Anda di halaman 1dari 25

Dosen Pembimbing :

Dinarti , SKp Map


1. AFIFAH DELFIA PUTRI (17120120005)
2. FIKRI MAULANAA HAKIM (P17120120015)
3. RISKA WULANDARE (P17120120034)
1 Promosi Kesehatan 4 Satuan Acara Penyuluhan
(SAP)

2 Pendidikan Kesehatan 5 Kesimpulan dan Saran

3 6 Daftar Pustaka
Obesitas
Metode (method), secara harfiah berarti cara. Selain itu metode
atau metodik berasal dari bahasa Greeka, metha, (melalui atau
melewati), dan hodos (jalan atau cara), jadi metode bisa berarti "
jalan atau cara yang harus di lalui untuk mencapai tujuan tertentu"
Metode adalah cara teratur/sistematis yang digunakan untuk
melaksanakan suatu pekerjaan agar tercapai tujuan sesuai dengan
yang dikehendaki
1
Metoda Individual Metoda Massa 2
a.Bimbingan dan Penyuluhan • Ceramah umum
b.Interview • Pidato
• Simulasi
• Tulisan-tulisan di majalah
• Bill board
3 Metoda Kelompok
b. Kelompok Kecil
Metoda Kelompok • Diskusi
a. Kelompok Besar • Curah pendapat
• Ceramah • Bola salju
• Seminar • Buzz group
• Role play
• Permainan simulasi
A. Konsep Dasar
Konsep dasar pendidikan kesehatan adalah suatu proses belajar yang berarti didalam pendidikan itu terjadi proses
pertumbuhan, perkembangan, atau perubahan ke arah yang lebih dewasa, lebih baik, lebih matang pada diri individu,
kelompok atau masyarakat.

B. Batasan Pendidikan Kesehatan


Batasan pendidikan kesehatan adalah suatu upaya atau kegiatan untuk memengaruhi orang agar ia atau mereka
berperilaku sesuai dengan nilai-nilai kesehatan. Pendidikan kesehatan juga suatu kegiatan untuk menjadikan kondisi
sedemikian rupa sehingga orang mampu untuk berperilaku hidup sehat
C. Tujuan Pendidikan Kesehatan
• Berdasarkan WHO tahun 1954 tujuan pendidikan kesehatan untuk mengubah perilaku orang atau masyarakat dari
perilaku yang tidak sehat atau belum sehat menjadi perilaku sehat.
• Mengubah perilaku yang kaitannya dengan budaya

D. Sasaran Pendidikan Kesehatan


• Masyarakat Umum
• Masyarakat dalam kelompok tertentu
• Individu
E. Proses Pendidikan Kesehatan
➢ Persoalan Masukan (input)
➢ Persoalan Proses
➢ Persoalan Keluaran (output)

F. Ruang Lingkup Pendidikan Kesehatan


➢ Dimensi Sasaran
➢ Dimensi Tempat Pelaksanaanya
➢ Dimensi tingkat Pelayangan Kesehatan
G. Tahapan Pembuatan Perencanaan atau Merancang SAP
1. Tentukan dan identifikasi sasaran/klien
2. Menyusun jadwal rencana pelaksanaan
3. Menentukan prioritas pengajaran atau pokok bahasan
4. Menetapkan tujuan pembelajaran
5. Menentukan subtansi atau isi materi promosi Kesehatan
6. Memilih strategi atau metode belajar, sesuaikan dengan tujuan perubahan yang diharapkan
7. Memilih alat bantu mengajar / media promosi kesehatan
8. Merancang rencana kegiatan pelaksanaan
9. Menyusun rencana evaluasi
A. Pengertian
Obesitas didefinisikan sebagai suatu kelainan atau penyakit yang ditandai dengan penimbunan jaringan lemak tubuh secara berlebihan.
Obesitas adalah suatu keadaan dimana terjadi penumpukan lemak tubuh yang berlebih, sehingga berat badan seseorang jauh di atas
normal dan dapat membahayakan kesehatan

B. Penyebab
1 4 Genetik
Faktor Psikologis

2 Faktor Fisiologis
5 Pola makan yang
berlebihan

3 Faktor Kecelakaan atau 6 Lingkungan


cidera
1. Wajah yang membulat.
Diabetes Melitus Hipertensi
2. Pipi yang tembem.
3. Dagu rangkap.
4. Leher relatif pendek. Stroke Gagal Nafas
5. Dada yang membusung dengan payudara yang
membesar mengandung jaringan lemak.
6. Perut membuncit disertai dinding perut yang berlipat- Nyeri Sendi Batu Empedu
lipat.
7. Pada lelaki dijumpai penis tampak kecil karena
tersembunyi dalam jaringan suprapubik (buried penis). Kanker Kematian
Olahraga Terapi Psikologis

DIET Operasi
Masalah : Obesitas
Diagnosis : Defisit Pengetahuan b.d Kurang Terpapar Informasi
Pokok Pembahasan : Obesitas
Sasaran : Ny. F
Jam : 14.30-selesai
Waktu : 30 menit
Tanggal : 03 September 2021
Pemateri : Mahasiswa

A. Latar Belakang
Obesitas adalah suatu penyakit serius yang dapat mengakibatkan masalah emosional dan sosial. Seorang dikatakan overweight bila berat
badannya 10% sampai dengan 20% berat badan normal. Obesitas saat ini menjadi permasalahan dunia bahkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)
mendeklarasikan sebagai epidemic global.
Obesitas merupakan penyebab kematian utama di dunia, sebanyak 3,4 juta orang dewasa meninggal setiap tahunnya akibat obesitas.
Dilaporkan 44% kematian terjadi akibat diabetes. Di Indonesia prevalensi obesitas berdasarkan Hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2013
menunjukkan bahwa provinsi Sulawesi Utara memiliki prevalensi obesitas tertinggi yaitu 24% dan untuk prevalensi obesitas sentral tertinggi ditempati oleh
provinsi DKI Jakarta yaitu mencapai 39,7%.
B. Tujuan
Tujuan Umum
Setelah diberikan penyuluhan kesehatan tentang obesitas Ny. F mampu memahami
mengenai obesitas.
Tujuan Khusus D. Metoda Penyuluhan
Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit, sasaran dapat :
Diskusi dan Ceramah
1. Dapat menjelaskan pengertian tentang obesitas.
2. Dapat menjelaskan penyebab obesitas.
3. Dapat menjelaskan cara pencegahan obesitas. E. Media
Leaflet
C. Materi Penyuluhan
Pengertian obesitas.
2. Penyebab obesitas.
3. Cara mengatasi obesitas.
F. Kegiatan Penyuluhan
F. Kegiatan Penyuluhan
G. Evaluasi
a) Bentuk evaluasi : Lisan
b) Alat evaluasi : Pertanyaan
c) Bentuk soal : Lisan dan tanya jawab
d) Jumlah soal : 3 Soal

H. Lampiran
Materi
1. Pengertian
Obesitas adalah suatu keadaan dimana terjadi penumpukan lemak tubuh yang berlebih, sehingga berat badan
seseorang jauh di atas normal dan dapat membahayakan kesehatan. Obesitas terjadi karena ketidak seimbangan
energi yang masuk dengan energi yang keluar. Obesitas atau disebut juga dengan kegemukan, merupakan suatu
masalah yang cukup merisaukan dikalangan remaja. Obesitas terjadi saat badan menjadi gemuk yang disebabkan
oleh penumpukan adiposa secara berlebihan
H. Lampiran
2. Penyebab
Penyebab lainnya adalah kurangnya aktivitas fisik terstruktur baik kegiatan harian maupun latihan fisik terstruktur. perilaku yaitu pola makan
yang tidak sehat ditambah dengan konsumsi serat (buah dan sayur) tidak mencukupi, fisik yang tidak aktif, dan merokok. Faktor-faktor
penyebab obesitas yaitu faktor genetik, faktor lingkungan, faktor nutrisional, dan faktor sosial ekonomi
Pola Makan
➢ Makan tinggi lemak,gula dan garam
➢ Kurang makan sayur dan buah
➢ Jadwal makan tidak teratur
➢ Sering ngemil
➢ Tidak sarapan sehingga menambah porsi makan siang atau malam.
Pola Aktivitas Fisik
➢ Aktivitas sedentary (kurang gerak) seperti menonton TV, bekerja di depan computer.
➢ Kurang aktivitas fisik karena fasilitas yang memudahkan, misal lebih sering menggunakan kendaraan bermotor, dari pada jalan
kaki, menggunakan lift dari pada tannga.
H. Lampiran
3. Cara Mengatasi
▪ Kurangi makanan yang mengandung minyak dan lemak
Kita tahu makanan seperti ini sangat banyak menghasilkan lemak dalam tubuh. Banyak makanan yang mengandung jenis ini seperti
lemak hewan (sapi, lembu, dan kambing), makanan, gorengan, dan macam makanan yang diolah dengan menggunakan minyak. Dan kalau hewan bisa
ditemukan dalam bentuk hidangan sup atau sejenisnya.
▪ Perbanyak Olahraga
Olahraga menjadi bagian penting bagi tubuh, karena dengan olahraga tubuh akan mengubah lemak menjadi karbohidrat yang
dijadikan sebagai sumber energi untuk beraktivitas. Semakin banyak beraktivitas maka semakin banyak lemak yang akan dibakar menjadi energi.
Maka dari itu olahraga memang sangat baik untuk membakar lemak dalam tubuh sehingga membuat tubuh menjadi lebih sehat dan bugar.
▪ Kurangi Porsi Makan
Banyak makan sedikit gerak inilah menjadi salah satu efek kegemukan. Ada kalanya kita makan sesuai porsi dari kegiatan kita
sehari-harinya. Jangan mengkonsumsi nasi teralu berlebihan jika kita tidak melakukan aktivitas berat, karena ini biasanya tidak seimbang antara
makanan yang dimakan dengan pergerakan aktivitas yang dilakukan. Makanlah makanan yang seimbang sesuai dengan aktivitas sehari-hari.
▪ Kurangi Mengemil Makanan
Mengemil artinya terlalu banyak mengkonsumsi makanan ringan, seperti makan makanan instan, contohnya kerupuk, cokelat, biskuit,
minum es, dan lain-lain. Maka dari itu hindari sejenis makanan tersebut.
H. Lampiran
SOAL
1. Apa pengertian obesitas?
→ Obesitas didefinisikan sebagai suatu kelainan atau penyakit yang ditandai dengan penimbunan jaringan lemak tubuh secara berlebihan.
Obesitas adalah suatu keadaan dimana terjadi penumpukan lemak tubuh yang berlebih, sehingga berat badan seseorang jauh di atas normal dan
dapat membahayakan kesehatan. Obesitas terjadi karena ketidak seimbangan energi yang masuk dengan energi yang keluar. Obesitas terjadi
saat badan menjadi gemuk yang disebabkan oleh penumpukan adiposa secara berlebihan.

2. Apa penyebab obesitas?


→ Pola Makan
▪ Makan tinggi lemak,gula dan garam
▪ Kurang makan sayur dan buah
▪ Jadwal makan tidak teratur
▪ Sering ngemil
▪ Tidak sarapan sehingga menambah porsi makan siang atau malam.
Pola Aktivitas Fisik
▪ Aktivitas sedentary (kurang gerak) seperti menonton TV, bekerja di depan computer.
▪ Kurang aktivitas fisik karena fasilitas yang memudahkan, misal lebih sering menggunakan kendaraan bermotor, dari pada jalan kaki,
menggunakan lift dari pada tannga.
H. Lampiran
SOAL
3. Bagaimana cara mengatasi obesitas?
→ Cara mengatasi obesitas ialah dengan :
1. Kurangi makanan yang mengandung minyak dan lemak
Banyak makanan yang mengandung jenis ini seperti lemak hewan (sapi, lembu, dan kambing), makanan, gorengan, dan macam
makanan yang diolah dengan menggunakan minyak. Dan kalau hewan bisa ditemukan dalam bentuk hidangan sup atau sejenisnya.
2. Perbanyak Olahraga
Semakin banyak beraktivitas maka semakin banyak lemak yang akan dibakar menjadi energi. Maka dari itu olahraga memang sangat
baik untuk membakar lemak dalam tubuh sehingga membuat tubuh menjadi lebih sehat dan bugar.
3. Kurangi Porsi Makan
Jangan mengkonsumsi nasi teralu berlebihan jika kita tidak melakukan aktivitas berat, karena ini biasanya tidak seimbang antara
makanan yang dimakan dengan pergerakan aktivitas yang dilakukan. Makanlah makanan yang seimbang sesuai dengan aktivitas sehari-hari.
4. Kurangi Mengemil Makanan
Terlalu banyak mengkonsumsi makanan ringan, seperti makan makanan instan, contohnya kerupuk, cokelat, biskuit, minum es, dan
lain-lain. Maka dari itu hindari sejenis makanan tersebut.
Pendidikan kesehatan yang dikenal dengan promosi kesehatan Sebagai calon perawat professional diharapkan
adalah suatu pendekatan untuk meningkatkan kemauan perawat dapat menerapkan konsep pendidikan
(willingness) dan kemampuan (ability) masyarakat untuk kesehatan dalam kegiatan promosi kesehatan
memelihara dan meningkatkan kesehatan. Kegiatan pendidikan dengan baik kepada peserta, serta dapat
ini mempunyai 3 ciri, yaitu belajar, perubahan, dan perubahan meminimalisir komplikasi yang terjadi pada
yang terjadi karena usaha. Dimana pendidikan kesehatan peserta dengan obesitas.
mempunyai tujuan sebagai pengubah perilaku orang atau
masyarakat dari perilaku yang tidak sehat atau belum sehat
menjadi perilaku sehat. Perencanaan dalam program pendidikan
kesehatan hakekatnya adalah mengatur dan menetapkan unsur
pelaksanaan pengajaran atau pendidikan, yaitu topik pelajaran,
tujuan, bahan atau isi, metode, dan alat, serta evaluasi atau
penilaian. Salah satu bentuk yang paling umum perencanaan
pengajaran yang paling sederhana adalah pembuatan SATPEL
(Satuan Pelajaran) atau SAP (Satuan Acara
Pengajaran/Penyuluhan).
Dewi, M. C. (2015). Faktor-Faktor yang Menyebabkan Obesitas pada Anak. Majority, 4(8),
53–56. https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/majority/article/view/1473/1312
Fitriani, S. (2011). Promosi Kesehatan.
Hulu, V., Pande, H. ., Zuhriyatun, T. F., Munthe, S. A., Hidayati, S. W., Sianturi, H. .,
Mustar, & Patolla. (2020). Promosi Kesehatan Masyarakat.
Husnah. (2012). Tatalaksana Obesitas. Jurnal Kedokteran Syiah Kuala, 12(2), 99–104.
Mauliza, M. (2018). Obesitas Dan Pengaruhnya Terhadap Kardiovaskular. AVERROUS:
Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan Malikussaleh, 4(2), 89.
https://doi.org/10.29103/averrous.v4i2.1040
Notoadmodjo, S. (2012). Promosi Kesehatan & Prilaku Kesehatan. In Jakarta: EGC.
Salam, A. (2010). Faktor risiko kejadian obesitas pada remaja. Over The Rim, 191–199.
https://doi.org/10.2307/j.ctt46nrzt.12
Susilowati, D. (2016a). Modul Promosi Kesehatan. 148, 148–162.
Susilowati, D. (2016b). Promosi Kesehatan (Vol. 148).
Wijayanti, D. N. (2013). Analisis Faktor Penyebab Obesitas dan Cara Mengatasi Obesitas pada Remaja Putri. Skripsi, 13.
http://lib.unnes.ac.id/18887/1/6250408055.pdf
Yolanda, W. (2018). Fakultas Kedokteran Universitas Andalas 1. Jurnal Fakultas Kedokteran Universitas Andalas 1, 6–9.
Any Questions ?

Anda mungkin juga menyukai