU an 75 75 75 75 75 75

G. Mekanisme Penilaian
Penilaian di SMK Maarif 1 Sendangagung mengacu pada Pedoman Penilaian
PSMK Tahun 2017. Penilaian merupakan proses pengumpulan dan pengolahan
informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik mencakup: penilaian
kinerja, penilaian diri, penilaian berbasis portofolio, Ulangan Harian, penilaian tengah
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
144

semester, penilaian akhir semester, ujian tingkat kompetensi, ujian mutu tingkat
kompetensi, ujian nasional, ujian sekolah berstandar nasional, dan ujian sekolah.

a. Ulangan Harian (UH)


 Ulangan Harian (UH) merupakan kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk
menilai kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu Kompetensi Dasar
(KD) atau lebih.
 Peserta didik dapat mengikuti ulangan harian bila telah mengikuti kegiatan
pembelajaran pada Kompetensi Dasar (KD) yang diujikan dengan syarat persentase
kehadiran mengikuti kegiatan pembelajaran pada KD yang diujikan minimal 85%.
 Alokasi waktu pelaksanaan ulangan harian ditentukan oleh masing-masing
guru mata pelajaran dengan mempertimbangkan jumlah butir soal dan tingkat
kesukaran soal.

b. Ulangan Tengah Semester (UTS)


 Ujian Tengah Semester (UTS) dilakukan oleh pendidik untuk mengukur
pencapaian kompetensi peserta didik setelah melaksanakan 8 – 9 minggu
kegiatan pembelajaran.
 Cakupan penilaian tengah semester mepiluti seluruh indikator yang
merepresentasikan seluruh KD pada periode tersebut.
 Peserta didik berhak mengikuti ulangan tengah semester bila telah mengikuti
kegiatan pembelajaran minimal 85% dari jumlah kegiatan pembelajaran yang telah
dilaksanakan.
 Bentuk soal yang diujikan dalam ulangan tengah semester dirancang oleh masing-
masing guru dalam bentuk uraian dan atau pilihan ganda dan harus mengacu pada
ketentuan yang berlaku dalam penyusunan naskah soal.
 Alokasi waktu pelaksanaan ulangan tengah semester ditentukan oleh masing-
masing guru mata pelajaran dengan mempertimbangkan jumlah butir soal dan
tingkat kesukaran soal yang diujikan.
c. Ujian Akhir Semester (UAS)

KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN


SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
145

 Ujian Akhir Semester (UAS) dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian
kompetensi peserta didik diakhir semester. Cakupan penilaian meliputi seluruh
indikator yang merepresentasikan semua KD pada semester tersebut.
 Pelaksanaan ulangan akhir semester dikoordinir oleh sekolah dengan membentuk
panitia pelaksana khusus. Soal-soal yang diujikan pada ulangan akhir semester
disusun secara bersama-sama oleh guru mata pelajaran pada kelas yang paralel.
 Alokasi waktu dan jadwal pelaksanaan ulangan akhir semester ditentukan oleh
sekolah dengan mempertimbangkan mata pelajaran, jumlah butir soal dan tingkat
kesukaran soal yang diujikan.
 Ulangan akhir semester berupa tes tertulis berbentuk soal pilihan berganda dengan
jumlah 40 – 50 soal ditambah 3 – 5 soal uraian.
 Hasil ulangan akhir semester diinformasikan kepada peserta didik dalam bentuk
raport setelah digabung dengan nilai harian dan nilai tengah semester..
 Peserta didik yang belum mencapai KKM harus mengikuti kegiatan remidial.
 Kegiatan remidial dilaksanakan samapai peserta didik dinyatakan tuntas.

d. Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN)


 Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) merupakan kegiatan pengukuran
capaian kompetensi peserta didik yang dilakukan untuk mengukur pencapaian
mata pelajaran tertentu dengan mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan untuk
untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar. Ada beberapa hal yang penting
dalam USBN, yaitu:
1. Ruang lingkup materi: pembuatan soal dilakukan di tingkat provinsi dengan muatan
soal 75% dari provinsi dan 25% dari nasional.
2. Mata pelajaran yang diujikan: semua mata pelajaran diujikan kecuali mata pelajaran
muatan lokal yang tidak diujikan.
3. Jenis soal yang dikerjakan: disamping pilihan ganda, USBN soalnya ada yang
berbentuk essay atau uraian.
4. Tingkat kesulitan soal: tingkat soal antar wilayah akan berbeda-beda, tetapi soal
yang diujikan harus diatas standar nasional yang dibuat.

KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN


SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
146

5. Pengelolaan soal: pemerintah daerah Provinsi Jawa Timur tetapi dengan pengawasan
langsung dari pemerintah pusat.

e. Ujian Nasional (UNAS)


 Penilaian hasil belajar oleh Pemerintah dilakukan dalam bentuk Ujian Nasional
(UN)
dan/atau bentuk lain dalam rangka pengendalian mutu pendidikan;
 Penyelenggaraan UN oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP)
bekerjasama
dengan instansi terkait untuk mengukur pencapaian kompetensi lulusan.
 Hasil UN disampaikan kepada peserta didik dalam bentuk sertifikat hasil UN
selain itu hasil UN disampaikan kepada satuan pendidikan untuk dijadikan
masukan dalam
perbaikan proses pembelajaran;
 Hasil UN disampaikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan sebagai dasar
untuk:
pemetaan mutu program dan/atau satuan pendidikan; pertimbangan seleksi
masuk
jenjang pendidikan berikutnya; serta pembinaan dan pemberian bantuan kepada
satuan pendidikan dalam upayanya untuk meningkatkan mutu pendidikan.

f. Ujian Kompetensi Keahlian


 UKK dilaksanakan bagi peserta didik tingkat XII
 Peserta UKK adalah Peserta UN
 Penyelenggaran UKK berdasarkan Juknis UKK oleh pemerintah/BSNP
 Naskah soal UKK dibuat poleh BSNP dimana sekolah hanya memilih salah satu
dari soal yang disediakan.
 Nilai UKK adalah gabungan antara praktik kejuruan dan teori kerjuaan dengan
komposisi 70% niali praktik kejuruan dan 30% nialai teori kejuruan berdasarkan
JuknisPelaksanaan UKK.
 Gabungan Nilai Kejuruan minimal 70 atau sesui juknis pelaksanaan UKK.

KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN


SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
147

 Hasil UKK disampaikan dalam bentuk sertifikat kompetensi.

H. Kenaikan Kelas
Kenaikan kelas peserta didik SMK Maarif 1 Sendangagung ditetapkan dengan
meng-gunakan kriteria sebagai berikut:
b. Menyelesaikan seluruh program pembelajaran dalam dua semester pada tahun
pelajaran yang diikuti.
c. Nilai (deskripsi) sikap sekurang-kurangnya BAIK sesuai dengan kriteria yang
ditetapkan satuan pendidikan.
d. Nilai ekstrakurikuler pendidikan kepramukaan sekurang-kurangnya BAIK.
e. Nilai akhir kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia dan kelompok mata
pelajaran kewarganegaraan berkategori BAIK maka peserta didik dapat naik kelas
f. Persentase kehadiran selama satu tahun minimal 85%

I. Kelulusan
Kriteria Kelulusan peserta didik dari SMK Maarif 1 Sendangagung ditetapkan
berdasarkan:
o Permendikbud nomor 03 tahun 2017 tentang Penilaian Hasil Belajar oleh
Pemerintah, dan Penilaian Hasil Belajar oleh Satuan Pendidikan.
o Peraturan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) tentang Prosedur Operasional
Standar Penyelenggaraan Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2018/2019
o Pedoman Penyelenggaraan UKK Th 2018/2019 Direktorat Pembinaan Sekolah
Menengah Kejuruan Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan.
o Rapat Dewan Guru.
Kriteria Kelulusan peserta didik dari SMK Maarif 1 Sendangagung adalah

sebagai berikut:

b. Telah menyelesaikan seluruh program pembelajaran.


c. Memperoleh nilai sikap perilaku minimal BAIK.
d. Telah mengikuti Ujian Sekolah dan Ujian Nasional.
e. Nilai Ujian Praktik Kejuruan ≥ 75,00
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
148

Pada tahun 2018/2019 SMK Maarif 1 Sendangagung mentargetkan kelulusan


100%. Hal ini karena pada tahun-tahun sebelumnya kelulusan sudah mencapai
mendekati 100%. Untuk mencapai target ini, maka SMK Maarif 1 Sendangagung
mengadakan berbagai upaya, diantaranya:
a. Mengadakan jam pelajaran tambahan untuk mata pelajaran yang di-UN-kan bagi
kelas XII di semester genap.
b. Mengadakan jam pelajaran tambahan untuk melatih keterampilan peserta didik
dalam mempersiapkan Uji Praktik Kejuruan.
Namun SMK Maarif 1 Sendangagung sudah menyiapkan program pasca Ujian
Nasional sebagai antisipasi bagi peserta didik yang belum lulus Ujian Akhir, yaitu:
b. Memberi pembekalan khusus kepada peserta didik dan orang tua/wali tentang masa
depan.
c. Menyiapkan dan membekali peserta didik untuk mengikuti Ujian Paket C.

KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN


SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
149

BAB III
KALENDER PENDIDIKAN

Kalender pendidikan SMKS Maarif 1 Sendangagung. mengacu kalender pendidikan


yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Lampung dan Dinas Dikbubpora
Kabupaten Lampung Tengah dengan beberapa perubahan yang disesuaikan dengan
kegiatan khusus SMKS Maarif 1 Sendangagung , namun tetap memperhatikan kalender
pendidikan yang terdapat pada Standar Isi.
Kalender pendidikan disusun dan disesuaikan setiap tahun oleh sekolah untuk
mengatur waktu kegiatan pembelajaran. Pengaturan waktu belajar mengacu kepada
Standar Isi dan disesuaikan dengan kebutuhan daerah, karakteristik sekolah, kebutuhan
peserta didik dan masyarakat, serta ketentuan dari pemerintah/pemerintah daerah.
Pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran
adalah sebagi berikut:

A. PERMULAAN TAHUN PEMBELAJARAN

Permulaan tahun pembelajaran dimulai pada hari Senin minggu ketiga bulan Juli,
atau apabila hari tersebut merupakan hari libur, maka permulaan tahun pelajaran
dimulai pada hari berikutnya yang bukan hari libur.

1. Tanggal 13 s/d 06 Juli 2020 adalah proses Penerimaan Peserta Didik Baru
(PPDB)

2. Tanggal 08 Juli 2020 adalah proses seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru

KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN


SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
150

3. Tanggal 09 Juli 2020 adalah pengumuman Peserta Didik Baru yang diterima

4. Tanggal 10 s/d 13 Juli 2020 adalah daftar ulang Peserta Didik Baru

5. Tanggal 15 s/17 Juli 2020 adalah masa pengenalan lingkungan sekolah

6. Tanggal 18 Juli 2020 adalah hari pertama belajar

B. PENGATURAN WAKTU BELAJAR EFEKTIF


Waktu belajar menggunakan sistem semester yang membagi 1 tahun pelajaran
menjadi semester 1 (satu) dan semester 2 (dua).
Kegiatan pembelajaran dilaksanakan selama 6 ( enam) hari, yaitu:

Tabel 5.1 Waktu Belajar Perminggu

HARI WAKTU BELAJAR Jumlah Jam


Senin 07.00 – 14.00 10 Jam
Selasa 07.30 – 14.00 10 Jam
Rabu 07.30 – 14.00 10 Jam
Kamis 07.30 – 14.00 10 Jam
Jum’at 07.15 - 11.25 6 Jam
Sabtu 07.15 – 13.00
Ekstrakurikuler

1. Perhitungan Pembelajaran Efektif


Tabel 5.2 Perhitungan Pembelajaran Efektif

HARI WAKTU BELAJAR JUMLAH JAM


Senin 07.30 – 14.55 10 Jam
Selasa 07.30 – 14.55 10 Jam
Rabu 07.30 - 14.55 10 Jam

KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN


SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
151

Kamis 07.30 - 14.55 10 Jam


Jum’at 07.30 - 11.55 6 Jam
Sabtu Pengembangan Diri

Total Jam Per Minggu 46 Jam

Jumlah Jam Efektif Dalam Satu Tahun:


Jumlah minggu efektif = 36 Minggu
Total Jam Per Minggu = 46 Jam
Jumlah Jam Efektif = 1656 Jam pelajaran

2. Perhitungan Jam Terstruktur


1. Analisis silabus
2. Estimasi kebutuhan jam tatapjam praktik di sekolah dan jam praktik di industri
3. Konversi jam estimasi dengan perbandingan jam tatap muka: jam praktik di
sekolah: jam praktik di industri = 1 : 2 : 4
Estimasi Jam TM + Estimasi Jam PS + Estimasi Jam PI
1 2 4
- Tatap Muka (TM) = 10 jam
- Praktik di sekolah (PS) = 16 jam
- Praktik di industri (PI) = 32 jam
-
Maka ;
 Jumlah jam terstruktur = 10/1 + 16/2 + 32/4 = 58 jam
 Jumlah jam disekolah = 10 * 45” = 360 jam
 Jumlah jam di industri (prakerin) = 32 * 45” = 1440 jam
 Total jam tercantum dalam jadwal = 1656-1440/36 * 8 = 48 jam

Sesuai dengan keadaan dan kebutuhan sekolah, waktu pembelajaran efektif belajar
ditetapkan sebanyak 46 minggu untuk setiap tahun pelajaran.
Dalam kegiatan tengah semester ganjil dilaksanakan setelah 9 minggu proseses
pembelajaran dilaksanakan dengan kegiatan ujian tengah semester ganjil dan kegiatan
tengah semester genap dilaksanakan setelah 9 minggu proses pembelajaran
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
139

F. Ketuntasan Belajar
KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) adalah kriteria paling rendah untuk
menyatakan peserta didik mencapai ketuntasan. KKM ditetapkan diawal tahun ajaran
oleh SMK Maarif 1 Sendangagung berdasarkan hasil musyawarah guru mata pelajaran
di SMK Maarif 1 Sendangagung yang memiliki karakteristik yang hampir sama.
Pertimbangan pendidik atau forum MGMP secara akademis menjadi pertimbangan
utama penetapan KKM.Kriteria ketuntasan minimal (KKM) diperlukan guru untuk
mengetahui kompetensi yang harus dikuasai secara tuntas oleh peserta didik, sehingga
pencapaian kompetensi yang kurang optimal dapat segera diperbaiki. Penentuan
kriteria ketuntasan minimal ditetapkan pada awal tahun pelajaran melalui
musyawarah oleh satuan pendidikan (sekolah).
Fungsi KKM bagi guru atau pendidik dan siswa atau peserta didik adalah:
1. Sebagai acuan bagi seorang guru atau pendidik untuk menilai kompetensi peserta
didik sesuai dengan Kompetensi Dasar (KD) suatu mata pelajaran
2. Sebagai acuan bagi peserta didik untuk mempersiapkan diri dalam mengikuti
pembelajaran di SMK Maarif 1 Sendangagung
3. Sebagai target pencapaian penguasaan materi sesuai dengan KD – nya
4. Sebagai salah satu instrumen dalam melakukan evaluasi pembelajaran
5. Sebagai “kontrak” pedagogik antara pendidik, peserta didik dan masyarakat.
Guru atau pendidik di SMK Maarif 1 Sendangagung sepakat bahwa penentuan
KKM berorientasi pada dua hal pokok, yaitu:
1. Obyek Pembelajaran adalah komponen pembelajaran yang dikelola dan menjadi
tanggung jawab guru, yaitu: Kemampuan rata-rata Peserta Didik, Tingkat kerumitan
Materi Pembelajaran, dan Fasilitas Belajar;
2. Subyek Pembelajaran adalah komponen pembelajaran yang bertindak sebagai
manajer dalam pembelajaran, yaitu menentukan cara pengelolaan pembelajaran agar
berlangsung dengan optimal, meliputi: Penggunaan Model Pembelajaran yang
efektif, Penyajian Media Pembelajaran yang mempermudah dan memperjelas materi
pembelajaran, dan Kreativitas Guru yang bisa memanfaatkan fasilitas dan sumber
belajar secara optimal. Secara garis besar KKM di SMK Maarif 1 Sendangagung
ditentukan berdasarkan:
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
152

dilaksanakan dengan kegiatan ujian tengah semester genap. Kemudian pelaksanaan


ujian semester ganjil minggu kedua Desember 2020, sedangkan pelaksanaan ujian
semester genap dilaksanakan minggu ketiga bulan Mei 2020, sedangkan pelaksanaan
ujian nasional dan ujian sekolah bagi kelas XII berpedoman pada peraturan yang
dikeluarkan oleh pemerintah.

C. PENGATURAN WAKTU LIBUR


Hari libur sekolah adalah hari yang ditetapkan oleh sekolah, pemerintah
pusat, provinsi, dan kabupaten/kota untuk tidak diadakan proses pembelajaran di
sekolah.

Penentuan hari libu memperhatikan ketentuan berikut ini.:


 Keputusan Menteri Pendidikan Nasional, dan/atau Menteri Agama dalam
hal yang terkait dengan hari raya keagamaan.
 Peraturan Pemerintah Pusat/Provinsi/Kabupaten/Kota dalam hal penentuan
hari libur umum/nasional atau penetapan hari serentak untuk setiap jenjang
dan jenis pendidikan.

Sekolah mengambil kebijakan hari libur sebagai berikut ini.


Tabel 5.3 Perkiraan Waktu Libur
NO SEMESTER/TANGGAL URAIAN LIBUR JUMLAH HARI
Semester Ganjil
1. 20 Juli 2021 Hari Raya Idul Adha 1442 H 1
2. 11 Agustus 2021 Tahun Baru Islam 1441 H 1
3. 17 Agustus 2021 HUT RI Ke 76 1
4. 20 Oktober 2021 Maulid Nabi Muhammad SAW 1
5. 20 Des 2021 s/d 1 Jan Libur Semester gamjil 12
2022
6 1 Januari 2022 Tahun Baru Masehi 2022 1
7 1 Februari 2022 Tahun Baru Imlek 1
8 1 Maret 2022 Isra’ Mi’raj 1
9 3 Maret 2022 Hari Raya Nyepi 1
10 15 April 2022 Wafat Isa Almasih 1
11 1 Mei 2022 Hari Buruh 1
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
141

b. Tingkat kompleksitas/kesulitan kompetensi


 Kompleksitas/kesulitan rendah, diberi skor 3
 Kompleksitas/kesulitan sedang, diberi skor 2
 Kompleksitas/kesulitan tinggi, diberi skor 1
c. Sumber daya pendukung pembelajaran (SDM, alat dan bahan)
 Dukungan tinggi, diberi skor 3
 Dukungan sedang, diberi skor 2
 Dukungan rendah, diberi skor 1
Contoh penentuan KKM
Jika dalam pembelajaran suatu kompetensi/mata pelajaran memiliki kondisi:
Kemampuan rata-rata peserta didik ”65” skor: 2
Tingkat kesulitan/kompleksitas ”sedang” skor: 2
Sumber daya pendukung ”sedang” skor: 2
Maka nilai KKM-nya adalah :

(𝑨 + 𝑩 + 𝑪)
𝑲𝑲𝑴 = 𝒙 𝟏𝟎𝟎
𝟗
(𝟐 + 𝟐 + 𝟐)
𝑲𝑲𝑴 = 𝒙 𝟏𝟎𝟎
𝟗
𝑲𝑲𝑴 = 𝟔𝟔, 𝟕 𝒂𝒕𝒂𝒖 𝒅𝒊𝒃𝒖𝒍𝒂𝒕𝒌𝒂𝒏 𝒎𝒆𝒏𝒋𝒂𝒅𝒊 𝟔𝟕

Dengan mengacu pada perhitungan diatas Kriteria Ketuntasan Minimal untuk masing
–masing mata pelajaran kelompok normatif dan adaptif pada SMK Maarif 1
Sendangagung adalah sebagai berikut

KKM Kompetensi Produktif


KKM kompetensi produktif mengacu kepada standar minimal penguasaan
kompetensi yang berlaku di dunia kerja yang bersangkutan. Kriteria ideal
ketuntasan untuk masing-masing indikator pada KD kompetensi produktif pada
dasarnya adalah lulus/tidak lulus atau kompeten/tidak kompeten. Peserta didik
yang mencapai kompetensi minimal diberi skor 75. Penentuan nilai ketuntasan
belajar kompetensi produktif dapat dilakukan melalui langkah-langkah sebagai
berikut :

KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN


SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
142

o Tentukan proporsi pembobotan untuk pengetahuan, keterampilan dan sikap


sesuai dengan indikator/ kompetensi dasar/standar kompetensi mengarah pada
kebutuhan ranah taksonomi.
o Tentukan batas kompeten untuk pengetahuan, keterampilan dan sikap. Batas
kompeten adalah cerminan penguasaan indikator yang dipersyaratkan pada
setiap SK/KD/indikator yang merupakan kemampuan minimal. Peserta didik
dinyatakan kompeten jika memenuhi persyaratan minimal berikut :
- Pengetahuan : sesuai dengan kisi-kisi soal teori.
- Keterampilan dan sikap : sesuai dengan indikator yang dijabarkan menjadi
aspek penilaian pada lembar observasi (lihat lampiran RPP Perangkat
Penilaian).
o Menghitung perolehan nilai untuk setiap ranah dan menggabungkannya
sesuai dengan bobot yang telah ditentukan.Peserta didik yang telah mencapai
standar minimal sesuai dengan indikator dinyatakan kompeten dan
memperoleh nilai konversi 70. Gradasi nilai hanya diberikan kepada peserta
didik yang telah dinyatakan kompeten, yang berarti nilai 70 telah dapat
dimiliki peserta didik. Jika peserta didik memiliki performansi/unjuk kerja
melebihi standar minimal yang ditetapkan dalam aspek penilaian seperti :
Lebih cepat, lebih presisi, lebih indah, lebih kreatif, lebih bersih, dan lebih
teliti, maka peserta didik dapat memperoleh nilai lebih dari 70. (Ini sistem
penilaian yg lama.. disesuaikan dg kondisi sekolah masing-masing)

Dengan memperhatikan pada hasil musyawarah dewan guru dan tim


pengembang kurikulum maka nilai KKM tiap mata pelajaran ditetepkan sebagai berikut:

Kls. X Kls. XI Kls. XII


NO Mata Pelajaran Total
1 2 1 2 1 2

A. MUATAN NASIONAL
1 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 75 75 75 75 75 75
Pendidikan Pancasila dan 75 75 75
2 Kewarganegaraan 75 75 75
3 Bahasa dan Sastra Indonesia 75 75 75 75 75 75
4 Matematika 75 75 75 75 75 75
5 Sejarah Indonesia 75 75 75 75 75 75
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
143

6 Bahasa Inggris dan bahasa asing lainnya 75 75 75 75 75 75

B. MUATAN KEWILAYAHAN
1 Seni Budaya 75 75 - - - -
Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan
2 75 75 75 75 - -
Kesehatan
C. MUATAN PEMINATAN KEJURUAN

C1. DASAR BIDANG KEAHLIAN

79 79
1 Simulasi dan Komunikasi Digital

2 Ekonomi Bisnis 79 79
3 Administrasi Umum 79 79
4 IPA 79 79
C2. DASAR KOMPETENSI KEAHLIAN

1 Teknologi Perkantoran 79 79
2 Korepondensi 79 79
3 Kearsipan 79 79
C3. KOMPETENSI KEAHLIAN
6
1 Otomatisasi Tata Kelola Kepegawaian 79 79 79 79

2 Otomatisasi Tata Kelola Keuangan 79 79 79 79

3 Otomatisasi Tata Kelola Sarana dan 79 79


Prasarann 79 79
Otomatisasi Tata Kelola Humas dan
4 79 79 79 79
Keprotokolan
5 Produk Kreatif dan Kewirausahaan 79 79 79 79
D. Muatan Lokal
1. Bahasa Arab 75 75 75 75 75 75
2 Pendidikan Anti Korupsi 75 75 75 75 75 75
3 Ke NU an 75 75 75 75 75 75

G. Mekanisme Penilaian
Penilaian di SMK Maarif 1 Sendangagung mengacu pada Pedoman Penilaian
PSMK Tahun 2017. Penilaian merupakan proses pengumpulan dan pengolahan
informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik mencakup: penilaian
kinerja, penilaian diri, penilaian berbasis portofolio, Ulangan Harian, penilaian tengah
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
144

semester, penilaian akhir semester, ujian tingkat kompetensi, ujian mutu tingkat
kompetensi, ujian nasional, ujian sekolah berstandar nasional, dan ujian sekolah.

a. Ulangan Harian (UH)


 Ulangan Harian (UH) merupakan kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk
menilai kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu Kompetensi Dasar
(KD) atau lebih.
 Peserta didik dapat mengikuti ulangan harian bila telah mengikuti kegiatan
pembelajaran pada Kompetensi Dasar (KD) yang diujikan dengan syarat persentase
kehadiran mengikuti kegiatan pembelajaran pada KD yang diujikan minimal 85%.
 Alokasi waktu pelaksanaan ulangan harian ditentukan oleh masing-masing
guru mata pelajaran dengan mempertimbangkan jumlah butir soal dan tingkat
kesukaran soal.

b. Ulangan Tengah Semester (UTS)


 Ujian Tengah Semester (UTS) dilakukan oleh pendidik untuk mengukur
pencapaian kompetensi peserta didik setelah melaksanakan 8 – 9 minggu
kegiatan pembelajaran.
 Cakupan penilaian tengah semester mepiluti seluruh indikator yang
merepresentasikan seluruh KD pada periode tersebut.
 Peserta didik berhak mengikuti ulangan tengah semester bila telah mengikuti
kegiatan pembelajaran minimal 85% dari jumlah kegiatan pembelajaran yang telah
dilaksanakan.
 Bentuk soal yang diujikan dalam ulangan tengah semester dirancang oleh masing-
masing guru dalam bentuk uraian dan atau pilihan ganda dan harus mengacu pada
ketentuan yang berlaku dalam penyusunan naskah soal.
 Alokasi waktu pelaksanaan ulangan tengah semester ditentukan oleh masing-
masing guru mata pelajaran dengan mempertimbangkan jumlah butir soal dan
tingkat kesukaran soal yang diujikan.
c. Ujian Akhir Semester (UAS)

KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN


SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
145

 Ujian Akhir Semester (UAS) dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian
kompetensi peserta didik diakhir semester. Cakupan penilaian meliputi seluruh
indikator yang merepresentasikan semua KD pada semester tersebut.
 Pelaksanaan ulangan akhir semester dikoordinir oleh sekolah dengan membentuk
panitia pelaksana khusus. Soal-soal yang diujikan pada ulangan akhir semester
disusun secara bersama-sama oleh guru mata pelajaran pada kelas yang paralel.
 Alokasi waktu dan jadwal pelaksanaan ulangan akhir semester ditentukan oleh
sekolah dengan mempertimbangkan mata pelajaran, jumlah butir soal dan tingkat
kesukaran soal yang diujikan.
 Ulangan akhir semester berupa tes tertulis berbentuk soal pilihan berganda dengan
jumlah 40 – 50 soal ditambah 3 – 5 soal uraian.
 Hasil ulangan akhir semester diinformasikan kepada peserta didik dalam bentuk
raport setelah digabung dengan nilai harian dan nilai tengah semester..
 Peserta didik yang belum mencapai KKM harus mengikuti kegiatan remidial.
 Kegiatan remidial dilaksanakan samapai peserta didik dinyatakan tuntas.

d. Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN)


 Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) merupakan kegiatan pengukuran
capaian kompetensi peserta didik yang dilakukan untuk mengukur pencapaian
mata pelajaran tertentu dengan mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan untuk
untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar. Ada beberapa hal yang penting
dalam USBN, yaitu:
1. Ruang lingkup materi: pembuatan soal dilakukan di tingkat provinsi dengan muatan
soal 75% dari provinsi dan 25% dari nasional.
2. Mata pelajaran yang diujikan: semua mata pelajaran diujikan kecuali mata pelajaran
muatan lokal yang tidak diujikan.
3. Jenis soal yang dikerjakan: disamping pilihan ganda, USBN soalnya ada yang
berbentuk essay atau uraian.
4. Tingkat kesulitan soal: tingkat soal antar wilayah akan berbeda-beda, tetapi soal
yang diujikan harus diatas standar nasional yang dibuat.

KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN


SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
146

5. Pengelolaan soal: pemerintah daerah Provinsi Jawa Timur tetapi dengan pengawasan
langsung dari pemerintah pusat.

e. Ujian Nasional (UNAS)


 Penilaian hasil belajar oleh Pemerintah dilakukan dalam bentuk Ujian Nasional
(UN)
dan/atau bentuk lain dalam rangka pengendalian mutu pendidikan;
 Penyelenggaraan UN oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP)
bekerjasama
dengan instansi terkait untuk mengukur pencapaian kompetensi lulusan.
 Hasil UN disampaikan kepada peserta didik dalam bentuk sertifikat hasil UN
selain itu hasil UN disampaikan kepada satuan pendidikan untuk dijadikan
masukan dalam
perbaikan proses pembelajaran;
 Hasil UN disampaikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan sebagai dasar
untuk:
pemetaan mutu program dan/atau satuan pendidikan; pertimbangan seleksi
masuk
jenjang pendidikan berikutnya; serta pembinaan dan pemberian bantuan kepada
satuan pendidikan dalam upayanya untuk meningkatkan mutu pendidikan.

f. Ujian Kompetensi Keahlian


 UKK dilaksanakan bagi peserta didik tingkat XII
 Peserta UKK adalah Peserta UN
 Penyelenggaran UKK berdasarkan Juknis UKK oleh pemerintah/BSNP
 Naskah soal UKK dibuat poleh BSNP dimana sekolah hanya memilih salah satu
dari soal yang disediakan.
 Nilai UKK adalah gabungan antara praktik kejuruan dan teori kerjuaan dengan
komposisi 70% niali praktik kejuruan dan 30% nialai teori kejuruan berdasarkan
JuknisPelaksanaan UKK.
 Gabungan Nilai Kejuruan minimal 70 atau sesui juknis pelaksanaan UKK.

KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN


SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
147

 Hasil UKK disampaikan dalam bentuk sertifikat kompetensi.

H. Kenaikan Kelas
Kenaikan kelas peserta didik SMK Maarif 1 Sendangagung ditetapkan dengan
meng-gunakan kriteria sebagai berikut:
b. Menyelesaikan seluruh program pembelajaran dalam dua semester pada tahun
pelajaran yang diikuti.
c. Nilai (deskripsi) sikap sekurang-kurangnya BAIK sesuai dengan kriteria yang
ditetapkan satuan pendidikan.
d. Nilai ekstrakurikuler pendidikan kepramukaan sekurang-kurangnya BAIK.
e. Nilai akhir kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia dan kelompok mata
pelajaran kewarganegaraan berkategori BAIK maka peserta didik dapat naik kelas
f. Persentase kehadiran selama satu tahun minimal 85%

I. Kelulusan
Kriteria Kelulusan peserta didik dari SMK Maarif 1 Sendangagung ditetapkan
berdasarkan:
o Permendikbud nomor 03 tahun 2017 tentang Penilaian Hasil Belajar oleh
Pemerintah, dan Penilaian Hasil Belajar oleh Satuan Pendidikan.
o Peraturan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) tentang Prosedur Operasional
Standar Penyelenggaraan Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2018/2019
o Pedoman Penyelenggaraan UKK Th 2018/2019 Direktorat Pembinaan Sekolah
Menengah Kejuruan Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan.
o Rapat Dewan Guru.
Kriteria Kelulusan peserta didik dari SMK Maarif 1 Sendangagung adalah

sebagai berikut:

b. Telah menyelesaikan seluruh program pembelajaran.


c. Memperoleh nilai sikap perilaku minimal BAIK.
d. Telah mengikuti Ujian Sekolah dan Ujian Nasional.
e. Nilai Ujian Praktik Kejuruan ≥ 75,00
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
148

Pada tahun 2018/2019 SMK Maarif 1 Sendangagung mentargetkan kelulusan


100%. Hal ini karena pada tahun-tahun sebelumnya kelulusan sudah mencapai
mendekati 100%. Untuk mencapai target ini, maka SMK Maarif 1 Sendangagung
mengadakan berbagai upaya, diantaranya:
a. Mengadakan jam pelajaran tambahan untuk mata pelajaran yang di-UN-kan bagi
kelas XII di semester genap.
b. Mengadakan jam pelajaran tambahan untuk melatih keterampilan peserta didik
dalam mempersiapkan Uji Praktik Kejuruan.
Namun SMK Maarif 1 Sendangagung sudah menyiapkan program pasca Ujian
Nasional sebagai antisipasi bagi peserta didik yang belum lulus Ujian Akhir, yaitu:
b. Memberi pembekalan khusus kepada peserta didik dan orang tua/wali tentang masa
depan.
c. Menyiapkan dan membekali peserta didik untuk mengikuti Ujian Paket C.

KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN


SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
149

BAB III
KALENDER PENDIDIKAN

Kalender pendidikan SMKS Maarif 1 Sendangagung. mengacu kalender pendidikan


yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Lampung dan Dinas Dikbubpora
Kabupaten Lampung Tengah dengan beberapa perubahan yang disesuaikan dengan
kegiatan khusus SMKS Maarif 1 Sendangagung , namun tetap memperhatikan kalender
pendidikan yang terdapat pada Standar Isi.
Kalender pendidikan disusun dan disesuaikan setiap tahun oleh sekolah untuk
mengatur waktu kegiatan pembelajaran. Pengaturan waktu belajar mengacu kepada
Standar Isi dan disesuaikan dengan kebutuhan daerah, karakteristik sekolah, kebutuhan
peserta didik dan masyarakat, serta ketentuan dari pemerintah/pemerintah daerah.
Pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran
adalah sebagi berikut:

A. PERMULAAN TAHUN PEMBELAJARAN

Permulaan tahun pembelajaran dimulai pada hari Senin minggu ketiga bulan Juli,
atau apabila hari tersebut merupakan hari libur, maka permulaan tahun pelajaran
dimulai pada hari berikutnya yang bukan hari libur.

1. Tanggal 13 s/d 06 Juli 2020 adalah proses Penerimaan Peserta Didik Baru
(PPDB)

2. Tanggal 08 Juli 2020 adalah proses seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru

KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN


SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
150

3. Tanggal 09 Juli 2020 adalah pengumuman Peserta Didik Baru yang diterima

4. Tanggal 10 s/d 13 Juli 2020 adalah daftar ulang Peserta Didik Baru

5. Tanggal 15 s/17 Juli 2020 adalah masa pengenalan lingkungan sekolah

6. Tanggal 18 Juli 2020 adalah hari pertama belajar

B. PENGATURAN WAKTU BELAJAR EFEKTIF


Waktu belajar menggunakan sistem semester yang membagi 1 tahun pelajaran
menjadi semester 1 (satu) dan semester 2 (dua).
Kegiatan pembelajaran dilaksanakan selama 6 ( enam) hari, yaitu:

Tabel 5.1 Waktu Belajar Perminggu

HARI WAKTU BELAJAR Jumlah Jam


Senin 07.00 – 14.00 10 Jam
Selasa 07.30 – 14.00 10 Jam
Rabu 07.30 – 14.00 10 Jam
Kamis 07.30 – 14.00 10 Jam
Jum’at 07.15 - 11.25 6 Jam
Sabtu 07.15 – 13.00
Ekstrakurikuler

1. Perhitungan Pembelajaran Efektif


Tabel 5.2 Perhitungan Pembelajaran Efektif

HARI WAKTU BELAJAR JUMLAH JAM


Senin 07.30 – 14.55 10 Jam
Selasa 07.30 – 14.55 10 Jam
Rabu 07.30 - 14.55 10 Jam

KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN


SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
151

Kamis 07.30 - 14.55 10 Jam


Jum’at 07.30 - 11.55 6 Jam
Sabtu Pengembangan Diri

Total Jam Per Minggu 46 Jam

Jumlah Jam Efektif Dalam Satu Tahun:


Jumlah minggu efektif = 36 Minggu
Total Jam Per Minggu = 46 Jam
Jumlah Jam Efektif = 1656 Jam pelajaran

2. Perhitungan Jam Terstruktur


1. Analisis silabus
2. Estimasi kebutuhan jam tatapjam praktik di sekolah dan jam praktik di industri
3. Konversi jam estimasi dengan perbandingan jam tatap muka: jam praktik di
sekolah: jam praktik di industri = 1 : 2 : 4
Estimasi Jam TM + Estimasi Jam PS + Estimasi Jam PI
1 2 4
- Tatap Muka (TM) = 10 jam
- Praktik di sekolah (PS) = 16 jam
- Praktik di industri (PI) = 32 jam
-
Maka ;
 Jumlah jam terstruktur = 10/1 + 16/2 + 32/4 = 58 jam
 Jumlah jam disekolah = 10 * 45” = 360 jam
 Jumlah jam di industri (prakerin) = 32 * 45” = 1440 jam
 Total jam tercantum dalam jadwal = 1656-1440/36 * 8 = 48 jam

Sesuai dengan keadaan dan kebutuhan sekolah, waktu pembelajaran efektif belajar
ditetapkan sebanyak 46 minggu untuk setiap tahun pelajaran.
Dalam kegiatan tengah semester ganjil dilaksanakan setelah 9 minggu proseses
pembelajaran dilaksanakan dengan kegiatan ujian tengah semester ganjil dan kegiatan
tengah semester genap dilaksanakan setelah 9 minggu proses pembelajaran
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
152

dilaksanakan dengan kegiatan ujian tengah semester genap. Kemudian pelaksanaan


ujian semester ganjil minggu kedua Desember 2020, sedangkan pelaksanaan ujian
semester genap dilaksanakan minggu ketiga bulan Mei 2020, sedangkan pelaksanaan
ujian nasional dan ujian sekolah bagi kelas XII berpedoman pada peraturan yang
dikeluarkan oleh pemerintah.

C. PENGATURAN WAKTU LIBUR


Hari libur sekolah adalah hari yang ditetapkan oleh sekolah, pemerintah
pusat, provinsi, dan kabupaten/kota untuk tidak diadakan proses pembelajaran di
sekolah.

Penentuan hari libu memperhatikan ketentuan berikut ini.:


 Keputusan Menteri Pendidikan Nasional, dan/atau Menteri Agama dalam
hal yang terkait dengan hari raya keagamaan.
 Peraturan Pemerintah Pusat/Provinsi/Kabupaten/Kota dalam hal penentuan
hari libur umum/nasional atau penetapan hari serentak untuk setiap jenjang
dan jenis pendidikan.

Sekolah mengambil kebijakan hari libur sebagai berikut ini.


Tabel 5.3 Perkiraan Waktu Libur
NO SEMESTER/TANGGAL URAIAN LIBUR JUMLAH HARI
Semester Ganjil
1. 20 Juli 2021 Hari Raya Idul Adha 1442 H 1
2. 11 Agustus 2021 Tahun Baru Islam 1441 H 1
3. 17 Agustus 2021 HUT RI Ke 76 1
4. 20 Oktober 2021 Maulid Nabi Muhammad SAW 1
5. 20 Des 2021 s/d 1 Jan Libur Semester gamjil 12
2022
6 1 Januari 2022 Tahun Baru Masehi 2022 1
7 1 Februari 2022 Tahun Baru Imlek 1
8 1 Maret 2022 Isra’ Mi’raj 1
9 3 Maret 2022 Hari Raya Nyepi 1
10 15 April 2022 Wafat Isa Almasih 1
11 1 Mei 2022 Hari Buruh 1
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
153

12 2 Mei 2022 Hari Pendidikan Nasional 1


13 2 s/d 4 Mei 202 Hari Raya Idul Fitri 3
14 16 Mei 2022 Hari Raya Waisak 1
15 26 Mei 2022 Kenaikan Isa Almasih 1
16 1 Juni 2022 Hari Lahir Pancasila 1
17 22 Juni s/d 9 Juli 2022 Libur Semester Genap 16

D. PRAKTEK KERJA INDUSTRI (PRAKERIN)


Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) diberlakukan untuk siswa kelas XI dan
dilaksanakan pada semester ganjil. Waktu pelaksanaan 3 bulan dimulai dari bulan
September s/d November 2020. Dimana siswa melaksanakan Praktek Kerja Industri di
perusahaan/instansi yang telah bekerja sama dengan SMK Maarif 1 Sendangagung

BAB IV

PENUTUP

Kurikulum merupakan salah satu bentuk realisasi kebijakan desentralisasi di bidang


pendidikan agar kurikulum benar-benar sesuai dengan kebutuhan pengembangan potensi
peserta didik di sekolah dengan mempertimbangkan kepentinganlokal, nasional dan
tuntutan global dengan semangat Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). Melalui KTSP
yang disusun dan dikembangkan oleh satuan pendidikan, diharapkan dapat memotivasi
guru untuk mengubah paradigm sebagai “curriculum user" menjadi "curriculum
developer". Ini berarti bahwa guru bukan hanya sekedar pengguna, melainkan telah turut
berperan aktif dalam merencanakan tujuan, isi, dan bahan pembelajaran, serta cara yang
akan digunakan sebagai pedoman penyelengggaraan kegiatan pembelajaran untuk
mencapai tujuan pembelajaran tertentu. .
KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN
SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG
154

Dengan selesainya dokumen Kurikulum SMK Maarif 1 Sendangagung Kab.


Lampung Tengah ini, diharapkan layananan pendidikan SMK Maarif 1 Sendangagung
Kab. Lampung Tengah menjadi lebih fokus dan terarah di dalam mencapai visi, misi, dan
tujuan pendidikan di SMK Lampung Tenag Kab. Lampung Tengah. Dokumen 1 memuat
antara lain: visi, misi, dan tujuan pendidikan, struktur kurikulum, beban belajar, pengaturan
waktu belajar, kriteria kenaikan kelas, kriteria kelulusan, serta kalender akademik.
Hal-hal yang belum diatur dalam dokumen Kurikulum ini, namun dirasakan
penting maka akan diaturkemudian sesuai kebutuhan. Untuk itu dihararapkan kepada
semua stakeholder untuk memberikan masukan berupa saran dan kritik untuk menjadikan
dokumen Kurikulum ini lebih bermakna.

KTSP KURIKULUM 13 OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN


SMK MA’ARIF 1 SENDANG AGUNG