Anda di halaman 1dari 21

PENGAMATAN FAKTOR FISIK DAN KIMIA PADA LAHAN BASAH DI

JAKABARING KOTA PALEMBANG

Nadia Nailis1, Riany Roudho2, Selvi Damaiyanti3


Program Studi Biologi Fakultas Sains Dan Teknologi
Universitas Islam Negeri (UIN)Raden fatah Palembang
Jln. Prof. K. H. Zainal Abidin Fikri No1 AKM 3,5 Palembang 30124, Indonesia
Telp 0822853505731, 0821810349432, 089937313223, Email
Nadiianailis@gmail.com1, rianyroudho00@gmail.com2,
damaiyantiselvi31@gmail.com3

ABSTRACT

Practicum was conducted to determine the physical and chemical factors on tidal
land in Jakabaring. This research was carried out on Thursday-Friday 17-18 June
2021, carried out in the field and laboratory of UIN Raden Fatah Palembang.
Parameters analyzed in this study were horizon layer, pH, soil temperature, soil
morphological characteristics (soil structure, soil texture, soil size, soil shape), soil
moisture content test and soil porosity test and soil color. The soil used in this
study is rice field land, classified as clay soil because of its smooth texture. The
horizon layer on the soil has two layers, the first is the tillage layer (Apg). A thin
oxidized layer (1–2 mm), on the soil surface directly below the puddle. The
second is the Apg2 layer, the reduced layer below the oxidation layer called
reversal gley, inverted gley and surface pseudo gley. The soil pH is 4.77 and the
temperature is 32.3℃. Generally, paddy soils have a pH close to neutral, but in
this case the pH is lower due to oxidation. Then in the calculation of porosity at 3
repetitions of 62%, 65% and 54%, the soil material is fine grained.
Keywords: Soil, Soil Profile, Horizon Layer, Porosity, Color

ABSTRAK

Pratikum dilakukan untuk mengetahui faktor fisik dan kimia pada lahan pasang
surut di Jakabaring. Penelitian ini dilaksanakan pada hari kamis-jumat tanggal 17-
18 Juni 2021, di laksanakan di lapangan dan laboratorium UIN Raden Fatah
Palembang. Parameter yang dianalisa pada penelitian ini yaitu lapisan horizon,
pH, suhu tanah, karakteristik morfologi tanah (struktur tanah, tekstur tanah,
ukuran tanah, bentuk tanah), uji kadar air tanah dan uji porositas tanah serta warna
tanah. Tanah yang digunakan pada penelitian adalah lahan tanah wilayah
persawahan, tergolong kedalam tanah lempung karena teksturnya yang halus.
Lapisan horizon pada tanah tersebut ada dua lapisan, pertama lapisan olah (Apg)
Lapisan tipis teroksidasi (1–2 mm), di permukaan tanah langsung di bawah air
genangan. Kedua yaitu lapisan Apg2, Lapisan tereduksi di bawah lapisan oksidasi

1
yang disebut reversal gley, inverted gley dan surface pseudo gley. pH tanah yaitu
4,77 dan suhu 32,3℃. Umumnya tanah sawah memiliki pH mendekati netral,
namun dalam hal ini pH lebih rendah karena oksidasi. Lalu pada perhitungan
porositas pada 3 pengulangan 62%, 65% dan 54% maka material tanah berbutir
halus.

Kata kunci: Tanah, Profil Tanah, Lapisan Horizon, Porositas, Warna

PENDAHULUAN O-A-E-B-C-R. Empat lapisan


Tanah sebagai material yang teratas yang masih di pengaruhi
terdiri agregat (butiran) mineral- cuaca disebut solum tanah. Horizon
mineral padat yang tidak O-A disebut horizon tanah atas dan
tersementasi (terikat secara kimia) horizon E-B disebut lapisan tanah
satu sama lain dan dari bahan-bahan bawah (Hanafiah, 2014).
organik yang telah melapuk (yang Pada saat menggali lubang
berpartikel padat) disertai dengan pada tanah, maka kita dapat melihat
zat cair dan gas yang mengisi ruang- dengan teliti pada masing-masing
ruang kosong diantara partikel- sisi lubang tersebut, lalu terlihat
partikel padat. Tanah adalah lapisan-lapisan tanah yang memliki
akumulasi partikel mineral yang sifat fisik yang berbeda-beda. Di
tidak mempunyai atau lemah ikatan lapisan tanah tersebut ditemukan
antara partikelnya, yang terbentuk lapisan pasir berselang-seling
karena pelapukan batuan. Ikatan dengan lapisan clay, lempung atau
yang lemah antara partikel - partikel debu, sedang di tempat lain
tanah disebabkan oleh pengaruh ditemukan tanah yang semuanya
karbonat atau oksida yang terdiri dari clay, lalu di lapisan
tersenyawa di antara partikel – bawah berwarna kelabu dengan
partikel tersebut atau dapat juga bercak-bercak merah, di bagian
disebabkan oleh adanya material tengah berwarna merah, dan lapisan
organik (Udiana, 2016 ). atasnya berwarna kehitam-hitaman
Profil tanah merupakan irisan (Yuliprianto, 2010).
vertikal tanah dari lapisan paling Profil tanah yaitu urutan-
atas ke batuan induk tanah, yang urutan horizon tanah, ialah lapisan-
biasanya terdiri dari horizon-horizon lapisan tanah yang sejajar dengan

2
permukaan tanah. Profil tanah tanah pasir, lempung dan
dipelajari dengan cara mengenali tanah liat. Tekstur tanah
tanah dengan lubang vertikal ke yang baik adalah tanah
lapisan paling bawah. Warna, lempung dengan
tekstur, ketebalan horizon dan perbandingan antara pasir,
kedalaman solum, sifat perakaran debu dan tanah liat harus
atau konkresi merupakan sifat-sifat sama, sehingga tanah tidak
penting tanah yang selanjutnya terlalu lepas dan tidak
menjadi parameter pengukuran terlalu lekat. Berdasarkan
profil tanah (Rajput, 2020). teksturnya maka tanah
A. Sifat Tanah digolongkan menjadi:
Di permukaan bumi ini, Tanah bertekstur kasar atau
ada berbagai jenis tanah yang tanah berpasir berarti tanah
bisa ditemukan. Masing-masing yang mengandung minimal
tanah yang terletak di tempat- 70% pasir atau bertekstur
tempat yang berbeda ini juga pasir atau pasir berlempung.
memiliki sifat sifat yang berbeda Tanah bertekstur halus atau
satu sama lain. Sifat sifat tanah tanah berclay berarti tanah
ini dibedakan dalam beberapa yang mengandung minimal
golongan, yakni sifat fisik tanah 37,5% clay atau bertekstur
dan sifat kimia tanah clay, clay berdebu atau clay
(Astiningrum, 2018). berpasir. Tanah bertekstur
Menurut (Robbani, 2016), sedang terdiri dari tanah
ada beberapa sifat fisik tanah bertekstur sedang tetapi
antara lain: agak kasar. Tanah bertekstur
1. Sifat fisik Tanah sedang meliputi yang
a. Tekstur, yang dimaksud bertekstur lempung berpasir
dengan tekstur tanah yaitu sangat halus dan lempung,
besar kecilnya butiran- lempung berdebu. Tanah
butiran tanah, dimana bertekstur sedang tetapi
tekstur ini dapat kita agak halus.
bedakan jadi tiga kelas yaitu b. Struktur tanah adalah

3
penyusun antar partikel dalam perkecambahan dan
tanah primer dan bahan pertumbuhan tanaman
organik serta oksida, tingkat tinggi, aktivitas
membentuk agregat organisme tanah, pelapukan,
sekunder. Tanah dikatakan dekomposisi dan
memiliki struktur lepas humufikasi bahan organik,
butir, bila butir-butir tanah struktur, air tanah dan udara
letaknya berderai atau tanah. Kehilangan panas
terlepas satu sama lainnya, terjadi melalui radiasi
sedangkan tanah berstruktur permukaan tanah.
remah bila butir-butir tanah Kehilangan ini tergantung
berkumpul membentuk pada musim panas, siang
semacam kerak roti. Dan hari, warna tanah dan
struktur remah merupakan kandungan lengas.
struktru tanah yang paling e. Warna Tanah, Warnah tanah
baik untuk dijadikan sebagai merupakan salasatu ciri
tanah pertanian. Tanah yang tanah yang jelas dan paling
berstruktur gumpal ditandai menonjol sehingga muda
dengan butir-butir tanah terlihat dan sering
melekat sangat rapat satu digunakan dalam
sama lain (Susanto, 2005). memerikan dari pada ciri
c. Konsistensi Tanah, tanah lain, kususnya orang
merupakan ketahanan tanah awam. Warna tanah tidak
terhadap tekanan gaya-gaya secara langsung
dari luar, yang merupakan mempengaruhi
indikator derajat manifestasi pertumbuhan tanaman,
kekuatan dan corak gaya- tetapi tak langsung melalui
gaya fisik yang bekerja pada daya pengaruhnya atas suhu
tanah selaras dengan tingkat dan legas tanah (Susanto,
kejenuhan airnya. 2015).
d. Temperatur Tanah, 2. Reaksi Tanah
mempunyai peranan penting Reaksi tanah diukur dan

4
ditulis dengan pH, sama dengan yang mencolok. Lapisan atas
–log [H+], berkisar antara top soil merupakan tanah yang
sampai mol/liter. Makin tinggi relatif subur dibandingkan
konsentrasi ion H, makin subsoil karena banyak
rendah pH tanah dan makin mengandung bahan organik dan
asam reaksi tanah. Pada biasanya merupakan lapisan
umumnya keasaman tanah olah tanah bagi pertanian yang
dibedakan atas asam, netral dan memungkinkan dapat terjadi
basah. Ion dihasilkan oleh keberhasilan usaha penanaman
kelompok organik yang diatasnya (Foth, 1999).
dibedakan atas: kelompok Dalam faktor pembentukan
karboksil R-COOH dan tanah,dibedakan atas dua
kelompok fenol R-OH , hidrat , golongan yaitu faktor
oksidasi senyawa suatu pembentuk tanah secara pasif
penggunaan pupuk yang dan faktor pembentuk tanah
bereaksi asam (Susanto, 2005). secara aktif. Faktor pembentuk
3. Faktor Pembentuk Tanah tanah secara pasif adalah
Lapisan-lapisan pembentuk- bagian-bagian yang menjadi
an tanah ditentukan pada sumber massa dan keadaan
ketebalan solum tanah yang mempengaruhi massa
(medium bagi pertumbuhan yang meliputi bahan
tanaman) yang diukur induk,topografi dan waktu atau
ketebalannya mulai dari lapisan umur. Sedangkan faktor
batu-batuan sampai pembentuk tanah secara aktif
kepermukaan tanah. Setelah adalah faktor yang
diketahui solum tanah itu menghasilkan energi yang
kemudian ditentukan pada bekerja pada massa tanah yaitu
ketebalan solum tanah itu iklim dan makhluk hidup (Foth,
kemudian ditentukan tebalnya 1999).
lapisan atas tanah dan lapisan 4. Bahan Induk
bawahnya satu sama lainnya Bahan induk adalah
akan menunjukkan perbedaan batuan yang padu dan tak padu

5
yang mengandung mineral dan perpindahan tanah yang
terdapat dipermukaan bumi. diakibatkan oleh erosi,
Sedikit tanah yang berkembang mengarahkan gerakan bahan-
secara langsung dari batuan di bahan dalam suspensi atau
bawahnya. Kebanyakan tanah larutan dari daerah yang satu ke
berkembang dari bahan-bahan daerah yang lain (Foth, 1999).
dari tempat lain. Oleh karena 6. Waktu
batuan tersusun atas mineral- Periode pembentukan
mineral yang beragam serta akan menentukan jenis dan sifat
berbeda ketahanannya terhadap tanah yang terbentuk disuatu
pelapukan, maka mineralogi kawasan, karena waktu
bahan induk sangat berpengaruh memberikan kesempatan
atas laju perkembangan tanah, kepada empat faktor
tipe produk pelapukan, pebentukan tanah untuk
komposisi mineral dari tanah, mempengaruhi proses-proses
dan kesuburan kimia tanah. pembentukan tanah. Tahap awal
Konsolidasi dan ukuran partikel terjadi pencampuran bahan
bahan induk juga berpengaruh organik dan perubahan kimia
atas permeabilitas air (Susanto, dan mineralogi pada bahan
2005). induk, selanjutnya perubahan
5. Topografi kimia, mineralogi dan fisika
Topografi miring tanah, sehingga membentuk
mempergiat berbagai proses horison yang jelas, hingga dapat
erosi air, sehingga membatasi mencapai keadaan steady state,
kedalaman solum tanah. Ada yaitu keadaan tanah yang tidak
tiga cara topografi mengubah berubah dalam waktu yang
tanah yaitu mempengaruhi lama (Hanafiah, 2014).
jumlah presipitasi yang 7. Iklim
diabsorbsi dan ditahan dalam Iklim adalah rata-rata
tanah sehingga sangat cuaca semua energi untuk
mempengaruhi kelembaban, membentuk tanah datang dari
mempengaruhi kecepatan matahari berupa penghancuran

6
secara radio aktif yang tanah (Kartasapoetra, 2005).
menghasilkan gaya dan panas. 9. Faktor Pembentuk Tanah
Enegi matahari menyebabkan Lapisan-lapisan dari
terjadinya fotosintesis pembentukan tanah ditentukan
(asimilasi) pada tumbuhan dan pada ketebalan solum tanah
gerakan angin menyebabkan (medium bagi pertumbuhan
transfirasi dan evaporasi tanaman) yang diukur
(keduanya dapat disebut dengan ketebalannya mulai dari lapisan
evapotranspirasi). Akibat batu-batuan sampai
langsung dari gerakan angin kepermukaan tanah. Setelah
terhadap pembentukan tanah diketahui solum tanah itu
yaitu berupa erosi angin dan kemudian ditentukan pada
secara tidak langsung berupa ketebalan solum tanah itu
pemindahan panas. Komponen kemudian ditentukan tebalnya
iklim yang utama adalah curah lapisan atas tanah dan lapisan
hujan dan suhu (Hanafiah, bawahnya satu sama lainnya
2014). akan menunjukkan perbedaan
8. Organisme Hidup yang mencolok. Lapisan atas
Fungsi utama organisme top soil merupakan tanah yang
hidup adalah untuk relatif subur dibandingkan
menyediakan bahan organik subsoil karena banyak
bagi tanah. Humus akan mengandung bahan organik dan
menyediakan nutrien dan biasanya merupakan lapisan
membantu menahan air. olah tanah bagi pertanian yang
Diantara berbagai organisme memungkinkan dapat terjadi
vegetasi atau mikroflora keberhasilan usaha penanaman
merupakan yang paling diatasnya (Handayanto, 2009).
berperan penting dalam Dalam faktor-faktor dari
mempengaruhi proses pembentukan tanah, dibedakan
perkembangan tanah, karena menjadi kedalam dua golongan
merupakan sumber utama yaitu faktor pembentuk tanah
biomas atau bahan organik secara pasif dan faktor

7
pembentuk tanah secara aktif. analitik, Timbangan, Ayakan (20
Faktor pembentuk tanah secara mesh), pH meter, Pisau,
pasif adalah bagian-bagian yang Termometer, Gelas ukur, Beaker
menjadi sumber massa dan glass, Erlenmeyer, Pipet volume,
keadaan yang mempengaruhi Magnetic stirrer, Pengaduk
massa yang meliputi bahan magnetic, Stirer, Alu, Mortar,
induk,topografi dan waktu atau Spatula kaca kimia, Penggaris.
umur. Sedangkan faktor Sedangkan bahan yang digunakan
pembentuk tanah secara aktif yaitu Sample uji (tanah dan air
adalah faktor yang lahan basah), Alumunium foil,
menghasilkan energi yang H2SO4, K2Cr2O7, Aquades, Tisu.
bekerja pada massa tanah yaitu 3. Cara Kerja Pratikum
iklim dan makhluk hidup Adapun cara kerja pada
(Wirosoedarmo, 2010). praktikum kali ini yaitu:
1. Cara kerja lapisan horizon
BAHAN DAN METODE a. Membuat lubang
1.Tempat dan Waktu penampang dengan cangkul
Adapun Penelitian pada sampai lubang pinggiran
Pengelolaan Lahan Pasang Surut rata agar mudah melihat
dan Lahan Gambut mengenai horison-horison tanahnya.
analisis faktor fisik dan kimia b. Melihat horison-horison
pada lahan pasang surut di tanah dan ditandai
Jakabaring. Penelitian ini menggunakan lidi untuk
dilaksanakan pada hari kamis- mempermudah pengamatan
jumat tanggal 17-18 Juni 2021, di dan mempermudah
laksanakan di lapangan dan pengukuran.
laboratorium UIN Raden Fatah c. Horison-horison yang sudah
Palembang. ditandai kemudian diamati
2. Alat dan Bahan dengan variable nama
Peralatan yang digunakan horizon, struktur tanah,
untuk praktikum ini yaitu tekstur tanah, konsistensi
Meteran, Big Oven, Timbangan kering, konsistensi basah,

8
warna, pH tanah dan suhu c. Memasukkan tanah
tanah. kedalam big oven selama
d. Untuk mengamati tekstur, 24 jam dengan suhu 80℃.
diambil sebogkah tanah lalu d. Menimbang berat kering
dibasahi dengan air hingga tanah.
dapat ditekam, lalu pijat atau e. Menghitung kadar air
raba agar merasakan besar tanah dengan rumus.
halusnya tanah. 1. Cara kerja porositas tanah
e. Untuk mengamati struktur, a. Menyiapkan Alat dan
diambil sebongkah tanah, Bahan.
kemudian dipecah dengan b. Memasukkan contoh
menekannya dnegan ibu jari, tanah biasa kedalam
pecahan tanah yang mortar.
terbentuk secara alami c. Menumbuk tanah di
menjadi agregat mikro yang dalam mortar
merupakan kelas struktur menggunakan alu hingga
tanah. halus dan agak halus.
f. Untuk mengetahui pH dan d. Melakukan pengayakan
suhu tanah menggunakan pH tanah dengan
meter dan thermometer, menggunakan ayakan 20
ambilah sample uji (tanah mesh.
dan air lahan basah) e. Membedakan tanah yang
kemudian homogenkan dan lolos ayakan.
tunggu tanah mengendap ke f. Menimbang tanah yang
bawah lalu lihat pH dan suhu sudah di ayak.
tanah dengan pH meter. g. Menghitung porositas
2. Cara kerja kadar air tanah tanah dengan
a. Menyiapkan Alat dan menggunakan rumus.
Bahan. 2. Uji warna dan kekeruhan
b. Menimbang tanah berat tanah.
basah tanah. a. Menimbang 0,5 gram
keduasampeltanah yang

9
telahdihaluskankedalamlab
uerlenmeyer 250 ml
b. Pipet tepat 5 ml K2Cr2O7 1
N dan menuangkan
kedalam labu erlenmeyer,
campur dengan
menghomogenkan.
c. Menambahkan 2,5 ml
H2SO4 pekat dan
mengaduk sampai rata.
d. Mengendapkan campuran
dalam labu selama 30
menit.
e. Menambahkan 200 ml
aquadest kedalam labu
erlenmeyer
f. Mengamati perubahan
larutan tiap sampel.

10
HASIL
Tabel 1. Lapisan Horizon pada Lahan Basah di Jakabaring
No Lapisan I II
1. Nama Horizon Lapisan olah (Apg) Lapisan olah (Apg 2)

Tabel 2. pH, dan Suhu Tanah pada Lahan Basah di Jakabaring


No pH Suhu
1. 4,77 32,3 ℃

Tabel 3. Karakteristik Morfologi Tanah pada Lahan Basah di Jakabaring


No Karakteristik Tanah
Konsistensi Kering Konsistensi Basah
1. a. Ukuran sangat halus a. Tekstur lempung liat berpasir
b. Struktur bentuk bulat (granular) b. Struktur tanah Granular
c. Konsistensi sedikit tekan lepas- c. Konsistensi : kelekatan (lekat),
lepas plastisitas (plastis)

Tabel 4. Uji Kadar Air Tanah pada Lahan Basah di Jakabaring


No Nama Massa Sampel Uji (Tanah Lahan Basah) Hasil
Berat Basah (BB) Berat Kering (BK)
1. Sampel 1 167 gram 93 gram 80 %
2. Sampel 2 131 gram 67 gram 96%
3. Sampel 3 127 gram 70 gram 81%

Perhitungan Uji Kadar Air Tanah pada Lahan Basah di Jakabaring


1. Perhitungan pada sampel 1.
Diketahui : BB : 167 gram
BK : 93 gram
Ditanya : Kadar Air Tanah?

11
Jawab:
Kadar Air Tanah = BB – BK 100%
BK
= 167 – 93 100%
93
= 80 %

2. Perhitungan pada sampel 2.


Diketahui : BB : 131 gram
BK : 67 gram
Ditanya : Kadar Air Tanah?

Jawab:
Kadar Air Tanah = BB – BK 100%
BK
= 131 – 67 100%
67
= 96 %

3. Perhitungan pada sampel 3.


Diketahui : BB : 127 gram
BK : 70 gram
Ditanya : Kadar Air Tanah?

Jawab:
Kadar Air Tanah = BB – BK 100%
BK
= 127 – 70 100%
70
= 80 %

12
Tabel 5. Uji Porositas Tanah pada Lahan Basah di Jakabaring
No Nama Diameter Massa Sampel Uji (Tanah Hasil
Lahan Basah)
BB Vb Vp
1 Sampel 1 3 cm 60 g 32 g 20 g 62%
2 Sampel 2 3 cm 60 g 31 g 20 g 65%
3 Sampel 3 3 cm 65 g 35 g 19 g 54%

Keterangan: Vp : Volume Rongga


Vb : Volume Total
ϴ : Porositas Tanah

Perhitungan Uji Porositas Tanah pada Lahan Basah di Jakabaring


1. Perhitungan pada sampel 1.
Diketahui : Vp : 20 gram
Vb : 32 gram
Ditanya : ϴ?
Jawab: ϴ = Vp 100% = 20 100% = 62 %
Vb 32

2. Perhitungan pada sampel 2.


Diketahui : Vp : 20 gram
Vb : 31 gram
Ditanya : ϴ?
Jawab: ϴ = Vp 100% = 20 100% = 65 %
Vb 31
3. Perhitungan pada sampel 3.
Diketahui : Vp : 19 gram
Vb : 35 gram
Ditanya : ϴ?
Jawab: ϴ = Vp 100% = 19 100% = 54 %
Vb 35

13
PEMBAHASAN tipis teroksidasi (1–2 mm), di
Penelitian ini menggunakan permukaan tanah langsung di bawah
tanah lahan basah yang di ambil dari air genangan. Beberapa penulis
wilayah Jakabaring, Kota menyebutkan tebal lapisan
Palembang. Tanah yang digunakan teroksidasi ini, antara 0,5–10 mm,
pada penelitian adalah lahan tanah atau 2-20 mm, tergantung dari
yang berada pada wilayah jumlah O2 yang terlarut dalam air
persawahan, tanah tersebut genangan, kapasitas mereduksi
tergolong kedalam tanah lempung tanah (kadar C-organik tanah),
karena teksturnya yang halus. perkolasi air dan aktivitas fauna
Menurut tanah lempung merupakan tanah dan fauna air. Kedua yaitu
tanah yang memiliki ukuran lapisan Apg2, Lapisan tereduksi di
mikronis sampai dengan bawah lapisan oksidasi yang disebut
submikronis yang berasalidari “reversal gley” “inverted gley”
pelapukan unsur-unsur kimiawi “surface pseudo gley”. Tingkat
penyusunybatuan. Menurut (Imam, gleisasi tergantung lamanya
2019), tanah lempung sangat keras penggenangan dan tekstur tanah.
dalam keadaan kering. Permeabilitas Semakin lama digenangi dan
lempung sangat rendah sehingga semakin halus tekstur tanah,
tanah lempung bersifat plastis. Sifat- semakin tinggi gleisasi.
sifat daritanah lempung pada Kemudian pada tabel 2.
umumnya terdiri dari ukuran butir menampilkan pH dan suhu pada
halus (kurang dari 0,002 mm), lahan basah dilapangan penelitian,
permeabillitas rendah, kenaikan aiir didapatlah pH tanah yaitu 4,77 dan
kapiler tinggi, sangat kohesif, kadar suhu 32,3℃. Umumnya tanah
kembang susut tinggi dan proses sawah memiliki pH mendekati
konsolidasi lambat. netral, namun dalam hal ini pH lebih
Pengujian pertama pada rendah karena terjadinya oksidasi
tanah lahan basah ini melihat lapisan karena pengeringan sehingga adanya
horizon. Berdasarkan pada tabel 1 di ion H+ yang meningkatkan
dapat hasil yaitu ada dua lapisan, kemasaman tanah. (Sarifuddin, 2013
pertama lapisan olah (Apg) Lapisan ) menjelaskan bahwa Senyawa pyrit

14
FeS2 yang stabil ada lahan rawa dalam suatu massa tanah atau
karena penggenangan (kondisi menunjuk pada ketahanannya
reduksi), dapat membebaskan terhadap pemisahan atau perubahan
banyak ion H+ jika teroksidasi oleh bentuk (Udiana, 2016 ).
tindakan pengeringan dalam Pada tabel 4 yaitu uji kadar
reklamasi lahan. air tanah penelitian ini
Pada tabel 3 yaitu menggunakan tanah lempung yang
karakterstik morfologi tanah lahan di ambil dari daerah Jakabaring.
basah di Jakabaring dengan Pengujian tanah lempung untuk
konsistensi kering yaitu ukuran kadar air tanah, berat spesifik, batas-
sangat halus, sruktur bentuk bulat batas konsistensi, dan analisa
(granular) dan konsistensi sedikit saringan disajikan dalam penelitian
tekan lepas-lepas. Kemudian ini dilakukan tiga kali pengulangan,
konsistensi basah yaitu tekstur pada sampel 1 tanah tersebut
lempung liat berpasir, struk tanah memilki kadar air tanah sebesar
granular dan konsistensi kelekatan 80%, lalu pada sampel 2 didapat
(lekat) plastisitas (plastis). hasil sebesar 96% dan pada sampel
Penelitian ini menunjukkan bahwa 3 hasilnya yaitu 82%.
konsistensi tanah dilokasi penelitian Lalu selanjutnya tabel 5.
adalah konsistensi lekat dengan peneliti melakukan pengamatan
plastisitas adalah plastis. Hal ini tentang uji porositas tanah dengan
dimungkinkan karena pada tanah tiga pengulang, penelitian dilakukan
mengandung fraksi lempung. dilahan basah di Jakabaring, Kota
Konsistensi tanah adalah Palembang, klasifikasi
derajat kohesi dan adhesi diantara menggunakan USCS dengan ayakan
partikel-partikel tanah dan No.20 mesh. Pada perhitungan pada
ketahanan massa tanah terhadap sampel 1 didapat hasil 62%, lalu
perubahan bentuk oleh tekanan pada sampel 2 didapat hasil
berbagai kekuatan yang perhitungan 65% dan pada sampel
mempengaruhinya. Istilah terakhir yaitu sampel 3 hasil
konsistensi tanah menunjuk pada persentase 54%. Apabila persentase
tarik menarik antar zarah tanah lebih dari 50% terhadap berat kering

15
tertinggal diatas saringan no.20 Erlenmeyer dan selanjutnya amati
mesh, material tersebut disebut perubahan larutan tiap sampel. Pada
sebagai material berbutir halus. pengujian ini juga menggunakan
Menurut (Yulfiah, 2018) porositas tiga pengujian, ketiga sampel
adalah persentase total pori dalam tersebut didapatlah hasil yaitu warna
tanah yang ditempati oleh air dan yang berwarna terang atau pucat
udara, dibandingkandengan volume warna tanah banyak dipengaruhi
total tanah. Pori tanah pada oleh bentuk dan banyaknya senyawa
umumnya ditempati udara untuk Fe dalam tanah. Hal ini sesuai
pori kasar,sementara pada pori kecil dengan pendapat (Hanafiah, 2014)
akan ditempati air. Adapun faktor yang menyatakan bahwa tanah yang
yang mempengaruhi nilai porositas berwarna gelap berarti mengandung
adalah ukuran butiran dan berat bahan organik sedangkan tanah
jenis tanah. Jumlah ruang pori akan yang berwarna terang atau pucat
dipengaruhi oleh susunan butir berbahan organik rendah.
padat. Warna merupakan salah satu
Pengamatan terakhir yaitu sifat fisik tanah yang lebih banyak
mengamati perubahan warna, proses digunakan untuk pendeskripsian
ini dengan cara mengambil sampel karakter tanah, karena tidak
tanah sebanyak 0,5 mg, lalu di mempunyai efek langsung terhadap
tuangkan kedalam beaker glass dan tanaman tetapi secara tidak langsung
Erlenmeyer, kemudian pipetlah berpengaruh lewat dampaknya
tepat 5 ml K2Cr2O7 1 N dan terhadap temperatur dan
menuangkan kedalam labu kelembaban tanah (Gusli, 2015).
erlenmeyer, campur dan .
menghomogenkan. Setelah itu pipet KESIMPULAN
2,5 ml H2SO4 pekat dan mengaduk Pada praktikum ini dapat
sampai rata, mengendapkan disimpulkan bahwa faktor fisik
campuran dalam beaker glass dan kimia tanah lahan basah daerah
Erlenmeyer selama 30 menit. Jakabaring kota Palembang tanah
Kemudian tambahkan 200 ml tersebut tergolong kedalam tanah
aquadest kedalam beaker glass dan lempung karena teksturnya yang

16
halus, mempunyai 2 lapisan yaitu dipengaruhi oleh bentuk dan
lapisa Apg dan Apg2, menampilkan banyaknya senyawa Fe dalam tanah.
pH dan suhu pada lahan basah Untuk tanah yang berwarna gelap
dilapangan penelitian, didapatlah pH berarti mengandung bahan organik
tanah yaitu 4,77 dan suhu 32,3℃. sedangkan tanah yang berwarna
Penelitian ini menunjukkan bahwa terang atau pucat berbahan organik
konsistensi tanah dilokasi penelitian rendah.
adalah konsistensi lekat dengan
plastisitas adalah plastis. Hal ini DAFTAR PUSTAKA
dimungkinkan karena pada tanah Astiningrum, M. (2018).
mengandung fraksi lempung. Pengembangan Aplikasi
Munsell Soil Color Detection
Pengujian tanah lempung untuk Chart Index Menggunakan
kadar air tanah, berat spesifik, batas- Metode Support Vector
Machine. Jurnal Informatika
batas konsistensi, dan analisa Polinema , Vol. 4 ISSN 2407-
saringan disajikan dalam penelitian 070X.

ini dilakukan tiga kali pengulangan, Foth. (1999). Fundamental of soils


science. New York: fifth
pada sampel 1 tanah tersebut Ed.John.waley & soil.
memilki kadar air tanah sebesar
Gusli, S. (2015). Penuntun
80%, lalu pada sampel 2 didapat Praktikum Dasar-dasar Ilmu
hasil sebesar 96% dan pada sampel tanah. Makassar: Fakultas
Pertanian Universitas
3 hasilnya yaitu 82%. Untuk Hasanuddin Makassar.
penelitian porositas klasifikasi Hanafiah, K. A. (2014). Dasar-dasar
menggunakan USCS dengan ayakan Ilmu Tanah. Jakarta: Rajawali
Pers.
No.20 mesh. Pada perhitungan pada
Handayanto. (2009). Biologi Tanah,
sampel 1 didapat hasil 62%, lalu
Landasan Pengelolaan Tanah
pada sampel 2 didapat hasil Sehat. Yogyakarta: Pustaka
Adipura.
perhitungan 65% dan pada sampel
terakhir yaitu sampel 3 hasil Imam, M. A. (2019). Pengaruh
Kadar Air Dilapangan Dan
persentase 54%. Untuk ketiga Ratio Air – Fly Ash Terhadap
sampel tersebut didapatlah hasil Kekuatan Dan Pengembangan
Tanah Ekspansif Untuk
yaitu warna yang berwarna terang Metode Dsm (Deep Soil
atau pucat warna tanah banyak Mixing). Jurnal Penelitian ,
Vol 3 No 9.

17
Kartasapoetra, S. d. (2005). Susanto, R. (2005). Dasar-Dasar
Pengantar Ilmu Tanah Ilmu Tanah Konsep dan
Terbentuknya Tanah dan Kenyata. Yogyakarta:
Tanah Pertanian. Jakarta: Kanisius.
Rineka Cipta.
Udiana, T. M. (2016 ). Perbandingan
Rajput, V. D. (2020). Soil Science Pengukuran Kadar Air Tanah
and Agroclimatology. Jurnal STJSSA Lempung Menggunakan
, 17, 15 . Metode Gravimetry Dan
Metode Gypsum Block
Robbani, I. H. (2016). Aplikasi Berdasarkan Variasi
Mobile Scotect: Aplikasi Kedalaman. Jurnal Teknik Sipil
Deteksi Warna Tanah dengan , Vol. V No. 2.
Teknologi Citra Digital pada
Wirosoedarmo, R. (2010). Drainase
Android. JTIIK , vol. 3 No.1
Pertanian. Malang: UB-Press.
pp.19-26.
Yulfiah, N. K. (2018). Hubungan
Sarifuddin, J. J. (2013 ). Kajian Sifat
Porositas Dengan Sifat Fisik
Kimia Tanah Sawah Dengan
Tanah Pada Infiltration Gallery
Pola Pertanaman Padi
Maritha . Jurnal Penelitian ,
Semangka Di Desa Air Hitam
No 1 Vol 3.
Kecamatan Lima Puluh
Kabupaten Batubara . Jurnal Yuliprianto, H. (2010). Biologi
Online Agroekoteknologi , Tanah dan Strategi
Vol.1, No.4 ISSN No. 2337- Pengelolaanya. Yogyakarta:
6597 . Graha Ilmu.

18
LAMPIRAN

Lokasi lahan basah dipersawahan

Pengambilang sample tanah Pengukuran ph dan suhu tanah

Penimbangan berat basah tanah Penimbangan berat kering tanah

19
Pengukuran tinggi tanah Pemanasan sample dengan big oven

Penghalusan sample tanah Pengayakan sample tanah

Penimbangan sample tanah yang


sudah halus

Larutan K2Cr2O7

20
Sample tanah setelah diberi Warna dan kekeruhan pada sample
larutan tanah

Pengambilan sample tanah di lapangan

21