Anda di halaman 1dari 45

KARYA TULIS ILMIAH

PEMANFAATAN TANAMAN KENTANG


( SOLANUM TUBEROSUM L. )
SEBAGAI SUMBER ENERGI LISTRIK

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Kelulusan


dari SMA Katolik Frateran Maumere

Disusun Oleh:

TERESA RACHEL AYU PRACHETA


NIS/NISN : 3061/0040310614

PROGRAM MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

SMA KATOLIK FRATERAN MAUMERE

2021
PEMANFAATAN TANAMAN KENTANG
( SOLANUM TUBEROSUM L. )
SEBAGAI SUMBER ENERGI LISTRIK

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Kelulusan


dari SMA Katolik Frateran Maumere

Disusun Oleh:

TERESA RACHEL AYU PRACHETA


NIS/NISN :3061/0040310614

PROGRAM MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

SMA KATOLIK FRATERAN MAUMERE

2021
LEMBAR PENGESAHAN

Karya Tulis Ilmiah (KTI) ini telah diuji dan dipertahankan dihadapan Dewan

Penguji pada tanggal 15 April 2021 dan dinyatakan Lulus

Dewan Penguji:

1. Ketua : (Blasius Moa, S.Pd) ...............................

2. Anggota : (Adeodatus Guthelmus, S.Sos) ................................

3. Anggota : (Aquila Starman, SP , S.Pd) ................................

Mengetahui,

Kepala Waka Ur. Kurikulum


SMA Katolik Frateran Maumere

(Frater M. Paschalis, BHK, S.Pd) (Augustinus Syrilus, S.Pd)


LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN DAN BEBAS PLAGIARISME

Dengan ini saya menyatakan bahwa Karya Tulis Ilmiah (KTI) dengan judul
“Pemanfaatan Tanaman Kentang (Solanum tuberosum L.) Sebagai Sumber
Energi Listrik" ini beserta seluruh isinya adalah benar-benar karya saya sendiri.
Saya tidak melakukan penjiplakan atau pengutipan dengan cara-cara yang tidak
sesuai dengan etika ilmu yang berlaku dalam masyarakat keilmuan. Atas
pernyataan ini, saya siap penanggung resiko/sanksi apabila dikemudian hari
ditemukan adanya pelanggaran etika keilmuan atau ada klaim dari pihak lain
terhadap keaslian karya saya ini.

Maumere, 15 April 2021

Meterai
6000

(Teresa Rachel Ayu Pracheta)


KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkat dan
bimbingan-Nya sehingga penulis bisa menyelesaikan karya tulis ilmiah yang
berjudul “Pemanfaatan Tanaman Kentang (Solanum tuberosum L.) Sebagai
Sumber Energi Listrik“, yang merupakan salah satu syarat kelulusan dari SMA
Katolik Frateran Maumere.
Dalam penyusunan karya tulis ilmiah ini penulis banyak mendapat
bantuan dari berbagai pihak, oleh karena itu penulis menyampaikan ucapan terima
kasih sebesar-besarnya kepada :
1. Bapak Blasius Moa, S.Pd, selaku Guru Pembimbing Utama dan Bapak
Adeodatus Guthelmus, S.Sos, selaku Guru Pembimbing Dua, yang telah
meluangkan waktu, pikiran, perhatian, dan bimbingan dalam penulisan karya
tulis ilmiah dari awal sampai penyelesaian akhir.
2. Ayah, Mama serta Adik-adik atas dukungan dan doa yang dipanjatkan
sehingga karya tulis ilmiah ini selesai tepat waktu.
3. Semua pihak yang membantu penulisan karya tulis ilmiah ini yang tidak dapat
penulis sebutkan satu per satu.
Penulis menyadari bahwa karya tulis ilmiah ini, baik dari segi isi dan
penyampaian masih jauh dari kata sempurna. Maka dengan penuh kerendahan
hati, penulis mohon kritik dan saran yang bersifat membangun agar penulis dapat
menyusun karya tulis ilmiah yang lebih baik untuk waktu yang akan datang.
Penulis berharap semoga karya tulis ilmiah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
Akhir kata penulis mengucapkan mohon maaf bila ada kata-kata dalam
penyampaian yang kurang berkenan. Sekian dan terima kasih.

Maumere, 15 April 2021

Penulis

iv
ABSTRAK

Masalah tidak adanya listrik di beberapa desa terpencil di Indonesia, juga dialami oleh
negara-negara lain. Seiring dengan berkembangnya zaman, ditemukannya salah satu
energi alternatif yaitu kentang. Selain karena dapat dikonsumsi sebagai kebutuhan pokok,
kesehatan dan kecantikan, ternyata kentang juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber
energi listrik. Adanya kandungan listrik pada kentang karena kentang mengandung garam
yang tersusun atas Natrium yang bermuatan positif dan Klorida yang bermuatan negatif
apabila bereaksi dengan air akan membentuk larutan elektrolit. Dalam penelitian ini
teknik yang digunakan penulis dalam mengumpulkan data adalah dengan menggunakan
teknik observasi partisipasi lengkap dan studi dokumenter. Penelitian yang dilakukan
penulis menggunakan kentang dan penghantar tembaga dan paku sebagai alternatif listrik,
tiga buah kentang yang direbus hanya dapat menghasilkan tegangan listrik sangat kecil
untuk dapat menyalakan lampu dengan baik yaitu 1,5 volt sedangkan untuk tiga buah
kentang yang tidak direbus menghasilkan 1,3 volt. Dari hasil penelitian yang dilakukan
peneliti, ternyata kentang dapat menghasilkan energi listrik namun sangat kecil dan
belum cukup untuk dijadikan energi alternatif dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena
itu peneliti berharap agar penelitian selanjutnya dapat dikaji dan dilakukan lebih baik
lagi, sehingga dapat menghasilkan energi listrik yang cukup besar dan dapat diterapkan
sebagai sumber energi alternatif dalam kehidupan sehari-hari.

Kata kunci : kentang, listrik

v
DAFTAR ISI

Halaman Judul
Lembar Pengesahan
Halaman Pernyataan Keaslian dan Bebas Plagiarisme ............................... iii
Kata Pengantar ............................................................................................ iv
Abstrak ........................................................................................................ v
Daftar Isi ...................................................................................................... vi
Daftar Tabel ................................................................................................. viii
Daftar Gambar ............................................................................................. ix
BAB I : PENDAHULUAN ................................................................... 1
1.1 Latar Belakang ............................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah ............................................................ 3
1.3 Tujuan Penulisan .............................................................. 3
1.4 Manfaat Penulisan ............................................................ 4
1.4.1 Manfaat Teoritis ...................................................... 4
1.4.2 Manfaat Praktis ........................................................ 4

BAB II : KAJIAN PUSTAKA.................................................................. 5


2.1 Kentang ............................................................................ 5
2.1.1 Definisi Kentang ...................................................... 5
2.1.2 Morfologi Kentang .................................................. 7
2.1.3 Manfaat Kentang ..................................................... 9
2.2 Listrik ............................................................................... 11
2.2.1 Pengertian Listrik .................................................... 11
2.2.2 Jenis-Jenis Listrik .................................................... 12
2.2.3 Tegangan Listrik ...................................................... 14
2.2.4 Konduktor ................................................................ 14
2.3 Hubungan Keasaman Kentang Dan Tegangan Listrik ..... 15

vi
BAB III : METODE PENELITIAN............................................................ 17
3.1 Variabel Dan Desain Penelitian ....................................... 17
3.1.1 Variabel Penelitian .................................................. 17
3.1.2 Desain Penelitian ..................................................... 18
3.2 Waktu dan Tempat Penelitian .......................................... 20
3.2.1 Waktu ...................................................................... 20
3.2.2 Tempat ..................................................................... 20
3.3 Teknik Pengumpulan Data ............................................... 21
3.3.1 Persiapan Penelitian ................................................ 21
3.4 Analisis Data .................................................................... 22

BAB IV : HASIL DAN PEMBAHASAN ................................................ 23


4.1 Hasil dan Pembahasan ...................................................... 29

BAB V : PENUTUP ................................................................................ 32


5.1 Kesimpulan ...................................................................... 32
5.2 Saran ................................................................................ 33
Daftar Pustaka ............................................................................................. 34

vii
DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Klasifikasi Tanaman Kentang ………………............................ 6

Tabel 5.1 Pemanfaatan Tanaman Kentang (Solanum tuberosum L.)


Sebagai Sumber Energi Listrik Pada Kelompok Kentang Yang 26
Tidak Direbus Tahun 2021 …………………………................
Tabel 5.2 Pemanfaatan Tanaman Kentang (Solanum tuberosum L.) 27
Sebagai Sumber Energi Listrik Pada Kelompok Kentang Yang
Direbus Tahun 2021 …………………………………………..
Tabel 5.3. Hasil pengukuran tegangan listrik menggunakan koin kuning
dengan seng, dan tembaga dengan paku aluminium ………….. 28

viii
DAFTAR GAMBAR

Gambar 4.1 Persiapan alat dan bahan ………………………….... 20


Gambar 4.2 Penyambungan kabel dan penjepit buaya ………….. 21
Gambar 4.3 Contoh bentuk kawat tembaga …………………….. 21
Gambar 4.4 Contoh lipatan seng ………………………………... 22
Gambar 4.5 Contoh pemasangan paku aluminium dan tembaga
pada kentang yang tidak direbus …………………… 22
Gambar 4.6 Contoh pemasangan kabel dengan rangkaian seri
pada buah kentang …………………………………. 23
Gambar 4.7 Pengkukuran tegangan listrik menggunakan alat
multimeter analog ………………………………….. 23
Gambar 4.8 Percobaan dengan menghidupkan lampu ………….. 24
Gambar 4.9 Percobaan pada kelompok kentang yang direbus
dengan bahan paku aluminium dan kawat tembaga.
(a) Pengukuran tegangan listrik menggunakan
multimeter. (b) Percobaan dengan menghidupkan
lampu ………............................................................. 24
Gambar 4.10 Percobaan pada kelompok kentang yang tidak
direbus dengan bahan koin kuning dan seng. (a)
Pengukuran tegangan listrik menggunakan
multimeter. (b) Percobaan dengan menghidupkan
lampu ………………………………………………. 25
Gambar 4.11 Percobaan pada kelompok kentang yang direbus
dengan bahan koin kuning dan seng. (a) Pengukuran
tegangan listrik menggunakan multimeter. (b)
Percobaan dengan menghidupkan lampu ………….. 25

ix
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Listrik merupakan salah satu bagian penting yang dibutuhkan

masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, misalnya untuk penggunaan barang-

barang elektronik, seperti televisi, kulkas, kompor listrik, setrika dan lain-lain.

Kegunaan listrik yang paling utama adalah sebagai sumber penerangan, yaitu

untuk menyalakan lampu. Lampu menjadi salah satu komponen penting yang

digunakan untuk kebutuhan masyarakat apalagi di saat malam hari. Ketika tidak

ada lampu maka masyarakat tidak dapat melakukan aktivitas di waktu malam.

Di wilayah Indonesia masih terdapat masyarakat di empat provinsi yang

belum bisa menikmati listrik. Keempat provinsi itu yakni Papua (325 desa),

Papua Barat (102 desa), NTT (5 desa), dan Maluku (1 desa). "Meskipun

jumlahnya sedikit kalau dibandingkan dengan jumlah desa di seluruh tanah air

75 ribu tapi apapun ini harus kita selesaikan 433 desa yang belum berlistrik

tersebar di 4 provinsi," kata Jokowi dalam rapat terbatas via teleconference dari

Istana Merdeka, Bogor, Jawa Barat, Jumat (3/4/2020).

Masalah tidak adanya listrik di beberapa desa terpencil juga dialami oleh

negara-negara lain. Semakin berkurangnya sumber energi dari bahan fosil

1
seperti minyak bumi, maka dilakukannya berbagai usaha untuk menciptakan

sumber energi baru yang disebut dengan Energi Baru dan Terbarukan EBT. Di

Indonesia sendiri penggunaan EBT masih sekitar 6,8%. Demi mengatasi

kurangnya sumber energi listrik dapat diatasi dengan penggantian sumber energi

listrik dari PLN dengan sesuatu yang dapat dibudidayakan.

Salah satu energi alternatif yang berasal dari hasil pertanian yang tumbuh

di daerah dataran tinggi di berbagai belahan dunia, yaitu tanaman kentang.

Kentang sangat diminati oleh masyarakat di seluruh dunia, termasuk Negara

Indonesia. Selain karena dapat dikonsumsi sebagai kebutuhan pokok, kesehatan

dan kecantikan, ternyata terdapat kegunaan kentang yang belum banyak

diketahui oleh kalangan masyarakat, yakni kentang juga dapat dimanfaatkan

sebagai sumber energi listrik.

Berdasarkan hasil penelitian Rabinowitch dan kawan-kawan sekaligus

pencetus ide ini, menyatakan bahwa tanaman kentang dapat dimanfaatkan

sebagai energi alternatif. Ia bersama beberapa rekannya telah melakukan

penelitian dengan cara menancapkan sepasang plat logam, kabel dan lampu LED

ke sebutir kentang, maka kentang tersebut bisa menghasilkan energi listrik,

karena kandungan zat yang ada di dalam kentang bereaksi dengan bahan lainnya

yang dapat membuat lampu tersebut menyala.

Dari hasil penelitian tersebut, penulis merasa tertarik untuk meneliti

lebih lanjut mengenai pemanfaatan tanaman kentang (Solanum tuberosum L.)

sebagai sumber energi listrik.

2
1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang karya tulis ilmiah yang telah penulis kemukakan

diatas, maka rumusan masalah karya tulis ilmiah ini adalah :

1. Apa yang menyebabkan kentang bisa menghasilkan energi listrik ?

2. Bagaimana tegangan listrik yang dihasilkan dari kentang ?

3. Bagaimana cara pemanfaatan kentang agar bisa menghasilkan energi listrik?

1.3 Tujuan Penulisan

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penulisan karya tulis

ilmiah ini adalah :

1. Untuk mengetahui penyebab kentang bisa menghasilkan energi listrik.

2. Untuk mengetahui tegangan listrik yang dihasilkan dari kentang.

3. Untuk mengetahui cara pemanfaatan kentang agar bisa menghasilkan energi

listrik.

3
1.4 Manfaat Penulisan

Melalui karya tulis ilmiah ini, diharapkan dapat memberikan kegunaan

kepada pembaca maupun penulis, yakni :

1.4.1 Manfaat Teoritis

Agar dapat memberikan pengetahuan bagi pembaca mengenai

pemanfaatan tanaman kentang sebagai energi listrik.

1.4.2 Manfaat Praktis

Agar pembaca bisa menerapkan pemanfaatan kentang sebagai

sumber energi dalam kehidupan sehari-hari.

4
BAB II

KAJIAN PUSTAKA

2.1 Kentang

2.1.1 Definisi Kentang

Kentang (Solanum tuberosum L.) adalah tanaman umbi-umbian yang

merupakan makanan pokok di Eropa, walaupun pada awalnya di

datangkan dari Amerika Selatan. Kentang merupakan tanaman dari suku

Solanaceae yang memiliki umbi batang yang dapat dikonsumsi yakni

kentang itu sendiri. Untuk daerah yang tropis seperti Indonesia, kentang

cocok ditanam di dataran tinggi yang mempunyai iklim yang sejuk.

Kentang menghasilkan umbi sebagai komoditas sayuran yang

diprioritaskan untuk dikembangkan dan berpotensi untuk dipasarkan di

dalam negeri dan diekspor.

Kentang merupakan salah satu jenis umbi-umbian yang bergizi.

Zat gizi yang terdapat dalam kentang antara lain karbohidrat, mineral

(besi, fosfor, magnesium, natrium, kalsium, dan kalium), protein, serta 9

vitamin terutama vitamin C dan B1. Selain itu, kentang juga

mengandung lemak dalam jumlah yang relatif kecil, yaitu 1,0 – 1,5%

(Samadi, 1997).

5
Melihat kandungan gizinya, sebagai sumber utama karbohidrat,

kentang sangat bermanfaat untuk meningkatkan energi di dalam tubuh.

Karbohidrat juga sangat penting untuk meningkatkan proses

metabolisme tubuh, seperti proses pencernaan dan pernafasan. Zat

protein dalam tubuh manusia bermanfaat untuk membangun jaringan

tubuh, seperti otot-otot dan daging.

Selain mengandung zat gizi, umbi kentang mengandung zat

solanin yang beracun dan berbahaya untuk dikonsumsi, berwarna hijau

walaupun telah tua. Racun solanin akan berkurang atau hilang apabila

umbi telah tua. Tetapi racun solanin tidak dapat hilang apabila umbi

tersebut keluar dari tanah dan terkena sinar matahari (Samadi, 1997).

Adapun klasifikasi kentang sebagai berikut :

Klasifikasi Kentang
Kingdom Plantae
Divisio Spermatophyta
Subdivisio Angiospermae
Clasis Dicotyledonae
Ordo Solanales
Familia Solanaceae
Genus Solanum tuberosum Linn
Spesies Solanum tuberosum Linn
Tabel 2.1 Klasifikasi Tanaman kentang

2.1.2 Morfologi Kentang

a. Daun

6
Tanaman kentang umumnya berdaun rimbun. Helaian daun

berbentuk poling atau bulat lonjong, dengan ujung meruncing,

memiliki anak daun primer dan sekunder. Daun tanaman kentang

terletak berselang-seling pada batang tanaman. Jumlah helai daun

umumnya ganjil, saling berhadapan dan di antara pasang daun

terdapat pasangan daun kecil seperti telinga yang di sebut daun sela.

Pada pangkal tangkai daun majemuk terdapat sepasang daun kecil

yang disebut daun penumpu (stipulae). Warna daun hijau keputih-

putihan, mulai dari hijau muda sampai hijau tua hingga kelabu

(Rukmana, 1997).

b. Batang

Batang tanaman berbentuk segi empat atau segi lima, tergantung

pada varietasnya. Batang tanaman berbuku–buku, berongga, dan

tidak berkayu, namun agak keras. Diameter batang kecil dengan

tinggi dapat mencapai 50– 120 cm, tumbuh menjalar. Warna batang

hijau kemerah-merahan atau hijau keungu–unguan (Rukmana, 1997).

c. Akar

7
Tanaman kentang memiliki akar tunggang yang dapat menembus

tanah sampai kedalaman 45 cm, sedangkan akar serabut umumnya

tumbuh menyebar (menjalar) ke samping dan menembus tanah

dangkal. Akar tanaman berwarna keputih–putihan dan halus

berukuran sangat kecil. Di antara akar–akar tersebut ada yang akan

berubah bentuk dan fungsinya menjadi umbi (stolon) yang

selanjutnya akan menjadi umbi kentang (Samadi, 1997).

d. Bunga

Bunga bersifat protogami bunga kentang berkelamin dua

(hermaphroditus) yang tersusun dalam karangan bunga yang tumbuh

pada ujung batang dengan tiap karangan bunga memiliki tujuh

sasampai lima belas kuntum bunga. Warna bunga bervariasi: putih,

merah, biru. Struktur bunga terdiri dari daun kelopak (calyx), daun

mahkota (corolla), benang sari (stamen), yang masing–masing

berjumlah lima buah serta putik satu buah. Sistem penyerbukannya

dapat menyerbuk sendiri ataupun silang (Rukmana, 1997).

8
e. Umbi

Umbi terbentuk dari cabang samping diantara akar–akar. Proses

pembentukan umbi ditandai dengan terhentinya pertumbuhan

memanjang dari rhizome atau stolon yang diikuti pembesaran

sehingga rhizome membengkak. Umbi berfungsi menyimpan bahan

makanan seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan

air (Samadi, 1997).

2.1.3 Manfaat Kentang

a. Mengandung Antioksidan

Kentang sangat kaya akan senyawa flavonoid, karetonoid, dan asam

fenolik yang berperan sebagai antioksidan di dalam tubuh yang akan

mencegah radikal bebas muncul yang biasanya merusak sel tubuh,

salah satu faktor resiko dari berbagai penyakit kronis seperti penyakit

jantung, diabetes, dan kanker. Penelitian dalam Nutrition and Cancer

tahun 2011 menunjukan bahwa antioksidan dalam kentang dapat

menekan pertumbuhan sel kanker hati dan usus besar.

9
b. Membantu Kendalikan Gula Darah

Kentang banyak mengandung pati yang disebut dengan pati resisten

yang tidak bisa diserap sepenuhnya oleh tubuh. Penelitian menyatakan

bahwa pati resisten dapat membuat kerja insulin, hormon pengendali

gula darah, menjadi lebih optimal. Sebuah penelitian dalam Medicine

(Baltimore) 2015 yang dilakukan pada orang yang mengalami

diabetes tipe dua, juga menunjukan bahwa setelah mengonsumsi

makanan dengan pati resisten, gula darah terbukti lebih stabil.

c. Menstabilkan Tekanan Darah

Dilansir dalam laman Live Science, kentang merupakan sumber

kalium yang baik, bahkan jumlahnya lebih banyak ketimbang buah

pisang. Kalium adalah mineral yang dapat membantu menurunkan

tekanan darah dengan cara merangsang pembuluh darah untuk

melebarkan ukurannya. Selain itu, kentang juga mengandung kalsium

dan magnesium, yang juga berperan dalam mengendalikan tekanan

darah normal.

d. Mencerahkan Kulit

Masker kentang yang dicampur dengan bahan lain seperti yogurt dan

jus lemon dikatakan mampu membantu mencerahkan kulit. anfaat ini

mungkin dapat diperoleh karena kentang mengandung vitamin C yang

cukup tinggi.

10
e. Mengempeskan Jerawat

Penggunaan masker kentang dipercaya mampu mengempeskan

jerawat yang membandel. Hal ini karena kentang termasuk jenis

umbi-umbian yang mengandung antiradang. Kandungan ini dapat

meredakan peradangan pada jerawat yang membuatnya semakin besar

dan susah hilang.

f. Memudarkan Bekas Jerawat

Kandungan niacin pada kentang dapat membantu menyamarkan bekas

jerawat. Niacin adalah salah satu jenis vitamin (vitamin B3) yang

banyak ditemukan pada berbagai produk perawatan kulit.

2.2 Listrik

2.2.1. Pengertian Listrik

a. Secara Umum

Listrik adalah aliran elektron-elektron dari atom ke atom pada sebuah

penghantar. Energi listrik ini digunakan dan dimanfaatkan untuk

menggerakkan berbagai alat elektronik yang berfungsi untuk

mempermudah pekerjaan manusia.

Secara umum atau dalam kamus bahasa Indonesia, Listrik dapat diartikan

sebagai suatu daya yang muncul akibat terjadinya suatu gesekan atau

dikarenakan sebab lain dari suatu proses kimia.

11
b. Menurut Para Ahli

1) Circuit Globe

Energi listrik adalah energi yang disebabkan oleh pergerakan elektron

dari satu tempat ke tempat lain semacam energi disebut energi listrik.

Dengan kata lain, energi listrik adalah usaha yang dilakukan oleh aliran

elektron atau muatan yang bergerak.

2) Wikipedia

Energi listrik adalah energi utama yang dibutuhkan bagi peralatan

listrik/energi yang tersimpan dalam arus listrik dengan satuan ampere

(A) dan tegangan listrik dengan satuan volt (V) dengan ketentuan

kebutuhan konsumsi daya listrik dengan satuan Watt (W) untuk

menggerakkan motor, lampu penerangan, memanaskan, mendinginkan

atau menggerakkan kembali suatu peralatan mekanik untuk

menghasilkan bentuk energi yang lain.

2.2.2. Jenis Jenis Listrik

a. Listrik Statis

Listrik statis adalah fenomena kelistrikan dimana muatan listrik tidak

bergerak, atau dalam bahasa lebih sederhana, listrik statis merupakan

listrik yang diam untuk sementara pada suatu benda. Tidak bergeraknya

listrik pada satu benda (statis) dikarenakan muatan listrik tidak mengalir

dan perpindahan arusnya terbatas.

12
Muatan listrik bisa negatif atau positif, dan muatan tersebut berupa zat

terbentuk dari atom-atom. Setiap atom memiliki inti atom yang terdiri

dari proton dan elektron yang mengelilinginya. Proton mempunyai

muatan listrik positif, dan elektron mempunyai muatan listrik negatif.

Contoh kejadian listrik statis adalah menggosokan batang plastik

dengan kain wol. Kedua benda tersebut memiliki sebelumnya

bermuatan netral, tetapi saat dua benda tersebut digesekkan maka akan

terjadi perpindahan elektron dari kain wol ke penggaris plastik. Hal ini

menyebabkan penggaris plastik memiliki muatan negatif dan kain wol

memiliki muatan positif.

b. Listrik Dinamis

Listrik dinamis adalah muatan listrik yang mengalir atau yang dapat

bergerak, atau dalam arti sederhananya, bahwa listrik dinamis

merupakan suatu gejala listrik yang diakibatkan oleh muatan listrik

yang serta-merta bergerak atau mengalir dalam suatu rangkaian listrik.

Contoh kejadian listrik dinamis adalah mobil mainan dengan

menggunakan baterai. Mobil-mobilan yang menggunakan batu baterai

sebagai penggeraknya. Ketika muatan listrik yang terdapat pada batu

baterai mengalir dalam rangkaian listriknya, maka motor penggerak dari

mobil-mobilan yang telah dialiri oleh muatan listrik menggerakan roda

dan fungsi mobil mainan lainnya yang dapat bergerak, seperti roda.

13
Contoh lain dari kejadian listrik dinamis adalah penggunaan lampu

senter, laptop, handphone, televisi, dan lain sebagainya.

2.2.3 Tegangan Listrik

Tegangan listrik atau beda potensial adalah besaran listrik yang

timbul karena dua benda yang memiliki potensial listrik berbeda

dihubungkan oleh suatu penghantar. Satuan beda potensial atau tegangan

listrik adalah volt (V).

2.2.4 Konduktor

Konduktor adalah zat atau bahan yang mempunyai kemampuan

untuk menghantarkan panas atau arus listrik. Konduktor mampu

menghantarkan listrik dengan baik karena mempunyai hambatan jenis

sangat kecil. Besar tahanan ini dipengaruhi oleh jenis material atau bahan

penyusunnya, hambatan, ukuran panjang serta luas penampang bahan.

Konduktor memiliki kepadatan tinggi, memungkinkan partikel mengalir

bebas dan bertumbukan. Konduktor adalah logam yang menghantarkan

listrik secara bebas dan contoh bahan konduktif adalah tembaga,

aluminium, grafit, emas, kuningan, perunggu, baja dan lain-lain.

14
2.3 Hubungan Keasaman Kentang Dan Tegangan Listrik

Buah sering dijadikan sebagai makanan, minuman dan sumber vitamin

untuk sistem pertahanan tubuh ternyata memiliki kemampuan untuk

menghasilkan energi listrik khususnya untuk buah dan sayur yang memiliki

tingkat keasaman yang tinggi.

Seorang Professor ilmu dan teknik material di Penn State Michael


Hickner mengatakan “Buah-buahan dan sayuran menghantarkan listrik dengan
cara yang sama seperti larutan garam akan melengkapi sirkuit listrik, ini karena
ion dalam larutan garam tidak melakukan elektron.”
Pada prinsipnya, buah dan sayur berperan sebagai konduktor ionik.

Pengertian konduktor ionik sendiri adalah konduktor yang dapat menjalankan

listrik dari ion-ion yang bergerak bebas. Hasil bumi tersebut menghasilkan ion

bermuatan positif dan negatif. Tegangan listrik akan muncul jika ion berlainan

muatan tersebut saling bersinggungan. Interaksi antar ion yang berlawanan

muatan ini disebut elektrolit (larutan ionik).

Adanya kandungan listrik pada kentang karena kentang mengandung

garam dan air. Suatu garam apabila bereaksi dengan air akan menjadi larutan

garam yang dapat menghasilkan listrik atau disebut dengan larutan elektrolit,

karena garam sendiri tersusun atas Natrium (Na) yang bermuatan positif dan

Klorida (Cl) yang bermuatan negatif. Apabila keduanya saling bersentuhan akan

membentuk larutan elektrolit.

Buah dan sayuran yang dapat menghantarkan listrik selain kentang

adalah pisang, lemon atau jeruk, dan apel.

15
Menurut Professor Paul Takhistov dari Ruutgers University di New
Jersey, “Tomat yang memiliki bagian yang tidak teratur dan jeruk yang memiliki
kadar potasium yang tinggi tidak akan berfungsi dengan baik untuk
menghasilkan listrik. Hal ini dikarenakan daging buah terbagi menjadi
kompartemen internal yang menciptakan hambatan yang menghalangi terjadinya
arus listrik.”

16
BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Variabel dan Desain Penelitian

3.1.1. Variabel Penelitian

Menurut Sugiyono (2009), variabel penelitian adalah segala

sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk

dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian

ditarik kesimpulannya.

Penulis menggunakan dua variable yakni, variabel bebas

(independent variable) dan variabel terikat (dependent variable).

Variabel bebas (independent variable) adalah variabel yang diduga

sebagai sebab munculnya variabel variabel terikat. Variabel bebas sering

disebut juga dengan variabel stimulus, prediktor, antecedent. Variabel

bebas biasanya dimanipulasi, diamati, dan diukur untuk diketahui

hubungannya atau pengaruhnya dengan variabel lain. Yang tergolong

variabel bebas dalam penelitian ini adalah kentang.

Variabel terikat (dependent variable) adalah variabel respon atau

output. Variabel terikat atau dependen atau disebut variabel output,

kriteria, konsekuen, adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi

akibat, karena adanya variabel bebas. Variabel terikat tidak dimanipulasi,

melainkan diamati variasinya sebagai hasil yang dipradugakan berasal

17
dari variabel bebas. Biasanya variabel terikat adalah kondisi yang hendak

kita jelaskan. Dalam eksperimen-eksperimen, variabel bebas adalah

variabel yang dimanipulasikan atau dimainkan oleh pembuat eksperimen.

Yang tergolong variable terikat dari penelitian ini adalah besar tegangan

listrik yang dihasilkan.

3.1.2. Desain Penelitian

Penelitian yang akan dilakukan oleh penulis menggunakan

metode kualitatif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang digunakan

untuk meneliti pada kondisi objek alamiah, dimana peneliti merupakan

instrumen kunci (Sugiyono, 2005). Perbedaannya dengan penelitian

kuantitatif adalah penelitian ini berangkat dari data, memanfaatkan teori

yang ada sebagai bahan penjelas dan berakhir dengan sebuah teori.

Langkah-langkah dari penelitian “Pemanfaatan Tanaman

Kentang (Solonum tuberosum L.) Sebagai Sumber Energi Listrik“ adalah

sebagai berikut :

2. Persiapkan alat dan bahan. Bagi kentang tersebut ke dalam dua

kelompok. Tiga buah kentang pertama tidak direbus ( tandai dengan

tulisan huruf B menggunakan spidol merah ) dan tiga buah kentang

lain direbus sekitar 8-10 menit ( tidak diberi tanda ). Ukurlah terlebih

dahulu massa, panjang, lebar dan tegangan listrik per kentang.

3. Sambungkan penjepit buaya dengan kabel yang telah disediakan.

18
4. Bentuk kawat tembaga menjadi spiral dibagian tengah agar bisa

menghantarkan tegangan menjadi lebih baik dan pada ujung tembaga

dibiarkan tetap lurus agar bisa menancapkannya ke kentang.

5. Lipat seng ukuran 8cm menjadi dua bagian.

6. Lakukan percobaan pertama dengan menggunakan paku aluminium

dan kawat tembaga. Tancapkan masing-masing satu buah pada tiga

kentang yang tidak direbus.

7. Kemudian pasangkan penjepit buaya yang berwarna hitam ke

tembaga dan yang berwarna merah ke paku aluminium. Ulangi

sampai masing-masing tembaga dan paku aluminium yang tertancap

pada kentang telah dijepit penjepit buaya.

8. Kemudian ukurlah tegangan listrik yang dihasilkan dari kentang

menggunakan multimeter, dengan cara menjepit kabel penyidik pada

multimeter analog.

9. Setelah melihat kekuatan tegangan pada jarum penunjuk, isilah pada

tabel data percobaan. Lalu cobalah mengecek tegangan listrik dengan

menghidupkan lampu.

10. Lakukan langkah 5 sampai 8 dengan mengganti kentang yang

direbus, lalu mengganti bahannya dengan seng dan koin kuning di

masing-masing kentang yang direbus dan kentang yang tidak direbus.

11. Selesai melakukan percobaan, tuliskan hasil percobaan yang

dilakukan.

19
3.2 Waktu Dan Tempat Peneiltian

3.2.1 Waktu

Menurut Wikipedia, waktu adalah seluruh rangkaian saat ketika

proses, perbuatan atau keadaan berada atau berlangsung. Dalam hal

ini, skala waktu merupakan interval antara dua buah keadaan atau

kejadian, atau bisa merupakan lama berlangsungnya suatu kejadian.

Waktu yang digunakan peneliti untuk penelitian ini dilaksanakan

pada tanggal 15 Februari 2021.

3.2.2 Tempat

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), tempat adalah

ruang (bidang, rumah, dan sebagainya) yang tersedia untuk

melakukan sesuatu.

Tempat penelitian akan dilaksanakan di kediaman Bapak Fidelis,

alamat Centrum, Jalan Beringin, dengan menggunakan salah satu

ruangan yang minim cahaya, agar dapat terlihat bukti keberhasilan

dari penelitian ini.

20
3.3 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang diambil dari penulis adalah teknik

observasi dan studi dokumenter. Studi dokumenter adalah teknik

pengumpulan data dengan menghimpun dan menganalisis dokumen-

dokumen, baik dokumen tertulis, gambar, maupun elektronik. Observasi

adalah teknik mengumpulkan data dengan melakukan pengamatan terhadap

kegiatan yang sedang berlangsung.

Dalam penelitian ini penulis menggunakan jenis observasi partisipasi

lengkap. Observasi partisipasi lengkap adalah metode dimana peneliti terlibat

sepenuhnya dalam kegiatan sehari-hari orang yang sedang diamati atau yang

digunakan sebagai sumber data penelitian.

3.3.1 Persiapan Penelitian :

a. Alat :

1 AVOmeter atau Multimeter : 1 buah

2 Gunting : 1 buah

3 Spidol : 1 buah

4 Timbangan : 1 buah

5 Mistar : 1 buah

6 Cutter : 1 buah

7 Kamera : 1 buah

21
b. Bahan :

1 Kentang : 6 buah

2 Kawat Tembaga : 3 buah

3 Paku aluminium : 3 buah

4 Seng : 3 buah

5 Koin kuning : 3 buah

6 Kabel : 4 buah

7 Penjepit buaya : 8 buah

8 Lampu LED kecil : 1 buah

3.4 Analisis Data

Dalam Penelitian “Pemanfaatan Tanaman Kentang (Solanum tuberosum

L.) Sebagai Sumber Energi Listrik” akan dihasilkan beberapa data, antara

lain tegangan listrik yang dihasilkan dari buah kentang dan pengaruh jenis

penghantar tegangan listrik yang dijelaskan dari tahapan langkah-langkah

hingga ditabelkan hasil percobaan tersebut. Hasil pengolahan data yang

didapat kemudian dibandingkan dengan teori dan hasil- hasil penelitian lain.

22
BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

Berdasarkan instrumen dan desain penelitian, penulis memaparkan data

hasil penelitian “Pemanfaatan Tanaman Kentang (Solanum tuberosum L.)

Sebagai Sumber Energi Listrik” yang mencakup nilai tegangan listrik yang

dihasilkan dari buah kentang dan pengaruh jenis penghantar tegangan listrik

sebagai berikut :

Pertama penulis menyiapkan alat dan bahan. Penulis membagi kentang

tersebut ke dalam dua kelompok. Penulis menandai tiga buah kentang pertama

yang tidak direbus dengan tulisan huruf B menggunakan spidol merah dan tiga

buah kentang lain direbus sekitar 8-10 menit tidak diberi tanda. Penulis

mengukur terlebih dahulu massa, panjang, lebar dan tegangan listrik per

kentang. (Gambar 4.1).

Gambar 4.1 Persiapan alat dan bahan.

23
Kemudian penulis menyambungkan penjepit buaya dengan kabel yang

telah penulis sediakan. (Gambar 4.2).

Gambar 4.2 Penyambungan kabel dan penjepit buaya.

Setelah itu penulis membentuk kawat tembaga menjadi spiral dibagian

tengah agar bisa menghantarkan tegangan menjadi lebih baik dan pada ujung

tembaga penulis biarkan tetap lurus agar bisa menancapkannya ke kentang.

(Gambar 4.3).

Gambar 4.3 Contoh bentuk kawat tembaga.

24
Setelah penulis membentuk kawat tembaga, penulis melipat seng yang

berukuran 8 cm menjadi dua bagian. (Gambar 4.4).

Gambar 4.4 Contoh lipatan seng.

Setelah penulis menyiapkan alat dan bahannya, penulis melakukan

percobaan pertama dengan menggunakan paku aluminium dan kawat tembaga.

Penulis menancapkan masing-masing satu buah pada tiga kentang yang tidak

direbus. (Gambar 4.5).

Gambar 4.5 Contoh pemasangan paku aluminium dan tembaga pada kentang

yang tidak direbus.

25
Kemudian penulis memasangkan penjepit buaya yang berwarna hitam ke

tembaga dan yang berwarna merah ke paku aluminium. Penulis ulangi hal

tersebut sampai masing-masing tembaga dan paku aluminium yang tertancap

pada kentang telah dijepit penjepit buaya. (Gambar 4.6).

Gambar 4.6 Contoh pemasangan kabel dengan rangkaian seri pada buah

kentang.

Setelah penulis memasangkan penjepit buaya, penulis mengukur

tegangan listrik yang dihasilkan dari kentang menggunakan multimeter, dengan

cara menjepit kabel penyidik pada multimeter analog. (Gambar 4.7).

Gambar 4.7 Pengkukuran tegangan listrik menggunakan alat multimeter analog.

26
Setelah itu penulis melihat kekuatan tegangan pada jarum penunjuk,

penulis menulis hasil tersebut pada tabel data percobaan. Lalu penulis mencoba

mengecek tegangan listrik dengan menghidupkan lampu. (Gambar 4.8).

Gambar 4.8 Percobaan dengan menghidupkan lampu.

Kemudian penulis melakukan langkah 5 sampai 8 dengan mengganti

kentang yang direbus. Lalu penulis mengganti bahannya dengan seng dan koin

kuning pada kentang yang direbus dan kentang yang tidak direbus. (Gambar 4.9)

(a) (b)

Gambar 4.9 Percobaan pada kelompok kentang yang direbus dengan bahan paku

aluminium dan kawat tembaga. (a) Pengukuran tegangan listrik menggunakan

multimeter. (b) Percobaan dengan menghidupkan lampu.

27
(a) (b)

Gambar 4.10 Percobaan pada kelompok kentang yang tidak direbus dengan

bahan koin kuning dan seng. (a) Pengukuran tegangan listrik menggunakan

multimeter. (b) Percobaan dengan menghidupkan lampu.

(a) (b)

Gambar 4.11 Percobaan pada kelompok kentang yang direbus dengan bahan

koin kuning dan seng. (a) Pengukuran tegangan listrik menggunakan multimeter.

(b) Percobaan dengan menghidupkan lampu.

Selesai melakukan percobaan, penulis menulis hasil percobaan yang

dilakukan.

28
4.1 Hasil dan Pembahasan

Hasil perhitungan masing-masing kentang pada kelompok kentang yang

tidak direbus. (Tabel 4.1).

Panjang Lebar Berat Tegangan


Kentang Nyala Lampu
(cm) (cm) (gram) Listrik (volt)

Kentang 1 10,0 7,5 252 0,70 Tidak Menyala

Kentang 2 9,0 6,0 161 0,65 Tidak Menyala

Kentang 3 7,8 6,0 130 0,60 Tidak Menyala


Tabel 4.1 Pemanfaatan Tanaman Kentang (Solanum tuberosum L.) Sebagai

Sumber Energi Listrik Pada Kelompok Kentang Yang Tidak Direbus Tahun

2021.

Tabel di atas menjelaskan kentang 1 dengan panjang 10 cm, lebar 7 cm, dan

berat 252 gram menghasilkan 0,70 volt. Kentang 2 dengan panjang 9 cm, lebar 6

cm, dan berat 161 gram, menghasilkan 0,65 volt. Kentang 3 dengan panjang 7,8

cm, lebar 6 cm, dan berat 130 gram menghasilkan 0,60 volt. Dari hasil tersebut

dapat disimpulkan bahwa, ukuran dari kentang berpengaruh terhadap tegangan

yang dihasilkan.

29
Hasil pengukuran dari masing-masing kentang pada kelompok kentang yang

direbus. (Tabel 4.2).

Berat(gram) Tegangan Listrik (volt)


Panjang Lebar Nyala
Kentang
(cm) (cm) Sebelum Sesudah Sebelum Sesudah Lampu
Perebusan Perebusan Perebusan Perebusan

Tidak
Kentang 1 9,0 6,0 177 182 0,66 0,70
Menyala

Tidak
Kentang 2 8,5 5,9 169 176 0,66 0,69
Menyala

Tidak
Kentang 3 8,7 6,0 185 193 0,67 0,70
Menyala
Tabel 4.2 Pemanfaatan Tanaman Kentang (Solanum tuberosum L.) Sebagai

Sumber Energi Listrik Pada Kelompok Kentang Yang Direbus Tahun 2021.

Tabel di atas menjelaskan bahwa setelah mengalami perebusan, kentang

1 mengalami kenaikan berat sebesar 5 gram dan kenaikan tegangan sebesar 0,02

volt. Kentang 2 mengalami kenaikan berat sebesar 7 gram dan kenaikan

tegangan sebesar 0,03 volt. Kentang 3 mengalami kenaikan sebesar 8 gram dan

kenaikan tegangan sebesar 0,03 volt. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan

bahwa, rebusan berpengaruh terhadap kenaikan berat kentang dan tegangan

listrik pada kentang.

Hasil penelitian terhadap kentang yang tidak direbus dan kentang yang

direbus dengan menggunakan dua bahan yang berbeda, yakni pasangan koin

kuning-seng dan pasangan kawat tembaga-paku aluminium.(Tabel 4.3).

30
Tegangan Listrik Pada Alat Percobaan

Kentang Koin Kuning Tembaga dan


Nyala Nyala
dan Seng Paku Aluminium
Lampu Lampu
(volt) (volt)
Direbus 1,2 Terang 1,5 Sangat
Terang

Tidak Direbus 0,9 Redup 1,3 Terang


Tabel 4.3. Hasil pengukuran tegangan listrik menggunakan koin kuning

dengan seng, dan tembaga dengan paku aluminium.

Dari tabel di atas menjelaskan bahwa pengukuran tegangan listrik

kentang yang direbus menggunakan koin kuning dan seng menghasilkan

tegangan listrik sebesar 1,2 volt lebih kecil dari pengukuran tembaga dan paku

aluminium yang menghasilkan tegangan listrik sebesar 1,5 volt. Kentang yang

tidak direbus dan penelitiannya menggunakan koin kuning dan seng

menghasilkan tegangan listrik sebesar 0,9 volt lebih kecil dari pengukuran

tegangan listrik menggunakan tembaga dan paku aluminium yang menghasilkan

1,3 volt.

Dalan penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa pemanfaatan tanaman

kentang sebagai energi listrik untuk tiga buah kentang hanya dapat

menghasilkan tegangan listrik sangat kecil untuk dapat menyalakan lampu

dengan baik yaitu 1,5 volt untuk kentang rebus dan 1,3 volt untuk kentang biasa

dengan menggunakan penghantar tembaga dan paku sebagai alternatif

penghantar listrik yang lebih baik. Sehingga untuk menjadikan kentang sebagai

energi alternatif dibutuhkan kentang dalam jumlah banyak dan dengan

penghantar listrik yang tepat.

31
BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian tersebut penulis menyimpulkan bahwa

terbukti kentang dapat menghasilkan energi listrik walaupun tegangan yang

dihasilkan kecil. Untuk menyalakan lampu LED kecil dengan tegangan sebesar

1,2 volt ,membutuhkan tiga buah kentang ukuran besar. Dengan pengolahan

kentang dan pemilihan penghantar listrik yang tepat dapat menghasilkan

tegangan listrik yang lebih baik, seperti dengan menggunakan kentang yang

direbus dan menggunakan penghantar listrik berupa kawat tembaga dan seng.

Asam di dalam kentang membentuk reaksi kimia dengan seng dan kawat

tembaga dan ketika elektron mengalir dari satu bahan ke bahan lainnya , maka

energi dilepaskan. Di tambah apabila kentang direbuskan selama 8-10 menit,

maka jaringan organik di dalamnya buyar sehingga mengurangi resistensi serta

membuat gerakan elektron menjadi lebih bebas dan bisa menghasilkan lebih

banyak energi.

32
5.2 Saran

Berdasarkan pada kesimpulan yang diambil, maka selanjutnya dapat

diusulkan beberapa saran yang mungkin dapat dilakukan. Adapun saran yang

dapat diusulkan sebagai berikut :

a. Diharapkan bagi para peneliti yang hendak meneliti tentang kentang sebagai

sumber energi listrik, dapat meneliti kentang untuk menghasilkan tegangan

listrik yang lebih tinggi dari penelitian yang sudah ada.

b. Diharapkan bagi para peneliti yang hendak meneliti kentang sebagai sumber

energi listrik, agar hasil penelitiannya dapat dimanfaatkan sebagai sumber

energi listrik alternatif dalam kehidupan sehari-hari.

33
DAFTAR PUSTAKA

Abadi, Rinawan dan Risdiyani Chasanah. 2012. PR Fisika Kelas X Semester 2.

Jawa Tengah: Intan Pariwara.

Baharuddin. 2016. Pengaruh Perebusan Dan Proses Osmosis Terhadap

Kelistrikkan Pada Kentang. Karya Tulis Ilmiah. Sulawesi Selatan:

Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin

Makassar.

Wira Dian Jauarah. 2013. Analisis Kelistrikkan Yang Dihasilkan Limbah Buah

Dan Sayuran Sebagai Energi Alternatf Bio-Baterai. Karya Tulis Ilmiah.

Jawa Timur: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Universitas Jember.

Para Kontributor Wikipedia. “Kentang” dalam id.Wikipedia.org. (diakses pada

tanggal 02 Februari 2021)

Setiaji, Bamandhita Rahma. “Manfaat Kentang dan Kandungannya” dalam

hallosehat.com (diakses pada tanggal 03 Februari 2021)

34
Para Admin Materi Belajar. “Pengertian Listrik Secara Umum-Besaran dan

Manfaatnya” dalam Materibelajar.co.id (diakses pada tanggal 04

Februari 2021)

Para Kontributor Wikipedia. “Energi Listrik” dalam id.Wikipedia.org. (diakses

pada tanggal 02 Februari 2021)

Para Kontributor BBC NEWS. “Kentang, Umbi Yang Menerangi Dunia” dalam

bbc.com (diakses pada tanggal 03 Februari 2021)

Krisnaindra. “Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Kentang” dalam teorieno.com

(diakses pada tanggal 21 April 2021)

35