Anda di halaman 1dari 4

Nama : Bagus Dwi Nugroho

NIM : 043268553
Fakultas : Ekonomi
Program Studi : S-1 Manajemen
Kode/Nama MK : EKSI4203 / Teori Portofolio dan Analisis Investasi
Tugas :3

1. a. Jelaskan CAPM (Capital Asset Pricing Model)!


Jawaban:
Model penetapan harga asset modal (CAPM) adalah sebuah alat untuk memprediksi
keseimbangan imbal hasil yang diharapkan dari suatu asset beresiko. Model CAPM
diperkenalkan oleh Treynor, Sharpe dan Litner. Model CAPM merupakan
pengembangan teori portofolio yang dikemukan oleh Markowitz dengan
memperkenalkan istilah baru yaitu risiko sistematik (systematic risk) dan risiko
spesifik/risiko tidak sistematik (spesific risk /unsystematic risk). Capital Asset Pricing
Model menyatakan bahwa dalam keadaan ekuilibrium, portofolio pasar adalah
tangensial dari rata-rata varians portofolio. Sehingga strategi yang efisien adalah
passive strategy. Capital Asset Pricing Model berimplikasi bahwa premium risiko dari
sembarang aset individu atau portofolio adalah hasil kali dari risk premium pada
portofolio pasar dan koefisien beta.
(Sumber: https://pintarsaham.id/model-keseimbangan-atau-capital-asset-
pricing-model/)

b. Sebutkan asumsi-asumsi dalam praktek model CAPM?


Jawaban:
Asumsi-asumsi model CAPM:
1) Investor akan mendiversifikasikan portolionya dan memilih portofolio yang optimal
sesuai dengan garis portofolio efisien.
2) Semua investor mempunyai distribusi probabilitas tingkat return masa depan yang
identik.
3) Semua investor memiliki periode waktu yang sama.
4) Semua investor dapat meminjam atau meminjamkan uang pada tingkat return
yang bebas risiko.
5) Tidak ada biaya transaksi, pajak pendapatan, dan inflasi.
6) Terdapat banyak sekali investor, sehingga tidak ada investor tunggal yang dapat
mempengaruhi harga sekuritas. Semua investor adalah price taker.
7) Pasar dalam keadaan seimbang (equilibrium).
(Sumber: https://pintarsaham.id/model-keseimbangan-atau-capital-asset-
pricing-model/)

Dalam memformulasikan CAPM maka ada beberapa asumsi yang harus dibuat
investor dan kumpulan dari oppotunity sebagai berikut:
1) Investor adalah individu penghindar risiko yang memaksimumkan ekspektasi
utilitas dari akhir periode kekayaannya.
2) Investor adalah pengambil harga dan memiliki ekspektasi yang homogen
mengenai tingkat pengembalian aset yang mempunyai distribusi gabungan
normal.
3) Adanya tingkat pengembalian aset bebas risiko ketika investor dapat meminjam
dan meminjamkan sampai tidak terbatas dengan tingkat bunga bebas risiko.
4) Jumlah aset tetap ketika seluruh aset dapat diperdagangkan serta dapat dibagi-
bagi secara sempurna.
5) Pasar aset bebas dari segala hambatan (frictionless) dan informasi tidak
mempunyai harga serta tersedia secara terus menerus kepada semua investor.
6) Tidak ada pasar yang tidak sempurna (market imperfections) misalnya, pajak
regulasi dan pembatasan pada short selling.
(Sumber: BMP EKSI 4203 Edisi 2 / halaman 3.9)

c. Jelaskan apakah model CAPM realistis diterapkan!


Jawaban:
Beberapa asumsi dalam model CAPM nampak tidak realistis dan hanya
mempertimbangkan risiko pasar tanpa mempertimbangkan faktor-faktor lainnya.
Walaupun secara teoritis CAPM sangat berguna dalam menjelaskan dan
memprediksi hubungan risiko dan tingkat hasil yang diharapkan, namun fakta empiris
yang ada menunjukkan bahwa model CAPM tidak mampu menjelaskan fenomena
yang ada. Hal ini diperkuat oleh penelitian Roll (1977) yang menyatakan bahwa
CAPM tidak bisa dipegang dalam berbagai macam kondisi atau dengan kata lain
CAPM sering kali tidak tepat untuk digunakan memprediksi nilai suatu aset.
(Sumber: https://danielstephanus.wordpress.com/tag/capital-asset-pricing-
model/)

2. Dalam memulai online trading, apa pertimbangan yang dilakukan investor dalam
memilih pialang dan jelaskan praktik transaksi beli dan jual saham secara online/daring
melalui pialang!
Jawaban:
Sebelum memulai online trading, pertama kali investor harus membuka rekening di
pialang (broker). Pialang ini disebut juga dengan Perantara Pedagang Efek (PPE), yang
mempunyai izin membantu investor dalam menjual atau membeli aset di pasar modal.
Agar kegiatan online trading berjalan lancar, maka dari itu, investor harus melakukan
beberapa pertimbangan dalam memilih pialang, antara lain:
 Pialang tercatat di BEI, pialang yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pasti
sudah memiliki sertifikat sebagai anggota bursa, yaitu sertifikasi WPPE (Wakil
Perantara Pedagang Efek), dan dapat dicek di situs BEI sendiri.
 Reputasi dari pialang, yang ditandai dengan pelayanan yang diberikan kepada
investor sangat baik, dapat dilihat dengan besarnya transaksi yang dilakukan di
bursa.
 Komisi yang dipungut, berupa komisi transaksi yang dikenakan serendah
mungkin dengan pelayanan yang sebaik mungkin.
 Kemudahan menggunakan dan keamanan perangkat lunak, menjadi
pertimbangan karena jiika aplikasi yang digunakan sulit dan membingungkan dapat
merusak konsentrasi dan emosi dalam pengambilan keputusan, serta fitur keamanan
yang disediakan oleh aplikasi haruslah sangat terjaga mengingat jalur internet yang
rawan dibajak.
 Kecepatan akses ke server pialang, dengan akses ke server pialang yang cepat
dapat membuat investor tidak terganggu dan tidak gagal dalam melakukan transaksi
saham, serta tidak kehilangan peluang dari transaksi yang akan dilakukan.
 Pelayanan yang disediakan, umumnya investor membutuhkan data dan alat-alat
analisis mengenai emiten yang sahamnya akan dibeli, sehingga menjadi
pertimbangan jika aplikasi yang disediakan menyediakan pelayanan tentang data
tersebut, seperti laporan keuangan emiten, data historis, analisi teknikal beserta
grafik, dan informasi penting lainnya.
 Dukungan pelayanan purna jual, sangat diperlukan karena jika investor kesulitan
atau terdapat pertanyaan, investor dapat menanyakannya kepada pialang sesegera
mungkin, dapat melalui email, chat, telepon atau tatap muka di kantor pialang.

Setelah mempertimbangkan pialang mana yang akan dipilih untuk membantu transaksi
investasi, maka investor harus menyiapkan beberapa hal untuk melakukan praktik
transaksi beli dan jual saham secara online atau melalui pialang, antara lain:
 Siapkan dokumen pribadi, berupa (1) Kartu Tanda Penduduk (KTP); (2) Nomor
Pokok Wajib Pajak (NPWP), untuk mahasiswa yang belum memiliki NPWP dapat
tidak menggunakannya; (3) buku tabungan untuk transfer dana ke rekening dana
investor (RDI) atau sebaliknya, berupa halaman depan buku tabungan yang berisi
nama investor dan nomor rekening tabungan, dan (4) meterai senilai Rp 6.000
(sebagai tambahan/opsional).
 Isi formulir di perusahaan aset, investor harus mengisi formular yang disediakan
dilampiri dengan dokumen-dokumen pribadi pendukung dan menandatanganinya di
atas meterai. Beberapa pialang sudah menyediakan formulir online yang dapat
diakses melalui aplikasi masing-masing pialang, dan investor harus mengisi formulir
tersebut melalui aplikasi.
 Setorkan dana awal ke RDI, jika pendaftaran diterima oleh pialang dan
pembukaan rekening disetujui oleh pihak Bank penyedia, maka investor harus
menyetorkan dana ke rekening dana investor, dengan jumlah yang disetor beragam
jenis.
 Siap berinvestasi, investor dapat menggunakan fitur-fitur dari aplikasi yang
disediakan sebelum melakukan pembelian atau penjualan saham, jika investor
sudah cukup yakin, maka investor dapat berinvestasi dan melakukan pembelian atau
penjualan saham.

Praktik transaksi beli dan jual saham secara online atau melalui pialang, antara lain:
a. Melakukan Pemesanan Beli Saham
 Klik menu "Order" dan klik "Buy Order" di submenu untuk melakukan transaksi
memesan beli saham.
 Pada "Buy Order" isi dengan data transaksi beli
 Kemudian akan terlihat informasi harga saham
 Kolom "Bid" menunjukkan harga yang investor mau membeli.
 Kolom "Ask" menunjukkan harga investor mau menjual.
 Dari informasi tersebut, investor memutuskan berapa harga yang akan dibeli.
 Sebelum menekan tombol "Send" untuk keamanan maka investor harus
memasukkan password kedua (password pertama untuk login).

b. Melakukan Pemesanan Jual Saham


 Klik menu "Order" , kemudian klik "Sell Order" di submenu.
 Sama dengan saat membeli, pemesanan jual juga dimulai dengan memasukkan
kode saham yang akan dijual.
 Sebelum menekan tombol "Send" untuk keamanan maka investor harus
memasukkan password kedua (password pertama untuk login).

(Sumber: BMP EKSI 4203 Edisi 2 / Modul 8)

3. Untuk memaksimalkan return dan meminimalkan risiko, maka investor melakukan


manajemen portofolio, jelaskan proses dalam manajemen portofolio tersebut!
Jawaban:
Manajemen portofolio adalah suatu proses yang dilakukan oleh investor mengatur
uangnya yang diinvestasikan dalam bentuk portofolio yang dibuatnya. Manajemen
portofolio dipandang sebagai suatu proses sistematik yang dinamis. Karena
manajemen portofolio dipandang sebagai suatu proses, maka dapat diaplikasikan
kepada setiap investor atau manajer investasi. Tahapan awal dari proses manajemen
portofolio adalah perencanaan (planning). Tahap perencanaan ini memfokuskan pada
penentuan input-input yang diperlukan untuk membentuk portofolio. Ada tiga input yang
digunakan untuk membentuk portofolio, yaitu: 1) return ekspektasian individual
sekuritas (input ini digunakan untuk membentuk return ekspektasian portofolio), 2)
varian return individual sekuritas, dan 3) kovarian return individual sekuritas. Varian dan
kovarian return individual sekuritas digunakan untuk membentuk varian return atau
risiko portofolio. Faktor-faktor yang menentukan input-input ini berasal dari diri investor
sendiri (sasaran-sasaran, hambatan-hambatan, dan preferensi-preferensi) dan dari
pasar modal (dengan mempertimbangkan keadaan ekonomik, sosial, politikal, dan
sektor yang relevan). Hasil dari perencanaan ini adalah kebijakan-kebijakan dan
strategi-strategi portofolio serta ekspektasi-ekspektasi pasar yang nantinya dibutuhkan
dalam pembentukan portofolionya. Proses manajemen portofolio dimulai dengan
menentukan sasaran-sasaran investasi investor. Sasaran-sasaran investasi lebih
difokuskan pada pencapaian kombinasi return dan risiko yang terbaik dari sudut
pandang investor. Kombinasi ini menunjukkan tukaran (trade off) antara return yang
dituntut yang dapat diterima oleh investor dengan tingkat toleransi risiko yang harus
dihadapi (risk tolerance).
(Sumber: https://id.scribd.com/doc/150408757/Makalah-Manajemen-Portofolio)

Anda mungkin juga menyukai