Anda di halaman 1dari 5

15 |'1AY 2012

002183

,.*' r---
PERATURANMENTERIAGAMAREPUBLIIS'INDoNESIA
20 12
6fo
"Fr*1o*HtuN
DAN PEMELTHARAAN
TATA .ARA lortCcuNAAN,
I{ENDARAAN DINAS
r\,fitin wBcenr s-Enupe
BARANG'ENGADAAN, KEMENTERTAN
BERMolon br l'rNcxuircelu
YANG MAHA ESA
DENGAN RAHIVIAT TUHAN

MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA'

Menimbang'
l*,:ai""fffi'T-Ir;"iru::r:"'ilTJn?jJ"il,?:
p"*"'i"tuft^" serta dalam rangka tertib
umum penggunaan dan
administrasi bidang pengadaan' benrpa kendaraan
pemeliharaan ;;;"? rtnilit Negara Peraturan Menteri-
dinas bermotor, perlu menetaplkan Penggunaan' dan
Agama tentang T itu Cu'u Pengadaan'
pemeliharu.^rr'g*.ng Milik NEgara Berupa Kendaraan
Agama;
Bermotor Dinas di Lingkungan Kementerian
2003 tentang
Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun
Keuangan Ttfiut^ (Lembaran Negara
Republik
Indonesia taliun 2003 Nomor 47Nomor ' Tambahan
a286\;
Lembara" N;;;;" Republik Indonesia
1 Tahun 2OO4 tentang
2. Undang-Undang Nomor.-(Lembaran
perbendai.*."i Negara Negara Republik
Indonesia fu,fn"t 2OO4 Nomor Nomor 5' Tambahan
a355);
Lembaran Negara Republik Indonesia
3. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2OO4 tentang
pemeriksu.u'
'- Fengelolaan dan Tanggung .l"y3P
Keuangan Negari (Lembaran Negara
Republik
Indonesia Ta-iun ZaO+ |lcrnor 66' Tambahan
LembaranNegaraRepubliklndonesiaNomor44OO);
4.PeraturanPemerintahNomor8Tahun2006tentang
Pelaporan Keuangan dan KinerjaIndonesia
Instansi
pemerintah (Lembaian Negara Republik
Tahun 2006 irlo-ot 25, Tambahan Lembaran Negara
RePublik Indonesia Nomor a6I4);
Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2008
tentang
5.
PerubahanAtasPeraturanPemerintahNomor6
Tahun 2006 Tentang Pengelolaan Barang Milik
Negara/Daerah (Lembaran Negara Republik
Indlonesia Tahun 2008 Nomor 78, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor a855);
A Perofr rrqn
6. peraturan Presiden Nomor 53 Tahun 201o tentang
PerubahanKeduaAtasKeputusanPresidenNornor
42Tahun2oo2tentangPedomanPelaksanaan
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara;
7. peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010
tentang
Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah;
8. Peraturan Presid'en Nomor 67 Tahun
2010
i"rrtr.ng perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor
24 Taf,un 2010 tentang Kedudukan, T\rgas' dan
Fungsi Kementerian Negara sdrta Susunan
OigJnisasi, T\r.gas, dan Fungsi Eselon L Kementerian
Negara;
q peraturan Menteri Agama Nomor 10 Tahun 2'o1a
tentang organisasi dan Tata Kerja Kementerian
Rgama-(BeritaNegaraRepubliklndonesiaNomor
5e2);

MEMUTUSI(AN:

Menetapkan PERATURAN MENTERI AGAIVIA TENTANG TATA


CARA PENGADAAIiI' PENGGUNAAtrI' DAN
PEMELIHARAANBARANGMILIKNEGARABERUPA
KENDARAAN DINAS BERMOTOR DI LINGKUNGA}I
KEMENTERTAI{ AGAMA.

BAB I
KETENTUAN UMIIM
Pasa1 1

Datam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan:


1. Kendaraan Dinas adalah kendaraan milik Pemerintah yang digunakan
untuk nrendukung pelaksanaan tugas dan fungsi kedinasan.
2. Kuasa Pengguna Barang yang selanjutnya disingkat KPB adalah
pejabat pimPinan satuan kerja.

BAB II
PENGADAAIll
Pasal 2
Biaya pengadaan kendaraan dinas bermotor bersumber.dari:
1. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN);
2. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP);
3. hibah; dan
4. dana lain yang sah.
Pasal 3
( 1) Pengad.aan kendaraan dinas harus mempertimbangkan:
a. rasionalitas kebutuhan perorangan dan operasional; dan
b. kondisi kelaikan kendaraan dinas yang ada'
(2) Pengadaan kendaraan dinas bermotor dilakukan
oleh masing-
perundang-
masing satuan kerja sesuai dengan ketentuan peraturan
undangan.

Pasal 4
(1) Hasil pengadaan kend.araan dirras bermotor dari masing-masing
satuan kerja harus diiaporkan kepada Sekretaris Jenderal'
(2) Kendaraan dinas bermotor sebagaimana dimaksud pada ayat (1)

diadministrasikan oieh Biro Keuangan dan Barang Milik Negara'

BAB III
PENGGUNAAN
Pasal 5
(1) Kendaraan dinas perorangan digunakan untuk mendukung
pelaksanaan tugas kedinasan sesuai dengan tugas dan fungsi dari
pej abat masin g-masing.

(2) Penunjukan pejabat sebagai pemegang kendaraan dinas perorangan


ditetapkan oleh pimpinan satuan keda sebagai KPB.
Pasai 6
(1) Kendaxaan dinas operasional digunakan untuk ' mendukung
pelaksanaan tugas dan fungsi satuan kerja/instansi.
(2) Penggunaan kendaraan dinas operasional sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) berdasarkan izln/penunjukan dari pimpinan satuan
kerja sebagai KPB.

BAB IV
PEMELIHARAAN
Pasal 7
(1) Kendaraan dinas perorangan dapat disimpan di kantor atau di luar
kantor.
(2) Penyimpanan kendaraan dinas perorangan di luar kantor
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus mempertimbangkan
aspek keamanan kendaraan.
Pasal 8

(1) Kendaraan d.inas operasional wajib disimpan di kantor.


(2) Kendaraan dinas operasional dapat disimpan di luar kantor setelah
mendapatkan ijin dari pimpinan satuan kerja'
Pasal 9

(1)Pemegangkendaraandinasbermotorperoranganbertanggung
jawab atas keamanan/kehilangan dan kerusakan kendaraan'
(2) Pemegang kendaraan dinas " bermotor perorangan tidak
diperbolehkan mengalihkan d.an/atau meminjamkan kepada pihak
lain.
(3) Kendaraan dinas bermotor perorangan wajib dikembaiikan
kepada instansi/satuan kerja apabila pemegang kendaraan
pensiun, mutasi, atau diberhentikan dari jabatannya'
Pasal 10
Dokumen kendaraan dinas yang berupa:
a. Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB), faktur dan kuitansi
pembelian harus diinventarisasi dan disimpan oleh pimpinan
satuan kerja.
b. Surat Tanda Nomor Kendaraan bermotor (STNK) disimpan oleh
pemegang kendaraan.

Pasal 1 1
(1) Kendaraan dinas bermotor mendapatkan biaya pemeliharaan sesuai
anggaran yang tersedia dalam APBN atau sumber lain yang sah.
(2) Kendaraan dinas bermotor yang biaya pemeliharaannya lebih b_esar
LI
dari kegllnaan karena usia tua atau rusak berat dapat diusulkan | '.
penghapusansesuaiketentuanperaturanperundang-undangan. -
Pasal 12
Dalam hal kendaraan dinas bermotor hilang atau rusak karena
kelalaian, pemegang kendaraan wajib bertanggung jawab untuk
mengganti kerugian negara akibat kehilangan/kerusakan tersebut
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

BAB V ...

,/
v. r vrqLursr^ ...

BAB V
KETENTUAN PENUTUP
Pasal 13

Peraturan ini mulai berlaku pada tanggal ditetaPkan.

Ditetapkan di
pada tanggal l0 April 2012

a.n. MENTERI AGAIVIA REPUBLIK INDONESIA


ARIS JENDERAL,

6#
w
$ffi
il(
'.xT%,
HAYAT, Ph.DV

th;tg