Anda di halaman 1dari 3

DIIT

PROTEIN RENDAH
UNTUK PENYAKIT
GINJAL KRONIK

MAHASISWA PROFESI NERS


STIKES JAYAKARTA PKP
2020-2021

”Agar kualitas hidup optimal aturlah


makanan mengikuti anjuran diet”
Pengaturan Makanan
BAHAN MAKANAN DIBATASI
DIET PROTEIN RENDAH
SUMBER Sumber Karbohidrat Kompleks
Diberikan kepada pasien yang mengalami KARBOHIDRAT : nasi, jagung, kentang, m a ca r o n i atau pasta, havermout, ubi/talas
Penurunan Fungsi Ginjal yang menahun
(Penyakit Ginjal Kronik/Menahun)

Tujuan Diet : SUMBER PROTEIN


HEWANI
Daging kambing, ayam, ikan, hati, keju , udang, telur
 Mencukupi kebutuhan zat gizi agar status gizi
optimal sesuai dengan fungsi ginjal. SUMBER Tahu, tempe, oncom, kacang tanah, kacang merah, kacang tolo, kacang hijau, kacang
 Mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit PROTEIN NABATI kedelai
 Memperlambat penurunan fungsi ginjal lebih lanjut
 Menjaga agar pasien dapat beraktifitas normal

SAYURAN Sayuran tinggi Kalium seperti peterseli, buncis, bayam, daun pepaya muda, dll apabila
Syarat Diet : pasien mengalami Hiperkalemia
 Batasi garam terutama bila terjadi penimbunan
cairan didalam tubuh (edema) dan tekanan darah
tinggi)
 Kalium dibatasi terutama jika urine keluar kurang Buah-buahan tinggi Kalium seperti apel, alpukat, jeruk, pisang, pepaya, dll apabila
BUAH-BUAHAN
dari 400 ml/2jam pasien mengalami Hiperkalemia
 Jumlah asupan cairan = jumlah urine 24jam
(500ml-750ml)
 Garam dapur/Natrium dibatasi apabila pasien
mengalami edema/bengkak karena Minyak kelapa sawit, santan kental, mentega, dan lemak hewan
LEMAK
penumpukan cairan serta hipertensi.

Cara Mengatur diet : Hal- hal yang perlu diperhatikan :


 Hidangkan makanan yang menarik, sehingga  Sirop, madu, permen, sangat baik sebagai penambah
menimbulkan selera makan energi, tetapi tidak diberikan dekat dengan waktu makan
 Makanan diberikan Porsi kecil, padat kalori dan karena dapat mengurangi nafsu makan.
sering, misalnya 6 kali sehari.  Bila ada edema (bengkak di kaki), tekanan darah tinggi,
 Piliihlah makanan sumber protein hewani dan protein perlu mengurangi garam dan menghindari bahan makanan
nabati sesuai jumlah yang telah ditentukan. sumber natrium lainnya, seperti soda, kaldu instan, ikan
 Cairan lebih baik dibuat dalam bentuk minuman. asin, telur asin, makanan yang diawetkan.
 Masakan lebih baik dibuat tidak berkuah, seperti di tumis,  Jumlah cairan yang masuk harus seimbang dengan
dipanggang, dikukus atau dibakar. cairan yang keluar (urin). Ingat Cairan yang berlebihan
 Bila harus membatasi garam, gunakanlah lebih banyak bumbu akan membebani kerja ginjal yang fungsinya sudah
seperti gula, asam dan bumbu dapur lainnya untuk berkurang
menambah rasa (lengkuas, kunyit, daun salam, dan lain-
lain).