Anda di halaman 1dari 22

5

BAB II
DASAR-DASAR MANAJEMEN LABORATORIUM KESEHATAN

A. KEPEMIMPINAN PENGELOLAAN MANAJEMEN

Istilah kepemimpinan adalah kata yang diambil dari kata-kata yang


umum dipakai dan merupakan gabungan dari kata ilmiah yang tidak
didefinisikan kembali secara tepat. Konsep kepemimpinan selalu kabur
atau kembali menjadi tidak jelas karena artinya yang kompleks dan
mendua (Janda,1990).
Sebagian besar definisi kepemimpinan mencerminkan asumsi
bahwa kepemimpinan berkaitan dengan proses yang disengaja dari
seseorang untuk menekankan pengaruhnya yang kuat terhadap orang lain
untuk membimbing, membuat struktur, memfasilitasi aktivitas dan
hubungan di dalam kelompok atau organisasi (Yukl, 2009, h. 3).
Perbedaan kepemimpinan dan manajemen, seseorang bisa
menjadi pemimpin tanpa harus menjadi manajer (contoh pemimpin
informal), dan seseorang menjadi manajer tanpa harus memimpin tapi
tidak mempunyai bawahan (manajer bagian keuangan) (Yukl. 2009, h. 6).
Bennis dan Nanus (1985, h.21) berpendapat bahwa “Manajer
adalah orang yang melakukan segala sesuatunya dengan baik dan
pemimpin adalah orang yang melakukan hal yang benar”.
Sebagian besar pakar sepaham bahwa dalam organisasi modern
manajemen membutuhkan pemimpin dimana kepemimpinan adalah
proses untuk mempengaruhi orang lain memahami dan setuju dengan apa
yang dilakukan dan b agaimana tugas itu dilakukan secara efektif, serta
proses untuk memfasilitasi upaya individu dan kolektif untuk mencapai
tujuan b ersama (tertentu), manajer atau administrator yang sukses dalam
organisasi modern adalah yang juga mampu memimpin, teladan,
pemb imbing, pelatih (coach), motivator, teman dan penasehat. Definisi ini

Manajemen Laboratorium Kesehatan


6

dapat juga digunakan untuk memenuhi tantangan dimasa sekarang dan


masa depan.
Kekuasaan dan mempengaruhi merupakan inti dari kepemimpinan.
Agar seseorang menjadi pemimpin yang efektif, dia harus mampu
mempengaruhi orang lain agar mau menjalankan permintaannya,
mendukung proposal, dan mengimplementasikan kebijakan.
Sebagaimana dikutip dari Bradford dan Cohen (1984, h.280) “Bila anda
mempunyai pengaruh terhadap atasan maka pengaruh anda terhadap
bawahan dan rekan sejawat akan meningkat. Kekuasaan adalah sumber
yang memungkinkan seorang pemimpin untuk mendapatkan hak untuk
mengikutsertakan, meyakinkan, dan mempengaruhi orang lain untuk
mencapai tujuan tertentu.
Kepemimpinan adalah tuntunan peran yang penting bagi para
manajer dan alasan utama akan adanya pekerjaan manajerial. adapun
ciri manajer yang baik : berwawasan luas, efektif dan efisien, berani
menanggung resiko, dapat mengambil keputusan, bersedia membagi-
mendelegasi, mampu membimbing–melatih, mampu membentuk
teamwork, bersedia dikoreksi, mampu mengendalikan diri, mampu
mendengarkan dan menjadi teladan.
Memimpin dalam situasi yang sulit atau untuk bertahan dalam
lingkungan yang bermusuhan, dalam keadaan demikian, para bawahan
mengharapkan pemimpin tersebut akan lebih tegas, memberi petunjuk
dan menentukan (Halpin,1954; Mulder & Stemerding,1963). Situasi yang
sulit bisa berasal dari (1) Internal: sub-ordinat sulit, sub-ordinat non-
produktif, sub-ordinat yang melakukan pelanggaran, company politik,
atasan yang tidak mendukung; (2) Eksternal: Persaingan, tuntutan
perkembangan teknologi, perubahan regulasi, tuntunan pasien, tuntunan
perkembangan zaman.
Pekerjaan manajerial telah diubah oleh perubahannya trend
perekonomian, politik dan kemasyarakatan (Des & Picken, 2000).

Manajemen Laboratorium Kesehatan


7

Kemampuan atau keterampilan mengacu kepada kemampuan


untuk melakukan sesuatu dalam cara yang efektif. Kemampuan yang
diperlukan manajer antara lain :
1. Conceptual skill: mendapatkan, menganalisa dan menginterpretasi
informasi, melihat secara makro, wawasan ke depan.
2. Human relation skill: pengetahuan tentang manusia, komunikasi,
motivasi, negoasiasi, pengarahan ke bawah dan menterjemahkan
kemauan atasan.
3. Administrative skill: planning, organizing, directing, controlling.
4. Technical skill: melaksanakan tugas menurut fungsi, analisa,
administrasi keuangan dan pengadaan, dll (materi kuliah
manajemen laboratorium)
Tingkatan manajemen berdasarkan tanggung jawab pekerjaan
agak berbeda bagi para manajer yang berada di tingkatan berbeda dalam
hirarki otoritas organisasi. Para manajer dari tingkatan yang lebih tinggi
biasanya lebih memperhatikan penggunaan kekuasaan yang luas dalam
membuat rencana jangka panjang dan memikirkan tentang apa yang akan
terjadi dalam waktu 10 hingga 20 tahun yang akan datang (Jacobs &
Jacques, 1987). Para manajer tingkat menengah dan tingkat rendah lebih
banyak memperhatikan interprestasi dan implementasi dari kebijakan
serta program-program (Katz & Kahn, 1978).
Manajemen laboratorium merupakan hal yang sangat penting
dalam pelaksanaan tugas laboratorium, yaitu memberi informasi hasil
pemeriksaan laboratorium kepada peklinik yang dapat digunakan untuk
menegakkan diagnosis, dan tidak lanjut pengobatan terhadap penderita.
Dengan demikian tanggung jawab laboratorium klinik sebagai penunjang
pelayanan medis terhadap peklinik maupun penderita cukup berat.
Peklinik mengharapkan hasil pemeriksaan yang diminta dan
pelaksanaannya oleh laboratorium benar–benar terjamin mutunya.
Demikian pula, penderita berharap hasil pemeriksaan yang mereka

Manajemen Laboratorium Kesehatan


8

percayakan kepada laboratorium untuk dilaksanakan dengan harga yang


sesuai (terjangkau) dan terjamin hasilnya.

Manajemen laboratorium harus bertanggung jawab atas perencanaan,


pelaksanaa monitoring dan evaluasi untuk perbaikan sistem manajemen
yang mencakup:

a. Dukungan bagi semua petugas laboratorium dengan memberikan


kewenangan dan sumber daya yang sesuai untuk melaksanakan
tugas.

b. Kebijakan dan prosedur untuk menjamin kerahasiaan


hasillaboratorium.

c. Struktur organisasi dan struktur manajemen laboratorium serta


hubungannya dengan organisasi lain yang mempunyai kaitan
dengan laboratorium tersebut.
d. Uraian tanggung jawab, kewenangan dan hubungan kerja yang
jelas dari tiap petugas
e. Pelatihan dan pengawasan dilakukan oleh petugas yang kompeten,
yang mengerti maksud, prosedur dan cara menilai hasil prosedur
pemeriksaan.
f. Manajer teknis yang bertanggung jawab secara keseluruhan
terhadap proses da penyediaan sumber daya yang diperlukan
untuk menjamin kualitas hasil pemeriksaa laboratorium.
g. Manajer mutu yang bertanggung jawab dan memlilki kewenangan
untuk mengawasi persyaratan sistem mutu.
h. Petugas pada laboratorium dengan organisasi sederhana dapat
melakukan tuga rangkap.
Mutu pelayanan didasari penilaian hasil pelayanan laboratorium
secara keseluruhan, dan salah satu titik penting terletak di mutu
pemeriksaan atau parameter yang diperiksa. Pemeriksaan akan melalui
proses yang kompleks dan panjang sebelum dikeluarkan pemb eritahuan

Manajemen Laboratorium Kesehatan


9

oleh lab oratorium. Proses yang dilalui dapat dib agi menjadi pra analitik,
analitik, dan pasca analitik. Adapun pemeriksaan yang dimaksud adalah :
1. Pemeriksaan pra analitik meliputi : (1) Ketatausahaan (clerical), (2)
Persiapan penderita (Patient Preparation), (3) Pengumpulan
sampel (Speciment Collection), (4) Penanganan sampel (Sampling
Handling).
2. Pemeriksaan analitik terdiri atas : (1) Reagen (reagents), (2)
Peralatan (instruments), (3) Kontrol dan bakuan (control and
standard), (4) Metode Analitik (analytical method), (5) Ahli teknologi
(tecnologist).
3. Pemeriksaan pasca analitik terdiri atas : (1) Perhitungan
(calculation), (2) Cara menilai (method evaluation), (3)
Ketatausahaan (clerical).
Peranan manajemen di bidang kesehatan adalah ilmu terapan yang
dapat dimanfaatkan untuk membantu manajer memecahkan masalah
organisasi. Atas dasar pemikiran tersebut manajemen dapat diterapkan di
bidang kesehatan untuk memecahkan masalah program dan masalah
kesehatan masyarakat. Tujuan umum manajemen kesehatan adalah
untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, atau mencapai suatu
keadaan sehat bagi individu dan kelompok-kelompok masyarakat. Di
Indonesia pengertian sehat sudah dituangkan dalam UU Pokok
Kesehatan RI no 9 tahun 1960. Batasan sehat juga telah disesuaikan
pengertiannya dengan batasan sehat menurut WHO (1947). demikian
pula pengertian sehat menurut UU Kesehatan no 23/1992.

B. PERILAKU ORGANISASI

1. Organisasi dan Manajemen

Laboratorium pengujiaan atau organisasinya harus merupakan


suatu kesatuaan yang secara legal dapat dipertanggungjawabkan.
Komponen dalam kelengkapan organisasi disesuaikan dengan jenis

Manajemen Laboratorium Kesehatan


10

dan jenjang laboratorium dan pada dasarnya mengikuti struktur


organisasi masing-masing laboratorium.
Laboratorium kesehatan harus berbentuk badan hokum, mempunyai
struktur organisasi dan harus terpampang serta terlihat dengan jelas.
Untuk laboratorium-laboratorium lain selain laboratorium rumah sakit
mengikuti struktur orgaisasi masing-masing yang berlaku.
Kelompok fungsional adalah tenaga yang tidak termasuk dalam
structural. Tenaga teknis pada setiap instalasi laboratorium
pemerintah termasuk ke dalam kelompok jabatan fungsional. Pranata
laboratorium kesehatan merupakan tenaga non structural yang terbagi
atas pranata labkes ahli (minimal S1 kesehatan) dan pranata labkes
terampil (minimal lulusan SMAK/sederajat)
Untuk memenuhi tujuan mutu dan penerapan kebijakan mutu,
suatu organisasi menejemen mutu harus didesaien dan
dikembangkan sedemikiaan, agar faktor tehnis, administrasi dan
manusia yang mempengaruhi mutu hasil pengujian dan layanannya
berada dibawah kendali.
Pengendaliaan dapat dilakukan melalui suatu struktur organisasi.
Desain dari struktur organisasi laboratorium terdiri atas menetapkan
pekerjaan yang dilakukan dan tanggung jawab serta hubungan hirarki
untuk melakukan pekerjaan itu.
Organisasi dan Tata Kerja Laboratorium kesehatan sebaiknya
memperhatikan pilar-pilar organisasi untuk mencapai tujuan atau
sasaran. Sedikitnya ada sepuluh pilar yang perlu dimanfaatkan yaitu
nilai (values), struktur (stuctures), kepemimpinan (leadership), proses
manajemen (management pro-cesses), informasi (information), tata
kerja dan kemitraan (procedures and partnership) kompetensi
(competences), pengawasan (controls), kinerja (performance), dan
pemeriksaan bayaran (pay).

Manajemen Laboratorium Kesehatan


11

Komponen dalam kelengkapan organisasi disesuaikan dengan


jenis dan jenjang laboratorium dan pada dasarnya mengikuti struktur
organisasi masing-masing laboratorium (GLP,2002).

2. Manajemen

1. Visi dan Misi


Visi adalah ketentuan tertulis mengenai gambarankeadaan masa
depan yang diinginkan oleh laboratorium kesehatan tersebut.
Ketentuan tersebut dapat dikaitkan atau tidak dikaitkan dengan
dengan kurun waktu tertentu.
Misi adalah upaya-upaya yang harus dilakukan agar visi yang
diinginkan terlaksana dengan hasil baik.
Setiap laboratorium harus mempunyai visi dan misi, petugas yang
bekerja di laboratorium harus mengetahui dan memahami visi dan
misi laboratorium.
2. Informasi dan Alur Pelayanan
Informasi dan alur pelayanan menggambarkan hubungan kerja
melalui penetapan garis kewenangan dan tanggung jawab,
komunikasi dan alur kerja agar diperoleh fungsi yang optimal
melalui unit-unit terkait (koordinasi). Hal ini menjamin bahwa
masing-masing petugas memperoleh pengertian mengenai tugas
dan fungsi yang diharapkan, melengkapi mereka dengan
mekanisme untuk mengerti dengan jelas tanggungjawab mereka
dan kepada siap harus bertanggungjawab.
Pada umumnya sistem informasi laboratorium terdiri atas :
- Sistem informasi mutu pelayanan
- Sistem informasi kepegawaian
- Sistem informasi keuangan/akuntansi
- Sistem infromasi logistik

Manajemen Laboratorium Kesehatan


12

Pengertian alur pelayanan oleh pelaksana di laboratorium lebih


menunjukan kepada aspek pemeriksaan mulai dari pra analisis,
analisis dan pasca analisis, sedangkan oleh pernal jasa adalah
ketepatan dan kecepatan hasil pemeriksaan.

3. Persyaratan Unsur-unsur Manajemen


Manajemen laboratorium harus bertanggung jawab atas
perencanaan, pelaksanaa monitoring dan evaluasi untuk perbaikan
sistem manajemen yang mencakup:
1. Dukungan bagi semua petugas laboratorium dengan
memberikan kewenangan dan sumber daya yang sesuai untuk
melaksanakan tugas.
2. Kebijakan dan prosedur untuk menjamin kerahasiaan
hasillaboratorium.
3. Struktur organisasi dan struktur manajemen laboratorium serta
hubungannya dengan organisasi lain yang mempunyai kaitan
dengan laboratorium tersebut.
4. Uraian tanggung jawab, kewenangan dan hubungan kerja yang
jelas dari tiap petugas
5. Pelatihan dan pengawasan dilakukan oleh petugas yang
kompeten, yang mengerti maksud, prosedur dan cara menilai
hasil prosedur pemeriksaan.
6. Manajer teknis yang bertanggung jawab secara keseluruhan
terhadap proses da penyediaan sumber daya yang diperlukan
untuk menjamin kualitas hasil pemeriksaa laboratorium.
7. Manajer mutu yang bertanggung jawab dan memlilki
kewenangan untuk mengawasi persyaratan sistem mutu.
8. Petugas pada laboratorium dengan organisasi sederhana dapat
melakukan tugas rangkap.

Manajemen Laboratorium Kesehatan


13

4. Tenaga
Pada dasarnya kegitan laboratorium kesehatan harus dilakukan
oleh petugas yang memiliki kualifikasi pendidikan dan pengalaman
yang memadai serta memperoleh/memiliki kewenangan untuk
melaksanakan kegiatan di bidang yang menjadi tugas dan tanggung
jawabnya.
Setiap laboratorium harus menetapkan seseorang atau
kelompok yng bertanggung jawab terhadap pelaksanaan kegiatan
yang berkaitan dengan pemantapan mutu dan keamanan kerja.
a. Kualifikasi
Kualifikasi minimal tenaga laboratorium yang bekerja
diberbagai jenjang pelayanan meliputi kepal laboratorium,
petugas administrasi dan pelaksana tugas kelaboratoriuman.
b. Komunikasi
Komunikasi dalam laboratorium kesehatan diartikan dengan
hubungan pribadi antar unit kerja baik antar tenaga
laboratorium dengan sesamanya, dengan unit kerja / instansi
lain, pengguna jasa maupun mitra kerjanya.

Komunikasi diartikan dengan hubungan antar pribadi dan antar


unit kerja baik antara tenaga laboratorium dengan sesamanya,
dengan unit kerja I instansi lain, pengguna jasa maupun mitra
kerjanya.

a. Komunikasi Intern

1) Horisontal: tenaga laboratorium harus memiliki kesempatan


cukup untuk bertukar pikiran mengenai hal-hal yang
bersangkutan dengan pekerjaannya dengan sesam a
petugas di ruang/seksi yang sarna atau di ruang/seksi lain
di laboratorium yang sarna.

2) Vertikal: sesuai hirarkinya, tenaga laboratorium harus


memiliki kesempatan

Manajemen Laboratorium Kesehatan


14

berkonsultasi tentang pekerjaannya dengan kepala


seksi/subinstalasil instalasi, kepala ruangan, kepala
laboratorium, kepala rumah sa kit; sedangkan untuk
Puskesmas dengan Kepala Puskesmas
b. Komunikasi ekstern

Sesuai dengan tugas dan wewenangnya, tenaga laboratorium


harus memiliki kesempatan bertukar pikiran dan informasi
dengan petugas lain yang terkait, seperti misalnya dengan
dokter ruangan, dokter Puskesmas, petugas farmasi dan
lain-lain termasuk pemasok.

c. Komunikasi ekspertis/keahlian/konsultatif

Sesuai dengan wewenangnya, penanggung jawab


laboratorium harus dapat memberikan uraian keahlian
(expertise) kepada pemakai jasa pelayanan laboratorium
(dokter, pasien maupun pihak lain)

c. Pendidikan dan pelatihan (diklat)

Pendidikan dan pelatihan tenaga laboratorium merupakan hal


yang sangat penting dalam pelayanan laboratorium dan harus
direncanakan dan dilaksanakan secara berkesinambungan.
Penanggungjawab laboratorium perlu memantau dan
menerapkan materi pelatihan (monitoring pasca pelatihan).

Diklat dan pelatihan tenaga laboratorium dapat dilakukan dalam


bentuk : (1) Formal yaitu pendidikan dan pelatihan yang
diselenggarakan secara terencana dan terjadwal oleh instansi
resmi berdasarka penugasan oleh pejabat yang berwenang.
Keikutsertaan dibuktikan dengan diperolehnya dengan
pernyataan tertulis (sertifikat) dari instansi penyelenggara; (2)
Informal yaitu diklat yang diselenggarakan secara tidak

Manajemen Laboratorium Kesehatan


15

terjadwal oleh instansi penyelenggara. Keikutsertaan dibuktikan


dengan pernyataan tertulis dari instansi penyelenggara, yang
tidak mempunyai dampak administratif.

d. Bimbingan tehnis (bimtek)


Bimtek diberikan oleh tenaga laboratorium kepada tenaga
laboratorium lain yang memiliki kemampun tehnis dibawah
laboratorium pembimbing. Pelaksaan dapat dilakukan oleh
laboratorium pembimbing atau oleh laboratorium lain yang
ditunjuk. Dilkat dapat dilakukan baik secara internal maupun
eksternal laboratorium. Tenaga laboratorium sekurang-
kurangnya sekali dalam setahun mengikuti diklat tambahan
atau penyegaran.

5. Manajemen mutu
Suatu organisasi yang baik harus mempunyai Sistem manajemen
mutu yaitu kebijakan, prosedur, dokumen dan lainnya yang
bertujuan agar mutu pemeriksaan dan sistem mutu secara
keseluruhan berlangsung dengan pengelolaan yang baik dan
terkendali secara terus menerus.
Kebijakan, proses, program, prosedur dan instruksi harus
didokumentasikan (berupa dokumen tertulis yang disimpan dan
dipelihara sedemikian hingga mudah digunakan dan selalu terjaga
kemutakhirannya) dan dikomunikasikan kepada semua petugas
yang terkait. Manajemen harus memastikan melalui proses
sosialisasi, pelatihan, penyeliaan, pengawasan atau cara lain yang
menjamin bahwa dokumen itu dimengerti dan diterapkan oleh
mereka yang ditugaskan untuk menggunakannya.
Sistem manajemen mutu mencakup pendidikan dan pelatihan
berkelanjutan, pemantapan mutu internal, pemantapan mutu
eksternal, verifikasi, validasi, audit internal dan akreditasi.

Manajemen Laboratorium Kesehatan


16

6. Komunikasi
Komunikasi diartikan dengan hubungan antar pribadi dan antar unit
kerja baik antara tenaga laboratorium dengan sesamanya, dengan
unit kerja / instansi lain, pengguna jasa maupun mitra kerjanya.
d. Komunikasi Intern
1) Horisontal: tenaga laboratorium harus memiliki kesempatan
cukup untuk bertukar pikiran mengenai hal-hal yang
bersangkutan dengan pekerjaannya dengan sesama
petugas di ruang/seksi yang sarna atau di ruang/seksi lain
di laboratorium yang sama.
2) Vertikal: sesuai hirarkinya, tenaga laboratorium harus
memiliki kesempatan berkonsultasi tentang pekerjaannya
dengan kepala seksi/subinstalasil instalasi, kepala
ruangan, kepala laboratorium, kepala rumah sa kit;
sedangkan untuk Puskesmas dengan Kepala Puskesmas
e. Komunikasi ekstern
Sesuai dengan tugas dan wewenangnya, tenaga laboratorium
harus memiliki kesempatan bertukar pikiran dan informasi
dengan petugas lain yang terkait, seperti misalnya dengan
dokter ruangan, dokter Puskesmas, petugas farmasi dan lain-
lain termasuk pemasok.
f. Komunikasi ekspertis/keahlian/konsultatif
Sesuai dengan wewenangnya, penanggung jawab laboratorium
harus dapat memberikan uraian keahlian (expertise) kepada
pemakai jasa pelayanan laboratorium (dokter, pasien maupun
pihak lain)

7. Pendidikan dan Pelatihan


Pendidikan dan pelatihan tenaga laboratorium merupakan hal yang
sangat penting dalam pelayanan laboratorium dan harus

Manajemen Laboratorium Kesehatan


17

direncanakan dan dilaksanakan secara berkesinambungan.


Penanggungjawab laboratorium perlu memantau dan menerapkan
materi pelatihan (monitoring pasca pelatihan).
Pendidikan dan pelatihan tenaga laboratorium dapat dilakukan
dalam bentuk:
a. Formal
Yang dimaksud dengan diktat formal adalah pendidikan dan
pelatihan yang diselenggarakan secara terencana dan
terjadwal oleh instansi resmi, berdasarkan penugasan oleh
pejabat yang berwenang. Keikutsertaan dibuktikan dengan
diperolehnya pernyataan tertulis (sertifikat) dari instansi
penyelenggara.
b. Informal
Yang dimaksud dengan diklat informal adalah pendidikan dan
pelatihan yang diselenggarakan secara tidak terjadwal oleh
instansi penyelenggara. Keikutsertaan dibuktikan dengan
pernyataan tertulis dari instansi penyelenggara, yang tidak
mempunyai dampak administratif.
c. Bimbingan teknis
Bimbingan teknis diberikan oleh tenaga laboratorium kepada
tenaga laboratorium lain yang memiliki kemampuan teknis di
bawah laboratorium pembimbing. Pelaksanaan dapat dilakukan
oleh laboratorium pembimbing sendiri atau oleh laboratorium
lain yang ditunjuk.
Pendidikan dan pelatihan dapat dilakukan baik secara internal
maupun eksternal laboratorium. Tenaga laboratorium sekurang-
kurangnya sekali dalam setahun mengikuti pendidikan /
pelatihan tambahan atau penyegar.

Manajemen Laboratorium Kesehatan


18

8. Tata Kerja di Laboratorium


Tata kerja menggambarkan sistim aliran kegiatan dalam
organisasi dalam hal ini laboratorium, hingga laboratorium tersebut
berfungsi. Agar fungsi laboratorium tersebut produktif, perlu diterapkan
beberapa prinsip, proses, alur kerja, dan deskripsi pekerjaan.

a. Prinsip Tata Kerja


Prinsip tata kerja tersebut antara lain adalah keamanan
(security/safety), kesederhanaan (simpilcity), efektivitas dan
efisiensi (effectiviness and efficiency), keadilan (equity), kualitas
(quality), kelestarian (sustainab ility), tanggung jawab
(responsib ility) dan kesejahteraan (welfare). Secara singkat
contoh prinsip tersebut adalah sebagai berikut:
1) Security and safety
a) Keamanan dalam tata kerja laboratorium pra-analitik,
analitik, pasca-analitik.
b) Keamanan dalam tata kerja administrasi yang
memerlukan kerjasama, partisipasi dan tanggungjawab
karyawan tim yang berkaitan.
2) Simplicity
Kesederhanaan prosedur administrasi hingga birokrasi
diperpendek dan prosedur tetap pra-analitik, analitik, dan
pasca analitik.
3) Efficiency & Effectiveness
Semua bertanggung jawab atas kecepatan prosedur tata
kerja hingga dapat selesai tepat waktu.
4) Equity
Keadilan dalam prosedur tata kerja antara lain tidak
membedakan gender dan kaya miskin dalam pelayanan.

Manajemen Laboratorium Kesehatan


19

5) Quality
Kualitas hasil tata kerja administrasi maupun hasil
laboratorium harus baik.
6) Responsib ility
Tanggung jawab semua karyawan sesuai deskripsi
pekerjaaan dan tata kerja sesuai tugasnya.
7) Welfare
Kesejahteraan karyawan maupun pengguna jasa misalnya
memberi kemu-dahan bagi yang tak mempu untuk tetap
meningkatkan kesehatan.
8) Sustainab ility
Kelestarian pengembangan fungsi laboratorium hingga
terjadi perbaikan berkelanjutan (continous improvement).

b. Proses Tata Kerja


Tata kerja adalah aturan atau mekanisme fungsi unit, seksi
atau sub unit di laboratorium dengan prinsip partisipatif,
profesional dan kebersamaan kerja untuk mencapai sasaran.
Koordinasi menyeluruh oleh kepala laboratorium dimulai dari
perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi
hasil. Untuk jelasnya diberikan pengertian-pengertian sebagai
berikut:
1) Koordinasi adalah suatu upaya pimpinan untuk
menyelaraskan kegiatan masing-masing petugas dalam
organisasi dengan maksud agar supaya semua kegiatan
yang terkait dapat diselesaikan tepat waktu sesuai rencana
dengan hasil tepat sasaran atau target. Hal ini dapat
dilaksanakan dengan jalan mengadakan rapat-rapat baik
formal maupun non formal yang membahas berbagai
hambatan yang dihadapi oleh petugas atau seksi/sub unit
organisasi. Dalam pembahasan tersebut diharapkan

Manajemen Laboratorium Kesehatan


20

mencapai kesepakatan bersama apa yang harus dilakukan


agar dapat mengatasi hambatan-kelemahan dan
meningkatkan kesempatan-kekuatan untuk memperoleh
hasil yang memuaskan.
2) Perencanaan adalah kegiatan menetapkan apa yang akan
dikerjakan di masa yang akan datang baik mengenai waktu,
jumlah, dan mutunya dalam rangka mencapai sasaran
tertentu. Bila perencanaan tersebut dapat dicapai dengan
baik maka tujuan usaha ini dapat dicapai dengan lebih
memuaskan. Perencanaan jangka panjang misal untuk 10-
25 tahun, menengah untuk 5 tahun dan pendek atau
rencana tahunan.
3) Pelaksanaan adalah pelaksanaan atau tata kerja
berdasarkan organisasi yang ada atau yang dibentuk.
Pelaksanaan kegiatan selalu berlandaskan efektivitas,
efisiensi, dan produktifitas.
a) Efektivitas adalah evaluasi atau penilaian tentang
apakah kegiatan telah dilakukan sesuai dengan yang
direncanakan baik mengenai waktu kerja maupun
mengenai mutu dan volume kerja.
b) Efisiensi adalah suatu evaluasi terhadap suatu proses
atau kegiatan dengan jalan mengukur masukan (input)
dengan keluaran (output), atau antara sumber daya yang
digunakan dengan hasilnya, atau satuan biaya tertentu
dengan hasilnya.
c) Produktivitas dapat didefinisikan dengan efisiensi
penggunaan sumber daya tertentu dalam menghasilkan
output. Cara pengukurannya sebagai berikut:
keluaran/hasil (output) per jam orang dan keluaran/hasil
(output) per unit modal.

Manajemen Laboratorium Kesehatan


21

4) Pengawasan adalah segala upaya yang harus dilakukan


oleh atasan langsung dengan maksud agar segala sasaran
atau rencana yang ingin dilakukan dapat terlaksana dengan
baik. Apa saja yang harus diketahui agar supaya
pengawasan dapat dilakukan antara lain adalah sebagai
berikut :
a) Apa yang harus dikerjakan, misalnya: (1) jumlah dan
jenis tes, (2) mutu hasil tes, (3) waktu yang tersedia.
b) Sumber daya yang dipakai untuk pekerjaan atau tes
tersebut : (1) tenaga kerja misalnya tenaga administrasi
atau analis, (2) bahan-bahan misalnya formulir
permintaan dan formulir hasil tes, (3) peralatan
operasional dan telah distandarisasi, (4) fasilitas lainnya
misalnya aliran listrik dengan tegangan tetap, air bersih,
a.c., dll.
c) Proses dan progres/kemajuan: (1) apakah menggunakan
sumber daya yang tersedia dengan baik atau apa ada
masalah ? (2) apakah waktu yang tersedia dapat
diselesaikan, atau apa ada masalah ? (3) apakah
dengan biaya yang pantas misalnya tes tidak diulang-
ulang yang meningkatkan biaya ? (4) apakah hasil tes
mutu sesuai dengan mutu standar misalnya pada
Pemantapan Mutu Eksternal (PME) nilainya baik?
d) Bagaimana cara mengatasi masalah-masalah tersebut?
Segera mengetahui bila terjadi hambatan : (1) apa yang
terjadi misalnya hasil tes tak cocok dengan penyakitnya,
(2) apa sebabnya misalnya aliran listrik dan
tegangannya, (3) cara mengatasinya misalnya stabilitas
aliran listrik dan memisahkan dengan fungsional lain,
standarisasi ulang, gangguan alat dan sebagainya.

Manajemen Laboratorium Kesehatan


22

e) Apa yang dilakukan dalam mengatasi hambatan itu : (1).


siapa yang melakukan, (2) bagaimana caranya, (3)
berapa biayanya, (4) kapan selesainya.
f) Bila pekerjaan selesai: (1) berapa waktu
penyelesaiannya, (2) bagaimana mutu hasil tes, (3)
bagaimana biayanya dibandingkan dengan biaya
operasionalnya.
g) Bagaimana pekerjaan dapat lestari: (1) prasarana air,
listrik dan lain-lain baik, (2) sarana : alat, reagen dan
lain-lain tersedia dan diperkirakan tidak kadaluwarsa, (3)
SDM terlatih untuk tiap kegiatan tersedia.
h) Stabilitas ekonomi, politik dan keamanan yang
mendukung serta strategi pemasaran yang berhasil
untuk pengembangan laboratorium.
5) Evaluasi hasil adalah penilaian hasil kegiatan apakah sesuai
dengan perencanaan, apakah ada hambatan-kelemahan
hingga perlu analisis SWOT untuk mengurangi hambatan-
kelemahan dan meningkatkan kesempatan kekuatan.

c. Deskripsi Pekerjaan
Deksripsi pekerjaan kepala laboratorium sampai seksi atau
sub unit terkecil, tetapi tetap ada kaitannya dengan seksi atau
sub unit lainnya untuk mewujudkan participative governance
maupun coorporate governance setelah ada kesepakatan
bersama.
Deksripsi pekerjaan/uraian tugas pokok dan fungsi instalasi
laboratorium antara lain sebagai berikut :
1) Tugas pokok dan fungsi instalasi laboratorium
a) Menyediakan seluruh sumberdaya, fasilitas dan
kompetensi untuk mendukung penyelenggaraan
kegiatan pelayanan dan pendidikan laboratorium.

Manajemen Laboratorium Kesehatan


23

b) Instalasi laboratorium dipimpin oleh seorang


kepalainstalasi laboratorium.
2) Kepala instalasi bertanggungjawab perihal :
a) Memimpin terlaksananya tugas pokok dan fungsi
instalasi secara baik
b) Kelancaran perencanaan pelaksanaan, pengendaliaan,
pengawasan dan evaluasi pelayanan di instalasi (dari
aspek manajemen instalasi)
c) Koordinasi yang baik dengan seluruh jajaran manajemen
rumah sakit dan instalasi dalam infrastruktur RSUD I.A.
Moeis secara lintas fungsi dan lintas sektoral.
d) Mengkoordinasikan dan memelihara administrasi
pelayanan, keuangan, rekam medik, informasi, promosi
dan pemasaran sesuai dengan ketentuan perundang-
undangan yang berlaku.
e) Melaksanakan manajemen SDM instalasi.
f) Menyusun dan mengevaluasi rencana dan laporan
kegiatan instalasi secara berkala dan insidensial.
3) Tugas pokok dan fungsi penanggungjawab tekhnis
a) Membantu mengevaluasi dan membuat rencana dan
laporan kegiatan instalasi secara berkala dan insidensial.
b) Bekerjasama dengan para kepala sub unit lainnya
menentukan kebutuhan-kebutuhan untuk pelayanan
laboratorium.
c) Atas persetujuan kepala unit menentukan kontrak
kerjasama dengan rekanan berdasarkan perbandingan
harga produk/reagen yang digunakan.
d) Menentukan prioritas kebutuhan/permintaan dari
seksi/sub unit pelayanan baik dari segi keuangan
maupun logistik.

Manajemen Laboratorium Kesehatan


24

e) Atas persetujuan kepala unit, meminta


pertanggungjawaban kepala sub unit atas penggunaan
alat/reagen dan bahan habis lainnya.
f) Mengkoordinasi menjaga mutu pelayanan laboratorium.
g) Mengkoordinasi melaksanakan pemantapan mutu
internal sesuai kebutuhan dan mengikuti Pemantapan
Mutu Eksternal (PME) secara berkala.
h) Menentukan solusi atas permasalahan yang timbul di
seksi/sub unit termasuk masalah ketenagaan.
4) Tugas pokok dan fungsi unit administrasi, keuangan dan
logistik
a) Menerima pasien dan melaksananakan administrasi
laboratorium
b) Koordinator administrasi dan di bawah supervisi kepala
laboratorium merencanakan dan mengelola administrasi,
keuangan dan logistik laboratorium.
c) Menangani sistem pencatatan dan distribusi surat masuk
dan surat keluar.
d) Menyusun laporan keuangan setiap bulan.
5) Tugas pokok dan fungsi Unit Rekam Medik, Informasi dan
Pemasaran
a) Menyiapkan pelaksanaan komputerisasi system
imformasi laboratorium yaitu : formulir laboratorium untuk
efektivitas pelayanan dan administrasi, keuangan dan
logistik untuk pengawasan dan pengendaliaan.
b) Melaksanakan rekam medik dan analisis untuk
mengetahui jumlah tes tiap bulan untuk evaluasi
pelayanan dan permintaan serta jumlah 3 tes terbanyak
dan 3 tes paling sedikit tiap bulan untuk pertimbangan
keputusan

Manajemen Laboratorium Kesehatan


25

c) Strategi promosi dan pemasaran tes sesuai paket check


up dan targetnya.
d) Pemasaran tes sesuai paket penyakit dan targetnya : (1)
internal ke unit pelayanan, komite medik dan unit
pelayanan lain, (2) ekternal ke instansi lain, pertemuaan
ilmiah dll.
e) Penyebaran informasi laboratorium dan dampaknya ke
unit lain dan follow up serta targetnya misalnya
meningkatnya pengguna jasa 5 % tiap bulan.
6) Tugas pokok dan fungsi unit .......................
a) Memproduksi layanan hematologi. Kimia klinik dan
urinalisa
b) Menjaga mutu pelayanan
c) Menyusun skala prioritas program layanan
d) Melakukan inovasi dan continues improvent tentang
produk dan prosedur pelayanan laboratorium dengan
menggunakan media croos fungsional team.
e) Menyusun perencanaan dan laporan sesuai kegiatan
bidang tugasnya.
7) Tugas pokok dan fungsi unit ……………….
a) Memproduksi layanan baketriologi, serologi– imunnologi,
Virologi dan parasitologi.
b) Menjaga mutu pelayanan
c) Menyusun skala prioritas program layanan
d) Melakukan inovasi dan continues improvent tentang
produk dan prosedur pelayanan laboratorium dengan
menggunakan media croos fungsional team.
e) Menyusun perencanaan dan laporan sesuai kegiatan
bidang tugasnya.
8) Tugas pokok dan fungsi unit pelayanan kesehatan
masyarakat

Manajemen Laboratorium Kesehatan


26

a) Memproduksi layanan kimia air, makanan, minuman, dan


forensic,
b) Menjaga mutu pelayanan,
c) Menyusun skala prioritas program layanan,
d) Melakukan inovasi dan continues improvent tentang
produk dan prosedur pelayanan laboratorium dengan
menggunakan media croos fungsional team,
e) Menyusun perencanaan dan laporan sesuai kegiatan
bidang tugasnya.

Manajemen Laboratorium Kesehatan

Anda mungkin juga menyukai