Anda di halaman 1dari 4

NAMA : Uswatun Hasanah

NIM : 097017003
KELAS : Paralel/ akuntansi
TGL : 09/10/2010

TUGAS MATA KULIAH


FINANCIAL STATEMENT ANALYSIS

GEORGE FOSTER
BAB III ANALISIS LAPORAN KEUANGAN: TEHNIK-TEHNIK DASAR
1. Tehnik-tehnik Cross-sectional
a. Common-Size Statemens : membandingkan laporan keuangan perusahaan yang
berbeda ukurannya berdasarkan persentase tertentu
b. Analisis rasio keuangan terdiri dari 7 tekhnik yaitu:

 Posisi kas : semakin tinggi posisi kas maka semakin tinggi pula sumberdaya uang
yang tersedia di perusahaan

 Liquiditas : kemampuan perusahaan untuk membayar utang jangka pendek


(semakin tinggi tasio liquiditas maka semakin tinggi posisi liquiditas)

 Modal kerja/arus kas : semakin tinggi rasionya, semakin besar modal kerja atau
arus kas yang dihasilkan perusahaan dalam operasinya.

 Struktur modal : semakin tinggi rasionya maka semakin tinggi pula aset yang di
danai bukan dari pemegang saham.

 Debt Sevice Coverage : kemampuan perusahaan untuk membayar bunga kepada


pemberi modal (semakin ginggi rasionya maka semakin tinggi pula kemampuan
perusahaan membayarkan bunga ke pada pihak luar.

 Profitability : kemampuan perusahaan mendapatkan hasil/laba bersih setelah


dikeluarkan biaya.

 Turnover : rasio ini menunjukkan berapa kali di back up oleh total harta

2. Tehnik-tehnik time series


a. trend statements : memilih tahun tertentu sebagai tahun dasar dan menyatakan nilai
tahun berikutnya relatif terhadap tahun dasar, berdasarkan kesepakatan, bahwa tahun
dasar diberi nilai 100.
b. Analisis rasio keuangan : tekhnik lain yang digunakan dalam rasio keuangan.
c. Ukuran variabilitas : rasio tertinggi dikurang rasio terendah dibagi rasio keuangan rata-
rata
3. Menggabungkan Laporan Keuangan dengan Informasi Laporan non Keuangan.
a. informasi pasar produksi
b. informasi pasar modal

1
BAB VI Analisis Cross-Sectional Terhadap Informasi Laporan Keuangan.
 Analisis cross-sectional digunakan untuk:
o Penilaian merger atau akusisi
o Penilaian kinerja manajemen dan kompensasi eksekutif
o Prediksi keuangan dan
o Keputusan kebijakan publik mengenai kelebihan laba pajak.

 Kriteria yang digunakan untuk memilih perbandingan


1) Kesamaan pada sisi penawaran
2) Kesamaan pada sisi permintaan
3) Kesamaan dalam atribut pasar modal
4) Kesamaan dalam kepemilikan legal

 Pemilihan yang Aggregate pada Analisis Cross-Sectional


1) Menggunakan ukuran central tendency misalnya median, ataupun mean;

2) Menggunakan central tendency dan ukuran dispersi misalnya media dan


interquartile range, mean dan standar deviasi;
3) Menggunakan prcentile atau fractile dari distribusi rasio dan
4) Menggunakan ranking dan rasio masing-masing perusahaan.

 Masalah ketersediaan data pada analisis Cross-Sectional


Banyak masalah yang muncul dari pengumpulan data antara lain:
a. Ketidaktersediaan data
1) entity yang dimiliki oleh perusahaan multiactivity menyediakan laporan
keuangan yang terbatas;
2) entity tidak melaporkan informasi laporan keuangannya ke publik;
3) entity dimiliki perusahaan asing yang menyediakan laporan keuangan
terbatas.
b. Periode pelaporan yang tidak sinkron
c. Metode akuntansi yang tidak seragam

 Informasi Line-of-Business (LOB)


A. Insentif dari Perusahaan terhadap Pengungkapan Data LOB
B. Implikasi Perubahan Struktural dan Organisational

 Perbandingan-perbandingan Rasio-rasio Keuangan Suatu Industri


Jika distribusi current ratio masing-masing industri sama, maka akan ada sedikit penyelidikan
yang terpisah terhadap deviasi current ratio perusahaan dari rata-rata industrinya.
 Perbandingan Rasio-rasio Keuangan Internasional
1) Perbedaan prinsip-prinsip akuntansi yang diadopsi masing-masing
negara;

2
2) Perbedaan aturan-aturan perpajakan yang diadopsi masing-masing
negara
3) Perbedaan-perbedaan dalam pendanaan, operasi dan pengaturan bisnis
lainnya pada masing-masing negara;
4) Perbedaan-perbedaan dalam kultur, institusional dan lingkungan politik
masing-masing negara.
BAB VII Analisis Time-Series Terhadap Informasi Laporan Keuangan
o Pentingnya analisis time series adalah untuk :

 Permalan

 non peramalan (Mengevaluasi kinerja manajemen, Meneliti


dugaan manajemen melakukan manipulasi earning, Merancang suatu komponen Profit
Sharing terhadap program kompensasi eksekutif, eputusan-keputusan manajemen atas
alternatif metode-metode akuntansi, Dugaan kelebihan profit dilakukan dan menjelaskan
sumber-sumber earning yang dilaporkan, Proses di mana kegiatan bisnis terganggu oleh
bencana)

o isu analisis keuangan data time series


- perubahan structural
- perubahan metode akuntansi
- masalah-masalah pengelompokan akuntansi

o pendekatan analisis time series


beberapa pendekatan yang dapat digunakan yaitu:
1. ekonomik terdiri dari : analisis faktor kasual
(4 kelompok penting dari keputusan manajemen yang dapat mempengaruhi time series 1)
Mix of business Decision, keputusan pendanaan, keputusan operasi perusahaan, dan
keputusan laporan keuangan), seasonality, Analisis Ex Post Versus Analisis Ex Ante
( memahami apa yang terjadi dan meramalkan apa yang akan terjadi)
2. visual dan
3. statistic.

o Manajemen Earning, Perataan (Smoothing) dan Big Bath


• Daerah-daerah yang potensi terhadap Investasi Manajemen
• Keabsahan dan Keputusan Perundag-undangan
• Big Bath

3
SUBRAMANYAM

Pelaporan dan analisis laporan keuangan meliputi


a. lingkungan pelaporan keuangan (laboran
keuangan wajib : laboran keuangan, pengumuman laba, dan laboran wajib lanilla seperti
laboran Proxy. Adapun beberapa factor yang mempengaruhi laboran keuangan wajib: prinsip-
prinsip akuntansi yang berlaku umum, manager, mekanisme pengawasan dan pelaksanaan,
sumber informasi alternatif,
b. sifat dan tujuan akuntansi keuangan (kualitas
informasi yang diinginkan, prinsip-prinsip akuntansi yang penting: akuntansi akrual, biaya
historis dan penilaian wajar, materialitas, konservatisme. Relevansi dan keterbatasan akuntasi
misalanya keterbatasan informasi laboran keuangan misalnya berhubungan dengan maslah
tepat waktu, frekuensi, orientasi ke masa depan)
c. akrual fondasi akuntansi keuangan : akuntansi
akrual memang tidak sempurna banyak aturan yang berubah-ubah tetapi maíz lebih baik dari
pada arus kas, meskipun begitu akrual berguna dan penting bagi analisis laboran keuangan.
Tetapi arus kas juga tidak kalah penting.
d. Konsep laba : laba ekonomi, laba permanen,
laba operasi. Laba ekonomi mencakup tidak hanay arus kas Semarang, tetapi juga perubahan
atas arus kas mendatang. Laba akuntansi mempunyai standar akuntansi, mekanisme
pengaturan dan insentif manajer. Adapaun beberapa perbedaan dari keduanya ini terletak
pada konsep laba alternatif, biaya historis, basis transaksi, konservatisme, manjemen laba.
e. Akuntansi penilaian wajar : konsep teknik
penilaian nilai wajar adalah sedekat mungkin dengan harga pasar. Adapun hal-hal yang harus
dipertimbangkan adalah tanggal pengukurannya, transaksi hipotesis, transaksi berurutan,
pengukuran dengan dasar pasar, harga keluaran. Pengadopsaian akuntansi penilaian wajar
mempunyai implikasi yang berarti bagi analisis laporan keuangan antara lain merefleksikan
informasi sekarang, kriteria pengukuran yang konsisten, komparabilitas, tidak ada bias
konservatif, lebih bermanfaat dalam analisis ekuitas. Meskipun masih terdapat kelemahan-
kelemahan seperti rentan dengan manupilasi.
f. Pengantar analisis akuntansi: kebutuhan akan
analisis akuntansi disebabkan oleh 2 hal yaitu akuntansi akrual memperbaiki akuntansi kas
dengan mencerminkann akativitas usaha pada waktu yang lebih tepat. Yang kedua, dibuat
untuk berbagai jenis pemakaian dan kebutuhan akan informasi.