Anda di halaman 1dari 23

RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA

GANGGUAN SENSORI PERSEPSI: HALUSINASI


Nama Klien : Tn. A
NRM : 0368321
Ruangan : Arimbi

DIAGNOSA PERENCANAAN
KEPERAWA INTERVENSI RASIONAL
TUJUAN KRITERIA HASIL
TAN
Gangguan TUM:
Sensori Klien tidak
Persepsi: mencederai diri
Halusinasi sendiri, orang lain, dan
lingkungan
TUK: 1.1.Setelah interaksi 1.1.1. Bina hubungan saling  Hubungan saling percaya dapat
1. Klien dapat pertama di harapkan percaya: salam meningkatkn penerimaan klien
membina klien : Ekspresi wajah terapeutik, terhadap perawat sehingga klien
hubungan saling bersahabat, senang, perkenalkan iri, dapat mengungkapkan
percaya ada kontak mata, mau jelaskan tujuan masalahnya dan perawat dapat
berjabat tangan, mau interaksi, ciptakan menentukan solusi atau tindakan
menyebutkan nama, lingkungan yang selanjutnya
menjawab salam, mau tenang, buat kontrol
duduk berdampingan yang jelas pada tiap  Dapat membuat klien merasa
dengan perawat, mau pertemuan diperhatikan dan dihargai
mengutarakan masalah 1.1.2. Beri kesempatan klien sehingga dapat meningkatkan
yang dihadapi mengungkapkan trust
perasaannya  Dapat meningkatkan penerimaan
klien terhadap perawat dan
1.1.3. Dengarkan ungkapan meningkatkan trust
klien dengan empati
 Kontak sering dan singkat
diharapkan dapat memutus
halusinasi klien karena adanya
stimulus dari luar
 Perilaku yang ditunjukkan
2. Klien dapat 2.1.Setelah interaksi 2.1.1. Adakan kontak sering merupakan gambaran dari
mengenal pertama di harapkan : dan singkat secara halusinasi yang dialami klien
halusinasi Klien dapat bertahap
menyebutkan waktu,  Tindakan ini dapat
isi, frekuensi mengembalikan klien kekeadaan
timbulnya halusinasi 2.1.2. Observasi tingkah laku nyata/realita dan lambat laun
klien terkait dengan klien akan menyadari bahwa
halusinasinya: bicara halusinasi yang dialami tidak
dan tertawa tanpa nyata
stimulus
2.1.3. Bantu klien mengenal
halusinasinya:
a. Jika menemukan klien
yang sedang
halusinasi, tanyakan
apakah ada suara yang
didengar
b. Jika klien menjawab
ada, lanjutkan: apa
yang dikatakan
c. Katakan bahwa
perawat percaya klien
mendengar suara itu,
namun perawat sendiri
tidak mendengarnya
(dengan nada
bersahabat tanpa
menuduh atau
menghakimi)
d. Katakan bahwa klien
lain juga ada yang
seperti klien
e. Katakan bahwa  Dengan mengetahui waktu
perawat akan munculnya, isi, dan frekuensi
membantu klien halusinasi dapat diketahui
2.1.4. Diskusikan dengan sampai dimana tahapan
klien lain: halusinasi yang dialami klien
a. Situasi yang
menimbulkan  Ungkapan perasaan saat terjadi
halusinasi halusinasi dapat dijadikan data
b. Waktu dan frekwensi sampai dimana tahap halusinasi
terjadinya halusinasi dan kesadaran klien selama
(pagi, sore, dan malam terjadi halusinasi
atau jika jika sendiri
atau saat
jengkel/sedih)

 Dengan mengidentifikasi
2.2.Setelah interaksi 2.2.1. Diskusikan dengan kebiasaan yang dilakukan klien
pertama di harapkan : klien apa yang saat terjadi halusinasi dapat
Klien dapat dirasakan jika terjadi digunakan sebagai data dan
mengungkapkan halusinasi dapat mengarahkan tindakan
perasaan terhadap (marah/takut, sedih, yang sesuai dilakukan
halusinasinya senang), beri
kesempatan klien
mengungkapkan
perasaan

3. Klien dapat 3.1.Setelah interaksi kedua 3.1.1. Identifikasi bersama


mengontrol di harapkan : Klien klien cara tindakan
halusinasinya dapat menyebutkan yang dilakukan jika  Memungkinkan munculnya
tindakan yang biasa terjadi halusinasi inisiatif klien untuk memilih cara
dilakukan untuk (tidur, marah, yang dianggapnya tepat, serta
mengendalikan menyibukkan diri, dan aman bagi klien ataupun orang
halusinasinya lain-lain) dan lingkungan sekitarnya

3.1.2. Diskusikan manfaat


dan cara yang
digunakan klien, jika
bermanfaat beri pujian

3.2.Setelah interaksi kedua 3.2.1. Diskusikan cara baru


di harapkan : Klien untuk
dapat menyebutkan memutuskan/mengontr
cara baru untuk ol timbulnya
mengendalikan halusinasi:
halusinasinya a. Katakan: “Saya tidak
mau dengar kamu”
(pada saat halusinasi
terjadi)
b. Menemui orang lain
(perawat, teman,
anggota keluarga)
untuk bercakap-cakap
atau mengatakan
halusinasi yang
didengar
c. Membuat jadual
kegiatan sehari-hari
agar halusinasi tidak  Reinforcement positif dapat
sempat muncul meningkatkan motivasi dan
d. Meminta keluarga, mempertahankan tindakan
teman, atau perawat positif yang sudah pernah
menyapa jika tampak dilakukan
bicara sendiri

3.3.Setelah interaksi kedua 3.3.1. Bantu klien memilih


di harapkan : Klien dan melatih cara
dapat memilih cara memutus halusinasi
mengatasi halusinasi secara bertahap
seperti yang telah
didiskusikan dengan  Adanya kepercayaan keluarga
klien kepada perawat akan
mempermudah dalam
3.4.Setelah interaksi kedua 3.4.1. Beri kesempatan untuk memberikan informasi tentang
di harapkan : Klien melakukan cara yang halusinasi dan penanganannya
dapat melaksanakan telah dilatih. Evaluasi
cara yang telah dipilih hasilnya dan beri  Pengetahuan keluarga tantang
untuk mengendalikan pujian jika berhasil halusinasi menjadi dasar untuk
halusinasinya memberikan informasi yang
dibutuhkan klien dan
3.5.Setelah interaksi kedua 3.5.1. Anjurkan klien keluarganya
di harapkan : Klien mengikuti terapi  Pemahaman tentang halusinasi
dapat mengikuti terapi aktivitas kelompok dijadikan pedoman keluarga
aktivitas kelompok orientasi realita dan untuk menilai sampai dimana
stimulasi persepsi halusinasi yang dialami klien
saat ini
4. Klien dapat 4.1.Setelah interaksi 4.1.1. Anjurkan klien untuk  Keluarga merupakan sistem
dukungan keluarga ketiga di harapkan : memberitahu keluarga pendukudng terbesar bagi klien
dalam mengontrol Keluarga dapat jika mengalami yang dapat membantu
halusinasinya membina hubungan halusinasi memecahkan masalah
saling percaya dengan
perawat

4.2.Setelah interaksi 4.2.1. Diskusikan dengan


ketiga di harapkan : keluarga (pada saat
Keluarga dapat keluarga berkunjung
menyebutkan atau pada saat
pengertian, tanda dan kunjungan rumah):
tindakan untuk a. Gejala halusinasi yang
mengendalikan dialami klien  Meningkatkan pemahaman
halusinasi b. Cara yang dapat tentang obat yang digunakan
dilakukan klien dan
keluarga untuk
memutus halusinasi
c. Cara merawat anggota
keluarga yang  Kepastian minum obat dapat
halusinasi di rumah: membantu klien dalam
beri kegiatan, jangan mengendalikan halusinasi karena
biarkan sendiri, makan diharapkan efek dari obat
bersama, bepergian tersebut dapat dirasakan klien
bersama
d. Beri informasi waktu
follow up atau kapan
perlu mendapat
bantuan (halusinasi
tidak terkontrol dan
risiko mencederai  Mencegah klien untuk berhenti
orang lain) minum obat tanpa konsultasi
5. Klien dapat 5.1 Setelah 5.1.1. Diskusikan dengan
memanfaatkan interaksi keempat di klien dan keluarga  Pengetahuan tentang prinsip 5
obat dengan baik harapkan : Klien dan tentang dosis, benar dapat meningkatkan
keluarga dapat frekuensi, dan manfaat kedisiplinan klien untuk
menyebutkan manfaat menggunakan obat secara benar
dosis dan efek samping
obat dengan benar
5.2 Setelah 5.2.1. Anjurkan klien minta
interaksi keempat di sendiri obat pada
harapkan : Klien dapat perawat dan
mendemonstrasikan merasakan manfaatnya
penggunaan obat
dengan benar

5.3 Setelah 5.3.1. Anjurkan klien bicara


interaksi keempat di dengan dokter tentang
harapkan : Klien dapat manfaat dan efek
informasi tentang samping obat yang
manfaat dan efek dirasakan
samping obat
5.4.1. Diskusikan akibat
5.4 Setelah berhenti obat tanpa
interaksi keempat di konsultasi
harapkan : Klien
memahami akibat
berhentinya obat tanpa
konsultasi 5.5.1 Bantu klien
menggunakan obat
5.5 Setelah dengan prinsip 5 benar
interaksi keempat di
harapkan : Klien dapat
menyebutkan prinsip
10 benar penggunaan
obat
RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA
KLIEN DENGAN ISOLASI SOSIAL
Nama Klien : Tn. A
NRM : 0368321
Ruangan : Arimbi

Diagnosa Tujuan Kriteria Evaluasi Implementasi Rasional


Isolasi sosial

TUM: Setelah TUK 1:


dilakukan Klien dapat Setelah 1x interaksi, klien Bina hubungan saling percaya dg Hubungan saling percaya yang baik
tindakan membina hubungan menunjukkan tanda-tanda menggunakan prinsip komunikasi terapeutik: merupakan dasar yang kuat bagi klien
keperawatan, saling percaya percaya kepada perawat : dalam mengekspresikan perasaannya.
klien dapat dengan perawat. 1.1.Klien dapat berinteraksi 1.1.1. Sapa klien dengan ramah baik verbal  Menunjukkan keramahan dan sikap
bersosialisasi secara aktif dengan maupun non verbal. bersahabat.
dengan perawat, yang 1.1.2. Perkenalkan nama, nama panggilan  Agar klien tidak ragu kepada perawat.
lingkungannya. ditunjukkan dengan : perawat dan tujuan perawat
a. Ekspresi wajah berkenalan.  Menunjukkan bahwa perawat ingin
bersahabat. 1.1.3. Tanyakan nama lengkap dan nama kenal dengan klien.
b. Menunjukkan rasa panggilan yg disukai klien.  Agar klien percaya kpd perawat.
senang. 1.1.4. Tunjukkan sikap jujur dan menepati
c. Ada kontak mata. janji setiap berinteraksi dengan klien.  Penerimaan yang sesuai dengan
d. Mau berjabat tangan. 1.1.5. Tunjukkan sikap empati dan keadaan yang sebenarnya dapat
e. Mau menyebutkan menerima klien apa adanya. meningkatkan keyakinan pada klien
nama. serta merasa adanya suatu pengakuan.
f. Mau duduk  Perhatian yang diberikan dapat
berdampingan dengan 1.1.6. Tanyakan perasaan klien dan masalah meningkatkan harga diri klien.
perawat. yang dihadapi klien. Dengarkan
g. Bersedia dengan penuh perhatian.
 Respon mengkritik atau menyalahkan
mengungkapkan 1.1.7. Hindari respon mengkritik atau dapat menimbulkan adanya sikap
masalah yang menyalahkan saat klien penolakan.
dihadapi. mengungkapkan perasaanya.
 Memberi info tentang kontrak waktu.
1.1.8. Buat kontrak interaksi yang jelas.
TUK 2:
Klien mampu 2.1.1. Tanyakan kepada klien tentang :  Mengidentifikasi penyebab klien
bergaul atau dekat dengan orang lain
menyebutkan - Orang yang tinggal sekamar atau
dan penyebab klien tidak dekat
penyebab isolasi serumah dengan klien.
sosial. - Orang yang paling dekat dengan dengan orang lain serta mekanisme
Setelah 1x15 menit klien atau orang paling dekat di koping yang digunakan klien dalam
interaksi, klien dapat rung perawatan. menghadapi masalahnya itu.
menyebutkan minimal dua - Apa yang membuat klien dekat
penyebab isolasi sosial baik dengan orang tersebut.
itu dari diri sendiri, orang - Orang yang tidak dekat dengan
lain maupun lingkungan. klien atau orang paling dekat di
ruang perawatan.
- Apa yang membuat klien tidak
dekat dengan orang tersebut.
- Upaya yang sudah dilakukan agar
dekat dengan orang lain itu.
2.1.2. Diskusikan dengan klien tentang
penyebab manarik diri/ tidak ingin  Bila klien sudah mengungkapkan
berkomunikasi dengan orang lain. masalahnya, akan mempermudah
2.1.3. Beri pujian terhadap kemampuan perawat melaksanakan asuhan
klien mengungkapkan perasaannya. keperawatan.
 Reinforcement positif akan
TUK 3: 3.1.1. Kaji pengetahuan klien tentang meningkatkan harga diri klien.
Klien mampu manfaat dan kerugian berhubungan
menyebutkan dengan orang lain.  Tingkat pengetahuan klien,
keuntungan 3.1.2. Diskusikan tentang keuntungan dan membantu perawat mengarahkan
berhubungan sosial kerugian dari perilaku isolasi sosial. klien berhubungan dengan orang lain.
dan kerugian isolasi Setelah 2x interaksi, klien  Diharapkan klien mampu memilih
sosial. dapat menyebutkan perilaku yang adaptif setelah
keuntungan berhubungan 3.1.3. Beri pujian terhadap kemampuan mengetahui keuntungan bersosialisasi
sosial, yaitu: klien mengungkapkan perasaannya. dan kerugian isolasi sosial.
banyak teman, tidak  Reinforcement positif akan
TUK 4 : keepian, bisa berdiskusi, 4.1.1. Lakukan interaksi yang sering dan meningkatkan harga diri klien.
Klien dapat saling menolong, dan singkat dengan klien dengan perawat
bersosialisasi secara kerugian isolasi sosial, yang sama.  Melatih klien untuk bersosialisasi
bertahap. yaitu: 4.1.2. Memotivasi/menemani klien untuk secara bertahap.
sendiri, kesepian, tidak bisa berinteraksi/berkenalan dengan klien
berdiskusi. atau perawat lain.
4.1.3. Tingkatkan interaksi klien secara
Setelah 3 x interaksi, klien bertahap (satu klien, dua klien, satu
dapat melaksanakan perawat, dua perawat, dan
hubungan sosial secara seterusnya).
bertahap dengan: 4.1.4. Libatkan klien dalam terapi aktivitas
- perawat kelompok sosialisasi.
- perawat lain 4.1.5. Diskusikan jadwal harian yang dapat
- teman sekamar dilakukan klien untuk meningkatkan
- teman-teman lain kemampuan klien berinteraksi.
- kelompok. 4.1.6. Beri motivasi klien untuk melakukan
kegiatan sesuai yang dijadwalkan.
4.1.7. Fasilitasi hubungan klien dengan
keluarga secara terapeutik.
4.1.8. Diskusikan perasaan klien setip
selesai kegiatan atau interaksi.
4.1.9. Beri pujian terhadap kemampuan atu
TUK 5: keberhasilan klien.
Klien mampu
menjelaskan 5.1.1. Diskusikan dengn klien mengenai
perasaannya setelah perasaannya setelah bersosialisasi  Reinforcement diharapkan dapat
bersosialisasi dengan dengan orang lain. meningkatkan rasa percaya diri klien
orang lain. sehingga ingin mengulangi perbuatan
5.1.2. Beri pujian terhadap keberhasilan dan yang serupa.
kemampuan klien mengungkapkan  Menyadarkan klien bahwa
Setelah 2 x interaksi, klien perasaannya. bersosialisasi itu lebih baik daripada
TUK 6: dapat mengungkapkan isolasi sosial.
Klien mendapat perasaannya setelah 6.1.1. Diskusikan pentingnya peran
dukungan keluarga bersosialisasi dengan orang keluarga sebagai pendukung untuk
dalam bersosialisasi lain. mengatasi perilaku isolasi sosial.  Dukungan keluarga berpengaruh
dengan 6.1.2. Diskusikan potensi keluarga untuk terhadap perubahan perilkau klien.
lingkungannya. membantu klien mengatasi perilaku
isolasi sosial.
6.1.3. Jelaskan kepada keluarga mengenai
6.1. Setelah 2x pertemuan, menyebutkan pegertian, penyebab,
keluarga dapat tanda dan gejala, akibat isolasi sosial  Agar keluarga mengenali perilaku
menyebutkan cara serta cara merawat klien isolasi isolasi sosial sehingga dapat
merawat klien isolasi sosial. mengantisipasi jika ada keluarga
sosial. 6.2.1. Latih keluarga cara merawat klien yang mengalami hal yang serupa.
isolasi sosial.  Mempersiapkan keluarga untuk
6.2.2. Tanyakan perasaan keluarga setelah merawat klien.
latihan merawat klien isolasi sosial.  Memberikan dukungan moral bagi
6.2.3. Beri motivasi keluarga agar
membantu klien untuk bersosialisasi. klien dan keluarga.
6.2. Setelah 1x pertemuan, 6.2.4. Beri pujian kepada keluarga atas  Memotivasi keluarga untuk
keluarga dapat keterlibatannya merawat klien di RS. melakukan yang terbaik bagi klien.
mempratekkan cara 6.2.5. Anjurkan keluarga untuk  Reinforcement positif diharapkan
merawat klien isolasi mengunjungi klien secara rutian dan dapat menambah motivasi kelurga.
sosial. bergantian minimal satu kali dalam  Memberikan dukungan moral bagi
seminggu. klien dan meningkatkan percaya dan
harga diri klien.
RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA
KLIEN DENGAN HARGA DIRI RENDAH
Nama Klien : Tn. A
NRM : 0368321
Ruangan : Arimbi

Diagnosa Tujuan Kriteria Evaluasi Implementasi Rasional


Gangguan
TUK 1:
konsep diri:
Klien dapat
Harga Diri
membina hubungan Setelah 1x45 menit interaksi, Bina hubungan saling percaya dg menggunakan Hubungan saling percaya yang baik
Rendah
saling percaya klien menunjukkan tanda-tanda prinsip komunikasi terapeutik: merupakan dasar yang kuat bagi klien
dengan perawat. percaya kepada perawat : dalam mengekspresikan perasaannya.
TUM: Klien
memiliki 1.2. Klien dapt berinteraksi  Menunjukkan keramahan dan sikap
1.2.1. Sapa klien dengan ramah baik verbal bersahabat.
konsep diri; secara aktif dengan
maupun non verbal.  Agar klien tidak ragu kepada perawat.
percaya diri perawat, yang ditunjukkan
1.2.2. Perkenalkan nama, nama panggilan  Menunjukkan bahwa perawat ingin
yang optimal. dengan :
perawat dan tujuan perawat berkenalan. kenal dengan klien.
h. Ekspresi wajah
1.2.3. Tanyakan nama lengkap dan nama  Agar klien percaya kpd perawat.
bersahabat.
panggilan yg disukai klien.  Penerimaan yang sesuai dengan
i. Menunjukkan rasa
1.2.4. Tunjukkan sikap jujur dan menepati janji keadaan yang sebenarnya dapat
senang.
setiap berinteraksi dengan klien. meningkatkan keyakinan pada klien
j. Ada kontak mata.
1.2.5. Tunjukkan sikap empati dan menerima serta merasa adanya suatu pengakuan.
k. Mau berjabat tangan.
klien apa adanya.
l. Mau menyebutkan nama.
1.2.6. Tanyakan perasaan klien dan masalah  Perhatian yang diberikan dapat
m. Mau duduk
yang dihadapi klien. Dengarkan dengan meningkatkan harga diri klien.
berdampingan dengan
penuh perhatian.  Respon mengkritik atau menyalahkan
perawat.
1.2.7. Hindari respon mengkritik atau dapat menimbulkan adanya sikap
menyalahkan saat klien mengungkapkan penolakan.
perasaanya.  Memberi info tentang kontrak waktu.
1.2.8. Buat kontrak interaksi yang jelas.
TUK 2:
 Menyadarkan klien bahwa ia memiliki
Klien dapat
2.1.1. Diskusikan bersama klien aspek positif sesuatu yang patut dibanggakan
menidentifikasi
Setelah 1x15 menit interaksi, yang dimiliki klien. sehingga dapat meningkatkan percaya
aspek positif dan
Klien dapat menyebutkan 2.1.2. Bersama klien membuat daftar mengenai : diri klien
kemampuan yang
aspek positif yg dimiliki klien, - Aspek positif klien
dimiliki klien
klien, lingkungan serta - Kemampuan yg dimiliki klien

kemampuan yang dimiliki klien 2.1.3. Beri pujian yg realistis, hindarkan


memberi penilaian negatif
TUK 3:
 Klien mempunyai kegiatan yang
Klien dapat menilai
3.1.1. Diskusikan dengan klien kemampuan yg sesuai dengan kemampuannya
kemampuan yg
Setelah 2 kali interaksi klien dapat dilaksanakan
dimiliki untuk
menyebutkan kemampuan yang 3.1.2. Diskusikan kemampuan yang dapat
dilaksanakan
dapat dilaksanakan dilanjutkan pelaksanaannya.

TUK 4:
 Klien mempunyai kegiatan yang
Klien dapat
4.1.1. Rencanakan bersama klien aktivitas yang sesuai dengan kemampuannya
merencanakan
Setelah 1 kali interaksi klien dapat dilakukan setiap hari sesuai sehingga dapat menumbuhkan rasa
kegiatan sesuai
membuat rencana kegiatan kemampuan klien. percaya diri klien
dengan
harian 4.1.2. Tingkatkan kegiatan sesuai kondisi klien.
kemampuan yg
4.1.3. Beri contoh cara pelaksanaan kegiatan
dimilikinya.
yang dapat klien lakukan.

TUK 5:
 Memotivasi klien untuk melakukan
Klien dapat
5.1.1. Anjurkan klien untuk melaksanakan kegiatan yang direncanakan.
melakukan
kegiatan sesuai Setelah 2 kali interaksi klien kegiatan yang telah direncanakan.  Reinforcement positif meningkatkan
rencana yang melakukan kegiatan sesuai 5.1.2. Pantau kegaiatan yang dilaksanakan harga diri klien.
dibuat jadual yang dibuat klien.  Agar kemampuan yang sudah dimiliki
5.1.3. Beri pujian atas usaha yg dilakukan klien. klien tetap terjaga.
5.1.4. Diskusikan kemungkinan pelaksanaan
TUK 6: kegiatan setelah pulang. Menyiapkan keluarga untuk mendukung
Klien dapat kesembuhan klien
memanfaatkan 6.1.1. bDiskusikan pentingnya peran dan potensi
sistem pendukung Setelah 3 kali interaksi klien keluarga untuk mengatasi harga diri
yg ada. memanfaatkan sistem rendah klien.
pendukung yg ada di keluarga 6.1.2. Jelaskan kepada keluarga cara merawat
klien.
6.1.3. Latih keluarga cara merawat klien.
6.1.4. Tanyakan perasaan keluarga setelah
latihan merawat klien.
6.1.5. Beri motivasi keluarga untuk memberi
dukungan klien selama dirawat di RS dan
menyiapkan lingkungan yang mendukung
kondisi klien di rumah.
6.1.6. Beri pujian kepada keluarga atas
keterlibatannya merawat klien di RS.
6.1.7. Anjurkan keluarga untuk mengunjungi
klien secara rutin dan bergantian
RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA
KLIEN DENGAN RESIKO PERILAKU KEKERASAN

Nama klien : Tn. A Dx. Medis : Skizofrenia paranoid


Ruang : Arimbi No. RM : 0368321
NO PERENCANAAN
TGL DX DIAGNOSA INTERVENSI RASIONALISASI
KEPERAWATAN TUJUAN KRITERIA
EVALUASI
1 2 3 4 5 6 7
Resiko mencederai TUM :
diri sendiri, orang lain Klien tidak
dan lingkungan mencederai diri
berhubungan dengan sendiri, orang lain,
perilaku kekerasan dan lingkungan

TUK 1 : 1.1 Klien mau 1.1.1 Beri salam/panggil 1.1.1 Hubungan saling
Klien dapat membina membalas salam nama percaya merupakan dasar
dan mempertahankan 1.2 Klien mau menjabat 1.2.1 Sebutkan nama dari terjadinya
hubungan saling tangan perawat sambil jabat komunikasi teraupetik
percaya. tangan sehingga akan
1.3 Klien mau 1.3.1 Jelaskan maksud memfasilitasi dalam
menyebutkan nama hubungan interaksi pengungkapan perasaan,
1.4.1 Jelaskan tentang emosi, dan harapan klien
1.4 Klien mau kontrak yang akan
tersenyum dibuat
1.5.1 Beri rasa aman
1.5 Klien mau kontak dan sikap empati
mata 1.6.1 Lakukan kontrak
1.6 Klien mau singkat tapi sering
mengetahui nama
perawat
TUK 2 : 2.1 Klien 2.1.1 Beri kasempatan 2.1.1 Untuk mencegah
Klien dapat mengungkapkan untuk mengungkapkan terjadinya marah, klien
mengidentifikasi perasaannya perasaannya harus mengenal hal-hal
penyebab perilaku yang dapat
kekerasan membangkitkan rasa
marahnya
2.2.1 Bantu klien
2.2 Klien dapat mengungkapkan 2.2.1 Ekspresi suasana
mengungkapkan penyebab perasaan hati dan situasi penyebab
penyebab perasaan jengkel/kesal. marah membantu
jengkel/kesal (dari diri mengidentifikasi marah
sendiri, lingkungan, dan
atau orang lain)
TUK 3 : 3.1 Klien dapat 3.1.1 Anjurkan klien 3.1.1 Meningkatkan
Klien dapat mengungkapkan mengungkapkan yang pemahaman klien tentang
mengidentifikasi perasaan marah/jengkel dialami dan dirasakan perasaan marahnya
tanda dan gejala saat marah/jengkel.
perilaku kekerasan 3.1.2 Pengenalan akan
3.1.2 Observasi tanda tanda-tanda marah
dan gejala perilaku membantu klien
kekerasan pada klien. mengamati akan
terjadinya marah dan
meningkatkan kesadaran
dirinya serta membantu
klien untuk memahami
dirinya sedang marah

3.2.1 Menarik kesimpulan


3.2 Klien dapat bersama klien bersama
menyimpulkan tanda 3.2.1 Simpulkan klien supaya klien
dan gejala jengkel/kesal bersama klien tanda dan mengetahui secara garis
yang dialami gejala jengkel/kesal besar tanda-tanda
yang dialami klien. marah/kesal
TUK 4 : 4.1 Klien dapat 4.1.1 Anjurkan klien 4.1.1 Mengeksplorasi
Klien dapat mengungkapkan mengungkapkan perasaan klien terhadap
mengidentifikasi perilaku kekerasan yang perilaku kekerasan yang perilaku kekerasan an
perilaku kekerasan biasa dilakukan biasa dilakukan klien biasa dilakukan
yang biasa dilakukan 4.2.1 Bantu klien
4.2 Klien dapat bermain bermain peran sesuai 4.2.1 Untuk mengetahui
peran sesuai perilaku perilaku kekerasan yang perilaku kekerasan yang
kekerasan yang biasa biasa dilakukan biasa dilakukan dan
dilakukan dengan bantuan perawat
bisa membedakan
perilaku konstruktif dan
destriktif
4.3.1 Bicarakan dengan 4.3.1 Dapat membantu
4.3 Klien dapat klien, apakah dengan klien menemukan cara
mengetahui cara yang cara yang klien lakukan dalam menyelesaikan
biasa dapat masalahnya selesai masalah
menyelesaikan masalah
atau tidak
TUK 5 : 5.1 Klien dapat 5.1.1 Bicarakan 5.1.1 Ungkapan marah
Klien dapat menjelaskan akibat dari akibat/kerugian dari yang destruktif tidak
mengidentifikasi cara yang digunakan cara yang dilakukan selalu menimbulkan
akibat perilaku klien : klien kepuasan bagi klien
kekerasan  Akibat pada diri
sendiri 5.1.2 Bersama klien 5.1.2 Membantu klien
 Akibat pada orang menyimpulkan akibat menilai perilaku mal-
lain cara yang digunakan adaptif
 Akibat pada oleh klien
lingkungan
5.1.3 Tanyakan pada
klien “apakah ia ingin
mempelajari cara yang
baru yang sehat”
TUK 6 : 6.1 Klien dapat 6.1.1 Diskusikan 6.1.1 Meningkatkan
Klien dapat menyebutkan contoh kegiatan fisik yang pengetahuan klien tentang
mendemonstrasikan pencegahan perilaku biasa dilakukan klien koping yang digunakan
cara fisik untuk kekerasan secara fisik pada saat marah
mencegah perilaku 6.1.2 Reinforcement
kekerasan  Tarik nafas dalam 6.1.2 Beri pujian atas positif akan membantu
 Pukul kasur dan kegiatan fisik yang mengurangi perilaku
bantal biasa dilakukan klien kekerasan pada klien
 D.1.1 : kegiatan 6.1.3 Membantu klien
fisik 6.1.3 Diskusikan dua memilih cara-cara yang
cara fisik yang dapat tepat untuk menyalurkan
mencegah perilaku energi marahnya
kekerasan yang paling
mudah dilakukan yaitu:
tarik nafas dalam dan
pukul kasur dan bantal
6.2 Klien dapat 6.2.1 Diskusikan cara 6.2.1 Memfasilitasi klien
mendemonstrasikan tarik nafas dalam dalam mempelajari cara
cara fisik untuk dengan klien marah yang konstruktif
mencegah perilaku 6.2.2 Beri contoh pada
kekerasan klien cara tarik nafas
dalam
6.2.3 Minta klien untuk
mengikuti contoh yang
diberikan sebanyak 5
(lima) kali
6.2.4 Beri pujian positif 6.2.4 Reinforcement
atas kemampuan klien positif akan membantu
mendemonstrasikan mengurangi perilaku
cara tarik nafas dalam kekerasan pada klien
6.2.5 Tanyakan
perasaan klien setelah 6.2.5 Perasaan senang dan
selesai puas akan cara baru yang
digunakan akan
memotivasi klien terus
6.2.6 Anjurkan klien menggunakannya
menggunakan cara yang
telah dipelajari saat
marah/jengkel

6.3.1 Diskusikan
TUK 7 : 7.1 Klien dapat 7.1.1 Diskusikan cara 7.1.1 Meningkatkan
Klien dapat menyebutkan cara bicara yang baik dengan pemahaman tentang topik
mendemonstrasikan bicara (verbal) yang klien yang dibahas
cara sosial untuk baik dalam mencegah 7.1.2 Beri contoh cara
mencegah perilaku perilaku kekerasan bicara yang baik:
kekerasan  Meminta dengan  Meminta dengan
baik baik
 Menolak dengan  Menolak dengan
baik baik
 Mengungkapkan  Mengungkapkan
perasaan dengan perasaan dengan
baik baik

7.2 Klien dapat


mendemonstrasikan 7.2.1 Minta klien
cara verbal yang baik mengikuti contoh cara
bicara yang baik (satu
per satu)
7.2.2 Minta klien 7.2.2 Menetukan cara
mengulang sendiri yang akan digunakan
7.2.3 Beri pujian atas 7.2.3 Pujian akan
keberhasilan klien meningkatkan motivasi
klien untuk meneruskan
7.3 Klien mempunyai tindakan yang positif
jadwal untuk melatih 7.3.1 Meningkatkan
cara bicara yang baik 7.3.1 Diskusikan pemahaman klien
dengan klien waktu dan
kondisi cara bicara yang
dapat dilatih di ruangan,
missal: meminta obat,
baju, dll; menolak
ajakan merokok, tidur
tidak pada waktunya;
menceritakan kekesalan
pada perawat
7.3.2 Susun jadwal
kegiatan untuk melatih
cara yang yang telah
7.4 Klien melakukan dipelajari
evaluasi terhadap 7.4.1 Klien
TUK 8 : 8.1 Klien dapat 8.1.1 Diskusikan 8.1.1 Untuk mengetahui
Klien dapat menyebutkan kegiatan dengan klien kegiatan koping yang bisa
mendemonstrasikan ibadah yang biasa ibadah yang pernah dilakukan dan
cara spiritual untuk dilakukan dilakukan mengarahkan tindak
mencegah perilaku lanjut
kekerasan 8.2 Klien dapat 8.2.1 Bantu klien 8.2.1 Untuk
mendemonstrasikan menilai kegiatan ibadah meningkatkan
cara ibadah yang dipilih yang dapat dilakukan di pemahaman tentang topic
ruang rawat yang dibahas
8.2.2 Minta klien
mendemonstrasikan
kegiatan ibadah yang
akan dilakukan
8.2.3 Minta klien
mendemonstrasikan
kegiatan ibadah yang
dipilih
8.2.4 Beri pujian atas
keberhasilan klien 8.2.4 Pujian akan
meningkatkan motivasi
klien untuk meneruskan
tindakan yang positif
8.3 Klien mempunyai 8.3.1 Diskusikan
jadwal untuk melatih dengan klien waktu
kegiatan ibadah pelaksanaan kegiatan
ibadah
8.3.2 Susun jadwal
kegiatan untuk melatih
kegiatan ibadah
8.4.1 Klien
8.4 Klien melakukan mengevaluasi
evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan
kemampuan melakukan ibadah dengan mengisi
kegiatan ibadah sesuai jadwal kegiatan harian
jadwal yang telah (self-evaluation)
disusun 8.4.2 Validasi
kemampuan klien
melaksanakan latihan
8.4.3 Beri pujian atas
keberhasilan klien
8.4.3 Pujian akan
TUK 9 : 9.1 Klien dapat 9.1.1 Diskusikan 9.1.1 Pengetahuan tentang
Klien dapat menyebutkan jenis obat dengan klien jenis obat program pengobatan akan
mendemonstrasikan yang diminum, waktu yang dimakan (nama, memotivasi klien untuk
patuh makan obat meminum obat dan warna, besarnya); waktu minum obat secara teratur
untuk mencegah manfaat obat (prinsip 5 minum obat
perilaku kekerasan benar)
9.1.2 Diskusikan
dengan klien manfaat
minum obat teratur
 Beda perasaan
sebelum minum obat
dan sesudah minum
obat
 Jelaskan dosis hanya
boleh dirubah oleh
dokter
 Jelaskan akibat tidak
teratur minum obat,
misal: kambuh
9.2.1 Diskusikan proses
minum obat:
 Klien meminta obat
9.2 Klien dapat pada perawat (jika di
mendemonstrasikan RS), pada keluarga
kepatuhan minum obat (jika di rumah)
sesuai jadwal yang  Klien memeriksa
ditetapkan obat sesuai dosisnya
 Klien meminum
obat pada waktu
yang tepat
9.2.2 Susun bersama
klien jadwal minum
obat
9.3.1 Klien
mengevaluasi
pelaksanaan minum
obat dengan mengisi
jadwal kegiatan harian
9.3 Klien melakukan (self-evaluation)
evaluasi terhadap 9.3.2 Validasi
kemampuan patuh pelaksanaan minum
TUK 10 : 10.1 Klien mengikuti 10.1.1 Anjurkan klien 10.1.1 meningkatkan
Klien dapat mengikuti TAK: Stimulus persepsi untuk ikut TAK: pengetahuan klien tentang
TAK: Stimulus pencegahan perilaku Stimulus persepsi koping yang digunakan
persepsi pencegahan kekerasan pencegahan perilaku pada saat marah
perilaku kekerasan kekerasan
10.1.2 Klien mengikuti
TAK: Stimulus persepsi
pencegahan perilaku
kekerasan
10.1.3 Diskusi dengan 10.1.3 Untuk
klien tentang kegiatan meningkatkan
selama TAK pemahaman tentang topic
yang dibahas
10.1.4 Fasilitasi klien 10.1.4 Memfasilitasi klien
untuk mempraktekkan dalam mempelajari cara
hasil kegiatan TAK dan marah yang konstruktif
beri pujian atas
keberhasilannya
10.2.1 Diskusikan
dengan klien jadwal
10.2 Klien mempunyai TAK
jadwal mengikuti TAK: 10.2.2 Masukkan jadwal
Stimulus persepsi TAK dalam jadwal
pencegahan perilaku kegiatan harian klien
kekerasan
10.3.1 Klien
mengevaluasi
10.3 Klien melakukan pelaksanaan TAK
evaluasi terhadap dengan mengisi jadwal
pelaksanaan TAK kegiatan harian (self-
evaluation)
10.3.2 Validasi
kemampuan klien
mengikuti TAK
10.3.3 Beri pujian atas
kemampuan klien
mengikuti TAK 10.3.3 Pujian akan
meningkatkan motivasi
klien untuk meneruskan
10.3.4 Tanyakan pada tindakan yang positif
klien: “Bagaimana 10.3.4 Meningkatkan self
TUK 11 : 11.1 Keluarga dapat 11.1.1 Identifikasi 11.1.1 Keluarga dapat
Klien dapat dukungan mendemonstrasikan kemampuan keluarga mengambil tindakan yang
keluarga dalam cara merawat klien dalam merawat klien tepat bila ada tanda-tanda
melakukan cara sesuai dengan yang marah
pencegahan perilaku telah dilakukan keluarga
kekerasan terhadap klien selama
ini
11.1.2 Jelaskan 11.1.2 Kehangatan dalam
keuntungan peran serta keluarga dapat
keluarga dalam merawat menurunkan emosi klien
klien 11.1.3 Untuk
11.1.3 Jelaskan cara- menyalurkan energi
cara merawat klien: marah
 Terkait dengan cara
mengontrol perilaku
marah secara
konstruktif
 Sikap dan cara
bicara klien
 Membantu klien
mengenal penyebab
marah dan
pelaksanaan cara
pencegahan perilaku
kekerasan
11.1.4 Bantu keluarga 11.1.4 Mencegah perilaku
mendemonstrasikan kekerasan
cara merawat klien
11.1.5 Bantu keluarga
mengungkapkan 11.1.5 Pengetahuan
perasaannya setelah keluarga akan memotivasi
melakukan kegiatan keluarga untuk lebih aktif
demostrasi dalam merawat klien
11.1.6 Anjurkan
keluarga 11.1.6 Dukungan keluarga
mempraktikkannya pada penting untuk
klien selama di rumah mengendalikan marah
sakit dan klien
melanjutkannya setelah
pulang ke rumah
11.2.1 Anjurkan klien