Anda di halaman 1dari 22

Persaudaraan

Setia
PaduanHati Terate
materi ke SH an
< Ke SH an >

Kebenaran menurut SH Terate ada 3 :

1. Benar menurut diri sendiri.


2. Benar menurut Masyarakat.
3. Benar menurut Tuhan YME.
Orang yang benar adalah orang yang mau berhubungan dengan orang lain atau
masyarakat, berhubungan dengan Tuhannya, mau merenungi tentang arti Kehidupan, dan lain
sebagainya.

< RIWAYAT SEJARAH SHT >

1. Ki Ageng Soerodiwirdjo.

Ki Ngabehi Ageng Soerodiwirdjo nama kecilnya Mas Mohamad Masdan. Beliau di


lahirkan di Surabaya pada tahun 1876 M. Putra sulung dari Ki Ngabehi Soeromihardjo (mantri
cacar di Ngimbang, Kab. Jombang). Ki Ngabehi Soeromihardjo adalah saudara R.A.A
Soeronegoro (Bupati Kediri saat itu). Ki Ageng Soerodiwirdjo mempunyai garis keturunan
Batoro Katong di Ponorogo. Beliau kawin dengan Sarijati pada umur 29 di Surabaya. Dari
perkawinan tersebut beliau di karuniai 3 anak laki laki dan 2 anak perempuan. Namun
semuanya meninggal dunia sewaktu kecil.
Pada saat beliau berusia 14 tahun (1890) beliau lulus SR (SD). Kemudian beliau di ambil
putra oleh pamanya yaitu Wedono di Wonokromo. Pada tahun 1891 tepatnya beliau berusia
15 tahun, beliau ikut seorang Kontrolir Belanda dan di perkerjakan sebagai Guru tulis, tetapi
harus magang dulu (capeg). Pada saat beliau usianya relatif muda Ki Ageng Soerodiwirdjo
beliau mengaji di Pondok Pesantren Tebu Ireng di Jombang, dan di sinilah beliau belajar
Pencak Silat. Beliau adalah Seseorang yang berbakat, berkemauan keras, dan dapat berpikir
cepat serta dapat menghimpun bermacam macam gerak langkah permainan.
Pada tahun 1893 beliau pindah ke Jakarta di Kota Betawi. Walaupun hanya dalam kurun
waktu 1 tahun, tetapi beliau dapat mempergunakan waktunya untuk menambah pengetahuan
dalam belajar pencak silat. Pada tahun 1894 Ki Ageng Soerodiwirdjo tepatnya pada saat beliau
berusia 18 tahun, beliau pindah ke Bengkulu. 6 bulan kemudian pindah ke Padang, karena
pada saat itu orang yang di ikutinya (orang Belanda) pindah ke sana. Di kedua daerah ini beliau
juga memperdalam dan menambah pengetahuannya tentang dunia Pencak Silat. Di daerah
tersebut yang menjadi salah satu gurunya adalah Datuk Rajo Batuah, beliau di samping
mengajarkan pencak, beliau juga mengajarkan Ilmu Kerohanian di mana wejangan-wejangan di
berikan pada murid-murid beliau di tingkat II. Setelah banyak memperdalam di daerah
tersebut, pada tahun 1898 beliau melanjutkan merantaunya ke Aceh. Di tempat ini beliau
berguru Pencak Silatnya di antara lain Tengku Achmad Maulia Ibrahim, Gusti Kenongo Mangga
Tengah, dan Cik Bedoyo.
Pada tahun 1902 beliau kembali ke Surabaya dan kembali bekerja sebagai anggota
Polisi dengan pangkat Mayor Polisi. Pada tahun 1902 di Tambak Gringsing untuk pertama
kalinya beliau mendirikan sebuah perkumpulan yang mula-mula di beri nama “Sedulur Tunggal
Kecer” dan permainan Pencak Silatnya di beri nama “Joyo Gendilo Cipto Mulyo”
Pada tahun 1917, nama tersebut berubah menjadi Pencak Silat Setia Hati (SH) yang
berpusat di Madiun. Tujuan perkumpulan tersebut ialah agar para anggota (Warga)
mempunyai rasa Persaudaraan dan mempunyai kepribadian Nasional yang kuat. Karena saat
itu Indonesia sedang di jajah Belanda.

2. Ki Hadjar Hardjo Oetomo

Sejarah singkat Ki Hadjar Hardjo Oetomo sangat di perlukan bagi kadang PSHT. Bukan
sekedar untuk menambah Wawasan pengetahuan melainkan juga untuk bahan renungan guna
untuk meyakini dan kebenaran ajaran luhur PSHT.
Jiwa Patriotisme yang di tunjukan oleh Ki Hadjar Hardjo Oetomo. Beliau adalah salah
satu Saudara Tua Setia Hati. Dengan di bantu oleh teman-temannya dari Pilangbango, Madiun.
Yang dengan berani menghadang Kereta Api yang lewat yang membawa para Tentara Belanda
Dan perbekalan Militer. Penghadangan, pelemparan, perusakan yang beliau lakukan terjadi
berulang ulang yang sampai akhirnya beliau di tangkap PID Belanda dan mendapat Hukuman
kurungan di Penjara Cipinang. Dan beliau di pindahkan ke Padang, Sumatera Barat. Setelahnya
beliau di bebaskan Ki Hadjar Hardjo Oetomo yang telah mendirikan Setia Hati Pencak Sport
Club yang kemudian beliau mengaktifkan kembali perguruannya sampai akhirnya berkembang
dengan nama Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) .
PSHT dalam sejarah perkembangannya di besarkan oleh R.M Imam Koesupangat murid
dari Muhamad Irsyad. Muhamad Irsyad adalah kadang (saudara) Setia Hati Pencak Sport Club
(SH PSC) beliau merupakan Murid dari Ki Hadjar Hardjo Oetomo. Sebelum menjadi kadang SH
dan Mendirikan SH PSC, Ki Hadjar Oetomo magang menjadi seorang Guru di Banteng, Madiun.
Tidak boleh menjadi Guru beliau lalu bekerja di Leerling Reambate di SS (PJKA) Bondowoso,
Panarukan, dan Tapen. Pada tahun 1906 beliau keluar dari PJKA dan bekerja sebagai Mantri
Pasar Spoor Madiun di Milir dengan jabatan terakhir sebagai Ajudan Opsiner Pasar Milir di
Dolopo. Uberan, dan Pagetan (wilayah selatan Madiun). Pada tahun1916 beliau bekerja di
Pabrik Gula Redjo Agung Madiun. Pada tahun 1917 beliau baru masuk menjadi saudara SH dan
di kecer oleh Ki Ngabehi Ageng Soerodiwirdjo pendiri SH. Lalu Ki Hadjar Hardjo Oetomo di
Stasiun Kereta Api di Madiun. Hingga menjabat sebagai Hoof Komisaris.
Pada tahun 1925, beliau di tangkap Belanda dan di penjara di Cipinang kemudian di
pindahkan ke Padang, Sumatera Barat selama 15 tahun. SH PSC di bubarkan oleh Belanda
karena terdapat nama Pencak. Setelah beliau di bebaskan beliau langsung mengaktifkan
kembali SH PSC dan untuk menyesuaikan keadaan, kata pencak di ganti dengan kata Pemuda
yang semata mata hanya untuk mengelabui agar tidak di bubarkan. Bertahan sampai tahun
1942 bersamaan dengan kedatangan Jepang.
Pada tahun 1942 atas usul Saudara SH PSC Soeratno Soereng Pati tokoh pergerakan
Indonesia Muda nama SH PSC di ubah menjadi Setia Hati Terate (SHT). Pada waktu itu SHT
bersifat Perguruan tanpa Organisasi. Pada tahun 1948 atas prakarsa Soetomo Mangkoedjojo,
Darsono, dan lainnya. Mengadakan konferensi di Rumah Ki Hadjar Hardjo Oetomo di
Pilangbango, Madiun. Hasil Konferensi menetapkan Setia Hati Terate yang dulunya bersifat
Perguruan di ubah menjadi Organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate dengan di Ketuai oleh
Soetomo Mangkoedjojo dan wakilnya yaitu Darsono.

3. Setia Hati Terate

Murid pertama bernama Ki Hadjar Hardjo Oetomo Munandar. Beliau di percaya oleh
Ki Ageng Soerodiwirdjo untuk mengembangkan Ilmu SH. Namun pada waktu itu berada di
Jaman penjajahan Belanda sehingga beliau tidak bebas untuk bergerak. Sebab perkumpulan
Bela Diri dapat membakar semangat Rakyat untuk melawan Belanda. Oleh karena itu Ki Hadjar
mengatur taktik dan strategi, sehingga SH PSC berganti nama menjadi Pemuda Sport Club
(PSC), SHO, dan SHM atau Setia Hati Muda. Yang akhirnya Ki Hadjar Hardjo Oetomo
menghapus nama SHM. Pada tahun 1922 atas Restu Ki Ageng Soerodiwirdjo, Ki Hadjar Hardjo
Oetomo di beri izin agar perkumpulan yang baru di beri nama Setia Hati Terate (SHT). Dan
kemudian di ganti nama dengan PSHT.

4. Tokoh-tokoh penting pembesar PSHT

1) Ki Hadjar Hardjo Oetomo, siswa Ki Ageng Soerodiwirdjo dan pendiri PSC. Di makamkan di
Pilangbango, Madiun.
2) Soetomo Mangkoedjojo, pemimpin Rapat pertama pembentukan Organisasi PSHT. Di
makamkan di Cangkring, Madiun.
3) Harsono, putra Ki Hadjar Hardjo Oetomo
4) Irsyad, pencipta 90 senam dan penyempurna Jurus. Di makamkan di Bandung.
5) R.A Imam Koesupangat. Yang membesarkan Nama PSHT di Madiun dan sekitarnya pada
era 80an. Di makamkan di Taman, Madiun.
6) Badini, yang menyempurnakan Lambang PSHT. Di makamkan di Desringin Agung, Magetan.
7) Kuswanto. Yang melestarikan jurus lama PSHT sebelum di ubah di Mubes. Di makamkan di
Jalan Merpati, Madiun.
8) Tarmadji Boediharsono. Ketua umum yang masa jabatanya paling lama. Di makamkan di
samping Padepokan Agung Madiun.

< Dasar Dan Tujuan >

1. Dasar SH Terate
Dasar SH Terate Ialah Persaudaraan. Sedangkan tujuannya ialah ikut mendidik
Manusia yang Berbudi Luhur tahu benar dan salah. Selain itu PSHT juga mengajarkan Bela Diri
Pencak Silat. Seni Bela Diri Pencak Silat merupakan Seni budaya Bangsa Indonesia yang perlu di
kembangkan dan di lestarikan. Dengan keberadaannya Organisasi PSHT di dalamnya berpijak
pada Panca Dasar dan Tujuannya. Adapun Panca Dasar tersebut antara lain :
1) Persaudaraan
2) Olahraga
3) Bela diri
4) Kesenian
5) Kerohanian/kebatinan

I. Persaudaraan

Sebagai dasar organisasi PSHT ialah persaudaraan yang kekal dan abadi atau sedulur
tunggal kecer. Atau saudara seperti saudara kandung Seayah dan seibu. Persaudaraan yang tidak
menilai keduniawian, pangkat, drajat, kaya, miskin. Semua itu atas dasar sama semua Makhluk
Tuhan YME.

II. Olahraga

Organisasi PSHT mengajarkan Pencak Silat. Maka jelas di dalamnya terkandung unsur
Olahraga, istilah mengatakan “mensana enkon forisano” yang artinya di dalam tubuh yang sehat
terdapat jiwa yang sehat pula. Secara nyata PSHT merupakan Manusia yang sehat lahir maupun
batin.

III. Bela Diri

Pelajaran Pencak Silat di dalamnya terkandung Unsur Bela Diri. Karena itu Pencak Silat
sebagai alat pembela diri di mana Pencak Silat ini adalah warisan Budaya Bangsa Indonesia, maka
kita berkewajiban melestarikan sekaligus mengembangkan. Kita ingat kata-kata bangsa yang tidak
mau menghargai kebudayaannya sendiri adalah bangsa yang terjajah jiwanya, Bangsa yang mudah
terombang ambing yaitu Bangsa yang tidak punya pedoman Hidup.

IV. Kesenian

Pencak Silat di dalamnya terkandung unsur Seni. Dari Seni Bela Diri Organisasi PSHT ikut
mendirikan Manusia yang mengetahui akan kehidupan dan Nilai-nilai kehidupan.

V. Kerohanian / kebatinan

Merupakan tujuan akhir pada Panca Dasar. Karena itu Organisasi PSHT menerima segala
sesuatunya atas dasar Ridho Allah SWT atau dalam Bahasa Jawanya “Narimo Ing Pandum” dengan
harapan tercapainya keselamatan, kebatinan rohani, dan kebahagiaan dunia akhirat. Oleh karena
itu Organisasi PSHT tidak mengajarkan ilmu karang (hitam).
Organisasi PSHT adalah Organisasi yang tidak berklarifikasi / bernaung di bawah
organisasi-organisasi Politik. Semua itu semata mata demi keselamatan Organisasi PSHT tetapi
individunya berhak menentukan pilihan. Yang penting tidak menggunakan identitas Organisasi
PSHT.
2. Tujuan SH Terate

1) Persaudaraan
2) Ikut serta mendidik manusia yang berbudi luhur tahu benar dan salah. Ialah manusia sia
yang tidak mementingkan kepentingan pribadinya sendiri. Ia selalu memikirkan
kepentingan orang lain / umum terdahulu. Manusia yang berbudi luhur selalu
mementingkan Norma-norma dan aturan, selalu berbakti kepada Tuhan YME, berbakti
kepada Orang Tua, berbakti kepada guru, serta kasih sayang kepada sesamanya.

a) Berbakti kepada Tuhan YME, ialah selalu mensyukuri nikmat Tuhan. Serta menjalankan
perintahnya dan menjauhi larangannya.
b) Berbakti kepada orang tua, kita berkewajiban berbakti kepada Ibu dan Ayah. Ibu
adalah orang yang paling berjasa, ia telang mengandung kita selama 9 bulan 10 hari di
dalam kandungannya. Lemah dan semakin lemah. Ia penuh pengorbanan demi
anaknya yang masih kecil kemudian ia berkewajiban untuk mendidik, dll. Sedangkan
ayah adalah orang yang telah mencukupi kebutuhan kita, ia telah mencari nafkah.
Karena itu, kewajiban kita adalah berterima kasih dan berbakti kepada keduanya.
Pepatah mengatakan Surga berada di telapak kaki ibu. Karena itu setelah kita berbakti
kepada Tuhan YME, berbaktilah kepada Ibu dan Ayah.

< Hukum Orang SH >

Hukum SH di dasarkan kepada tujuan PSHT dan pedoman hidup orang SH. Dalam hal ini
lebih di utamakan Norma-norma dan ukuran benar dan salah, tersebut ialah :
a) Apabila orang tersebut kebenarannya lebih banyak daripada kesalahannya, maka masih di
anggap benar.
b) Apabila orang tersebut salahnya lebih banyak daripada kebenarannya, maka orang itu di
anggap salah.

Orang SH tidak boleh berkelahi Sesama orang SH, dan orang SH tidak akan berpikiran
untuk mengalahkan orang lain. Tapi, orang SH jangan takut akan di kalahkan oleh orang lain.
Kebenaran ada 2 macam, yaitu kebenaran menurut diri sendiri dan kebenaran menurut
umum. Dalam hal ini kebenaran diri sendiri dapat menjadi kebenaran umum. Apabila kebenaran
tersebut telah di yakini dan di percaya oleh umum.
< Persaudaraan >
Persaudaraan ialah hubungan antara umat manusia untuk mencapai kehidupan yang
nyaman. Sama halnya dengan pergaulan yang sangat perlu adanya tanpa pamrih, dengan
pandangan yang sederajat, tidak menang-menangan, lebih mengutamakan akan saling
mempercayai, saling membutuhkan, Dan saling menghargai. Adapun syarat tersebut agar
persaudaraan kita lebih baik di utamakan rukunya daripada kumpulnya. Maksudnya lebih baik
rukun tidak kumpul, daripada kumpul tapi tidak rukun. Syukur kalau kumpul dan rukun.

Bukti persaudaraan antara lain :


a) Adanya sambung
b) Saling mong kinemong
c) Saling tolong menolong
d) Dalam segala hal tidak ada rasa sentimen (dendam)

< Ilmu SH >


Ilmu SH adalah mengenal diri sendiri dengan sebaik baiknya. SH adalah Setia Hati. Dan
hakikat dari Hati ialah segumpal daging yang berbentuk sanubari (daun waru) maka semua orang
mengatakan sama dengan hati sanubari. Hati adalah pelita hidup manusia. Hatilah yang memberi
sinar kebenaran bagi setiap manusia. Karena Hati itu pasti benar. Hati itu suci. karena itu SH
adalah setia kepada kebenaran. Di sinilah kita belajar mengenal diri sendiri dengan sebaik baiknya.
Kenalilah hatimu maka kemudian kamu akan mengenal kepada Tuhan YME. Kalu sudah
menghayati kata-kata tersebut baru seseorang itu di sebut manusia yang berbudi luhur tahu bebar
dan salah, serta tahu Norma-norma, dsb.
Sebenarnya bahwa orang SH ialah orang yang tahu benar dan salah, serta tahu Norma-
norma, dsb. Kewajiban kita menjadi Hamba Allah SWT adalah takwa. Karena semakin tinggi atau
banyak ilmu semakin banyak pula pengetahuannya, dan semakin banyak pula tanggung jawabnya.
Semakin bodohnya orang semakin sedikit pula masalahnya, tapi banyak pula penderitaannya.
Orang SH kalau bicara tidak boleh bolak balik (plinplan). Kita bersaudara atas dasar
prinsip. “sopo sing salah ra ngerti salahe bakal lestari olehe salah, sopo sing sewenang wenang
bakal ngundoh uwohe pekerti ora lestari oleh menang”.

< Jiwa / Watak Orang SH >


1. Berbudi luhur
2. Berani tidak takut mati
3. Soal kecil mengalah, soal besar (prinsip) baru bertindak
4. Sederhana
5. Suka Memayu Hayuning Bawono.
< Sifat Orang SH >

1) Ora kagetan
2) Ora gumunan
3) Yakin
4) Wani nglakoni

< Janji Siswa PSHT >

Janji setia anggota PSHT. Dengan hati yang tulus penuh kesadaran kami berjanji :
1. Sebagai anggota PSHT, kami akan senantiasa berbakti kepada Tuhan YME, orang tua, dan
Guru.
2. PSHT bagiku sarana untuk mendewasakan jasmani maupun rohani. Oleh karena itu perlu di
jaga dan di selamatkan keharuman namanya.
3. Sebagai Anggota PSHT, kami akan senantiasa berdisiplin, patuh, dan setia pada peraturan-
peraturan tata tertib dan kewajiban yang di instruksikan oleh pemimpin.
4. Sebagai anggota PSHT, kami akan saling kasih mengasihi antar anggota dengan penuh rasa
persaudaraan.
5. Sebagai anggota PSHT kami akan selalu patuh dan berdisiplin di dalam berlatih.
6. Sebagai anggota PSHT, kami akan memupuk rasa rendah hati dan penuh cinta kasih sayang
terhadap sesama manusia (umumnya) dan kepada anggota PSHT (khususnya).
7. Kami tidak akan sombong dan menggunakan pengetahuan PSHT di sembarang tempat.

Demikian janji kami dan biarlah saudara-saudara tua kami yang hadir saat ini menjadi
saksi dan biarlah Tuhan YME memberkati dan memberi Tuntunan, amin,,,

< falsafah SH Terate >


Orang SH berfalsafah “manusia dapat di hancurkan, manusia bisa di matikan. Tetapi
manusia tidak akan bisa di kalahkan selama manusia itu masih setia pada hatinya (bersih). Atau
dalam bahasa Jawa “aluwung tak enteke patiku tinimbang aku kalah. Amergo bungah, susah,
kendel, jereh iku duk wek’e menungso. Tapi urep, rejeki, jodoh iku wek’e seng gae urep yoiku
(Allah).
< Pedoman Orang SH >
Nandur pari tukul pari, nandur telo pukul telo. “nandur apik tukul apik, nandur Olo yo
tukule Olo”.
Orang SH itu sifatnya mengalah. Tapi mengalah itu ada batasnya. Segala persoalan di
selesaikan dengan baik, tapi bila di anggap remeh. Kita harus menghadapinya dengan dada
terbuka secara jantan. Dalam hal ini ada semboyan “cilik ora kurang bahan, gede ora turah bakal.
Waton Isih kenek tak delok ora bakal mundur. Kewan gelut kalah yo kalah, nanging menungso
kalah gede durung karuan kalah. Mergo menungso duwe akal dan budi. Olo tanpo rupa yen
tumandang amung sedelo” ciu tak ocak acik mrico polo tak nggo dakon. Karepku tak gae becik,
dene tonpo Olo monggo mawon.
Musuh jangan di cari. orang SH itu wedi ning yo wani, wani ning to wedi. Maksutnya “
berani karena benar, takut karena salah”. Apabila kita di pukul kita wajib membalas, soale awake
dewe iki titipane seng gae urep. Kewajibane wong di titipi iku mau yen loro yo di obati, yen reget
yo di resiki, yo di sandangi lan sak penunggalane. Keno di umpamake Yen barang awake dewe di
rusak wong jogonen, ojo di umbar wae (Waton ojo di pisah).

>> kata-kata mutiara orang SH :

 Ojo rumongso biso, ning sing bisoho rumongso. Artinya janganlah merasa paling bisa, namun
sadarlah diri atas apa yang dapat di pakukan orang-orang di sekitar kita .
 Mendem jero, njunjong duwur.
 Setinggi tingginya gunung masih ada rumput.
 Wani urep wani nglakoni. Ileng urep ora jalok mati, ora daftar.
 Tuhan todak akan merubah nasib seseorang selama orang itu tidak mau merubah nasibnya
sendiri dan tidak mau memaafkan orang lain.
 Wong seng sengsoro uripe mergo lali dalane. Ben ora lali dalane kudu ngajeni luhure (ojo wani
karo wong tuwane dewe) ben ora sengsoro uripe.
 Sepiro gedene sengsoro yen tinompo amung dadi cubo.
 Olo rupo yen tumandang amung sedelo. Artinya setiap rasa kesusahan, keburukan, serta
masalah-masalah apabila di jalani dengan berlapang dada maka akan terasa sebentar saja.
 Tego lorone ora tego patine. Artinya orang SH itu berani menyakiti seseorang namun hanya
kalau dengan niat untuk memperbaiki bukan merusak.
 Suro diro joyo diningrat lebur dening pangastuti. Artinya bahwa segala kesempurnaan hidup
apapun itu (kesaktian, kepandaian, kejayaan, kekayaan) dapat di luluhkan dengan budi pekerti
nan luhur.
 Satria ingkang pilih tanding. Artinya kesatria yang hanya mau melawan yang mampu
menghadapinya, bukan orang yang lebih lemah daripadanya.
 Ngluruk tanpo bolo menang tanpo ngasorake. Artinya berani tanpa harus ada kawan dan dapat
menang tanpa harus merendahkan lawan.
 Datan serik lamun ketaman, datan susah lamun kelangan. Artinya tidak perlu merasa sakit hati
jika musibah menimpa dirinya dan jangan bersusah jika kehilangan sesuatu.
 Ojo seneng gae susahe liyan, opo olone nek gae seneng liyan.
 Ojo waton ngomong, ning yen ngomong sing gae waton. Artinya jangan Cuma bisa bicara,
namun kalau sudah bicara harus bisa di buktikan.
 Ngundoh wohing pekerti. Artinya siapa yang berbuat pasti akan menerima hasil perbuatannya
 Jerbasuki mawabeya. Artinya sebuah kesuksesan di butuhkan suatu pengorbanan.
 Memayu hayuning bawono, ambarasta dur angkoro. Artinya di dunia haruslah mengusahakan
dan harus berusaha untuk keselamatan, kebahagiaan, dan kesejahteraan. Serta dapat
memberantas sifat angkara murka, serakah, tamak, pada diri sendiri.
 Sepiro duwurmu ngundi kawruh, sepiro jeromu ngangsu ilmu, sepiro akehe guru ngajimu.
Tembe gurine mung arep ketemu marang sejatine awake dewe.
 Amemangun karyenak tyasing sesama. Artinya membuat enak perasaan orang lain.
 Sukeng tyas yen den hita. Artinya suka/bersedia menerima nasehat, kritikan, dan teguran.
 Ojo adigang adigung adiguna. Artinya jangan sok kuasa, sok besar, sok sakti
 Ojo kuminter mundak keblinger, ojo cidro mundak ciloko, sing was-was bakal tiwas. Artinya
jangan merasa paling pandai supaya tidak salah arah, dan jangan senang berbuat curang
supaya tidak celaka. Dan barang siapa yang ragu-ragu akan binasa / rugi.
 Sekti tanpo aji-aji, sugih tanpo bondo. Artinya berwibawa tak perlu dari kekuasaan, kekuatan,
kejayaan atau keturunan. Dan kaya tak harus di dasari dengan kebendaan / harta.
 Urip iku urup. Artinya hidup itu hendaknya memberikan manfaat orang lain di sekitar kita.
Semakin besar manfaat yang kita berikan tentu akan lebih baik. Tapi, sekecil apapun manfaat
yang kita berikan jangan sampai kita menjadi orang yang meresahkan masyarakat.
 Seapik apike wong yen pitulung kanti cara dedemitan. Artinya sebaik baiknya manusia adalah
orang yang memberi pertolongan secara sembunyi-sembunyi.

< Makna Lambang PSHT >

1. Perisai persegi 4 dengan dasar hitam.


2. Daun waru putih bertepi merah.
3. Sinar daun waru.
4. Bunga Terate.
5. Garis tegak lurus putih merah putih.
6. Senjata.
7. Tulisan Persaudaraan
8. Setia Hati
9. Terate.

Lambang PSHT ialah persegi empat beraturan dengan dasar hitam di tengahnya daun
waru (Hati) berwarna putih bertepi merah, di bawah daun waru terdapat bunga Terate yang
mempunya 3 tangkai, yaitu kuncup, setengah mekar, dan mekar. Di sebelah kiri terdapat garis
tegak lurus putih merah putih. Di sekeliling daun waru dan bunga Terate terdapat Senjata-senjata
(senjata pencak silat). Di atas daun waru terdapat tulisan Persaudaraan Setia Hati Terate tanpa
tulisan pencak.
1. Perisai persegi 4 dengan dasar Hitam.

Segi empat melambangkan perisai atau benteng dan dasar hitam melambangkan
keabadian, kesabaran, dan kekekalan. Persaudaraan yang kekal dan abadi atau dasar kebenaran.

2. Daun waru putih bertepi merah.


Daun waru adalah lambang cinta kasih dan daun waru putih bertepi merah
melambangkan cinta kasih ada batasnya atau keberaniannya (kejam).
Contoh : misalnya seorang kekasih menderita suatu penyakit, dan hanya boleh makan 1
makanan saja dan apabila si kekasih meminta makanan yang terlarang kita harus berani
melarangnya. Walaupun cinta kasih kita sebesar demikian kita harus berani melarangnya. Cinta
yang tak ada batasnya berarti pembunuhan. Apabila kita mengasih makanan yang terlarang
kepada si sakit ini akan mengakibatkan fatalnya penyakit dan mungkin akan membawa maut inilah
yang di maksud cinta kasih ada batasnya.

3. Sinar daun waru / sinar dari daun waru.


Melambangkan pancaran cinta kasih di mana dan bagaimana pancaran itu. Bila
pancaran itu baik maka akan membuahkan sesuatu yang baik. Bila pancaran itu jelek maka akan
membuahkan sesuatu yang jelek pula. Dengan kata lain “ nandur pari tukul pari, nandur telo tukul
telo” atau sinar daun waru berarti karma / hukum alam / hukum kelimpahan. “wong ngaleh luhur
wekase, yen gak gelem jewer yo ojo jewer”. Hukum karma tidak berlaku bagi yang suka membela
kebenaran dan kehormatan. Misalnya perang.

4. Bunga Terate.
Di sebut bunga Terate dapat hidup di mana-mana, di darat, di air, di gunung, dsb. Jadi,
bunga Terate melambangkan bahwa orang SH itu dapat menyesuaikan diri atau bisa hidup di
dalam semua lapisan Masyarakat. Atau dalam bahasa Jawa “kumpol wong sugih ora keton
melarat, kumpol wong pinter ora ingah ingih, kumpol wong bodo ora minteri”. Bunga Terate
adalah Bunga yang indah dan megah melambangkan Bahwa orang SH Terate harus menpunyai
rasa simpati dan wibawa.
3 tangkai Bunga Terate Kuncup, setengah mekar, dan mekar melambangkan bahwa
orang SH terdiri dari bermacam macam tingkatan kehidupan dari masyarakat. Contoh : golongan
pangkat tinggi, tengah, rendah tetapi semua tidak berbeda satu sama lainya (sama derajatnya)
tidak membedakan si jenderal dan tukang becak asal pandai-pandai membawa diri / tidak
membeda bedakan latar belakang.

5. Garis tegak lurus putih merah putih.

Melambangkan bahwa orang SH itu harus berani berdiri tegak di keadilan. Berani karena
benar takut karena salah. Di mana keadilan tersebut harus di dasarkan rasa perikemanusiaan dan
harus tahu mana yang benar dan mana yang salah. Atau bisa di artikan lambang keadilan yang
sejati / lurus / terletak di tengah Tuhan YME.
6. Senjata.

Senjata adalah suatu alat untuk mempertahankan diri. Jadi, orang SH itu harus
mempunyai pegangan (piandel) atau pembentengan diri berupa pencak silat bila akan di rusak
orang lain. Jelas di sini walaupun orang itu baik, ramah, berwibawa jika tidak mempunyai piandel
atau pegangan untuk membentengi diri akan mudah di tindas oleh orang lain, bila sewaktu waktu
terjadi persoalan.

7. Tulisan Persaudaraan

Melambangkan bahwa orang SH itu sebagai dasar pertamanya yaitu Persaudaraan Dan
tidak di tambahi pencak silat. Sebab orang SH itu tidak mengenal pensiun, walaupun orang itu
sudah jompo tidak mampu untuk pencak silat namun masih di anggap sebagai saudara. Asal sudah
di sahkan menjadi warga.

8. Setia Hati.

Di singkat menjadi SH berarti harus percaya kepada diri sendiri atau setia kepada hatinya
sendiri. SH adalah suci untuk itu kita tidak boleh menjadi penipu / munafik. Dan SH bukan
singkatan dari suci hati karena tidak cocok dengan tujuan SH Terate.

9. Terate

Nama tersebut selain di sesuaikan dengan nama bunga yang terdapat pada lambang
tetapi nama tersebut adalah suatu pemberian dari Ki Ageng Soerodiwirdjo hasil dari beliau
bertapa (meditasi) sendiri. Yang kemudian di berikan kepada perkumpulan yang baru agar SH
selalu berjaya sepanjang masa.

< mendapatkan Jurus >

Pengalaman beliau semenjak umur 14 tahun mengemban keliling Indonesia, beliau


membanding bandingkan jurus dari pencak-pencak lainya sehingga jelas. Yang kemudian beliau
pergi ke Tiongkok. Untuk membiayai perjalanannya beliau bekerja sebagai sopir dokar.
Ki Ageng Soerodiwirdjo mempunyai 2 istri dari Medan dan Bandung. Dengan istri yang ke2
ini beliau mendapatkan 3 orang anak tetapi meninggal semua.
Ki Hadjar Hardjo Oetomo atas persetujuan Ki Ageng Soerodiwirdjo kemudian beliau
mendirikan SH Terate pada tahun 1922. Pencipta 90 senam adalah Bapak Irsyad. Sedangkan
Senam toya di ciptakan di Jakarta.
< Tingkatan Sabuk dan arti Sabuk
Pencak Silat SH Terate >

A. Siswa

a) Sabuk polos / tingkat polos.


Mengandung arti siswa baru belajar dan mengenal tentang PSHT.

b) Sabuk jambon / tingkat merah muda.


Mengandung arti siswa mulai mengenal tentang Pencak Silat PSHT yang
mengandung maksud Silat matahari yang terbit, Silat yang mengarahkan ke suatu
kepastian, selalu menggunakan perhitungan yang matang dalam setiap tindakan.

c) Sabuk ijo / tingkat hijau.


Mengandung arti semua siswa yang mulai tenang hatinya. Arti warna keteguhan
dalam menjalankan sesuatu. Diharapkan mampu berbuat adil, di didik untuk madeb, karep,
manteb, dengan menggunakan ajaran SH Terate.

d) Sabuk putih / tingkat putih kecil.


Mengandung ari melambangkan kesucian sifat dan watak seseorang. Siswadi
haruskan dapat mencerminkan kesucian. Pada tingkatan ini siswa akan menamatkan
pelajaran PSHT baik olahraga, kanuragan, bela diri, maupun kerohanian ( KeSHan ).

B. Warga

1) Warga tingkat I
2) Warga tingkat II
3) Warga tingkat III

Pengesahan untuk menjadi seorang warga harus memenuhi syarat ,


antara lain :
1) Senam dasar 1-90
2) Jurus 1 – 35, di tambah 1 jurus kunci ( jurus 36 )
3) Jurus belati
4) Senam toya 1 – 25
5) Jurus toya 1 – 15
6) Kripen

Syarat-syarat yang harus di penuhi untuk di sahkan, antara lain :


1) Uang logam sebanyak 36 koin. Harus sama jenisnya
2) Lilin
3) Daun sirih 1 temu Rose. Membeli tidak boleh di tawar
4) Pisang raja setangkap
5) Ayam jago yang tidak cacat
6) Mori putih yang panjangnya 3 meter / sak dedek sak pengawe

< Pendalaman >


Cara memelihara persaudaraan yaitu :
1) Saling pengertian
2) Saling kasih sayang
3) Saling bertanggung jawab
4) Ora menang-menangan ( atas dasar saling membutuhkan )

Orang yang di senangi dan dekat dengan Tuhan adalah orang yang di senangi oleh orang
banyak. Makin tinggi tingkatannya makin banyak pula menanggung cacat / kekurangan-
kekurangan. Makin banyak menanggung cacat / kekurangan makin banyak pahala dari Tuhan dan
akan makin dekat dengan Tuhan.

Orang takut ada 4, yaitu :


1) takut salah, semua orang pasti pernah salah.
2) takut malu, semua orang pasti pernah malu.
3) takut sakit, semua orang pasti pernah sakit.
4) takut mati, semua orang pasti akan mati.

Akan tetapi sebenarnya kita tidak perlu takut sebab apabila kita masih takut ( ada yang di
takuti ) menunjukkan bahwa kita belum ber SH. Manusia dapat berdosa tanpa melakukan apa-
apa. Semua berita laporan sebaiknya di dengarkan dahulu. Karena semua itu belum tentu
berfaedah dan jangan cepat di masukan di hati.

< Arti Pembukaan >

1 > salaman.
Artinya kita tetap saudara meskipun akan di adu. Ibaratnya Tego lorone Ora tego
patine.

2 > Ibu jari di tusukan ke pulung Hati.


Artinya Tuhan itu Maha Kuasa. Manunggaling kawulo gusti. Berdiri tegak ( ngajir )
merupakan huruf Alif, Yang artinya satu. Kita ingat Tuhan YME sebagai pencipta Dunia dan isinya.

3 > tangan kanan mengacungkan 2 jari telunjuk dan tengah ke atas.


Artinya kita berasal kita berasal dari bopo angkasa dan ibu pertiwi. Dan kita minta kepada
keduanya Dengan 2 jari saja. Sebab kebanyakan di antara lima jari yang di pakai dalam Pencak Silat
hanya 2. Yaitu jari telunjuk dan jari tengah. Di dunia ini hanya ada 2 kejadian/kemungkinan yaitu
siang, malam. Hidup, mati. Positif, negatif.

4 > turun ke bawah, kaki kanan melindungi kemaluan dan 2 jari menyolek tanah,
atas depan lalu pelipis.
2 jari ke bawah artinya kita mohon restu kepada ibu pertiwi (ibu bumi). Karena semua
makanan yang kita makan ini berasal dari tanah.
2 jari ke atas, artinya kita memohon restu dari bapak angkasa. Karena hidup ini dengan
bapak angkasa yaitu udara yang selalu kita hirup.
2 jari di tarik ke pelipis. Kita harus yakin / percaya kepada kemampuan sendiri / kekuatan
diri sendiri.

5 > memberi pukulan.


Artinya bahwa saya sanggup menyelesaikan persoalan dengan sebaik-baiknya.

6 > tangan kiri menyiku dengan tujuan menangkis serangan lawan.


Artinya kita sanggup menangkis masalah yang ada.
7 > ibu jari pada pulung hati. Artinya sama dengan yang di atas.

Setelah pembukaan atur nafas. Dalam demonstrasi minta doa dan restu kepada ibu dan
bapak ( ibu pertiwi dan Bopo angkoso ) agar dapat percaya kepada diri sendiri untuk
menyelesaikan persoalan ini. Semua orang kagum dan terpesona kepada permainan saya dan
supaya bisa selamat dari awal sampai akhir.

>> pendalaman.

Seorang pendekar tidak perlu berbadan besar. Gede ora turah bahan cilik ora kurang bahan.
Asal kita benar.
Orang masuk SH ada 3 tujuan, yaitu ingin mencari teman karena di luar banyak mempunyai
masalah, ingin mencoba pelatih, dan ingin menjadi warga sungguh-sungguh.
Seorang warga SH yang sudah di sahkan lebih berguna dari 100 orang yang belum di
sahkan. Seseorang warga SH yang sudah di sahkan berarti sudah di terima dan di akui oleh orang-
orang SH. Sebagai warga SH kelak harus bisa membuktikan adanya manusia yang berbudi luhur
yang tahu benar dan salah.
Orang SH tego lorone ora tego patine, tak pernah kesepian. Apabila masih merasa kesepian
berarti keSHannya kurang mendalam.
Orang SH tidak mengenal jalan buntu dalam menghadapi persoalan yang sulit. Kesukaran
memang berat tetapi hal itu di anggap sebagai suatu kebiasaan.
Seorang pelatih harus bisa membimbing siswa-siswanya. Sebab kalu tidak bisa, dapat di
peralat oleh siswanya bila seorang siswa SH dalam latihannya melihat ke sana kemari dan
kelihatannya tidak tenang / bergurau saja. Maka siswa tersebut tidak dapat di percaya.
Suro diro joyo diningrat, lebur dening pangastuti yang artinya semua kekuatan, angkara
murka, keganasan akan hancur dengan pemuji rahayu, atau kesabaran yang di landasi kekuatan.

< kebatinan >


Ilmu kebatinan ada 2 macam, yaitu :
1) kebatinan asli ( ilmu alam )
2) kebatinan ilmu karang ( ilmu hitam )

1) Kebatinan Asli

semua manusia di alam ini di hidupi dengan apa yang di namakan Alam Gumelar dan
jagat gemulung. Atau ibu pertiwi ( bumi ) dan bopo angkoso.
Perbedaan antara manusia, hewan, dan malaikat, yaitu :
a) Hewan hanya mempunyai nafsu dan jasad.
b) Manusia mempunyai roh, jasad, dan nafsu.
c) Malaikat hanya mempunyai roh.
Makanan manusia dan hewan semuanya berasal dari bumi. Makanan malaikat adalah
zat yang di namakan zat kesah yang terletak di bawah jantung kita.

I ) kegunaan kebatinan asli.

Untuk menghilangkan rasa segan / deg-degan dan supaya manusia menjadi pribadi dan
berwibawa. Apabila kita sedang susah tentu kita akan menarik nafas dan ini secara tidak langsung
kita meminta bantuan kepada bopo angkoso ( kuasa antara kita memberi makanan kepada roh
kita dan ini yang di namakan zat kesah ). Sebagai dasar untuk menjalankan kebatinan asli, kita
harus melakukan ilmu pernafasan, yaitu mengumpulkan zat kesah sebanyak banyaknya. Apabila
kita khawatir tidak tenang, takut dalam segala hal kita sebelumnya harus menjalankan pernafasan
ini.

II ) cara menjalankan pernafasan

1) Dengan duduk ( semedi )


Sikapnya duduk bersila, Duduknya sejajar dengan punggung, tangan terletak di atas
lutut, sedangkan sikapnya Seperti orang meminta jadi seperti ke atas ( mata di pejamkan ).
Apabila tidak kuat dengan semedi, entong-entong di gatukne dan dada di bungkukkan.

2) Dengan ngrogoh Sukmo


Sikapnya tidur terlentang, tangannya di samping badan dan terbuka ke atas.
Sedangkan kakinya berimpitan, mata terpejam. Apabila tidak kiat dengan rogoh Sukmo ibu
jari kaki di tekuk dan di gatukan serta tangan di menempel.
Dan pada waktu menjalankan pernafasan kedua-duanya pakaian harus di kendurkan dan
tidak bisa bersentuhan dengan orang lain. Mata harus di pejamkan.
III ) cara pengambilan nafas

Di simpan di dada, perut, dada, perut, dada dan di keluarkan (5 gerakan). Di hitungnya
dari dada, perut, dan seterusnya. Harus genap baik turunannya 2-2-4, 4-6, 6-8, dan seterusnya
sampai semampunya. Apabila dalam menahan nafas sudah tidak kuat, maka pada hitungan
terakhir harus di turunkan. Misal 1-6, 1-4, 1-2. Dan istirahat pernafasan bisa dalam waktu kurang
lebih 2-3 menit. Waktu yang baik untuk melakukan yaitu jam 05.00 (subuh) dan waktu siang hari
kurang lebih jam 15.00 – 16.00. Dan waktu yang di larang untuk menjalankan pernafasan yaitu
siang hari bolong, waktu magrib dan waktu kekenyangan.

2) kebatinan ilmu karang

Kebatinan ilmu karang ialah ilmu yang mengajarkan ora tedas di bacok, mangan beling,
mengendarai mobil dengan mata tertutup. Jadi ilmu ini mengajarkan sesuatu yang perbuatannya
bukan kehendak kekuatan asli manusia pada umumnya. Memang tuhan itu adil dan pemurah,
apabila manusia itu madeb, mantep, karep cilik lorone gedene pati di lakoni. Maka tuhan akan
memberikan apa yang mereka inginkan / dengan kata lain Tuhan bisa menciptakan manusia tetapi
manusia-manusia yang bersangkutan memaksa dirinya pada Tuhan supaya di izinkan di berikan
kekuatan seperti ora tedas di bacok, mangan beling, dll.
Tuhan Maha Pemurah, welas asih akhirnya permintaan manusia itu di kabulkan entah jelek
entah baik risiko di tanggung sendiri. Bila bisa di baca hatinya, orang itu akan menyatakan
demikian “Tuhan ki opo, wong mung di jaluki ora tedas di bacok ae kok ra iso” akan tetapi tuhan
begini “ yen luwe iku kudu mangan, ngombe lan liyane. Dadi wong jaluk mengkono maut, berarti
wong ora trimo ing pandum, ora trimo kersane gusti Allah.” Mulo bisane mengkene “wong ora
tedas di bacok matine di bacok wong, wong mangan beling matine kesereten beling, bayi iku asale
yo soko cilik ora ujug-ujug gede, mangane yo setitik, umpamane susu ibu bar kuwi teros tajin dadi
gedene soko kodrat alam, ngerti-ngerti wes mlaku, biso pencak lan sak penunggalane,. Dadi ora
ujug-ujug biso mangku cithing, semugo ugo ilmu kebatinan kang soko alam, asale sethitik dari ora
waktu seminggu tamat”.
Landep endi tangan gawaenane gusti Allah karo glati gawenane menungso. Wong urep iku
di ciptakne seng kuoso manut ukurane menungso. Kangnyoto “yen mangan seng di pangan yo
panganan, bantu kanggo ngombe. Dadi dudu pecahan beling, pecahan genteng, semono ugo kulit
iki yo iso tatu, di cokot lemut yo gatel. Dadi menugso seng jalauk ora tedas di bacok ora nrimo karo
kodrate Gusti Allah (kodrat menungso mulo keno sing gawe urep).
< Den asih marah sesamaning Dumadi >
Orang SH itu di mana berada. Apabila jadi tukang becak, ia akan bisa menjadi pimpinan,
dsb. Di SH tidak ada istilah bapakisme, sentralisme, dan kyaisme, dsb. Seperti pada panca-panca
lain pada kyaiisme itu apabila pimpinannya di kalahkan maka semua takut. Tetapi lain dengan SH
apabila yang satu dapat di kalahkan belum tentu yang lain dapat di kalahkan.
Persaudaraan di SH Terate selalu kekal dan abadi, karena di dasarkan pada :
1) kesabaran.
2) Ukuran benar dan salah.
3) Tidak ada istilah pensiunan SH Terate atau dengan kata lain Persaudaraan Setia Hati Terate
adalah Persaudaraan seperti ayah dan ibu serta anak.

>> kata-kata mutiara


 Wong iki yen wani rekasane sing ketemu bejane. Yen wani mati seng ketemu adoh soko
beboyo pati.
 Sekalipun diam, tetapi kalau ada persoalan yang sulit haruslah hadi pelapornya.
 Olo tanpo rupo yen tumandang amung sedelo.
 Wong urep iki mesti bakal kelangan.

< Solospel >


1) Kegunaan
Untuk menunjukkan di depan umum bagaimana pencak silat itu pada gerakan sendiri
dan untuk mempertahankan prestasi

2) Rahasia solospel
Semua gerakan yang di lakukan tidak boleh di pikirkan. Dalam hal ini agar banyak
melatih mempertajam perasaan. Tajamnya perasaan dapat mengikuti. persoalan dalam
solospel adalah semua gerakan saya benar dan sayalah paling baik.

3) Isinya
Bagaimana kita menghadapi musuh yang sebenarnya.

4) Mimik
Dengan plilikan (pandangan yang tajam), kelihatan berwibawa, gerakan di sesuaikan
dengan irama yang ada. Misalnya pada gamelan pukulan di jatuhkan pada gong, dsb.

Dalam solospel harus memiliki atau menguasai macam permainan ialah permainan atas,
permainan tengah, permainan bawah.
< Rahasia Pukulan >
Sebetulnya orang jatuh di pukul bukan karena kerasnya pukulan. Memang bisa juga jatuh
karena kerasnya pukulan. Tapi sesungguhnya orang bisa jatuh di pukul karena tidak tahu arah
pukulan lawan. Contoh : orang loncat dari tembok pada siang hari ia tidak akan jatuh dan bila
malam hari pasti sebaliknya, karena tidak tahu arah loncatannya. Jadi, supaya pukulan bisa
menjatuhkan kesalahan awal tidak memakai awalan. Demikian juga tangkisan.
Segala sesuatu yang di yakini dan di latih tentu akan menjadi miliknya. Tetapi pemilik tidak
akan merasakan, hal itu hanya orang lain yang mengetahui atau merasakan Demikian pukulan /
tendangan bila di latih secara teratur. jasmani yang di latih dengan baik berangsur angsur dapat di
perintah oleh rohani dan ini yang di namakan ghoib / refleks.
Orang yang peng-pengan ialah orang yang dapat memukul persis pada bagian badan
lawan. Karena manusia itu yang di pukul hanya terbatas batas badan ini saja.

< Tangkisan >


Tangkisan ada 3 macam, yaitu:
> 1. tangkisan yang baik ialah menghindar.
> 2. apabila telat menghindar baru di adakan benturan.
> 3. apabila sudah mengadakan tangkisan no1 dan no2 masih terlambat, kita adakan pembuangan
pukulan.
Gerakan yang mengurangi tenaga ialah gerakan yang tidak mengeluarkan nafas pada
waktu payah. Orang yang bertindak harus Tahu patokan kemudian baru bertindak. Ingat teori
tanpa praktik tidak bisa dan praktik tanpa tau teori adalah gila. “kendel wani kudu duwe patokan,
kudu empan lan papan”
Sambung agar menjadi baik harus menguasai permainan dasar yang baik ( senam/jurus ),
teknik (praktik) dan harus yakin. Ilmu yang benar adalah ilmu yang sederhana, ilmu yang
sederhana ialah ilmu yang asli
Salam Persaudaraan ;

*_SEKEDAR MENGINGATKAN KHADANG DULUR²² MBOK MENAWI WONTEN SENG SUPE NOPO
WONTEN SENG DERENG NGERTOS_*

*PARA SESEPUH SH - PSHT 1922*

*_Ki Ageng Soero Diwirjo (mbah suro)_*


*_Ki Hadjar Hardjo Oetomo (mbah hardjo)_*.
Bpk. Harsono (Putra Kandung Mbah Hardjo)
- R.M Soetomo Mangkudjojo
- Bpk. Santoso
- Mbah Badini (Pencipta Lambang PSHT)
- R.M Imam Koesoepangat (Pendito Wesi Kuning)
- R. Bambang Tunggul Wulung
- Mas Gegot
- Bpk. R. Koeswanto (Kakak Kandung R. Totong Kiemdarto).
- Bpk. H. Tarmadji Budi Harsono
- Bpk. Adi Yasco (Pencipta mars PSHT).
- Bpk. Irsyad (Pencipta Senam Dan Penyempurna Jurus PSHT).
- Bpk. Soeratno Soreng Pati
- Bpk. Dharma Sanjata (baca dharmo sanyoto).
- Bpk. Noto
- Bpk. Gunadi
- Bpk. Imam Soeyitno
- Mbah Moenandar
- Bpk. H. Muhammad Mufadhol/Mbah Ling (Takeran)

Memaknai sumpah dari sesepuh PSHT yg berbunyi *Selama Matahari Masih Terbit Dari Ufuk
Timur, Dan Terbenam Di Ufuk Barat, Dan Selama Bumi Masih Dihuni Manusia, Selama Itu Pula
Persaudaraan SETIA HATI TERATE, Akan Tetap Kekal, Jaya, Abadi Selama-Lamanya..*
Sumpah ini di ikrarkan oleh sesepuh yg berani laku toto lahir lan toto batinya..
Sesepuh yg memegang teguh dan setia pada ajaran, sehingga sumpah itu seperti perisai ghoib yg
mempunyai kesaktian dan memagari PSHT dari kehancuran oleh ulah orang² yg berjiwa tamak,
baik dari internal PSHT itu sendiri maupun eksternal..
Dengan bukti PSHT semakin digandrungi masyarakat luas dari rakyat jelata dan para pejabat
negara yg jumlahnya anggotanya puluhan juta, dari awal berdiri PSHT telah diuji dengan upaya²
pemerintah belanda sebagai penjajah kala itu yg selalu berusaha membubarkan eksistensi PSHT
karena dianggap sebagai tempat untuk menempa para pejuang dalam melawan penjajah Belanda..
Tidak hanya itu pada masa kemerdekaan juga telah mendapat rongrongan dari para anggotanya
sendiri dengan keluar dari PSHT dan mendirikan banyak perguruan silat baru yg tersebar diseluruh
nusantara..
Diluar itu juga banyaknya oknum² PSHT yg memanfaatkan untuk kepentingan pribadi dengan
berbagai alasan..
Goncangan demi goncangan yg berusaha memporak porandakan PSHT sampai saat ini terus
berjalan, namun PSHT justru semakin berkibar, dan itu faktanya bahwa sumpah leluhur kita itu
mempunyai kekuatan yg luar biasa..
Berbahagialah kita semua yg sampai saat ini masih berpegang teguh terhadap nilai² ajaran SH..

*Sepiro kekuatanmu sing pingin ngerubah lan ngerusak tatanan sing wis ketoto ning PSHT, ora
bakal biso ngancur leburne PSHT, justru sing bakale hancur lebur kui pawongan kang demene
khianat karo sumpahe lan lali marang amanahe organisasi PSHT..!!* Dawuhe eyang kakung

Dek Ojok mung milu gruduk rana gruduk rene, dadi pendekar iku kudu nduweni pendirian, dulure
iso ngene melu ngene dulure iso ngunu melu ngunu, yen awakmu seneng karo sh terate harus e
bangga lan junjung tinggi kemurnian ajaran sh terate eling dawuhe almarhum mas imam biyen "
Dik.... Ilmu SH itu tidak ada yang merusak, semua ilmu SH itu harus bermanfaat bagi kehidupan
manusia, oleh sebab itu kita harus *memayu hayuning bawono,..* nah mas imam selaku ketum
pernah ngomong ngunu terus sing sampean pelajari sakki iku ilmu ne sapa??? Yen sampean serius
lan sabar melajari ilmu ning njeroning sh terate nganti sampean sedo gk bakal ono entek e tp
kuncine kudu tekun lan sabar, ojok mung gilak sing private sing instan tp gk ngerti arah lan maksud
tujuan e, ojok gelem di bliduk lan di manfaat ne oknum sing nyusupi ajaran liya ning njeroning sh,
secara ora sadar sampean iku wes njunjung duwur lan mbanggakne ajarane wong liya,

sing ati2 sakki akeh wong pinter ning ra bener, akeh wong bener ning keblinger,

Psht yo psht
Salame psht ya "salam persaudaraan" jawabe "sh terate jaya" ora salam sing neko22
Psht dr dulu wes baku gk onok psht kekinian opo psht jaman now
Psht iku mung siji ra onok pecahan nopo kubu22an .

wong sing paling berjasa ning psht iku nggih sampean22 sing sibuk gilak siswa ben psht tetep onok
generasi peneruse, sing ikhlas nglatih tanpo di bayar serepespun, sing rela ninggal keluarga lan
waktu istirahat mung kangge ngabdi ning organisasi,

Yen sing ndukur eker22an gk usah bingung melu eker22an, teko di sawang ae ko lak isin dewe,

Eling arti kata paling gede lan paling ndukur dewe ning lambang psht yo iku *"PERSAUDARAAN"
sing arti ne suatu IKATAN TALI BATIN* antara manusia satu dengan manusia lain yang *TIDAK BISA
DI PISAHKAN OLEH SUATU HAL APAPUN,* ning psht iku ora onok mantan dulur, ora onok bekas
dulur ora onok pecahan dulur

Yen Umpomo aku salah tulung benerno,


Umpomo aku kliru tulung elengno,
Ojo malah mbok musuhi Ojo malah mbok rasani,
Sak apik apike awakmu koe yo dulur ku Sak elek eleke aku iki yo dulur mu

Monggo sesarengan raketaken seduluran ten psht, ora usah podo eker22an, podo elek22an, podo
rasan22an karo dulure dewe,
Yen ora sampean22 sing jaga kemurnian ajaran sh terate terus sapa maneh???

"Guyub Agawe Rukun, Congkrah Agawe Bubrah Adem, Ayem Marganing Santosa" *semoga
sedulur yg ada d grub ini bagian dri sang penjaga ajaran bukan perusak ajaran* Amin....slm
PersaudaraaN 🙏🙏🤝🤝🙏🙏🙏