Anda di halaman 1dari 2

PP Tim 2

Pasien 1

S:

Identitas pasien yang pertama nama Ny. R, usia 50 tahun, tanggal masuk ke ruangan 17
Januari 2017 yang dirawat oleh dokter N. Ny. R dengan diagnosa medis fraktur femur 1/3
distal. Masalah keperawatan yang ditemukan adalah hambatan mobilitas fisik b/d
terpasangnya gips/traksi.

B:

- Pasien mengeluh kakinya sakit sehingga tidak bisa melakukan aktivitas seperti
biasanya
- Tidak riwayat alergi, terpasang infus RL 20 tetes/menit, program injeksi Cefotaxim
IV 1amp / 12 jam, injeksi Ketorolac IV 1amp /12 jam, injeksi Ranitidin IV 1amp/12
jam
- Dokter sudah menjelaskan penyakitnya tentang fraktur femur 1/3 distal

A:

- Kesadaran composmentis GCS 15, TD 130/70 mmHg, suhu 37,5oC, Nadi64x/menit,


RR 22x/menit, tidak sesak napas, kaki masih bengkak
- Pasien masih mengeluh nyeri

R:

- Dorong pasien untuk partisipasi dalam memilih periode aktivitas.(Seperti jadwal


meningkatkan toleransi terhadap kemajuan aktivitas dan mencegah kelemahan).
- Jelaskan pada pasien pentingnya melakukan aktivitas sesuai kemampuan.
- Jaga aseptic dan antiseptic setiap melakukan prosedur

Pasien 2
S:
Identitas pasien yang kedua nama Ny. D, usia 41 tahun, tanggal masuk ke ruangan 15 Januari
2017 yang dirawat oleh dokter N. Ny. R dengan diagnosa medis Ca Mammae. Masalah
keperawatan yang ditemukan adalah ansietas.
B:

- Pasien mengatakan takut akan tindakan operasi pegangkatan payudara


- Tidak ada riwayat alergi, terpasang infus NaCl 20 tetes/menit, program injeksi
Omdansetron IV 8 mg / 8 jam, injeksi Carboplatin 450 mg / IV 1amp /12 jam, injeksi
Ranitidin IV 1amp/12 jam
- Dokter sudah menjelaskan penyakitnya tentang Ca Mammae