Anda di halaman 1dari 3

KONSELING DAN TEST HIV

No. Dokumen KJ/UKP/SOP/PKS-03


No. Revisi 00
SOP
Tanggal Terbit 12 Juni 2017
Halaman 1/3
dr. Lysbeth R. Pandjaitan,
PUSKESMAS
M. Biomed
KECAMATAN KOJA
NIP.197503242006042004
1. Pengertian Konseling dan Test HIV (KTHIV) adalah proses interaksi antara
konselor dengan konseli (klien) yang dengan sukarela untuk
mendapatkan layanan yang berhubungan dengan HIV/AIDS melalui
proses konseling pra testing, konseling post test testing dan testing
HIV secara sukarela yang bersifat confidential dan secara lebih dini
membantu orang untuk mengetahui status HIV.
2. Tujuan Sebagai acuan dalam penerapan langkah-langkah pelayanan
konseling dan testing HIV.
3. Kebijakan Surat Keputusan Kepala Puskesmas Kecamatan Koja Nomor 58
Tahun 2017 tentang Standar Layanan Klinis
4. Referensi Pedoman Nasional Tes dan Konseling HIV,Kementerian Kesehatan
Republik Indonesia Tahun 2013
5. Alat dan Bahan 1. Alat
a. ATK
2. Bahan
a. Formulir KTS
b. Formulir inform consent
c. Form pemeriksaan labortorium
d. Register kunjungan poli kasih
6. Langkah-langkah Konseling pra ART
1. Petugas memanggil pasien
2. Petugas mempersilakan pasien duduk
3. Petugas mengidentifikasi pasien
4. Petugas memperkenalkan diri
5. Petugas menanyakan alasan kunjungan dan latar belakang klien
dan melakukan penilaian risiko tertular HIV
6. Petugas memberikan informasi yang benar tentang HIV AIDS
termasuk cek list untuk konseling pra test
7. Petugas mendiskusikan prosedur HIV AIDS yang akan dilakukan
waktu untuk mendapatkan hasil dan arti dari tes HIV
8. Petugas memberikan waktu klien untuk berpikir untuk melakukan
tes atau tidak
9. Jika klien menyetujui untuk tes, petugas memberikan formulir
informed consent kepada klien dan meminta tanda tangan setelah
klien membaca isi form HIV AIDS
10. Petugas mengisi dokumen klien dengan lengkap dengan mengisi
formulir rujukan laboratorium
11. Petugas merujuk klien ke laboratorium
12. Petugas membuat janji dengan klien untuk membaca hasil tes. Bila
klien tidak menyetujui untuk tes, konselor menawarkan kepada
klien untuk datang kembali sewaktu waktu bila masih memerlukan
untuk dilakukan tes
13. Mengucapkan salam dan mengakhiri proses
Konseling post test
1. Petugas memanggil klien dengan menyebutkan nama klien
2. Petugas memperlihatkan hasil tes yang masih tertutup kepada
klien
3. Petugas menanyakan kesiapan klien untuk menerima hasil tes
apabila klien menyatakn sudah siap/sanggup menerima hasil tes
maka konselor mnawarkan kepada klien untuk membuka hasil
laboratorium bersama konselor, apabila klien menyatakan belum
siap, konselor memberi dukungan kepada klien untuk menerima
hasil dan memberi waktu sampai klien siap
4. Petugas membuka hasil laboratorium bersama klien
5. Petugas memberikan kesempatan klien untuk membaca hasil tes
6. Petugas menjelaskan kepada klien tentang hasil testing HIV yang
telah dibuka dan yang telah dibaca bersama
7. Bila hasil tes non reaktif
a. Mendiskusikan kemungkinan klien dalam keadaan masa jendela
b. Memastikan klien paham mengenai hasil tes yang diterima dan
pengertian masa jendela
c. Menjelaskan kebutuhan untuk melakukan tes ulang dan
pelayanan KTS bagi pasangan
d. Menjelaskan upaya penurunan risiko yang dapat dilakukan
e. Memberikan kesempatan kepada klien untuk bertanya
mengenai hal-hal yang belum diketahui. Apabila klien sudah
jelas dan tidak ada pertanyaan maka konseling ditutup
f. Petugas menganjurkan kembali 3 bulan kedepan
8. Bila hasil tes reaktif
a. Memberikan kesempatan dan ventilasi keadaan emosinya
b. Memfasilitasi coping problem
c. Setelah klien cukup tenang dan konseling dapat dilanjutkan
dengan menyelesaikan informasi sebagai berikut: pencegahan
penularan, pengobatan ARV, kesehatan reproduksi dan
seksual, PHBS, kondom 100%, menawarkan tes pasangan
d. Petugas melakukan skrining TB dengan mengkaji apakah ada
batuk, demam, keringat malam, penurunan BB, pembengkakan
kelenjar getah bening, jika ada dari salah satu diatas makan
pasien dirujuk untuk cek BTA
e. Memberikan kesempatan pada klien untuk bertanya mengenai
hal-hal yang belum diketahui
f. Petugas dan klien menyepakati waktu kunjungan ulang untuk

Konseling Dan Test HIV 2

KJ/UKP/SOP/PKS-03
pemeriksaan berikutnya
g. Petugas memberi motivasi agar bersedia didampingi oleh
Manajer Kasus atau kader muda
h. Apabila klien sudah jelas dan tidak ada pertanyaan maka
konseling ditutup
9. Petugas mencatat formulir KTS dan register poli kasih
7. Diagram Alir -
8. Unit Terkait Poli Kasih, BPU, Layanan 24 jam, Laboratorium
9. Dokumen Terkait 1. Formulir KTS
2. Formulir pemeriksaan laboratorium
3. Formulir inform consent
10. Riwayat NO Yang diubah Isi Perubahan Tgl diberlakukan
Perubahan
Dokumen

Konseling Dan Test HIV 2

KJ/UKP/SOP/PKS-03