Anda di halaman 1dari 42

ANALISIS BEBAN ABUTMENT

JEMBATAN SRANDAKAN KULON PROGO D.I. YOGYAKARTA

[C]2008:MNI-EC

A. DATA STRUKTUR ATAS

b2 b1 b3 b1 b2 trotoar (tebal = tt) aspal (tebal = ta) slab (tebal
b2
b1
b3
b1
b2
trotoar (tebal = tt)
aspal (tebal = ta)
slab (tebal = ts)
tt
ta
ts
h a
deck slab
sandaran
girder
h b
diafragma
s s
s
s
s s
s
s s

STRUKTUR ATAS

URAIAN DIMENSI

NOTASI

DIMENSI

SATUAN

Lebar jalan (jalur lalu-lintas)

b

1

7.00

m

Lebar trotoar (pejalan kaki)

b

2

1.50

m

Lebar median (pemisah jalur)

b

3

2.00

m

Lebar total jembatan

b

19.00

m

Tebal slab lantai jembatan

t

s

0.20

m

Tebal lapisan aspal + overlay

t

a

0.10

m

Tebal trotoar

t

t

0.30

m

Tebal genangan air hujan

t

h

0.05

m

Tinggi girder prategang

h

b

2.10

m

Tinggi bidang samping jembatan

h

a

2.75

m

Jarak antara balok prategang

s

1.85

m

Panjang bentang jembatan

L

40.00

m

Specific Gravity

NOTASI

BESAR

SATUAN

Berat beton bertulang

 

w c =

25.0

kN/m 3

Berat beton tidak bertulang (beton rabat)

w' c =

24.0

kN/m 3

Berat aspal

 

w a =

22.0

kN/m 3

Berat jenis air

 

w w =

9.8

kN/m 3

[C]2008:MNI-EC Analalisis Beban Abutment

107

B. DATA STRUKTUR BAWAH (ABUTMENT

B. DATA STRUKTUR BAWAH (ABUTMENT NOTASI (m) NOTASI (m) KETERANGAN NOTASI   (m) h 1 1.35

NOTASI

(m)

NOTASI

(m)

KETERANGAN

NOTASI

 

(m)

h

1

1.35

b

1

0.35

Panjang Abutment

B

y

20.00

h

2

1.30

b

2

0.55

Tebal Wing-wall

h

w

0.50

h

3

0.70

b

3

0.75

TANAH TIMBUNAN

 

h

4

0.75

 

Berat volume,

w s =

17.2

 

kN/m 3

h

5

0.75

b

5

0.60

Sudut gesek,

φ =

35

 

°

h

6

0.80

 

Kohesi,

C =

0

kPa

h

7

4.70

b

7

1.00

TANAH ASLI ( DI DASAR PILECAP)

h

8

0.60

b

8

2.90

Berat volume,

w s =

18

 

kN/m 3

h

9

0.60

b

9

3.10

Sudut gesek,

φ =

28

 

°

h

10

1.20

b

0

0.50

Kohesi,

C =

15

 

kPa

h

11

1.20

 

BAHAN STRUKTUR

 
 

c 1.60

B

x

7.00

Mutu Beton

 

K

- 300

 

d 0.80

 

Mutu Baja Tulangan

 

U

- 39

[C]2008:MNI-EC Analalisis Beban Abutment

108

I. ANALISIS BEBAN KERJA

1. BERAT SENDIRI (MS)

Berat sendiri ( self weight ) adalah berat bahan dan bagian jembatan yang merupakan elemen struktural, ditambah dengan elemen non-struktural yang dipikulnya dan bersifat tetap. Berat sendiri dibedakan menjadi 2 macam, yaitu berat sendiri struktur atas, dan berat sendiri struktur bawah.

1.1. BERAT SENDIRI STRUKTUR ATAS

b2 b1 b3 b1 b2 trotoar (tebal = tt) aspal (tebal = ta) slab (tebal
b2
b1
b3
b1
b2
trotoar (tebal = tt)
aspal (tebal = ta)
slab (tebal = ts)
tt
ta
ts
h a
deck slab
sandaran
girder
h b
diafragma
s
s s
s
s s
s
s s
STRUKTUR ATAS

No

Beban

 

Parameter Volume

 

Berat

Satuan

Berat

b (m)

t (m)

L (m)

n

(kN)

1

Slab

16.00

0.20

40.00

1

25.00

kN/m 3

3200.00

2

Deck slab

1.21

0.07

40.00

9

25.00

kN/m 3

762.30

3

Trotoar (slab, sandaran, dll)

40.00

2

0.00

kN/m

0.00

4

Balok prategang

 

40.00

10

21.10

kN/m

8440.81

5

Diafragma

40.00

9

3.88

kN/m

1396.22

 

Total berat sendiri struktur atas,

 

W MS

=

13799.33

Beban pd abutment akibat berat sendiri struktur atas,

P MS = 1/2 * W MS =

6899.665

Eksentrisitas beban thd. Fondasi,

e = - B x /2 + b 8 + b 7 /2

=

-0.10

m

Momen pada fondasi akibat berat sendiri struktur atas,

M MS = P MS * e =

-689.97

[C]2008:MNI-EC Analalisis Beban Abutment

109

1.2. BERAT SENDIRI STRUKTUR BAWAH

Berat beton, w c = 25.00 kN/m 3   Lebar B y = 20.00 m
Berat beton, w c = 25.00 kN/m 3   Lebar B y = 20.00 m

Berat beton,

w c =

25.00

kN/m

3

 

Lebar B y =

20.00

m

Berat tanah,

w s =

17.20

kN/m

3

2xTebal wing wall =

1.00

m

 

b 12 =

2.35

m

h 13 =

4.35

m

b 13 =

2.15

m

H

=

7.50

m

 

NO

PARAMETER BERAT BAGIAN

BERAT

LENGAN

MOMEN

b

h

Shape

Direc

(kN)

(m)

(kNm)

ABUTMENT

           

1

0.35

1.35

 

1

-1

236.250

0.975

-230.34

2

0.55

1.30

 

1

-1

357.500

1.075

-384.31

3

0.75

0.70

 

1

-1

262.500

0.975

-255.94

4

0.75

0.75

 

0.5

-1

140.625

0.850

-119.53

5

0.60

0.75

 

1

1

225.000

0.700

157.50

6

0.60

0.80

 

0.5

1

120.000

0.600

72.00

7

1.00

4.70

 

1

-1

2350.000

0.100

-235.00

8

2.90

0.60

 

0.5

-1

435.000

1.567

-681.50

9

3.10

0.60

 

0.5

1

465.000

1.433

666.50

10

2.90

1.20

 

1

-1

1740.000

2.050

-3567.00

11

3.10

1.20

 

1

1

1860.000

1.950

3627.00

[C]2008:MNI-EC Analalisis Beban Abutment

110

NO

PARAMETER BERAT BAGIAN

BERAT

LENGAN

MOMEN

b

h

Shape

Direc

(kN)

(m)

(kNm)

 

WING WALL

         

12

2.85

1.35

1

-1

96.188

2.575

-247.68

13

2.65

2.00

1

-1

132.500

2.675

-354.44

14

2.65

0.75

1

-1

49.688

2.675

-132.91

15

3.40

1.60

1

-1

136.000

2.300

-312.80

16

3.40

0.60

0.5

-1

25.500

2.867

-73.10

17

0.75

0.75

0.5

-1

7.031

1.100

-7.73

18

Lateral stop block

0.2

1

10.000

0.000

0.00

 

TANAH

         

19

2.35

1.35

1

-1

1091.340

2.325

-2537.37

20

2.15

4.350

1

-1

3217.260

2.425

-7801.86

21

0.75

0.75

0.5

-1

96.750

1.100

-106.43

22

0.75

1.60

1

-1

412.800

0.975

-402.48

23

2.90

0.60

0.5

-1

299.280

2.533

-758.18

 

P MS =

13766.21

M MS =

-13685.6

1.3. BEBAN TOTAL AKIBAT BERAT SENDIRI (MS)

No

Berat sendiri

P

MS

M MS

(kN)

(kNm)

1

Struktur atas (slab, trotoar, girder, dll)

6899.67

-689.97

2

Struktur bawah (abutment, pilecap, tanah)

13766.21

-13685.6

 

20665.88

-14375.6

2. BEBAN MATI TAMBAHAN (MA

Beban mati tambahan ( superimposed dead load ), adalah berat seluruh bahan yang menimbulkan suatu beban pada jembatan yang merupakan elemen non-struktural, dan mungkin besarnya berubah selama umur jembatan. Jembatan dianalisis harus mampu memikul beban tambahan seperti :

1) Penambahan lapisan aspal (overlay) di kemudian hari, 2) Genangan air hujan jika sistim drainase tidak bekerja dengan baik, 3) Pemasangan tiang listrik dan instalasi ME.

[C]2008:MNI-EC Analalisis Beban Abutment

111

No

Jenis beban

Tebal

Lebar

Panjang

Jumlah

w

Berat

mati tambahan

(m)

(m)

(m)

(kN/m 3 )

(kN)

1

Lap. Aspal + overlay

0.10

7.00

40.00

2

22.00

1232.00

2

Railing, lights, dll.

w

=

0.5

40.00

2

 

40.00

3

Instalasi ME

w

=

0.1

40.00

2

 

8.00

4

Air hujan

0.05

19.00

40.00

1

9.80

372.40

 

W MA

=

1652.40

 

Beban pd abutment akibat beban mati tambahan,

 
 

P MA = 1/2 * W MA =

826.2

 

Eksentrisitas beban thd. Fondasi,

 
 

e = - B x /2 + b 8 + b 7 /2

=

-0.10

m

 

Momen pada fondasi akibat berat sendiri struktur atas,

 

M MA = P MA * e =

-82.62

atas,   M M A = P M A * e = -82.62 3. TEKANAN TANAH

3. TEKANAN TANAH (TA

Pada bagian tanah di belakang dinding abutment yang dibebani lalu-lintas, harus diper-

hitungkan adanya beban tambahan yang setara dengan tanah setebal 0.60 m yang berupa

beban merata ekivalen beban kendaraan pada bagian tersebut. Tekanan tanah lateral dihitung berdasarkan harga nominal dari berat tanah ( w s ), sudut ge-

sek dalam ( φ ), dan kohesi ( c ) dengan :

w s ' = w s φ' = tan -1 (K φ R * tan φ ) c' = K c R * c

Koefisien tekanan tanah aktif,

Berat tanah,

Sudut gesek dalam,

Kohesi,

Tinggi total abutment, Lebar abutment,

dengan faktor reduksi untuk φ',

dengan faktor reduksi untuk c',

w s = φ =

C

H

=

=

B y =

K φ R = K c R =

0.7 1.0
0.7
1.0

K a = tan 2 ( 45° - φ' / 2 )

17.2

35

0

7.50

20.00

kN/m 3

°

kPa

m

m

[C]2008:MNI-EC Analalisis Beban Abutment

112

Beban merata akibat berat timbunan

tanah setinggi 0.60 m yang merupakan

ekivalen beban kendaraan :

0.60 * w s =

10.3

kPa

ekivalen beban kendaraan : 0.60 * w s = 10.3 kPa   φ ' = tan
 

φ' = tan -1 (K φ R * tan φ ) = K a = tan 2 ( 45° - φ' / 2 ) =

0.320253

rad

=

18.349

°

0.521136

 

No

Gaya akibat tekanan tanah

T

TA

 

Lengan

y

M TA

(kN)

thd. O

(m)

(kNm)

1

T TA = (0.60 * w s )* H * K a * B y

806.72

y

= H / 2

3.750

3025.19

2

T TA = 1/2 * H 2 * w s * K a * B y

5041.99

y

= H / 3

2.500

12604.98

 

T TA =

5848.71

 

M TA =

15630.17

4. BEBAN LAJUR "D" (TD)

Beban kendaraan yg berupa beban lajur "D" terdiri dari beban terbagi merata ( Uniformly

Distributed Load), UDL dan beban garis (Knife Edge Load ), KEL seperti pada Gambar 1.

UDL mempunyai intensitas q (kPa) yang besarnya tergantung pada panjang total L yang

dibebani lalu-lintas seperti Gambar 2 atau dinyatakan dengan rumus sebagai berikut :

q

= 8.0

kPa

untuk L 30 m

q

= 8.0 *( 0.5 + 15 / L )

kPa

untuk L > 30 m

q = 8.0 *( 0.5 + 15 / L ) kPa untuk L > 30 m

[C]2008:MNI-EC Analalisis Beban Abutment

Gambar 1. Beban lajur "D"

113

10 8 6 4 2 0 0 20 40 60 80 100 q (kPa)
10
8
6
4
2
0
0
20
40
60
80
100
q (kPa)

L (m)

Gambar 2. Intensitas Uniformly Distributed Load (UDL)

Untuk panjang bentang, L = 40.00 m q = 8.0 *( 0.5 + 15 /
Untuk panjang bentang,
L =
40.00
m
q = 8.0 *( 0.5 + 15 / L ) =
7.00
kPa
KEL mempunyai intensitas,
p =
44.0
kN/m

Faktor beban dinamis (Dinamic Load Allowance) untuk KEL diambil sebagai berikut :

DLA = 0.4 DLA = 0.4 - 0.0025*(L - 50) DLA = 0.3

untuk L 50 m

untuk 50 < L < 90 m untuk L 90 m

50 40 30 20 10 0 0 20 40 60 80 100 120 140 160
50
40
30
20
10
0
0
20
40
60
80
100
120
140
160
180
200
DLA (%)

Bentang, L (m)

Gambar 3. Faktor beban dinamis (DLA)

Untuk harga,

Besar beban lajur "D" :

L =

40.00

m

b 1 =

7.00

m DLA =

W TD = q * L * (5.5 + b) / 2 + p * DLA * (5.5 + b) / 2 =

1860.00

[C]2008:MNI-EC Analalisis Beban Abutment

0.4

kN

114

Beban pada abutment akibat beban lajur "D",   P T D = 1/2*W T D

Beban pada abutment akibat beban lajur "D",

 

P TD = 1/2*W TD =

930.00

kN

Eksentrisitas beban thd. Fondasi,

e = - B x /2 + b 8 + b 7 /2

=

-0.10

m

Momen pada fondasi akibat beban lajur "D",

 

M TD = P TD * e =

-93.00

kNm

5. BEBAN PEDESTRIAN / PEJALAN KAKI (TP

Jembatan jalan raya direncanakan mampu memikul beban hidup merata pada trotoar

yang besarnya tergantung pada luas bidang trotoar yang didukungnya.

A = luas bidang trotoar yang dibebani pejalan kaki (m 2 )

Beban hidup merata q :

Untuk

A 10 m 2 :

q =

5

kPa

Untuk

10 m 2 < A 100 m 2 :

q =

5 - 0.033 * ( A - 10 )

kPa

Untuk

A > 100 m 2 :

q =

2

kPa

Panjang bentang,

L =

40.00

m

Lebar trotoar,

b 2 =

1.50

m

Jumlah trotoar,

n =

2

6 5 4 3 2 1 0 0 10 20 30 40 50 60 70
6
5
4
3
2
1
0
0
10
20
30
40
50
60
70
80
90
100
110 120
q (kPa)

A (m2)

Gambar 4. Pembebanan untuk pejalan kaki

Luas bidang trotoar yang didukung abutment,

Beban merata pada pedestrian,

A = b 2 * L/2 * n =

5 - 0.033 * ( A - 10 ) =

q =

60.00 3.35
60.00
3.35

m 2

kPa

[C]2008:MNI-EC Analalisis Beban Abutment

115

6. GAYA REM (TB) Beban pada abutment akibat pejalan kaki, P T P = A

6. GAYA REM (TB)

Beban pada abutment akibat pejalan kaki,

P TP = A * q =

201.00

KN

Eksentrisitas beban thd. Fondasi,

e = - B x /2 + b 8 + b 7 /2

=

-0.10

m

Momen pada fondasi akibat beban pedestrian,

M TP = P TP * e =

-20.10

kNm

Pengaruh pengereman dari lalu-lintas diperhitungkan sebagai gaya dalam arah memanjang

dan dianggap bekerja pada permukaan lantai jembatan. Besarnya gaya rem arah meman- jang jembatan tergantung panjang total jembatan (L t ) sebagai berikut :

Gaya rem, T TB = 250 kN untuk L t ≤ 80 m Gaya rem,
Gaya rem,
T TB = 250
kN
untuk L t ≤ 80 m
Gaya rem,
T TB = 250 + 2.5*(L t - 80)
kN
untuk 80 < L t < 180 m
Gaya rem,
T TB = 500 kN
untuk L t ≥ 180 m
600
500
400
300
200
100
0
0
20
40
60
80
100
120
140
160
180
200
Lt (m)
Gaya rem (kN)

Gambar 5. Gaya rem

[C]2008:MNI-EC Analalisis Beban Abutment

116

Untuk, L t = L = T T B = Gaya rem, Lengan terhadap Fondasi

Untuk,

L t = L = T TB =

Gaya rem,

Lengan terhadap Fondasi :

Y TB = h 1 +h 2 +h 3 +h 4 +c+h 8 +h 10 =

40.00

250

7.500

m

kN

m

Momen pada Fondasi akibat gaya rem :

M TB = P TB * Y TB =

1875.00

kNm

Lengan terhadap Breast wall :

Y' TB = h 1 + h 2 + h 3 + h 4 + c =

5.700

m

Momen pada Breast wall akibat gaya rem :

M TB = P TB * Y TB =

1425.00

kNm

7. PENGARUH TEMPERATUR (ET)

Untuk memperhitungkan tegangan maupun deformasi struktur yang timbul akibat pengaruh

temperatur, diambil perbedaan temperatur yang besarnya setengah dari selisih antara

temperatur maksimum dan temperatur minimum rata-rata pada lantai jembatan.

Temperatur maksimum rata-rata

Temperatur minimum rata-rata T min = 15

T max =

40

°C

°C

∆T = ( T max - T min ) / 2

Perbedaan temperatur,

∆T =

12.5

ºC

Koefisien muai panjang untuk beton,

α =

1.0E-05

/ ºC

Kekakuan geser untuk tumpuan berupa elatomeric,

k =

1500.0

kN/m

Panjang bentang girder,

L =

40.00

m

Jumlah tumpuan elastomeric (jumlah girder),

n =

10

buah

tumpuan elastomeric (jumlah girder), n = 10 buah [C]2008:MNI-EC Analalisis Beban Abutment Gaya pada abutment

[C]2008:MNI-EC Analalisis Beban Abutment

Gaya pada abutment akibat pengaruh temperatur,

T ET = α * ∆T * k * L/2 * n =

37.500

kN

Lengan terhadap Fondasi,

Y ET = h 7 =

4.70

m

Momen pd Fondasi akibat temperatur,

M ET = T ET * Y ET =

176.25

kNm

Lengan terhadap Breast wall,

Y' ET = h 7 - h 9 - h 11 =

2.90

m

Momen pd Breast wall akibat temperatur,

M' ET = T ET * Y' ET =

108.75

kNm

117

8. BEBAN ANGIN (EW)

8.1. ANGIN YANG MENIUP BIDANG SAMPING JEMBATAN

Gaya akibat angin yang meniup bidang samping jembatan dihitung dengan rumus :

T EW1 =

0.0006*C w *(V w ) 2 *A b

kN

C w = koefisien seret

V w = Kecepatan angin rencana (m/det)

A b = luas bidang samping jembatan (m2)

rencana (m/det) A b = luas bidang samping jembatan (m2) Lengan terhadap Breast wall : Momen

Lengan terhadap Breast wall :

Momen pd Breast wall :

C w = V w =

1.25

35

Panjang bentang, Tinggi bid. samping,

L = h a =

40.00

2.75

A b = L/2 * h a =

55.00

Beban angin pada abutment :

T EW1 = 0.0006*C w *(V w ) 2 *A b

=

50.531

Lengan terhadap Fondasi :

Y EW1 = h 7 + h a /2 =

6.08

Momen pd Fondasi akibat beban angin :

* Y EW1 =

Y' EW1 = h 7 - h 9 - h 11 + h a /2 =

M' EW1 = T EW1 * Y' EW1 =

M EW1

= T EW1

306.98 4.28 216.02
306.98
4.28
216.02

m/det

m

m

m

2

kN

m

kNm

m

kNm

8.2. ANGIN YANG MENIUP KENDARAAN

Gaya angin tambahan arah horisontal pada permukaan lantai jembatan akibat beban angin

yang meniup kendaraan di atas lantai jembatan dihitung dengan rumus :

T EW2 = 0.0012*C w *(V w ) 2 * L / 2

kN

dengan, C w = 1.2

Lengan terhadap Fondasi :

Momen pd Fondasi :

Lengan terhadap Breast wall :

Momen pd Breast wall :

T EW2 = 0.0012*C w *(V w ) 2 * L / 2 = Y EW2 = h 7 + h b + t s + t a =

M EW2 = T EW2 * Y EW2 =

Y' EW2 = Y EW2 - h 11 - h 9 =

M' EW2 = T EW2 * Y' EW2 =

35.280

7.10

250.49

5.30

186.984

[C]2008:MNI-EC Analalisis Beban Abutment

kN

m

kNm

m

m

118

8.3.

BEBAN ANGIN TOTAL PADA ABUTMENT

Total beban angin pada Abutment,

Total momen pd Fondasi,

Total momen pd Breast wall,

=

=

M EW = M' EW1 + M' EW2 =

T EW = T EW1 + T EW2

M EW = M EW1 + M EW2

85.811 557.47 403.01
85.811
557.47
403.01

kN

kNm

kNm

8.4. TRANSFER BEBAN ANGIN KE LANTAI JEMBATAN

kN kNm kNm 8.4. TRANSFER BEBAN ANGIN KE LANTAI JEMBATAN Beban angin tambahan yang meniup bidang
kN kNm kNm 8.4. TRANSFER BEBAN ANGIN KE LANTAI JEMBATAN Beban angin tambahan yang meniup bidang

Beban angin tambahan yang meniup bidang samping kendaraan :

T EW = 0.0012*C w *(V w ) 2 =

1.764

kN/m

Bidang vertikal yang ditiup angin merupakan bidang samping kendaraan dengan tinggi

2.00 m di atas lantai jembatan.

Jarak antara roda kendaraan

Gaya pada abutment akibat transfer beban angin ke lantai jembatan,

2.00 1.75
2.00
1.75

h =

x =

m

m

P EW = 2 * [ 1/2*h / x * T EW ] * L/2 =

e = - B x /2 + b 8 + b 7 /2

=

M EW = P EW * e =

40.320 -0.10 -4.032
40.320
-0.10
-4.032

kN

kN

Eksentrisitas beban thd. Fondasi,

Momen pada Fondasi akibat tranfer beban angin,

9. BEBAN GEMPA (EQ)

9.1. BEBAN GEMPA STATIK EKIVALEN

Beban gempa rencana dihitung dengan rumus :

dengan,

K h = C * S

T EQ = K h * I * W t

T EQ = Gaya geser dasar total pada arah yang ditinjau (kN)

K

h

= Koefisien beban gempa horisontal

I = Faktor kepentingan

[C]2008:MNI-EC Analalisis Beban Abutment

119

W t

= Berat total jembatan yang berupa berat sendiri dan beban mati tambahan

=

P MS + P MA

kN

C = Koefisien geser dasar untuk wilayah gempa, waktu getar, dan kondisi tanah

S = Faktor tipe struktur yang berhubungan dengan kapasitas penyerapan energi

gempa (daktilitas) dari struktur jembatan.

Waktu getar struktur dihitung dengan rumus :

T = 2 * π * [ W TP / ( g * K P ) ]

g = percepatan grafitasi (= 9.8 m/det 2 ) K P = kekakuan struktur yang merupakan gaya horisontal yg diperlukan untuk

menimbulkan satu satuan lendutan (kN/m)

W TP = P MS (str atas) + 1/2*P MS (str bawah)

0.20 Tanah keras 0.15 Tanah sedang Tanah lunak 0.10 0.05 0.00 0.0 0.5 1.0 1.5
0.20
Tanah keras
0.15
Tanah sedang
Tanah lunak
0.10
0.05
0.00
0.0
0.5
1.0
1.5
2.0
2.5
3.0
Koefisien geser dasar, C

Waktu getar, T (detik)

9.1.1. BEBAN GEMPA ARAH MEMANJANG JEMBATAN (ARAH X)

Tinggi breast wall,

L b = h 3 + h 4 + c =

3.05

Ukuran penampang breast wall,

b = B y =

20.00

 

h = b 7 =

1.00

Inersia penampang breast wall,

I c = 1/ 12 * b * h 3 =

1.666667

Mutu beton,

K - 300

f c ' = 0.83 * K / 10 =

24.9

Modulus elastis beton,

E c = 4700 * f c ' =

23453

 

E c =

23452953

Nilai kekakuan,

K p = 3 * E c * I c / L b 3 =

4133025

Percepatan grafitasi,

g =

9.8

Berat sendiri struktur atas,

P MS (str atas) =

6899.67

Beban sendiri struktur bawah,

P MS (str bawah) =

13766.21

[C]2008:MNI-EC Analalisis Beban Abutment

m

m

m

m 4

MPa

MPa

kPa

kN/m

m/det 2

kN

kN

120

Berat total struktur,

W TP = P MS (str atas) + 1/2*P MS (str bawah) =

13782.77

Waktu getar alami struktur,

T = 2 * π * [ W TP / ( g * K P ) ] =

0.115905

kN

detik

Kondisi tanah dasar termasuk sedang (medium) Lokasi di wilayah gempa 3.

Koefisien geser dasar,

Untuk struktur jembatan dg daerah sendi plastis beton bertulang, maka faktor jenis struktur

C =

0.18

S = 1.0 * F

dengan,

F = 1.25 - 0.025 * n

dan F harus diambil 1

F

= faktor perangkaan,

n

= jumlah sendi plastis yang menahan deformasi arah lateral.

1

1.225 1.225 0.2205
1.225
1.225
0.2205

Untuk,

n =

maka :

F = 1.25 - 0.025 * n = S = 1.0 * F = K h = C * S =

Koefisien beban gempa horisontal,

Untuk jembatan yang memuat > 2000 kendaraan / hari, jembatan pada jalan raya utama atau arteri,dan jembatan dimana terdapat route alternatif, maka diambil faktor kepentingan

Gaya gempa,

I = T EQ = K h * I * W t =

1.0 0.2205
1.0
0.2205

*W t

I = T E Q = K h * I * W t = 1.0 0.2205

h 1

1.35

h

2

1.30

h

3

0.70

h

4

0.75

h

5

0.75

m

m

m

m

m

h 6

0.80

h 7

4.70

h 8

0.60

h 9

0.60

h 10

1.20

m

m

m

m

m

0.80 h 7 4.70 h 8 0.60 h 9 0.60 h 1 0 1.20 m m

h 11

1.20

c

1.60

d

0.80

h 13

4.35

H 7.50

m

m

m

m

m

[C]2008:MNI-EC Analalisis Beban Abutment

121

Distribusi Beban Gempa Pada Abutment

No

Berat W t (kN)

T

EQ

Uraian lengan terhadap titik O

Besar

M EQ

(kN)

y

(m)

(kNm)

 

STRUKTUR ATAS

       

P

MS

6899.67

1521.376

y

= H

 

7.500

11410.32

P

MA

826.2

182.177

y

= H

 

7.500

1366.33

 

ABUTMENT

       
 

1

236.25

52.093

y 1 = h 10 +h 8 +c+h 4 +h 3 +h 2 +h 1 /2

 

6.825

355.54

 

2

357.50

78.829

y 2 = h 10 +h 8 +c+h 4 +h 3 +h 2 /2

 

5.500

433.56

 

3

262.50

57.881

y 3 = h 10 +h 8 +c+h 4 +h 3 /2

 

4.500

260.47

 

4

140.63

31.008

y 4 = h 10 +h 8 +c+2/3*h 4

 

3.900

120.93

 

5

225.00

49.613

y 5 = h 11 +h 9 +d+h 6 +h 5 /2

 

3.775

187.29

 

6

120.00

26.460

y 6 = h 11 +h 9 +d+2/3*h 6

 

3.133

82.91

 

7

2350.00

518.175

y 7 = h 7 /2

 

2.350

1217.71

 

8

435.00

95.918

y 8 = h 10 +1/3*h 8

 

1.400

134.28

 

9

465.00

102.533

y 9 = h 11 +1/3*h 9

 

1.400

143.55

10

1740.00

383.670

y 10 = h 10 /2

 

0.600

230.20

11

1860.00

410.130

y 11 = h 11 /2

 

0.600

246.08

 

WING WALL

       

12

96.19

21.209

y 12 = y 1

 

6.825

144.75

13

132.50

29.216

y 13 = h 10 +h 8 +c+h 4 +(h 3 +h 2 )/2

 

5.150

150.46

14

49.69

10.956

y 14 = h 10 +h 8 +c+h 4 /2

 

3.775

41.36

15

136.00

29.988

y 15 = h 10 +h 8 +c/2

 

2.600

77.97

16

25.50

 

5.623

y 16 = h 10 +2/3*h 8

 

1.600

9.00

17

7.03

 

1.550

y 17 = h 10 +h 8 +c+1/3*h 4

 

3.650

5.66

18

10.00

 

2.205

y 18 = h 7

 

4.700

10.36

 

TANAH

     

19

1091.34

240.640

y 19 = H - h 1 /2

 

6.825

1642.37

20

3217.26

709.406

y 20 = h 10 +h 8 +h 13 /2

 

3.975

2819.89

21

96.75

21.333

y 21 = h 10 +h 8 +c+h 4 /3

 

3.650

77.87

22

412.80

91.022

y 22 = h 10 +h 8 +c/2

 

2.600

236.66

23

299.28

65.991

y 23 = h 10 +2/3*h 8

 

1.600

105.59

 

T EQ =

4739.003

 

M EQ =

21511.09

 

y EQ = M EQ / T EQ =

4.539

m

Letak titik tangkap gaya horisontal gempa,

[C]2008:MNI-EC Analalisis Beban Abutment

122

9.1.2. BEBAN GEMPA ARAH MELINTANG JEMBATAN (ARAH Y)

Inersia penampang breast wall,

I c = 1/ 12 * h * b 3 =

666.6667

Nilai kekakuan,

K p = 3 * E c * I c / L b 3 =

1.65E+09

Waktu getar alami struktur,

T = 2 * π * [ W TP / ( g * K P ) ] =

0.005795

Koefisien geser dasar,

C = S = 1.3 * F = K h = C * S =

0.18

Faktor tipe struktur, Koefisien beban gempa horisontal,

1.225

0.2205

Faktor kepentingan, Gaya gempa,

I = T EQ = K h * I * W t =

1.0

0.2205

Berat sendiri (struktur atas + struktur bawah),

P MS = P MA =

20665.88

Beban mati tambahan,

826.2

Beban mati total,

W t = P MS + P MA = T EQ = K h * I * W t =

21492.08

Beban gempa arah melintang jembatan,

4739.003

Momen pada fondasi akibat beban gempa,

M EQ = T EQ * Y EQ =

21511.09

m 4

kN/m

detik

* W t

kN

kN

kN

kN

kNm

9.2. TEKANAN TANAH DINAMIS AKIBAT GEMPA

Gaya gempa arah lateral akibat tekanan tanah dinamis dihitung dengan menggunakan koefisien tekanan tanah dinamis ( ∆K aG ) sebagai berikut :

θ = tan -1 (K h ) K aG = cos 2 ( φ' - θ ) / [ cos 2 θ * { 1 + (sin φ' *sin (φ' - θ) ) / cos θ } ]

∆K aG = K aG - K a

Tekanan tanah dinamis,

p = Hw * w s * ∆K aG

kN/m 2

H =

B y =

K h =

φ' = K a =

w s =

7.50

20.00

0.22050

0.320253

0.521136

17.2

m

m

rad

kN/m 3

7.50 20.00 0.22050 0.320253 0.521136 17.2 m m rad kN/m 3 [C]2008:MNI-EC Analalisis Beban Abutment 123

[C]2008:MNI-EC Analalisis Beban Abutment

123

θ = tan -1 (K h ) =

cos 2 ( φ' - θ ) =

0.21703 0.989382
0.21703
0.989382

cos 2 θ*{ 1 + (sin φ' *sin (φ' - θ) )/cos θ } = K aG = cos 2 ( φ' - θ ) / [ cos 2 θ*{ 1 + (sin φ' *sin (φ' - θ) )/cos θ } ] = ∆K aG = K aG - K a =

T EQ = 1/2 * H 2 * w s * ∆K aG * B y = y EQ = 2/3 * H =

M EQ = T EQ * y EQ =

 

1.129516

0.875935

0.354799

3432.676

kN

5.000

m

17163.38

kNm

Gaya gempa lateral, Lengan terhadap Fondasi, Momen akibat gempa,

10. GESEKAN PADA PERLETAKAN (FB

0.18

Koefisien gesek pada tumpuan yang berupa elastomer,

Gaya gesek yang timbul hanya ditinjau terhadap beban berat sendiri dan beban mati tambahan.

µ =