Anda di halaman 1dari 9

RMK HUKUM DAGANG KELAS E

FIRMA

OLEH:
KELOMPOK 3
MICHEL ANDREW TOYANG (A031191030)
JENNIFER ANGLIANI (A031191091)
MELINDA NUR FAIQAH (A031191104)
ROY CHANDRA (A031191113)
MOH. GOFALDI (A031191138)
GREGORIUS WAHYU GUSTI T(A031191197)

DEPARTEMEN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2021
A. PENGERTIAN FIRMA
Firma adalah suatu bentuk persekutuan antara dua orang atau lebih untuk
menjalankan badan usaha di bawah satu nama yang digunakan bersama. Firma terdiri
dari anggota minimal sebanyak 2 orang dan setiap anggota firma memiliki tanggung
jawab penuh atas badan usaha ini.
Firma berasal dari bahasa Belanda, yaitu venootschap onder firma. Dalam
pendiriannya, anggota firma akan menyerahkan kekayaan pribadi sesuai ketentuan yang
ada di dalam akta pendirian perusahaan. Jika firma mengalami kerugian atau bangkrut,
maka setiap anggota harus ikut bertanggung jawab.
Firma bukan merupakan badan hukum seperti halnya perseroan terbatas. Firma
diatur sebagai badan usaha yang dibentuk berdasarkan persekutuan, bukan sebagai badan
hukum menurut undang-undang. Selain itu, firma juga tidak memenuhi persyaratan badan
hukum lainnya yaitu kekayaan yang terpisah dengan kekayaan yang terpisah dengan
kekayaan milik pengurusnya masing-masing.
B. PROSES PENDIRIAN FIRMA
Berikut adalah langkah-langkah pendirian firma :
1. Melakukan pembuatan akta pendirian firma
Untuk bisa membuat akta pendirian firma, anda harus memiliki 2 orang pendiri.
Proses pembuatan akta dilakukan di notaris seperti pembuatan akta pada
umumnya.
2. Proses pembuatan Surat Keterangan Domisili Perusahaan (SKDP)
SKPD ini diurus di kantor kelurahan yang sesuai dengan kelurahan di mana Firma
anda berdomisili. Namun di beberapa daerah yang tidak memiliki kelurahan,
proses pembuatannya dilakukan di kantor desa sebagai ganti kelurahan.
3. Pengajuan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
Kewajiban pajak Firma akan lebih mudah dijalankan jika sudah memiliki NPWP.
Pembuatannya dilakukan di kantor pajak daerah yang sesuai dengan domisili
perusahaan.
4. Proses permintaan pembuatan Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak (SP-
PKP)
SP-PKP menjadi bukti dokumen legalitas yang menunjukkan bahwa anda sebagai
pengusaha sudah dikenakan pajak. Proses permintaannya dimulai dengan
mendapatkan NPWP dulu dan mengajukannya ke kantor pelayanan pajak
sebelumnya.
5. Melakukan pendaftaran akta pendirian firma di Pengadilan Negeri
Setelah melakukan pembuatan akta pendirian firma di notaris, langkah
selanjutnya adalah melakukan pendaftaran akta pendirian firma di Pengadilan
Negeri agar semakin sah dan memiliki kedudukan hukum resmi.
6. Pengajuan Izin Mendirikan Bangunan (IMB)
Proses ini dilakukan di Dinas Tata Kota. IMB sangat penting untuk yang
menjalankan usaha di suatu bangunan.
7. Proses pengurusan Surat Izin Tempat Usaha (SITU)
SITU dikeluarkan oleh bupati dari suatu daerah untuk melegalisasi usaha yang
dilakukan di suatu tempat. Dengan kata lain, akta pendirian firma tidak cukup;
kita juga perlu mengurus izin tempat usaha ke Kantor Pelayanan Perizinan
Terpadu atau Dinas Perindustrian dan Perdagangan di domisili perusahaan.
8. Mengajukan Surat Izin Gangguan (HO)
Proses ini dilakukan di kantor perizinan terpadu daerah setempat. Setelah
mendapatkan HO, anda bisa melaksanakan praktik usaha dengan kejelasan izin
pihak terkait
9. Mengajukan pembuatan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)
SIUP dapat diurus di Kecamatan atau kantor Bupati. Bisa juga di Kantor
Pelayanan Perizinan Terpadu atau Dinas Perindustrian dan Perdagangan di
domisili.
10. Proses pembuatan Tanda Daftar Perusahaan (TDP)
Langkah terakhir yaitu membuat TDP. Prosesnya dibuat di kantor walikota di
mana firma didirikan.

C. SEKUTU FIRMA
Dalam Persekutuan Firma hanya terdapat satu macam sekutu, yaitu sekutu
komplementer atau Firmant. Sekutu komplementer menjalankan perusahaan dan
mengadakan hubungan hukum dengan pihak ketiga sehingga bertanggung jawab pribadi
untuk keseluruhan. Pasal 17 KUHD menyebutkan bahwa dalam anggaran dasar harus
ditegaskan apakah di antara para sekutu ada yang tidak diperkenankan bertindak keluar
untuk mengadakan hubungan hukum dengan pihak ketiga. Meskipun sekutu kerja
tersebut dikeluarkan wewenangnya atau tidak diberi wewenang untuk mengadakan
hubungan hukum dengan pihak ketiga, namun hal ini tidak menghilangkan sifat tanggung
jawab pribadi untuk keseluruhan, sebagaimana diatur dalam Pasal 18 KUHD.
Sekutu Firma sifatnya sama dengan sekutu komplementer dalam CV, yaitu:
1. Para sekutu bertugas untuk mengurus perusahaan.
2. Para sekutu berhubungan dengan pihak ketiga
3. Memiliki tanggung jawab tidak terbatas.
Adapun yang dimaksud dengan sekutu komplementer adalah sekutu aktif, yaitu
sekutu yang bertugas mengurus perusahaan dan bertanggung jawab tidak terbatas atau
pribadi. Tugas dari sekutu ini sama dengan tugas dari anggota direksi, tetapi berbeda
dalam hal tanggung jawabnya. Pada Firma tanggung jawab tidak terbatas pada tiap-tiap
anggota secara tanggung-menanggung, bertanggung jawab untuk seluruhnya atas
perikatan Firma yang disebut dengan tanggung jawab solider.

D. CIRI-CIRI FIRMA
1. Setiap anggota saling mewakili

Badan usaha firma didirikan oleh dua orang atau lebih dalam suatu perjanjian.
Setiap anggota yang menjalankan usaha firma merupakan wakil dari anggota firma yang
lain. Apabila ada salah seorang anggota beroperasi dalam bidang usaha firma, maka
secara tidak langsung anggota tersebut mewakili anggota firma secara keseluruhan.

2. Jangka waktu terbatas

Firma yang didirikan oleh beberapa anggota memiliki umur yang terbatas.
Artinya adalah jika ada anggota yang keluar berarti firma tersebut dinyatakan bubar
secara hukum. Apabila ada anggota baru yang bergabung, Firma dinyatakan masih
beroperasi. Keanggotaan firma bisa sangat mengikat dan berlaku seumur hidup. Dalam
firma tiap anggota mempunyai hak untuk membubarkan firma. Pembubaran persekutuan
firma akan terjadi jika salah satu anggota mengundurkan diri atau meninggal.

3. Tanggung jawab tak terbatas

Dalam menjalankan firma anggota memiliki tanggung jawab tak terbatas dalam
hutang piutang. Tanggung jawab ini tak terbatas pada kekayaan yang dimiliki Firma saja,
tapi juga sampai harta milik pribadi para anggota Firma.Jadi, jika dalam keadaan tertentu
firma harus membayar hutang pada kreditur dan jumlah kekayaan firma tidak mencukupi
untuk melunasinya, kreditur berhak menagih harta pribadi para anggota firma.

4. Kekayaan milik bersama

Kekayaan tiap anggota yang ditanamkan dalam firma otomatis menjadi kekayaan
milik bersama. Kekayaan ini tak dapat dipisahkan dengan jelas. Masing-masing anggota
menjadi pemilik bersama atas kekayaan firma tersebut. Anggota firma tidak boleh
menggunakan kekayaan firma tanpa seizin anggota firma lainnya. Tanggung jawab
seorang anggota tidak terbatas pada jumlah investasinya. Semua investasi dalam
persekutuan firma tidak lagi dimiliki secara terpisah oleh masing-masing anggota. Hak
anggota terhadap kekayaan Firma akan terlihat dalam saldo modal akhir para anggota
Firma yang terdiri dari unsur-unsur penanaman modal awal dan tambahan, pengambilan
prive, penambahan dari pembagian laba dan pengurangan dari pembagian rugi.

5. Laba dan rugi dibagi berdasarkan partisipasi

Laba atau rugi sebagai hasil operasi Firma akan dibagikan kepada setiap anggota
Firma berdasarkan partisipasi para anggota Firma. Jika anggota tersebut aktif, ia berhak
atas laba yang lebih besar meski modal yang ditanamkan lebih kecil dari anggota lain.
Sementara anggota yang tidak aktif penentuannya ditetapkan berdasarkan persetujuan
anggota lainnya. Semua anggota berhak memperoleh pembagian laba persekutuan firma.
Seluruh ketentuan pembagian laba dan rugi ini harus dicantumkan secara rinci dalam akta
pendirian firma pertama kali. Laba dan rugi ini dibagi secara proporsional sesuai
keaktifan anggota.

E. JENIS-JENIS FIRMA
1. Firma Dagang (Trading Partnership)

Firma dagang merupakan salh satu jenis firma yang bergerak dalam bidang
perdagangan. Kegiatan yang utamanya berfokus pada jual beli produk. Beberapa
contoh Firma Dagang diantaranya adalah:

● Perusahaan Nike
● Perusahaan Diadora
● Perusahaan Crocs

2. Firma Non Dagang (Firma Jasa)

Sesuai namanya, firma non dagang ini bergerak dalam bidang jasa. Kegiatan yang
utamanya berfokus pada penjualan suatu produk berupa jasa atau keahlian tertentu.
Beberapa contoh firma Non-dagang diantaranya:

● Firma Hukum (konsultan hukum, kantor pengacara, dan lain-lain)


● Firma Akuntansi (kantor akuntan publik)
● Konsultan Bisnis
● Dan lain-lain

3. Firma Umum (General Partnership)

Firma umum adalah jenis firma di mana setiap anggotanya memegang kekuasaan
yang tak terbatas. Artinya setiap anggotanya harus bertanggung jawab penuh
terhadap kelangsungan hidup perusahaan, baik itu kewajiban hutang dan piutang.
Jika perusahaan memiliki hutang dan tak bisa membayar, setiap anggota wajib
melunasinya dengan kekayaan pribadi.

4. Firma Terbatas (Limited Partnership)


Jenis firma ini juga berbeda dengan firma umum, karena pada setiap anggotanya
memegang sebuah kekuasaan yang terbatas atas perusahaan. Selain itu,
tanggungjawab dan kewajiban para anggota juga terbatas. Beberapa contoh firma
terbatas:

● Firma Indo Eternity


● Firma Multi Marketing
● Firma Panghudi Luhur
● Firma Sumber Rezeki

F. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN FIRMA

Kelebihan Firma:

● Pengelolaan lebih profesional dengan adanya pembagian kerja.


● Pemimpin firma dipilih berdasarkan keahlian masing-masing.
● Modal relatif lebih besar.
● Pembagian keuntungan didasarkan perbandingan modal yang disetor.
● Semua anggota firma bertindak sebagai pemilik perusahaan yang harus aktif
mengelola usaha.
● Lebih mudah meminjam modal karena memiliki akta notaris.

Kekurangan Firma:

● Tanggung jawab tidak terbatas pada modal, namun termasuk harta pribadi.
● Jika ada anggota yang melakukan pelanggaran hukum, maka semua anggota firma
terkena akibatnya.
● Kerugian satu anggota akan ditanggung bersama.
● Hak milik perusahaan tidak dapat dipisahkan dari kekayaan pribadi.
● Jika firma bangkrut, harta pribadi dapat ikut tersita.
● Dapat menimbulkan perselisihan jika pembagian keuntungan tidak adil.

G. PERBEDAAN FIRMA DAN PERUSAHAAN


Perbedaan Firma dan PT

Firma Perseroan Terbatas (PT)

Bentuk Perusahaan Bukan Berbadan Hukum Berbadan Hukum


Kepengurusan Bisnis Hanya terdapat sekutu (anggota) Minimal 2 yang terdiri dari seorang
aktif (Komplementer) Direksi dan seorang Komisaris, kecuali
untuk Perseroan Terbuka wajib memiliki
paling sedikit 2 orang anggota Direksi.

Penamaan Usaha Firma adalah usaha di bawah satu Pemakaian Nama Perseroan Terbatas
nama bersama tidak boleh sama atau mirip dengan nama
PT yang sudah ada dan berdiri di wilayah
Republik.

Perbedaan Firma dan CV

Firma Perseroan Komanditer (CV)

Penamaan Usaha Firma adalah usaha di bawah satu Bebas menentukan nama apa yang
nama bersama cocok untuk digunakan oleh badan
usahanya

Kepengurusan Bisnis Hanya terdapat sekutu aktif Memiliki 2 sekutu, yaitu sekutu
(Komplementer) aktif dan sekutu pasif

Tanggung Jawab Hukum Bertanggung jawab secara tanggung Terdapat 2 (dua) sekutu, maka
renteng (bersama-sama) pertanggungjawabannya berbeda

H. PROSES PEMBUBARAN FIRMA


Proses Pembubaran
Pembubaran Persekutuan Firma diatur dalam ketentuan Pasal 1646 sampai
dengan Pasal 1652 KUHPerdata dan Pasal 31 sampai dengan Pasal 35 KUHD. Pasal
1646 KUHPerdata menyebutkan bahwa ada 5 hal yang menyebabkan Persekutuan Firma
berakhir, yaitu:
1. Jangka waktu firma telah berakhir sesuai yang telah ditentukan dalam akta pendirian;
2. Adanya pengunduran diri dari sekutunya atau pemberhentian sekutunya;
3. Musnahnya barang atau telah selesainya usaha yang dijalankan persekutuan firma;
4. Adanya kehendak dari seorang atau beberapa orang sekutu;
5. Salah seorang sekutu meninggal dunia atau berada di bawah pengampuan atau
dinyatakan pailit.

Anda mungkin juga menyukai