Anda di halaman 1dari 2

Penggunaan Underlying Asset Contoh Mekanisme Penerbitan Sukuk Ijarah

Penerbitan sukuk memerlukan sejumlah tertentu aset yang akan Al Muntahiya Bittamlik (Sale and Lease Back)
menjadi objek perjanjian (underlying asset). Aset yang menjadi
objek perjanjian harus memiliki nilai ekonomis, dapat berupa
aset berwujud atau tidak berwujud, termasuk proyek yang akan
atau sedang dibangun. Fungsi underlying asset tersebut adalah:
(i) untuk menghindari riba, (ii) sebagai prasyarat untuk dapat
diperdagangkannya sukuk di pasar sekunder, dan (iii) akan me-
nentukan jenis struktur sukuk. Dalam sukuk Ijarah Al Munta-
Mengenal
hiya Bittamliek atau Ijarah-Sale and Lease Back, penjualan
aset tidak disertai penyerahan fisik aset tetapi yang dialihkan
adalah hak manfaat (beneficial title) sedangkan kepemilikan
aset (legal title) tetap pada obligor. Pada akhir periode sukuk,
SPV wajib menjual kembali aset tersebut kepada obligor.

Perbandingan Sukuk dan Obligasi


Deskripsi Sukuk Obligasi

Penerbit Pemerintah, korporasi Pemerintah, Korpo-


rasi
Sifat instrumen Sertifikat ke- Instrumen pengakuan
pemilikan /penyertaan utang
1) SPV dan Obligor melakukan transaksi jual-beli aset, disertai dengan Purchase and
atas suatu aset Sale Undertaking di mana Pemerintah menjamin untuk membeli kembali aset dari
Penghasilan Imbalan, bagi hasil, Bunga/kupon, capital SPV, dan SPV wajib menjual kembali aset kepada Pemerintah, pada saat sukuk
jatuh tempo atau dalam hal terjadi default,.
margin gain
2) SPV menerbitkan sukuk untuk membiayai pembelian aset.
Jangka waktu Pendek - menengah Menengah - panjang 3) Pemerintah menyewa kembali aset dengan melakukan perjanjian sewa (Ijara
Agreement) dengan SPV untuk periode yang sama dengan tenor sukuk yang
Underlying asset Perlu Tidak perlu diterbitkan.
4) Berdasarkan servicing agency agreement, Pemerintah ditunjuk sebagai agen yang
Pihak yang ter- Obligor, SPV, inves- Obligor/issuer, inves-
bertanggungjawab atas perawatan aset
kait tor, Trustee tor
Price Market Price Market Price
Investor Islami, konvensional konvensional
Pembayaran Bullet atau amortisasi Bullet atau amortisasi
pokok
Penggunaan hasil Harus sesuai syariah Bebas
penerbitan
1) Obligor membayar sewa (Imbalan) secara periodik kepada SPV selama masa sewa.
Imbalan dapat bersifat tetap (fixed rate) ataupun mengambang (floating rate).
Syariah Compliance 2) SPV melalui agen yang ditunjuk akan mendistribusikan imbalan kepada para investor.
Penerbitan sukuk harus terlebih dahulu mendapatkan pernyataan
kesesuaian prinsip syariah (syariah compliance endorsement)
untuk meyakinkan investor bahwa sukuk telah distruktur sesuai Direktorat Kebijakan Pembiayaan Syariah
syariah. Pernyataan syariah compliance tersebut bisa diperoleh Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang
dari individu yang diakui secara luas pengetahuannya di bidang Departemen Keuangan
syariah atau institusi yang khusus membidangi masalah syariah. Gedung Perbendaharaan IV Lantai 2
Untuk penerbitan sukuk di dalam negeri, syariah compliance Jalan Lapangan Banteng Timur No. 1
endorsement dapat dimintakan kepada Dewan Syariah Nasional Jakarta 10710
- MUI. Untuk penerbitan sukuk internasional, diperlukan en- 1) Penjualan kembali aset oleh SPV kepada obligor sebesar nilai nominal Sukuk, pada Telpon 021-3810175 (Hunting)
dorsement dari ahli/lembaga syariah yang diakui komunitas saat sukuk jatuh tempo. Fax 021-3846516
2) Hasil penjualan aset, digunakan oleh SPV untuk melunasi sukuk kepada investor. Website: http://www.dmo.or.id
syariah internasional, misalnya IIFM.
Latar Belakang Apa itu sukuk? Jenis-Jenis Sukuk
Konsep keuangan berbasis syariah Islam (Islamic finance) Istilah sukuk berasal dari bentuk jamak dari bahasa Arab ‘sak’ atau Berbagai jenis struktur sukuk yang dikenal secara internasional
dewasa ini telah tumbuh secara pesat, diterima secara universal sertifikat. Secara singkat AAOIFI mendefinisikan sukuk sebagai serti- dan telah mendapatkan endorsement dari The Accounting and
dan diadopsi tidak hanya oleh negara-negara Islam di kawasan fikat bernilai sama yang merupakan bukti kepemilikan yang tidak di- Auditing Organisation for Islamic Financial Institutions
Timur Tengah saja, melainkan juga oleh berbagai negara di bagikan atas suatu asset, hak manfaat, dan jasa-jasa atau kepemilikan (AAOIFI) antara lain:
kawasan Asia, Eropa, dan Amerika. Hal tersebut ditandai den- atas proyek atau kegiatan investasi tertentu.
gan didirikannya berbagai lembaga keuangan syariah dan diter- Sukuk Ijarah, yaitu sukuk yang diterbitkan berdasarkan per-
Sukuk pada prinsipnya mirip seperti obligasi konvensional, dengan janjian atau akad Ijarah di mana satu pihak bertindak sendiri
bitkannya berbagai instrumen keuangan berbasis syariah. Se-
perbedaan pokok antara lain berupa penggunaan konsep imbalan dan atau melalui wakilnya menjual atau menyewakan hak man-
lain itu, juga telah dibentuk lembaga internasional untuk meru-
bagi hasil sebagai pengganti bunga, adanya suatu transaksi pendukung faat atas suatu aset kepada pihak lain berdasarkan harga dan
muskan infrastruktur sistem keuangan Islam dan standar instru-
(underlying transaction) berupa sejumlah tertentu aset yang menjadi periode yang disepakati, tanpa diikuti dengan pemindahan
men keuangan Islam, serta didirikannya lembaga rating Islam.
dasar penerbitan sukuk, dan adanya aqad atau penjanjian antara para kepemilikan aset itu sendiri. Sukuk Ijarah dibedakan menjadi
Beberapa prinsip pokok dalam transaksi keuangan sesuai
pihak yang disusun berdasarkan prinsip-prinsip syariah. Selain itu, Ijarah Al Muntahiya Bittamliek (Sale and Lease Back) dan
syariah antara lain berupa penekanan pada perjanjian yang adil,
sukuk juga harus distruktur secara syariah agar instrumen keuangan ini Ijarah Headlease and Sublease.
anjuran atas sistem bagi hasil atau profit sharing, serta laran-
aman dan terbebas dari riba, gharar dan maysir.
gan terhadap riba, gharar, dan maysir. Sukuk Mudharabah, yaitu sukuk yang diterbitkan berdasar-
Salah satu bentuk instrumen keuangan syariah yang telah ban- Karakteristik Sukuk kan perjanjian atau akad Mudharabah di mana satu pihak
yak diterbitkan baik oleh korporasi maupun negara adalah su- menyediakan modal (rab al-maal) dan pihak lain men-
merupakan bukti kepemilikan suatu aset berwujud atau hak man- yediakan tenaga dan keahlian (mudharib), keuntungan dari
kuk. Di beberapa negara, sukuk telah menjadi instrumen pem- faat (beneficial title);
biayaan anggaran negara yang penting. Pada saat ini, beberapa kerjasama tersebut akan dibagi berdasarkan perbandingan
pendapatan berupa imbalan (kupon), marjin, dan bagi hasil, sesuai yang telah disetujui sebelumnya. Kerugian yang timbul akan
negara telah menjadi regular issuer dari sukuk, misalnya Ma-
jenis aqad yang digunakan; ditanggung sepenuhnya oleh pihak yang menjadi penyedia
laysia, Bahrain, Brunei Darussalam, Uni Emirate Arab, Qatar,
Pakistan, dan State of Saxony Anhalt - Jerman. Penerbitan terbebas dari unsur riba, gharar dan maysir; modal.
sovereign sukuk biasanya ditujukan untuk keperluan penerbitannya melalui special purpose vehicle (SPV); Sukuk Musyarakah, yaitu sukuk yang diterbitkan berdasar-
pembiayaan negara secara umum (general funding) atau untuk memerlukan underlying asset. kan perjanjian atau akad Musyarakah di mana dua pihak atau
pembiayaan proyek-proyek tertentu, misalnya pembangunan penggunaan proceeds harus sesuai prinsip syariah. lebih bekerjasama menggabungkan modal untuk membangun
bendungan, unit pembangkit listrik, pelabuhan, bandar udara, proyek baru, mengembangkan proyek yang telah ada, atau
rumah sakit, dan jalan tol. Selain itu, sukuk juga dapat Tujuan Penerbitan Sukuk Negara (SBSN) membiayai kegiatan usaha. Keuntungan maupun kerugian
digunakan untuk keperluan pembiayaan cash-mismatch, yaitu  memperluas basis sumber pembiayaan anggaran negara; yang timbul ditanggung bersama sesuai dengan jumlah par-
dengan menggunakan sukuk dengan jangka waktu pendek tisipasi modal masing-masing pihak.
mendorong pengembangan pasar keuangan syariah;
(Islamic Treasury Bills) yang juga dapat digunakan sebagai Istisna’, yaitu Sukuk yang diterbitkan berdasarkan perjanjian
instrumen pasar uang. menciptakan benchmark di pasar keuangan syariah;
atau akad Istisna’ di mana para pihak menyepakati jual-beli
Total emisi sukuk internasional berkembang pesat dari semula diversifikasi basis investor; dalam rangka pembiayaan suatu proyek/barang. Adapun
pada tahun 2002 hanya sekitar USD1 miliar, menjadi USD17 mengembangkan alternatif instrumen investasi; harga, waktu penyerahan, dan spesifikasi barang/proyek
miliar pada bulan April 2007. Jumlah dan jenis instrumen su- mengoptimalkan pemanfaatan Barang Milik Negara; dan ditentukan terlebih dahulu berdasarkan kesepakatan.
kuk juga terus berkembang, dari semula hanya dikenal sukuk al memanfaatkan dana-dana masyarakat yang belum terjaring oleh
ijarah berkembang menjadi 14 jenis sukuk sebagaimana sistem perbankan konvensional
ditetapkan oleh The Accounting and Auditing Organisation of
Pihak-pihak yang Terlibat dalam Penerbitan
Islamic Financial Institutions (AAOIFI). Adapun investor su- Kelebihan berinvestasi dalam Sukuk Negara, Sukuk:
kuk, tidak lagi hanya terbatas pada investor Islami, karena pada Obligor, adalah pihak yang bertanggung jawab atas pem-
saat ini sebagian besar investor sukuk justru merupakan inves-
khususnya untuk struktur Ijarah. bayaran imbalan dan nilai nominal sukuk yang diterbitkan
tor konvensional. Memberikan penghasilan berupa Imbalan atau nisbah bagi hasil sampai dengan sukuk jatuh tempo. Dalam hal sovereign su-
yang kompetitif dibandingkan dengan instrumen keuangan lain. kuk, obligornya adalah Pemerintah.
Di dalam negeri sendiri, pasar keuangan syariah, termasuk
pasar sukuk juga tumbuh secara cepat, meskipun proporsinya Pembayaran Imbalan dan Nilai Nominal sampai dengan sukuk Special Purpose Vehicle (SPV) adalah badan hukum yang
dibandingkan pasar konvensional masih relatif sangat kecil. jatuh tempo dijamin oleh Pemerintah. didirikan khusus untuk penerbitan sukuk dengan fungsi:
Untuk keperluan pengembangan basis sumber pembiayaan Dapat diperjual-belikan di pasar sekunder. (i) sebagai penerbit sukuk, (ii) menjadi counterpart Pemerin-
anggaran negara dan dalam rangka pengembangan pasar Memungkinkan diperolehnya tambahan penghasilan berupa tah dalam transaksi pengalihan aset, (iii) bertindak sebagai
keuangan syariah dalam negeri, Pemerintah telah menyusun margin (capital gain). wali amanat (trustee) untuk mewakili kepentingan investor.
RUU tentang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). UU Aman dan terbebas dari riba (usury), gharar (uncertainty), dan Investor, adalah pemegang sukuk yang memiliki hak atas
SBSN tersebut akan menjadi legal basis bagi penerbitan dan maysir (gambling). imbalan, marjin, dan nilai nominal sukuk sesuai partisipasi
pengelolaan Sukuk Negara atau SBSN. Berinvestasi sambil mengikuti dan melaksanakan syariah. masing-masing.