Anda di halaman 1dari 15

Vol. 1, No. 1, 2020 hal.

1-21
Contents lists available at http://ejournal.uin-suska.ac.id
ISSN:

Journal homepage: http://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/jot/


Biaya Kepatuhan Pajak Memoderasi Penerapan E-filling
Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Badan

Adriyanti Agustina Putri, Dwi Fionasari, Erlin Carolina


Universitas Muhammadiyah Riau, Universitas Muhammadiyah Riau
E-mail : adriyantiagustinaputri@umri.ac.id

ABSTRACT
The purposes of this study are to determine and to analyze the effect of
application of e-filling system on the corporate taxpayers compliance with tax
compliance costs as a moderating in The Tampan Tax Office. The population of
the study was corporate taxpayers registered in The Tampan Tax Office in 2018.
The sampling method used probability sampling with Random sampling
technique. Total of the samples were 356 corporate taxpayers. The datas
analysis method used simple linear regression and moderated regression
analysis. The result of the study shown that (1) the application of e-filing system
have a effect on the corporate taxpayers compliance, and (2) the tax compliance
cost can moderated the effect of the application of e-filing system on corporate
taxpayers compliance in The Tampan Tax Office.

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh


penerapan e-filling pada kepatuhan wajib pajak badan dengan biaya kepatuhan
pajak sebagai variabel moderasi di KPP Pratama Tampan. Populasi penelitian
ini adalah seluruh Wajib Pajak Badan yang terdaftar di KPP Pratama Tampan
pada tahun 2018. Metode penentuan sampel yang digunakan adalah
probability sampling dengan teknik random sampling. Jumlah sampel yang
digunakan sebanyak 356 Wajib Pajak Badan. Metode analisis data dilakukan
dengan regresi linear sederhana dan Moderated Regression Analysis (MRA).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Penerapan e-filling berpengaruh
terhadap kepatuhan wajib pajak badan, dan (2) Biaya kepatuhan pajak mampu
memoderasi pengaruh penerapan e-filling terhadap kepatuhan wajib pajak
badan di KPP Pratama Tampan.

Kata Kunci : E-filling, Kepatuhan Wajib Pajak, Biaya Kepatuhan

1. PENDAHULUAN
Kepatuhan Wajib Pajak (WP) sangat penting dalam merealisasikan
target penerimaan pajak. Untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak, Direktorat
Jendral Pajak (DJP) terus berupaya melakukan reformasi administrasi, salah
satunya memperbaiki proses bisnis dalam memanfaatkan teknologi informasi
dan komunikasi dengan menerapkan sistem e-filling. Sistem e-filling diharapkan
memberikan kemudahan kepada wajib pajak khususnya wajib pajak badan

18
Vol. 1, No. 1, 2020 hal. 1-21
Contents lists available at http://ejournal.uin-suska.ac.id
ISSN:

Journal homepage: http://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/jot/


dalam memenuhi kewajiban perpajakannya sehingga dapat meningkatkan
kepatuhan wajib pajak.
Untuk memberikan gambaran yang lebih deskriptif, maka dapat dilihat
data wajib pajak terdaftar dan wajib SPT, SPT tahunan yang disampaikan, serta
kepatuhan pelaporan dalam pelaporan surat pemberitahuan (SPT).
Tabel 1
Data Kepatuhan WP dalam Pelaporan SPT dalam 5 tahun terakhir
Tahun Wajib Pajak SPT Tahunan Kepatuhan
Terdaftar dan Disampaikan Pelaporan SPT
Wajib SPT
2012 11.087.330 8.862.437 79.93%
2013 13.378.561 9.215.791 68.88%
2014 15.489.698 10.804.744 69.75%
2015 18.178.955 10.823.222 59.54%
2016 18.178.955 9.794.675 53.88%
Sumber: Direktorat Jenderal Pajak, 2017
Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa dari tahun 2012
sampai 2016 terjadi fluktuatif tingkat Kepatuhan wajib. Pada tahun 2013
terjadi penurunan tingkat kepatuhan dibandingkan dengan tahun 2013 yaitu
dari 79,93% menjadi 68,88%, namun mengalami peningkatan tahun 2014
sebesar 69.75%. Pada tahun 2015 mengalami penurunan dari 2014
menjadi 59,54% dan terus berlanjut untuk tahun 2016 yaitu menjadi
53.88%. Hal ini menunjukkan kesadaran melakukan kewajiban perpajakan
di Indonesia masih rendah.
E-filing adalah cara pelaporan SPT Tahunan secara online dan real
time melalui website Direktorat Jenderal Pajak atau Penyedia Jasa Aplikasi
atau Application Service Provider (ASP) yang ditunjuk oleh Dirjen Pajak
(Pranata,2018). Pemanfaatan teknologi informasi dapat mempercepat
proses pelayanan dan pemeriksaan, serta menjadikan proses
administrasinya menjadi jauh lebih sederhana (Fasmi dan Fauzan, 2014).
Dengan adanya sistem e-Filling ini diharapkan dapat mengurangi biaya
kepatuhan (compliance cost) masyarakat untuk membayar pajak.
Biaya kepatuhan pajak adalah biaya yang dikeluarkan oleh wajib
pajak sebagai tambahan atas kewajiban pajaknya (Jabbar dan Jeff, 2008).

19
Vol. 1, No. 1, 2020 hal. 1-21
Contents lists available at http://ejournal.uin-suska.ac.id
ISSN:

Journal homepage: http://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/jot/


Semakin tinggi biaya kepatuhan pajak akan membuat wajib pajak enggan
untuk membayar kewajiban pajaknya (Susmita, 2016). Sebaliknya, apabila
semakin besar biaya kepatuhan, maka wajib pajak akan cenderung tidak
patuh untuk melaporkan pajaknya.
Terdapat beberapa penelitian meneliti tentang e-filing, salah satunya
dilakukan oleh Nurhidayah (2015). Hasil penelitiannya menyatakan bahwa
penerapan e-filing berpengaruh positif dan signifikan pada kepatuhan wajib
pajak di KPP Pratama Klaten. Sedangkan, hasil dari penelitian
Abdurrohman dkk. (2015) menunjukkan hasil bahwa implementasi e-filing
belum berperan secara optimal dalam peningkatan kepatuhan wajib pajak.
Selanjutnya penelitian yang dilakukan oleh Novita dkk. (2014) menunjukkan
bahwa sistem elektronik perpajakan seperti e-filing berpengaruh negatif
pada kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan.
Berdasarkan uraian diatas, maka rumusan masalah penelitian ini
adalah : 1) Apakah penerapan e-filing berpengaruh pada kepatuhan wajib
pajak badan? dan 2) Apakah biaya kepatuhan pajak memoderasi pengaruh
penerapan e-filing pada kepatuhan wajib pajak badan? Adapun tujuan dari
penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh masing-masing variabel
terhadap kepatuhan wajib pajak badan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat
memberikan tambahan ilmu pengetahuan, informasi, referensi peneliti lain,
dan menjadi masukan dan bahan evaluasi bagi pemerintah dan
Direktorat Jenderal Pajak.

2. TINJAUAN PUSTAKA
a. Technology Acceptance Model (TAM)
Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Technology
Acceptance Model (TAM). TAM menjelaskan tentang pengguna teknologi
yang menerima dan menggunakan teknologi tersebut dalam pekerjaan
individunya. TAM dikembangkan oleh Davis F.D pada tahun 1985. Tujuan
dari TAM adalah untuk menjelaskan sikap individu terhadap pengguna suatu
teknologi. Menurut Taylor dan Todd (1995) dalam TAM, niat ditentukan oleh
sikap penggunaan teknologi baik secara langsung atau tidak langsung
terhadap persepsi kemudahan penggunaan (ease to use) dan kemanfaatan
(usefulness) untuk menjelaskan minat pengguna (user’s intention). TAM

20
Vol. 1, No. 1, 2020 hal. 1-21
Contents lists available at http://ejournal.uin-suska.ac.id
ISSN:

Journal homepage: http://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/jot/


menegaskan bahwa dengan persepsi kemudahan penggunaan (ease to
use) dan kemanfaatan (usefulness) dapat
menentukan penerimaan teknologi dan menjadi kunci dari niat perilaku
pengguna untuk menggunakan teknologi informasi (Lee et al., 2011). Kedua
variabel model TAM tersebut dapat menjelaskan aspek keperilakuan
pengguna (Davis, 1985). Legris et al. (2001) menyatakan TAM telah terbukti
berguna sebagai teori dalam mengetahui dan menjelaskan perilaku
pengguna dalam penerapan sistem informasi.
b. Kepatuhan Wajib Pajak
Budiatmanto (1999) dalam Tjahjono (2006). Menjelaskan bahwa
kepatuhan wajib pajak adalah, perilaku wajib pajak dalam memenuhi
kewajiban perpajakannya sesuai dengan peraturan yang berlaku
(Budiatmanto, 1999 dalam Tjahjono, 2006:29). Menurut Abdul Rahman
(2010:32) kepatuhan perpajakan dapat didefinisikan sebagai keadaan
dimana Wajib Pajak memenuhi semua kewajiban perpajakan dan
melaksanakan hak perpajakannya. Dari pengertian diatas dapat
disimpulkan bahwa, Kepatuhan wajib paja adalah kondisi dimana wajib
pajak mendaftarkan diri, menghitung ,menyampaikan dan membayar
kewajiban perpajakannya dan menyetorkan kembali surat setoran sesuai
peraturan yang berlaku tanpa ada tindakan pemaksaan.
c. Penerapan E- Filling
E-filing merupakan bagian dari reformasi administrasi perpajakan
yang bertujuan untuk memudahkan dalam pembuatan dan penyerahan
laporan SPT kepada Direktoran Jenderal Pajak. Dengan diterapan sistem e-
filing diharapkan dapat memberikan kenyaman dan kepuasan kepada Wajib
Pajak sehingga dapat meningkatkan kepatuhan Wajib Pajak.
Penelitian yang dilakukan oleh Sari Nurhidayah (2015) bahwa
penerapan system e-filing berpengaruh positif terhadap kepatuhan wajib
pajak. Dan penelitian yang dilakukan oleh Kartika (2016) menyatakan
bahwa meskipun e-filing sudah mudah digunakan tetapi belum efisien bagi
wajib pajak sehingga kepatuhan wajib pajak bisa mengalami kenaikan atau
penurunan.
d. Biaya Kepatuhan Pajak
Besarnya biaya-biaya yang dikeluarkan oleh Wajib Pajak dalam

21
Vol. 1, No. 1, 2020 hal. 1-21
Contents lists available at http://ejournal.uin-suska.ac.id
ISSN:

Journal homepage: http://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/jot/


rangka pemenuhan kewajiban perpajakannya yang disebut dengan biaya
kepatuhan atau complience cost. Meskipun biaya kepatuhan ini tidak
memberatkan Wajib Pajak dan tidak menghambat Wajib Pajak dalam
melakukan pemenuhan kewajiban perpajaknnya. Tinggi rendahnya tingkat
pembebanan complience cost dapat
mempengaruhi tingkat kepatuhan Wajib Pajak.
Dalam melaksanakan kewajiban perpajakannya, Wajib Pajak ingin
mengeluarkan biaya sekecil mungkin karena pajak yang dibayarkan sudah
besar dan dengan waktu yang singkat agar tidak menghabiskan waktu
Wajib Pajak. Apabila biaya untuk melaksanakan kewajiban yang
dikeluarkan besar dan waktu yang dibutuhkan Wajib Pajak banyak, maka
Wajib Pajak akan cenderung memilih untuk tidak melaksanakan kewajiban
perpajaknnya. Hal ini didukung dengan penelitian yang dilakukan oleh
Tresno dkk (2013) yang menyatakan bahwa biaya kepatuhan dapat
memoderasi hubungan antara persepsi penerapan sistem e- filing dan
tingkat kepatuhan pajak.
Berdasarkan beberapa penjelasan diatas, maka hipotesis dalam
penelitian ini adalah:
H1: Penerapan Sistem E-Filling berpengaruh terhadap kepatuhan wajib
pajak badan pada KPP Pratama Tampan Pekanbaru
H2 : Biaya kepatuhan pajak memoderasi pengaruh penerapan sistem E-
filling terhadap kepatuhan wajib pajak badan pada KPP Pratama Tampan
Pekanbaru

3. METODE PENELITIAN
a. Jenis Penelitian
Penelitian ini merupakan jenis penelitian yang menggunakan
metode penelitian kuantitatif dengan bentuk penelitian survai. Menurut
Sugiyono (2013: 14) penelitian kuantitatif bertujuan untuk menunjukkan
hubungan antar variabel, menguji teori dan mencari generalisasi yang
mempunyai nilai prediktif. Penelitian survai merupakan suatu teknik
pengumpulan informasi yang dilakukan dengan cara menyusun daftar
pertanyaan yang diajukan pada responden.

22
Vol. 1, No. 1, 2020 hal. 1-21
Contents lists available at http://ejournal.uin-suska.ac.id
ISSN:

Journal homepage: http://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/jot/


b. Populasi dan Sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wajib pajak badan yang
terdaftar di KPP Pratama Tampan Pekanbaru dengan jumlah 3.237 wajib
pajak badan. Metode penentuan sampel dengan random sampling yaitu
pengambilan sebuah sampel dilakukan dengan cara sedemikian rupa
sehingga setiap individu yang ada didalamnya mempunya kesempatan
yang sama untuk dijadikan sampel. Dalam menentukan jumlah sampel
dalam penelitian ini menggunakan rumus Slovin dengan persentase 5%,
sehingga diperoleh sampel penelitian berjumlah 356 responden.
c. Variabel Penelitian
Penelitian ini menggunakan tiga jenis variabel yaitu variabel
dependen, variabel independen dan variabel pemoderasi. Variabel terikat/
dependen dalam penelitian ini adalah Kepatuhan Wajib Pajak Badan,
variabel bebas / independen dalam penelitian ini adalah Penerapan Sistem
E-Filling dan variabel pemoderasi dalam penelitian ini adalah Penerapan E-
Filling
d. Variabel Dependen
Variabel dependen dalam penelitian ini adalah Kepatuhan Wajib
Pajak Badan. Indikator KepatuhanWajib Pajak menurut Sri dan Ita (2009)
adalah sebagai berikut: a. Kepatuhan untuk mendaftarkan diri. b. Kepatuhan
dalam pembayaran tunggakan pajak. c. Kepatuhan untuk menyetorkan
kembali Surat Pemberitahuan. Ketiga indikator tersebut digunakan sebagai
indikator untuk pengukuran Kepatuhan Wajib Pajak. Indikator tersebut
diukur dengan menggunakan skala likert 1-4 untuk mengukur jawaban dari
responden yang berupa pernyataan sangat tidak setuju, tidak setuju, setuju,
dan sangat setuju (Sari Nurhidayah, 2015).
e. Variabel Independen
Variabel independen dalam penelitian ini adalah Penerapan Sistem
EFilling. Terdapat beberapa keuntungan diterapkannya sistem e-filling bagi
Wajib Pajak yaitu: a. Penyampaian SPT dapat dilakukan secara cepat,
aman, dan kapan saja (24 jam dalam 7 hari). b. Penghitungan dapat
dilakukan dengan cepat dan akurat karena terkomputerisasi. c. Mengisi SPT
lebih mudah karena pengisian SPT dalam bentuk wizard. d. Data yang
disampaikan Wajib Pajak selalu lengkap karena adanya validasi pengisian

23
Vol. 1, No. 1, 2020 hal. 1-21
Contents lists available at http://ejournal.uin-suska.ac.id
ISSN:

Journal homepage: http://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/jot/


SPT. e. Lebih ramah lingkungan karena meminimalisir penggunaan kertas.
f. Tidak merepotkan karena dokumen pelengkap tidak perlu dikirim kembali
kecuali diminta oleh KPP melalui Account Representative (AR). Keenam
keuntungan tersebut digunakan sebagai indikator, sebagai dasar untuk
pengukuran Penerapan Sistem E-Filing. Indikator tersebut diukur dengan
menggunakan skala likert 1-4 untuk mengukur jawaban dari responden
yang berupa pernyataan sangat tidak setuju, tidak setuju, setuju, dan sangat
setuju (Sari Nurhidayah, 2015).
f. Variabel Pemoderasi
Variabel pemoderasi dalam penelitian ini adalah biaya kepatuhan
pajak. Biaya Kepatuhan merupakan besarnya biaya- biaya yang harus
dikeluarkan oleh wajib pajak dalam melaporkan pajak (Massofa, 2014).
Indikator diukur dengan menggunakan skala likert 1-4 untuk mengukur
jawaban dari responden yang berupa pernyataan sangat tidak setuju, tidak
setuju, setuju, dan sangat setuju.
g. Teknik analisa data
Teknik analisis data yang digunakan yaitu uji instrumen penelitian
yang terdiri dari uji validitas dan uji reliabilitas. Pengujian asumsi klasik
yang dilakukan terdiri dari uji normalitas, uji heterokedastisitas, dan uji
multikolinearitas. Pengujian pengaruh variabel independen pada variabel
dependen dilakukan dengan menggunakan analisis regresi linear
sederhana, dengan model regresi sebagai berikut:
Y = α + βX ........................................................................................... H1
Keterangan:
Y = subjek dalam variabel dependen yang diprediksikan.
α = nilai Ŷ ketika nilai X = 0 (harga konstan)
β = angka arah atau koefisien regresi
X = subjek pada variabel independen yang mempunyai nilai tertentu.
Pengujian variabel moderasi dalam mempengaruhi hubungan
variabel independen pada variabel dependen dilakukan dengan Moderated
Regression Analysis (MRA), dengan model MRA sebagai berikut.
Y = α + β1X1 + β2X2 + β3X1.X2 + e ................................................. H2
Keterangan :
Yi = Kepatuhan Wajib Pajak α = Bilangan Konstanta

24
Vol. 1, No. 1, 2020 hal. 1-21
Contents lists available at http://ejournal.uin-suska.ac.id
ISSN:

Journal homepage: http://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/jot/


ß = Koefisien arah persamaan penelitian X = Penerapan e-filling
Z = variabel moderasi biaya kepatuhan pajak
ɛ = Kesalahan pengganggu

4. HASIL DAN PEMBAHASAN


Analisis regresi linear sederhana dilakukan untuk menguji
pengaruh satu variabel bebas terhadap variabel terikat. Analisis regresi
linear sederhana digunakan untuk menganalisis pengaruh penerapan e-
filing (X1) pada kepatuhan wajib pajak badan (Y). Hasil analisis regresi
linear sederhana disajikan pada Tabel 2 berikut.
Tabel 2
Hasil Uji Regresi Linear Sederhana
Coefficientsa
Unstandarized Standardized
Model Coefficients Coeffecients t Sig
B Std. Error Beta
1 14.149 1.488 9.510 .000
(Constant)
X1 .309 .029 .526 10.628 .000
a. Dependent Variable: Y
Sumber : Hasil Pengolahan Data, 2019
Pada Tabel 2 hasil perhitungan regresi linear sederhana dengan
menggunakan program SPSS 25.0 didapat hasil sebagai berikut:
Y = 12,263 + 0,308X
Nilai konstanta sebesar 12,263 menunjukkan bahwa bila
penerapan e- filing (X) sama dengan nol, maka nilai kepatuhan wajib pajak
badan akan meningkat sebesar 12,263 satuan. Nilai koefisien β = 0,308
menunjukkan bahwa bila nilai penerapan e-filing meningkat satu satuan,
maka nilai dari kepatuhan wajib pajak badan akan meningkat sebesar 0,308
satuan.
Penelitian ini menggunakan Moderated Regression Analysis (MRA)
dalam model persamaan regresi untuk mengetahui kemampuan biaya
kepatuhan pajak (X2) dalam memoderasi pengaruh penerapan e-filing (X1)
pada kepatuhan wajib pajak badan (Y). Hasil pengujian Moderated
Regression Analysis (MRA) disajikan pada Tabel 4.2 berikut:

25
Vol. 1, No. 1, 2020 hal. 1-21
Contents lists available at http://ejournal.uin-suska.ac.id
ISSN:

Journal homepage: http://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/jot/


Tabel 3
Hasil Moderated RegressionAnalysis
Coefficientsa
Unstandarized Standardized
Model Coefficients Coeffecients t Sig
B Std. Error Beta
1 2.572 .809 3.180 .092
(Constant)
X1 .010 .013 .044 .759 .449
X2 .007 .029 .015 .255 .799
X1.x2 .496 .128 .224 3.889 .120
Dependent Variable: ABS_RES
Pada Tabel 3, hasil perhitungan Moderated Regression Analysis
(MRA) dengan menggunakan program SPSS 25.0 didapat hasil sebagai
berikut:
Y = 2,572 + 0,010X1 + 0,007X2 + 0,496X1.X2
Berdasarkan persamaan tersebut menunjukkan bahwa konstanta
sebesar 2,572 hal ini dapat diartikan apabila variabel X1, X dan X1.X2 tidak
mengalami perubahan maka Kepatuhan Wajib Pajak sebesar 2,572.
Variabel pemoderasi (interaksi antara Penerapan Sistem E-Filling dan Biaya
Kepatuhan) memberikan nilai koefisien 0,496. Kedua variabel ini dapat
disimpulkan berpengaruh terhadap Kepatuhan Wajib Pajak karena setiap
penerapan e-filing (X1) dengan biaya kepatuhan pajak (X2) meningkat satu
satuan, maka kepatuhan wajib pajak badan (Y) akan meningkat sebesar
0,496 satuan.
Hasil signifikansi pada variabel Moderating menghasilkan
signifikansi sebesar 0,120. Tingkat signifikansi 0,120 > 0,05 maka dapat
diketahui bahwa hipotesis yang menyatakan variabel Moderating (Biaya
Kepatuhan) memoderasi hubungan X1 (Penerapan Sistem E-filing)
terhadap Y (Kepatuhan Wajib Pajak) dianggap gagal dalam memoderasi
kedua hubungan tersebut sehingga Ha tidak dapat diterima.
Analisis Koefisien Determinasi digunakan untuk mengukur seberapa
besar kemampuan semua variabel bebas dalam menerangkan variasi dari
variabel dependennya (Ghozali, 2016:95). Hasil koefisien determinasi (R2)
ditunjukkan pada Tabel 4 sebagai berikut.
Tabel 4
Koefisien Determinasi

26
Vol. 1, No. 1, 2020 hal. 1-21
Contents lists available at http://ejournal.uin-suska.ac.id
ISSN:

Journal homepage: http://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/jot/


Model R R Square Adjusted R Square Std Error of
the Estimate
1 736a .541 .536 2.20072
a. Predictors: (Constant), Sistem E-filing*Biaya Kepatuhan, Sistem
E-filing, Biaya Kepatuhan.
Sumber: Hasil Pengolahan Data, 2019
Nilai adjusted R square yang ditunjukkan pada Tabel 4 sebesar 0,536.
Artinya variabel penerapan e-filing (X1), biaya kepatuhan pajak (X2) dan
interaksi antara variabel penerapan e-filing dan biaya kepatuhan pajak (X1.X2)
mampu menjelaskan 53.6% variasi yang ada pada variabel Kepatuhan Wajib
Pajak Badan (Y). Sisanya sebesar 46.4% dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang
tidak masuk dalam penelitian.
Uji Kelayakan Model (Uji F) bertujuan untuk menguji apakah model yang
digunakan dalam penelitian ini layak atau tidak untuk digunakan sebagai
alat analisis dalam menguji pengaruh variabel independen pada variabel
dependennya. Hasil uji F pada ditunjukkan pada Tabel 5 sebagai berikut.
Tabel 5
Hasil Uji Kelayakan Model
ANOVAa
Model Sum of Squares df Mean F Sig
Square
1 1690.676 3 563.559 116.362 .000b
Regression
Residual 1433.574 296 4.843
Total 3124.250 299
a. Dependent Variable: Kepatuhan Wajib Pajak
b. Predictors: (Constant), Sistem E-filing*Biaya Kepatuhan, Sistem E-filing, Biaya
Kepatuhan
Sumber: Hasil Pengolahan Data, 2019

27
Vol. 1, No. 1, 2020 hal. 1-21
Contents lists available at http://ejournal.uin-suska.ac.id
ISSN:

Journal homepage: http://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/jot/


Berdasarkan hasil uji pada tabel di atas diperoleh nilai F hitung
sebesar 116,362 > F tabel 3,206 dengan signifikansi F = 0,000 lebih kecil dari α
= 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa variabel penerapan e-filing dan biaya
kepatuhan pajak mampu memprediksi atau menjelaskan kepatuhan wajib pajak
badan di KPP Pratama Tampan.
Hipotesis pertama (H1) pengaruh penerapan e-filing pada kepatuhan
wajib pajak badan. Berdasarkan Tabel 4.11, diketahui bahwa signifikansi variabel
penerapan e-filing sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05 sehingga H1 diterima, hal
ini memiliki arti bahwa penerapan e-filing berpengaruh signifikan pada kepatuhan
Wajib Pajak Badan. Nilai koefisien regresi penerapan e-filing (X1) sebesar 0,309
menunjukkan adanya pengaruh positif penerapan e-filing pada kepatuhan Wajib
Pajak Badan. Semakin baik sistem penerapan e-filing akan menyebabkan
semakin tinggi tingkat kepatuhan Wajib Pajak Badan. Wajib Pajak Badan yang
telah menggunakan e-filing merasakan manfaat dalam mempermudah pelaporan
pajak, sehingga wajib pajak cenderung untuk ingin melaporkan pajak yang
merupakan kewajibannya. Semakin banyak Wajib Pajak yang sadar untuk
melaporkan pajak maka semakin meningkat kepatuhan wajib pajak. Tingginya
tingkat kepatuhan, maka akan meningkatkan pendapatan Negara dari sektor
pajak.
Hasil penelitian ini mengkonfirmasi teori TAM, dimana persepsi
kemanfaatan (usefulness) dan kemudahan penggunaan (ease to use) yang
dirasakan oleh wajib pajak badan dalam menggunakan e-filing mampu
meningkatkan kepatuhan sukarela Wajib Pajak Badan. TAM juga menjelaskan
tentang pengguna teknologi yang menerima dan menggunakan teknologi
tersebut dalam pekerjaan individunya. Wajib pajak badan yang telah
menggunakan e-filing merasakan manfaat dalam mempermudah pelaporan
pajak, sehingga wajib pajak cenderung untuk ingin melaporkan pajak yang
merupakan kewajibannya.
Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh
Nurhidayah (2015), Susmita (2016) dan Kiswara (2016) yang mengungkapkan
bahwa penerapan e-filing dapat meningkatkan kepatuhan wajib pajak. Baiknya
sistem e-filing diharapkan dapat memberikan kepuasan bagi wajib pajak terkait
pelayanan yang didapatnya sehingga kepatuhan wajib pajak pun akan
meningkat.

28
Vol. 1, No. 1, 2020 hal. 1-21
Contents lists available at http://ejournal.uin-suska.ac.id
ISSN:

Journal homepage: http://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/jot/


Hipotesis kedua (H2) yaitu pengaruh penerapan e-filing pada kepatuhan
wajib pajak badan dengan biaya kepatuhan pajak sebagai variabel moderasi.
Berdasarkan Tabel 5, diketahui bahwa signifikansi interaksi antara variabel
penerapan e-filing dan biaya kepatuhan pajak (X1.X2) sebesar 0,120 > 0,05
sehingga H2 ditolak, hal ini memiliki arti bahwa biaya kepatuhan pajak tidak
mampu memoderasi pengaruh penerapan e-filing pada kepatuhan wajib pajak
badan. Hasil ini tidak mendukung hipotesis yang diajukan bahwa biaya
kepatuhan pajak memperkuat hubungan antara penerapan e-filing pada
kepatuhan wajib pajak badan. Hal tersebut disebabkan meskipun wajib pajak
badan telah menerapkan e-filing namun mereka masih tetap mengeluarkan biaya
untuk melaporkan pajaknya. Biaya yang dikeluarkan seperti biaya untuk
menyewa konsultan pajak, biaya dalam mencetak dokumen, biaya internet, dan
dampak psikologis yang dirasakan wajib pajak apabila melakukan kesalahan
atau mengajukan keberatan atas besarnya pajak yang terutang.
Hasil penelitian ini didukung oleh teori TAM yang menjelaskan bahwa
selama individu merasa bermanfaat dalam menyelesaikan tugas-tugasnya,
mereka akan berniat untuk menggunakan teknologi tersebut. Sehingga meskipun
masih ada biaya kepatuhan dalam upaya pelaporan pajak, wajib pajak akan
tetap menerima sistem e-filing karena manfaat yang dirasakannya. Namun biaya
kepatuhan pajak tetap menjadi alasan atas kepatuhan pajak yang tidak
memuaskan, karena itu perlu adanya penyederhanaan sistem pajak (Pranata,
2018).
Hasil penelitian ini berlawanan dengan hasil penelitian dari Tresno dkk
(2013) yang menyatakan biaya kepatuhan dapat memoderasi hubungan antara
persepsi penerapan sistem e-filing dengan tingkat kepatuhan pajak. Hasil yang
berbeda kemungkinan disebabkan oleh adanya perbedaan wilayah penelitian
dan sampel yang diteliti.

5. SIMPULAN
Berdasarkan pengujian hipotesis, maka simpulan dalam penelitian ini
adalah sebagai berikut:
1. P
enerapan Sistem E-Filling berpengaruh terhadap Kepatuhan Wajib Pajak
badan. Hal ini menjelaskan bahwa semakin baik sistem penerapan e-filing,

29
Vol. 1, No. 1, 2020 hal. 1-21
Contents lists available at http://ejournal.uin-suska.ac.id
ISSN:

Journal homepage: http://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/jot/


maka kepatuhan wajib pajak badan juga akan semakin meningkat.
2. Biaya kepatuhan pajak tidak dapat memoderasi pengaruh penerapan e-filing
pada kepatuhan wajib pajak badan. Hal ini menjelaskan bahwa ada atau
tidaknya biaya kepatuhan pajak yang dikeluarkan wajib pajak badan tidak
mempengaruhi diterapkannya e-filing untuk meningkatkan kepatuhan wajib
pajak badan dalam pelaporan pajaknya.

DAFTAR PUSTAKA
Abdurrohman, Sisilia., Tjahjanulin Domai., dan Muhammad Shobaruddin. 2015.
Implementasi E-Filling dalam Upaya Peningkatan Kepatuhan Wajib
Pajak Orang Pribadi (Studi pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama
Bojonegoro). Jurnal Administrasi Publik, Vol 3(5), 807-811.
Ajzen, I., 1991, Attitudes, Personality, dan Behavior, Dorsey Press, Chicago
Alabede, Zainol and Idris. (2011). Tax Services Quality and
Compliance
Behaviour in Nigeria; Do Taxpayer’s Financial Condition and Risk Preference
Play Any Moderating Role. Journal of Economics, Finance and
Administrative Sciences, ISSN 1450-2887 Issue 78
Departemen Keuangan. 2016. Data Realisasi Penerimaan Negara (Triliun
Rupiah), 2007-2017. Diunduh 01 Februari 2019 di :
http://www.bps.go.id
DJP. (2012). Mudahnya Pelaporan Pajak Melalui E-Filling. Di ambil dari
http://www.pajak.go.id/content/mudahnya-pelaporan-pajak-melalui-
e- filing-0 pada tanggal 30 Juni 2019 pada pukul 12.16 WIB.
Fasmi, Lasnofa dan Fauzan Misra. 2014. Modernisasi Sistem Administrasi
Perpajakan dan Tingkat Kepatuhan Pengusaha Kena Pajak.
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol. 5(1)
Ghozali, Imam. 2016. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program IBM SPSS
21. Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang.
Herina, Veronica Nensi Panca.2017. Pengaruh Persepsi Kegunaan dan
Persepsi Kemudahan Penggunaan terhadap Hubungan antara
Persepsi Penerapan Sistem E-filing dengan tingkat Kepatuhan
Wajib Pajak Badan yang Dimediasi oleh Perilaku Wajib
Pajak.Jurnal Provita Vol 10(2)

30
Vol. 1, No. 1, 2020 hal. 1-21
Contents lists available at http://ejournal.uin-suska.ac.id
ISSN:

Journal homepage: http://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/jot/


Indriyani, Novita dan Noor Shodiq Askandar. 2018. Pengaruh Kualitas
Pelayanan, Sanksi Perpajakan, Biaya-Biaya Kepatuhan Pajak dan
Penerapan E-filing pada Kepatuhan Wajib Pajak. E-JRA Vol. 07
No. 07
Jabbar, Hijattulah Abdul dan Jeff Pope. 2008. The Effects of The Self-
Assessment System on The Tax Compliance Costs of Small and
Medium Enterprises in Malaysia. Australian Tax Forum, 23, 289.
Kartika, Ratna Handayani dan Sihar Tambun. 2016. Pengaruh Penerapan
Sistem E-filing dan Pengetahuan Perpajakan terhadap Kepatuhan
Wajib Pajak dengan Sosialisasi sebagai variable Moderating. Vol.
1 No. 2. Hal 59-73
Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor Kep-88/ PJ/ 2004
Kiswara, Danar dan I Ketut Jati. 2016. Pengaruh Penerapan E-filing dan Peran
Account Representative terhadap Pencitraan Otoritas Pajak dan
Kepatuhan Wajib Pajak. E-Jurnal Akuntansi Vol. 15(1), 349-377
Lado, Yuliano Osvaldo dan M. Budiantara. 2018. Pengaruh Penerapan Sistem
E- filing terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi Pegawai
Negeri Sipil dengan Pemahaman Internet sebaga variable
Pemoderasi. Vol. 4 No. 1
Pranata, Kadek Katon dan Ni Luh Supadmi.2016. Pengaruh Kualitas
Pelayanan, Sanksi Perpajakan, Biaya Kepatuhan Pajak dan
Penerapan E-filing pada Kepatuhan Wajib Pajak. E-Jurnal
Akuntansi Vol. 14(2), 1239-1269
Rahayu, Sri dan Lingga, Ita Salsalina. (2009). Pengaruh Modernisasi Sistem
Administrasi Perpajakan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak. Jurnal
Akuntansi Vo. 1 No. 2 Bandung Maranatha University Press
Rohmawati, A Nur dan Ni Ketut Rasmini. 2012. Pengaruh Kesadaran,
Penyuluhan, Pelayanan, dan Sanksi Perpajakan pada Kepatuhan
Wajib Pajak Orang Pribadi. E-Jurnal Akuntansi, Vol 1(2).
Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung:
Alfabeta
Supadmi, Ni Luh 2009. Meningkatkan kepatuhan wajib pajak melalui kualitas
pelayanan. Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Bisnis, 4(2)
Susmita, Putu Rara dan Ni Luh Supadmi. 2016. Pengaruh Kualitas Pelayanan,

31
Vol. 1, No. 1, 2020 hal. 1-21
Contents lists available at http://ejournal.uin-suska.ac.id
ISSN:

Journal homepage: http://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/jot/


Sanksi Perpajakan, Biaya Kepatuhan Pajak, dan Penerapan E-
Filling pada Kepatuhan Wajib Pajak. E-Jurnal Akuntansi, Vol 14(2),
1239-1269
Tresno, Indra Pahala dan Selvy Ayu Rizky. 2013. Pengaruh Persepsi
Penerapan Sistem e-filing terhadap Tingkat Kepatuhan Wajib
Pajak Badan Perilaku Wajib Pajak sebagai Variabel Intervening
dan Biaya Kepatuhan Pajak sebagai Variabel Moderasi (Studi
Kasus pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Pulogadung Jakarta
Timur). Prosiding Simposium Nasional Perpajakan 4 pada
Fakultas Ekonomi Negeri Jakarta.
Wardani, Dewi Kusuma dan Erma Wati. 2018. Pengaruh Sosialisasi Perpajakan
terhadap KepatuhanWajib Pajak dengan Pengetahuan Perpajakan
sebagai Variabel Intervening. Jurnal Nominal Vol. VII No.1
Warouw, Jounica.Z.S., Jullie J.S., Stanley, K.W., 2015. Pengaruh Sosialisasi
Perpajakan dan Sanksi Perpajakan terhadap Kepatuhan
Pelaporan SPT Tahunan Wajib Pajak Badan. Jurnal EMBA Vol.3
No.4. Hal 585-592
World Bank Group dan Pricewaterhouse Coopers. 2015. Paying Taxes 2015.
United Kingdom: PwC.
. 2016. Paying Taxes 2016. United Kingdom : PwC.

32