Anda di halaman 1dari 14

Macam Metode Ekstraksi Bahan Alam

Disusun Oleh :
Evi Setyabudi

AKADEMI FARMASI
JEMBER
2018
DAFTAR ISI

Daftar Isi …………………………………………………………………... i


BAB I PENDAHULUAN ………………………………………………… 1
1.1 Latar Belakang ………………………………………………………… 1
1.2 Tujuan …………………………………………………………………. 1
BAB II ISI ………………………………………………………………… 2
2.1 Definisi Ekstraksi ……………………………………………………... 2
2.2 Jenis Ekstraksi ………………………………………………………… 2
2.2.1 Ekstraksi Dingin ………………………………………………… 2
1. Soxhletasi ……………………………………………………... 2
2. Maserasi ………………………………………………………. 3
3. Perkolasi ……………………………………………………… 4
2.2.2 Ekstraksi Panas ………………………………………………….. 6
1. Infusa …………………………………………………………. 6
2. Dekokta ……………………………………………………….. 6
3. Refluks ………………………………………………………... 7
4. Destilasi ………………………………………………………. 9
BAB III PENUTUP ……………………………………………………….. 11
Daftar Pustaka ……………………………………………………………... 12
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Ekstraksi adalah suatu pemisahan satu atau beberapa zat dari suatu padatan
atau cairan. Proses ekstraksi bermula dari penggumpalan ekstrak dengan
pelarut kemudian terjadi kontak antara zat dan pelarut yang menyebabkan zat
terlarut dalam pelarut yang digunakan. Metode pemisahan merupakan aspek
penting dalam bidang kimia atau farmasi karena kebanyakan materi yang
terdapat di alam berupa campuran. Proses ekstraksi diperlukan untuk
memperoleh materi murni dari suatu campura. Berbagai teknik pemisahan
dapat diterapkan untuk memisahkan campuran.
Metode ekstraksi mengandalkan sifat kelarutan dari senyawa yang akan
diekstraksi terhadapt pelarut yang digunakan. Terdapat berbagai jenis metode
ekstraksi yang dapat digunakan untuk mendapatkan senyawa murni. Pada
makalah ini penulis akan menjelaskan berbagai jenis metode ekstraksi, alat
serta bahan yang digunakan.

1.2 Tujuan
1. Mengetahui definisi ekstraksi.
2. Mengetahui berbagai jenis ekstraksi, alat serta bahan yang dibutuhkan.

1
BAB II
ISI

2.1 Definisi Ekstraksi


Ekstraksi adalah penyarian zat-zat berkhasiat atau zat-zat aktif dari bagian tanaman obat, hewan dan beberapa jenis akan
termasuk biota laut. Zat-zat aktif tersebut terdapat di dalam sel, namun sel tanaman dan hewan berbeda demikian pula ketebalannya,
sehingga diperlukan metode ekstraksi dan pelarut tersebut dalam mengekstraksi (Depkes, 1986).

2.2 Jenis Ekstraksi


No Gambar Tujuan Prinsip Alat dan Bahan
1. Soxhletasi Mengisolasi senyawa atau Prinsip ekstraksi dengan cara Alat :
komponen yang terdapat ini adalah dilakukan 1. Labu Alat Bulat
dalam sampel padat. penyarian berkesinambungan 2. Timble (Alat yang
atau berulang-ulang secara terdiri wadah
dingin. sampel, siphon, dan
jalur distilasi
3. Konektor
4. Kondensor

2
Bahan:
1. Sampel padat
2. Pelarut organik
yang mudah
menguap (heksan,
eter, petroleum eter,
metil klorida dan
alkohol)
2. Maserasi Maserasi digunakan untuk Maserasi merupakan cara Alat:
penyaringan simplisia yang penyarian yang sederhana, 1. Bejana
mengandung zat aktif yang yang dilakukan dengan cara 2. Pengaduk
mudah larut dalam cairan merendam serbuk simplisia
penyaring, tidak dalam cairan penyari. Cairan Bahan :
mengandung benzoin, stirak, penyari akan menembus 1. Sampel padat
dan bahan sejenis yang dinding sel dan masuk ke 2. Pelarut (air, etanol,
mudah mengembang. dalam rongga sel yang heksan)
mengandung zat aktif. Zat
aktif akan larut dan karena
adanya perbedaan konsentrasi

3
antara larutan zat aktif
didalam sel dan diluar sel,
maka larutan yang terletak
didalam akan terdesak keluar.
Peristiwa tersebut terulang
terus hingga menjadi
keseimbangan konsentrasi
antara larutan diluar sel dan
didalam sel. Simplisia yang
akan diekstraksi diserbukkan
dengan derajat tertentu lalu
dimasukkan ke dalam bejana
maserasi.
3. Perkolasi Melakukan penyarian Perkolasi adalah cara Alat :
senyawa atau komponen penyarian yang dilakukan 1. Tabung perkolator
tidak tahan panas yang dengan mengalirkan cairan 2. Corong pisah
terdapat dalam sampel padat. penyari melalui serbuk
simplisia yang telah dibasahi. Bahan :
Pada metode ini simplisia 1. Simplisia

4
yang akan diekstraksi 2. Pelarut organik
ditempatkan dalam suatu (etanol)
bejana silinder yang pada
bagian bawahnya diberi sekat
berpori. Cairan penyari
dialirkan dari atas ke bawah
melalui serbuk tersebut.
Cairan penyari akan
melarutkan zat aktif sel-sel
yang dilalui sampai keadaan
jenuh. Gerakan kebawah
disebabakan oleh kekuatan
beratnya sendiri dan cairan
diatasnya, dukurangi dengan
daya kapiler yang cenderung
untuk menahan gerakan ke
bawah.
4. Infusa Infusa merupakan penyarian mengekstraksi simplisia Alat :
yang umum dilakukan untuk nabati dengan air pada suhu 1. Botol 100 ml

5
menyari zat kandungan aktif 90oC selama 15 menit. 2. Corong
yang larut dalam air dari 3. Gelas kimia 500
bahan-bahan dilakukan ml
untuk menyari zat 4. Gunting
kandungan aktif yang larut 5. Penangas air
dalam air dari bahan-bahan 6. Stopwatch
nabati. Pembuatan infus 7. Termometer
merupakan cara yang paling
sederhana untuk membuat Bahan :
sediaan herbal dari bahan 1. Aquadest
yang lunak seperti daun dan 2. Alumunium foil
bunga. 3. Simplisia
5. Dekokta Dekok diperuntukkan Dekok adalah sediaan cair Alat :
simplisia nabati yang keras yang dibuat dengan 1. Botol 100 ml
seperti kayu, batang, biji dan mengekstraksi simplisia 2. Corong
lain sebagainya. Seperti dengan air pada suhu 90oC 3. Gelas kimia 500
halnya infus, jika tidak selama 30 menit. Dekok ml
dinyatakan lain dan kecuali dibuat dengan cara 4. Gunting
untuk simplisia yang tertera mencampur simplisia dengan 5. Penangas air

6
di bawah, dekok yang derajat halus yang sesuai 6. Stopwatch
mengandung bukan bahan dalam panci dengan air 7. Termometer
berkhasiat keras, dibuat secukupnya, panaskan di atas 8. Kain flanel
dengan menggunakan 10% tangas air selama 30 menit
simplisia. terhitung mulai suhu Bahan :
mencapai 90oC sambil sekali- 1. Aquadest
kali diaduk. Serkai selagi 2. Alumunium foil
panas melalui kain flanel, 3. Simplisia
tambahkan air panas
secukupnya melalui ampas
hingga diperoleh volume
dekok yang dikehendaki,
kecuali dekok dari simplisia
Condurango Cortex diserkai
dalam keadaan dingin.
6. Refluks Refluks merupakan ekstraksi Prinsip dari metode refluks Alat :
dengan pelarut pada adalah pelarut volatil yang 1. Alcohol meter
temperatur titik didihnya, digunakan akan menguap 2. Batang pengaduk
selama waktu tertentu dan pada suhu tinggi, namun akan 3. Corong

7
jumlah pelarut yang relative didinginkan dengan 4. Gelas kimia
konstan dengan adanya kondensor sehingga pelarut 5. Gelas ukur
pendinginan balik. Ekstraksi yang tadinya dalam bentuk 6. Klem
refluks digunakan untuk uap akan mengembun pada 7. Kondensor
mengekstraksi bahan-bahan kondensor dan turun lagi ke 8. Labu alas bulat
yang tahan terhadap dalam wadah reaksi sehingga 9. Pompa vakum
pemanasan. pelarut akan tetap ada selama 10. Penangas
reaksi berlangsung. 11. Toples.
Sedangkan aliran gas N2
diberikan agar tidak ada uap Bahan :
air atau gas oksigen yang 1. Aquadest
masuk terutama pada 2. Aluminium foil
senyawa organologam untuk 3. Etanol 70%
sintesis senyawa anorganik 4. Kertas saring
karena sifatnya reaktif. 5. Methanol
6. Simplisia
7. Tissue.
7. Destilasi Tujuan destilasi adalah Prinsip destilasi adalah Alat :
pemurnian zat cair pada titik penguapan cairan dan 1. Labu alas bundar

8
didihnya, dan memisahkan pengembunan kembali uap 100 ml
cairan tersebut dari zat padat tersebut pada suhu titik didih. 2. Set alat destilasi
yang terlarut atau dari zat Titik didih suatu cairan adalah 3. Gelas ukur 100 ml
cair lainnya yang suhu dimana tekanan uapnya 4. Thermometer 200°c
mempunyai perbedaan titik sama dengan tekanan 5. Batu didih
didih cairan murni. Pada atmosfer. Cairan yang 6. Pembakar Bunsen
destilasi biasa, tekanan uap diembunkan kembali disebut 7. Penangas air
di atas cairan adalah tekanan destilat. 8. Corong pisah 100
atmosfer (titik didih normal). ml
Untuk senyawa murni, suhu 9. Erlenmeyer 100 ml
yang tercatat pada 10. Corong Buchner
termometer yang dan pengisap
ditempatkan pada tempat 11. Statip dan klem
terjadinya proses destilasi bundar
adalah sama dengan titik 12. Batang pengaduk
didih destilat. 13. Tabung reaksi besar

Bahan :
1. Benzene teknis

9
2. Methanol teknis
3. Asam benzoat
4. Toluena
5. Larutan NaOH 10%
6. Larutan HCL 10%
7. Kertas indicator
8. Kertas saring

10
BAB III
PENUTUP

Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa ekstraksi merupakan


penyarian zat-zat berkhasiat atau zat-zat aktif dari bagian tanaman obat, hewan
dan beberapa jenis akan termasuk biota laut. Zat-zat aktif tersebut terdapat di
dalam sel, namun sel tanaman dan hewan berbeda demikian pula ketebalannya,
sehingga diperlukan metode ekstraksi dan pelarut tersebut dalam mengekstraksi.
Terdapat beberapa jenis metode ekstraksi yaitu, Soxhletasi, Maserasi, Perkolasi,
Infusa, Dekokta, Refluks, dan Destilasi.

11
DAFTAR PUSTAKA

Ansel, H. C., 1989, Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi, diterjemahkan oleh


Ibrahim, F., Edisi keempat, 607-608, Jakarta, Universitas Indonesia Press.
Lee Nian-Yian, Siti HS, Nur SMH, Akil A, Asma K, CheYMA and Muhamad I.
2013. Extraction of Rubber (Hevea brasiliensis) Seed Oil using
Supercritical Carbon Dioxide and Soxhlet Extraction. Vol.17 (10) October
(2013) Res. J. Chem. Environ.
Voight, R., 1994, Buku Pengantar Teknologi Farmasi, 572-574, diterjemahkan
oleh Soedani, N., Edisi V, Yogyakarta, Universitas Gadjah Mada Press.

12