Anda di halaman 1dari 50

RANCANGAN AKTUALISASI

“OPTIMALISASI PELAYANAN INFORMASI OBAT (PIO) MENGGUNAKAN


MEDIA LEAFLET DAN VIDEO EDUKASI PADA PELAYANAN FARMASI
DI UPT PUSKESMAS SUNGAI TARAB I KABUPATEN TANAH DATAR”

DISUSUN OLEH :
VELLA SRI OKTAVIA, S.Farm., Apt.
A31.3.7

PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL


GOLONGAN III ANGKATAN XXXI

KEMENTERIAN DALAM NEGERI


PUSAT PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MANUSIA
REGIONAL BUKITTINGGI
2021
LEMBAR PERSETUJUAN
EVALUASI RANCANGAN AKTUALISASI

PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN III ANGKATAN XXXI


PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
KEMENTRIAN DALAM NEGERI REGIONAL BUKITTINGGI
TAHUN 2021

NAMA : VELLA SRI OKTAVAIA, S.Farm., Apt.


NIP : 19931005 202012 2 017
INSTANSI : PEMERINTAH KABUPATEN TANAH DATAR
JABATAN : APOTEKER AHLI PERTAMA
NDH : A31.3.7

JUDUL AKTUALISASI
“OPTIMALISASI PELAYANAN INFORMASI OBAT (PIO) MENGGUNAKAN
MEDIA LEAFLET DAN VIDEO EDUKASI PADA PELAYANAN FARMASI
DI UPT PUSKESMAS SUNGAI TARAB I KABUPATEN TANAH DATAR”

Disetujui untuk disampaikan pada Evaluasi Pelaksanaan Aktualisasi Pelatihan Dasar


Golongan III Angkatan XXXI Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia
Kementrian Dalam Negeri Regional Bukittinggi tahun 2021.

Bukittinggi, September 2021


Menyetujui,
Coach Mentor

MARTA SUARNI, S.Sos dr. JONEFI


NIP. 19670227 198703 2 001 NIP. 19801209 200901 1 007

Mengetahui,
Koordinator

DEFRIMEN, M.Si
NIP. 19740902 200801 1 001

i
KATA PENGANTAR

Ucapan syukur penulis persembahkan kepada Allah SWT dan Rasulullah Muhammad
SAW atas segala rahmat, anugerah dan bimbingan-Nya yang begitu besar kepada penulis
sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan rancangan aktualisasi pelatihan dasar (latsar)
calon pegawai negeri sipil dan penyusunan laporan aktualisasi dengan judul “Optimalisasi
Pelayanan Informasi Obat (PIO) Menggunakan Media Leaflet Dan Video Edukasi
Pada Pelayanan Farmasi Di UPT Puskesmas Sungai Tarab I Kabupaten Tanah Datar”.
Laporan ini diajukan sebagai salah satu syarat kelulusan Pelatihan Dasar Calon Pegawai
Negeri Sipil.
Penghargaan dan cinta tak terhingga penulis tujukan kepada kedua orang tua dan
kakak yang telah memberikan cinta, kasih sayang, semangat, dorongan, dan doa yang tak
henti-hentinya kepada penulis hingga detik ini. Terima kasih yang tak terhingga juga penulis
ucapkan kepada:
1. Bapak H. Sarjayadi, SS selaku Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya
Manusia Kemendagri Regional Bukittinggi
2. Ibu Marta Suarni, S.Sos selaku coach yang telah membimbing, mengarahkan serta
memberikan dukungan selama pelasanaan dan penyelesaian laporan ini.
3. Bapak dr. Jonefi selaku mentor yang telah memberikan dorongan dan arahan
selama masa pelaksanaan kegiatan.
4. Bapak Pramana Wahyu Setiawan, S.Sos, M.Si selaku evaluator pada rancangan
aktualisasi
5. Bapak dan ibu staff serta karyawan-karyawati UPT Puskesmas Sungai Tarab I,
Kabupaten Tanah Datar.
6. Seluruh Widyaiswara yang telah memberikan bimbingan dan pembelajaran
selama proses distance learning berlangsung.
7. Rekan-rekan seperjuangan Latsar CPNS Golongan III Angkatan XXXI Tahun
2021 terutama rekan-rekan kelompok 3 atas kerjasamanya selama ini.

ii
Terima kasih atas semua bantuan yang telah diberikan, semoga amalan dan jasa baik
yang telah diberikan mendapat balasan pahala di sisi Allah SWT. Penulis menyadari bahwa
laporan ini masih jauh dari kesempurnaan, sehingga kritik dan saran yang membangun sangat
penulis harapkan. Semoga pelaksanaan aktualisasi ini dapat bermanfaat bagi perkembangan
dan kemajuan ilmu pengetahuan.

Tanah Datar, 10 September 2021

Penulis

Vella Sri Oktavia, S.Farm., Apt.


NIP. 19931005 202012 2 017

iii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
LEMBARAN PERSETUJUAN ...................................................................... i
KATA PENGANTAR .................................................................................... ii
DAFTAR ISI .................................................................................................. iv
DAFTAR TABEL ........................................................................................... v
DAFTAR GAMBAR .................................................................................... vi
BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG ....................................................................... 1

B. PROFIL INSTANSI ........................................................................... 3

1. Gambaran Umum .......................................................................... 3


2. Visi, Misi Organisasi ..................................................................... 9

3. Nilai-Nilai Organisasi ................................................................... 10

C. ROLE MODEL .................................................................................. 10


BAB II PERUMUSAN GAGASAN
A. IDENTIFIKASI ISSU ....................................................................... 11

B. DESKRIPSI ISU ............................................................................... 12

C. PENETAPAN CORE ISU ................................................................. 15

D. RUMUSAN ISU................................................................................. 17

E. PENYEBAB ISU ............................................................................... 18

F. GAGASAN AKTUALISASI ............................................................. 19


BAB III MATRIK RANCANGAN AKTUALISASI
A. Matrik Rancangan Aktualisasi ........................................................... 20

B. Matrik Rekapitulasi Rencana Habituasi Nilai-Nilai Dasar PNS ........ 36

C. Matrik Visi Misi dan Tata Nilai Organisasi ....................................... 38

D. Matrik Keterkaitan dengan Kedudukan dan Peran PNS .................... 40

BAB IV PENUTUP .......................................................................................... 41


RENCANA JADWAL KEGIATAN AKTUALISASI ..................................... 42
REFERENSI ...................................................................................................... 43

iv
DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Jumlah penduduk per Nagari di Puskesmas Sungai Tarab I............................ 3

Tabel 2.1 Tabel Identifikasi Isu........................................................................................ 11

Tabel 2.2 Analisis AKPL.................................................................................................. 15

Tabel 2.3 Identifikasi Isu Menggunakan Metode USG.................................................... 19

Tabel 3.1 Matrik Rancangan Aktualisasi.......................................................................... 20

Tabel 3.2 Matrikk Rekapitulasi Rencana Habituasi Nilai-Nilai Dasar PNS..................... 36

Tabel 3.3 Matrik Visi Misi dan Tata Nilai Organisasi...................................................... 38

Tabel 3.4 Matrik Keterkaitan dengan Kedudukan dan Peran PNS.................................... 40

v
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 Kepala UPT Puskesmas Sungai Tarab I................................................. 10

vi
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Aparatur Sipil Negara yang selanjutnya disingkat ASN adalah profesi bagi
pegawai negeri sipil dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang bekerja
pada instansi pemerintah. Berdasarkan Undang-undang No. 5 Tahun 2014 tentang
Aparatur Sipil Negara (ASN) pasal 10, fungsi dari ASN yaitu 1) Pelaksana kebijakan
publik 2) Pelayan publik 3) Perekat dan pemersatu bangsa. Salah satu fungsi ASN
yang sangat sering kita temui yaitu sebagai Pelayan Publik. ASN yang profesional
yaitu ASN yang mampu melaksanakan tugas dan jabatannya secara efektif dan efisien
sesuai dengan bidang ahlinya. Untuk menghasilkan ASN yang profesional, diperlukan
penerapan nilai-nilai dasar ASN yang biasa dikenal sebagai ANEKA (Akuntabilitas,
Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen mutu, dan Antikorupsi).

ASN yang profesional dapat dihasilkan melalui penerapan nilai dasar, etika
profesi, bebas dari intervensi politik, bersih dari korupsi, dan nepotisme sehingga
diperlukan pelatihan dasar bagi calon pegawai negeri sipil yang sejalan dengan UU
No. 5 Tahun 2014 (UU ASN) merujuk pada pasal 63 ayat (3) dan ayat (4) bahwa
CPNS wajib menjalani masa percobaan yang dilaksanakan selama satu tahun.
Pelatihan dasar bagi CPNS melalui Peraturan LAN No. 25 Tahun 2017 tentang
Pedoman Penyelenggaraan Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan III,
dalam pelatihan dasar ini CPNS akan dibekali dengan ilmu pembentukan karakter
seperti sikap perilaku bela negara, nilai-nilai dasar PNS, kedudukan dan peran PNS
dalam NKRI, dan agenda habituasi.

Nilai-nilai dasar ini diaktualisasikan dalam kegiatan- kegiatan yang mengacu


pada isu aktual yang terjadi dimasing-masing unit kerja. Pada laporan aktualisasi ini
diterapkan dalam agenda habituasi di unit kerja Puskesmas Sungai Tarab I dibawah
instansi Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Datar. Dalam agenda habituasi ini CPNS
akan melakukan tugas dan fungsinya secara maksimal dengan menerapkan nilai-nilai
dasar PNS yang sudah diajarkan.

Pusat Kesehatan Masyarakat yang selanjutnya disebut Puskesmas merupakan


unit pelaksana teknis dinas kesehatan kabupaten/kota yang bertanggung jawab
menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja (Permenkes RI No.

1
74 Tahun 2016). Salah satu bentuk pembangunan kesehatan tersebut diwujudkan
melalui pelayanan kefarmasian. Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas harus
mendukung tiga fungsi pokok Puskesmas, yaitu sebagai pusat penggerak
pembangunan berwawasan kesehatan, pusat pemberdayaan masyarakat, dan pusat
pelayanan kesehatan strata pertama yang meliputi pelayanan kesehatan perorangan
dan pelayanan kesehatan masyarakat.

Pada masa sekarang terjadi peningkatan tuntutan masyarakat dalam hal


kualitas pelayanan kesehatan khususnya pelayanan kefarmasian (pharmaceutical
care). Hal ini mendorong apoteker agar memperluas paradigma mengenai pelayanan
kefarmasian, yang awalnya berorientasi pada produk (drug oriented) diperluas
menjadi berorientasi pada pasien (patient oriented). Dengan adanya perluasan
paradigma ini, tenaga kefarmasian khususnya apoteker diharuskan memiliki
kompetensi untuk mendukung pelayanan farmasi klinik yang berkualitas. Salah satu
kompetensi yang bisa dilaksanakan yaitu Pelayanan Informasi Obat (PIO).

Di UPT Puskesmas Sungai Tarab I, sebelum tahun 2021 belum ada apoteker.
tenaga farmasi yang ada adalah Tenaga Teknis Kefarmasian (TTK), sehingga
Pelayanan Informasi Obat (PIO) belum bisa berjalan. Sementara beberapa bulan saya
bekerja, PIO ini belum berjalan secara optimal karena hanya baru sekedar penjelasan
tentang cara penggunaan obat. Padahal PIO ini penting untuk dilaksanakan karena
masih banyak pasien yang belum mendapatkan informasi yang benar dan mudah
dipahami mengenai obat. Dengan dilaksanakannya Pelayanan Infornasi Obat (PIO)
ini diharapan masyarakat akan mendapatkan informasi yang benar dan mudah
dipahami tentang obat. Selain itu dengan pelayanan informasi obat kepada pasien
dapat meningkatkan efektifitas dan keamanan dalam penggunaan obat sehingga
kualitas hidup pasien lebih meningkat.

Menanggapi masalah tersebut, sebagai seorang apoteker yang menjadi


penanggung jawab pelayanan kefarmasian seharusnya berupaya memperbaiki mutu
dan kualitas pelayanan. Hal ini dilakukan agar tercapainya mutu pelayanan kesehatan
yang lebih baik. Menyikapi hal tersebut, dalam rancangan aktualisasi ini penulis
memilih judul “Optimalisasi Pelayanan Informasi Obat (PIO) Menggunakan
Media Leaflet dan Video Edukasi Pada Pelayanan Farmasi di UPT Puskesmas
Sungai Tarab I Kabupaten Tanah Datar”.

2
B. PROFIL INSTANSI
1. Gambaran Umum UPT Puskesmas Sungai Tarab I
I. Geografis

UPT Puskesmas Wilayah Kerja Sungai Tarab I berada di Jln. Raya


batusangkar- Bukittinggi Km 10 dengan 5 Nagari dan jumlah penduduk 11.198
jiwa. Batas-batas wilayah kerja UPT Puskesmas Sungai Tarab I adalah:
a. Sebelah Utara : Kecamatan Salimpaung
b. Sebelah Selatan : Wilayah kerja puskesmas Sungai Tarab II
c. Sebelah Timur : Kecamatan Salimpaung
d. Sebelah Barat : Wilayah kerja Puskesmas Sungai Tarab II

Topografi wilayah sebahagian besar berbukit-bukit dan semua wilayahnya


dapat dilalui oleh kendaraan roda 2 dan roda 4 dengan jarak tempuh terjauh
hanya kurang lebih 10 menit.
II. Demografi

Penduduk di wilayah kerja Puskesmas Sungai Tarab I termasuk sedang


bila dibandingkan dengan Puskesmas lain di Kabupaten Tanah Datar. Adapun
jumlah penduduk tersebut adalah sebagai berikut :
1. Jumlah penduduk : 11.198 jiwa
- Laki-laki : 10.096 jiwa

- Perempuan : 10.893 jiwa

Jumlah : 11.198 jiwa

2. Jumlah Kepala Keluarga : 3.238 KK


3. Jumlah Penduduk Per Nagari di UPT Puskesmas Sungai Tarab I :
Tabel 1.1 Jumlah penduduk per Nagari di Puskesmas Sungai Tarab I
NO NAGARI JUMLAH KK JUMLAH PDDK KET
1 Rao-Rao 905 3.306
2 Kumango 1.204 4.851
3 Pasir Lawas 1.195 4.531
4 Koto Tuo 280 1.070
5 Koto Baru 611 2.552

3
III. Data Sosial Ekonomi

Secara umum mata pencaharian penduduk di wilayah kerja UPT


Puskesmas Sungai Tarab I adalah bertani ( 60 % ).

IV. Data Sosial Budaya

Sarana pendidikan yang ada di Puskesmas Sungai Tarab I adalah sebagai


berikut :

 Taman Kanak-kanak (TK) : 6 buah


1. TK Harapan Bunda
2. TK Aisyiyah
3. TK Tunas Harapan
4. TK Satu Atap SD 14
5. TK Darma Bunda
6. TK Babussalam

 Sekolah Dasar (SD) / MI : 9 buah

1. SDN 11 Rao-Rao
2. SDN 14 Rao-Rao
3. SDN 06 Kumango
4. SDN 20 Kumango
5. SDN 13 Pasia Laweh
6. SDN 03 Pasia Laweh
7. SDN 19 Pasia Laweh
8. SDN 02 Koto Baru
9. SDN 23 Koto Tuo

 SLTP / MTs : 5 buah


1. SMPN 3 Sungai Tarab
2. SMPN 2 Sungai Tarab
3. Mtsn 08 Tanah Datar
4. MTs Thawalib
5. Mts Ponpes Jabal Rahmah

4
 SLTA/MA : 1 buah
1. Mas Jabal Rahmah

V. Fasilitas Dan Tenaga Kesehatan


1. Sarana Kesehatan Pemerintah :
a. Jumlah Puskesmas : 1 buah
b. Jumlah Pustu : 3 buah
1. Puskesmas Pembantu Koto Baru
2. Puskesmas Pembantu Pasia Laweh
3. Puskesmas Pembantu Koto Tuo
c. Jumlah Poskesri : 4 buah
1. Poskesri Lurah Ampang
2. Poskesri Tanjung Lado Ateh Bukik
3. Poskesri Talang Dasun
4. Poskesri Kumango Selatan

2. Sarana Transportasi Puskesmas


 Puskesmas Keliling (PUSKEL) : 2 unit
 Kendaraan Roda Dua : 2 Unit

3. Jenis Tenaga Kesehatan di UPT Puskesmas Sungai Tarab I :


 Dokter umum : 3 orang
 Dokter Gigi : 1 orang
 Apoteker : 1 orang
 Sarjana Kesehatan Masyarakat : 3 orang
 Bidan : 5 orang
 Perawat : 7 orang
 Sanitarian : 2 orang
 Tenaga Gizi : 2 orang
 Perawat Gigi : 1 orang
 Asisten Apoteker : 1 orang
 Labor : 1 orang
 Rekam Medik : 1 orang

5
 Bidan Desa : 7 orang
 Tenaga Keuangan : 1 orang
 Tenaga Sopir : 1 orang
 Tenaga K3 : 1 orang

Seluruh Pegawai UPT Puskesmas Sungai Tarab I berjumlah 38


orang.

VI. Kegiatan Puskesmas

Sesuai dengan kemampuan tenaga maupun fasilitas yang berbeda-beda


maka kegiatan-kegiatan yang dapat dilaksanakan oleh sebuah puskesmas tentu
berbeda pula. Namun demikian kegiatan yang seharusnya dilaksanakan tetap
terlaksana dengan baik.
Kegiatan tersebut meliputi :

A. Upaya Kesehatan Wajib

1. Promosi Kesehatan (Promkes)


Kegiatan promosi kesehatan dilakukan dengan memberikan penyuluhan /
menyebarkan informasi kepada masyarakat tidak saja melalui pertemuan
formal tetapi juga dilakukan melalui pertemuan non formal seperti
penyuluhan langsung serta wawancara dengan masyarakat di posyandu
dan juga penyuluhan secara perorangan sewaktu pasien datang berobat
ke Puskesmas. Selain itu juga memajangkan poster, roll banner dan leaflet
di lingkungan Puskesmas.
2. Kesehatan Lingkungan
Kegiatan Kesehatan lingkungan yang dilakukan antara lain :

 Pelayanan pasien di Klinik Sanitasi


 Pendataan Sarana Kesehatan Lingkungan
 Pembinaan dan pengawasan sarana kesehatan lingkungan
 Penyuluhan tentang kesehatan lingkungan kepada individu maupun
masyarakat.
 Perbaikan sarana kesehatan lingkungan melalui kerjasama dengan
masyarakat.

6
 Pembinaan dan pengawasan industri rumah tangga

3. Kesehatan Ibu dan Anak serta Keluarga Berencana


a. Kesehatan Ibu dan Anak

Upaya kesehatan ibu dan anak adalah upaya kesehatan bagi ibu hamil,
ibu melahirkan, ibu menyusui, Neonatus, Bayi, Balita serta Anak
sekolah. Berbagai kegiatan dilaksanakan seperti :

 Pemeriksaan Ibu Hamil


 Deteksi Dini Ibu Hamil Resiko Tinggi
 Pelayanan Neonatus
 Pertolongan persalinan
 Deteksi , stimulasi dan intervensi tumbuh kembang balita
 Pemberian Tablet Fe bagi ibu hamil
 Serta kegiatan lain yang terintegrasi dengan puskesmas.( MTBS /
MTBM,)

b. Keluarga Berencana
Keluarga Berencana merupakan upaya peningkatan peran serta
masyarakat melalui pembatasan usia perkawinan, pengaturan kelahiran,
pembinaan keluarga, peningkatan kesejahteraan keluarga untuk
mewujudkan keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera.

4. Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat


Kegiatan dalam perbaikan gizi dilakukan dalam bentuk :

 Program penimbangan bayi dan Balita di Posyandu


 Pemberian kapsul vitamin A pada bayi dan Balita
 Pemberian Tablet Fe pada Ibu hamil
 Pendistribusia MP-ASI untuk Bayi dan Balita gizi buruk
 Pemantauan Status Gizi Bayi dan Balita
 Usaha Perbaikan Gizi Keluarga

7
Melalui program tersebut di atas maka dapat dicapai beberapa indikator
keberhasilan antara lain :

 Penurunan angka gizi buruk balita


 Peningkatan jumlah bayi dan balita yang mendapat vitamin A
 Peningkatan jumlah Bumil yang mendapat Fe

5. Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular


Kegiatan ini dilakukan dengan kerjasama yang baik dengan lintas
sektor maupun dengan lintas program. Pencegahan dan Pemberantasan
Penyakit Menular meliputi, imunisasi, penyakit malaria, kusta, TB-Paru,
ISPA, Diare dan Rabies , flu burung, HIV/AIDS serta DBD, ( termasuk
fogging , abatisasi dan PSN ) termasuk survailans penyakit.

6. Pengobatan
Demi tercapainya pelayanan terbaik bagi masyarakat maka telah
dilaksanakan sistem pelayanan kesehatan yang diarahkan pada kualitas
pelayanan, efektifitas, pengabdian dan keteladanan. Kegiatan pelayanan
pengobatan dasar dilakukan setiap hari kerja di Puskesmas, Puskesmas
Pembantu dan Poskesri.

B. Upaya Kesehatan Pengembangan

1. Kesehatan Gigi dan Mulut


2. Usaha Kesehatan Sekolah
3. Kesehatan Jiwa
4. Laboratorium Sederhana
5. SIK (Sistem Informasi Kesehatan)

VII. Tugas Pokok dan Fungsi Apoteker


a. Tugas Pokok Apoteker
Tugas Pokok Apoteker adalah melaksanakan pekerjaan kefarmasian yang
meliputi penyiapan rencana kerja kefarmasian, pengelolaan perbekalan
farmasi, pelayanan farmasi klinik dan pelayanan farmasi khusus.

8
b. Fungsi Apoteker
Fungsi pelayanan kefarmasian adalah pengelolaan perbekalan farmasi
meliputi pemilihan, perencanaan, pengadaan, produksi, penerimaan,
penyimpanan, dan distribusi perbekalan farmasi, pelayanan kefarmasian
dalam penggunaan obat dan alat kesehatan.

2. Visi, Misi UPT Puskesmas Sungai Tarab I

VISI

“Menjadikan masyarakat diwilayah kerja Puskesmas Sungai Tarab 1 mandiri

untuk hidup sehat”

MISI

Untuk mewujudkan visi tersebut, Puskesmas Sungai Tarab I memiliki


misi sebagai berikut :

a. Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pemberdayaan


masyarakat agar mampu secara mandiri untuk hidup sehat.

b. Melindungi kesehatan masyarakat dengan menjamin tersedianya upaya


kesehatan yang paripurna,merata,bermutu dan berkeadilan.

c. Memelihara dan meningkatkan kesehatan perorangan, keluarga dan


masyarakat beserta lingkunganya dengan pemeriksaan kesehatan yang
terkoordinasi.

d. Menjadikan Puskesmas sebagai pusat pengembangan dan pembangunan


kesehatan melalui kerjasama lintas sektor terkait.

3. Nilai-Nilai Organisasi UPT Puskesmas Sungai Tarab I

MOTTO : “ KESEHATAN ANDA PRIORITAS UTAMA KAMI”

9
TATANILAI : “ SEMANGAT“

Senyum
Empati
Mandiri
Amanah
Nyaman
Giat
Adil
Terampil

C. ROLE MODEL

Gambar 1.1 Kepala UPT Puskesmas Sungai Tarab I

Adapun sosok yang penulis jadikan sebagai role model adalah dr. Jonefi
selaku Kepala UPT Puskesmas Sungai Tarab I. Beliau merupakan seseorang yang
pantas untuk dijadikan teladan karena perilakunya yang mencerminkan sikap positif
serta mengaplikasikan nilai-nilai dasar PNS dalam keseharian seorang pimpinan yang
profesional, disiplin, dan memiliki integritas yang kuat dalam menjalankan
pekerjaannya.
Bapak dr. Jonefi juga merupakan sosok yang ramah. Hal ini dapat dilihat dari
respon masyarakat yang selalu puas dengan pelayanan yang beliau berikan sebagai
seorang dokter. Dan yang tidak kalah penting, beliau selalu mengutamakan
kepentingan publik dibandingankan dengan kepentingan pribadinya. Oleh sebab
itulah beliau patut dijadikan sebagai role model dalam aktualisasi kali ini.

10
BAB II

PERUMUSAN GAGASAN

A. IDENTIFIKASI ISU
Rancangan aktualisasi ini disusun berdasarkan identifikasi beberapa isu yang
ditemukan dalam melaksanakan tugas sebagai Apoteker di Puskesmas Sungai Tarab I
mendapatkan dukungan konseptual dari mata pelatihan yang telah dipelajari pada
agenda Kedudukan dan Peran PNS dalam NKRI (WOG, Pelayanan Publik dan
Manjemen ASN). Sebagai pelayan publik isu-isu tersebut sangat mempengaruhi
sehingga menjadi perlu untuk dianalisis penyebabnya dan ditemukan solusi untuk
menanganinya.
Beberapa bulan menjalankan tugas sebagai Apoteker Ahli Pertama di UPT
Puskesmas Sungai Tarab I penulis menemukan beberapa permasalahan dan isu yang
berpotensi untuk diperbaiki, antara lain:
Tabel 2.1 Tabel Identifikasi Isu
NO Identifikasi Isu Refleksi/Kaitan dengan Sumber Isu Lingkup Isu
Agenda 3
1. Belum Optimalnya Pelayanan Publik: Pemberian SKP dan tupoksi Tupoksi
Pelayanan
Pelayanan Informasi Obat Apoteker di Apoteker di
Informasi Obat
(PIO) di UPT secara prima dengan penuh Puskesmas yang Puskesmas
Puskesmas Sungai
kejelasan, tanggung jawab, terdapat dalam
Tarab I
kedisiplinan, kesopanan Permenkes No. 74
keramahan, kenyamanan dan tahun 2016
kemudahan akses sehingga Tentang Standar
masyarakat akan mendapatkan Pelayanan
informasi yang benar dan Kefarmasian di
mudah dipahami tentang obat. Puskesmas salah
Serta melindungi pasien dan satu tugas apoteker
masyarakat dari penggunaan adalah memberikan
Obat yang tidak rasional dalam Pelayanan
rangka keselamatan pasien Informasi Obat
(patient safety). kepada (PIO).

11
2. Belum optimalnya Manajemen ASN: SKP dan Tupoksi
pengelolaan obat Melaksanakan Pengelolaan Apoteker di
dan BMHP di UPT obat dan BMHP dengan jujur, Puskesmas
Puskesmas Sungai bertanggungjawab, dan menurut
Tarab I berintegritas tinggi; serta Permenkers No. 74
Memegang teguh nilai dasar Tahun 2016 yaitu
ASN dan selalu menjaga melakukan
reputasi dan integritas ASN. Pengelolaan
Sediaan Farmasi
dan Bahan Medis
Habis Pakai
3. Belum Manajemen ASN: Inisiatif Diri Tupoksi
diterapkannya Melaksanakan permintaan obat Sendiri: Agar Apoteker di
permintaan obat melalui LPLPO dan permintaan dan Puskesmas
dan BMHP melalui pencatatannya dengan jujur, pelaporan obat
LPLPO pada unit- bertanggungjawab, dan lebih teratur dan
unit yang ada di berintegritas tinggi; serta ada pencatatannya
Puskesmas Sungai Memegang teguh nilai dasar sebagai bentuk
Tarab I (seperti: ASN dan selalu menjaga pertanggung
labor, gigi, poned, reputasi dan integritas ASN. jawaban terhadap
imunisasi, KB) tugas yang telah
dilaksanakan.

B. DESKRIPSI ISU
1. Belum Optimalnya Pelayanan Informasi Obat (PIO) di UPT Puskesmas Sungai
Tarab I
Peran ASN di bidang kesehatan melalui kegiatan mewujudkan pelayanan
kesehatan yang berkualitas dan prima di Puskesmas meliputi pelayanan preventif,
promotif, kuratif, dan rehabilitatif. Pelayanan Kefarmasian adalah suatu pelayanan
langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan Sediaan
Farmasi. Pada saat ini pelayanan kefarmasian bukan lagi “Drug Oriented”
melainkan “Patient Oriented”, dimana pasien lah yang menjadi tujuan utama.
Salah satunya yaitu dengan mengedukasi pengguaan obat pada pasien yang

12
merupakan salah satu penerapan kedudukan ASN yaitu Pelayanan Publik sehingga
pengetahuan pasien tentang obat akan meningkat dan dapat meningkatkan kualitas
hidup pasien.
Isu ini diangkat karena Pelayanan Informasi Obat (PIO) ini merupakan salah
satu tugas apoteker di puskesmas menurut Permenkes No. 74 Tahun 2016 Tentang
Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas. Sebelum tahun 2021 Pelayanan
Informasi Obat (PIO) belum berjalan sama sekali dikarenakan hanya ada 1 Tenaga
Teknis Kefarmasian (TTK) dan tidak ada apoteker di UPT Puskesmas Sungai
Tarab I. Sementara beberapa bulan saya bekerja di UPT Puskesmas Sungai Tarab
I pelaksanaan PIO ini belum optimal karena baru bisa dilakukan kepada 5-6
pasien perbulan. Sedangkan pasien lain saat penyerahan obat hanya sekedar
tentang cara penggunaan obat. Selain itu belum ada pemberian edukasi kepada
pasien baik melalui media Leaflet dan video, agar pasien lebih memahami lagi
tentang penggunaan obat.
Dampak Negatif jika isu tidak bisa diselesaikan:
- Kurangnya pemahaman pasien tentang penggunaan obat dapat
menurunkan kualitas hidup pasien. Karena dengan dilaksanakannya
Pelayanan Informasi Obat (PIO) ini dapat meningkatkan pengetahuan
pasien tentang obat, meningkatkan kepatuhan pasien, meningkatkan
keberhasilan terapi dan keamanan pasien dalam menggunakan obat.
- Dampak negatif jika tidak dilakukan pembagian leaflet dan dan hanya
dilakukan secara lisan adalah pasien bisa lupa tentang informasi yang
diberikan oleh apoteker. sehingga hal tersebut menjadi tidak efektif dalam
meningkatkan kualitas hidup pasien.
2. Belum optimalnya pengelolaan obat dan BMHP di UPT Puskesmas Sungai Tarab
I
Pengelolaan obat dan BMHP menurut Permenkes No. 74 Tahun 2016 Tentang
Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskemas yaitu Perencanaan, Permintaan,
Penerimaan, Penyimpanan, Pendistribusian, Pengendalian, Pencatatan, dan
pemantauan evaluasi pengelolaan. Dari banyaknya pengelolaan tersebut masih ada
beberapa yang belum optimal dalam pelaksanaanya seperti penyusunan obat dan
BMHP yang tidak sesuai bentuk sediaan. Hal tersebut karena gudang obat terlalu
kecil dan terpisah menjadi 3 gudang. Sementara jumlah obat dan BMHP banyak
yaitu sekitar 300 item sehingga perlu cara untuk mensiasati penyusunan obat

13
tersebut. Selain itu penandaan obat kadalurasa juga belum dilakukan, berdasarkan
laporan kadaluarsa obat Januari-Agustus 2021 terdapat 35 item obat dan BMHP
yang kadaluarsa, dan ada banyak obat yang akan mendekati kadalursa. Untuk
meminimalisir terjadinya pemberian obat yang kadaluarsa pada pasien dan
meningkatkan kewaspadaan petugas farmasi terhadap obat yang akan kadaluarsa
perlu dilakukan pelabelan obat tersebut dengan menggunakan label berwarna
sesuai waktu kadaluarsa obat. Selain itu pemantauan suhu gudang yang berguna
untuk menjaga kualitas obat juga belum dilaksanakan.
Dampak negatif jika isu tidak bisa diselesaikan:
- Tidak adanya kontrol terhadap obat-obat yang mendekati ED, obat ED
dapat terdistribusi ke sub unit dalam gedung dan kepada pasien
- Tidak adanya jaminan keamanan obat bagi pasien;
- Menghambat kinerja pelayanan kefarmasian;
- Kualitas pelayanan obat menjadi menurun;
- Menurunnya kepercayaan dan kepuasan pasien terhadap pelayanan di
puskesmas
3. Belum diterapkannya permintaan obat dan BMHP melalui LPLPO pada unit-unit
yang ada di Puskesmas Sungai Tarab I (seperti: labor, gigi, poned, imunisasi, KB)
Perbekalan farmasi di Puskesmas, dilakukan dengan sistem pendistribusian
perbekalan farmasi ke unit-unit yang dibutuhkan. Pendistribusian tersebut
dilakuakan berdasarkan Laporan Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat
(LPLPO) yang diserahkan tiap bulannya ke penanggungjawab gudang obat.
Selama ini pendistribusian berdasarkan LPLPO dilakukan pada apotik, pustu,
polindes dan UGD. Sementara unit-unit lain yang ada didalam gedung seperti
labor. Gigi, poned, imunisasi, KB melakukan permintaan pada saat dibutuhkan
(insidentil) dan pengeluarannya dicatat di buku bon obat. Namun hal tersebut
menyulitkan petugas farmasi dalam proses pencatatan, dan tidak bisa diketahui
jumlah pemakaian perbulan sehingga susah dalam melaukan perencanaan
permintaan ke Dinas Kesehatan.
Dampak negatif jika isu tidak bisa diselesaikan:
- Perencanaan permintaan barang akan sulit dilakukan. Jika terlalu sedikit
yang diminta maka akan terjadi kekosongan obat dan BMHP. Namun jika
terlalu banyak diminta dan ternyata barang tersebut mendekati expired dan
akhirnya tidak terpakai, maka akan terjadi pemborosan dan kerugian.

14
- Tidak adanya bukti permintaan obat dan BMHP kepada penanggungjawab
gudang obat, sehingga jika terjadi pemeriksaan akan sulit untuk di
pertanggungjawabkan.

C. PENETAPAN CORE ISU


Analisis pemilihan isu yang digunakan dalam kegiatan aktualisasi ini
menggunakan dua alat bantu penetapan kriteria kualitas isu. Kriteria pertama adalah
APKL (Aktual, Problematik, Kekhalayakan, dan Kelayakan).

Metode AKPL terdiri dari Aktual, Kekhalayakan, Problematik, dan Layak.

1. Aktual artinya benar-benar terjadi dan sedang hangat dibicarakan dalam

masyarakat.

2. Kekhalayakan artinya isu yang menyangkut hajat hidup orang banyak.

3. Problematik artinya isu yang memiliki dimensi masalah yang kompleks, sehingga

perlu dicarikan segera solusinya.

4. Layak artinya isu yang masuk akal dan realistis serta relevan untuk dimunculkan

inisiatif pemecahan masalahnya.

Tabel 2.2 Analisis AKPL

Faktor
No Isu Total
A P K L
1 Belum optimalnya Pelayanan Informasi 4 5 5 5 19
Obat (PIO) di UPT Puskesmas Sungai
Tarab I
2 Belum optimalnya pengelolaan obat dan 4 5 4 5 18
BMHP di UPT Puskesmas Sungai Tarab I
3 Belum diterapkannya permintaan obat dan 4 4 4 4 16
BMHP melalui LPLPO pada unit-unit
yang ada di Puskesmas Sungai Tarab I
(seperti: labor, gigi, poned, imunisasi, KB)

15
Berdasarkan analisis AKPL yang telah dilaksanakan, terlihat bahwa isu
mengenai “Belum Optimalnya Pelayanan Informasi Obat (PIO) di UPT
Puskesmas Sungai Tarab I” memiliki peringkat tertinggi dengan nilai 19 point,
karea isu tersebut:
 Aktual, Isu “Belum Optimalnya Pelayanan Infromasi Obat (PIO) di UPT
Puskesmas Sungai Tarab I” masih dibicarakan hingga saat ini dan belum
terselesaikan sampai saat sekarang ini.
 Problematik, Isu “Belum Optimalnya Pelayanan Infromasi Obat (PIO) di UPT
Puskesmas Sungai Tarab I” menyimpang dari standar pelayanan kefarmasian di
puskemas dan menimbulkan problematik yang besar dengan nilai 5 point, sehinga
perlu dianalisis penyebab dan dicarikan solusi terhadap permasalahan tersebut.
 Kekhalayakan, Isu “Belum Optimalnya Pelayanan Infromasi Obat (PIO) di UPT
Puskesmas Sungai Tarab I” memiki nilai kekhalayakan tinggi dengan point 5
karena isu ini sangat menyangkut hajat semua pasien di Puskesmas Sungai tarab I.
Karena dengan ada nya pelayanan informasi obat, maka pasien akan mendapatkan
informasi yang benar dan mudah dipahami tentang obat dengan sehingga dapat
melindungi pasien dan masyarakat dari penggunaan Obat yang tidak rasional
dalam rangka keselamatan pasien (patient safety).
 Kelayakan, Isu “Belum Optimalnya Pelayanan Infromasi Obat (PIO) di UPT
Puskesmas Sungai Tarab I” merupakan isu yang masuk akal atau logis, pantas
untuk diangkat dan dicarikan solusi dari permasalahan tersebut, realistis atau
wajar dan nyata serta isu ini dapat dibahas sesuai dengan tugas, hak, wewenang,
dan tanggung jawab saya sebagai Apoteker. sehingga isu ini menjadi prioritas
untuk dicarikan solusi daripermasalahannya.

16
Sedangkan Isu pertama dan kedua, dianggap tidak layak karena kurang
memiliki kriteriaaktual, problematik, kekhalayakan dan kelayakan sebagaimana akan
dibahas di tabel berikut ini:

Isu Alasan tidak memenuhi kriteria


kekhalayakan/problematik dan layak
Belum optimalnya pengelolaan obat dan Isu ini belum memenuhi kriteria
BMHP di UPT Puskesmas Sungai kekhalayakan karena hanya menyangkut
Tarab I tentang pengelolaan obat dan BMHP di
gudang. Dan isu ini juga belum terlalu
mendesak untuk diselesaikan
permasalahannya. Karena dengan keadaan
sekarang ini tidak terlalu mempengaruhi
pelayanan farmasi ke pasien.
Belum diterapkannya permintaan obat Isu ini belum memenuhi kriteria
dan BMHP melalui LPLPO pada unit- kekhalayakan, karena hanya menyangkut
unit yang ada di Puskesmas Sungai beberapa unit yang ada di Puskesmas,
Tarab I (seperti: labor, gigi, poned, bukan untuk kepentingan semua pasien.
imunisasi, KB) dan juga isu ini juga belum terlalu
mendesak untuk diselesaikan
permasalahannya karena walaupun
permintaan obat dan BMHP tidak dengan
LPLPO hal tersebut tidak mengganggu
pelayanan farmasi.

Maka berdasarkan penjabaran diatas, didapatkan core isu dalam rancangan


aktualisasi ini yaitu “Belum Optimalnya Pelayanan Infromasi Obat (PIO) di UPT
Puskesmas Sungai Tarab I”.

D. RUMUSAN ISU
Berdasarkan penetapan core isu diata, maka didapat rumusan isu yaitu:

“Belum Optimalnya Pelayanan Informasi Obat (PIO)


di UPT Puskesmas Sungai Tarab I Kabupaten Tanah Datar”

17
E. PENYEBAB ISU

Berdasarkan identifikasi isu-isu yang telah dilakukan, didapatkan bahwa isu

yang dipilih adalah “Belum Optimalnya Pelayanan Informasi Obat (PIO) di UPT

Puskesmas Sungai Tarab I” .Selanjutnya dilakukan identifikasi penyebab masalahnya

dengan menggunakan teori USG (Urgency, Seriousness dan Growth) yang terdiri atas:

1. Urgency, dilihat dari seberapa mendesaknya suatu masalah harus

dibahas, dianalisis dan ditindaklanjuti

2. Seriousness, dilihat dari seberapa seriusnya masalah harus dibahas dikaitkan

dengan akibat yang ditimbulkan

3. Growth, dilihat dari seberapa cepat pertumbuhan masalah tersebut jika

tidak ditangani dengan segera

Tingkat urgency, seriousness dan growth ini kemudian diukur


menggunakan Skala Likert yang terdiri dari rentang nilai 1-5 dengan ketentuan
sebagai berikut :
1 = Sangat kecil
2 = Kecil
3 = Sedang
4 = Besar
5 = Sangat besar

18
Adapun penetapan isu organisasi menggunakan teori USG (Urgency,

Seriousness dan Growth) dapat dilihat pada Tabel dibawah ini:

Tabel 2.3 Identifikasi Isu Menggunakan Metode USG

No. Isu U S G Skor Prioritas


1. Belum optimalnya penggunaan 5 5 5 15 I
media dalam Pelayanan Informasi
Obat (PIO)
2. Masyarakat belum mendapatkan 4 5 4 13 II
informasi yang benar dan mudah
dipahami tentang obat
3. Belum adanya SOP yang jelas 3 4 3 10 III
mengenai Pelayanan Informasi
Obat (PIO)

Berdasarkan hasil analisis USG diatas, maka penyebab isu yang dipilih adalah “Belum
optimalnya penggunaan media dalam Pelayanan Informasi Obat (PIO)”.

F. GAGASAN AKTUALISASI
Berdasarkan penyebab isu yang paling dominan maka gagasan pemecahan isu
yaitu:

“Optimalisasi Pelayanan Informasi Obat (PIO) Menggunakan Media Leaflet Dan


Video Edukasi Pada Pelayanan Farmasi Di UPT Puskesmas Sungai Tarab I Kabupaten
Tanah Datar”

19
BAB III

MATRIK RANCANGAN AKTUALISASI

A. Matrik Rancangan Aktualisasi

Unit Kerja : UPT Puskesmas Sungai Tarab I

Identifikasi Isu : 1. Belum optimalnya Pelayanan Informasi Obat (PIO) di UPT Puskesmas Sungai Tarab I
2. Belum optimalnya pengelolaan perbekalan farmasi di UPT Puskesmas Sungai Tarab I
3. Belum diterapkannya permintaan obat dan BMHP melalui LPLPO pada unit-unit yang ada di Puskesmas
Sungai Tarab I (seperti: labor, gigi, poned, imunisasi, KB)

Isu yang Diangkat : Belum optimalnya Pelayanan Informasi Obat (PIO) di UPT Puskesmas Sungai Tarab I Kabupaten Tanah Datar

Gagasan Pemecahan Isu : Optimalisasi Pelayanan Informasi Obat (PIO) Menggunakan Media Leaflet Dan Video Edukasi Pada
Pelayanan Farmasi DI UPT Puskesmas Sungai Tarab I Kabupaten Tanah Datar

20
Tabel 3.1 Matrik Rancangan Aktualisasi

Keterkaitan Substansi Keterkaitan Terhadap Penguatan Nilai


No. Kegiatan Tahapan Kegiatan Hasil/Output
Mata Pelatihan Visi Misi Organisasi Organisasi
1. Melakukan Terlaksananya Manajemen ASN Dengan mengadakan Senyum: Melakulan
konsultasi dengan konsultasi dengan konsultasi atau diskusikonsultasi dengan
mentor terkait mentor dengan mentor tentang sopan, santun, ramah,
aktualisasi yang 1.1 Menyampaikan Foto Etika Publik: Saya gagasan aktualisasi dan senyum.
akan dilakukan dan gagasan akan bertemu mentor merupakan perwujudan Amanah: Saya akan
meminta persetujuan rancangan dengan berpakaian dari Visi Puskesmas menjaga amanah yang
aktualisasi rapi dan atribut Sungai Tarab I yaitu telah diberikan mentor
kepada mentor lengkap serta Menjadikan untuk melaksanakan
menyampaikan gagasan masyarakat diwilayah kegitan PIO dengan
dengan sopan dan kerja Puskesmas sebaik-baiknya.
santun Sungai Tarab 1 Nyaman: Melakukan
mandiri Konsultasi dalam
1.2 Melakukan Notulensi hasil Akuntabilitas: Saya untuk hidup sehat. kondisi nyaman.
diskusi terkait konsultasi akan mencatat hasil Giat: saya akan
gagasan diskusi dengan mentor Dan dengan Misi melaksanakan kegiatan
aktualisasi secara jelas dan ber- Puskesmas Sungai tarab aktualisasi saya dengan
kepada mentor tanggungjawab I nomor 1: bersungguh-sungguh
Meningkatkan dan giat
Nasionalisme derajat kesehatan
(Sila ke-4): Sebelum masyarakat melalui
melaksanakan pemberdayaan
aktualisasi saya akan masyarakat agar
mengutamakan mampu secara
Musyawarah dalam mandiri untuk hidup
mengambil keputusan sehat.
untuk kepentingan

21
Keterkaitan Substansi Keterkaitan Terhadap Penguatan Nilai
No. Kegiatan Tahapan Kegiatan Hasil/Output
Mata Pelatihan Visi Misi Organisasi Organisasi
bersama.

Komitmen Mutu: Saya


akan berkomitmen
untuk melaksanakan
kegiatan aktualisasi
dengan sungguh-
sungguh sehingga dapat
meningkatkan mutu
pelayanan kepada
pasien

Anti Korupsi: saya


memberanikan diri
untuk menyampaikan
ide dan gagasan tentang
kegiatan aktualisasi

1.3 Menerima Lembaran Akuntabilitas: Surat


masukan dan Persetujuan persetujuan yang
persetujuan diminta ke mentor akan
gagasan menjadi per-
aktualisasi Tanggungjawaban

Nasionalisme
(Sila ke-4): saya akan
mendengarkan
masukan yang
disampaikan mentor

22
Keterkaitan Substansi Keterkaitan Terhadap Penguatan Nilai
No. Kegiatan Tahapan Kegiatan Hasil/Output
Mata Pelatihan Visi Misi Organisasi Organisasi
dengan sungguh-
sungguh
2. Pembuatan Form Tersedianya form Pelayanan Publik Berjalan seirama Dengan terlaksananya
Pelayanan Informasi Pelayanan Whole of Goverment dengan Visi kegiatan ini maka akan
Obat (PIO) Informasi Obat Puskesmas Sungai sesuai dengan nilai:
(PIO) Tarab I yaitu Mandiri: dalam
2.1 Pembuatan draft Draft form Anti Korupsi: Sebelum Menjadikan pembuatan form PIO
form Pelayanan Pelayanan membuat rancangan masyarakat diwilayah dilakukan secara
Informasi Obat Informasi Obat form PIO saya akan kerja Puskesmas mandiri dengan sumber
(PIO) (PIO) mencari refernsi terlebih Sungai Tarab I referensi yang
dahulu dengan laptop mandiri terpercaya.
saya sendiri secara untuk hidup sehat. Giat dan Terampil:
mandiri dengan kerja membuat form PIO
keras dan disiplin Dan dengan Misi dengan giat dan
sehingga form PIO Puskemas Sungai Tarab sunggu-sungguh dan
dapat selesai tepat I nomor 2: Melindungi terampil sehingga akan
waktu. kesehatan menghasilkan form PIO
masyarakat dengan yang bagus dan selesai
Komitmen Mutu: menjamin tersedianya tepat waktu.
Saya akan membuat upaya kesehatan yang
inovasi form PIO paripurna,merata,ber
untuk meningkatkan mutu dan berkeadilan
mutu pelayanan
kefarmasian

Akuntabilitas: saya
akan membuat form
PIO dengan teliti dan
tanggungjawab

23
Keterkaitan Substansi Keterkaitan Terhadap Penguatan Nilai
No. Kegiatan Tahapan Kegiatan Hasil/Output
Mata Pelatihan Visi Misi Organisasi Organisasi
2.2 Mendikusikan Notulensi hasil Nasionalisme:
hasil rancangan diskusi Saya akan
dengan mentor Foto berkonsultasi dengan
mentor dan saya akan
menyampaikan hasil
rancangan saya dengan
penuh kejelasan
(Akuntabilitas)

Etika Publik: selama


melalukan diskusi saya
akan mendengarkan
arahan mentor dengan
sebaik-baiknya sebagai
bentuk menghargai
komunikasi dan
konsultasi

2.3 Meminta Draft Rancangan Akuntabilitas: Surat


persetujuan yang telah persetujuan yang
terkait hasil ditandatangani diminta ke mentor akan
rancangan form oleh mentor menjadi per-
Pelayanan Tanggungjawaban
Informasi Obat
2.4 Sosialisasi dan Foto kegiatan Akuntabilitas: saya
diskusi dengan sosialisasi dan melakukan sosialisasi
staff apotek diskusi dengan bahasa yang
terkait form PIO jelas dan penuh
tanggung jawab

24
Keterkaitan Substansi Keterkaitan Terhadap Penguatan Nilai
No. Kegiatan Tahapan Kegiatan Hasil/Output
Mata Pelatihan Visi Misi Organisasi Organisasi
Nasionalisme: saya
akan menerima
masukan dan saran
yang diberikan staff
apotek.

Etika Publik: saya


akan melakukan
sosialisasi da diskusi
dengan bahasa yang
sopan dan santun

3. Melakukan Terlaksananya PIO Pelayanan Publik Dengan Senyum, Empati,


Pelayanan Informasi di Puskesmas dilaksanakannya Nyaman: Pelaksanaan
Obat (PIO) kepada Sungai Tarab I Pelayanan Informasi Pelayanan Informasi
pasien di UPT 3.1 Mencetak form Tersedianya Form Anti Korupsi: Obat (PIO) akan sejalanObat kepada pasien
Puskesmas Sungai PIO dan PIO yang telah Saya akan bekerja dengan Visi dengan sopan, santun,
Tarab I memperbanyak dicetak dan keras dan disiplin agar Puskesmas Sungai ramah dan penuh
form tersebut diperbanyak form PIO ini bisa Tarab I yaitu senyum agar pasien
teecetak tepat waktu Menjadikan merasa nyaman. serta
masyarakat diwilayah berempati pada pasien.
3.2 Melakukan Terlaksananya PIO Akuntabilitas: kerja Puskesmas Mandiri: Pelayanan
Pelayanan kepada Pasien Memberikan PIO Sungai Tarab I Informasi Obat
Informasi Obat dengan adanya merupakan Tanggung mandiri dilakukan secara
(PIO) kepada dokumentasi Foto Jawab apoteker dalam untuk hidup sehat. mandiri dengan
pasien Kegiatan PIO berpraktik dan saya kemampuan yang saya
Puskesmas akan secara konsisten Dan dengan Misi miliki.
Sungai Tarab I melakukannnya Puskesmas Sungai tarab Amanah:Pelayanan
I nomor 1: Informasi Obat (PIO)

25
Keterkaitan Substansi Keterkaitan Terhadap Penguatan Nilai
No. Kegiatan Tahapan Kegiatan Hasil/Output
Mata Pelatihan Visi Misi Organisasi Organisasi
Nasionalisme (Sila ke- Meningkatkan telah diamanahkan
5): saya akan derajat kesehatan dalam PMK No. 74
memberikan pelayanan masyarakat melalui Tahun 2016 Tentang
secara adil dengan tidak pemberdayaan Standar Pelayanan
membeda-bedakan masyarakat agar Kefarmasian di
pasien mampu secara Puskesmas, sehingga
mandiri untuk hidup saya akan menjalankan
Etika Publik : sehat. kegiatan tersebut sesuai
Memberikan layanan dengan kompetensi
dengan Senyum, sapa, Dan nomor 2: yang saya miliki.
sopan, santun, tulus, Melindungi kesehatan Giat, Terampil:
dan ramah, dan tidak masyarakat dengan melaksanakan kegiatan
diskriminatif menjamin tersedianya dengan giat dan
upaya kesehatan yang sungguh-sungguh dan
Komitmen Mutu: paripurna,merata,ber terampil agar hasilnya
Memberikan informasi mutu dan maksimal dan pasien
yang bermanfaat dan berkeadilan. merasa puas dan
dapat meningkatkan dihargai
mutu pelayanan Adil: Pelaksanaan
dengan Pelayanan Informasi
menambah pengetahuan Obat (PIO)
pasien dan masyarakat. dilakukan dengan adil
tanpa mendeda-bedakan
Anti Korupsi: pasien.
Memberikan PIO
merupakan bentuk
Kepedulian terhadap
pengobatan pasien

26
Keterkaitan Substansi Keterkaitan Terhadap Penguatan Nilai
No. Kegiatan Tahapan Kegiatan Hasil/Output
Mata Pelatihan Visi Misi Organisasi Organisasi
3.3 Mengisi form Form PIO yang Akuntabilitas: saya
Pelayanan telah terisi ketika akan mengisi form PIO
Informasi Obat melakukan secara jelas dan penuh
(PIO) pelayanan tanggungjawab

4. Pembagian leaflet Tersedianya leaflet Pelayanan Publik Dengan Senyum, Nyaman:


tentang tentang informasi dilaksanakannya Pembagian leaflet
DAGUSIBU (cara obat pembagian leaflet kepada pasien dengan
menDapatkan, 4.1 Mencari Screen shoot hasil Saya akan melakukan tentang cara penuh kesopanan dan
mengGunakan, referensi tentang pencarian referensi penelusuran referensi penggunaan obat- menggunakan bahasa
menNyimpan, DAGUSIBU dan melalui google agar obatan dengan instruksi
yang baik dan disertai
memBuang ) obat penggunaan obat lebih efisien khusus akan sejalan dengan senyuman, serta
yang benar dan dengan instruksi (Komitmen Mutu) dengan Visi Puskesmasmenciptakan kondisi
penggunaan obat- khusus dengan menggunakan Sungai Tarab I yaitu yang nyaman.
obatan dengan laptop saya sendiri Menjadikan Mandiri: Pembuatan
instruksi khusus secara mandiri (Anti masyarakat diwilayah leaflet secara mandiri
kepada pasien di Korupsi). Dari kerja Puskesmas dengan mencari
UPT Puskesmas informasi yang telah Sungai Tarab 1 referensi dari sumber
Sungai Tarab I diperoleh saya akan mandiri terpercaya.
bertanggung jawab untuk hidup sehat. Giat, Terampil:
(Akuntabilitas) membuatleaflet dengan
Dan dengan Misi giat dan terampil agar
4.2 Membuat design Screen shoot Hasil Komitmen Mutu: saya Puskesmas Sungai leaflet dapat selesai
media Pelayanan design leaflet akan membuat design Tarab I nomor 1yaitu tepat waktu dengan
Informasi Obat leaflet dengan kreatif Meningkatkan derajat hasil yang memuaskan.
(PIO) yaitu serta efektif dan kesehatan masyarakat Adil: Pembagian leaflet
berupa leaflet efisien sehingga mudah melalui secara adil tanpa
dipahami oleh pasien pemberdayaan membeda-bedakan
pasien

27
Keterkaitan Substansi Keterkaitan Terhadap Penguatan Nilai
No. Kegiatan Tahapan Kegiatan Hasil/Output
Mata Pelatihan Visi Misi Organisasi Organisasi
masyarakat agar
Anti Korupsi: Saya mampu secara
akan bekerja keras dan mandiri untuk hidup
disiplin dalam sehat. Dimana dengan
mengerjakannya agar pembagian leaflet
selesai tepat waktu masyarakat
mendapatkan
4.3 Mendiskusikan Notulensi hasil Saya akan pengetahuan tentang
hasil design diskusi mendiskusikan hasil penggunaan obat
leaflet dengan Foto design leaflet aya secara dengan instruksi khusus
mentor dan Draft rancangan profesional seperti salep mata, tetes
meinta yang telah (Akuntabilitas), dan telinga, suppositoria.
persetujuan ditandatangani menggunakan bahasa Sehingga masyarakat
mentor yang sopan dan santun bisa secara mandiri
(Etika Publik)dan menggunakannya
selalu mengedepankan ketika dirumah. Hal
musyawarah dalam
tersebut dapat
konsultasi dengan
meningkatkan
mentor (Nasionalisme)
efektifitas dan keaman
terapi obat dan
4.4 Mencetak Leaflet Leaflet yang telah Etika Publik :
meningkatkan kualitas
dan dicetak, foto Memberikan layanan
pengobatan.
menyebarkan kegiatan dengan Senyum, sapa,
leaflet tentang sopan, santun, tulus,
informasi obat ramah dan tidak
diskriminatif.

28
Keterkaitan Substansi Keterkaitan Terhadap Penguatan Nilai
No. Kegiatan Tahapan Kegiatan Hasil/Output
Mata Pelatihan Visi Misi Organisasi Organisasi
Komitmen Mutu:
Memberikan informasi
yang bermanfaat dan
dapat meningkatkan
mutu pelayanan
dengan
menambah pengetahuan
pasien dan masyarakat.

Anti Korupsi:
Pembagian leaflet
merupakan salah satu
bentuk kepedulian
kepada pasien agar
mendapatkan informasi
yang benar dan mudah
dipahami tentang obat.

Pembuatan dan Video Edukasi Pelayanan Publik Dengan Giat, Terampil:


Pemutaran video tentang dilaksanakannya pembuatan video
5.
edukasi tentang cara DAGUSIBU pemutaran video edukasi dengan
Mendapatkan, 5.1 Mencari Screen shoot hasil Akuntabilitas: saya edukasi DAGUSIBU sungguh-sungguh, giat,
Menggunakan, referensi tentang pencarian referensi akan mencari referensi akan sejalan dengan dan terampil sehingga
Menyimpan dan DAGUSIBU dari sumber terpercaya Visi Puskesmas Sungai didapatkan video yang
Membuang melalui google yang dapat Tarab I yaitu menarik dan mudah
(DAGUSIBU) Obat dipertanggung Menjadikan dipahami, serta dapat
dengan benar jawabkan dengan masyarakat diwilayah diselesaikan tepat
menggunakan google kerja Puskesmas waktu.
agar lebih efisien Sungai Tarab 1 Adil: Pemutaran

29
Keterkaitan Substansi Keterkaitan Terhadap Penguatan Nilai
No. Kegiatan Tahapan Kegiatan Hasil/Output
Mata Pelatihan Visi Misi Organisasi Organisasi
(Komitmen Mutu) mandiri video edukasi dilakukan
untuk hidup sehat. untuk semua pasien
5.2 Membuat design Draft design video Komitmen Mutu: yang sedang berada di
video edukasi edukasi Dagusibu pembuatan video Dan dengan Misi ruang tunggu
DAGUSIBU edukasi DAGUSIBU Puskesmas Sungai tarab Puskesmas
merupakan suatu I nomor 1 yaitu tanpa membeda
inovasi dalam Meningkatkan bedakan.
pemberian informasi derajat kesehatan
obat. Saya akan masyarakat melalui
membuatnya secara pemberdayaan
kreatif, efektif, efisien masyarakat agar
dan menarik sedingga mampu secara
mudah dipahami pasien. mandiri untuk hidup
sehat.
Anti Korupsi: Dimana pasien dapat
Saya akan mengerjakan secara mandiri menoton
video edukasi ini video edukasi di televisi
dengan sungguh- yang ada di ruang
sungguh dan kerja tunggu sehingga
keras, agar bisa selesai pemahaman masyarakat
dengan cepat dengan tentang cara
hasil yang memuaskan mendapatkan,
menggunakan,
5.3 Mendiskusikan Notulensi hasil Saya akan menyimpan, dan
terkait hasil disukusi mendiskusikan hasil mebuang obat akan
design video Foto design video saya secara
meningkat. Sehingga
edukasi dengan Draft rancangan profesional
masyarakat dapat
mentor dan yang telah (Akuntabilitas), dan
menerapkannya dalam
meminta ditandatangani menggunakan bahasa

30
Keterkaitan Substansi Keterkaitan Terhadap Penguatan Nilai
No. Kegiatan Tahapan Kegiatan Hasil/Output
Mata Pelatihan Visi Misi Organisasi Organisasi
persetujuan mentor yang sopan dan santun kehidupan sehari-hari
(Etika Publik) dan dan dapat
selalu mengedepankan meningkatkan kualitas
musyawarah dalam hidup pasien.
konsultasi dengan
mentor (Nasionalisme)

5.4 Pemutaran video Foto pada saat Nasionalisme;


edukasi pemutaran video Bekerjasama dengan
DAGUSIBU petugas lain untuk
melalui televisi pemutaran video
di ruang tunggu edukasi
puskesmas
Antikorupsi: saya akan
menggunakan fasilitas
puskesmas yaitu televisi
yang ada di ruang
tunggu dengan penuh
tanggung jawab. Selain
itu pemutaran video
eduaksi DAGUSIBU
merupakan salah satu
bentuk kepedulian
kepada pasien dan
masyarakat agar
mendapatkan informasi
yang benar dan mudah
dipahami cara
mendapatkan,

31
Keterkaitan Substansi Keterkaitan Terhadap Penguatan Nilai
No. Kegiatan Tahapan Kegiatan Hasil/Output
Mata Pelatihan Visi Misi Organisasi Organisasi
menggunakan,
membuang, dan
menyimpan obat yang
benar untuk
meningkatkan
efektifikas dan
keamanan obat.

5.5 Penyebaran Screen shoot video Komitmen Mutu: saya


video eduaksi yang telah akan mengupload video
melalui media diupload dimedia ke media sosial agar
sosial sosial penyebaran informasi
lebih efektif dan
merata.

Anti Korupsi: saya


akan mengupload video
edukasi sebagai bentuk
kepedulian kepada
masyarakat untuk
mendapatkan informasi
yang benar tentang obat

6. Melakukan evaluasi Tersedianya Pelayanan Publik Dengan melakukan Senyum, Empati,


terkait Pelayanan laporan hasil evaluasi hasil Nyaman: Pelaksanaan
Informasi Obat evaluasi PIO Pelayanan Informasi evaluasi kegiatan
(PIO) yang telah 6.1 Merancang Draft rancangan Etika Publik: Saya Obat (PIO) sejalan berupa pengisian
dilaksanakan formulir yang formulir tingkat akan membuat formulir dengan Visi Puskesmas formulir tingkat
berisi tingkat kepuasan pasien PIO yang berisi tingkat Sungai Tarab I yaitu kepuasan pasien dengan

32
Keterkaitan Substansi Keterkaitan Terhadap Penguatan Nilai
No. Kegiatan Tahapan Kegiatan Hasil/Output
Mata Pelatihan Visi Misi Organisasi Organisasi
kepuasan pasien kepuasan pasien Menjadikan menggunakan bahasa
terhadap terhadap informasi obat masyarakat diwilayah yang sopan, santun,
informasi obat yang telah diberikan kerja Puskesmas ramah tamah, berempati
yang telah profesional yakni Sungai Tarab 1 dan penuh senyuman
diberikan sesuai dengan kehalian mandiri sehingga pasien merasa
dan kompetensi saya untuk hidup sehat. nyaman dan dihargai.
berkaitan dengan Mandiri: Pelaksanaan
kefarmasian. Dan dengan Misi kegiatan secara
Puskesmas Sungai mandiri berdasarkan
6.2 Mendiskusikan Notulensi Hasil Saya akan Tarab I nomor 2 yaitu kompetensi yang saya
hasil rancangan Diskusi mendiskusikan hasil Melindungi kesehatan miliiki.
dengan mentor Foto rancangan formulir masyarakat dengan Giat, Terampil:
dan meninta Draft rancangan saya secara profesional menjamin tersedianya melaksanakan
persetujuan yang telah (Akuntabilitas), dan upaya kesehatan yang pembuatan form dengan
ditandatangani menggunakan bahasa paripurna,merata,ber giat dan terampil
mentor yang sopan dan santun mutu dan sehingga bisa selesai
(Etika Publik) dan berkeadilan. tepat waktu.
selalu mengedepankan Adil: Pelaksanaan
musyawarah dalam evaluasi serta
konsultasi dengan analisisnya secara adil
mentor (Nasionalisme) tanpa membeda-
bedakan pasien.
6.3 Memberikan Formulir yang Nasionalisme (Sila ke-
formulir tingkat telah diisi pasien 5): Saya akan
kepuasan kepada memperlakukan pasien
pasien untuk secara adil tanpa
diisi membeda-bedakan
pasien

33
Keterkaitan Substansi Keterkaitan Terhadap Penguatan Nilai
No. Kegiatan Tahapan Kegiatan Hasil/Output
Mata Pelatihan Visi Misi Organisasi Organisasi
Etika Publik: Saya
akan melakukan pada
kegiatan tersebut
dengan sopan, santun,
ramah, dan tidak
diskriminatif.

6.4 Menganalisa Laporan analisa Akuntabilitas: saya


hasil formulir hasil evaluasi akan menganasilisa
tingkat kepuasan hasil formulir tingkat
pasien kepuasan pasient
dengan teliti sehingga
dapat dipertanggung
jawabkan

Komitmen Mutu:
Hasil analisa ini sangat
efisien untuk menilai
tingkat kepuasan pasien
tentang informasi obat
yang diberikan.
Sehingga dapat
meningkatkan mutu
Pelayanan

Anti Korupsi:
Saya akan merekap
hasil pengisian formulir

34
Keterkaitan Substansi Keterkaitan Terhadap Penguatan Nilai
No. Kegiatan Tahapan Kegiatan Hasil/Output
Mata Pelatihan Visi Misi Organisasi Organisasi
secara jujur
berdasarkan jawaban
dari pasien.

6.5 Melaporkan Laporan hasil Akuntabilitas: saya


hasil evaluasi evaluasi yang telah akan melaporkan hasil
kegiatan kepada ditandatangani evaluasi kegiatan
mentor mentor kepada mentor dengan
jelas dan sebagai
bentuk pertanggung
jawaban saya terhadap
kegiatan yang telah
dilakukan

Etika Publik: saya


akan melaporkan hasil
evaluasi kepada mentor
dengan sopan dan
santun

35
B. Matrik Rekapitulasi Rencana Habituasi Nilai-Nilai Dasar PNS

Tabel 3.2 Matrik Rekapitulasi Rencana Habituasi Nilai-Nilai Dasar PNS

KEGIATAN KEGIATAN KEGIATAN IV KEGIATAN VI TOT


NILAI INDIKATOR KEGIATAN II KEGIATAN V
1 III AL
DASAR NILAI
I II III I II III IV I II III I II III IV I II III IV V I II III IV V

Tanggung Jawab 11
Akuntabilitas
Konsistensi 1
Kejelasan 5

Cinta Bahasa 10
Nasionalisme
Indonesia

Sopan Santun 11
Tidak 3
Diskriminatif
Etika Publik
Tulus 1
Ramah 3

Inovatif 2

Efektif 3
Komitmen
Mutu
Efisien 5
Kreatif 2

36
Mutu 4

Peduli 4
Adil 2
Kerja keras 4
Tanggung Jawab 1
Anti Korupsi
Berani 1
Mandiri 2
Disiplin 3
Jujur 1

37
C. Matrik Visi Misi dan Tata Nilai Organisasi
Tabel 3.3 Matrik Visi Misi dan Tata Nilai Organisasi

Keterkaitan Terhadap Visi Misi dan Tata Nilai KEGIATAN KEGIATAN KEGIATAN KEGIATAN KEGIATAN KEGIATAN
Organisasi I II III IV V VI
TOTAL

VISI Menjadikan masyarakat diwilayah kerja


Puskesmas Sungai Tarab 1 mandiri untuk 7
hidup sehat

Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat


melalui pemberdayaan masyarakat agar 4
mampu secara mandiri untuk hidup sehat.
MISI
Melindungi kesehatan masyarakat dengan
menjamin tersedianya upaya kesehatan yang 3
paripurna,merata,bermutu dan berkeadilan.

Memelihara dan meningkatkan kesehatan


perorangan, keluarga dan masyarakat beserta
-
lingkunganya dengan pemeriksaan kesehatan
yang terkoordinasi.

38
Menjadikan Puskesmas sebagai pusat
pengembangan dan pembangunan kesehatan -

melalui kerjasama lintas sektor terkait.


SENYUM 3

EMPATI 2

MANDIRI 4

AMANAH 2
TATA
NILAI NYAMAN 4

GIAT 6

ADIL 4

TERAMPIL 5

39
D. Matrik Keterkaitan dengan Kedudukan dan Peran PNS

Tabel 3.4 Matrik Keterkaitan dengan Kedudukan dan Peran PNS

Keterkaitan
Dengan KEGIATAN KEGIATAN KEGIATAN
TOTAL
Kedudukan Dan KEGIATAN I KEGIATAN II KEGIATAN III IV V VI
PeranASN

Manajemen ASN 1

Pelayanan Publik 5

Whole of
Government 1
(WOG)

40
BAB IV
PENUTUP

Melalui rancangan kegiatan aktualisasi dengan judul “Optimalisasi Pelayanan


Informasi Obat (PIO) Menggunakan Media Leaflet Dan Video Edukasi Pada
Pelayanan Farmasi Di UPT Puskesmas Sungai Tarab I Kabupaten Tanah Datar”,
mampu meningkatkan kualitas dan profesionalitas peserta dalam melaksananakan tugas
sebagai tenaga kesehatan khususnya apoteker. selain itu melalui rancangan aktualisasi ini
diharapkan pasien dan masyarakat di wilayah kerja UPT Puskesmas Sungai Tarab I
mendapatkan informasi yang benar dan mudah dipahami mengenai obat khususnya cara
mendapatkan, menggunakan, menyimpan dan membuang obat serta cara penggunaan obat-
obat dengan instruksi khusus. Serta melindungi pasien dan masyarakat dari penggunaan Obat
yang tidak rasional dalam rangka keselamatan pasien (patient safety).

Dengan mengaplikasikan nilai-nilai dasar ASN melalui kegiatan aktualisasi ini


diharapkan dapat menjadikan ASN yang profesional dan mampu menjadi pelayan publik
sebagai perwujudan salah satu fungsi ASN.

41
RENCANA JADWAL KEGIATAN AKTUALISASI

NO KEGIATAN MINGGU MINGGU MINGGU MINGGU MINGGU MINGGU MINNGU


1 2 3 4 5 6 7
1. Melakukan konsultasi dengan mentor terkait aktualisasi
yang akan dilakukan dan meminta persetujuan
2. Pembuatan Form Pelayanan Informasi Obat (PIO)

3. Melakukan Pelayanan Informasi Obat (PIO) kepada pasien


di UPT Puskesmas Sungai Tarab I
4. Pembagian leaflet tentang DAGUSIBU (cara
menDapatkan, mengGunakan, menNyimpan, memBuang )
obat yang benar dan penggunaan obat-obatan dengan
instruksi khusus kepada pasien di UPT Puskesmas Sungai
Tarab I
5. Pemutaran video edukasi tentang cara Mendapatkan,
Menggunakan, Menyimpan dan Membuang
(DAGUSIBU) Obat dengan benar
6. Melakukan evaluasi terkait Pelayanan Informasi Obat
(PIO) yang telah dilaksanakan

42
REFERENSI

Komisi Pemberantasan Korupsi. 2014. Mata Diklat Anti Korupsi: Modul Pendidikan
dan Pelatihan Prajabatan Golongan III.Jakarta : Lembaga Administrasi Negara
Lembaga Administrasi Negara. 2015. Akuntabilitas: Modul Pendidikan dan
Pelatihan Prajabatan Golongan III. Jakarta : Lembaga Administrasi Negara
Lembaga Administrasi Negara. 2015. Nasionalisme: Modul Pendidikan dan
Pelatihan Prajabatan Golongan III. Jakarta : Lembaga Administrasi Negara
Lembaga Administrasi Negara. 2015. Etika Publik: Modul Pendidikan dan Pelatihan
Prajabatan Golongan III. Jakarta : Lembaga Administrasi Negara
Lembaga Administrasi Negara. 2015. Komitmen Mutu: Modul Pendidikan dan
Pelatihan Prajabatan Golongan III. Jakarta : Lembaga Administrasi Negara
Lembaga Administrasi Negara. 2017. Pelayanan Publik: Modul Pelatihan Dasar
Calon PNS. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara
Lembaga Administrasi Negara. 2017. Whole of Government: Modul Pelatihan Dasar
Calon PNS. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara
Lembaga Administrasi Negara. 2016. Manajemen ASN: Modul Pelatihan Dasar
Kader PNS. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara
Menkes RI. 2016. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 74 Tahun
2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas. Jakarta:
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
Menkes RI. 2019. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 43 Tahun
2019 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Kementerian Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
Menkes RI. 2018. Bahan Ajar Farmasi Klinik. Jakarta: Badan Pengembangan dan
Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan
Menpan RB RI. 2021. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Dan
Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2021 tentang
Jabatan Fungsional Apoteker. Jakarta: Kementerian Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia
Presiden Republik Indonesia. 2014. Undang Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang
Aparatur Sipil Negara. Jakarta: Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia

43

Anda mungkin juga menyukai