Anda di halaman 1dari 16

Solusi Tutorial Bab Turunan Bagian 1

1. Dengan menggunakan definisi akan ditentukan turunan fungsi berikut.



(a) r(s) = 2s + 1

r(s + h) − r(s)
r0 (s) = lim
h→0 h
p √
2(s + h) + 1 − 2s + 1
= lim
h→0 h
2s + 2h + 1 − 2s − 1
= lim p √ 
h→0
h 2(s + h) + 1 + 2s + 1
2h
= lim p √ 
h→0
h 2(s + h) + 1 + 2s + 1
2
= lim p √
h→0 2(s + h) + 1 + 2s + 1
1
=√
2s + 1

t
(b) f (t) =
t−1

f (t + h) − f (t)
f 0 (t) = lim
h→0
 h 
t+h t

t+h−1 t−1
= lim
h→0
 h 
(t + h)(t − 1) − t(t + h − 1)
(t + h − 1)(t − 1)
= lim
h→0
 2 h
t + ht − t − h − t2 − ht + t


(t + h − 1)(t − 1)
= lim
h→0
 h 
−h
(t + h − 1)(t − 1)
= lim
h→0 h
−1
= lim
h→0 (t + h − 1)(t − 1)
1
=−
(t − 1)2

1
  
1
, x 6= 0

x sin

2. Misalkan g(x) = x

0,

x=0

g(h) − g(0)
g 0 (0) = lim
h→0 h 

1
h sin −0
h
= lim
h→0
 h 
1
= lim sin
h→0 h
= sin(∞)

Karena sin(∞) tidak terdefinisi maka g 0 (0) tidak terdefinisi. Jadi grafik g(x) tidak memiliki
garis singgung di x = 0.

3. Perhatikan grafik f 0 (x) di bawah ini.

Fungsi f (x) didefinisikan pada interval [−2, 5] dan dimulai dari titik (−2, 3). Dari grafik
f 0 (x) diperoleh bahwa f (x) merupakan gabungan beberapa garis lurus yang memiliki gra-
dien −2 pada [−2, 0), gradien 0 pada (0, 1), gradien 1 pada (1, 3) dan gradien −1 pada
(3, 5]. Sehingga grafik f (x) adalah

2
4. Perhatikan grafik f (x) di bawah ini.

Akan ditunjukkan bahwa f (x) tidak memiliki turunan di titik P . Pertama, untuk turunan
kiri di titik P

f (1 + h) − f (1)
f 0 (1) = lim
h→0
√ h
1+h−1
= lim
h→0 h
1+h−1
= lim √
h→0 h( 1 + h + 1)

h
= lim √
h→0 h( 1 + h + 1)

1
= lim √
h→0 1+h+1
1
=
2

Pertama, untuk turunan kanan di titik P

f (1 + h) − f (1)
f 0 (1) = lim
h→0 h
2(1 + h) − 1 − 1
= lim
h→0 h
2 + 2h − 2
= lim
h→0 h
2h
= lim
h→0 h

=2

Karena turunan kiri dan turunan kanan f (x) di titik P berbeda maka f (x) tidak memiliki
turunan di titik P .

3
1 1 1
5. (a) aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa y = − 4 = 3x−3 − x−4
1 x 3 x
9 4
y 0 = −9x−4 − (−4x−5 ) = − 4
+ 5
x x
1
(b) aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaay = 3x2 + 2x x4 − 3x + 1
 
1
y 0 = (6x + 2) x4 − 3x + 1 + 3x2 + 2x 4x3 − 3
  

(c) aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa x1 cos x + sin x


y=
1 x2 + 1

(cos x + x(− sin x) + cos x) (x2 + 1) − (x cos x + sin x)(2x)


y0 =
(x2 + 1)2
(2 cos x − x sin x) (x2 + 1) − (x cos x + sin x)(2x)
=
(x2 + 1)2
2 cos x − x sin x (x cos x + sin x)(2x)
= −
x2 + 1 (x2 + 1)2

1(u − 1)(u + 2)
(d) aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
h(u)
1(u − 3)(u + 1)

((u + 2) + (u − 1)) (u − 3)(u + 1) − ((u + 1) + (u − 3)) (u − 1)(u + 2)


h0 =
((u − 3)(u + 1))2
(2u + 1)(u − 3)(u + 1) − (2u − 2)(u − 1)(u + 2)
=
(u − 3)2 (u + 1)2
(2u + 1) 2(u − 1)2 (u + 2)
= −
(u − 3)(u + 1) (u − 3)2 (u + 1)2



ax + b,
 x > −1
6. Misalkan f (x) =
bx2 − 3, x ≤ −1

Akan ditentukan a dan b sehingga f (x) memiliki turunan di setiap titik. Syarat sebuah
fungsi memiliki turunan adalah kontinu dan dapat diturunkan. Karena f (x) pada selang
buka merupakan polinom maka f (x) kontinu dan dapat diturunkan pada selang buka
tersebut. Cukup tinjau f (x) saat x = 1. Pertama, syarat fungsi kontinu.

lim f (x) = lim − ax + b = −a + b


x→−1− x→−1

lim f (x) = lim + bx2 − 3 = b − 3


x→−1+ x→−1

f (−1) = b(−1)2 − 3 = b − 3

4
−a + b = b − 3

a=3



3x + b,
 x > −1
sehingga f (x) =
bx2 − 3, x ≤ −1


Selanjutnya, syarat fungsi dapat diturunkan yaitu turunan kiri sama dengan turunan
kanan. Untuk turunan kiri

f (−1 + h) − f (−1)
f 0 (−1) = lim
h→0 h
b(−1 + h)2 − 3 − (b − 3)
= lim
h→0 h
b − 2bh + bh2 − 3 − b + 3
= lim
h→0 h
2
−2bh + bh
= lim
h→0 h
= lim −2b + bh
h→0

= −2b

Untuk turunan kanan

f (−1 + h) − f (−1)
f 0 (−1) = lim
h→0 h
3(−1 + h) + b − (b − 3)
= lim
h→0 h
−3 + 3h + b − b + 3
= lim
h→0 h
3h
= lim
h→0 h

= lim 3
h→0

=3

sehingga

−2b = 3
3
b=−
2

Jadi agar f (x) memiliki turunan di setiap titik maka a = 3 dan b = − 32 .

5
x
7. Persamaan y = memiliki turunan pertama
x−2

(x − 2) − x −2
y0 = 2
= .
(x − 2) (x − 2)2

x
Garis y = 2x + 3 memiliki gradien 2. Titik pada grafik y = yang garis singgungnya
x−2
tegak lurus dengan garis y = 2x + 3 memenuhi

−2
(2) = −1
(x − 2)2
−4 = −(x − 2)2

−4 = −x2 + 4x − 4

x2 − 4x = 0

x(x − 4) = 0

sehingga diperoleh x = 0 atau x = 4 dengan masing-masing pasangan y = 0 atau y = 2.


x
Jadi (0, 0) dan (4, 2) merupakan titik pada grafik y = yang garis singgungnya tegak
x−2
lurus dengan garis y = 2x + 3.

8. Sebuah batu dilemparkan ke atas secara vertikal pada permukaan bulan dengan kecepatan
awal 24 meter/detik. Setelah t detik, batu tersebut mencapai ketinggian s = 24t − 0, 8t2
meter.

(a) Kecepatan batu pda waktu t adalah

v = s0 = 24 − 1, 6t meter/detik

dan percepatan pada waktu t adalah

a = v 0 = 1, 6 meter/detik2

(b) Ketinggian maksimum batu terjadi saat v = 0.

24 − 1, 6t = 0
24
t= = 15
1, 6

6
yaitu saat t = 15 detik.
s = 24(15) − 0, 8(15)2 = 180

Jadi ketinggian maksimum batu adalah 180 meter.

(c) Setengah tinggi maksimum batu adalah 90 meter.

24t − 0, 8t2 = 90

0, 8t2 − 24t + 90 = 0
p
24 ± (−24)2 − 4(0, 8)(90)
t=
2(0, 8)

24 ± 288
t=
1, 6
1√
t = 15 ± 7 2
2

Jadi batu mencapai setengah tinggi maksimu dua kali yaitu saat t = 15 − 7 21 2 detik

dan t = 15 + 7 12 2 detik.

(d) Lama batu melayang di atas permukaan bulan sama dengan waktu yang dibutuhkan
batu untuk mencapai permukaan bulan kembali

24t − 0, 8t2 = 0

t(24 − 0, 8t) = 0

24
sehingga diperoleh t = 0,8
= 30 detik.

9. Frekuensi getaran dari suatu dawai biola adalah


s
1 T 1 1 1
f= = L−1 T 2 ρ− 2
2L ρ 2

dengan L panjang dawai, T tekanan dan ρ kepadatan linear dawai.

(a) Laju perubahan sesaat dari frekuensi terhadap

i. panjang dawai (dengan asumsi T dan ρ konstan)


s
1 1 1 1 T
f 0 = − L−2 T 2 ρ− 2 = − 2
2 2L ρ

7
ii. tekanan (dengan asumsi L dan ρ konstan)
  r
1 1 − 12 − 12 1 1
f = L−1
0
T ρ =
2 2 4L T ρ

iii. kepadatan linear (dengan asumsi T dan L konstan)

  s
1 1 1 3 1 T
f 0 = L−1 T 2 − ρ− 2 = −
2 2 4Lρ ρ

(b) Lengkingan (pitch) dari suatu nada ditentukan oleh frekuensi f (semakin tinggi frekuensi,
semakin tinggi lengkingan).

i. Laju perubahan dari frekuensi terhadap panjang dawai selalu bertanda negatif.
Ketika pajang efektif dari dawai diperpendek maka frekuensi akan menjadi tinggi.
Akibatnya lengkingan menjadi tinggi.

ii. Laju perubahan dari frekuensi terhadap tekanan dawai selalu bertanda positif.
Ketika tekanan dawai diperlemah maka frekuensi akan menjadi rendah. Akibatnya
lengkingan menjadi rendah.

iii. Laju perubahan dari frekuensi terhadap kepadatan linear selalu bertanda negatif.
Ketika kepadatan kawat diturunkan maka frekuensi akan menjadi tinggi. Akibat-
nya lengkingan menjadi tinggi.

10. Suatu partikel P bergerak pada suatu garis lurus dimulai dari titik asal 0. Posisi partikel
P (dari titik asal 0) pada setiap saat diberikan oleh grafik berikut.

(a) Partikel P bergerak ke kiri saat t berada pada interval (2, 3) dan (5, 6). Partikel P
bergerak ke kanan saat t berada pada interval (0, 1). Partikel P diam saat t berada
pada interval (1, 2).

8
(b) Berikut grafik dari kecepatan dan laju partikel P .

1
11. (a) aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
y = sin x tan x
1
y 0 = cos x tan x + sin x sec2 x

1
(b) aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
w = (sin x + cos x) sec x
1
w0 = (cos x − sin x) sec x + (sin x + cos x) sec x tan x

1 cot x
(c) aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
y=
1 1 + cot x

− csc2 x(1 + cot x) − cot x(− csc2 x) − csc2 x


y0 = =
(1 + cot x)2 (1 + cot x)2
1
(d) aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
r = sec x csc x
1
r0 = sec x tan x csc x + sec x(− csc x cot x) = sec x csc x (tan x − cot x)

9
12. Misalkan fungsi f dan g dan turunan keduanya mempunyai nilai di x = 0 dan x = 1
seperti pada tabel berikut.

x f (x) g(x) f 0 (x) g 0 (x)


1
0 1 1 5 3

1 3 −4 − 13 − 83

Akan ditentukan turunan dari fungsi berikut.

(a) f (x)g(x)3 , x = 0. Misalkan h(x) = f (x)g(x)3

h0 (x) = f 0 (x)g(x)3 + 3f (x)g(x)2 g 0 (x)

h0 (0) = f 0 (0)g(0)3 + 3f (0)g(0)2 g 0 (0)


 
3 2 1
= 5(1) + 3(1)(1)
3
=6

(b) f (x + g(x)), x = 0. Misalkan h(x) = f (x + g(x))

h0 (x) = f 0 (x + g(x))(1 + g 0 (x))

h0 (0) = f 0 (0 + g(0))(1 + g 0 (0))

= f 0 (1)(1 + g 0 (0))
 
1
=5 1+
3
20
=
3

(c) (x11 + f (x))−2 , x = 1. Misalkan h(x) = (x11 + f (x))−2

h0 (x) = −2(x11 + f (x))−1 (11x10 + f 0 (x))

h0 (1) = −2(111 + f (1))−1 (11(1)10 + f 0 (1))


  
−1 1
= −2(1 + 3) 11(1) + −
3
  
1 32
= −2
4 3
16
=
3

10
 
1 1
y = t3 sec
13. (a) aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
1 t
       
dy 1 1 1 1
= 3t2 sec 3
+ t − 2 sec tan
dt t t t t
     
1 1 1
= 3t2 sec − t sec tan
t t t
    
1 1
= 3t − tan t sec
t t
 −5
12t − 5
y=
(b) aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
13t + 1
 −4  
dy 2t − 5 2(3t + 1) − 3(2t − 5)
= −5
dt 3t + 1 (3t + 1)2
 −4  
2t − 5 6t + 2 − 6t + 15
= −5
3t + 1 (3t + 1)2
 −4  
2t − 5 17
= −5
3t + 1 (3t + 1)2
 −4
85 2t − 5
=−
(3t + 1)2 3t + 1
 
1 sin t
(c) aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
y = cot
1 t
    
dy 2 sin t t cos t − sin t
= − csc
dt t t2
   
sin t cos t 2 sin t
= − csc
t2 t t
r
√ √ 1
qq p
1 1 1
y = 3t + 2 +
(d) aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa x x1 −xt = (3t + (2 + (1 − t) 2 ) 2 ) 2
1
  
dy 1 1 1 1 1 1 1 1 1
= (3t + (2 + (1 − t) 2 ) 2 )− 2 −
3 + (2 + (1 − t) 2 ) 2 −
(1 − t) 2
dt 2 2 2

14. Seorang astronot dengan pesawat luar angkasanya bergerak dari kiri ke kanan mengikuti
kurva y = x2 . Ketika dia mematikan mesinnya, pesawat angkasa tersebut akan bergerak
mengikuti garis singgung pada titik dimana dia berada pada saat tersebut. Dimana dia
harus mematikan mesinnya untuk mencapai titik (4, 15)?

11
Misalkan mesin mati pada titik (x0 , y0 ) dengan y0 = x20 . Grafik y = x2 memiliki tu-
runan pertama y 0 = 2x. Garis singgung di titik (x0 , y0 ) memiliki gradien m = 2x0 . Selain
15 − y0
itu garis tersebut juga memiliki gradien m = . Akibatnya
4 − x0

15 − y0
= 2x0
4 − x0
15 − x20 = 8x0 − 2x20

x20 − 8x0 + 15 = 0

(x0 − 5)(x0 − 3) = 0

sehingga diperoleh x = 5 atau x = 3 dengan masing-masing pasangan titik y = 25 atau


y = 9. Karena (x0 , y0 ) berada di sebelah kiri (4, 15) maka dipilih (x0 , y0 ) = (3, 9).

15. Misalkan terdapat dua parabola y = x2 dan y = x2 − 2x + 2. Apakah ada suatu garis yang
sekaligus menyinggung kedua parabola tersebut di dua titik berbeda?

12
Misalkan terdapat suatu garis yang sekaligus menyinggung parabola y = x2 di titik (x0 , y0 )
dan y = x2 − 2x + 2 di titik (x1 , y1 ) seperti pada gambar. Pada titik (x0 , y0 ) garis
tersebut memiliki gradien m = y 0 = 2x0 , pada titik (x1 , y1 ), garis tersebut memiliki
gradien m = y 0 = 2x1 − 2.

2x0 = 2x1 − 2

x0 = x1 − 1

y1 − y0
Selain itu juga garis tersebut memiliki gradien m = sehingga
x1 − x0

x21 − 2x1 + 2 − x20


m=
x1 − x0
x − 2x1 + 2 − (x1 − 1)2
2
= 1
x1 − (x1 − 1)
x − 2x1 + 2 − x21 + 2x1 − 1
2
= 1
x1 − x1 + 1
=1

1
Akibatnya 2x0 = 1 sehingga x0 = 2
dan y0 = x20 = 14 . Kemudian 2x1 − 2 = 1 sehingga
3
x1 = 2
dan y1 = x21 − 2x1 + 2 = 54 . Jadi (x0 , y0 ) berbeda dengan (x1 , y1 ). Karena gradien
garis yang menyinggung kedua parabola terdefinisi yaitu m = 1 maka ada suatu garis yang
sekaligus menyinggung kedua parabola tersebut di dua titik berbeda.

16. Akan ditentukan titik P dan Q pada parabola y = 1 − x2 sehingga segitiga ABC pada
gambar berikut merupakan segitiga sama sisi.

13
π
Karena segitiga ABC adalah segitiga sama sisi maka besar setiap sudutnya adalah .
π  √ 3
Akibatnya sisi AC memiliki gradien m = − tan = − 3 dan sisi AB memiliki gradien
π  √ 3
m = tan = 3. Turunan pertama parabola y = 1 − x2 adalah y 0 = −2x. Sehingga
3
titik Q memenuhi


−2Q = − 3
1√
Q= 3
2

dan titik P memenuhi


−2P = 3
1√
P =− 3
2

1 1 A B
17. (a) Diberikan fungsi y = = . Misalkan y = +
x2 − 3x + 2 (x − 2)(x − 1) x−2 x−1

A B
y= +
x−2 x−1
1 A(x − 1) + B(x − 2)
=
(x − 2)(x − 1) (x − 2)(x − 1)
1 Ax − A + Bx − 2B
=
(x − 2)(x − 1) (x − 2)(x − 1)
1 = (A + B)x + (−A − 2B)

Dari persamaan di atas diperoleh

A+B =0

A = −B

dan

−A − 2B = 1

B − 2B = 1

B = −1

14
1 −1
Sehingga y = + = (x − 2)−1 − (x − 1)−1 . Karena turunan ke-n dari y
x−2 x−1
adalah
y (n) = (−1)n n!(x − 2)−(n+1) − (−1)n n!(x − 1)−(n+1)

maka turunan ke-100 adalah

y (100) = (−1)100 100!(x − 2)−(100+1) − (−1)100 100!(x − 1)−(100+1)

= 100!(x − 2)−101 − 100!(x − 1)−101

1+x
(b) Diberikan fungsi y = √ .
1−x

1+x
y=√
1−x
−1 + x + 2
= √
1−x
−(1 − x) 2
= √ +√
1−x 1−x
√ 2
=− 1−x+ √
1−x
1 1
= −(1 − x) 2 + 2(1 − x)− 2

Karena turunan ke-n dari y untuk n ≥ 2 adalah

1 (2n − 3)! 1 1 (2n − 1)! 1


y (n) = (1 − x) 2 −n + 2n−2 (1 − x)−( 2 +n)
22n−2 (n − 2)! 2 (n − 1)!

maka turunan ke-100 adalah

(200 − 3)!
1 1 1 (200 − 1)! 1
y (100) = (1 − x) 2 −100 + 200−2 (1 − x)−( 2 +100)
2200−2
(100 − 2)! 2 (100 − 1)!
1 (197)! 199 1 (199)! 201
= 198 (1 − x)− 2 + 198 (1 − x)− 2
2 (98)! 2 (99)!

15

3

3
ax + b − 2 5 ax + b − 2
18. Diberikan lim = . Karena lim x = 0 dan lim 6= ±∞ maka
x→0 x 12 x→0 x→0 x

3
lim ax + b − 2 = 0
x→0
√3
b−2=0

b=8


3

3
Misalkan f (x) = ax + 8 akibatnya f (0) = 8 = 2. Turunan pertama dari f (x) adalah

a 1
f 0 (x) = p
3 3
(ax + 8)2

Sehingga

f (x) − f (0)
f 0 (0) = lim
x→0
√ x−0
3
ax +8−2
f 0 (0) = lim
x→0 x
a 1 5
p =
3 3
(8) 2 12

a=5

Jadi diperoleh a = 5 dan b = 8.

16