Anda di halaman 1dari 19

IZIN PENYELENGGARAAN DAN AKREDITASI INSTITUSI

PERGURUAN TINGGI DAN PRODI

– Surat Edaran Dirjen Dikti No. 194/E.E3/AK/2014 Tanggal 25 Februari 2014 tentang Izin


Penyelenggaraan dan Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi
– Surat Edaran Dirjen Dikti No.160/E/AK/2013 tentang Izin Penyelenggaraan dan Akreditasi
Program Studi
– Surat Edaran Direktur Kelembagaan dan Kerjasama Dikti no. 1897/E2.3/T/2013 tentang Izin
Penyelenggaraan dan Akreditasi Program Studi
– Surat Edaran Ketua BAN-PT No. 5447/BAN-PT/AK/2013 tanggal 2 Agustus 2013 tentang Ijin
Penyelenggaraan dan Akreditasi Program Studi
Penjelasan:
Kutipan dari Surat Dirjen Dikti  Nomor: 160/E/AK/2013 tanggal 1 Maret 2013
1. Berdasarkan Pasal 97 huruf a UU No. 12 Tahun 2012, izin pendirian Perguruan Tinggi
dan izin penyelenggaraan Program Studi yang sudah diterbitkan sebelum tanggal 10
Agustus 2012 dinyatakan tetap berlaku;
2. Berhubung izin penyelenggaraan program studi sebagaimana dimaksud pada angka
1 telah dinyatakan tetap berlaku, maka berdasarkan Pasal 33 ayat (3) dan ayat (5) UU No. 12
Tahun 2012, perguruan tinggi/badan penyelenggara yang telah memperoleh izin
penyelenggaraan program studi sebelum tanggal 10 Agustus 2012 sebagaimana dimaksud
pada angka 1 dan program studi tersebut belum terakreditasi dinyatakan terakreditasi C sampai
dengan 6 (enam) bulan terhitung mulai tanggal surat edaran ini diterbitkan;
3. Dalam rentang waktu 6 (enam) bulan sebagaimana dimaksud pada angka 2,
perguruan tinggi penyelenggara program studi tersebut wajib mengajukan permohonan
akreditasi ulang program studi tersebut ke Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi
(BAN-PT);

4. Setelah waktu 6 (enam) bulan sebagaimana dimaksud pada angka 3 terlampaui,


tetapi perguruan tinggi tidak mengajukan permohonan akreditasi ulang program studi ke
BAN-PT, izin program studi dicabut dan program studi tersebut dinyatakan tidak sah;

5. Perguruan tinggi penyelenggara program studi yang telah mengajukan permohonan


akreditasi ulang program studi ke BAN-PT dalam rentang waktu 6 (enam) bulan sebagaimana
dimaksud pada angka 3, tetapi akreditasinya belum ditetapkan oleh BAN-PT, maka status
akreditasi program studi tersebut tetap berlaku sampai hasil akreditasi diterbitkan;

Beberapa diskusi di milis evaluasi :


— In evaluasi-ps-dikti@yahoogroups.com, xxxx wrote:
>
> Yth Rekan-Rekan Milis…
> Saya benar-benar merasa ANEH dengan surat edaran Dirjen Dikti ini, Apa boleh Surat
Edaran seorang selevel Dirjen Dikti mengatur tata laksana dari sebuah Undang-Undang ??
Padahal Petunjuk Pelaksana sebuah UU haruslah dalam bentuk Peraturan Pemerintah yang
dikeluarkan Presiden. Bisa dibawa Uji Materil di MK ini.
> Dan juga ada point-point yg membingungkan.
> 1. Apa maksud bahwa Ijin Operasional yang keluar sebelum tgl 10 Agustus 2012 “Dianggap
Berlaku” ??? Apa berarti Ijin setelah tgl 10 Sept 2012 dinyatakan “TIDAK BERLAKU”.
> 2. Kenapa “HANYA” Ijin Operasional yang keluar sebelum 10 Agustus 2012 sebagaimana
dimaksud pada angka 1 dan program studi tersebut belum terakreditasi dinyatakan
terakreditasi C, Bagaimana dengan Ijin Operasional yang keluar setelah 10 Agustus 2012.
> 3. Surat Edaran ini sangat-sangat bertentangan dengan penuturan Dirjen Dikti diberbagai
media massa, termasuk yang dikirim via email mediacenter_diknas@… dibawah ini saya
copykan petikan dari pesan tersebut….
> Djoko menyampaikan, menurut UU Dikti, institusi
> atau prodi yang telah mendapatkan izin penyelenggaraan maka berakreditasi
> minimum C. Dengan demikian, kata dia, sudah dapat mengeluarkan ijazah.
Tanggapan :

Kepada: evaluasi-ps-dikti@yahoogroups.com
Dikirim: Rabu, 6 Maret 2013 22:45
Bls: Edaran Dirjen Dikti tentang Akreditasi Prodi
Tenang dik xxxx, kalo mau tunggu PP bisa sampai bertahun-tahun tak lahir, lagian surat
edaran ini sifatnya menjelaskan bukan membuat kebijakan yang bertentangan dengan UU
PT, Dirjen Dikti berwenang merumuskan (menjabarkan dan menjelaskan) kebijakan
pendidikan tinggi, dan tembusannya juga disampaikan ke Mendikbud, Menteri pada
Kementerian lain dan Ketua Lembaga Pemerintah yang terkait; Kepala BKN, Dirjen
Peraturan Perundang undangan, Kemkumham; Para Pejabat Eselon I di lingkungan
Kemdikbud; Ketua Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi; Para Direktur dan Sesditjen
di Lingkungan Ditjen Dikti; dan Para Atas Pendidikan di Luar Negeri.
Terus terang surat edaran Dirjen Dikti ini justru menjawab pertanyaan yang selama ini
belum bisa ditanggapi bahkan oleh team sosialisasi UU PT yaitu: bagaimana status
akreditasi prodi yang ijin penyelenggaranya keluar sebelum UU PT ditetapkan, yang
saat itu belum sempat lakukan akreditasi baik prodi baru maupun prodi lama yang sk
akreditasinya sudah habis masa atau belum pernah megajukan usulan
akreditasi ? (UU PT ditetapkan tgl 10 Agustus 2012), apa juga dianggap terakreditasi C ?
Coba perhatikan :
UU no. 12 Tahun 2012: Pendidikan Tinggi dan Penjelasan
Pasal 33
(3) Program Studi diselenggarakan atas izin Menteri setelah memenuhi persyaratan
minimum akreditasi.
(5) Program Studi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mendapatkan akreditasi pada saat
memperoleh izin penyelenggaraan.
Pasal 100
Undang-Undang ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
Itu sama dengan artinya Ijin Prodi yang terbit setelah tgl 10 Agustus 2012 harus yang
sudah memenuhi persyaratan minimum akreditasi yaitu C. Dengan kata lain surat edaran
ini hanya menjelaskan nasib prodi belum terakreditasi yang ijinnya sudah terbit SEBELUM 10
Agustus 2012, yang terbit SETELAH 10 Agustus 2012 tentu tak perlu dijelaskan lagi
karena UU PT pasal 33 sudah menjelasakannya
Edaran Dirjen Dikti  ini lahir berhubung ada yang perlu diklarifikasi, karena di pasal 97
UU PT menetapkan ijin pendirian PT dan Prodi yang sudah diterbitkan sebelum lahir UU PT
tetap berlaku, sementara Pasal 33 (3) dan (5) menjelaskan bahwa ijin hanya diberikan pada
prodi yang sudah memenuhi persyaratan akreditasi minimum yaitu terakreditasi C. Apakah
mereka ini semua sudah memenuhi persyaratan akreditasi minimum ? kan belum tentu !
Pasal 97
Pada saat Undang-Undang ini mulai berlaku:
a. izin pendirian Perguruan Tinggi dan izin penyelenggaraan Program Studi yang sudah
diterbitkan dinyatakan tetap berlaku.
Agar tidak terjadi kesimpang-siuran dalam penafsiran pasal UU tentang akreditasi prodi
yang beresiko merugikan para lulusan, Dirjen Dikti memberi waktu selama 6
bulan (terhitung tgl edaran ini: 1 Maret 2013) kepada prodi yang sudah peroleh ijin
sebelum UU PT lahir, agar pergunakan kurun waktu 6 bulan ini untuk persiapkan pengajuan
akeditasi BAN-PT (bagi yang sudah sempat laksanakan pengajuan akreditasi sebelum surat
edaran Dirjen Dikti ini diedarkan atau yang sk akreditasi prodinya belum habis masa laku
tentu tak perlu ulang lagi pengajuannya), butir terakhir menjelaskan kalo permohonan
akreditasi sudah diajukan namun hasil akreditasinya belum ditetapkan oleh BAN-PT,
maka status akreditasi program studi tersebut tetap berlaku mengikuti peringkat
sebelumnya sampai hasil akreditasi diterbitkan.
Mendikbud berwenang menetapkan juknis pelaksanaan UU dan PP bidang pendidikan,
sedangkan Dirjen Dikti sebagai bawahan langsung Mendikbud yang bertanggung jawab
pada Pendidikan tinggi berwenang merumuskan (menjabarkan dan menjelaskan ) kebijakan
yang berkaitan dengan pendidikan tinggi.
SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA DIREKTORAT PENDIDIKAN TINGGI

Permendikbud No.01 Tahun 2012  tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan

Pasal 425
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dipimpin oleh seorang Direktur Jenderal yang
berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.
Kedudukan
Pasal 427
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 426, Direktorat Jenderal
Pendidikan Tinggi menyelenggarakan fungsi:
a. perumusan kebijakan di bidang pendidikan tinggi;
…dst
Ok ya semoga cukup jelas dik,
mau lanjut search dan collect berita edukasi

salam, Fitri
— In evaluasi-ps-dikti@yahoogroups.com, xxxx wrote:
>
> Ibu, satu pertanyaan yg mungkin timbul, bagaimana dengan Prodi yg keluar ijinnya
setelah 10 Agustus 2012 ??? Apakah berlaku sistem Akreditasi yang sama ? (6 bulan setelah
surat edaran harus mengajukan Akreditasi) atau Tidak Perlu di Akreditasi Selamanya
(karena sudah dianggap Akreditasi C) ???
>

Kepada: evaluasi-ps-dikti@yahoogroups.com
Dikirim: Rabu, 6 Maret 2013 23:27
Judul: Bls: [portal-informasi-pendidikan] Re: Bls: Edaran Dirjen Dikti tentang Akreditasi Prodi
Sesuai dengan penjelasan saya tadi, Pasal 33 ayat 3 dan 5 bersama pasal 100 UU PT sudah
menetapkan semua prodi yang diajukan SETELAH pengesahan UU PT (10 Agustus 2012) 
sudah memenuhi persyaratan minimum akreditasi pada saat ijin prodi diberikan  maka tak
disebut dalam surat edaran dirjen dikti lagi, beliau hanya merumuskan yang belum jelas
agar Prodi yang ijinnya turun sebelum UU PT yang saat ini dalam keadaan tidak
terakreditasi dibenarkan meluluskan mahasiswa (kan PP no. 19 tahun 2005 menetapkan
prodi yang tidak terakreditasi tak bisa luluskan mahasiswa).
Bagi prodi yang ijinnya terbit setelah UU PT lahir dianggap sudah memiliki akreditasi
minimal yaitu C, hasil peringkat ini tidak berlaku selamanya, berlakunya sampai ijin
penyelenggara prodi habis masa. Kalo adik perpanjang ijin prodi lagi tanpa mengajukan
permohonan akreditasi ke Ban-PT, begitu ijin prodi terbit tetap peroleh akreditasi C dan
belaku sampai ijin prodi habis masa dst. Namun kalo adik ajukan akreditasi BAN-PT tentu

hasilnya mengikuti yang tercantum di SK akreditasi Ban-PT.


Pertanyaannya apakah adik puas hasil akreditasi prodi yang adik kelola hanya peroleh
peringkat C? memang peringkat C bisa meluluskan mahasiswa tapi ijazahnya tak bisa
dipakai untuk melamar cpns lho. Apakah tak ada keinginan agar mutu prodi semakin
ditingkatkan sampai peroleh hasil akreditasi dengan peringkat B. Harus berjuang terus lho dik
semoga prodi yang adik kelola semakin hari semakin maju dan berkembang, jangan cukup
puas dengan C aja donk.
Salam, Fitri

— In evaluasi-ps-dikti@yahoogroups.com,  xxxx Wrote


>
>Tetap saja ini keputusan yang tidak berkeadilan. Karena sementara prodi yg lahir sebelum 10
Agustus 2012 Mati-matian menyiapkan >Akreditasi lalu Dapat C juga, sementara yg lahir
sesudah 10 Agustus 2012 santai-santai saja sampai kiamat tetap memperoleh Akreditasi C.
Saya >juga Asesor BAN-PT bu, saya tahu bagaimana upaya prodi untuk memperoleh
Akreditasi B tapi 70% berahir dengan nilai C.
>

— In evaluasi-ps-dikti@yahoogroups.com,   Fitri  Wrote


Kok tidak adil? kalo pengajuan akreditasi sudah sempat adik masukkan sebelum UU PT
diundangkan tetap tak dibatalkan BAN-PT dan proses akreditasi tetap akan dijalankan, siapa
tahu nanti hasilnya dapat peringkat A jangan lupa traktir saya makan bakso donk upah
capek beri tanggapan deh .
Maksud yang peroleh C itu adalah prodi yang ijinnya terbit sebelum UU PT diundangkan, yang
sudah butuh diakreditasi namun belum dilaksanakan mereka, maka diberi waktu urus akreditasi
atau reakreditasi, sebelum hasil akreditasi turun prodinya diberi kesempatan pegang
peringkat C . Prodi-prodi yang sk akreditasi belum jatuh tempo tentu tak dijadikan C lho
dik…apa tak cukup baik Pak Dirjen Dikti ? apa masih mengatakan beliau itu aneh dan tak
adil…^_^  BTW  Surat Edaran TAK BISA dibawa ke MK  lho karena wewenang MK
adalah Menguji undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945, tidak termasuk produk hukum yang lain.  Silakan
baca Kedudukan, Kewenangan dan Kewajiban MK.
OK sudah adil belum?  ngantok pulang kerja belum sempat makan malam dan mandi, syalat
Isya juga belum, ini sudah lewat tengah malam…^_^

Salam, Fitri.
https://kaltarabisnis.co/2019/12/aturan-akreditasi-seleksi-cpns-direvisi-bagaimana-nasib-yang-
belum-daftar-online-ini-jawaban-bkd-kaltara/

Headline
 Trending

Aturan Akreditasi Seleksi CPNS


Direvisi, Bagaimana Nasib yang
Belum Daftar Online? Ini
Jawaban BKD Kaltara
admin  Follow on TwitterSend an emailKamis, 5 Desember, 2019 12:22 WITA

 2 minutes read
KBSC, TANJUNG SELOR – Jadwal penyerahan berkas pelamar CPNS di lingkungan Pemprov
Kaltara diperpanjang tanggal 5-9 Desember 2019.
Perpanjangan jadwal ini sebagai tindaklanjut Surat Menteri PAN RB Nomor
B/1310/S.SM.01.00/2019 tanggal 4 Desember 2019 perihal Persyaratan Akreditasi Pendaftaran
CPNS Tahun 2019.

Pemprov Kaltara juga telah mengumumkannya dalam Pengumuman Nomor 810/1459/2.1-BKD


tentang Perpanjangan Jadwal Pendaftaran CPNS Tahun 2019 Pemprov Kaltara.

Suasana proses verifikasi


berkas di BKD Kaltara, Kamis (5/12).

Masa perpanjangan penyerahan berkas dan seleksi administrasi ini mulai tersiar di kalangan
pelamar sejak Kamis (5/12). Banyak pelamar yang memanfaatkan kebijakan ini menyerahkan
berkasnya setelah sebelumnya ditolak dan atau tidak menyerahkan lantaran terkendala syarat
akreditasi kampus dan/atau prodi.

Denny Prayudi, Kepala Bidang Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Pegawai BKD
Kaltara mengungkapkan, kebijakan baru ini membuka peluang pelamar yang sempat tidak bisa
mengikuti seleksi menjadi kembali terbuka.

“Sebelumnya pelamar-pelamar yang tidak masuk berkasnya karena berpedoman aturan awal
yakni Permenpan 23 Tahun 2019 bahwasanya syaratnya harus ada akreditasi sesuai masa
kelulusan,” ujar Denny di BKD Kaltara, Kamis (5/12/2019).

Mewakili aspirasi pelamar yang belum sempat mendaftar online di portal SSCASN akibat
tersendat syarat akreditasi, Denny mengaku hal itu baru dikomunikasikan dengan Kemenpan RB.
“Karena kan ada yang waktu lulus, prodi dan kampusnya masih memakai Izin Penyelenggara
atau Izin Pendirian. Untuk hal ini, saya sudah komunikasikan. Tetapi sejauh ini belum ada
balasan Kemenpan RB,” ujarnya.

Terhadap substansi Surat Menteri PAN RB Nomor B/1310/S.SM.01.00/2019 tanggal 4 Desember


2019 perihal Persyaratan Akreditasi Pendaftaran CPNS Tahun 2019 memuat 5 poin penting.
Surat tersebut berbunyi:

Merujuk Peraturan Menteri PANRB Nomor 23 Tahun 2019 (Distribusi II) khususnya mengenai
pengaturan persyaratan pendaftaran CPNS tahun 2019 harus dari lulusan Perguruan Tinggi
Dalam Negeri dan/atau Program Studi yang terakreditasi pada Badan Akreditasi Nasional
Perguruan Tinggi (BAN-PT) dan/atau Pusdiknakes/LAM-PTKes, dan memperhatikan banyaknya
pertanyaan terkait terakreditasi dimaksud dalam proses penerimaan CPNS tahun 2019 telah
diadakan rapat Panselnas tanggal 3 Desember 2019 guna membahas pertanyaan-pertanyan
tersebut.
Selanjutnya rapat Panselnas yang dihadiri oleh beberapa unsur diantaranya BPKP, BKN,
Kemendikbud, Ombudsman, BAN-PT dan tim QA Panselnas menyepakati untuk menjelaskan
Pasal 47 dan Pasal 52 Permenristekdikti Nomor 32 Tahun 2016 tentang Akreditasi Program
Studi dan Perguruan Tinggi sebagai berikut:
1. Status akreditasi Program Studi/Perguruan Tinggi yang berdiri/dibuka sebelum10
Agustus 2012 dan belum pemah terakreditasi, dinyatakan terakreditasi sampai dengan 19 Mei
2018.
2. Status Program Studi/Perguruan Tinggi yang berdiri/dibuka antara tanggal 10 Agustus
2012 sampai dengan 19 Mei 2016 dinyatakan terakreditasi sampai dengan 5 (lima) tahun
setelah ditetapkannya Keputusan Menteri Ristekdikti tentang izin pembukaan program studi
dan/atau pendirian perguruan tinggi dimaksud.
3. Keterangan yang menyatakan terakreditasi tersebut diterbitkan oleh BAN-PT atas
permintaan perguruan tinggi dan salinannya dapat digunakan sebagai alat bukti oleh calon
pelamar dalam memenuhi persyaratan pendaftaran CPNS tahun 2019. Namun demikian, bagi
peserta yang lulus pendidikan dalam kurun waktu sebagaimana dimaksud angka 1 atau angka
2 dan mengalami kesulitan mendapatkan keterangan akreditasi tersebut, sebagai gantinya
dapat menggunakan bukti bahwa program studi/perguruan tinggi dimaksud sudah
mendapatkan ijin pendirian dalam kurun waktu sebagaimana dimaksud angka 1 atau angka
2.Informasi tersebut dapat diperoleh dari Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD Dikti)
Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (dapat diakses pada
https://forlap.ristekdikti.go.id/atauhttps://pddikti.ristekdikti.go.id) atau data base BAN-
PT(dapat diakses pada https://www.banpt.or.id/).
4. Di samping itu, bagi calon pelamar yang sudah lulus pendidikan pada saat program
studi/perguruan tinggi sedang mengajukan pemohonan akreditasi ulang ke BAN-PT, maka
status akreditasi dan peringkat terakreditasi Program Studi dan/atau Perguruan Tinggi yang
diberlakukan adalah status dan peringkat terakreditasi sebelum diajukannya pemohonan
dimaksud.
5. Penjelasan angka 1 sampai dengan angka 4 menjadi dasar pertimbangan oleh panitia
seleksi instansi dalam memverifikasi data/dokumen pendaftaran calon pelamar.
Dengan perpanjangan ini, praktis panitia daerah kembali melayani pelamar yang mengembalikan
berkas sejak Kamis (5/12/2019) pagi. Kurang dari 10 verifikator melayani pelamar.

Verifikasi tarpantau lancar dan tidak ada antrean pelamar di pintu Kanyor BKD maupun di depan
pintu masuk gedung gabungan dinas pemprov seperti pemadangan-pemandangan beberapa hari
lalu. (ddi/kbsc)
https://korankaltara.com/puncak-hari-bakti-pu-ke-74-gemerlap-malam-ramah-tamah-di-bppw-
kaltara/

ADVERTORIAL

Pemberkasan Diperpanjang, Syarat


Akreditasi Diperinci
4 Desember 2019
436 Views
3 Min Read

SELEKSI CPNS : Gubernur Kaltara, Dr H Irianto Lambrie saat meninjau


pelaksanaan seleksi CPNS tahun lalu.

Add Comment

Share This!

JAKARTA – Tahapan pemberkasan dan seleksi administrasi untuk seleksi


penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019 di lingkungan Pemprov
Kaltara diperpanjang. Selain itu, juga terdapat perincian lebih lanjut mengenai
persyaratan akreditasi pendaftaran CPNS 2019. Ini sesuai dengan pengumuman
ketua panitia seleksi daerah (Panselda) Tahun 2019 Nomor 810/1459/2.1-BKD,
tentang Perpanjangan Jadwal Pendaftaran CPNS Tahun 2019 Pemerintah
Provinsi Kalimantan Utara.

Diutarakan Gubernur Kaltara, Dr H Irianto Lambrie, perpanjangan jadwal dan


pengaturan ulang persyaratan akreditas tersebut merujuk kepada Surat Kepala
(SK) Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) No. K 26-30/V 189-3/99 tanggal 22
November 2019 perihal batas waktu pendaftaran CPNS 2019, dan Surat Menteri
Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) No.
B/1310/S.SM.01.00/2019 tanggal 4 Desember 2019 perihal persyaratan
akreditasi pendaftaran CPNS tahun 2019.

“Dengan perubahan itu, maka jadwal penyerahan berkas dan seleksi


administrasi yang semula dijadwalkan pada 14 November hingga 1 Desember
2019, diperpanjang pada 5 hingga 9 Desember 2019,” tutur Irianto. Keterangan
lebih lanjut mengenai hal ini, dapat dilihat pada link resmi Biro Humas dan
Protokol Kaltara, https://humas.kaltaraprov.go.id.

Perpanjangan ini, diharapkan Gubernur dapat membuat calon pelamar lebih


lega dan leluasa untuk melengkapi sejumlah persyaratan yang belum ada,
sesuai hasil verifikasi berkas sebelumnya. “Yang diperpanjang hanya
penyerahan berkas dan seleksi administrasi. Untuk pendaftaran onlinenya, tidak
mengalami perubahan. Tetap sesuai jadwal, yakni 14 hingga 29 November
2019,” jelas Gubernur.

Untuk jadwal setelah pemberkasan, mulai pengumuman hasil seleksi


administrasi hingga usul penetapan Nomor Induk Pegawai (NIP) tetap
menyesuaikan jadwal yang ada. Yakni, antara 16 Desember 2019 hingga April
2020. “Didalam surat pengumuman ketua Panselda, di kolom keterangan
dituliskan tentatif. Artinya, apabila terdapat perubahan jadwal tahapan seleksi
akan diumumkan melalui website http://sscasn.bkn.go.id dan
https://www.kaltaraprov.go.id serta media cetak lokal,” urai Irianto.

Sementara itu, terkait persyaratan akreditasi pendaftaran CPNS 2019, sesuai


surat Menpan-RB No. B/1310/S.SM.01.00/2019, maka aturan sebelumnya yang
tertera di surat Menpan-RB No. B/1271/S.SM.01.00/2019 mengalami perubahan.
“Terkait masalah akreditasi ini, Pemprov Kaltara melalui Gubernur melayangkan
surat permohonan pengakuan kualifikasi pendidikan D-IV disamakan dengan S-1
dan status akreditasi perguruan tinggi dan/atau program studi yang dibuka atau
berdiri sampai dengan 19 Mei 2016 kepada Menpan-RB. Dan, alhamdulillah
ditanggapi serius oleh Menpan-RB juga BKN,” papar Gubernur.

Merujuk permohonan Gubernur Kaltara tersebut, panitia seleksi nasional


(Panselnas) pun menggelar rapat pada 3 Desember 2019. Rapat itu sendiri,
disertai beberapa unsur seperti Badan Pengawasan Keuangan dan
Pembangunan (BPKP), BKN, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
(Kemendikbud), Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), dan
lainnya. “Hasil rapat panselnas sendiri menghasilkan 5 poin kesepakatan sebagai
penjelasan dari pasal 47 dan 52 Permenristekdikti No. 32/2016 tentang
Akreditasi Program Studi dan Perguruan Tinggi,” ulas Irianto. (humas)
https://infobenua.id/2019/12/05/pemberkasan-diperpanjang-syarat-akreditasi-diperinci/

Homepage / Warta Parlementeria / Advetorial / KaltaraPemberkasan Diperpanjang, Syarat Akreditasi


Diperinci
 Ikuti Kami

Kamis 5 Desember 2019 - 14:10,OlehRedaksi Utara

Pemberkasan Diperpanjang, Syarat Akreditasi


Diperinci
Redaksi Utara-Advetorial, Kaltara-744 Views










Jakarta, Info Benua – Tahapan pemberkasan dan seleksi administrasi untuk seleksi
penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019 di lingkungan Pemerintah Provinsi
(Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) diperpanjang. Selain itu, juga terdapat perincian lebih
lanjut mengenai persyaratan akreditasi pendaftaran CPNS 2019. Ini sesuai dengan
pengumuman ketua panitia seleksi daerah (Panselda) Tahun 2019 Nomor 810/1459/2.1-BKD,
tentang Perpanjangan Jadwal Pendaftaran CPNS Tahun 2019 Pemerintah Provinsi
Kalimantan Utara.
Diutarakan Gubernur Kaltara, Dr H Irianto Lambrie, perpanjangan jadwal dan pengaturan
ulang persyaratan akreditas tersebut merujuk kepada Surat Kepala (SK) Kepala Badan
Kepegawaian Negara (BKN) No. K 26-30/V 189-3/99 tanggal 22 November 2019 perihal
batas waktu pendaftaran CPNS 2019, dan Surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) No. B/1310/S.SM.01.00/2019 tanggal 4 Desember 2019
perihal persyaratan akreditasi pendaftaran CPNS tahun 2019.
“Dengan perubahan itu, maka jadwal penyerahan berkas dan seleksi administrasi yang
semula dijadwalkan pada 14 November hingga 1 Desember 2019, diperpanjang pada 5
hingga 9 Desember 2019,” tutur Irianto. Keterangan lebih lanjut mengenai hal ini, dapat
dilihat pada link resmi Biro Humas dan Protokol Kaltara, https://humas.kaltaraprov.go.id.
Perpanjangan ini, diharapkan Gubernur dapat membuat calon pelamar lebih lega dan leluasa
untuk melengkapi sejumlah persyaratan yang belum ada, sesuai hasil verifikasi berkas
sebelumnya. “Yang diperpanjang hanya penyerahan berkas dan seleksi administrasi. Untuk
pendaftaran onlinenya, tidak mengalami perubahan. Tetap sesuai jadwal, yakni 14 hingga 29
November 2019,” jelas Gubernur.
Untuk jadwal setelah pemberkasan, mulai pengumuman hasil seleksi administrasi hingga usul
penetapan Nomor Induk Pegawai (NIP) tetap menyesuaikan jadwal yang ada. Yakni, antara
16 Desember 2019 hingga April 2020. “Didalam surat pengumuman ketua Panselda, di
kolom keterangan dituliskan tentatif. Artinya, apabila terdapat perubahan jadwal tahapan
seleksi akan diumumkan melalui website http://sscasn.bkn.go.id dan
https://www.kaltaraprov.go.id serta media cetak lokal,” urai Irianto.
Sementara itu, terkait persyaratan akreditasi pendaftaran CPNS 2019, sesuai surat Menpan-
RB No. B/1310/S.SM.01.00/2019, maka aturan sebelumnya yang tertera di surat Menpan-RB
No. B/1271/S.SM.01.00/2019 mengalami perubahan. “Terkait masalah akreditasi ini,
Pemprov Kaltara melalui Gubernur melayangkan surat permohonan pengakuan kualifikasi
pendidikan D-IV disamakan dengan S-1 dan status akreditasi perguruan tinggi dan/atau
program studi yang dibuka atau berdiri sampai dengan 19 Mei 2016 kepada Menpan-RB.
Dan, alhamdulillah ditanggapi serius oleh Menpan-RB juga BKN,” papar Gubernur. Surat
dimaksud, yakni bernomor surat 800/1424/2.1-BKD.
Merujuk permohonan Gubernur Kaltara tersebut, panitia seleksi nasional (Panselnas) pun
menggelar rapat pada 3 Desember 2019. Rapat itu sendiri, disertai beberapa unsur seperti
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), BKN, Kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan (Kemendikbud), Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT),
dan lainnya. “Hasil rapat panselnas sendiri menghasilkan 5 poin kesepakatan sebagai
penjelasan dari pasal 47 dan 52 Permenristekdikti No. 32/2016 tentang Akreditasi Program
Studi dan Perguruan Tinggi,” ulas Irianto.
Poin itu sendiri, diantaranya status akreditasi program studi atau perguruan tinggi yang
berdiri atau dibuka sebelum 10 Agustus 2012 dan belum pernah terakreditasi, dinyatakan
terakreditasi sampai dengan 19 Mei 2018. Lalu, status program studi atau perguruan tinggi
yang berdiri atau dibuka antara tanggal 10 Agustus 2012 hingga 19 Mei 2016 dinyatakan
terakreditasi sampai dengan lima tahun setelah ditetapkannya Kepmenristekdikti tentang izin
pembukaan program dan/atau pendirian perguruan tinggi dimaksud. “Kesepakatan lainnya,
adalah keterangan yang menyatakan terakreditasi tersebut diterbitkan BAN-PT atas
permintaan perguruan tinggi, dan salinannya dapat digunakan sebagai alat bukti oleh calon
pelamar dalam memenuhi persyaratan pendaftaran CPNS tahun ini (keterangan lebih lanjut
dapat dibaca pada laman resmi Biro Humas dan Protokol Kaltara, Red.),” beber Gubernur.
Sementara itu, kepala BKD Provinsi Kaltara, Burhanuddin menuturkan bahwa
menindaklanjuti pengumuman tersebut, masih ada aturan yang harus diketahui sebelumnya.
“Kesepakatan mengenai akreditasi ini, hanya berlaku untuk calon pelamar yang sudah submit
dan mencetak kartu peserta melalui SSCASN. Termasuk, calon pelamar yang tidak sempat
menyerahkan berkasnya sebelum dikeluarkan pengumuman perpanjangan jadwal ini,”katanya
menutup perbincangan. (roy/adv).