Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN AWAL PRAKTIKUM

KOMPUTASI TEKNIK KIMIA II

MODUL 1
MICROSOFT VISIO

Nama : Fanny Andini


NPM : 2010017411026
Asisten : Rizka Aulia Rahmah
Instruktur : Ir. Elmi Sundari, MT

JURUSAN TEKNIK KIMIA


FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

UNIVERSITAS BUNG HATTA

2021
BAB I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Di zaman globalisasi yang semakin canggih bermunculan teknologi yang
membuat mempermudah kehidupan manusia. Salah satunya teknologi yang telah
dibuat yaitu software. Software adalah data yang diprogram, disimpan, dan
diformat secara digital dengan fungsi tertentu. Salah satu softwere tersebut adalah
Microsoft visio. Microsoft Visio adalah salah satu program yang dikhususkan
dalam membantu perancangan diagram. Visio menyediakan banyak fasilitas yang
membantu dalam pembuatan diagram untuk menggambarkan informasi dan
sistem dari penjelasan dalam bentuk teks menjadi suatu diagram dalam bentuk
gambar disertai penjelasan singkat. Visio dapat menghasilkan suatu diagram
mulai dari yang sederhana hingga diagram yang kompleks.
Microsoft Visio adalah software pembuat diagram dan flowchart bebasis
vektor yang awalnya dibuat oleh Visio Corportion. Pada tahun 1995, Visio 4.0
dirilis. Ini merupakan versi Visio pertama yamg dapat berjalan di windows 95.
Kini Visio merupakan salah satu defisi di Microsoft dan terus mengembangkan
software dengan nama barunya: Microsoft Office  Visio. Visio mulai terintegrasi
didalam Microsoft Office 2007. Sejumlah fitur baru ditambahkan, terutama
diintegrasi antara data dan diagram, serta otomatisai dalam pembuatan bagan dan
diagram.
Menggambar flow sheet proses industri kimia merupakan modul praktikum
untuk menggambarkan proses rancangan pabrik sesuai dengan nilai dimensi
peralatan yang diperoleh. Modul praktikum ini berisikan tentang standardisasi
gambar teknik, jenis-jenis peralatan proses yang digunakan, dan cara
menggambarkan peralatan proses tersebut dengan menggunakan perbandingan.
Menggambarkan proses industri kimia ini menggunakan bantuan Microsoft
Visio. Microsoft Visio merupakan salah satu program yang digunakan khusus
dalam membantu membuat perancangan diagram atau gambar. Visio
menyediakan banyak fasilitas yang membantu dalam pembuatan diagram untuk
menggambarkan informasi dan sistem dari penjelasan dalam bentuk teks menjadi
suatu diagram dalam bentuk gambar disertai penjelasan singkat. Visio dapat
menghasilkan suatu diagram mulai dari yang sederhana hingga diagram yang
kompleks.

1.2. Tujuan
Tujuan dari praktikum ini yaitu menggambarkan flow sheet proses industri
kimia dengan perbandingan skala sebenarnya dengan bantuan Microsoft Visio

1.3. Kompetensi
Kompetensi dari praktikum yaitu mahasiswa memiliki pamahaman terhadap
menggambarkan flow sheet rancangan proses industri kimia dengan perbandingan
skala sebenarnya.

1.4. Mata Kuliah Terkait


Mata kuliah yang terkait praktikum ini yaitu
 Proses Industri Kimia
 Perancangan Alat Proses
 Pengendalian Proses

1.5. Penelusuran Pustaka


Microsoft Visio adalah aplikasi utama untuk membuat semua diagram bisnis,
mulai dari flowchart, network diagram, dan organization charts, untuk membuat
denah dan brainstorming diagram. Microsoft Visio merupakan salah satu program
yang dikhususkan dalam membantu perancangan diagram. Visio menyediakan
banyak fasilitas yang membantu dalam pembuatan diagram untuk
menggambarkan informasi dan sistem dari penjelasan dalam bentuk teks menjadi
suatu diagram dalam bentuk gambar disertai penjelasan singkat. Visio dapat
menghasilkan suatu diagram mulai dari yang sederhana hingga diagram yang
kompleks (Helmers,2013).
1.5.1. BFD (Block Flow Diagram)
Tahapan awal untuk memberi informasi suatu proses yang kompleks (pabrik)
adalah dengan memberikan gambar blok (kotak persegi) atau yang disebut dengan
BFD (Block Flow Diagram). Diagram blok ini mengandung penjelasan proses
individu atau sekelompok operasi, bersama dengan kuantitas dan hubungannya
dengan komponen lain dari aliran-aliran utama yang masuk atau keluar di antara
blok tersebut. Adapun contoh BFD dapat dilihat pada gambar 1.1
Gambar 1.1. BFD (Block Flow Diagram)

1.5.2. PFD (Process Flow Diagram)


Berbeda dengan blok diagram proses, pada PFD (Process Flow Diagram)
dimasukkan neraca massa dan energi di antara peralatan utama pabrik. Pada
diagram ini dimasukkan semua tangki termasuk reaktor, HE, pompa, dan lain-lain.
Juga dilengkapi dengan data numerik termasuk kuantitas aliran, komposisi,
tekanan, suhu, dan lain-lain. Dilengkapi juga dengan instrumen-instrumen utama
yang penting di dalam pengendalian proses untuk memahami secara lengkap dari
flowsheet process yang dimaksud. Bentuk PFD tidak ada yang standard.
Walaupun demikian contoh PFD yang komersial mengandung data-data berikut
ini :
a. Semua peralatan utama di dalam proses terdapat di dalam diagram yang
dilengkapi dengan penjelasan dari peralatan dimaksud dan ditandai dengan
kode nama dan jumlahnya.
b. Aliran proses diidentifikasi dengan angka dan dilengkapi dengan kondisi
proses dan komposisi kimia setiap aliran.
c. Semua aliran utilitas ke peralatan utama proses ditampilkan.
d. Dasar-dasar control loop ditampilkan didalam diagram.
PFD bertujuan untuk menggambarkan dan menjelaskan proses. Simbol-
simbol alat proses PFD dapat dilihat pada gamabr 1.2, 1.3, 1.4, dan 1.5

Gambar 1.2. Simbol Alat Proses


Gambar 1.3. Simbol Alat Proses (lanjutan)

Gambar 1.4. Simbol Alat Proses (lanjutan)


Gambar 1.5. Simbol Alat Proses (lanjutan)

Konvensi singkatan yang umum digunakan dalam PFD dapat dilihat pada tabel
1.1, tabel 1.2, dan tabel 1.3 berikut.
Tabel 1.1. Konversi Singkatan Untuk Alat Proses yang Umum
Tabel 1.2. Konversi Singkatan untuk Alat Proses yang Umum (lanjutan)
Tabel 1.3. Simbol Untuk Menampilkan Kondisi Proses Pabrik

1.5.3. Tata Letak Peralatan


Persiapan awal penyusunan tata letak peralatan didesain tanpa
mempertimbangkan dimana lokasi pabrik akan didirikan. Sebagai awal pembuatan
tata letak adalah berdasarkan prinsip aliran material dari flowsheet process.
Tujuan penyusunan peralatan adalah untuk meminimalkan perpindahan material
berdasarkan prinsip ekonomi dan keselamatan. Tata letak pabrik umumnya
dibatasi oleh jarak minimum yang aman di antara peralatan pabrik. Contoh
fasilitas pabrik yang harus dipisahkan satu sama lainya adalah:
1) Unit proses
2) Lokasi tangki-tangki
3) Lapangan penyimpan di luar ruang
4) Lokasi bongkar muat
5) Peralatan perpindahan panas fluida dan unit pembakaran lainnya
6) Flare (cerobong pembakaran)
7) Rumah untuk sumber listrik dan boiler
8) Ruangan instrumen dan listrik
9) Unit utilitas (seperti gas metering station, nitrogen plant, cooling tower)
10) Ruang kontrol
11) Gudang
12) Fasilitas pemadam kebakaran, seperti bangunan fire pump houses, reservoir,
sprinkler
13) Fasilitas pendukung lainnya, seperti area pengolahan limbah, area perawatan,
bangunan administrasi, dan laboratorium.
Di dalam desain tata letak pabrik perlu diperhatikan bahwa penempatan alat harus
meminimalkan:
1) Kecelakaan manusia dan kerusakan properti disebabkan oleh kebakaran atau
1) Peledakan
2) Biaya perawatan
3) Jumlah karyawan yang dibutuhkan untuk mengoperasikan pabrik
4) Biaya operasi
5) Biaya konstruksi
6) Biaya ekspansi dan perencanaan pengembangan
BAB II. DESKRIPSI KERJA

2.1 Memulai lembar kerja Microsoft Visio


Setelah mengklik ikon Microsoft Visio pada deskop, maka akan muncul
tampilan utama seperti gambar 2.1. Pilih Categories – Engineering – Proccess
Flow Diagram seperti pada gambar 2.2 dan gambar 2.3 berikut.

Gambar 2.1 Tampilan utama Microsoft Visio

Gambar 2.2 Tampilan menu categories

Gambar 2.3 Tampilan menu Engineering


Setelah memilih menu PFD, maka buka lembar kerja dengan unit metrics
seperti pada gambar 2.4 berikut.

Gambar 2.4 Membuka lembar kerja

Pada lembar kerja yang telah dibuka, akan muncul tampilan polos. Jika
kita ingin menambahkan kotak kotak kecil guna mempermudah pengerjaan seperti
kertas milimeter, maka pilih “view – show – grid” seperti pada gambar 2.5 dan
2.6 berikut.

Gambar 2.5 Memunculkan grid


Gambar 2.6 Lembar kerja dengan grid aktif
Selanjutnya, kita atur ukura kertas dan orientasi pengerjaan melalui
‘Design – Page Setup” seperti pada gambar 2.7 berikut.

Gambar 2.7 Mengatur orientasi dan ukuran lembar lembar kerja

Setelah kita mengatur orientasi dan ukuran lembar kerja, maka hal
selanjutnya yang kita lakukan adalah mengatur skala yang akan digunakan dalam
PFD yang akan kita buat.Caranya adalah dengan meng klik kotak kecil yang ada
di pojok bawah kanan pada page setup. Maka akan muncul tampilan seperti pada
gambar 2.8

Gambar 2.8 Tampilan Page Setup

Pilih Drawing Scale untuk mengatur skala yang akan kita gunakan.
Misalnya kita menggunakan skala 1:100. Itu artinya dalam 1 cm ukuran gambar
yang kita buat pada lembar kerja Microsoft Visio akan mewakili 1 m ukuran
sebenarnya. Dapat dilihat seperti pada gambar 2.9 berikut.

Gambar 2.9 Mengatur Skala


Setelah selesai mengatur skala yang digunakan dalam pembuatan PFD,
maka klik “OK”. Setalah kita klik “OK” maka lembar kerja siap digunakan untuk
membuat PFD seperti pada gambar 2.10. Disebelah kiri lembar kerja terdapat
berbagai “Shape” PFD yang siap digunakan dengan cara klik atau drag gambar
yang akan digunakan ke lembar kerja yang ada di sebelah kanan.

Gambar 2.10 Lembar kerja yang siap digunakan untuk membuat PFD

Jika shape yang akan digunakan tidak dijumpai dalam menu “Shape” yang
ada disebelah kiri lembar kerja, maka kita dapat membuatnya secara manual.
Caranya adalah klik ikon yang ada di sebelah “Point Tool” pada tab ‘Tools”.
Disana tersedia beberapa shape yang dapat kita kombinasikan untuk membuat
objek, diantaranya adalah:
 Rectangle = untuk membuat segiempat
 Eclipse = untuk membuat lingkaran
 Line = untuk membuat garis lurus
 Freeform = untuk menggambar bebas
 Arc = untuk membuat lengkungan
 Pencil = untuk membuat garis lurus/lingkaran
Dapat dilihat pada gambar 2.11 berikut.
Gambar 2.11 Menggunakan Tools

Selanjutnya adalah membuat garis putus putus yang digunakan dalam PFD.
Caranya yaitu dengan klik shape yang akan kita ubah menjadi garis putus putus.
Lalu pilih “Line” pada Shape Style pada Toolbar. Disana terdapat beberapa
pilihan, diantaranya adalah:
 Weight = untuk mengatur tebal garis
 Dashes = untuk membuat garis putus putus
 Arrows = untuk membuat panah pada ujung objek
Seperti pada gambar 2.12 berikut.
Gambar 2.12 Membuat garis putus putus

Setelah mempelajari fungsi di atas, cobalah untuk membuat PFD seperti


pada gambar 2.13

Gambar 2.13 Salah satu bagian PFD