Anda di halaman 1dari 22

LAPORAN PELAKSANAAN FGD

D.I. AIR LAKITAN


Musi Rawas

PEKERJAAN :

PENYUSUNAN DAN PELAKSANAAN


PROFIL SOSIAL EKONOMI TEKNIS KELEMBAGAAN
D.I.R KEWENANGAN PUSAT
(KABUPATEN BANYUASIN, KABUPATEN MUSI BANYUASIN, KABUPATEN MUSI RAWAS,
KABUPATEN EMPAT LAWANG)

Integrated Participatory Development And Management Of Irrigation Program


( IPDMIP )

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT


D I R E K T O R A T J E N D E R A L S U M B E R D A Y A A I R

BALAI BESAR WILAYAH SUNGAI SUMATERA VII I


Jl . S o e k a r n o H a t t a N o . 8 6 9 R t . 1 2 K el u r a h a n T a l a n g K el a p a K e c . A l a n g - a l a n g L eb a r T el p / F a x ( 0 7 1 1 ) 41 4 0 1 9 P a l e m b a n g
KATA PENGANTAR

Memenuhi Kontrak Pekerjaan No. : 03/SP/Ah-PP.IPDMIP-PSETK/2019 tanggal : 31


Oktober 2019, antara Pejabat Pembuat Komitmen Perencanaan dan Program, Satker
Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air,
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dengan Konsultan PT.
MAXITECH UTAMA INDONESIA KSO PT. KARYA UTAMA CITRAMANDIRI,
tentang pelaksanaan pekerjaan PENYUSUNAN DAN PELAKSANAAN PSETK D.I
KEWENANGAN PUSAT, maka bersama ini kami sampaikan Laporan :

LAPORAN PELAKSANAAN FGD


D.I AIR LAKITAN

Laporan Pelaksanaan FGD ini disusun berdasarkan hasil kegiatan FGD yang
dilaksanakan pada D.I Air Lakitan. Laporan ini berisi uraian pelaksanaan kegiatan
diskusi terfokus dan berisi hasil rekomendasi kegiatan FGD dalam rangka
pembahasan permasalahan terkait sosial ekonomi pertanian, teknis dan kelembagaan.
Demikian Laporan Hasil FGD ini dibuat sebagai bagian dari tahapan pekerjaan
penyusunan PSETK. Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak atas
bantuan data, informasi dan kepercayaan yang telah diberikan kepada PT. Maxitech
Utama Indonesia KSO PT. Karya Utama Citramandiri untuk melaksanakan pekerjaan
ini.

Palembang, Januari 2020

PT. Maxitech – PT. KUC


(KSO)

Dini Asmira, SP, MSi.

Ketua Tim
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...............................................................................................................i
DAFTAR ISI ......................................................................................................................ii
BAB I UMUM.........................................................................................................1
1.1. Data Pekerjaan.............................................................................................1
BAB II FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD).......................................................1
2.1. Latar Belakang Pelaksanaan FGD.................................................................1
2.2. Maksud dan Tujuan......................................................................................2
BAB III PELAKSANAAN KEGIATAN....................................................................3
3.1. Lokasi Kegiatan Focus Group Discussion....................................................3
3.2. Waktu dan Peserta........................................................................................3
3.3. Pelaksanaan FGD..........................................................................................3
BAB IV PENUTUP....................................................................................................1

LAMPIRAN-LAMPIRAN

Undangan Kegiatan

Dokumentasi Kegiatan

Daftar Hadir

Berita Acara FGD


BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Pelaksanaan FGD


Instrument perencanaan dalam konteks kebutuhan program cukup banyak
dikembangkan untuk pemberdayaan masyarakat. Salah satu instrumen yang cukup
tepat untuk digunakan dalam rangka program penguatan dan pengembangan
organisasi P3A/GP3A/IP3A adalah Profil Sosial Ekonomi Teknis Kelembagaan
(PSETK).

PSETK dimaksudkan untuk menyediakan data atau informasi mengenai kondisi


sosial ekonomi teknis kelembagaan yang dibutuhkan dalam program
pemberdayaan organisasi P3A/GP3A/IP3A menuju peningkatan kinerja
pengelolaan irigasi partisipatif pada suatu daerah irigasi.

Pelaksanaan kegiatan PSETK tersebut perlu diselenggarakan secara tepat melalui


metode pendekatan sesuai kebutuhan. Ketidaktepatan metode pendekatan dalam
pelaksanaan kegiatan PSETK dapat menyebabkan deviasi (penyimpangan) dalam
merumuskan pembuatan program pembentukan, pengembangan dan penguatan
kemampuan organisasi P3A/GP3A/IP3A.

Dalam pelaksanaan dan penyusunan dokumen Profil Sosial Ekonomi Teknis


Kelembagaan perlu dilakukan proses penggalian gagasan melalui teknik diskusi
kelompok melibatkan para peserta dan pelaksana di daerah irigasi. Diskusi perlu
dilakukan untuk memperdalam identifikasi masalah-masalah yang ada pada
Daerah Irigasi dan sekitarnya, tersusunnya gagasan penanganan masalah,
tersusunnya skala prioritas penanganan masalah (seperti rekomendasi perbaikan
jaringan irigasi pada area dan p an ja ng lokasi yang menjadi prioritas,
revitalisasi pembentukan P3A/GP3A, dan sebagainya) menurut kelompok dan
anggota masyarakat. Teknis FGD dapat dilakukan pada saat penelusuran jaringan
maupun berdiskusi di tempat tertentu pada waktu berlainan.

Dengan adanya FGD dalam penyusunan PSETK diharapkan dapat diperoleh


permasalahan dan penyelesaian masalahan untuk digunakan pasca program yang
sama atau program terkait lainnya. Selain itu kunjungan lapangan pada
pelaksanaan FGD ini dilakukan untuk melengkapi verifikasi data yang sudah
dilaksanakan oleh tim dan konfirmasi data-data yang telah diperoleh untuk laporan
akhir PSETK.

1.2. Maksud dan Tujuan


Pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) adalah untuk :

1) Memperdalam dan mengidentifikasi masalah-masalah di DI dan sekitarnya


2) Tersusunnya gagasan penanganan masalah
3) Tersusunnya skala prioritas penanganan masalah
4) Tersusunnya skala prioritas penanganan masalah (seperti ketidakadilan
gender, perbaikan jaringan irigasi pada area dan lokasi sepanjang jaringan
yang menjadi prioritas, revitalisasi pembentukan P3A/GP3A/IP3A/
Poktan/Gapoktan/KWT menurut kelompok dan anggota masyarakat
5) Verifikasi data hasil penelusuran dan pengisian form dengan Daerah Irigasi
terkait
BAB II
PELAKSANAAN KEGIATAN

III.1. Lokasi Kegiatan Focus Group Discussion

FGD dilaksanakan di Daerah Irigasi Air Lakitan, Kabupaten Musi Rawas, Provinsi
Sumatera Selatan.

III.2. Waktu dan Peserta


Kegiatan FGD ini dilaksanakan 1 hari pada Hari Selasa, 18 Februari 2020, yang
bertempat di Balai Desa Sukajaya Kecamatan Sumber Harta yang termasuk dalam
salah satu bagian dalam Daerah Irigasi Air Lakitan.
Kegiatan diikuti oleh peserta yang terdiri dari perwakilan dari Dinas terkait,
Camat, Kepala Desa, Kelompok tani, P3A, PPL, TPM, Danramil, Kapolsek,
Tokoh Masyarakat, Konsultan Pendukung, dan masyarakat terkait (absen
terlampir).

III.3. Pelaksanaan FGD


Adapun rangkaian kegiatan dalam kegiatan Focus Group Discussion di Daerah
Irigasi Air Lakitan adalah sebagai berikut:
1. Pembukaan

2. Pembacaan doa

3. Sambutan Kades Sukajaya (Bapak Jumali) sebagai tuan rumah menyampaikan


bahwa masih belum optimal pemanfaatan irigasi dan perlunya penanganan sungai
Tikip sebagai pembuangan sehingga tidak meluap dan menggenangi lahan sawah
di beberapa desa sekitarnya

4. Sambutan Camat Ulu Terawas (Bapak Zaini) menyampaikan bahwa kebutuhan


warga khususnya petani di D.I Air Lakitan adalah penggalian atau normalisasi
Sungai Tikip yang sering meluap dan mengakibatkan petani gagal panen setiap
tahunnya.
5. Sambutan BBWSS VIII (Bapak Yogi Agus Stiawan) yang menyampaikan bahwa
kegiatan FGD merupakan rangkaian pengumpulan dan penggalian ide sekaligus
verfikasi permasalahan yang ada di DI Air Lakitan. Semua permasalahan akan
diidentifikasi dan dijadikan sebagai profil PSETK dan dasar perencanaan oleh
Konsultan Perencanaan SID

6. Sambutan Konsutan Pendukung (Bapak Subur Setyono) :

 Mengharapkan agar FGD menjadi sarana untuk perumusan masalah dan verifikasi
data yang harus rill dan akurat.
 Untuk mengetahui peran kelembagaan P3A dan Poktan di tingkat tersier serta
penanganan permasalahan kelompok dan pemenuhan administrasinya
 Data PSETK akan menjadi profil dasar untuk perencanaan berikutnya
 Diharapkan partisipasi warga sebagai sumber data, keterlibatan dalam
kelembagaan dan pengembangannya

7. Paparan hasil penelusuran oleh Tim Konsultan (materi terlampir)

8. Verifikasi permasalahan dan masukan usulan dari peserta FGD tentang paparan
yang disampaikan

a. Masukan dari Ketua P3A Desa Megang Sakti V (Bapak Takam)


 Air belum lancar karena elevasi sehingga P3A tidak terlalu aktif , demikian juga
dengan GP3A belum sepenuhnya bekerja
 Tidak ada pembuangan sehingga semua air dialirkan ke Sungai Tikip dan Sungai
Megang
 Petani tidak memerlukan bibit akibat gagal panen tetapi membutuhkan penanganan
penyebab banjir yaitu pengerukan karena merugikan petani seluas 250 Ha
khususnya di saluran tersier
 BJB 4 di desa Wonosari butuh perbaikan sepanjang 2250 M

b. Masukan dari Ketua Gapoktan Desa Megang Sakti V (Bapak Tukidi)


 Luapan Sungai Senarah dan Sungai Megang sehingga banyak lahan sawah gagal
panen
 Belum ada P3A

c. Masukan dari Bapak Komir dari Desa Madang


 BL 27 mengalami banjir yang merugikan 100 Ha sawah petani
 BL 24-32 perlu perbaikan
 Sungai Merah di Desa Madang perlu dinormalisasi

d. Masukan dari P3A Mulyasari (Bapak Sani)


 BL 47 belum ada saluran, sedangkan disana memiliki lahan potensial sebesar 400
Ha
 Perlunya pengerukan Sungai Gurit sepanjang 300 m

e. Masukan dari Bapak Sakiran dari Desa Sukarami


 BL 21 tersier kanan 1330 m dan kiri 1500 m butuh perbaikan
 Di BL 21, ada 3 Poktan yang mencakup 60 Ha hanya memanfaatkan air sungai
Merbau, Papah dan Kapus

f. Masukan dari Ketua Gapoktan desa Sukamaju bahwa disana belum ada saluran
irigasi, sedangkan sering terjadi banjir di musim hujan dan kekeringan di musim
kemarau menyebabkan gagal panen setiap tahun

g. Masukan dari Desa Sukarami (Bapak Arham) bahwa kini di BJB telah digali untuk
pembuatan tanggul sepanjang 350 m namun hingga kini belum diselesaikan, masih
ada sawah seluas 85 Ha yang membutuhkan air. Selama ini Poktan yang membuat
tanggul secara swadaya namun belum mampu menyelesaikan masalah banjir di BL
10 kanan

h. Masukan dari BPP Kecamatan Sumber Harta (Bapak Sunarto)


 Petani yang mengalami gagal panen akan mendapatkan asuransi dari Jasindo
(AUTP), namun harus mememenuhi syarat administrasi KTP dan KK untuk
memudahkan pendataan dan klaim
 Dinas Pertanian telah memberikan bantuan saprodi dan pelatihan melalui PPL yang
bertugas di setiap desa

i. Tanggapan dari BBWSS VIII (Bapak Yogi Agus Stiawan) menyampaikan bahwa
untuk normalisasi sungai bukan menjadi wewenang Balai, tapi semua masukan
yang berkaitan dengan permasalahan ini akan menjadi catatan dan akan
direkomendasi ke pihak terkait dalam hal ini PU Pengairan Kabupaten. Sedangkan
untuk saluran yang mengalami kerusakan dan butuh rehabilitasi akan ditinjau
sesuai kebutuhannya.

j. Tanggapan dari Konsultan Pendukung (Bapak Subur Setyono)


 Semua usulan merupakan masukan dan usulan akan menjadi pertimbangan Balai
dalam rangkan peningkatan dan pengembangan irigasi secara menyeluruh.
 Diharapkan kelembagaan untuk proaktif dan memenuhi semua administrasi
kelembagaan dalam rangka pemberdayaan yang berkelanjutan
 Ke depannya, diharapkan Konsultan Perencanaan juga terlibat dalam egiatan FGD
untuk menyerap semua permasalahan teknis yang terjadi atau yang diusulkan oleh
warga

9. Hasil dan Kesimpulan FGD :

a. Untuk menanggulangi banjir akibat hujan atau pembuangan air di Sungai Tikip,
perlu dilakukan normalisasi atau pengerukan sedimentasi di jaringan irigasi yang
melalui beberapa Desa di Kecamatan Sumber Harta dan Megang Sakti

b. Mengingat normalisasi sungai bukan wewenang BBWSS maka usulan akan


direkomendasikan ke instansi terkait PU Pengairan Kabupaten. Namun secara
teknis dapat dilakukan pengerukan atau lining di sekitar Sungai Tikip
c. Kelembagaan P3A yang belum aktif segera direorganisasi dan dilengkapi
administrasinya dalam rangka pemenuhan persyaratan bantuan

10. Penutup dan foto bersama


BAB III
PENUTUP
Demikian Laporan Pelaksanaan FGD ini dibuat sebagai salah satu tahapan dalam
penyusunan PSETK untuk melengkapi materi dalam pelaporan dokumen Profil
Sosial Ekonomi Teknis Kelembagaan Daerah Irigasi Air Lakitan Kabupaten Musi
Rawas Provinsi Sumatera Selatan.
LAMPIRAN-LAMPIRAN
UNDANGAN KEGIATAN
DOKUMENTASI KEGIATAN FGD D.I AIR LAKITAN
DAFTAR HADIR KEGIATAN FGD
BERITA ACARA FGD

Anda mungkin juga menyukai