Anda di halaman 1dari 10

BUKU JAWABAN UJIAN (BJU)

UAS TAKE HOME EXAM (THE)


SEMESTER 2020/21.1 (2020.2)

Nama Mahasiswa : …DESI…………………… ……………………………………………………………..

Nomor Induk Mahasiswa/NIM :031415236 …………………………………………………….……………………..

Tanggal Lahir :16/02/1997 …………………………………………………………………………..

Kode/Nama Mata Kuliah : EKSI4207………………………………..……………

Kode/Nama Program Studi :AKUNTANSI S1……………………………………………………..

Kode/Nama UPBJJ :UPBJJ PONTIANAK…………………………..

Hari/Tanggal UAS THE :SELASA, 08/12/2020…………………………………………………………………

Tanda Tangan Peserta Ujian

Petunjuk

1. Anda wajib mengisi secara lengkap dan benar identitas pada cover BJU pada halaman ini.
2. Anda wajib mengisi dan menandatangani surat pernyataan kejujuran akademik.
3. Jawaban bisa dikerjakan dengan diketik atau tulis tangan.
4. Jawaban diunggah disertai dengan cover BJU dan surat pernyataan kejujuran akademik.

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


UNIVERSITAS TERBUKA
Surat Pernyataan
Mahasiswa
Kejujuran Akademik

Yang bertanda tangan di


bawah ini:

Nama Mahasiswa : DESI………………………………………………………

NIM :031415236 …………………………………

Kode/Nama Mata Kuliah : EKSI4207………………………………………………………

Fakultas : EKONOMI………………………………………………………

Program Studi : AKUNTANSI S1…………………………………………………

UPBJJ-UT : UPBJJ PONTIANAK………………………………………………

1. Saya tidak menerima naskah UAS THE dari siapapun selain mengunduh dari aplikasi THE pada
laman https://the.ut.ac.id.
2. Saya tidak memberikan naskah UAS THE kepada siapapun.
3. Saya tidak menerima dan atau memberikan bantuan dalam bentuk apapun dalam pengerjaan soal
ujian UAS THE.
4. Saya tidak melakukan plagiasi atas pekerjaan orang lain (menyalin dan mengakuinya sebagai
pekerjaan saya).
5. Saya memahami bahwa segala tindakan kecurangan akan mendapatkan hukuman sesuai dengan
aturan akademik yang berlaku di Universitas Terbuka.
6. Saya bersedia menjunjung tinggi ketertiban, kedisiplinan, dan integritas akademik dengan
tidak melakukan kecurangan, joki, menyebarluaskan soal dan jawaban UAS THE melalui media
apapun, serta tindakan tidak terpuji lainnya yang bertentangan dengan peraturan akademik
Universitas Terbuka.

Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya. Apabila di kemudian hari terdapat
pelanggaran atas pernyataan di atas, saya bersedia bertanggung jawab dan menanggung sanksi akademik
yang ditetapkan oleh Universitas Terbuka.

PONTIANAK, SELASA 08 DESEMBER 2020

Yang Membuat Pernyataan

DESI

Nama Mahasiswa
JAWABAN :
1. Langkah pertama adalah perumusan masalah
Penyusunan regulasi dimulai dengan merumuskan masalah yang akan diatur. Oleh
karena itu perancang regulasi perlu menjawab pertanyaan sebagai berikut: apa
masalah public yang akan diselesaikan?. Pertanyaan itu berguna untuk
menyelesaikan masalah public tersebut. Langkah yang dilakukan untuk menggali
semua permasalahan adalah melalui penelitian dan observasi pada obyek
persoalan.
Perumusan masalah public akan meliputi hal sebagai berikut :
1. Apa masalah public yang ada?
2. Siapa masyarakat yang perilakunya bermasalah
3. Siapa apparat pelaksana yagn perilakunya bermasalah
4. Analisis keuntungan dan kerugian atas penerapan regulasi public
5. Tindakan apa yang diperlakukan untuk mengatasi masalah public.
- Langkah kedua adalah perumusan masalah draft regulasi public
draft regulasi publik pada dasarnya adalah kerangka awal yang dipersiapkan
untuk mengatasi masalah public yang hendak diselesaikan. Aspek penting
yang harus dipertimbangkan adalah jenis regulasi public yang akan
dibentuk.
Penataan jenis prilaku akan menghasilkan regulasi public tentang larangan
atau ijin dan regulasi public tentang kewajiban melakukan hal tertentu atau
dispensasi. Penyusunan draft harus menjelaskan tentang pilihan norma
kelakuan yang dipilihnya dengan tujuan yang hendak dicapai . norma
larangan kan menghasilkan bentuk peraturan yang rinci tentang perbuatan
yang dilarang.
- Langkah ketiga adalah prosedur pembahasan
terdapat tiga tahap penting pembahasan draft regulasi public, yaitu :
dengan lingkup tim pelaksana organisasi public (eksekutif), dengan
Lembaga legislative (dewan penasehat, dewan penyantun, dll.)dan
Lembaga masyarakat. Otomatis, pembahasan pada tim teknis perlu juga
dieksekusi dalam rangka optimalisasi penajaman terhadap informasi yang
rigid.
- Lankah keempat adalah pengesahan dan pengundangan
tahap akhir perancangan dari sebuah draft regulasi public adalah tahap
pengesahan yang dilakukan dalam bentuk penandatanganan naskah oleh
pihak organisasi public (pimpinan organisasi). Dalam konsep hukum,
pengegahan diperlukan agar regulasi public mempunyai kekuatan hukum
materiil terhadap pihak yang menyetujuinya. Sejak ditandatangani,
rumusan hukum yang ada dalam regulasi public tersebut sudah tidap dapat
diganti secara sepihak.
Lebih implisit lagi, tahap pengesahan ini juga dapat dianalisis melalui
perspektif sosiologi hukum.
2. Zero based budgeting merupakan anggaran sebagai jawaban untuk
rasionalisasi proses pembuatan anggaran. Dalam system ZBB muncul apa
yang disebut sebagai unit keputusan (decisions unit ). Decisions units
menghasilkan berbagai paket alternatif anggaran yang dibuat sebagai
motivasi anggaran organisasi yang lebih responsive terhadap kebutuhan
masyarakat dan fluktuasi jumlah anggaran.
3. A. – prinsip tranparan
Informasi terkait proses pengadaan public harus tersedia untuk semua
pemangku kepentingan pengadaan public seperti para kontaktor, pemasok,
penyedia layanan, dan public pada umumnya, kecuali terdapat alas an valid
dan legal untuk menjaga informasi tertentu menjadi rahasia.
Contoh informasi rahasia adalah beberapa informasi ekslusif milik
perusahaan atau individu yang berpartisipasi dalam proses pemohonan,
informasi militer tertentu dan informasi pengadaan terkait pertahanan.
- Prinsip integritas
Terdapat dua integritas dalam pengadaan public, yaitu integritas proses
pengadaan dan integritas praktisi pengadaan public.
Integritas proses pengadadaan public : integritas dasarnya adalah
keandalan. Para penawar dan semua pemangku kepentingan lainnya harus
dapat mengandalkan informasi yang disebarkan oleh komite pengadaan,
secara formal maupun informal.
Integritas praktisi pengadaan public : praktisi yang bekerja dalam komite
pengadaan dan pejabat pemerintah lainnya yang terlibat dalam proses
pengadaan public, harus menampilkan integritas pribadi dan professional.
Idenya tidak boleh ada ketidaksesuain antara keduanya.
- Prinsip ekonomi
Identic dengan efisiensi, nilai uang dan harga yang wajar secara komersia,
prinsip ekonomi menekankan kebutuhan untuk mengelola dana masyarakat
dengan hati hati dan due diligence. Sehingga harga yang dibayar untuk
barang, jasa dan karya yang akan diterima mencerminkan dana public yang
dikeluarkan untuk setiap nilai barang.
- Prinsip keterbukaan
Persyaratan pengadaan [ublik harus terbuka untuk semua organisasi yang
berkualitas dan individu. Masyarakat juga harus memiliki akses ke informasi
persyaratan pengadaan public.
- Prinsip keadilan
Interprestasi yang berbeda atas keadilan dalam semua peserta tender sama
- Prinisip kompetisi
Proses pengadaan public tidak boleh dimanipulasi untuk kepentingan
organisasi atau individu. Mengingat bahwa pengadaan public didanai
terutama dengan uang pajak, semua organisasi dan individu yang
memenugi syarat harus diijinkan untuk berpartisipasi dengan mengirimkan
penawaran.
- Prinsip akuntabilitas
Akuntabilitas dalam pengadaan public berarti bahwa siapapun yang terlibat
dalam proses pengadaan bertanggungjawab atas Tindakan dan keputusan
sehubungan dengan aturan pengadaan publik.
b. alur berikutnya dari siklus pengadaan barang dan jasa setelah
pengumuman pengadaan adalah proses tendering
dalam proses ini, organisasi sector public atau pemerintah daerah, misalnya
melakukan seleksi atas surat penawaran barang dan jasa yang telah dikirim oleh
pihak pihak yang mampu menyediakannya, kemudian dipilih penawaran yang
paling mampu memenuhi kriteria kriteria yang diajukan oleh organisasi sector
public.

4. Mekanisme audit merupakan suatu mekanisme yang dapat menggerakkan


makna akuntabilitas dalam pengelolaan sektor pemerintahan, BUMN, atau
instansi pengelola aset Negara, serta organisasi sektor publik lainnya.
Auditing adalah suatu proses sistematik yang secara obyektif terkait
evaluasi bukti-bukti berkenaan dengan asersi tentang kegiatan dan kejadian
ekonomi guna memastikan derajat atau tingkat hubungan antara asersi
tersebut dengan kriteria yang ada, serta mengomunikasikan hasil yang
diperoleh kepada pihak-pihak yang berkepentingan.
Regulasi dalam Audit Sektor Publik
Untuk mendukung keberhasilan penyelenggaraan organisasi sektor publik,
keuangan organisasi harus dikelola secara tertib, taat pada peraturan perundang-
undangan, efisien, ekonomis, efektif, transparan, dan bertanggung jawab dengan
memperhatikan rasa keadilan serta kepatuhan. Untuk mewujudkan itu semua,
Undang-Undang No. 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan
Tanggung Jawab Keuangan Negara ditetapkan.

Anda mungkin juga menyukai