Anda di halaman 1dari 10

Jurnal AL-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA, Vol . 1, No.

3, Maret 2012 179

Evaluasi Program Matrikulasi ”TOEFL” Mahasiswa


Universitas Al Azhar Indonesia 2010/2011
Ria Herwandar*, Denny Azhari Safryono, Priyanti Yuni Haryono

Program Studi Sastra Inggris, Fakultas Sastra,


Universitas Al Azhar Indonesia, Jalan Sisingamangaraja, Jakarta, 12110
*
Penulis untuk Korespondensi: ria_herwandars@uai.ac.id

Abstrak - Penelitian ini menjabarkan proses pendidikan, TOEFL menjadi sangat popular karena
pembelajaran TOEFL dan hasil temuan hampir semua universitas diseluruh dunia
terhadap mahasiswa Al Azhar Indonesia menerapkan persyaratan skor TOEFL bagi calon
angkatan 2010-2011 Program Matrikulasi. mahasiswa S2 dan S3 dengan skor minimal rata-
Pelatihan TOEFL ini berlangsung 38 jam rata 500 atau 600 tergantung jurusan yang diminati
dilengkapi dengan 4 progressive test. Hasil oleh siswa dan kebijakkan universitas.
temuan dari penelitian ini mengungkapkan
kelemahan dan kemajuan pada kemahiran Persyaratan skor TOEFL juga diterapkan di
bahasa Inggris dengan tampilan kelemahan berbagai situasi calon pegawai negeri maupun
terutama pada struktur bahasa. Saran dan pegawai swasta harus mengikuti TOEFL dalam
solusi untuk menanggulangi kelemahan di ujian saringan. Karyawan yang akan mendapat
paparkan berdasarkan hasil test. jabatan, pangkat, atau golongan yang lebih tinggi
harus mengikuti tes TOEFL. Apabila suatu
perusahaan atau kantor pemerintahan
Abstrak - This research has focused on the menyelenggarakan pelatihan jangka pendek atau
process and findings of TOEFL Matriculation panjang keluar negeri, maka calon peserta terlebih
which has been conducted to the students of dahulu harus menjalani TOEFL Dalam
University of Al Azhar Indonesia year 2010- perkembangan terkini, tidak hanya calon
2011. The course consists of 38 hours TOEFL mahasiswa S2 dan S3 ataupun pegawai negeri yang
training and 4 progressive tests. The findings diharuskan memiliki skor TOEFL, tetapi calon
shown of certain progress and weaknesses of mahasiswa S1 diwajibkan pula memiliki skor
proficiency especially in “structure”. At the end TOEFL. Salah satu alasannya adalah bahwa,
solution or suggestion are given based on the pendidikan sekarang ini, siswa dituntut memiliki
tests. kemampuan menyerap isi buku ajar dalam bahasa
Inggris, maka calon mahasiswa S1 diharuskan
Keywords - Evaluation of Matriculation, TOEFL, memiliki skor TOEFL. Walaupun skor diawal tidak
progressive tests diharuskan dengan ketat mencapai nilai tertentu,
namun mereka harus menyiapkan diri selama enam
semester berikutnya di perguruan tinggi untuk
I. PENDAHULUAN mencapai skor TOEFL di angka 450 untuk
mendapat izin mengikuti ujian skripsi. Peraturan ini
1.1 Latar Belakang berlaku di berbagai universitas di Indonesia
termasuk di Universitas Al Azhar Indonesia. Bapak

T OEFL (Test of English as A Foreign


Language) merupakan jenis tes yang mengukur
kemampuan bahasa Inggris seseorang secara
Rektor Universitas Al Azhar Indonesia bahkan
telah mengeluarkan Surat Keputusan mengenai
kepastian bersyarat memiliki skor TOEFL 450 bagi
akademis dalam berkomunikasi dengan bahasa mahasiswa yang akan mengikuti ujian skripsi di
Inggris. TOEFL berkembang pesat diawali dengan semua jurusan bidang studi. Apabila tidak memilik
tes berbasis Paper Based kemudian berbasis skor TOEFL tersebut maka mereka tidak bisa
Computer Based dan terakhir menjadi IBT atau mengambil ijazah. Keputusan ini dituangkan dalam
Internet Based TOEFL test. Dalam dunia buku Pedoman Akademik 2009-2010 halaman 4.
180 Jurnal AL-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA, Vol . 1, No. 3, Maret 2012

Alasan penting lainnya mengapa TOEFL harus kemampuan mendapatkan skor TOEFL Tes awal.
dilaksanakan adalah karena bahasa Inggris menjadi Diperkirakan sebagian kecil jumlah siswa mampu
salah satu bahasa asing yang menjadi bagian dari mendapat skor TOEFL Tes sesuai nilai yang
Tujuh Elemen Dasar Universitas Al Azhar diharapkan, namun sebagian besar berpredikat
Indonesia yang menjadi ciri khas kompetensi lemah karena mereka tidak mampu mengerjakan tes
mahasiswa Al Azhar. TOEFL dengan baik. Ketidakmampuan mereka
dalam mengerjakan tes TOEFL tidak saja karena
1.2 Pembatasan Masalah penguasaan bahasa Inggris mereka masih lemah,
tetapi juga karena mereka tidak mengenal dan tidak
Bagi sebagian besar mahasiswa dan mahasiswi terbiasa mengerjakan TOEFL sehingga mereka
Universitas Al azhar Indonesia, meraih skor tidak mengenal topic dan jenis kebahasaan Inggris
TOEFL yang memadai tidaklah mudah. Mahasiswa apa yang diujikan dan ketidaktahuan akan strategi
baru banyak yang belum pernah belajar bagaimana dalam melaksanakan ujian TOEFL tersebut.
mengerjakan TOEFL dengan benar. Mereka tidak
mendapat pajanan yang cukup untuk membahas Kesulitan mahasiswa dalam mengerjakan TOEFL
tata bahasa atau mendengar percakapan panjang ditemukan dalam tiga kategori pemahaman, yakni
maupun membaca teks yang beragam dengan topik pemahaman Listening, Structure and Written
keilmuan yang sangat akademis yang menjadi ciri Expression, and Reading. Dalam Listening
khas isi materi TOEFL. Mereka belum pernah mahasiswa harus memiliki kemampuan untuk
mengenyam bagaimana harus berstrategi dalam mengerjakan ‘Structure for Restatements’, mengerti
mengerjakan TOEFL. Kemahiran berkomunikasi jenis percakapan dan memahami ‘Topics for Mini-
para siswa sangat beragam, di mana sebagian besar talks’. Pada tataran Structure and Written
masih jauh di bawah skor TOEFL 400. Beberapa Expression, terdapat bahasan mengenai gramatika
mahasiswa bahkan belum memiliki skor 450 secara rinci dan menyeluruh diawali dengan
walaupun mereka sudah di ambang ujian skripsi. pembahasan kata kerja sampai dengan kosa-kata.
Bagian ini sama sulitnya dengan kategori ketiga
Kesulitan yang terbesar adalah tentu TOEFL itu yakni mengenai Reading. Dalam Reading,
sendiri yang dikenal memiliki tingkat kesulitan mahasiswa harus mampu menguasai kosa kata,
yang sangat tinggi. Gramatika dan kosa kata sedangkan dalam Reading Comprehension,
menjadi beban yang berat bagi mahasiswa. Namun, mahasiswa harus mampu menganalisis melalui
justru pemahaman yang lemah di kedua skill ini tahapan ‘previewing, Reading for Main Ideas,
akan menghambat pemahaman mereka untuk Scanning, Inferencing, Restating, dan faktor
menjawab bagian Listening, Structure, Written lainnya.
Expression, dan Reading. Menghadapi masalah ini,
maka Universitas Al Azhar Indonesia Menghadapi kesulitan mahasiswa, suatu sistem
mendelegasikan penyelenggaraan program pembelajaran TOEFL dirancang yang berlangsung
pelatihan yang bernama “Matrikulasi Bahasa dalam sepuluh hari secara intensif. Setiap hari
Inggris (TOEFL) kepada Pusat Pengembangan mereka akan mendapat 4 SKS pembelajaran secara
Bahasa dan Budaya untuk tahun program 2011. sistematis membahas ketiga kemahiran yakni
Program TOEFL 40 jam diharapkan mampu Listening, Structure and Written Expressions, dan
menolong para siswa 2010 untuk lebih awal Reading. Jumlah tatap muka pembelajaran
membenahi kemampuan berkomunikasi baik secara mencapai 40 jam. Diharapkan pembelajaran ini
lisan maupun tulisan dalam bahasa Inggris pada akan berhasil meningkatkan kemampuan
ruang lingkup pemahaman akademis melalui mahasiswa dalam mendapatkan skor TOEFL yang
TOEFL. Dalam kegiatan Matrikulasi ini diharapkan lebih baik dari sebelumnya. Akan terlihat seberapa
mereka akan termotivasi dan terbekali dengan efektif pembelajaran ini. Mampukah pelatihan ini
pembelajaran maupun strategi menganalisis dan menghantar mahasiswa menjadi mandiri untuk
menjawab pertanyaan yang ada pada sistem belajar secara individu untuk terus meningkatkan
TOEFL. skor TOEFL setelah diperkenalkan dengan strategi
mengerjakan tes tersebut.
1.3 Rumusan Masalah
Faktor eksternal dan internal dalam proses
Secara umum masalah pertama yang dihadapi pembelajaran TOEFL tidak kalah pentingnya
adalah kondisi kemampuan mahasiswa baru Mengamati dan memahami perilaku dan motivasi
Universitas Al Azhar Indonesia dilihat dari mahasiswa ketika menghadapi pembelajaran dan
Jurnal AL-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA, Vol . 1, No. 3, Maret 2012 181

faktor kesiapan pengajar dalam menyampaikan Mc Millan & Schumachter dalam (Syamsuddin &
mata ajar yang efektif akan mengukur kemajuan Damaianti, 2006:73) mendefinisikan bahwa
mereka. penelitian Kualitatif merupakan suatu pendekatan
investigasi karena biasanya peneliti mengumpulkan
1.4 Tujuan Penelitian data dengan bertatap muka langsung dan
berinteraksi dengan orang-orang di tempat
Tujuan penelitian ini akan meliputi berbagai faktor penelitian.
yang akan memberikan masukkan positif untuk
lebih meningkatkan kemajuan mahasiswa paling 2.2 Studi Kasus dan Kepustakaan
sedikit dapat mencapai skor minimal 450 dan
membekali para pengajar dalam menangani Penelitian ini melibatkan penelitian kepustakaan
TOEFL. Temuan yang akan didapat antara lain karena melibatkan pemahaman kemampuan
adalah: berbahasa yang tercermin dalam kajian materi
1) Menemukan kisaran peningkatan skor TOEFL TOEFL secara textual. Untuk mengaplikasikan
para siswa secara maksimal temuan kepustakaan ini tidaklah lengkap tanpa
2) Merinci kelemahan penguasaan bahasa Inggris melibatkan pendekatan studi kasus karena memang
yang tercermin pada mahasiswa 2010 di level dalam penelitian, studi kasus sering dikaitkan
Listening, Structure, Reading yang mungkin dengan penelitian kualitatif demikian pendapat
menghambat peningkatan skor TOEFL Bogdan dan Biklen juga Burges dalam
3) Menemukan pola penanggulangan kesulitan (Syamsuddin & Damaianti, 2006:178). Menurut
menghadapi materi TOEFL Ary, Jacobs dan Razavich dalam (Syamsuddin &
4) Melihat kelemahan sistem pengajaran TOEFL Damaianti, 2006:178) menjelaskan bahwa sifat
dalam 40 jam untuk diperbaiki studi kasus adalah pendekatan yang bertujuan untuk
5) Meningkatkan motivasi dan kemandirian dalam mempertahankan keutuhan (wholeness) objek
proses pembelajaran TOEFL sehingga studi kasus menjadi suatu penelitian yang
6) Mencari penyelesaian terhadap factor eksternal exploratoris dan deskriptif sifatnya Arikuntoro
dan internal proses pembelajaran TOEFL. dalam (Syamsuddin &Damaianti, 2006:178).

2.3 Kerangka Pendekatan Pemerolehan Bahasa


II. KERANGKA TEORI/TINJAUAN Kedua, Testing dan Assessment
PUSTAKA
Dalam kesuksesan pembelajaran bahasa asing,
2.1 Penelitian Kualitatif perlu pemahaman utuh mengenai faktor apa saja
yang melibatkan pemerolehan bahasa kedua selain
Syamsuddin dan Damaianti mengatakan bahwa, bahasa ibu. Menurut Yorio dalam Brown Douglas
pendekatan kualitatif sangat penting dipelajari (2008:314-315) Klasifikasi variable-variabel
terutama untuk latihan kependidikan dan pembelajaran adalah sebagai berikut: Pertama
berdasarkan pada filsafat konstruktif, penelitian faktor usia kanak kanak, remaja dan dewasa. Untuk
kualitatif mengasumsikan realita sebagai sesuatu usia dewasa, pembelajaran bahasa kedua
yang dapat dilihat dari sudut pandang yang dipengaruhi oleh masa kritis biologis, tekanan
berbeda. Interaksi dengan individu dan pengalaman kawan sebaya, konteks belajar/mengajar dan bahasa
berbagai peristiwa dipahami berdasarkan kedua. Variabel ke dua adalah faktor kognisi yang
pemahaman subjektif. Peneliti yang menggunakan melibatkan kecerdasan umum, bakat bahasa dan
metode kualitatif percaya bahwa realita adalah strategi pembelajaran seseorang. Variabel ke tiga
suatu bentuk sosial dengan kata lain, yang menjadi mengenai kemampuan bahasa asli ditinjau dari
persepsi mereka adalah segala hal yang mereka transfer fonologis, gramatikal dan semantic.
sadari betul “nyata” hal yang membuat mereka Keempat adalah masukan pada bahasa seseorang
berpikir dan merasakan sesuatu (Syamsuddin & apakah melalui pembelajaran bebas atau
Damaianti, 2006:74) Di samping itu penelitian pembelajaran terbimbing.
kualitatif dapat dilakukan dalam praktik
pendididkan dalam membantu proses belajar Konteks pembelajarannya seperti apa dilihat dari
mengajar sehingga guru dapat melakukan upaya sisi tempat pembelajaran lingkungan bahasa asing
dengan lebih sadar (Syamsuddin & Damaianti, atau dwibahasa, jenis kontak bahasa, lingkungan
2006:77) bahasa keluarga, Dalam pembelajaran terbimbing
dibahas tipe bimbingan seperti apa. Formal atau
182 Jurnal AL-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA, Vol . 1, No. 3, Maret 2012

informal, intensif atau tidak. Lama bimbingan selain membahas mengenai testing, pendekatan
materi dan sumber bimbingan. Variabel kelima assessment turut berperan dalam menjabarkan
mencakup wilayah afektif yang meliputi faktor proses perkembangan pencapaian skor TOEFL para
sosial budaya dimana seseorang bersikap terhadap responden.
budaya dan warga asli, budaya dan warga bahasa
kedua. Wilayah afektif juga meliputi faktor Brown mengatakan bahwa tes adalah suatu metode
egosentris pembelajar, misalnya membahas sifat pengukuran atau performa terhadap kemampuan,
kecemasan, daya resap diri, depresi, penolakan dan dan pengetahuan seseorang in a given domain.
lainnya. Yang paling penting dalam variable ini Pertama, Tes adalah suatu metode atau instrument
adalah motivasi pembelajar apakah integratif dari seperangkat teknis, prosedur atau rincian yang
apakah bersifat instrumental dimana pembelajaran membutuhkan performa dari mereka yang
tersebut terjadi karena merupakan pilihan sendiri mengerjakan tes tersebut. Untuk memastikan tes
atau pilihan terpaksa. Variabel ke enam dan tersebut baik maka metode yang diterapkan
terakhir adalah faktor latar belakang pendidikan haruslah lugas dan terstruktur: jenis pilihan ganda,
pembelajar. Sistem pendidikannya bagaimana, pertanyaan dengan jawaban yg pasti, jawaban
berapa tahun belajar, bidang studinya apa tertulis yang baku dan jenis lainnya. Kedua, Tes
merupakan unsur-unsur di variabel ini. harus mampu mengukur, baik dalam mengukur
kemampuan umum atau kemampuan khusus,
Menurut Lightbown dalam Brown (2008:316) kompetensi atau mengukur objektivitas (Brown H.
Teori pemerolehan bahasa kedua menciptakan Douglas, 2004:3)
hipotesa atau klaim seperti:
1) Para pembelajar menciptakan antarbahasa yang Lebih jauh ia membandingkan definisi Tes dengan
sistematis yang ditandai dengan kesalahan Assessment sebagai berikut: “Tes adalah prosedur
kesalahan yang sama sistematisnya dengan administratif yang dipersiapkan dan terjadwalkan
kesalahan kanak-kanak yang mempelajari dalam kurikulum yg harus dikuasai siswa untuk
bahasa tersebut sebagai bahasa pertama, dan diperagakan dengan sempurna pada suatu kurun
juga orang-orang lain yang mendasarkan diri waktu karena jawaban mereka akan diukur dan
pada bahasa asli mereka sendiri, dievaluasi”.
2) Ada bagian yang tidak bisa digunakan dalam
pemerolehan bahasa sehingga struktur-struktur Sementara Assessment didefinisikan sebagai proses
tertentu harus diperoleh sebelum yang lainnya penilaian yang berkesinambungan atau “ongoing
bisa dipadukan, progress” yang merangkul cakupan yang lebih luas.
3) Praktek berbahasa belum tentu menjadikan Dengan demikian Tes hanyalah merupakan bagian
sempurna, kecil dari assessment. Tes dapat dikategorikan
4) Bagi kebanyakan pembelajar dewasa, sebagai Summative Assesment termasuk
pemerolehan berhenti “memfosil” sebelum diantaranya quizzes, periodic review test, midterm
pembelajar meraih kecakapan dalam bahasa dan final exams (Brown H. Douglas, 2004:6)
sasaran yang mendekati kefasihan penutur asli,
5) Orang tidak biasa mencapai pemahaman TOEFL Tes dikategorikan sebagai Norm-
menyeluruh pada bahasa kedua yang mendekati Referenced Test karena skor dikaitkan berdasarkan
penutur asli bahasa tersebut hanya dengan satu hitungan berjenjang atau memiliki tahapan
jam sehari, persentase. Tujuannya adalah mampu
6) Pembelajaran memikul beban berat karena menempatkan para siswa secara matematis pada
bahasa sangat kompleks, posisi ranking tertentu, misalnya berposisi dengan
7) Kemampuan seorang pembelajar untuk nilai skor TOEFL 400 dari 700. (Brown H.
memahami makna bahasa menurut konteksnya Douglas, 2004:7). TOEFL ditujukan bagi sejumlah
memperluas kemampuannya untuk memahami besar peserta yang hasilnya harus tepat dan secepat
bahasa yang dilepaskan dari konteks dan untuk mungkin ditentukan hasil yang akurat dengan
memproduksi bahasa yang kompleksitas dan penyelenggaraan yang tidak mahal namun efektif.
akurasinya setara.
Strategi pembelajaran yang terjadi dalam TOEFL
Penelitian ini melibatkan TOEFL tes dan proses merupakan pengembangan “Cognitive Skills”.
pengembangan penerapan pembelajaran tes ini. Menurut Weinsteein dan Meyer dalam O’Malley
Maka karena penelitian ini mencerminkan suatu (1995:43), “Learning Strategies” menyediakan
proses pembelajaran, dapat pula disimpulkan, fasilitas pembelajaran sebagai tujuan akhir bagi
Jurnal AL-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA, Vol . 1, No. 3, Maret 2012 183

siswa. Tujuannya adalah agar mampu pada tanggal 11-21 Juli 2011 (asumsi 366 0rang).
meningkatkan dampak motivasional dan kondisi Jumlah pengajar yang disediakan sebanyak 12
emotive serta bagaimana siswa memahami, orang dan mereka pun akan diinterview berkaitan
memilih, mengorganisasikan dan mengintegrasikan dengan proses pembelajaran TOEFL di kelas.
pembelajarannya secara mandiri bagi setiap
individu. Strategi pembelajaran dalam TOEFL Peneliti utama adalah dosen tetap Fakultas Sastra
mampu menjadi siswa seorang pembelajar mandiri Program Studi Sastra Inggris. Dalam program
melalui “Reading, Listening, Writing dan Speaking Matrikulasi TOEFL ini berkedudukan sebagai
Skills” terutama dalam TOEFL Internet Based Test. Koordinator Program Matrikulasi. Asisten Peneliti
Sementara, Strategi yang terdapat dalam TOEFL adalah Kepala Sub Bagian Laboratorium Bahasa
Paper Based yang akan dijabarkan adalah Universitas Al Azhar Indonesia dan berkedudukan
“Listening, Structure and Written Expression dan sebagai Staf Teknis Program Matrikulasi.
Reading Skills (Vocabulary and Reading Penelitian ini juga dibantu oleh mahasiswi senior
Comprehension).” Fakultas Sastra Program Studi Sastra Inggris yang
bekerja paruh waktu di Pusat Bahasa dan Budaya.
Pembelajaran mendengar dengan berdaya kritis
dalam TOEFL dilakukan secara intensif. Structure Bahan ajar yang diberikan adalah: Phillips,
and Written Expression, membahas rincian Deborah. 2001. Longman Introductory Course for
gramatika secara berurutan dengan analisis yang TOEFL for the Computer and Paper Tests. New
mendalam. Tes pada tata bahasa TOEFL York: Pearson Education. Jadwal program ke dua
berlangsung hanya 25 menit. Menurut Grellet gelombang, berikut materi yang berlaku adalah
(1995:12) dalam memahami suatu text, pembaca sebagai berikut:
harus menggunakan ‘Reading Techniques’ seperti:
Sensitizing by Inferencing through the context and Tabel 1. Pembagian Sesi dan Materi
word-formation’ Understanding relations within
the sentence, Linking sentences and ideas through Sesi Materi Sesi Materi
reference and link-words”. Faktor lainnya 1 DiagnosticTest 6 Structure
melibatkan proses membaca dimulai dengan: 2 Structure 7 Reading
Predicting, Previewing, Anticipating, Skimming 3 Reading 8 Listening
dan Scanning”. Dalam menghadapi teks akademik, 4 Listening 9 Post Test
5 Mid Test (Review) 10 Final Test
pembaca atau siswa harus meningkatkan
kemampuan reading speed agar mampu
menyelesaikan tugas membaca dengan tepat dan
cepat. 3.2 Proses Pengumpulan Data

Data dikelompokkan menjadi lima tahap. Tahap


III. METODOLOGI PENELITIAN pertama adalah pembelajaran, pengadaan
Diagnostic Test bagi seluruh peserta dan hasil Test
3.1 Teknik Pengumpulan Data dikumpulkan untuk menjadi prediksi awal tingkat
kemampuan siswa. Setelah itu skill Structure,
Sumber data penelitian adalah seluruh mahasiswa Reading dan Listening diberikan dalam tiga hari
Universitas Al Azhar Indonesia 2010/2011 dari 16 secara intensif sesuai dengan bahasan berjenjang
fakultas. Jumlah responden 713 berdasarkan data yang terdapat dalam buku. Di hari ke lima diadakan
Biro Akademik UAI per-25 Januari 2011. Jumlah Mid-Test. Diharapkan pada tingkat ini sudah
jam pembelajaran 40 jam yang dilaksanakan dalam terlihat peningkatan skor nilai angka TOEFL. Pada
sepuluh hari. Setiap hari siswa mengikuti 4 sks pertemuan tiga hari berikutnya membahas
pembelajaran. Setiap kelas terdiri atas 30 orang structure, reading, dan listening. Pertemuan ke
mahasiswa. Setiap mahasiswa membawa buku sembilan diisi dengan Post Test. Hari berikutnya
modul dan alat tulis lengkap. Pembelajaran Tes akhir untuk menentukan nilai yang
berlokasi di ruang kelas Universitas Al Azhar bersertifikasi oleh PPBB UAI.
Indonesia. Pelaksanaan Program Matrikulasi dibagi
menjadi dua gelombang mengingat jumlah Kedua, kuestioner diisi oleh mahasiswa untuk
mahasiswa yang sangat besar. Gelombang pertama mendapatkan informasi mengenai saran, usulan,
dilaksanakan pada tagl 7-19 Februari 2011 (asumsi pendapat, dan kekurangan yang mereka rasakan.
365 orang) dan gelombang kedua diselenggarakan Kuesioner ini mencari informasi mengenai
184 Jurnal AL-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA, Vol . 1, No. 3, Maret 2012

tanggapan atas bahan ajar TOEFL dan perasaan proses belajar dengan adanya peningkatan capaian
mereka mengenai pembelajaran secara keseluruhan. skor TOEFL sebagai berikut: Program Studi PAUD
Tahap ketiga adalah melihat materi TOEFL dan mendapatkan nilai berjenjang ke atas pada ke
mengupas secara rinci tingkat kesulitan dan empat test rata-rata siswa dengan capaian 337; 402;
mencoba memahami kebutuhan mahasiswa untuk 409; 409. Mahasiswa PAUD memiliki kemampuan
mampu mencerna TOEFL secara baik dan mandiri. terendah namun mampu meningkatkan nilai
Tahap keempat adalah bertukar pendapat secara sebanyak 72 angka. Program Studi Arab juga
informal dengan para pengajar TOEFL mengenai memperlihatkan signifikan peningkatan skor mulai
pengalaman mengajar dan interaksi mahasiswa dari rata-rata 350; 407; 425; 430 atau peningkatan
terhadap materi ajar TOEFL. Tahap terakhir adalah nilai skor 80. Sastra Cina mendapatkan nilai 433;
mencoba menggabungkan semua data dan melihat 457; 477; 500. Prodi lainnya mengalami flaktuasi
secara rinci capaian para mahasiswa pada pelatihan nilai namun di akhir ujian ke empat mayoritas
Matrikulasi Bahasa Inggris. mengalami peningkatan. Contohnya Program Studi
informatika mendapat 386; 457. Bioteknologi
berkreasi diangka 457; 510. Industri mencapai 422;
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 468. Dari semua Prodi, hanya Akuntansi yang
justru mengalami kemunduran yakni dari 577;
4.1 Persiapan dan Pelaksanaan Pelatihan menuju 459.

Mahasiswa angkatan 2010 yang mendaftar di bulan Data ini mencerminkan bahwa pelatihan 40 jam
Februari 2011 adalah 210 tetapi yang hadir hanya TOEFL mampu meningkatkan skor awal para
155 orang. Sementara mahasiswa yang mendaftar mahasiswa di level ‘nilai rata-rata’. Sementara pada
di bulan Juli 2011 berjumlah 422 orang dan yang capaian nilai tertinggi pada setiap prodi, juga
hadir sebanyak 269. Waktu dan durasi pelaksanaan mampu meningkatkan skor pada ujian akhir seperti
program adalah: gelombang 1 dilaksanakan pada yang tercermin pada table nilai tertinggi. Prodi
tanggal 7-19 Februari 2011 dan gelombang kedua, yang mendapat peningkatan nilai akhir pada ‘nilai
diadakan pada tanggal 11-21 Juli 2011. Durasi 40 tertinggi‘ adalah Ilmu komunikasi, Hubungan
jam atau 40 SKS: 10 hari masing masing 4 jam Internasional, Sastra Jepang, Sastra Cina,
perhari. Lokasi pembelajaran berlangsung di Informatika, Industri dan Bioteknologi. Pada Ilmu
kampus UAI dengan jumlah 30 siswa per kelas komunikasi nilai tertinggi tes pertama di angka 567
kecuali untuk ujian hanya 20 siswa perkelas menjadi 587 di tes terakhir.
didampingi satu dosen dan satu pengawas.
Pembelajaran TOEFL cukup baik dan lancar. Tingkat kesulitan bahasa Inggris dalam TOEFL
Mahasiswa menjalani semua proses belajar dengan dapat ditelusuri dari capaian nilai pada kemampuan
mengacu pada bahan ajar pengarang Phillips, mendengar dalam bahasa Inggris, tata bahasanya
Deborah. 2001. Longman Introductory Course for dan dari kemahiran membaca dan mencari jawaban
TOEFL for the Computer and Paper Tests. New secara baik. Tujuan dari alasan mengapa
York: Pearson dan melaksanakan ujian. Data mahasiswa diberi diagnostic pre test adalah agar
mengenai hasil ujian yang terdiri dari Diagnostic mereka dapat melihat skill apa saja yang mereka
Pre Test, Post Test, Review Test dan Final Test tidak pahami sehingga para dosen dapat
sudah didapat dan sangat informatif untuk dibahas. menjelaskan kelemahan-kelemahan mereka.
Diakhir pembelajaran, mahasiswa mengisi
kuesioner berkaitan dengan pengalaman mereka Pada pelatihan TOEFL gelombang Juli 2011, data
belajar TOEFL. Dari sekian banyak mahasiswa, ada memperlihatkan bahwa dari keseluruhan
sejumlah mahasiswa yang tidak menyelesaikan atau mahasiswa yang berjumlah sekitar 269 orang dapat
mengikuti ujian akhir. diklasifikasikan dalam tiga kelompok lulusan di
ujian akhir TOEFL, yakni kelompok lemah di
4.2 Hasil Rekapitulasi Matrikulasi Bahasa angka skor TOEFL 400-449; kelompok sedang atau
Inggris ‘TOEFL’ Gelombang Februari dan madya 450-500; dan kelompok mahir 501-tak
Juli 2011 terbatas. Jumlah mahasiswa yang berada di
kelompok 400-449 adalah 93 orang; dari kelompok
Dari kedua kelompok kelas, gelombang Februari 450-500 berjumlah 82 dan terakhir di kelompok
memiliki kelengkapan capaian keempat tes yang tertinggi 501-tak terhingga berada di 49 mahasiswa.
dilaksanakan. Rekapitulasi nilai gelombang
Februari menjabarkan temuan perkembangan
Jurnal AL-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA, Vol . 1, No. 3, Maret 2012 185

Dari 422 mahasiswa yang terdaftar, 153 tidak Expression dan Reading. Dengan strategi
mengikuti ujian akhir dan yang mendapat nilai pembelajaran pada masing-masing kemahiran.
buruk dan sangat lemah adalah 45 orang, yakni
kelompok yang mendapat skor di bawah 400. Listening dalam TOEFL dibagi menjadi tiga bagian
Kelompok ini ditambah dengan kelompok yang yakni:
lemah (skor 400-449) 93 akan menjadi 138 dan 1) Short Dialogues dua baris percakapan diikuti
menyandang status tidak lulus. Angka 138 dengan pertanyaan mengenai maksud dari
merupakan jumlah mahasiswa yang tidak lulus pembicara
melebihi separuh dari peserta gelombang Juli 2011. 2) Long Conversation terdiri dari 60-90 detik
Sementara perolehan data pada gelombang Februari percakapan mengenai dunia kemahasiswaan
adalah 45 orang untuk skor 400-449, 25 orang di diikuti dengan pertanyaan dan
bawah skor TOEFL 400, 50 orang dalam kelompok 3) Talk atau percakapan mengenai kehidupan
perolehan nilai 450-500, dan perolehan yang di atas kampus dan topik akademik dan diikuti
500–sampai tak terbatas adalah 35 orang. Jumlah beberapa pertanyaan. Kemahiran mendengar ini
gabungan gelombang Februari dan Juli menjadi: menggarap kemampuan menyerap beragam
pada skor TOEFL 400-449 adalah 138 siswa, pada component skill seperti dalam Listening skill,
skor 450- 500 menjadi 132 siswa, pada skor 500- siswa dilatih untuk mendengar dan menangkap
sampai tak terbatas berjumlah 84 siswa. Sementara fungsi bahasa yang dijabarkan dalam tiga
jumlah mahasiswa dengan nilai di bawah skor 400 kelompok yakni:
berjumlah 70 orang. Mahasiswa yang mendapat a. ‘Structures for Restatements’ seperti;
nilai di atas skor TOEFL 600 ke atas hanya 2 ‘Similar Sounds, Synonyms, Homophones,
mahasiswa. Mahasiswa yang gagal 208. Ini Negatives, negative Emphasis,
menandakan bahwa hampir separuh mahasiswa Exclamations, references, Causatives,
UAI angkatan 2010 harus mendapat pelatihan correlatives Conjunctions, Comparatives,
bahasa Inggris yang berkelanjutan agar mampu Conditionals, Concessions, Causals,
memenuhi persyaratan mencapai 450 TOEFL skor, Cause-and-Result Adjectives, Tag
agar mereka menguasai bahasa yang akan atau Questions, Passives, Chronological
sudah menjadi bahasa pengantar dalam perkuliahan Events’;
b. Types of Conversations; ‘Direct
4.3 Bahan ajar TOEFL dan Strategi Conversations, Computation conversation,
Pembelajaran Place conversations and Implied
conversations’;
Pelatihan Matrikulasi Bahasa Inggris TOEFL c. ‘Topics for Mini-Talks such as; Overheard
dilaksanakan oleh para dosen Sastra Inggris. Conversations, Announcements and
Metode pengajaran disesuaikan dengan kebutuhan Advertisements, News Reports, Weather
pembelajaran TOEFL secara mandiri agar setelah Reports, Information Speeches, Academic
pelatihan, mahasiswa mampu belajar mandiri untuk Statements, Class Discussions’.
terus meningkatkan nilai skor TOEFL mereka.
Kemahiran yang diutamakan dalam TOEFL Paper
Based adalah Listening, Structure and Written

Tabel 2. Rekapitulasi Kelulusan Matrikulasi 2011

Jumlah Februari Juli


Fakultas
Mahasiswa Pendaftar Peserta Lulus Gagal Pendaftar Peserta Lulus Gagal
Sains dan
128 41 36 25 11 78 69 38 31
Teknologi
Sastra 92 28 12 6 6 66 34 12 22
Ekonomi 85 20 13 6 7 51 38 13 25
Psikologi dan
98 49 39 10 29 44 30 12 18
Pendidikan
Hukum 51 0 0 0 0 34 12 4 8
Ilmu Sosial
dan Ilmu 259 69 55 38 17 149 86 52 34
Politik
TOTAL 713 207 155 85 70 422 269 131 138
186 Jurnal AL-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA, Vol . 1, No. 3, Maret 2012

The Structure and Written Expression sama dengan Masa kini mahasiswa mudah mendapat kesempatan
tata bahasa atau Grammar yang merupakan mendengar dalam bahasa Inggris dan ini tercermin
tonggak dari suatu bahasa. Pembelajaran grammar dari hasil nilai rata rata Listening. Dapat
dibagi menjadi beragam skill. Skill ini meliputi disimpulkan bahwa kemahiran mendengar tidak
masalah ketatabahasaan seperti: subjects and verbs; semata-mata hasil latihan listening di kelas tetapi
objects and prepositions; Present participles; past karena mudah mendapat pajanan listening di luar
participles; coordinate connectors; adverb clause kelas. Nilai rata-rata reading yang mencapai 48,24
connectors; noun clause connectors; noun clause cukup mengesankan. Walau reading tergolong sulit
connector/subjects; adjective clause connectors; dalam TOEFL, namun hasilnya cukup memuaskan,
adjective clause connectors/subjects; agreement Structure adalah kesulitan utama dan nilai rata-rata
after prepositional phrase; agreement agreement begitu rendah apabila dibandingkan dengan kedua
after expressions of quantity; agreement after skill lainnya. Hal ini terjadi karena Structure
certain words; parallel structure with coordinate merupakan ilmu yang tidak ramah dan menjadi
conjunctions; parallel structure with pair asing untuk dipelajari. Structure tidak membumi
conjunctions; past participles after have; present bagi mahasiswa dan mereka hanya perlu
participles or past participles after be; base form mengetahui karena harus mengerjakan TOEFL
verbs after modals; singular and plural nouns; semata. Dengan temuan di atas, para pengajar dapat
countable and uncountable nouns; subject and memfokuskan cara yang terbaik untuk mengajarkan
object pronouns; possessives; pronoun reference; struktur di kemudian hari. Bagaimana struktur
adjectives and adverbs; adjectives after linking dapat menjadi mudah dipahami dan menarik untuk
verbs; ditekuni.

Reading skill meliputi kajian mengenai bagaimana 4.4 Kuesioner dan Masalah yang Dihadapi
memahami: main idea questions; stated detail
questions; find ’unstated’ details; implied detail Pada saat memberikan sertifkat, para mahasiswa
questions; vocabulary in context questions; ‘where’ diminta untuk mengisi kuesioner mengenai
questions. Seluruh pertanyaan diberikan dalam pembelajaran TOEFL. Jawaban mereka dapat
bentuk pilihan ganda dengan beragam topik wacana mengindikasikan beberapa masukkan. Mereka
seperti topik kelautan, antariksa, biologi, dan banyak yang mengakui bahwa matrikulasi
mencakup hampir seluruh topic keilmuan. bermanfaat dan perlu diadakan. Namun mereka
Mahasiswa dituntut untuk menguasai topik tidak yakin matrikulasi akan efektif apabila harus
beragam keilmuan dan mampu memahami kosa diberikan melalui Crash Programme. Mereka
kata untuk masing-masing disiplin ilmu. Tujuan memilih untuk mengikuti kursus 2 kali seminggu
dari pajanan keilmuan karena tujuan TOEFL adalah daripada setiap hari dalam 10 hari saja. Mengenai
mempersiapkan para lulusan sekolah menengah kemahiran bahasa, banyak yang mengalami
untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih kesulitan terutama dalam Structure and written
tinggi baik di luar maupun dalam negeri. Para Expression, namun secara keseluruhan semua
dosen disamping harus membekali siswa dengan isi mahasiswa mengakui mempunyai kesulitan dalam
kemahiran kebahasaan, mereka juga harus Listening, Reading and Structure and Written
membekali mahasiswa dengan strategi dalam Expressions.
mengerjakan TOEFL.
Analisis dari percakapan informal diantara para
Tabel 3 memperlihatkan bahwa kesulitan dosen adalah rendahnya motivasi para mahasiswa
mahasiswa di kedua gelombang ada pada Struktur yang mengikuti TOEFL. Faktor ini dapat
bahasa, sedangkan Listening dan Reading dimengerti karena program matrikulasi bukan
berimbang dalam tingkat kemahiran. merupakan mata kuliah ber SKS sehingga tidak ada
keharusan untuk masuk. Alasan lain adalah TOEFL
Tabel 3. Nilai Rata-rata Kemampuan Mahasiswa memang bukan ilmu yang disukai sehingga mereka
hanya masuk untuk mendapat nilai baik tanpa
Gelombang Listening Structure Reading didukung oleh keingintahuan yang lebih besar dari
diri sendiri. Faktor internal ini sangat penting untuk
Februari 48,21 41,16 48,04 diperhatikan karena keberhasilan pembelajaran
Juli 47,59 39,59 48,24 sangat ditentukan oleh motivasi yang tinggi.
Jurnal AL-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA, Vol . 1, No. 3, Maret 2012 187

Matrikulasi dilaksanakan pada masa libur Jumlah waktu pelatihan yang berdurasi 40 jam
perkuliahan. Bagi kelompok gelombang Februari, ternyata tidak terlalu cocok untuk pembelajaran
matrikulasi dapat dikatakan berhasil karena mereka pada level sangat lemah yang tercermin pada 305
memiliki libur yang tidak lama dan mahasiswa mahasiswa yang tidak lulus dan tidak mendapat
melaksanakan program tersebut dengan baik walau sertifikat. Apabila dilihat dari sudut pandang
dalam jumlah yang tidak besar. Matrikulasi pada kepentingan mahasiswa yang lemah ini, matrikulasi
bulan Juli yang diharapkan akan lebih baik dan tidak memberi manfaat karena tidak dapat
sempurna karena menghadapi libur panjang, menghantar mereka untuk mendapat sertifikat
ternyata tidak sesuai dengan yang diharapkan. kelulusan.
Presentasi ketidakhadiran terlihat jelas. Alasan
mereka bervariasi. Misalnya, beberapa mahasiswa Dari perolehan hasil pembelajaran TOEFL 40 jam
bekerja paruh waktu dalam libur panjang, ada yang dapat disarankan beberapa usulan:
pulang ke daerahnya masing-masing. Ada yang 1) Mahasiswa harus dites tingkat kemampuannya
berlibur ke luar negeri atau mengikuti kursus agar dapat dimasukkan pada kelas yang sesuai
tertentu dalam libur panjang di bulan juli. dengan kemampuan awal mereka apakah di
tingkat dasar, menengah atau mahir. TOEFL
Di samping motivasi yang rendah, para dosen harus dilaksanakan dalam tahapan yang
mengakui bahwa tingkat kemampuan bahasa masing-masing tahapan berdurasi dari 40
Inggris Mahasiswa secara umum rendah, sehingga sampai 50 jam. Pembagian ini untuk mampu
harus membahas TOEFL dari dasar dan dengan mendorong mahasiswa fokus terhadap masalah
waktu 40 jam tentu tidak dapat dengan sempurna TOEFL mereka. Apabila dilaksanakan
memberikan dampak yang memuaskan. TOEFL berdasarkan tingkat kemampuannya maka
yang diberikan kepada siswa adalah TOEFL dasar mereka akan melihat proses pembelajaran.
dan ini pun masih sulit untuk dicerna oleh sebagian 2) Bagaimana meningkatkan motivasi dalam
besar mahasiswa. mempelajari TOEFL. Dosen dan penyelenggara
Matrikulasi harus duduk bersama untuk
mencari jalan keluar dari masalah motivasi ini.
V. KESIMPULAN Apakah akan diberikan hadiah atau dimasukkan
sebagai bagian dari MKU atau diberi
Secara keseluruhan Matrikulasi Bahasa Inggris pencerahan sebelum pelatihan dimulai.
TOEFL telah dilaksanakan dengan hasil baik. Hasil 3) Persiapan para pengajar untuk selalu
pembelajaran 40 jam TOEFL menghasilkan memberikan yang terbaik pada mahasiswa.
kelulusan 84 mahasiswa dengan predikat Bagaimana mengajar dengan jelas, menarik dan
memuaskan dengan nilai di atas skor TOEFL 501, mampu memotivasi siswa. Dosen matrikulasi
132 mahasiswa dengan predikat baik di atas skor harus diberikan workshop untuk saling
TOEFL 450. Jumlah mahasiswa yang tidak lulus memberi pengalaman dan belajar
305 mahasiswa dengan perolehan di bawah skor meningkatkan kemampuan mengajar TOEFL
TOEFL 400. baik paper based TOEFL maupun internet
based TOEFL IBT.
Keberhasilan matrikulasi ini dapat dilihat dengan 4) Perlu sosialisasi kepada mahasiswa dan dosen
adanya tingkat kenaikan skor TOEFL pada setiap tentang perlunya Matrikulasi Bahasa Inggris
test yang diselenggarakan dalam 4 tahapan yakni TOEFL
Diagnostic Pre Test, Post Test Review Test dan 5) Sebaiknya dosen yang mampu mengajar
Final test. Yang didata dari data gelombang dengan bahasa Inggris agar didorong untuk
Februari. Namun kenaikkan tersebut tidak terlalu mengajar dengan bahasa Inggris supaya
tinggi karena pajanan pembelajarannya hanya 40 mahasiswa termotivasi.
jam saja. 6) Setelah 2 tahun Matrikulasi berjalan, sebaiknya
ada saran dari tim penyelenggara agar kuliah
Tingkat motivasi pada kedua gelombang berbeda. diberikan dalam bahasa Inggris.
Mahasiswa gelombang Februari cenderung lebih 7) Perlu ada kajian lebih lanjut dan dipecahkan
disiplin dan mengikuti pelatihan dengan baik secara mengapa hasil akhir dari program matrikulasi
menyeluruh. Sementara peserta pada gelombang ada yang turun.
Juli memperlihatkan banyak ketidakhadiran pada
pelatihan.
188 Jurnal AL-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA, Vol . 1, No. 3, Maret 2012

[5] O’Malley J, Chamot Anna Uhl, Learning


Strategies in Second Language acquisition.
DAFTAR ACUAN/PUSTAKA Cambridge University Press ,1990.
[6] Phillips Deborah, Complete Course for TOEFL
[1] Brown Douglas, Language Assessment- Principle Preparation for the computer and Paper Tests.
and Classroom Practices. San Francisco State New York: Pearsons education 2001
university, 2004. [7] Rogers Bruce, TOEFL Success. Heinle &
[2] Brown Douglas, Prinsip Pembelajaran dan Heinley/TTP, 1996.
Pengajaran Bahasa.Kedutaan Besar America [8] Sharpe Pamela J, Test of English as a Foreign
Serikat di Jakarta ,2008 Language. The Ohio State University 2008
[3] Grellet francoise, Developing Reading skills. [9] Sharp Pamela J, TOEFL IBT Internet Based Test,
Cambridge University Press, 1995 Barron’s Educational Series, 2010
[4] Hammer Jeremy, The Practice of English [10] http://www.TOEFL.org.
Language Teaching.Longman Group UK Limited [11] www. Petersons.com
1991 [12] www.ets.org