Anda di halaman 1dari 7

PELATIHAN PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN SCHOOLOGY UNTUK

GURU PADA SD ISLAM TERPADU ANAK SHOLEH MANDIRI


Nur Alamsyah1, M.Muflih1, Wagino1, Muharir1
1
Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin, Jalan Adhyaksa No.02 Kayutangi Banjarmasin, Indonesia
70123

*Email: nuralamsyah@uniska-bjm.ac.id

Abstrak
E-learning merupakan bentuk pembelajaran yang mengintegrasikan proses pembelajaran dari pembelajaran
tradisional, pembelajaran online, dan perpaduan berbagai model pembelajaran lainnya yang salah satunya
adalah blended learning. Model pembelajaran blended learning ini merupakan campuran antara teknologi
online dan pembelajaran tatap muka dengan mengkombinasi kegiatan tatap muka dan e-learning. Istilah lain
dari e-learning yaitu online learning, virtual learning, distributed learning, virtual class atau web-based
learning.
Salah satu media pembelajaran yang menggabungkan fitur jejaring sosial dan elearning (pembelajaran
online) adalah Schoology
Schoology adalah jejaring sosial berbasis web khusus untuk K-12 (sekolah dan lembaga pendidikan tinggi)
yang difokuskan pada kerjasama, untuk memungkinkan pengguna membuat, mengelola, dan saling
berinteraksi serta berbagi konten akademis. E-learning ini juga memberikan akses pada guru dan siswa untuk
presensi, pengumpulan tugas, latihan soal dan media sumber belajar yang bisa diakses kapanpun dan
dimanapun serta juga memberikan akses pada orang tua untuk memantau perkembangan belajar siswa di
sekolah. (Farmington, Schoology 2014).
Kata kunci: E-learning, virtual learning, virtual class, Schoology

Abstract
E-learning is a form of learning that integrates the learning process from traditional learning, online
learning, and a combination of various other learning models, one of which is blended learning. This
blended learning learning model is a mixture of online technology and face-to-face learning by combining
face-to-face activities and e-learning. Another term for e-learning is online learning, virtual learning,
distributed learning, virtual classes or web-based learning.
One of the learning media that combines social networking features and e-learning (online learning) is
Schoology
Schoology is a web-based social network specifically for K-12 (schools and higher education institutions)
focused on collaboration, to enable users to create, manage and interact with each other and share
academic content. This e-learning also provides access to teachers and students for attendance, assignment
collection, question exercises and learning resource media that can be accessed anytime and anywhere and
also provides access for parents to monitor student learning progress at school. (Farmington, Schoology
2014).
Keywords: E-learning, virtual learning, virtual class, Schoology
PENDAHULUAN
Konsep utama penggunaan e-learning yaitu untuk memudahkan dalam
pendistribusian materi pembelajaran, ujian, latihan kuis dan penilaian. Hal ini dilakukan
melalui media elektronik atau internet, sehingga siswa dapat mengakses dimana saja dan
kapan saja. Dengan pemanfaatan e-learning diharapkan mampu meningkatkan hasil belajar
siswa baik berfungsi sebagai suplemen (tambahan), komplemen (pelengkap), maupun
substitusi (pengganti) pembelajaran konvensional sesuai dengan pernyataan Siahaan
(Darmawan, 2014: 29).

Selain e-learning media pembelajaran saat ini adalah jejaring sosial juga sebagai
salah satunya dan semakin berkembang dengan pengguna media sosial hampir merata
diseluruh lapisan masyarakat ditambah lagi dimasa pandemi ini, hampir seluruh aktifitas
belajar guru dan siswa mulai dari Sekodah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama
(SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat hingga perguruan tinggi
menggunakan media pembelajaran e-learning dan juga media sosial.

Salah satu media pembelajaran yang menggabungkan fitur jejaring sosial dan
elearning (pembelajaran online) adalah Schoology

Schoology adalah jejaring sosial berbasis web khusus untuk K-12 (sekolah dan
lembaga pendidikan tinggi) yang difokuskan pada kerjasama, untuk memungkinkan
pengguna membuat, mengelola, dan saling berinteraksi serta berbagi konten akademis. E-
learning ini juga memberikan akses pada guru dan siswa untuk presensi, pengumpulan
tugas, latihan soal dan media sumber belajar yang bisa diakses kapanpun dan dimanapun
serta juga memberikan akses pada orang tua untuk memantau perkembangan belajar siswa
di sekolah. (Farmington, Schoology 2014).

Schoology merupakan aplikasi mobile gratis yang dapat di unduh dari semua
perangkat mobile berbasis iOS maupun Android. Aplikasi ini juga memiliki
pemeberitahuan jika ada update (pembaharuan) atau kiriman terbaru dari aplikasi tersebut,
sehingga pengguna bisa mudah memperbaharui aplikasi ini setiap waktu

MASALAH
Rumusan masalah dalam pengabdian ini adalah Bagaimana Pemanfaatan Media
Pembelajaran Schoology Untuk Guru Pada SD Islam Terpadu Anak Sholeh Mandiri.
METODE PELAKSANAAN
Untuk mencapai tujuan yang diharapkan, maka pelaksanaan pelatihan Pemanfaatan Media
Pembelajaran Schoology untuk Guru menggunakan 4 metode, yaitu:

1. Kuesioner

Kuesioner diberikan sebelum pelaksanaan pelatihan dan setelah pelaksanan berakhir,


kuesioner berisi tentang apa itu Metode pembelajaran Schoology, sejauh mana
pengetahuan guru tentang Shoology.

2. Tutorial

Instruktur menjelaskan tentang Schoology dengan menggunakan alat bantu LCD sehingga
peserta dapat memahami dan tanya jawab berkaitan dengan materi pelatihan.

3. Praktek Mandiri

Setiap peserta melakukan praktek berupa proses menginstall, membuat akun, mengubah
dan menjalankan motede pembelajaran Schoology.

4. Monitoring

Melakukan evaluasi dipertengahan semester apakah schoology digunakan atau tidak, jika
tidak apa kendala dan solusinya.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Untuk mengetahui sejauh mana Pemanfaatan Media Pembelajaran Schoology untuk


Guru pada SD Islam Terpadu Anak Sholeh Mandiri, maka salah satu metode yang
digunakan adalah Kuisioner yang terdiri dari 2 aspek penilaian yaitu aspek manfaat dan
aspek pendidikan, Untuk aspek manfaat memiliki 15 butir soal dan untuk aspek pendidikan
memiliki 10 butir soal atau dapat dilihat pada tabel berikut:

No Aspek Jumlah Butir Butir Soal


1 Manfaat 15 1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,12,13,14,15
2 Pendidikan 10 1,2,3,4,5,6,7,8,9,10
Kuisioner ini dibuat dengan menggunakan google form dan diberikan kepada 30
repsonden (guru SD IT Anak Sholeh Mandiri), untuk mengetahui tanggapan responden
terhadap sistem yang akan diimplementasikan yaitu dengan Angket Skala Likert yang
umumnya digunakan untuk dalam riset berupa survei dan memberikan pertanyaan kepada
responden dimana jawaban dari pertanyaan tersebut terdiri dari tingkatan yang dapat
dipilih sebagai berikut:

Jawaban Bobot
Sangat Setuju (SS) 5
Setuju (S) 4
Ragu-ragu (RR) 3
Tidak Setuju (TS) 2
Sangat Tidak Setuju (STS) 1
HASIL ANALISIS ANGKET
Hasil Analisis Kuiesoner Yang Diberikan Kepada Guru SD Islam Terpadu Anak
Sholeh Mandiri Dapat Dilihat Pada Form Berikut:

FOTO KEGIATAN PELAKSANAAN


KESIMPULAN
Setelah melakukan pelatihan dan berdasarkan hasil analisis jawaban kuesioner
kepada 30 responen (Guru SD Islam Terpadu Anak Sholeh Mandiri) maka dapat
disimpulkan sebagai berikut: 1). Pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat Program
Pemberdayaan Masyarakat (PPM) ini sangat berguna sekali khususnya bagi guru – guru
mata pelajaran karena selama pembelajaran jarak jauh (daring) di masa pandemi ini rata-
rata guru kelas menggunaka media Whatsapp untuk proses pemberian materi dan tugas,
kemudian proses pengumpulan tugas melalui group whatsapp yang memiliki kekurangan
yaitu kadang data pengumpulan tugas siswa tenggelam oleh informasi atau komunikasi
antar guru dan orang tua. 2).Dengan pemberian materi Pemanfaatan Media Pembelajaran
Schoology guru sangat terbantukan karena pemberian materi, pemberian tugas,
pengumpulan tugas dan penilian semua terangkum dalam satu aplikasi.3). Kelebihana
aplikasi Schoology adalah guru dapat menggunakan handphone dalam penilaian dan
pemantauan tugas siswa karena aplikasi ini sudah mendukung semua operation sistem
yaitu Dekstop, Tablet maupun Handphone ditambah lagi fitur orang tua dapat memantau
dari aplikasi apakah tugas anak sudah dikumpul atau dinilai oleh guru. 4).Hasil kuisioner
yang telah diberikan kepada 30 responden bahwa setelah mereka menggunakan aplikasi
Schoology berdasarkan aspek manfaat maka menghasilkan nilai rata-rata 4,67 artinya
Sangat Setuju (SS) aplikasi Schoology diterapkan dan memiliki banyak manfaat baik buat
guru, siswa dan orang tua.5).Sedangkan dari aspek pendidikan menghasilkan nilai rata-rata
4,63 artinya Sangat Setuju (SS) aplikasi Schoology mendukung proses belajar mengajar
pada SD Islam Terpadu Anak Sholeh Mandiri.

UCAPAN TERIMA KASIH


Ucapan terima kasih terutama ditujukan kepada pemberi dana kegiatan atau
donatur. Ucapan terima kasih dapat juga disampaikan kepada pihak-pihak yang membantu
pelaksanaan kegiatan.
DAFTAR PUSTAKA
Aminoto, T dan Pathoni. 2014. Penerapan Media E-learning Berbasis Schoology untuk
Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Materi Usaha dan Energi Di Kelas XI
SMA N 10 Kota Jambi. Jurnal Sainmatika, 8(1): 45-53.
Amiroh. 2013. Antara Moodle, Edmodo dan Schoology.
http://amiroh.web.id/antara-moodle-edmodo-dan shoology/, diakses tanggal 20 nov
2016.
Ansor, F. 2015. Perbedaan Pengaruh Pemanfaatan Media E-learning Berbasis Schoology
dan Edmodo terhadap Kemandirian Belajar dan Prestasi Belajar Matematika. Tesis.
Jurusan Teknologi Pendidikan Universitas Sebelas Maret. Surakarta: Universitas
Sebelas Maret.
Apriyanto, E T. 2016. Pengembangan E-learning dengan Schoology sebagai Suplemen
Pembelajaran Fisika pada Materi Impuls dan Momentum. Skripsi. Fakultas
Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung. Bandar Lampung:
UNILAM.
Arikunto, S. 2013. Dasar- Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakata : Bumi Aksara. Asandului, L
dan Ceobanu, C. 2008. E-learning in Romanian Higher Education: A Study Case.
Turkish Online Journal of Distance Education, 9(3):162-175.
Basori. 2013. Pemanfaatan Social Learning Network Edmodo dalam Membantu
Perkuliahan Teori Bodi Otomotif di Prodi PTM JPTK FKIP UNS. Jurnal Ilmiah
Pendidikan Teknik dan Kejuruan, 6(2):99-105.
Bibi, S dan Handaru, J. 2015. Efektivitas Model Blended Learning terhadap Motivasi dan
Tingkat Pemahaman Mahasiswa Mata Kuliah Algoritma dan Pemrograman. Jurnal
Pendidikan Vokasi, 5(1): 74-87.
Budi, SS dan Rahma, W. 2012. Korelasi Antara Kreativias Belajar, Motivasi Belajar dan
Kemandirian Belajar Siswa dengan Prestasi Belajar Keterampilan Elektronika di
MAN I Wates Kabupaten Kulon Progo Tahun 2012. INSIGHT, 10 (1): 89-96.
Burgstrom, L. 2017. The Impact of Student Completion Requirements Using an
LMS (Learning Management System) on Student Achievement and Differentiated
Instruction in The Classroom. Education and Human Development Master's
Theses. 721.
http://digitalcommons.brockport.edu/ehd_theses/721, diakses tanggal 28 Mei 2021