Anda di halaman 1dari 9

Nama : Farah Donna Maulidiane

NIM : 202015006

Keperawatan Jiwa

LAPORAN PENDAHULUAN

A. KASUS (MASALAH UTAMA/CORE PROBLEM)


Harga diri rendah

B. PROSES TERJADINYA MASALAH


1. Pengertian
Harga diri rendah adalah suatu perasaan negatif terhadap diri sendiri, hilangnya
kepercayaan diri, gagal mencapai tujuan yang diekspresikan secara langsung maupun
tidak langsung. Harga diri rendah merupakan semua pikiran, keyakinan, dan
kepercayaan tentang dirinya dan mempengaruhi orang lain. Harga diri tidak terbentuk
dari lahir, tetapi dipelajari dari pengalaman unik seseorang dalam dirinya sendiri,
dengan orang terdekat, dan dengan lingkungan (Stuart, 2013).

Harga diri rendah merupakan perasaan tidak berharga, tidak berharga,


tidak berarti, rendah diri, yang menjadikan evaluasi negatif terhadap diri
sendiri dan kemampuan diri (Keliat, 2011).

Harga diri rendah merupakan evaluasi diri dan perasaan tentang diri atau
kemampuan diri yang negatif terhadap diri sendiri, hilangnya percaya diri
dan harga diri, merasa gagal dalam mencapai keinginan (Direja, 2011).

2. Faktor predisposisi dan presifitasi


1). Faktor predisposisi
a. Faktor yang mempengaruhi harga diri rendah meliputi penolakan dari orang
tua, seperti tidak dikasih pujian, dan sikap orang tua yang terlalu mengekang,
sehingga anak menjadi frustasi dan merasa tidak berguna lagi serta merasa rendah
diri.
b. Faktor yang mempengaruhi harga diri rendah juga meliputi ideal diri seperti
dituntut untuk selalu berhasil dan tidak boleh berbuat salah, sehingga anak
kehilangan rasa percaya diri.

2) Faktor presifitasi
Faktor presifitasi ditimbulkan dari sumber internal dan eksternal misalnya ada
salah satu anggota keluarga yang mengalami gangguan mental sehingga keluarga
merasa malu dan rendah diri. Pengalaman traumatic juga dapat menimbulkan
harga diri rendah seperti penganiayaan seksual, kecelakaan yang menyebabkan
seseorang dirawat di rumah sakit dengan pemasangan alat bantu yang tidak
nyaman baginya. Respon terhadap trauma umumnya akan mengubah arti trauma
dan kopingnya menjadi represi dan denial.

3. Manifestasi perilaku
1) Data subjektif
a. Mengintrospeksi diri sendiri
b. Perasaan diri yang berlebihan
c. Perasaan tidak mampu dalam semua hal
d. Selalu merasa bersalah
e. Sikap selalu negative pada diri sendiri
f. Bersikap pesimis dalam kehidupan
g. Mengeluh sakit fisik
h. Pandangan hidup yang terpolarisasi
i. Menentang kemampuan diri sendiri
j. Menjelek-jelekkan diri sendiri
k. Merasakan takut dan cemas dalam suatu keadaan
l. Menolak atau menjauh dari umpan balik positif
m. Tidak mampu menentukan tujuan
2) Data objektif
a. Produktivitas menjadi menurun
b. Perilku distruktif yang terjadi pada diri sendiri
c. Perilku distruktif yang terjadi pada orang lain
d. Penyalahgunaan suatu zat
e. Tindakan menari diri dari dari hubungan social
f. Mengungkapkan perasaan bersalah dan malu
g. Muncul tanda depresi seperti sukar tidur dan makan
h. Gampang tersinggung dan mudah marah

4. Rentang respon
Respon individu terhadap konsep dirinya dimulai dari respon adaptif dan maladaptive.
Menurut Keliat dalam Direja (2011) rentang respon digambarkan sebagai berikut :
Respon Adaptif Respon
Maladaptif

Aktualisasi Konsep diri Harga diri Kerancuan


Dispersonalisasi
diri positif rendah identitas

Keterangan :
1) Aktualisasi diri : Pernyataan konsep diri positif dengan pengalaman sukses.
2) Konsep diri positif : mempunyai pengalaman positif dalam perwujudan dirinya.
3) Harga diri rendah : perasaan yang negative pada diri sendiri, hilangnya percaya
diri, tidak berharga lagi, tidak berdaya, dan pesimis.
4) Kerancuan identitas : kegagalan seseorang untuk mengintegrasikan berbagai
identifikasi masa anak-anak.
5) Dispersonalisasi : perasaan sulit membedakan diri sendiri dan merasa tidak nyata
dan asing.
C. POHON MASALAH
Resiko Perilaku Kekerasan

Effect Perubahan persepsi sensori : halusinasi

Isolasi social

Core Problem Harga Diri Rendah

Causa Ketidakefektifan mekanisme koping

D. MASALAH KEPERAWATAN DAN DATA YANG DIKAJI


Masalah keperawatan yang dapat diambil dari pohon masalah diatas adalah :
1. Ketidakefektifan mekanisme koping
2. Harga diri rendah
3. Isolasi social
4. Perubahan persepsi sensori : halusinasi
5. Resiko Perilaku Kekerasan
Data yang dikaji :
DS :
a. Klien mengatakan dirinya jelek,
b. Klien mengatakan lebih senang sendiri,
DO :
a. Klien terlihat menyendiri,
b. Klien terlihat murung  dan tidak berinisiatif berinteraksi dengan orang lain.
c. Klien ditinggal menikah oleh pacarnya karena hal itu klien masih belum
menerima
d. klien suka menunduk dan tatapan mata kurang.

E. DIAGNOSA KEPERAWATAN
Harga diri rendah
F. INTERVENSI KEPERAWATAN

Tgl No. Dx. Perencanaan


Dx Keperawatan

Tujuan Kreteria Hasil Intervensi

Harga diri TUM:


rendah
Klien memiliki
konsep diri yang
positif

TUK:
1. Klien dapat
membina Setelah ....x interaksi, klien menunjukan Bina hubungan saling percaya dengan menggunakan prinsip
hubungan saling ekspresi wajah bersahabat, menunjukan rasa komunikasi terapeutik:
percaya dengan senang, ada kontak mata, mau berjabat
perawat  Sapa klien dengan ramah baik verbal maupun non verbal.
tangan, mau menyebutkan nama, mau
 Perkenalkan diri dengan sopan
menjawab salam, klien mau duduk
 Tanyakan nama lengkap dan nama panggilan yang
berdampingan dengan perawat,mau
disukai klien.
mengutarakan masalah yang dihadapi.
 Jelaskan tujuan pertemuan
 Jujur dan menempati janji
 Tunjukan sikap empati dan menerima klien apa adanya.
 Beri perhatian dan perhatikan kebutuhan dasar klien.
2. Klien dapat 2. Setelah ....x interaksi klien menyebutkan: 2.1. Diskusikan dengan klien tentang:
mengidentifikasi
 Aspek posistif yang dimiliki klien  Aspek positif yang dimiliki klien , keluarga dan
aspek positif dan
 Aspek positif keluarga lingkungan
kemampuan yang
 Aspek positif lingkungan  Kemampuan yang dimiliki klien
dimiliki.
2.1. Bersama klien buat daftar tentang;
 Aspek positif klien, keluarga dan lingkungan
 Kemampuan yang dimiliki klien
2.2. Beri pujian yang realistik, hindarkan memberikan penilaian
negatif.

3. Klien dapat 3. Setelah....x interaksi klien menyebutkan 3.1. Diskusikan dengan klien kemampuan yang dapat
menilai kemampuan yang dapat dilaksanakan dilaksanakan
kemampuan yang
3.2. Diskusikan kemampuan yang dapat dilanjutkan
dimiliki untuk
pelaksanaannya.
dilaksanakan

4. Klien dapat 4. Setelah....x interaksi klien membuat 4.1. Rencanakan bersama klien aktivitas yang dapat dilakukan
merencanakan rencana kegiatan harian setiap hari sesuai dengan kemampuan klien:
kegiatan sesuai
 Kegiatan mandiri
dengan
 Kegiatan dengan bantuan
kemampuan yang
4.2. Tingkatkan kegiatan sesuai dengan kondisi klien
dimiliki.
4.3. Beri contoh cara pelaksanaan kegiatan yang dapat
dilakukan.

5. Klien dapat 5. Setelah....x interaksi klien melakukan Anjurkan klien untuk melaksanakan kegiatan yang telah
melakukan kegiatan sesuai dengan jadual yang dibuat. dilaksanakan
kegiatan sesuai Pantau kegiatan yang diilaksanakan klien
dengan rencana Beri pujian atas usaha yang dilakukan klien
yang dibuat. Diskusikan kemungkinan pelaksnaan kegiatan setelah pulang

6. Klien dapat 6. Setelah....x interaksi klien memanfaatkan 6.1. Beri pendidikan kesehatan pada kleuarga tentang cara
menfaatkan sistem sistem pendukung yang ada dalam keluarga. merawat klien dengan harga diri rendah.
pendukung yang
6.2. Bantu klien memberikan dukungan selama klien dirawat.
ada.
6.3. Bantu keluarga menyiapkan lingkungan di rumah.
DAFTAR PUSTAKA

Direja, Ade Herman Surya. 2011. Buku Ajar Asuhan Keperawatan Jiwa.
Yogyakarta: Nuha Medika
Keliat, B.A. 2011. Keperawatan Kesehatan Jiwa Komunitas. Jakarta: EGC
Stuart. 2013. Buku Saku Keperawatan. Jakarta. EGC